Tittle : This is my family

Genre : Brothership, Family, Friendship

Rating : Fiction T

Cast : Heechul, Siwon, Donghae, Kyuhyun, Changmin, … mungkin akan bertambah sesuai kebutuhan cerita.

Disclaimer : Mereka punya Tuhan, mereka punya orang tua mereka masing-masing, dan ceritanya punya saya,,

Warning : Typo dimana-mana, Geje, if read Don't Bash.

.

.

"Yeoboseyo,, Kyuhyunie kau dimana? Mengapa belum pulang?"

"Donghae hyung.."

"Changminie, mengapa kau yang mengangkatnya? Mana Kyuhyun?"

.

.

Chapter 2

.

.

"Kami masih berada di Kampus, hyung. Dan Kyuhyun sedang pergi ke toilet.", jelas Changmin di seberang sana.

"Kalian masih ada jadwal kuliah? Mengapa hingga petang begini, eoh?"

"Tidak. Aku sedang menemani Kyuhyunie menunggu Siwon hyung menjemputnya."

"Mengapa tak pulang bersamamu saja, Changminie?", tanya Donghae sedikit cerewet.

"…..", Changmin menjelaskan semuanya pada Donghae mengapa sampai Kyuhyun harus menunggu Siwon dan tidak bisa pulang bersamanya.

"Baik, tunggu sebentar. Aku akan segera kesana.", ucap Donghae lalu menutup pembicaraannya.

"Aishh…. Siwon hyung ada-ada saja!", rutuknya. Donghae memang melihat rumahnya begitu sepi, hanya ada Bibi Jung, pelayan di rumah mereka yang sedang menyiapkan makan malam. Saat Donghae bertanya pada Bibi Jung tentang Kyuhyun, dia pun tidak tahu karena Siwon dan Heechul tidak memberikannya pesan apapun sebelum berangkat tadi pagi. Yang dia tahu hanya Kyuhyun sempat kambuh kemarin malam dan pagi tadi dia sudah bisa berangkat kuliah lagi bersama dengan Siwon yang mengantarnya. Donghae akhirnya mengambil kunci mobilnya kembali dan beranjak keluar untuk menjemput Kyuhyun.

.

Donghae tiba di depan Universitas, ada Kyuhyun dan Changmin yang masih berdiri di depan pintu gerbang kampus. Changmin dengan setia menemaninya hingga Donghae datang menjemput Kyuhyun. Donghae turun dari mobil menghampiri mereka.

"Phabo! Mengapa tidak pulang bersama Changminie saja?", omel Donghae saat sudah berdiri di depan Kyuhyun.

"Kau tahu Siwon hyung kan,, dia pasti akan memarahiku jika tidak mendengarkannya, hyung. Bukankah Changmin sudah menjelaskannya tadi?", bela Kyuhyun.

"Tapi tidak harus menjadi bodoh seperti ini juga, Kyuhyunie. Sudah tahu Siwon hyung dan Heechul hyung tidak bisa dihubungi ponselnya. Apa kau akan tetap menunggu di sini, jika mereka masih saja tidak bisa dihubungi sampai malam? Bagaimana jika aku tidak pulang, eoh?"

"Aku hanya…", Kyuhyun menunduk. Changmin yang berdiri di sebelahnya hanya diam tidak berani berkomentar apapun.

"Sudah, ayo kita pulang sekarang. Changminie,, terimakasih sudah menemani Kyuhyun. Kau pulang berhati-hati,ne. Jangan ngebut dengan motormu.", pesan Donghae. Changmin hanya memberikan anggukan sambil tersenyum.

"Changminie,, aku pulang duluan. Sampai jumpa besok.", ucap Kyuhyun dan dibalas dengan lambaikan tangan oleh Changmin.

.

Saat perjalanan pulang Donghae hanya terdiam saja. Kyuhyun merasa canggung dengan suasana begini, karena tidak biasanya Hyung childishnya bersikap seperti ini, mengomelinya dengan wajah yang cukup khawatir seperti tadi membuat Kyuhyun merasa sedikit takut. Karena biasanya semarah atau seserius apapun Donghae padanya, Kyuhyun masih akan bisa terkikik geli melihat tingkah hyungnya itu. Tapi hari ini benar-benar berbeda. Donghae hari ini adalah hyung Kyuhyun yang paling menyeramkan. Itu menurut Kyuhyun yang ada di dalam pikirannya saat ini.

"Hyung, kau sudah lama sampai di rumah?", tanya Kyuhyun untuk memecahkan suasana sepi tersebut.

"Tidak.", jawab Donghae singkat. Dia masih tetap fokus dalam menyetir. Suasana menjadi diam kembali, Kyuhyun tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk menghilangkan suasana canggung tersebut. Kyuhyun pun akhirnya diam saja, hingga sampai di pekarangan rumah mereka dan Donghae memarkirkan mobil, mereka masih tetap diam.

"Kyuhyunie, mandi dengan air hangat saja.", perintah Donghae saat masih di dalam mobil. Mereka lalu turun dari mobil bersamaan. Donghae berjalan masuk ke dalam rumah lebih dulu. Kyuhyun yang ada di belakangnya hanya menatap hyungnya dengan heran. Karena tidak ada perbincangan sama sekali antara mereka. "Ada apa dengannya? Aneh sekali.", gumam Kyuhyun.

