Yep, cepet updatesnya nih! Sekali lagi fict ini nemu waktu saya lagi buka-buka komputer terus saya upload deh, fict ini memang karangan saya waktu kelas 5 SD bukannya saya sekarang kelas 5 SD.

Oh thank's for all review:

Medeline

Stance Punks

Rin-chan.vaizard03

Yuuichi93

Nakamura arigatou

Inuzumaki Helen

Cantik-Chan

lil-ecchan

Disclaimer: cerita punya saya tokoh punya mas masashi.

Setting: konoha campur jakarta dikit-dikit


Keesokan Paginya

" Nar, liat dong handphonemu!" paksa Kiba.

" No, no, no. Nggak, handphoneku terlalu bagus ntar pada iri lagi!" tolak Naruto sambil nyembunyiin handphonenya dibelakang punggungnya.

" Halah, handphonemu CDMA kan?" Kiba makin penasaran.

" Sok tahu kamu!" bentak Naruto takut ketahuan gitu.

" Tau lah, kan kemarin kau beri tahu kami kalau handphonemu CDMA." Kata Kiba disertai dengan cengiran gaje.

" Akh! Iya deh, nih." Naruto nyerah dan meyodorkan handphonenya ke Kiba.

" Bener kan, handphonenya Cuma yang 299 ribu!" kata Kiba yang pas 299 ribu nyontohin kayak diiklan.

" Uh, terserah yang penting punya deh." Naruto cuek lalu beralih ke Shikamaru yang mau ngeliatin awan tapi nggak jadi karena diganggu Naruto.

" Uy, Shika, handphonemu mana? Kau kan tajir pasti handphonemu bagus kan?" sindir Naruto.

" Ah, kau ini, aku lagi menghayal diganggu saja ", Diselingi dengan ngucek mata dan menggeliat, " Hah? Punya handphone bagus itu merepotkan."

" Mana handphonemu!" Naruto sambil nyari-nyari diseluruh badan Shika dan akhirnya ketemu N 70nya Shikamaru, " Yah, kok N 70 aja sih, ku kira handphonemu yang harganya lima jutaan atau delapan juta gitu maximal."

" Merepotkan saja, fungsi utama handphone hanya untuk telpon dan sms. N 70 saja sudah terlalu bagus. Kalau kau mau, Naruto, handphone kita tukeran saja." Kata Shikamaru sambil menggaruk kepalanya.

" Eh, tapi, handphone si Sasuke itu bagus yaa, ada pulpennya." Padangan Naruto dkk beralih ke Sasuke karena perkataan Chouji tadi.

" Hah, itu PDA bodoh!" sembur Kiba dengan pandangan norak kearah Handphone Sasuke.

" Itu kan Blackberry wuih, Sasuke ternyata kaya juga yah!" Shikamaru yang tadi bosen karena percakapaan soal handphone tadi jadi kaget sekarang.

" Hah! Aku terus-terusan kalah dari si chiken butt itu." Naruto langsung menggebrak meja.

" Memangnya kau saingan dengan Sasuke?" tanya Kiba.

" Iya. Harus. Aku adalah saingannya." Kata Naruto yang kesal pada dirinya sendiri.

" Hah, percuma saja, hanya merepotkanmu saja. Pasti Sasuke terus yang akan menang, kau ini masuk ke sekolah ini juga pasti karunia Tuhan Yang Maha Esa ", Kata-kata Shikamaru membuat darah tinggi Naruto naik, " Eh, maaf perkataanku salah ya?"

" Hah, aku harus bisa menang sama dia dari segi apapun!" Naruto yang sudah tertular syndrome semangat masa mudanya Lee.

" Eh, Nar, kemarin formulir untuk ekskul basket mana?" tanya Kiba.

" Eh, sebentar ", Naruto ngobok-ngobok tasnya nyari dua formulir yang dititip kedua temannya kemarin, " Kalian tahu tidak, kemarin waktu aku ngambil formulir aku ketemu siapa?"

" Hah, mana kutahu, memangnya penting?" Kiba cuek.

" Penting bodoh, aku berjumpa dengan si chiken butt, dia mau ikut ekskul basket juga. Biasanya ekskulnya dia kan yang akademis bukan yang non-akademis." Kata Naruto lalu menyerahkan formulir pendaftaran kepada kedua temannya.

