~Title : Just One Day

~Cast : KyuMin

~Other : KangTeuk ( Eomma dan Appa Sungmin ), HanChul ( Eomma dan Appa Kyuhyun ), Siwon, Seohyun.

~Genre : GS, Angst, Hurt/Comfort

.

.

.

*Kyuhyun POV*

Kutaruh buku pelajaranku asal ke atas meja belajar yang letaknya disamping tempat tidurku.

Malam ini, aku benar-benar tidak bisa belajar dengan fokus.

Tak sengaja kulihat cincin emas putih yang seenaknya melingkar dengan manis di jari manis tangan kiriku.

Acara hari ini, benar-benar memuakkan !

Sebuah acara pertunangan, yang sama sekali tidak kuinginkan.

Pertunangan yang dilangsungkan berdasarkan perjodohan. Bukan berdasarkan cinta.

Aku sangat 'berterima kasih' pada appa dan eomma yang sudah membuatku menerima perjodohan ini.

Kalau bukan karena ancaman itu, aku tak akan mau menerimanya.

Lee Sungmin.

Aku saja baru mengenalnya ketika eomma dan appa mempertemukan kami saat acara perjodohan itu.

Tapi sekarang, aku sudah berstatus sebagai tunangannya.

Mencintainya saja tidak.

Aissh~

Entahlah aku bisa tahan dengan semua ini tidak.

Drrt.. Drrt..

Kuambil dengan malas saat ponsel milikku bergetar diatas meja.

010-XXXXXXXX Calling...

Kuputar kedua bola mataku malas saat melihat telepon masuk ini.

Aissh~ jinjja !

Kapan yeoja ini berhenti menggangguku ?

Dengan sangat terpaksa aku menerima panggilan itu.

" Yeoboseyo.. " sahutku malas.

"..."

" Ada apa kau meneleponku malam-malam begini ? " tanyaku dingin.

"..."

" Ahni, aku tak punya waktu untuk berbicara. Kalau begitu aku tidur dulu. " ucapku dan cepat-cepat memutuskan percakapan itu.

Jika tidak seperti itu, dia pasti akan selalu berbicara panjang lebar.

Dan lebih baik, sekarang aku pergi tidur.

.

.

.

" Oppa...! " teriak seorang yeoja sambilberlari kecil menghampiriku.

Omo~

Yeoja itu lagi..

Ayolah, ini masih pagi.

Tapi kenapa semangat pagiku harus hilang hanya karena kehadirannya ?

" Oppa, apa kau sudah sarapan ? " tanyanya dengan senyum yang menurut orang indah dilihat.

" Belum. " jawabku singkat.

" Wae ? Kenapa begitu ? Kau bisa sakit kalau tidak makan. Ah, geundae.. tenang saja. Aku sudah membuatkan sarapan untukmu. " ucapnya panjang lebar.

Kulihat dia menyodorkan sebuah kotak bekal berwarna pink padaku.

" Apa ini ? " tanyaku acuh.

" Issh~ .. Sudah kubilang ini adalah sarapan untukmu. Ambil dan makanlah. " jawabnya.

Kualihkan pandanganku kearah luar jendela. " Shireo ! Aku tak nafsu makan. Kau bawa pulang saja lagi. " ucapku.

" Ck ! Mana boleh begitu. Ambillah.. " paksanya.

Kutatap dirinya tajam.

" Sudah kubilang aku tak mau ! Bawa pulang lagi saja. " ujarku kesal lalu beranjak keluar ruang kelas.

Sangat menyebalkan.

*Author*

Sungmin berjalan gontai menuju ruang kelasnya sambil memegang kotak bekal ditangannya.

Kepalanya terus saja menunduk. Tak perduli jika nanti dirinya akan menabrak seseorang.

" Sungmin-ah..! " panggil seseorang dari belakang.

Sungmin menoleh dan mendapati sahabat baiknya sedang tersenyum seraya mendekatinya.

" Ne Wookkie ? " sahutnya.

Bukannya menjawab, Ryeowook malah menatap benda berwarna pink yang tengah dipegang oleh sahabatnya tersebut.

" Untuk Kyuhyun ? " tanya Ryeowook penasaran.

Sungmin tersenyum tipis dan menggeleng.

" Lalu untuk siapa ? " tanya Ryeowook lagi dengan kedua alis yang saling bertaut.

Sungmin menatap kotak bekal itu sejenak, lalu menyodorkannya pada Ryeowook.

" Untukmu. " jawab Sungmin pelan.

" Untukku ? " Ryeowook mengarahkan jari telunjuk kanannya tepat didepan wajahnya sendiri.

Sungmin mengangguk sebagai jawaban.