Setelah sampai di dalam rumah, Donghae langsung saja menghempaskan tubuhnya di atas sofa besar yang berada di ruang tengah. Kyuhyun tanpa bicara langsung naik ke lantai atas masuk ke kamarnya. Donghae melihat sang pelayan masih sibuk di dapur. Rumah pun masih sangat sepi, menandakan Heechul dan Siwon belum pulang. "Bibi Jung, apa Heechul hyung ataupun Siwon hyung tidak ada menghubungi ke rumah saat aku keluar tadi?", tanya Donghae.

"Tidak ada, Donghae-ya.", hanya itu jawaban dari sang pelayan. Bibi Jung wanita paruh baya yang sudah mengabdi sejak lama di rumah mereka, memang tidak menggunakan bahasa yang formal layaknya majikan dengan pelayan pada umumnya. Bibi Jung sudah dianggap keluarga sendiri oleh mereka.

Donghae kembali mengambil ponselnya dan mencoba lagi untuk menghubungi Siwon tapi ternyata masih belum aktif juga ponselnya. Dan ia mencoba untuk menghubungi Heechul.

"Hyung! Mengapa ponselmu baru aktif? Dimana Siwon hyung?", tanya Donghae dengan nada sedikit lebih tinggi saat panggilannya di jawab oleh Heechul, hyung tertuanya.

"Kami baru saja selesai meeting, Donghae-ya. Ponsel sengaja kami non aktifkan sementara meeting berjalan.", jawab Heechul santai di seberang sana. "Kau sedang dimana? Bagaimana tugas kuliahmu?", lanjut Heechul.

"Aku di rumah. Kalian berdua pulang sekarang juga!", sentak Donghae lalu menutup pembicaraan secara sepihak.

"Ya! Tidak sopan sekali bocah ini, aku belum selesai bicara. Ada apa dengannya?", omel Heechul sambil terus menatap layar ponselnya.

Siwon yang duduk di kursi pengemudi mengernyit heran melihat hyungnya sedang mengomel sendiri. Mereka berdua, Heechul dan Siwon baru saja menaiki mobilnya untuk kembali ke rumah. "Ada apa, hyung?", tanya Siwon pelan saat sudah mulai menjalankan mobilnya.

"Donghae.. bocah ini menghubungi cuma menanyakan mengapa ponsel kita tidak aktif, dan menyuruh kita untuk segera pulang.", Heechul menjelaskan.

"Ohh.. apa dia sudah kembali dari acara fakultasnya?"

"Mungkin,,", jawab Heechul sambil mengedikkan bahunya. "Dia mengatakan sedang berada di rumah. Dari nada suaranya, dia seperti sedang kesal. Ada apa dengan anak itu.", Heechul penasaran.

"Mungkin karena Donghae dan Kyuhyun lama menunggu kita di rumah.", jelas Siwon.

"Dua bocah itu pasti sedang kebosanan saat in..."

"Ckiiiittttttt….!", bunyi rem mobil yang begitu mendadak ditancap oleh Siwon membuat kepala Heechul sedikit terantuk ke depan meskipun sudah menggunakan Seatbelt.

"Siwonie! Ada apa denganmu? Kau ingin kita celaka, huh!", omel Heechul sambil mengelus keningnya yang terasa berdenyut nyeri akibat benturan kecil tadi.

"Astaga Heechul hyung,,,", Siwon terlihat panik. "Hei! Kau kenapa?", tanya Heechul penasaran.

"Hyung, Kyuhyunie…", Siwon masih dengan paniknya.

"Ada apa dengannya? Kyuhyunie kenapa?", cerca Heechul tidak sabar.

"Hyung, aku lupa menjemputnya. Kita harus ke kampusnya sekarang!", Siwon sudah berniat memutar balik arah menuju universitas Kyuhyun, dengan sigap tangan Heechul memegang lengan Siwon untuk mencegahnya. Siwon akhirnya berhenti di pinggir jalan.

"Siwonie, apa disaat panik begini, kau akan selalu menjadi bodoh, eoh? Aku heran, kau lebih panik menghadapi Kyuhyunie daripada pekerjaanmu yang membuat pusing kepala itu.", ujar Heechul tenang sambil melipat tangannya di depan dada.

"Dia pasti sedang menungguku disana, hyung! Karena aku tidak mengijinkannya pulang bersama Changmin tadi pagi."

"Ini akibatnya karena kau terlalu memanjakannya, Siwonie. Kau berpikir Kyuhyunie masih saja seperti anak kecil. Kau membentuk pikiranmu menjadi sempit terhadapnya. Dia itu sudah besar, dia cerdas, tidak mungkin Kyuhyunie sampai membiarkan dirinya seperti orang bodoh menunggumu di kampus sendirian hingga malam."

"Lalu bagaimana, hyung?", Siwon masih belum bisa berpikir.

"Tenangkan dirimu dulu.", perintah Heechul.

"Bagaimana aku bisa tenang, hyung? Sementara Kyuhyuie, aku tidak tahu dia bagaimana di sana."

Heechul memutar bola matanya sebal, "Hubungi ponsel Kyuhyunie.", ucapnya tenang pada Siwon. Heechul begitu heran dengan dongsaengnya ini. Namja dewasa berwibawa dan sangat bertanggung jawab ini, akan terlihat sangat tidak berguna jika sedang dilanda panik seperti ini. Heechul menggelengkan kepalanya.

