17 Pledis Entertainment

Jeon Wonwoo x Kim Mingyu with Seventeen member.

Mochi—1. Dare or Dare?: Melepas Lensa Kontak Mingyu.

«:•••:»

Tepat hari pertama musim semi, Hoshi mengundang teman-temannya untuk datang. Entah dalam rangka apa. Namun sebagai sahabat yang baik tentu saja Wonwoo datang. Disana Wonwoo bertemu dengan teman-teman Hoshi dan Jihoon yang lain. Ada sekitar sepuluh orang duduk mengelilingi sebuang meja bundar. Hoshi menjamu mereka dengan berbagai hidangan sederhana yang dibuat Jihoon. Rasanya tidak terlalu buruk ketika Wonwoo mencicipinya.

Setelah selesai makan, mereka saling bertukar cerita. Wonwoo hanya diam dan memperhatikan. Tidak berniat sedikit pun untuk masuk dalam percakapan. Ia agak sulit untuk beradaptasi dengan orang-orang baru. Tapi untungnya Hoshi mengajaknya bicara lalu memperkenalkan Wonwoo kepada teman-temannya.

"Oh, jadi dia sahabatmu itu?" seorang pria berambut cokelat menjabat tangan kurus Wonwoo. "Wow, tanganmu halus sekali."

Karena ucapan itu jadi mereka semua berebut ingin menjabat tangan Wonwoo. Jihoon berteriak untuk menghentikan aksi mereka karena ia tahu Wonwoo pasti merasa tidak nyaman. Pria itu berdalih mengenalkan teman-temannya pada Wonwoo.

"Yang menjabat tanganmu tadi Choi Seungcheol, si blonde Jeonghan, sebelahnya Jun, Minghao, Joshua, Seokmin, dan si mata cokelat Mingyu." sebutnya sembari menunjuk teman-temannya bergantian.

"Apa aku terlihat memakai lensa berwarna cokelat?" Mingyu bertanya pada yang lain.

Jeonghan langsung menjawab. "Hari ini kau memakai warna mint."

Jihoon sadar dia salah menyebutkan warna lensa kontak yang dipakai Mingyu. "Biasanya kau memakai warna cokelat. Aku mana tahu." katanya.

"Matamu tidak sakit pakai lensa terus?"

Wonwoo mengernyit ketika mendengar dialek Minghao yang begitu aneh dan Jihoon langsung menjelaskan jika Minghao dan Jun adalah orang Tiongkok.

"Terkadang iritasi dan memerah. Tapi kalau tidak pakai nanti aku tidak bisa melihat wajah manismu~" balas Mingyu.

Minghao mengulum senyum. Yang lainnya justru menyoraki pria tan itu.

"Hei, bagaimana kalau kita main?" usul Jeonghan sembari mengangkat tangannya.

Mereka semua menoleh lalu mengangguk setuju. Tanpa bertanya ingin bermain apa, Hoshi langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam laci meja yang ternyata adalah sebuah botol kaca yang kosong. Wonwoo tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.

"Kita akan bermain daredaredare." jelas Seungcheol.

Wonwoo semakin bingung. Apa itu daredaredare?

Jihoon memotong, "Dare or dare, bodoh. Kau membuat anak orang kebingungan."

Wonwoo ingin tertawa. Bagaimana bisa di usia mereka sekarang masih bermain permainan remaja labil SMA? Tapi dia tidak mungkin tertawa disini karena mereka akan tersinggung. Jadi Wonwoo hanya mengikuti permainan. Ia berharap bukan dirinya yang akan mendapat hukuman.

"Aku yang akan memutar ini." Hoshi langsung memutar botol itu di tengah meja. Mereka semua serius memandangi botol berputar itu hingga moncongnya berhenti di depan Wonwoo.

Keberuntungan sedang tidak berpihak padanya.

Joshua menyodorkan sebuah toples berisi kertas origami yang dilipat-lipat. Wonwoo baru tahu ternyata ada toples itu di sudut meja yang lain. Ia mengambil salah satu kertas berwarna merah hati lalu membukanya dengan perlahan. Semua orang telihat serius menunggunya untuk membacakan tulisan yang ada di kertas. Wonwoo terenyak. Ia meletakkan kertas itu dan dirampas langsung oleh Seungcheol.

"Melepaskan lensa kontak Mingyu hahahah!!" serunya sembari menertawai Mingyu yang kini merutuki si pembuat tantangan. Jihoon diam-diam mengulum senyum. Dia yang membuat itu karena gemas sendiri melihat mata Mingyu yang berwarna-warni.

"Sudahlah terima saja penderitaanmu, Mingyu." timpal Seokmin.

"Kalian jahat sekali padaku~"

"Ayo cepat!"

Mingyu mendengus lalu berbalik menatap Wonwoo di sebelahnya. Dari jarak sedekat ini Wonwoo baru bisa melihat dengan jelas mata Mingyu warna mint mencolok, hidungnya yang mancung, dan bibir tebal yang terlihat merah. Apa Mingyu memakai lipstik?

"Pelan-pelan saja. Kau tahu, sebenarnya aku alergi disentuh-sentuh tapi—"

Penjelasan Mingyu langsung dipotong oleh Jihoon dengan sarkasme. "—tapi menyentuh sering. Dasar playboy!"

"Sudahlah, kalian membuang waktu saja." lerai Jeonghan.

