That I was once by your side

.

.

.

"Sampai kapanpun cintaku hanyalah cinta yang tidak akan terbalaskan…"

"Mungkin,aku memang tidak pantas merasa bahagia"

.

.

Chapter 2…

"Haah…" Sungmin hanya bisa menghela nafasnya panjang, untuk yang kesekian kalinya.
"Sudahlah Hyung.." Henry menepuk bahunya dengan lembut, mencoba memberi kekuatan pada Sungmin.

Sudah dua minggu sejak kepindahan Kim Ryewook kerumah Sungmin dan Kyuhyun, dan berarti sudah dua minggu pula Sungmin harus menyaksikan Kemesraan Kyuhyun dan Ryewook didepannya. Hatinya sangat perih, sehingga ia sering mampir ke tempat kerja sambilan Henry yang tak lain adalah kedai kopi. Pemilik kedai ini adalah orang china yang bernama Tan Hangeng, kakak kandung Henry. Hangeng sendiri adalah rekan bisnis Kyuhyun di china.

Sungmin sangat dekat dengan Hangeng dan Henry. Sungmin merasa disinilah satu – satunya tempat yang bisa menenangkan dirinya jika sedang ada masalah, namun kali ini rasa gelisahnya tak kunjung hilang. Semakin ia mencoba menjauhkan pikirannya tentang Kyuhyun dan Ryewook, malah semakin terasa kegelisahan yang membakar hatinya.

Pernah satu kali ia harus memergoki Kyuhyun yang mencumbu Ryewook di depannya. Dan bagaikan tak memedulikan keberadaan Sungmin, Kyuhyun hanya melanjutkan kegiatannya tersebut.

Dan sekali lagi, Sungminlah yang harus pergi menghindar…

Tes.
Tes..

Mengingatnya membuat air mata Sungmin tak dapat terbendung lagi, entah bagaimana nasib hatinya yang terus hancur perlahan, apa dirinya harus mengalah?

Tidak mungkin mempertahankan dua hati dengan sempurna bukan…

Sungmin tersenyum miris, ya, diantara dua hati, harus ada satu yang mengalah. Sebelum semuanya bertambah kelam.

"hiks…mochi…mungkin…Kyuhyun sudah tidak mencintai aku lagi.." lirih Sungmin ditengah tangisnya.
"aniyo Hyung, aku yakin Kyuhyun mencintai hyung. Aku yakin namja pendek itu hanya mempengaruhi Kyuhyun.." kata Henry mencoba menghibur Sungmin.
"entahlah..kau tahu? Ryewook itu anak dari kepala perusahaan yang terkenal,berasal dari kelas atas.. berbeda dengan aku yang pernah menjadi –"

"Sudahlah Hyung, latar belakang tidak menentukan bagaimana orang itu, buktinya, Hyung itu sangat sempurna dan manis… tak heran semua orang bisa terpana dengan Hyung.." potong Henry sambil menggenggam erat bahu Sungmin dan tersenyum manis.

"Henry-ah, gomawo.." tutur Sungmin dengan senyum tipis dan air mata yang membasahi pipinya, Henry memeluk Sungmin dan menangguk, dalam hatinya ia mengutuk perbuatan Kyuhyun pada orang yang ia sayangi ini.

.

.

Tidak terasa malam sudah menunjukkan keberadaannya, setelah seharian Sungmin membicarakan semuanya dengan Henry, ia merasa sedikit lega dan memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan semuanya. Sungmin pelan – pelan berusaha membuka pintu rumahnya dengan Kyuhyun, ah..mungkin sekarang adalah rumah Kyuhyun dengan Ryewook.

Perlahan Sungmin melangkah masuk, mencoba setenang mungkin agar tidak membuat suara.

"kau dari mana min?"

Deg. Sungmin segera melihat kearah Kyuhyun yang sedang berdiri di depan meja makan. Dengan tangan yang menyilang di dadanya. Sorot matanya sangat dingin, membuat orang yang menatapnya tidak dapat berbuat apa – apa, termasuk Sungmin.

"m-maaf.." Sungmin menunduk, perasaan takut mulai menghinggapi dirinya.
"aku Tanya kau dari mana?" ulang Kyuhyun dengan wajah dinginnya, Sungmin semakin menunduk, tubuhnya gemetar. Ia yakin kalau Kyuhyun sedang marah sekarang.

"aku dari kedai milik gege.." jawab Sungmin pelan, namun masih bisa terdengar jelas oleh Kyuhyun.

"kedai gege kah..? maksudnya bocah china kesayanganmu itu?" Tanya Kyuhyun dengan nada mengejek. Sungmin segera menatap Kyuhyun.