"Apa mungkin hanya karena Kyuhyunie dia menjadi berlebihan begini? Jika benar, itu berarti Siwon memang sudah salah cara mendidik anak itu.", gumamnya sendiri.

Siwon akhirnya menghubungi ponsel Kyuhyun, "Kyuhyunie.. Kyuhyunie.. kau baik-baik saja? Kau dimana sekarang? Katakan pada hyung kau sedang dimana sekarang?", Siwon mengulang-ulang pertanyaannya karena masih belum tenang.

"Aku di rumah, hyung.", jawab Kyuhyun santai. Dia bahkan tidak menanyakan alasan kenapa Siwon tidak jadi menjemputnya tadi sore.

"Oke, hyung akan segera sampai di rumah. Kau tunggu sebentar, ne.", kata Siwon lalu menutup telponnya. Siwon langsung saja melaju dengan cukup kencang agar segera sampai di rumah. "Siwonie, pelankan mobilmu.", perintah Heechul yang sudah berpegangan cukup erat. Sedangkan Siwon hanya diam, tidak menanggapi bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arah Heechul yang sudah begitu tegang dengan kecepatan mobil yang Siwon kendarai.

"Donghae-ya dimana Kyuhyunie?", tanya Siwon yang serpertinya terburu-buru memasuki rumah bersama dengan Heechul yang berjalan santai di belakangnya. Donghae saat itu sedang berjalan menuruni tangga.

"Dia ada di kamarnya.", jawab Donghae datar. Heechul dan Siwon yang masih berdiri disana menjadi sedikit kaget dengan sikap dongsaengnya.

"Siwon hyung, lebih baik tidak usah berjanji apapun jika memang tidak bisa kau tepati.", ucap Donghae sambil menatap Siwon.

"Maksudmu apa, Hae?", tanya Siwon bingung.

"Kau biarkan Kyuhyunie menunggumu di kampus hingga malam dengan cuaca dingin seperti ini."

"Itu,, aku…", Siwon tidak bisa berkata apapun.

"Jika saja aku tidak pulang, bagaimana? Kyuhyunie dia tidak akan beranjak dari kampus, sebelum kau datang menjemputnya. Kau tahu sendiri, dia begitu menurutimu!", Donghae sangat emosi. Sedangkan Siwon dan Heechul hanya bisa membisu.

"Hyungie.. sudahlah. Aku baik-baik saja. Kalian jangan bertengkar lagi.", Kyuhyun datang setelah mendengar keributan di lantai bawah.

"Kyuhyunie, maafkan hyung.", ucap Siwon menyesal. Dia menghampiri Kyuhyun. "Tidak.. aku tidak apa-apa. Hyung tidak perlu khawatir lagi.", jawab Kyuhyun untuk menenangkannya.

"Sudah.. Kalian tidak perlu mempermasalahkan ini lagi. Kyuhyunie sudah berada di rumah dan dia baik-baik saja.", ujar Heechul berusaha menghilangkan suasana tegang tersebut.

"Jika saja Kyuhyunie sedang tidak dalam kondisi yang tidak baik, aku tidak akan secemas ini, hyung.", ucap Donghae dengan wajah yang kesal bercampur sedih.

"Aku mengerti Hae. Kita tidak perlu saling menyalahkan lagi. Aku dan Siwon memang disibukkan dengan pekerjaan hari ini hingga kami lupa mengaktifkan ponsel kami.", jelas Heechul.

"Hahh… hari ini melelahkan sekali.", Heechul meregangkan otot-ototnya. "Aku akan membersihkan diri dulu. Setelah itu kita makan malam bersama. Aku tahu kalian berdua pasti belum makan karena menunggu kami, kan?.", kata Heechul tersenyum lalu berjalan menuju kamarnya.

Donghae kembali ke kamarnya tanpa mengatakan apapun lagi pada Siwon ataupun Kyuhyun. Donghae mungkin masih merasa kesal pada Siwon.

"Kyuhyunie, hyung sungguh minta maaf. Hyung memang salah, Kyu. Sungguh, aku sangat menyesal karena sudah membuatmu menungguku.", Siwon menangkup wajah Kyuhyun. "Kau jangan marah, ne?", ujarnya memohon.

"Aku tidak marah, hyung. Sudahlah kita lupakan itu. Lebih baik hyung mandi dulu, kau bau sekali..", jawab Kyuhyun sambil mendorong Siwon mengusirnya untuk segera mandi. Siwon akhirnya bisa tersenyum. Kyuhyun tidak ingin membuat hyungnya merasa bersalah, dia mengerti dengan kesibukan Siwon. Kyuhyun juga tidak merasa kesal sedikitpun pada Donghae. Dia tahu Donghae menjadi begitu karena sangat mengkhawatirkan kondisinya.

Mereka sudah berada di meja makan. Acara makan malam belum dimulai karena Donghae belum keluar juga dari kamarnya, padahal Kyuhyun sudah mengajaknya turun bersama.

"Mengapa Donghae belum turun juga, Kyu?", tanya Heechul.

