["] Judul :: - ( Masih Bingung :3 )
["] Genre :: Romance, Comedy, Supernatural, Shounen, 1/2 Ecchi ._.
["] Author :: Febri Nugroho
["] Artist :: Member CoCG & ANR Yang Ku Anggap Kenal xDv
• Warning 1 :: Author Masih Pemula, Jadi Maaf Jika FF nya Jelek atau Hancur (/o\)
• Warning 2 :: Gaje, Gak Nyambung, Auth Pemula ( Kalau jelek dan hancur, mohon maaf ) :v
NB :: Setelah Membaca Tinggalkanlah Kritik atau Saran.. Agar Kelak Authnya Bisa Buat Lebih Bagus Lagi.. Jangan Di Bully Kalau Hancur (/o\)
= = = = = = = = = = = = = = = = = =
» Chapter 2 - Rencana Kano! «
Kano telah mendengar semua yang dikatakan macan itu dan juga macan itu sudah melepas sedikit segel yang ada pada dirinya. Kano merasakan ada keanehan pada dirinya sesaat segel itu dilepas.
"Jadi katamu, orang yang telah membunuh seluruh anggota keluarga ku adalah Dewa ?" Tanya Kano setelah mendengar cerita dari macan itu
"Mungkin, dulu ada perang besar yang dilakukan oleh Dewa melawan Keluarga 72 Penyegel di sebuah Kota. Sehingga banyak dari Keluarga 72 Penyegel yang sekarang hanya tersisa Generasi atau Keturunan terakhirnya saja atau bahkan ada yang sudah benar-benar musnah, Seperti kau dari Vassago. Sebenarnya Vassago itu sudah musnah di kehidupan ini karena mereka memiliki kekuatan yang dapat mengancam para Dewa, tapi entah kenapa kau yang berasal dari Vassago masih ada didunia ini ?" Tanya macan itu menatap Kano
"Mana ku tahu. Oh iya, kau bilang kekuatan ku ini dapat mengancam para Dewa, berarti aku ini dapat membunuh Dewa ?" Tanya Kano
"Itu Mustahil. Untuk kekuatan mu yang sekarang kau hanya di anggap sebagai semut oleh para Dewa" Jawab macan itu
"Lalu, cara membunuh Dewa bagaimana ?" Tanya Kano
"Yang aku tahu ada 3. Pertama, membunuh Dewa dengan kekuatanmu, tapi untuk sekarang itu sangat Mustahil. Kedua, menyegelnya bukan berarti Dewanya mati tapi kau bisa menjadikan Dewa itu sebagai budakmu, tapi juga butuh kekuatan yang besar untuk melakukan itu kau harus menguras kekuatan Dewa hingga batas minimum. kalau tidak kau yang akan mati. Yang ketiga dengan senjata Pembunuh Dewa ini bisa dilakukan hanya dengan manusia biasa tetapi kau harus memiliki senjata tersebut" Jelas macan itu
"Sepertinya yang ketiga itu cara yang termudah, dimana aku bisa menemukan senjata pembunuh Dewa itu ?" Kata Kano sambil memegang dagunya.
"Kau tidak perlu mencarinya, kau sudah punya satu disini" Jawab macan itu dengan senyum tipisnya
"Heh ?" Lalu muncul pedang yang dicabutnya di sekolah ditangan kanannya. Lalu menggenggam pedang itu dengan tangan kanannya.