"maksudmu?"
"aku tahu setiap hari kau pasti pergi kesana untuk mengunjungi bocah itu.. kenapa? Hm? Apa kau tertarik denganya?"

Sungmin mengerjapkan matanya. Itukah yang Kyuhyun pikirkan tentangnya? Rasa sakit itu mulai muncul kembali, Kyuhyunnya bukan orang yang seperti ini. Entah apa yang membuatnya berubah seperti itu.

"kau tidak tahu apa – apa.." kata Sungmin dengan gurat kekecewaan di wajahnya. Kyuhyun menghela nafasnya.
"tentu saja aku tahu segalanya, kau, Lee Sungmin… hah, apa jangan – jangan kau menggoda anak china itu seperti kau dengan para pelangganmu dulu? Atau anak itu yang membayarmu untuk—"

Plak.

Belum selesai Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya Sungmin sudah menamparnya. Air bening mulai mengalir dari sudut mata Sungmin. Rasanya ia sudah tidak tahan, perasaanya sudah benar – benar kacau sekarang.

"omo! Ada apa ini?" tiba – tiba Ryewook datang dan menghampiri Kyuhyun, mengelus pipi kiri Kyuhyun yang memerah karena tamparan Sungmin.

"gwenchana yeobo? Ah, Sungmin sshi, kenapa kau menampar Kyu? Lihat pipinya, pasti sakit.." kata Ryewook masih mengelus pipi Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa menatap datar pada Sungmin.

Lagi, kenapa harus Sungmin yang dipojokan. Tidak adil bukan, setidakbersalah apapun Sungmin pada akhirnya ia yang akan disalahkan. Rasa sakit itu kian membakar hatinya.

"…terserah. lakukan saja semua sesukamu" Kyuhyun segera pergi meninggalkan Sungmin, Ryewook kemudian menyusulnya. Sungmin bisa melihat senyuman merendahkan dari Ryewook sebelum mereka berlalu dan meninggalkan Sungmin sendirian.

"hiks…" pada akhirnya hanya isakan Sungmin yang terdengar malam itu.

.

.

Pagi ini suasana sarapan dirumah makan sangatlah hening. Hanya terdengar suara garpu dan sendok yang menyentuh piring. Ketiga orang ada didalam ruang makan itu pun tidak bicara sepatah kata pun.

"aku pergi sekarang" kata Kyuhyun menyudahi sarapannya. Ryewook segera mengantarnya hingga ambang pintu.

"pulanglah cepat Kyu..hari ini aku akan memberikan kejutan padamu" Ryewook tersenyum manis pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya menangguk.

"arraseo chagi..tunggu aku nanti" Kyuhyun mengecup singkat kening Ryewook, yang hanya bisa ditatap Sungmin tanpa suara. Setelah itu pun langsung Kyuhyun pergi ke kantornya.

Sungmin merasa seluruh tubuhnya lemas, ia segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Baru sampai di anak tangga kedua, Ryewook memanggilnya.

"Sungmin sshi." Sungmin menatap Ryewook yang sedang tersenyum sinis. Perasaan tidak enak itu muncul kembali.

"untuk kesetiaan kau ini lumayan juga ya, Sungmin sshi" Ryewook mendesah sesaat.
"segeralah kau enyah dari kehidupan Kyuhyun, lihat, Kyuhyun sudah mulai merasa terbebani dengan keberadaanmu sekarang...seharusnya kau sadar"

Perkataan Ryewook telak mengenai hati Sungmin. Sungmin menutup matanya, untung saja ia berpegangan pada tangga, tubuhnya sudah terasa begitu lemas.

"diamlah…kau bahkan tidak tahu apa – apa…" kata Sungmin mencoba terdengar kuat. Ia langsung meninggalkan Ryewook yang masih menganga karena Sungmin membalas perkataannya, menuju kamarnya.

.

Sungmin merebahkan dirinya diatas kasur. Air mata yang ia tahan akhirnya mengalir, ia mengigit bibir bawahnya. Mencoba memberi kekuatan pada dirinya. Semejak keberadaan Ryewook, Kyuhyun berubah. Tidak ada lagi Kyuhyun nya yang ramah, tidak ada lagi…

Sungmin memeluk lututnya, berharap ia dapat meredam isakannya. Berharap setelah menangis ia dapat tersenyum lagi pada Kyuhyun, rasa cintanya masih lebih besar dari rasa sakitnya.

"K-Kyuhyun-ah….hiks…saranghae…" rintih Sungmin ditengah isakannya.

.

.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Sungmin mengerjapkan matanya. Entah sejak kapan ia tertidur, yang jelas matanya bengkak karena menangis tadi. Ia segera turun dari kasurnya dan keluar untuk mengambil minum.

