Saat tulisan ini dibuat, penduduk Jepang sedang dilanda gempa bumi dan tsunami. Aku harap, semua orang yang ada dijepang khusus para seiyuu, aktor, aktris, mangaka, politisi, dan penduduk sipil selamat meskipun sudah 600 orang lebih menjadi korbannya. Aku yakin, Jepang pasti akan segera bangkit lagi. Karena itu, jangan menyerah dengan keadaan ini, minna!

Namikawa Daisuke san. Huhu...syukurlah dirimu baik-baik saja. Miyu Irino (seiyuu Syaoran) ama Inada Tetsu (seiyuu Kurogane) juga syukurlah selamat.


Refer ~ TRC Side

Disclaimer by Clamp.

(Bagaimana kabar kalian pasca gempa dan tsunami disana?)

Warning: sama kayak chapter sebelumnya


Fye

"Fye, kau mendengarku? Raja Ashura sudah terbangun."

Saat mendengar telepati antara dia dan Chii, Fye tahu bahwa senyumnya akan semakin memudar dibanding sebelum-sebelumnya. Raja Ashura, raja yang susah payah ia tidurkan, kembali bangkit dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Singkat? Atau karena ia menikmati perjalanan bersama Syaoran, Kurorin, Mokona, dan Sakura chan sehingga waktu terasa singkat? Ia mendengus senang mengingat kenangan-kenangan mereka bersama menjelajahi dunia yang tidak dikenal. Sedetik kemudian, ekspresinya berubah saat mengingat apa yang diceritakan Fei Wong menjadi kenyataan di negeri Tokyo. Syaoran yang terperangkap, mengejar ke tempat mata kanannya berada. Dengan kata lain, mengejar Syaoran yang selama ini melakukan perjalanan bersamanya, yang selama ini selalu mereka anggap anak yang mau berkorban demi Sakura chan tanpa peduli resiko yang harus ia hadapi.

Tidak…tidak…

Sambil menggelengkan kepala keras-keras, ia membuang masa lalu yang cukup suram untuknya, dimana bola matanya diambil paksa oleh Syaoran. Syaoran yang selama ini melakukan perjalanan bersama-sama. Bukan Syaoran yang kini berdiri dihadapannya.

Tidak seperti dulu, yang terpaku pada masa lalu meskipun dia berhadapan dengan masa depan. Kali ini, pemuda pemilik mata biru dan rambut emas kepirangan tersebut bertekad tidak lagi takut menghadapi masa depan. Masa lalunya sebagai anak kembar yang terlahir di Negeri Valeria yang merupakan sebuah kutukan. Selalu dia dan kembarannya, Yuui, disalahkan saat orang-orang meninggal karena mereka dianggap membawa kutukan anak kembar. Padahal mereka tidak melakukan apa-apa tapi dikurung seumur hidup bagai penjahat. Makin banyak orang yang meninggal, bahkan raja Negeri Valeria pun tetap menyalahkan mereka hingga hembusan nafas terakhirnya dan makin membuat Fye ketakutan untuk menjalani hidup karena dosa yang harus ia tanggung.

Kurogane lah, satu-satunya orang yang bisa melihat dirinya tersenyum palsu dengan tetap membawa masa lalu sebagai dosa yang harus ia tanggung. Apa dia harus belajar dari para aktor ya? Karena telah gagal menipu 1 orang ini dengan senyumannya.

Ahh…mungkin karena ia dan Kurogane sesama orang dewasa dalam 'rombongan', pikirnya. Hmm…tapi bukan berarti juga ia menganggap Syaoran dan Sakura masih anak kecil yang polos. Tapi setidaknya, itulah yang akan dilakukan semua orang apabila menemukan orang yang sepantaran untuk diajak 'curhat'. Namun dia, si Kurogane tidak membutuhkan kata-kata untuk mengerti tentang dirinya. Dengan melihat senyum dan raut wajah Fye saja, ia sudah tahu. Sungguh, pengamatan yang luar biasa dari Kuro sama.

Namun satu hal yang membuat ia benci pada Kurogane. Selama ini selalu dia-lah yang ditolong olehnya. Sebut saja saat ia hampir mati di Negeri Tokyo karena mata kanannya yang merupakan sumber kekuatan sihir diambil oleh Syaoran. Kurogane meminta dirinya untuk tetap hidup, padahal dirinya menginginkan kematian agar kekuatan sihir yang dimiliki Syaoran jadi tidak berfungsi. Tapi dengan galaknya Kuropyuu mengatakan bahwa dialah yang akan membunuhnya kalau dirinya masih tetap mengatakan ingin mati. Jadilah dia seorang vampir sekarang dengan darah Kurogane sebagai makanannya.

Lalu saat mereka berusaha pergi dari Negeri Celes, Kurogane memotong tangannya tanpa ragu demi membawa Fye ikut serta keluar dari Celes yang mulai hancur. Terkejut akan hal itu membuatnya tertegun hingga Mokona membawa mereka berpindah dunia dan dimensi. Tenaganya tidak cukup untuk mengirim Kurogane pergi dari tempat tersebut, akibat dari termakannya mata kanan Fye.

Mungkin masih banyak yang telah Kurogane lakukan untuknya, yang telah ia lupakan namun jelas selalu menyelamatkan hidupnya.

Apa yang dikatakan oleh Fei Wong saat ia pertama kali bertemu dengannya makin menjadi kenyataan. Ia akan bertemu dengan Syaoran, Sakura dan Kurogane. Melakukan perjalanan bersama mereka. Mengalami berbagai kebahagiaan, kesedihan dan kepedihan. Dan saat di Negeri Nihon, ia menceritakan semua yang dikatakan Fei Wong bahwa Sakura yang selama ini melakukan perjalanan adalah "utsusemi" dari putri Sakura yang asli. Sama dengan Syaoran yang tidak diketahui keberadaannya.

Namun benar apa yang dikatakan Mokona, meskipun sakura hanyalah utsusemi, Sakura tetap Sakura. Sakura yang sudah berbagi rasa. Sakura yang sudah mengajarkan kebaikan, ketabahan hati meskipun telah mengalami berbagai hal yang tidak menyenangkan tiap harinya. Karena itu, ia kembali melanjutkan perjalanan bersama Kurogane, Syaoran dan Mokona untuk mencari Sakura.


Seperti biasa, mohon reviewnya~

Baik itu review yang mengandung unsur kritik dan saran. Kasi tau uneg-uneg kalian y~