"Aku tidak tahu, hyung. Tadi saat aku mengajaknya turun untuk makan, dia bilang akan menyusul sebentar lagi."

"Anak itu, apa yang dia lakukan di kamarnya.", Heechul beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju kamar Donghae. Siwon hanya diam saja, tidak berani memberikan komentar apapun.

"Donghae-ya…", panggilnya saat sudah berada di depan pintu kamar Donghae. Sedangkan Donghae tidak mau menjawabnya.

"Donghae aku akan masuk sekarang.", Heechul membuka pintu kamar Donghae yang memang tidak dikunci.

"Hae… kau sedang apa? Ayo kita makan.", ajak Heechul. Donghae tidak melakukan apa-apa, dia hanya sedang duduk di ranjang sambil memainkan ponsel di tangannya.

Donghae lalu menoleh sekilas pada Heechul, "Aku tidak lapar, hyung.", jawabnya dengan wajah tanpa ekspresi.

"Jangan bohong. Aku tahu kau belum makan sejak tadi."

"Aku tidak mau makan.", jawabnya singkat.

"Kenapa, Hae? Kau masih marah pada Siwon?", tebak Heechul.

"Aku sedang tidak ingin membahasnya, hyung.", jawab Donghae kesal.

"Hae-ya.. sudahlah. Semua sudah berlalu. Siwon tidak sengaja melakukan itu. Lagipula Kyuhyunie tidak mempermasalahkan ini.", ucap Heechul menjelaskan.

"Siwon hyung keterlaluan, dia tidak memikirkan kondisi Kyuhyun. Bagaimana jika aku tidak pulang? Bagaimana jika tidak ada Changmin menemaninya dan Kyuhyun kambuh lagi? Siapa yang akan menolongnya?, cerca Donghae yang masih menampakkan raut kesalnya.

"Kau memikirkannya terlalu jauh, Hae.", Heechul duduk disebelah Donghae. "Maafkan kami, maafkanlah Siwon.", ucap Heechul tulus.

Kemudian dia melanjutkan, "Perusahaan kita mengalami sedikit masalah. Salah satu proyek yang sedang berjalan mengalami kerugian. Saat pagi tadi Siwon dihubungi oleh para pemegang Saham, mereka menuntut pertanggung jawaban pada Siwon. Kami terpaksa melakukan meeting mendadak bersama mereka. Aku tidak bisa melakukan banyak untuk perusahaan kita, karena aku baru kembali ke Korea dan memang tidak ikut andil dalam proyek ini.", Heechul berhenti sejenak untuk menghela nafas. Sedangkan Donghae pandangannya tidak lepas dari Heechul, seakan masih menunggu penjelasan hyungnya tersebut.

"Siwon memang terlihat sangat tenang menghadapinya, tapi aku yakin begitu banyak beban yang ada di kepalanya saat ini. Beruntung masalah ini terselesaikan dengan baik. Selama ini dia selalu sendiri menyelesaikan masalah perusahaan kita. Dia juga yang harus bertanggung jawab atas kalian berdua saat aku dan orang tua kita sedang berada di Kanada. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku berada di posisinya, Hae. Jika saja kau tahu, betapa paniknya dia saat baru mengingat janjinya pada Kyuhyunie di mobil tadi. Dia bahkan belum makan apapun sejak pagi karena terlalu sibuk dengan tanggungjawabnya.", Heechul memberikan penjelasan pada Donghae dengan begitu sabar.

"Jadi Hae, maafkanlah Siwon. Dia tidak bermaksud untuk tidak memikirkan Kyuhyunie ataupun kalian. Dia sangat peduli pada kita semua. Aku harap kau bisa mengerti, ne. Justru kita yang harus memikirkannya saat ini.", ucap Heechul sambil memegang pundak Donghae. Heechul yang mereka kenal adalah seorang hyung yang galak, tidak disangka bisa bersikap lembut seperti ini pada dongsaengnya.

"Hyung,, maafkan aku. Aku tidak menyangka jika Siwon hyung mengalami beban sampai seperti ini.", ucap Donghae menyesal.

"Ssssttt… sudahlah. Kau tidak perlu meminta maaf denganku. Kalian bisa bicarakan ini nanti berdua jika kau sudah merasa siap. Lebih baik kita makan sekarang, mereka sudah menunggu lama. Ayo…", ajak Heechul sambil menarik tangan Donghae.

"Tapi hyung..", bantah Donghae. Dia mencoba melepaskan tarikan Heechul dari tangannya. Hingga mereka berhenti berjalan.

"Bocah!", Heechul menatap sangar pada Donghae. "Kau tidak ingin muncul berita seorang hyung telah membantai dongsaengnya karena kelaparan, kan? Aku ini sudah sangat lapar!", teriak Heechul. Dia kembali dengan sifat aslinya. Membuat Donghae menciut takut karenanya. Mereka akhirnya turun bersama untuk makan malam.

Saat makan malam bersama, ada perasaan canggung antara Donghae dan Siwon. Mereka masih belum berani saling berbicara. Terutama Donghae, dia merasa sangat menyesal karena sudah marah pada hyungnya. Donghae ingin meminta maaf, tapi dia tidak tahu bagaimana memulainya. Yang ada mereka hanya makan dengan diam.