Namun langkahnya terhenti di depan kamar Ryewook. Terdengar sesuatu, Sungmin merapatkan pendengarannya pada pintu kamar itu.

"ahh….Kyu..Hyun..nggh…"

Sontak Sungmin membungkam mulutnya, tidak percaya dengan apa yang ia baru saja dengar.
Semudah itukah..? Kyuhyun mengaku baru satu bulan ia mengenal Ryewook, sedangkan dirinya? Sudah dua tahun ia bersama Kyuhyun, Kyuhyun tercintanya.

Walau harus ia akui hidupnya hanyalah sebatang kara dan menderita sebelum Kyuhyun menemukannya, tidak ada apa-apanya dibandingkan Ryewook yang notabene adalah anak dari seorang direktur yang kehidupannya layak dan cukup mewah.

Tanpa terasa air matanya kembali mengalir. Hatinya kini sudah pecah seutuhnya. Satu hati harus mengalah… ya, mungkin dirinyalah yang memang harus mengalah, pergi jauh meninggalkan Kyuhyun.

"Mungkin, aku memang tidak pantas merasa bahagia.." gumam Sungmin dengan senyum mirisnya.

.

.

Matahari masih tertidur dengan pulas, tidak ada tandanya kicauan burung dan hanya ada angin dingin yang berhembus, menyapu kulit Kyuhyun dan membuatnya terbangun.

"ugh..dingin sekali.." Kyuhyun berusaha mengambil arlojinya, masih jam 3 pagi, kemudian ia melirik seseorang yang tertidur pulas disampingnya, Ryewook. Seketika kepalanya terasa berat. Ah..yeah, semalam Ryewook membuatnya mabuk dan entah apa yang terjadi selanjutnya, Kyuhyun mencoba mengingatnya.

"Hah?" Kyuhyun menatap horror pada sekelilingnya, tidak mungkin ia melakukan 'itu' dengan Ryewook, namun ingatannya akan semalam mengatakan lain. 'Sialan', umpat Kyuhyun.

Bagaimana kalau Sungmin tahu, ia sendiri tidak berminat sejauh ini dengan Ryewook. Seketika rasa bersalah kembali menghinggapi perasaannya.

Bicara tentang Sungmin, buru – buru Kyuhyun berlari ke kamarnya dan Sungmin.
Nihil. Ia tidakmenemukan siapapun disana, kamarnya masih tertata rapi.. Kyuhyun mengernyit. Ada sepucuk surat diatas kasurnya, dengan ragu Kyuhyun membuka isi surat tersebut.

"Kyuhyun-ah…
Mianhae…aku pikir aku harus menghapus ingatan tentangmu.
Bukannya tidak tahan, tapi rasanya aku hanya menjadi beban hidupmu dengan Ryewook-sshi..
Ah..mollayo..maaf aku ini cengeng,
setiap melihatmu dengannya, aku tidak bisa menahan air mataku.
Ryewook-sshi itu baik, pintar memasak, dan manis.
Sangat cocok denganmu Kyu..
Maaf, selama dua tahun ini aku pasti menyusahkanmu, jeongmal mianhae yo Kyu..
Kyuhyun-ah..
dua hati yang ada tidak akan selamanya bisa bertahan dengan sempurna.
satu diantaranya haruslah mengalah.. mungkin.. maksudnya adalah aku..
Aku senang bisa bertemu denganmu Kyu.
Mungkin kita terlalu cepat mengartikan pertemuan kita adalah cinta..
berbahagialah dengan Ryewook-sshi, jangan lupa banyak makan ne.
Jaga kesehatanmu….
untuk yang terakhir,

Saranghae Kyu..

Lee Sungmin."

Tes.
air mata bening Kyuhyun jatuh menetesi kertas itu, tubuhnya bergetar hebat, apa yang sudah ia lakukan selama ini?

"min…kumohon jangan pergi,min…"

Kyuhyun memeluk erat kertas tersebut, samar – samar tercium wangi tubuh Sungmin disana, hatinya betrambah sesak. Ia tidak bisa merelakan Sungmin begitu saja…dia mencintainya, ya, dia begitu mencintai Sungmin selama ini.

Satu cinta telah pergi.. satu hati harus menangis..

.

.

To Be Continued

Maaf ya jelek T^T saya masih belajar dari para sensei diatas sana (?)

Disini masih banyak misteri, next chap baru menjelaskan bagaimana pertemuan Kyuhyun dan Sungmin. Jadi bersabar ya, next chap kita lihat Kyuhyun yang merana #dibogem SparKyu xD

Sungmin sangat penyabar, KyuMin is real

Gomawo ya, RnR lagi dong ;~~;

Arigatou Gozaimasu Minna-san,

Gomawo Chingudeul *bows*