" Wuuaah.. Gomawo. Hehehe.. " ucap Ryeowook senang seraya mengambil kotak bekal itu dari tangan Sungmin.

" Ne, cheonma. Ah, kalau begitu, kajja kita masuk ke kelas. " ajak Sungmin yang dijawab anggukkan oleh Ryeowook.

*Sungmin POV*

" Udaranya sangat sejuk. " gumamku seraya memejamkan kedua mata.

Saat ini, aku tengah berada di taman belakang kampus.

Salah satu tempat favoritku selama beberapa bulan ini.

Keadaannya yang tenang dan juga angin yang berhembus lembut, membuat hatiku mejadi sangat tenang.

Kubuka kembali kedua mataku saat tiba-tiba teringat akan seseorang.

Yaitu, Kyu oppa.

" Apa dia sudah pulang ya ? " tanyaku pada diri sendiri.

Kulirik jam tangan pink yang kupakai ditangan kiriku.

Sudah menunjukkan pukul dua belas siang.

Biasanya, jam segini dia sudah pulang.

Apa aku datang ke kelasnya saja ya untuk memastikan.

Ah, tapi jika aku datang, dia pasti akan marah.

Lalu aku harus bagaimana ya ?

Aku terdiam untuk berpikir sejenak.

" Ah, mungkin aku bisa mengintipnya dari jauh. " gumamku dan segera berdiri lalu melangkah.

Setidaknya, dengan mengintip aku bisa melihat wajahnya dan dia juga tak akan mengetahuinya.

Tidak sampai tiga puluh menit, kini aku telah berdiri dibalik ticang penyangga kampus yang letaknya tepat disamping pintu kelas Kyu oppa.

Kelasnya sudah kosong.

Itu berarti tandanya dia sudah pulang kan ?

" Kalau begitu lebih baik aku pulang saja. " ucapku dan mulai berbalik.

Tapi saat aku berbalik, seseorang berpostur tubuh tinggi menhalangi jalanku.

Kudongakkan kepalaku untuk melihat orang itu.

" K-Kyu. " gumamku yang masih dapat didengar olehnya.

Dia menatapku tajam. " Apa yang sedang kau lakukan disini ? " tanyanya dingin.

" A-aku.. " ucapku terbata dengan menunduk.

Tiba-tiba, dia menari tangan kiriku dan menyeretku dari tempat kami berdiri.

" K-Kyu, le-lepas. Appo.. " rintihku.

Sesekali aku mencoba melepas pegangannya, tapi nihil. Pegangannya malah semakin erat.

Hingga kami sampai ditempat parkir kampus yang terbilang sepi. Dia menghempaskan tanganku kasar.

" Kau lupa perjanjian kita semalam, eoh ?! " bentaknya.

Aku hanya diam sambil memegang pergelangan tangan kiriku.

" Aissh~ .. Kali ini, kau kumaafkan. Tapi jika sekali lagi kau berbuat seperti itu, akan kupastikan besok kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi. " ucapnya lalu melangkah meninggalkanku menuju mobilnya.

Tak lama, kulihat dia mengendarai mobilnya keluar dari lingkungan kampus.

Sementara aku, hanya diam. Tak tahu harus berbuat apa.

Kutatap pergelangan tangan kiriku yang telah memar.

Jika eomma melihatnya, dia pasti akan cemas lagi.

Apa aku harus pergi ke tempat itu lagi ?

Ke tempat yang paling kuhindari.

Yaitu.. Rumah Sakit.

*Author*

" Kenapa kau bisa seceroboh itu Minnie-ah ? Lihatlah sekarang. Lenganmu jadi begini. " ucap seorang namja dengan jas dokternya sambil memegang lengan Sungmin yang terlihat memar.

Sungmin tersenyum mendengarnya. " Gwaenchana oppa. Hanya memar seperti ini akan cepat sembuh. Makanya cepat obati aku. " jelas Sungmin berusaha menenangkan dokter ber'name tag Choi Siwon tersebut.

" Haah~ .. Kau itu selalu saja membantah ucapanku. Geurae, aku akan mengambil obatnya dulu. Jamshimannyo. "

Siwon adalah teman Sungmin sejak mereka masih kecil.

Dia adalah namja yang sangat baik dan juga perhatian pada semua orang, terutama Sungmin. Siwon, sudah menganggap keluarga Lee sebagai keluarganya sendiri. Begitu juga sebaliknya.

Dan sekarang, Siwon telah menyandang status sebagai dokter muda yang menjadi kepercayaan keluarga Lee.

Sungmin sendiri juga sangat menyayanginya. Rasa sayang sebagaimana layaknya seorang adik kepada kakak.