" Hah? Masa nanti aku satu tim sama si sengak itu? No, no, no, nggak mau ah!" Kiba kesel mendengar kata-kata Naruto tadi.

" Yah, paling Sasuke nggak bisa main basket, dia kan mainannya paling sama buku, pulpen, jangka ", ujar Naruto merendahkan Sasuke," Jelas masih hebatan kita lah, Kib!"

" Ih, siapa tahu dia diam-diam jago juga." Kata Kiba seperti membela Sasuke ketimbang temennya.

" Ah, Kiba, nggak mungkin lah. Dia juga nanti bakal takut sendiri sama bola basket." Naruto makin merendahkan Sasuke.

" Kau ini berlaga saja sih! Buktiin dong, kalau soal basket jagoan mana kau sama si Sasuke itu." Shikamaru yang kesal ngedengerin kesombongan Naruto akhirnya mendampratnya juga.

" Aku jauh lebih hebat dari makhluk berambut pantat ayam!" Naruto emosi karena dari tadi disindir-sindir sama teman-temannya," Lihat saja nanti aku akan mengalahkannya!"

" Kita tunggu kapan kau akan melawannya." Kiba juga ikutan kesal. ' Naruto, sebegitu kesalnya sama Sasuke jadi sombong bukan main begini.' Pikir Kiba heran.

" Jangan terlalu sombong Naruto, Sasuke itu hebat lho!" Chouji sambil makan keripik ikut-ikutan.

" Aku jika berusaha pasti bisa lah, hanya lebih hebat dari Sasuke saja." Kumat penyakit sok-sokannya Naruto.

" Hah, ya, sudah, aku ingin meihatmu berhasil melawannya." Tantang Kiba.

" Yoi, aku harus melihat kau menang. Kalau kau kalah, buang saja mukamu itu ke tong sampah!" Shikamaru yang jarang-jarang kasar kali ini kasar karena tidak suka melihat Naruto sombong dan terlalu terobsesi, karena kalau sekali jatuh, waduh, akan putus asa.

" Kenapa sih kalian ini, jadi seperti tidak mendukungku?" Naruto kesal.

" Hei, kami sebagai teman-temanmu tidak ingin kau terpuruk kau tahu. Kalau kau kalah dalam sesuatu yang besar bisa takut untuk belajar lagi karena sudah terbukti kau pecundang." Shikamaru menelaskan dengan dewasa.

" Tidak mungkin aku menyerah, tidak akan. Walaupun aku jatuh aku akan bangkit lagi." Ujar Naruto percaya diri.

" Yah, terserah kau lah. Kita tidak mungkin musuhan karena hal ini." Kata Kiba kepada ketiga temannya.

" Iya sudah, lupakan saja." Kata Chouji yang sibuk sama keripik kentangnya yang tinggal satu.

" Merepotkan saja." Eluh Shikamaru.

KKKKKRRRRRRRIIIIIIIIINNNNNNGGGGGG KKKKKKRRRRRRRRRRRIIIIIIIIINGGG bel masuk pun berbunyi.

Semua murid yang tadi duduk dimeja akhirnya duduk dikursi menunggu kedatangan guru.

" Yah, selamat pagi anak-anak, saya guru fisika, nama saya Asuma Sarutobi. Kita mulai bab pertama." Kata Asuma lalu membuka buku fisika bab pertama.

" Haah, fisika, matematika, gurunya om-om semua payah! Yang cakepan dikit kenapa sih!" bisik Naruto kepada Kiba.

" Tau tuh, bosen liat om-om pengennya tante-tante kayak guru Kurenai, hahaha." Kiba tertawa kecil.

" Hei, yang dibelakang ", Asuma teriak dari arah papan tulis," Jangan tidur waktu pelajaranku."

" Hei, Shikamaru, jangan tidur." Chouji membangunkan Shikamaru.

" He, eh, ya, ada apa?" Shikamaru hanya mengigau lalu tidur lagi. Akhirnya Asuma melempar spidol kearah kepala Shikamaru.

" Waduh, ada apa sih?" Shikamaru yang baru benar-benar sadar sekarang.

" Jangan tertidur waktu pelajaranku." Asuma memberi tahu Shikamaru yang sedang pasang muka malas.

" Ah, iya maafkan aku, guru Asuma." Apologize Shikamaru.

" Hm. Lanjutkan pelajaran dengan benar." Kata Asuma.