"Siwonie, hari ini sudah terlewati dengan cukup melelahkan. Kau perlu makan yang banyak.", titah Heechul disela keheningan tersebut. Siwon hanya tersenyum, terlihat jelas diwajahnya jika ia benar-benar lelah.

"Dan Kau Kyuhyunie, jangan menyisakan makananmu malam ini.", tegas Heechul.

"Aku hanya tidak makan sayurnya saja.", sanggah Kyuhyun.

"Sayur itu juga makanan. Bagaimana kau bisa sehat, jika setiap makan selalu saja menyisihkan sayurannya?", omel Heechul.

"Hyungie.. aku sudah minum susu tiap hari, itu sudah sehat.", bela Kyuhyun lagi.

"Mana cukup! Kau perlu makanan yang lain juga. Lagipula dimana buktinya kau menjadi lebih sehat, eoh? Badanmu masih saja kurus, ketahanan tubuhmu juga masih sama seperti dulu.", ledek Heechul.

"Mengapa Heechul hyung tidak menegur Donghae hyung juga?", protes Kyuhyun.

"Donghae sama sepertiku, dia sudah makan dengan baik.", jawabnya santai.

"Aish,, Heechul hyung selalu saja begitu.", Kyuhyun menggerutu, masih tidak terima.

"Kau bilang apa, Kyuhyunie? Bisa diperjelas?", tanya Heechul sambil tetap makan dengan tenang.

"Tidak ada, hyung..", jawab Kyuhyun berpura-pura tidak mengatakan apapun. Sedangkan Donghae dan Siwon hanya menonton perdebatan lucu mereka dengan senyuman.

Setelah makan malam selesai mereka akhirnya kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Tidak ada perbincangan lagi sebelumnya karena saat mereka makan malam, itu memang sudah lewat dari jam yang seharusnya.

Donghae gelisah di tempat tidurnya, pikirannya menerawang dengan ucapan Heechul saat di kamarnya tadi. Donghae benar-benar tidak bisa tidur karena memikirkan kesalahannya pada Siwon. Dia tidak bisa lagi menahannya dan terdiam seperti ini, akhirnya Donghae bangkit dan berjalan keluar dari kamarnya. Dia menuruni tangga menuju kamar Siwon yang memang berada di lantai bawah bersama Heechul.

Donghae dengan sedikit ragu mengetuk pintu kamar Siwon, "Siwon hyung, apa kau sudah tidur?, tanyanya dari luar.

Siwon membukakan pintu kamarnya, "Dongahae-ya, kau belum tidur?", Siwon sedikit kaget. "Bolehkah aku masuk?", tanya Donghae. Siwon akhirnya mempersilahkan Donghae masuk.

"Ada apa Hae, mengapa malam-malam begini kau masih belum tidur juga?"

Donghae masih belum menjawabnya, dia memperhatikan isi kamar Siwon dengan meja kerja yang masih berantakan dengan berkas-berkas dan donghae juga melihat ada beberapa obat di sana. Donghae tahu, Siwon masih mengerjakan pekerjaannya.

"Hyung, apa kau sedang sakit?", tanya Donghae dengan pandangannya masih tertuju pada obat yang berada di atas meja Swon.

"Huh?", Siwon pun mengalihkan pandangannya. "Tidak Hae, aku hanya sedikit pusing saja tadi.", jawabnya jujur.

"Sebaiknya hyung istirahat, jangan selalu memaksakan diri jika memang sudah tidak kuat."

"Aku baik-baik saja, Hae."

"Aku hanya tidak ingin kau menjadi sakit karena terlalu bekerja keras, hyung.", Donghae menatap Siwon dengan sendu. "Sekarang sudah ada Heechul hyung juga, aku tidak ingin kau memikul beban sendirian. Kau bisa berbagi pada Heechul hyung ataupun padaku.", Donghae melanjutkan.

"Bukan seperti itu, Hae. Aku hanya ingin kau fokus pada kuliahmu saja saat ini. Aku tidak ingin membebanimu dengan hal lain."

"Setidaknya kau bercerita!", sentak Donghae. "Aku ini sudah cukup besar untuk bisa mengerti dengan masalah. Jangan selalu menganggapku masih seperti kyuhyunie, hyung.", nada bicaranya sudah mulai melembut. Siwon terdiam, dia tidak bisa mengatakan apapun. Mereka terdiam cukup lama, hingga Donghae berbicara kembali.

"Siwon hyung, maafkan aku. Aku sudah salah faham terhadapmu mengenai Kyuhyunie. Aku sungguh menyesal telah berbicara kasar padamu. Jika saja aku sudah tahu sebelumnya…", ucap Donghae tertunduk dengan suara yang bergetar.

Siwon menghampiri Donghae, memeluknya dengan begitu erat. "Kau tidak salah, Hae. Kau seperti itu karena sangat mengkhawatirkan Kyuhyunie. Justru aku yang seharusnya meminta maaf."

Donghae menangis, "Selama ini aku tidak pernah memikirkan perasaanmu, aku tidak pernah memikirkan bagaimana kau sudah menjaga kami, aku sungguh tidak pernah membayangkan sejauh itu, aku sangat egois.", ucap Donghae lirih disela tangisannya.