" Lain kali, berhati-hatilah Minnie-ah. Bagaimana jika Teukkie eomma melihat lenganmu dan menanyakannya ? Apa yang akan kau jawab, eoh ? " tanya Siwon seraya terus mengobati lengan Sungmin dengan hati-hati.

Eomma ?

Ya, Siwon sudah terbiasa memanggil eomma Sungmin dengan sebutan itu.

Bagaimanapun juga, eomma Sungmin'lah yang menyuruhnya.

" Gwaenchana. Aku sudah terbiasa dengan ini. Lagipula, jika eomma menanyakannya, aku kan bisa menjawab jika luka memar dilenganku ini akibat terjatuh. Mudah kan ? "

" Ck ! Anak ini. Eomma'mu sudah pasti tidak akan percaya. Setiap Teukkie eomma melihat ada luka memar ditubuhmu, kau pasti langsung menjawabnya dengan alasan yang tadi kau ucapkan. " kesal Siwon sambil menghentikan perkejaannya.

" Arraseo oppa. Tapi hanya itu satu-satunya alasan agar eomma tidak khawatir. " ucap Sungmin lalu mem'poutkan bibirnya.

" Makanya, kan sudah kubilang untuk berhati-hati. Kau harus menghindari sesuatu hal yang bisa membuat badanmu terluka. Tergores sedikit saja, itu sudah sangat gawat. " jelas Siwon seakan menasihati Sungmin.

Sungmin hanya menunduk diam. " Ne. Mianhae oppa. " jawab Sungmin lirih.

Siwon menghela nafas sejenak, lalu mengusap kepala Sungmin dengan lembut.

" Aku menyayangimu Minnie-ah. Aku sudah menganggapmu sebagai adik kandungku sendiri. Aku melakukan ini semua karena aku tak ingin sesuatu yang lebih parah terjadi padamu. Jika kau tidak ingin membuat eomma'mu cemas, maka tolong dengarkan kata-kata ku tadi. Jauhi apapun yang akan membuat tubuhmu terluka. Apapun itu. Bukankah kau tahu sendiri penyakitmu itu sangatlah gawat, eoh ? Terlihat luka kecil dibadanmu saja, itu sudah harus mendapatkan perawatan yang sangat steril. " jelas Siwon.

Sungmin mendongak dan menatap Siwon yang tengah melihatnya.

" Arraseo oppa. Aku akan hati-hati. Jadi, cepat lanjutkan pekerjaanmu ini. Atau luka memar ini tidak cepat hilang. " ujar Sungmin yang membuat Siwon terkekeh.

" Ne.. " jawab Siwon sambil tersenyum lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

.

.

.

" Aku pulaaaang.. ! " teriak Sungmin begitu masuk ke dalam rumahnya.

Teukkie yang mendengar itu langsung saja berlari kecil dari dapur dan menghampiri Sungmin.

" Sungmin-ah, kenapa baru pulang sekarang ? Apa terjadi sesuatu padamu, eoh ? " tanya sang eomma dengan raut wajah khawatirnya.

Bagaimana tidak ?

Ini sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan Sungmin baru pulang.

Sungmin tersenyum pada eomma'nya. " Gwaenchana eomma. Tadi aku diajak oleh Siwon oppa untuk makan malam. Jadi tak usah khawatir begitu. " jawab Sungmin berusaha menenangkan.

Teukkie yang mendengarnya langsung saja mendesah lega.

Tapi itu tak lama, karena dilihatnya Sungmin yang menutup mulutnya dan segera berlari menuju kamar mandi lantai dasar.

" Hoekh.. Hoekh.. Uhuk uhuk.. "

Teukkie menghampiri Sungmin dengan perasaan yang sangat cemas.

" Chagi-ah gwaenchana ? Yeobo...! Cepat kesini..! " teriak Teukkie begitu melihat anak semata wayangnya memuntahkan cairan merah kental.

" Hoekh.. Uhuk uhuk.. Ugh~ " rintih Sungmin sambil memejamkan kedua matanya menahan rasa sakit.

" Sungmin-ah, neomu apha ? " tanya Teukkie seraya mengusap-usap punggung Sungmin.

" Wae yeobo ? Ada ap- Sungmin-ah ! Gwaenchana chagi ? " tanya Kangin –appa Sungmin- dengan cemas begitu dirinya mendapati Sungmin merintih kesakitan.

" Appa.. " lirih Sungmin sebelum akhirnya jatuh pingsan.

TBC
Tadaaaa^^ Chapter 2 sudah update.
Hehehe..
Untuk Chapter 1 kemarin author sempat sedih karena gk ada yang review T_T
Ini asli author PLUMPMINNIEMING loh..
Tapi udah ganti karena akun yang itu keblokir gk tahu kenapa..
jangan anggap aku sebagai plagiat ya readers T_T
R&R please..^^