"Jadi ini ya, pedang Pembunuh Dewa nya ?" Tanya Kano sambil melihat-lihat pedang yang di genggamnya
"Ya, Tapi itu belum sempurna. Jika kau ingin menyempurnakannya kau harus mengumpulkan keempat Penjaga itu" Ucap macan itu
"Baiklah.. Oh iya. Apa segel kekuatannku bisa di buka sepenuhnya ?" Tanya Kano
"Bisa, Kau hanya perlu mencari seorang yang ahli dalam Penyegelan yaitu Andromalius" Jawab Macan itu
"Andromalius ? Siapa lagi mereka" Tanya Kano
"Andromalius itu salah satu dari 72 Penyegel, yang bernomor #72" Ucap Macan itu
"72 ? Berarti yang terakhir dong ?" Tanya Kano
"Ya, mereka memang tidak punya kemampuan bertarung, pendukung, penyembuhan, Dll.. Tetapi mempunyai kemampuan menyegel yang sangat hebat, bahkan mereka mampu menyegel Dewa tanpa harus menguras kekuatan Dewa sampai batas minimum" Kata macan itu dengan wajah seramnya, emang udah seram dari dulu
"Heeh.. Bukankah itu sangat Hebat.." Tanya Kano kagum
"Ya itulah kemampuan istimewanya.. Sudahlah, kita ganti topik pembicaraannya" Ucap macan itu
"Baiklah Pak Macan" Ucap Kano
"Jangan panggil aku Macan, panggil saja aku 'Byakko Si Macan Putih - Sang Penjaga Barat'" Ucap Byakko dengang bangga
"Baiklah, Byakko Si Macan Kerdil - Sang Penjaga Pintu" Ucap Kano sembarangan, Sesaat Byakko memasang muka datar karena ucapan Kano yang mengejeknya
"Ah, Sudahlah.. Kau berada disini karena kau telah mencabut pedang Pemubunh Dewa itu" Ucap Byakko
"Ya.." Jawab Kano
"Nama pedang itu adalah Ruinsis" Ucap Byakko
"Ruinsis, Jadi nama pedang ini Ruinsis ya..?" Tanya Kano
"Ya.. Ruinsis adalah sebuah pedang yang dapat menyegel 4 Penjaga Arah Mata Angin.. Lihatlah Bilah pedang itu" Ucap Byakko menyuruh Kano
Kano pun melihat Bilah pedang tersebut. Ada 4 bulatan dan yang satunya itu bercahaya sama Seperti yang ia lihat di kelasnya tadi saat pedang itu masih tertansap
"Bulatan itu adalah kekuatan dari kami 'Penjaga 4 Arah Mata Angin' dan satunya di bagian barat telah bercahaya. Itu adalah aku. Kau hanya butuh mencari 3 Penjaga lagi agar Pedang itu menjadi sempurna" Jelas Byakko
"3 lagi, apa mereka hewan seperti mu ?" Tanya Kano
"Ya.. Suzaku Si Vermellion Bird - Sang Penjaga Selatan, Seiryuu Si Azure Dragon - Sang Penjaga Timur, Genbu Si Shadow Turtle - Sang Penjaga Utara" Jelas Byakko
"Wahh.. Mereka terdengar hebat" Kata Kano Kagum
"Tentu Saja.. Aku mewakili unsur Besi, Suzaku mewakili unsur Api, Seiryuu unsur Kayu, Genbu unsur Air"
"Pantas saja kau berasal dari dalam besi ini.. Wahahahah" Kata Kano mengejek sambil mengetuk-ngetuk bilah pedang itu yang terbuat dari besi. Byakko pun langsung memasang muka pasrah. Emang bener sih
"Sekarang tugas mu adalah mencari 3 Penjaga lainnya dan membunuh Dewa secara musuh dari Manusia, mahkluk-mahkluk Mitologi, dan lain lain adalah Dewa" Ucap Byakko dengan wajah serius
"Baiklah.." Jawab Kano bangga
"Sepertinya waktu ku sudah habis, padahal aku masih pengen ngomong dengan mu" Ucap Byakko yang mulai menjadi cahaya
"Apa artinya ini pertemuan pertama dan terakhir kita ?" Tanya Kano sedih
"Tentu saja tidak, kau masih bisa berbicara dengan ku di duniamu. Tapi aku hanya dalam bentuk suara. Ah, aku hampir lupa" Jawab Byakko yang sepertinya melupakan sesuatu
"Apa itu ?" Tanya Kano memiringkan kepalanya
"Aku akan memberitahu mu di duniamu. Jadi saat kau sudah sampai di Duniamu segera lah cari tempat yang sepi. Aku akan berada di tangan ku dalam bentuk suara dan rohku, sedangkan tubuhku ada di pedang itu" Ucap Byakko sesaat telah menjadi bulatan cahaya
"Heii.. Jangan pergi dulu" Teriak Kano
Byakko pun disinari Cahaya, lalu menjadi bulatan cahaya lalu masuk ke tangan kanan Kano. Kano pun kembali ke dunia nya.