"Memang seharusnya kau tidak memikirkan itu, Hae.", Siwon masih memeluk Donghae. "Aku melihatmu begitu melindungi Kyuhyunie saja itu sudah sangat luar biasa. Kau adalah hyung yang sangat bertanggung jawab.", ujar Siwon menyemangati Donghae.

"Jangan menangis lagi, kita lupakan masalah ini, ne. Semua sudah baik-baik saja. Aku sangat menyayangi kalian semua.", Siwon melepaskan pelukannya sambil menghapus air mata Donghae.

"Aku juga menyayangimu, hyung.", jawab Donghae.

"Aku tahu.", ucap Siwon tersenyum. "Kembalilah ke kamarmu sekarang, besok kau harus kuliah, bukan?"

"Aku mendapatkan libur selama dua hari, itu sebabnya aku pulang. Seharusnya kau yang beristirahat, hyung. Aku mohon jangan melanjutkan pekerjaanmu lagi malam ini, kau harus tidur sekarang.", pinta Donghae sedikit memaksa.

"Baik, aku akan tidur.", Siwon menurut. Donghae lalu kembali ke kamarnya dengan perasaan lebih lega.

Kyuhyun berlari menuruni tangga dengan terburu-buru menuju meja makan.

"Begini jadinya jika sudah bangun kesiangan, semuanya serba disiapkan.", sindir Heechul pada Kyuhyun yang terlihat sedikit terburu-buru.

"Kalian tidak membangunkan ku, sih.", desis Kyuhyun kesal pada hyungdeulnya.

"Sudah tahu ada kuliah pagi, bukannya menyetel alarm saja.", omel Heechul tidak mau kalah.

"Itu tidak berpengaruh, hyung.", Donghae ikut menyindirnya. "Membangunkannya itu harus dengan membuka tirai kamarnya, berteriak di dekat telinganya, jika tidak kita harus menarik tangannya dengan paksa. Cara itu yang biasanya paling ampuh.", tambah Donghae.

"Tidak seperti itu juga.", jawab Kyuhyun sambil mengunyah makanannya. "Siwon hyung dengan mudah membangunkanku.", belanya.

"Itu karena Siwon hyung saja terlalu sabar dengan mu.", Donghae tak terima. Siwon hanya tersenyum melihat mereka.

"Mulai besok dia harus bisa bangun sendiri, tidak ada yang boleh membangunkannya.", titah Heechul tiba-tiba.

"Uhuk,,uhuk..", kyuhyun tersedak.

"Pelan-pelan, Kyuhyunie.", Siwon menepuk pelan punggung Kyuhyun.

Kyuhyun masih belum berhenti batuk hingga matanya memerah dan mengeluarkan air. Heechul yang tadinya hanya duduk tenang, akhirnya beranjak menghampiri tempat duduk Kyuhyun.

"Kau ini Kyu.. makannya pelan-pelan saja.. tidak ada yang mengejarmu.", Heechul kembali mengomeli Kyuhyun, tangannya mengusap punggung Kyuhyun lalu memberikannya segelas air minum.

Kyuhyun menjadi lebih tenang, "ini semua gara-gara Heechul hyung juga.", celetuk Kyuhyun masih dengan nafas yang sedikit memburu setelah batuk tadi.

"Mwo?", Heechul kaget. "Maksudmu apa, maknae?"

"Heechul hyung harus bertanggung jawab jika aku sampai tidak lulus kuliah.", ujar Kyuhyun pelan.

"Mengapa begitu? Kenapa harus aku?", tanya Heechul bingung sambil kembali duduk ke tempatnya.

"Itu karena Heechul hyung melarang mereka membangunkanku tiap pagi, jika aku selalu datang terlambat, aku pasti tidak akan diluluskan."

"Ohh.. itu bukan urusanku.", jawab Heechul tenang,

"Heechul hyung! Apa kau sungguh tega? Nama yang sudah dinobatkan pada dongsaengmu sebagai 'Kyuhyun si namja tampan dan jenius' oleh seisi kampus akan berpindah tangan menjadi 'Changmin si namja tampan dan jenius', huh?", ucap Kyuhyun dengan wajah serius. "Bukankah itu tidak benar semuanya?", tambahnya lagi. Kyuhyun tidak terima jika Changmin dikatakan tampan.

Siwon dan Donghae menjadi tertawa mendengarnya. Sedangkan Heechul masih dengan wajah coolnya mengatakan, "Jika itu memang nasibmu, mengapa aku harus tak tega? Lagipula itu kenyataan."

"Aishhh… dasar orang tua menyebalkan!", desis Kyuhyun dengan sebal.

"Yak!", Heechul berdiri akan memarahi Kyuhyun.

"Changmin sudah menunggu di luar, aku berangkat. Annyeong hyungdeul…", teriak Kyuhyun sambil berlari keluar untuk menghindari omelan Heechul.

Saat sudah sampai di universitas mereka, Kyuhyun dan Changmin berjalan bersama menuju ruangan kelasnya yang cukup jauh dari parkiran. Dua namja ini terlihat berjalan begitu santai dengan pakaian casual yang cukup sopan untuk dikenakan ke kampus. Di samping karena berwajah tampan, mereka juga mempunyai otak yang begitu cerdas. Jangan salahkan para gadis memandang kagum pada mereka berdua.

"Tak usah memasang senyum seperti itu, Kyuhyunie.", ujar Changmin saat mereka masih berjalan melewati para mahasiswa lainnya.