Pelajaran pun dilanjutkan dalam keadaan hening karena kejadian Shikamaru tadi. Sampai bel istirahat berbunyi.

" Kau, tertidur kalau pelajaran kenapa sih?" tanya Kiba kepada Shikamaru.

" Eh, itu karena tadi malam aku tidak bisa tidur, gara-gara aku salah minum." Jelas Shikamaru kepada ketiga temannya.

" Salah minum apa Shikamaru?" tanya Chouji.

" Aku salah minum, kukira itu cappuccino ternyata black coffee, ya, sudah malamnya aku tidak bisa tidur. Payah!" sesal Shikamaru.

" Oh, iya, formulir ekskul basket paling telat minggu depan lho! Jangan pada telat ngumpulin yaa." Peringat Naruto.

" Hei, Naruto tolong panggilkan Sasuke di perpustakaan." perintah guru Kakashi yang tiba-tiba lewat.

" Kenapa aku?" tanya Naruto seperti malas ke perpustakaan.

" Hah, kau ini, tidak sopan. Sana ke perpustakaan temui Sasuke lalu katakan padanya aku perlu buku soal yang dia buat tempo hari." Jawab Kakakshi itu.

" Oh, iya iya." Angguk Naruto lalu meninggalkan ketiga temannya, ' Kenapa harus aku sih, kan malas ketemu sama chiken butt.'

" Katakan padanya nanti langsung ke ruanganku." Kata Kakashi lalu pergi ke ruang guru.

Diperpustakaan

Naruto berjalan pelan begitu memasuki perpustakaan sembari mencari sosok cowok emo yang tampan tapi rese, ' Mana sih tu chiken butt, dari tadi nggak keliatan rambutnya nongol-nongol?' Naruto akhirnya menemukan Sasuke lalu berbicara pelan kepadanya.

" Hoi, Sasuke." Bisik Naruto

" Hah? Kenapa kau ada disini?" Sasuke heran yang biasanya Naruto nggak pernah nongol di perpustakaan sekarang ada dihadapannya.

" Aku disuruh Kakashi menemuimu untuk memberitahumu kalau guru dia perlu buku soal matematika yang kau buat." Jelas Naruto rada-rada enggak niat ngasih taunya.

" Oh." Lalu Sasuke meletakan buku yang tadi ia baca dan beranjak pergi dari perpustakaan meninggalkan Naruto sendiri.

" Jadi aku sendirian?" Naruto bingung lalu mengejar Sasuke yang tinggal lima meter lagi sampai di pintu keluar perpustakaan, " Hei, tunggu aku!"

" Heh, untuk apa? Kau pergi saja sendiri kenapa kau minta aku menunggumu?" selidik Sasuke.

" Eh.. siapa yang minta kau tunggu? Aku juga bisa sendiri." Kata Naruto gengsi dan pergi mendahului Sasuke yang masih diam di pintu perpustakaan.

" Anak kecil." Lalu melanjutkan berjalan menuju kelas untuk mengambil buku soal yang diminta Kakashi.

Naruto yang belum jauh dari arah Sasuke berjalan membalikan badanya lalu berteriak, " Kakashi ada diruangannya, kau langsung saja kesana."

Sasuke hanya diam saja tapi ia berpikir, ' Apa iya aku harus satu ekskul dengannya, aku memang nggak pernah ikut ekskul yang menguras tenaga tapi aku menyukai basket sangat dan basket itu sangat special buatku aku harus bisa menjadi yang terbaik di dalam basket.'

Didepan kelas

" Hoi, Naruto sini deh!" panggil Kiba dari jauh begitu melihat Naruto sudah kembali dari ruang perpustakaan.

" Ada apa?" jawab Naruto sambil berjalan mendekat kearah tiga temannya.

" Lihat deh, setelah berhasil kubujuk Shikamaru mau handphonenya bisa internetan. Ini sudah bisa sekarang, sudah ada operamininya." Kata Kiba bangga.

" Halah, aku nggak peduli kau ini seperti menyindirku karena handphoneku tidak bisa internetan", kata Naruto yang merasa tersindir karena handphonenya tidak lebih bagus daripada temannya," Kenapa sih chiken butt itu aneh, maksudku aneh itu seperti, um, dari dulu sifatnya tidak mau berubah agar dia sendiri punya teman, iya tidak?"