• 10.30
Usai pembicaraan Kano dengan Byakko Si Macan Putih - Sang Penjaga Barat selesai. Kano kembali kedunia nya dan berencana mengumpulkan 3 Penjaga Arah Mata Angin dan membunuh Dewa. Dengan berbekal sedikit kemampuan Vassago yaitu memanipulasi Dimensi.
.
• 10.50 AM
Saat Kano kembali kedunianya semua orang terkejut melihat Kano. Lalu Tora menghampiri Kano yang terbaring lalu membangunkannya.
"Hei, Kanoo.. Bangunn" Ucap Tora membangunkan Kano
"Apa aku sudah kembali ? .. T-Tora.." Ucap Kano yang perlahan membuka matanya
"Apa kau tidak apa-apa ?" Tanya Tora cemas
Kano ingat apa yang suruh oleh Byakko saat ia kembali ke Dunianya.
"Maaf Tora, aku ada urusan sebentar" Ucap Kano kepada Tora. Lalu pergi meninggalkan Tora dengan membawa pedang itu
"Mau kemana kau.. ?" Teriak Tora ke Kano
Kano berlari menuju Toilet sekolah karna Toilet sekolah adalah tempat yang sepi dan jarang ada siswa yang ke Toilet saat jam segitu.
Saat di perjalanan Kano bertemu Hime yang sedang berjalan sendiri. Hime pun melemparkan senyum manisnya ke Kano tetapi Kano tidak memperdulikannya yang terus berlari dan melewatinya. Hime menoleh kebelakang lalu menyipitkan matanya dan menatap serius pedang yang di bawah Kano.
"Hah.. Hah.. Kita sudah sampai di tempat yang sepi, Byakko" Ucap Kano yang letih akibat berlari tadi
"Apa yang ingin kau bicarakan ?" Tanya Kano yang berbicara dengan tangan kanannya yang terdapat Byakko didalamnya
"Umm.. Aku hanya ingin berbicara tentang temanmu itu. Yang bernama Tora" Ucap Byakko menanyakan Tora
"Tora ? Apa yang terjadi dengan dia ?" Tanya Kano cemas karena Byakko tiba - tiba membicarakan adiknya
"Sepertinya dia juga berasal dari 72 Penyegel bernomor #58 yaitu Amy.. Aku bisa merasakan kekuatan Amy dalam tubuhnya dan juga Wanita yang kau lewati tadi" Ucap Byakko
"Maksudmu Hime ?" Tanya Kano
"Ya, dia juga berasal dari Keluarga 72 Penyegel bernomor #41, Focalor" Ucap Byakko
"Focalor ? Sepertinya itu benar, aku dengar nama lengkapnya Hime adalah Hime Focalor" Ucap Kano
"Hmm.. Tidak salah lagi-" sebelum Byakko menyelesaikan perkataannya muncul sebuah suara wanita memotong perkataannya
"A-apa yang kau lakukan disini ? Dan kenapa kau membicarakan ku ?" Tanya seorang wanita yang tiba-tiba muncul. Wanita itu adalah Hime
Kano pun menjelaskan semuanya kepada Hime sesuai perintah Byakko. Hime pun tidak terjejut bahkan mempercayai cerita Kano, yang mungkin orang lain tidak akan mempercainya. Ya itu wajar sih karena Hime adalah salah satu dari Keluarga 72 Penyegel. Kano juga menjelaskan nya ke Tora.
Mereka bertiga membuat Kelompok untuk berpetualang bersama. Mereka pulang ke rumah Tora karena sekolah mereka diliburkan akibat Insiden itu. Lalu Kano juga menceritakan ke Ibu angkatnya yang merupakan Ibu Kandung dari Torazaki Amy ( Tora ).