Kyuhyun masih saja tersenyum,"Aku tampan, kau harus ingat itu!" bisiknya.

"Kau akan jauh lebih tampan jika tidak bersikap seperti itu pada mereka. Itu terlihat sedikit berlebihan.", ucap Changmin dengan wajah datar.

Kyuhyun merenggut, "Changminie, katakan saja jika kau sirik."

Changmin memutar bola matanya malas. "Untuk apa aku sirik denganmu? Apa yang kau bisa, aku juga bisa.", balas Changmin. "Lalu apa yang kau punya, yang aku tak punya, eoh?", tantangnya lagi tidak mau kalah.

"Tapi aku lebih tampan darimu!", Kyuhyun tidak terima.

"Aku tidak percaya. Kau bisa lihat sendiri bukan, tidak sedikit juga mata yang memandang terpesona padaku. Ingat, tampan itu relative, Kyuhyunie.", jawab Changmin sambil tersenyum jahil.

"Iishhh… kau ini.", Kyuhyun menjadi kesal.

Mereka berdua memang sama, terkadang saling berdebat dengan hal yang tidak penting. Kyuhyun memang sering tidak mau kalah pada Changmin. Jika Kyuhyun sudah tidak bisa melawan Changmin, dia akan menjadi marah. Menekuk wajahnya sepanjang hari. Hingga berujung Changmin yang harus membujuknya dan meminta maaf lebih dulu. Tapi dengan begitu Kyuhyun akan kembali menjadi usil, dia akan merepotkan Changmin sepuasnya. Dan anehnya lagi Changmin akan selalu menurutinya. Begitulah persahabatan mereka berdua. Changmin selalu terlihat lebih dewasa daripada Kyuhyun. Dia akan selalu melindungi Kyuhyun, karena Changmin tahu Kyuhyun lebih lemah darinya.

"Jangan menekuk wajahmu seperti itu, kadar ketampananmu menjadi berkurang.", bujuk Changmin

"Jadi kau sudah mengakui ketampananku?", mata Kyuhyun mulai berbinar senang.

"Ayo cepat, kita ini sudah sangat terlambat.", ujar Changmin tanpa menghiraukan pertanyaan Kyuhyun.

Saat mereka sudah mendekati kelas, Kyuhyun berhenti. "Changminie, kau masuk duluan saja. Aku akan ke toilet sebentar", kata Kyuhyun sambil memberikan tasnya pada Changmin.

"Jangan lama, Kyu.", jawab Changmin lalu berjalan memasuki kelasnya.

Saat Kyuhyun sedang berjalan untuk kembali ke kelasnya, tiba-tiba ada segerombol siswa lain yang mencegat. "Hai.. anak jenius! Kau mau kemana?"

Kyuhyun berhenti, "Kalian mau apa? Aku harus masuk kelas.", jawab Kyuhyun tenang.

"Bukankah kau anak yang jenius, untuk apa belajar lagi. Ayo kita bermain sebentar.", ujar Johyuk salah satu pemimpin dari segerombolan itu.

"Aku tidak pernah punya masalah dengan kalian, jadi jangan menggangguku!", jawab Kyuhyun sedikit kesal.

"Sekarang kau dan temanmu sudah bermasalah dengan ku.", Johyuk lebih mendekati wajahnya dengan menyeringai.

"Siapa? Changmin maksudmu?", tebak Kyuhyun.

"Siapa lagi dua orang angkatan baru yang dikatakan jenius disini?", Johyuk menyindir.

Kyuhyun tidak peduli dengan apa yang dikatakan Johyuk. Dia mencoba berjalan melewati Johyuk dan tiga orang temannya. Tiba-tiba tangan Kyuhyun tertarik dengan cukup kasar oleh Johyuk sehingga membuatnya berhenti dan berhadapan dengan wajah Johyuk.

"Aku paling tidak suka dengan orang yang berani mengabaikan ucapanku!", kata Johyuk tegas. Sementara tiga orang temannya hanya menonton adegan ini.

"Apa maumu? Aku tidak mengenalmu.", Kyuhyun semakin berani. "Memangnya kau siapa? Mengapa juga aku harus mendengarkanmu?", Kyuhyun tetap melawan.

"Ohh.. kau belum tahu aku? Jika kalian tidak ingin bermasalah dengan ku, berhenti bersikap seperti pangeran di Kampus ini. Dan satu lagi, jangan pernah mengganggu para gadis, mereka adalah milikku!"

"hemm…", Kyuhyun tersenyum sinis. "Kami tidak pernah mengganggu siapapun. Mereka saja yang bermata nakal!", ucap Kyuhyun dengan tenang.

"Kau berani mengatai mereka seperti itu!", teriak Johyuk sambil mencengkeram kaos Kyuhyun.

"Kau hanyalah seorang namja bodoh yang sok berkuasa dan haus perhatian yeoja-yeoja nakal seperti mereka.", Kyuhyun semakin berani.

"Kau!", Johyuk menjadi marah, dia mendorong tubuh Kyuhyun hingga terhempas ke dinding. Kyuhyun terbatuk dan memegangi dadanya. Johyuk kembali mendekati Kyuhyun. "Tak kusangka, kau hanyalah seorang namja lemah. Mulutmu saja yang tajam."