" Kenapa harus ditanya, kau kan sudah tau dia itu orangnya hanya menganggap orang lain itu nggak penting. Setauku dia suka menyendiri, lagipula sifatnya yang nggak nahan itu, mana mau ada yang temenan sama dia." Jawab Kiba apa adanya.

" Tapi apa nggak apa-apa kalau kita se-tim dengan orang seperti itu?" Naruto panik.

" Hm.. mungkin akan merepotkan sih, tapi kalau dia mau bekerja sama aku yakin tidak apa-apa." Ujar Shikamaru tenang.

" Apa kau yakin dia mau bekerja sama dengan kita padahal mungkin dia piker kita ini tidak berguna?" tanya Kiba kepada Shikamaru.

" Nggak yakin juga sih kalau dia akan bersikap baik pada teman se-timnya." Pikir Shikamaru.

" Hah, paling juga dia nggak berani kan kita yang lebih jago main basketnya, iya tidak?" kumat lagi sombongnya Naruto.

" Hey, tidak tahu, aku nggak akan bilang 'iya' atas pertanyaanmu tadi. Belum tentu si Uchiha itu tidak bisa bermain basket." Kiba yang tidak mau sombong berkata diikuti dengan anggukan Chouji dan Shikamaru.

" Iya, siapa tahu dia lebih hebat daripada kita", Kata Shikamaru sambil melambai ke arah seseorang yang ada dibelakang Naruto, " Yo, Talitha!"

" Hei, Shikamaru, bagaimana hari keduamu di sekolah ini?" tanya anak perempuan berambut hitam panjang sebahu yang dipanggil Talitha oleh Shikamaru.

" Yaa, biasa saja sih, merepotkan." Jawab Shikamaru seperti biasa.

" Kau ini bilang 'merepotkan' saja terus. Oh, aku duluan yaa, daa!" lalu Talitha pun meninggalkan Shikamaru dan pergi kearah teman-temannya.

" Siapa itu?" tanya Chouji kepada Shikamaru.

" Itu anak dari teman ayahku, anaknya baik tapi rada ada pemalesnya sedikit." Jawab Shikamaru sekaligus menjelaskan kepada ketiga temannya.

" Kakak kelas?" tanya Naruto penasaran.

" Yep, dia kelas duabelas IPA." Jelas Shikamaru dan ketiga temannya hanya meng-oh saja.

Bel masukpun berbunyi, semua muridpun masuk ke kelas masing-masing.

Seorang gurupun masuk, " Ya, anak-anak, selamat siang, perkenalkan nama saya Anko Mitarashi saya disini mengajar biologi. Ayo kita mulai pelajarannya."

" Hei, Kiba, kalau guru yang ini bagaimana menurutmu?" tanya Naruto

" Hm.. pakaiannya jauh lebih berani daripada guru Kurenai. Lebih sexy." Komentar Kiba.

" Iya, sih. Tapi kesannya, hehehe." Kata Naruto tidak jelas.

Pelajaran Anko tidak terlalu tenang karena gurunya sendiri yang suka bercanda dia terlihat lebih menyenangkan dibanding guru Asuma, setidaknya itu yang dipikirkan Shikamaru. Pelajaran biologi adalah pelajaran yang paling menyenangkan gurunya sekarang itulah yang tercap diotak murid kelas sepuluh ini.

Dua jam pelajaran tidak terasa, dalam sehari kira-kira ada lima macam pelajaran (A/N: maaf tapi saya tidak bisa membuat adegan belajar, bingung jadi kesannya fict ini datar-datar aja.) dan dua kali istirahat rutinitas anak Konoha HS sehabis pulang ada les tambahan mulai minggu depan tapi, sepertinya Naruto dan ketiga temannya mengikuti les itu begitu juga Sasuke. Di tempat les tambahan itu juga akan terjadi macam-macam kejadian juga.


Mulai ada OC disini, yang mau daftar silahkan tapi muncul di chap yang masih jauuh.

Jadi penonton

Jadi cheer

Jadi komentator

Hanya muncul saat pertandingan, ada yang berminat?

Chap ini lebih pendek dari sebelumnya dan masih datar-datar saja, mungkin chap 3 lah waktu penyerahan formulir ada kejadian

Baca juga fictku yang bejudul For Forever kasih reviewnya yaa... arigatou gozaimasu

So, review?