Akhirnya Wonwoo kembali fokus pada pria dihadapannya. Menatap kedua manik mint itu dengan lekat sebelum menjulurkan jemarinya ke mata Mingyu.

"Ah, t-tunggu!" tiba-tiba saja Mingyu menahan tangannya.

"Banyak sekali tingkahmu, Mingyu!" —Seungcheol.

"Bukan begitu. Belum pernah lensaku dilepas orang lain. Jadi aku takut mataku tertusuk jarinya itu." katanya. Mingyu melepas tangan kanan Wonwoo kemudian semakin memajukan tubuhnya. Ia meraih tangan kiri Wonwoo yang menganggur. "Letakkan lenganmu disini." dia menjatuhkan tangan Wonwoo di bahu kanannya lalu mendekatkan wajahnya pada pria itu.

"Moduuusss~" seru yang lain berbarengan.

Mingyu menatap teman-temannya jengkel. "Ya! Kau mau mataku buta karena tantangan bodoh ini? Aku tidak mau ambil resiko." tukasnya.

Wonwoo menelan salivanya berat. Entah kenapa posisi wajah Mingyu yang sangat dekat dengannya menimbulkan gejolak aneh. Jantungnya berdetak sangat cepat dan nafasnya seperti tersangkut di tenggorokan. Mingyu menatapnya sangat dalam dan tiba-tiba Wonwoo ingin tenggelam di manik yang kini tertutupi lensa itu.

Refleks Wonwoo mencengkeram erat bahu Mingyu lalu menjulurkan tangannya untuk melepas lensa kontak yang dipakai pria itu. Wajahnya ikut mendekat karena takut jari telunjuknya menusuk mata Mingyu hingga iritasi.

Sebenarnya dia hanya perlu menyentuhkan telunjuknya pada lensa itu lalu selesai. Sangat mudah memang, tapi merasakan nafas hangat Mingyu yang menerpa bibirnya membuatnya gugup setengah mati.

"Lihatlah~ wajah mereka sangat dekat." bisik Jeonghan pada Jihoon yang masih serius menatap dua orang yang sedang menjalankan tantangan. Pria mungil itu mengangguk. Ia mengenal Mingyu sudah lama dan baru kali ini Jihoon berpikir Mingyu sangat cocok dengan Wonwoo.

"Sepertinya Wonwoo menahan nafasnya." —Jun.

"Manisnyaaa~" —Minghao.

Sekitar lima menit Wonwoo melaksanakan tantangan itu. Kini tampaklah warna mata Mingyu yang sesungguhnya. Hitam pekat dan telihat sangat indah. Wonwoo mematung seakan mata itu telah menghipnotisnya. Mingyu pun baru menyadari jika pria dihadapannya memiliki mata yang begitu tajam. Mereka terdiam dalam posisi yang sama bahkan tidak sadar wajah keduanya mendekat. Bibir mereka nyaris bersentuhan sebelum suara nyanyian Seokmin yang menggelegar menginterupsi keduanya.

"BABY, YOU'RE MY ANGEL~~"

Mingyu mengumpat dalam hati, sedangkan Wonwoo memerah padam. Untungnya mereka tidak mempedulikan kekhilafan yang nyaris terjadi.

Botol kembali diputar dan terhenti di depan Joshua. Pria itu mengambil kertas berwarna kuning dan membaca isinya dengan pelan.

"Berkencan dengan Seungkwan di akhir pekan."

"Tapi Seungkwan tidak ada disini." ujar Minghao.

Jihoon menatapi teman-temannya satu-persatu dan baru menyadari pria buntal itu tidak bersama mereka. "Aku baru menyadarinya. Kemana dia?"

"Berkencan dengan Vernon." balas Jun.

Seungkwan adalah teman Jihoon yang berasal dari Jeju. Pria itu memang cukup dekat dengan Vernon—sepupunya Joshua—namun mereka tidak menyangka akhirnya Seungkwan jadian dengan Vernon.

"Ganti saja orangnya." usul Seungcheol dan semuanya setuju.

"Ganti Jun saja." —Minghao.

"Jeonghan hyung?" —Mingyu.

"Kau mau kubunuh, hah?" —Seungcheol.

"Wonwoo saja! Wonwoo!" Hoshi tiba-tiba berseru riang sembari menunjuk-nunjuk Wonwoo.

Akhirnya mereka semua setuju dengan usul Hoshi untuk mengganti Seungkwan menjadi Wonwoo. Joshua tersenyum tipis ketika Wonwoo menatapnya. Mingyu yang melihat itu benar-benar ingin berkata kasar.

To Be Continued

Well, aku mengakui kalau fic ini terlalu cheesy, terlalu pasaran atau apalah itu. Tapi ya begini jadinya mau diapain lagi(?)

Untuk pembuka chapter kemarin, gaada momen meanie-nya emang hehe. Aku sengaja, karena hubungan soonhoon sangat berpengaruh dalam kemajuan wonwoo-mingyu sendiri. Jadi, ditunggu aja yah

Btw, semalam ada yang minta untuk dipanjangin. Terimakasih sarannya wantwu. Tapi, aku udah menetapkan fic ini hanya sekitar 1k words. Maaf kalau tidak nyaman bacanya karena terlalu pendek.

Terima kasih untuk yang sudah mereview:

wantwu, adellares, kyunie

Jangan lupa review lagi yah hehe.

170722