Kyuhyun terlihat tak takut sedikitpun, ia masih bisa menampilkan senyumannya saat nafasnya sudah semakin sesak, "Kau tahu? Kau ini tidak lebih dari seorang pecundang.", bisik Kyuhyun di dekat telinga Johyuk.

Johyuk menjadi semakin geram, dia menarik paksa tubuh Kyuhyun agar tetap berdiri. "Akan ku buat kau menyesal mengatakan itu.", Johyuk sudah mengepalkan tangannya bersiap akan melayangkan tinju ke perut Kyuhyun, tapi…

"Hentikan!", seseorang sudah menahan tangan Johyuk dengan kuat lalu memukul sekali ke wajah Johyuk. Johyuk sedikit terkejut melihatnya. Raut wajahnya berubah menjadi takut melihat sosok itu. Johyuk akhirnya menghindar bersama tiga orang temannya.

Kyuhyun masih terduduk lemas bersandar pada dinding. Dia tampak sedang sibuk mengatur pernafasannya, meskipun merasa sesak tetapi Kyuhyun mencoba menahannya.

Dia.. orang yang sudah menyelamatkan Kyuhyun dari orang-orang bodoh tadi, berjalan mendekatinya. Mensejajarkan wajahnya dengan Kyuhyun yang sedang duduk tertunduk. "Lama tak bertemu. Kau masih bisa kuliah dengan tenang rupanya, Kyuhyunie?!", ucapnya dengan nada yang sulit dimengerti.

Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk mengetahui suara itu. Kyuhyun terdiam sesaat, masih memperhatikan wajah yang ada di depannya dengan seksama. Sosok itu memandangnya dengan senyuman tipis yang terkesan dingin. Jantung Kyuhyun serasa berdegung tak beraturan, masih terdiam, matanya tak berhenti memandangi wajah itu. Perlahan bibirnya mulai bergerak tanpa mengeluarkan suara. Hingga pada akhirnya Kyuhyun mampu mengucapkan apa yang ada diingatannya dengan gugup..

"Ki.. Kibumie..?"

.

.

TBC

.

.

Hari ini saya sedang flu berat, tapi membaca review kalian saya jadi tidak sabar ingin mengupdate chapter ini. #curcol. :D

Bagaimana? Panjang ya… sudah puas kan bacanya? Atau malah cape? :-(

Maaf, kalo ada banyak typo.

Hehe.. gomawo untuk chingudeul yang sudah mereview chapter 1. Karena membaca review kalian, saya putuskan untuk melanjutkan ff ini.

Buat yang sudah membaca, sempatin ngereview Chapter 2 ya.. Mengetik beberapa kalimat gak bakalan cape kan? Malah lebih cape membaca ff ini, hehehe…. :D

Okeh segitu dulu dari saya, sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Khamsahamnida… ^^

Author : Belle Bell / Belle Ken

.

.

.

Balasan chapter 1 :

"Rini11888 : lanjut…. ^^

"kikiikyujunmyun : makasih cingu.. ^^ ini real brothersip, aku juga suka wonkyu tapi yang brothership :D

"elfs4482 : okeh kita next… :D

"bang3424 : hahaha..gomawo cingu. Kyu emang gemesin.. kasian kalo dipites, aku pengen meluk Kyu aja deh.. hehe

" 56 : iya nih lanjut, udah baca ch.2 kan,,,? Review ya.. :D

"awaelfkyu13 : semangat… ^^

"pandagame : tepat sekali… :D

"miftacinya : gomawo, ini udah lanjut.. review ya.. :D

"kyuli99 : makasih sarannya. Akan tetap semangat.. ^^

"dyayudya : hehe.. makasih,,makasih ya.. akan diusahakan bisa lanjut sampe end.

"hyunsparkyu : makasih cingu… ^^

"lerian : makasih ya.. mianhae, lama menunggu..

"rahma94 : fighting! ^_^

"vha Chandra : siap! :D

"WONHAESUNG LOVE : lanjut…. :D

"dewiangel : gomawo chingu.. ^^ di review ya Chapter 2…

"lalala : saya hanya membuat ff sesuai dengan keinginan sendiri. Dan kebetulan readers banyak yang suka spt ini, chingu.. ^^ Kalo gak suka, chingu bisa baca ff kyuhyun yg jenis lain, kan banyak juga. Kalo gara2 ff chingu jadi membenci Kyuhyun, itu artinya chingu bukan sparkyu sesungguhnya. Gomawo udah mereview… ^_^

"guest : iya..iya.. ayo kita lanjut ayo… hehehe,,, :D

"vita : gomawo.. ^^ direview ya…

"poppokyu : makasih… ^^ Sama, saya juga tidak akan pernah bosen dengan Kyuhyun, hehehe…

"rahma94 : okesipp.. kita lanjut… :D

"gnagyu : makasih… :D

"kyuzi : duo evil sedang berkumpul hehe… oke lanjut… ^^

"tatta : hayoo Kyuhyun kenapa hayoo… hehehe… :D

"cicipanda : kenapa si Kyu? Hayoo.. udah baca lanjutannya kan,, direview ya..

"septia : salam kenal juga.. ^_^ makasih ya.. ini udah dilanjut, jangan lupa review, oke..

"sparkyumihenecia : oke next… :D