"Jadi salah satu rencana mu adalah membunuh Dewa, Kano ?" Tanya Ibu angkat kepada Kano
"Ya Benar" Jawab Kano sigap yang sudah yakin dengan keputusannya
"Apa kau tahu Dewa-Dewa mana saja yang ikut perperangan itu untuk memusnahkan kita, 72 Penyegel dan Dewa mana yang ikut membantu kita untuk melawan Dewa-Dewa jahat itu ?" Tanya Ibunya yang agak marah dengan Rencana Kano
"Ma-maksud Ibu bahwa ada juga Dewa yang menolong Kita ?" Tanya Kano terkejut
"Ya. Tapi ibu juga setuju dengan keputusan kalian dan juga Ibu mengizinkan Tora untuk ikut bersama kalian. Hime juga merupakan generasi terakhir dari Focalor, sepertinya kalian akan baik-baik saja" Ucap Ibu tersenyum
"Te-terima kasih, Bu. Tapi, Dewa mana yang berencana memusnahkan kita ?" Tanya Kano
"Ibu juga tidak tahu. Tapi kalian akan mengetahuinya jika kalian mejelajahi Dunia ini" Ucap Ibunya
"Ohh iya.. Ambilah ini, ini akan berguna untuk untuk kalian" Ibu memberikan 3 pack kertas yang berbentuk persegi panjang kepada mereka. 1 pack ada sekitar 100 kertas
"Apa ini, Bu ?" Tanya Tora yang menerima satu pack dari ibunya
"Itu adalah kertas yang berguna untuk menyegel mahkluk-mahkluk yang ingin kalian segel" Ucap ibunya tersenyum
Mereka pun beserta Ibu angkat Kano pergi ke sebuah Hutan gundul yang rencananya hutan tersebut akan lapangan golf ( pastilah sangat luas ).
Ibu mengeluarkan sebuah kertas yang mirip dengan kertas-kertas yang diberikan kepada mereka bertiga. Tetapi kertas Ibu terdapat sebuah tandah segitiga dengan motif-motif yang sulit dijelaskan. Lalu Ibu melemparkan kertas itu ke udara Lalu "srrng" kertas tersebut menjadi seekor Burung Raksasa..
"Be-besar sekali.." Ucap mereka bertiga serempak saat melihat burung itu
"Itu burung apa ?" Tanya Hime
"Aku baru pertama kali nya melihat burung sebesar ini" Ucap Kano
"Ukurannya hampir setengah dari lapangan golf ini" Ucap Tora
"Ini adalah Roc. Salah satu burung yang berasal dari Mitologi Persia dan India. Dia adalah burung yang berhasil ibu segel ke kertas ini, Naiklah ke punggung burung itu dia akan mengantar kalian ke perkampungan Andromalius.. Tora ibu percayakan burung ini padamu" Ucap Ibu
"Ba-baik, Bu" Ucap Tora menyetujui
Mereka pun pergi ke perkampungan Andromalius dengan menaiki burung itu.
.
• 05.10 PM
Sekumpulan orang yang memakai jubah dengan penutup kepala mendatangi sebuah Kota yang sudah hancur berantakan. Seperti akibat dari peperangan yang dahsyat di Kota itu.
"Ini dia.. Kota yang menjadi tempat perperangan antara 72 Penyegel melawan Dewa. Yang mengakibatkan Leluhur kita mati dan kita harus berjuang sendiri" Ucap salah satu dari orang yang memakai jubah yang sepertinya adalah Pemimpin nya
"Lalu apa yang kita harus lakukan dengan kota ini ?" Ucap seorang wanita yang berada di sampingnya
"Kita akan menjadikan Kota ini sebagai markas untuk Organisasi kita. Setelah itu kita harus mengumpulkan Keluarga 72 Penyegel yang masih hidup Lalu membalaskan kematian Leluhur kita dengan membunuh Dewa itu" Ucap pemimpin itu tersenyum
Mereka adalah Organisasi yang bertujuan untuk membalaskan Dendam atas kematian Leluhur mereka terhadap Dewa dan menjadikan Kota itu sebagai markas mereka. Kota itu Bernama...
"Abstract City .. Mulai sekarang kami akan tinggal disini"
Bersambung..
