Capther 2 : menyebalkan

Flashback

Karin pov

Setelah Miyon pergi, aku kembali melanjutkan istirahatku yang sempat ternganggu. "wah suasananya enak nih buat tidur, tidur dulu ahh, secara tadi malam aku begadang main games online." Batinku. Baru beberapa menit aku tertidur.

"Hanazono Karin," sebuah suara teriakan yang memikikkan gendang telinga siapapun yang mendengarnya. Tapi, entah kenapa aku merasa kalau aku tidak bangun, sesuatu yang buruk akan terjadi padaku. Benar saja, sensei matematika sudah ada didalam kelas, "udah bangun Karin," sahutnya dengan nada yang menyindir. "maaf sensei.." kataku gugup. "ya udah, duduk yang benar" katanya lagi. "iyaa sensei" jawabku gugup. Ketika ku duduk menghadap ke depan, kulihat ada anak baru. Kemudian kuperhatikan satu-satu, aku terkejut melihat salah satu dari mereka adalah pemuda yang tadi sempat aku tabrak.

Mereka memperkenalkan diri satu-satu, yang pertama gadis bersurai indigo, wah kelihatannya dia tipe gadis yang lembut dan ramah (author: sejak kapan kamu pandai meramal Karin #bingung Karin : eeh lupa ya, kan author yang bikin author : eh iya.. sambil mengarukkan kepalanya karin : #sweatdrop ), yang kedua gadis bersurai blonde sama kayak pemuda nyebelin itu tapi dia juga kelihatan ramah dan mudah bersahabat, yang ketiga cowok yang bersurai hitam dengan kepedean yang akut, yang keempat pemuda bersurai caramel juga sama kepedeannya tinggat dewa, dan yang terakhir cowok nyebelin tadi, dingin banget sih sifatnya beda banget sama sepupu dan adiknya, tapi diakui tampan sih, tunggu-tunggu.. mikirin apa sih aku, cowok dingin kan itu nyebelin..

"kalian berlima silahkan duduk ketempat yang masih kosong," kata sensei lagi. Mereka duduk didua bangku dibelakangku dengan pasangannya masing-masing, tiba-tiba, aku kok merasa sesuatu buruk akan terjadi ya, benar saja sensei menyuruh pemuda nyebalin itu duduk disampingku. Dengan alasan tidak ada bangku kosong lagi. Aku menghela nafas panjang sebelum menganggukkan kepala.

End of Karin pov

End of flashback

Normal pov

Skip time

Istirahat pun tiba, semua murid yang ada dikelas Karin pergi berhamburan keluar kelas. ada yang kekantin, taman, perpustakaan, dan tempat-tempat favorit mereka. Dikelas hanya ada Miyon dan Karin serta lima anak baru tadi. "Karin, kita kekantin yuk," ajak Miyon sambil menghampiri Karin ke bangkunya. "baiklah, aku juga belum sarapan tadi pagi," jawab Karin. "oh iya, kalian mau ikut gak kekantin bersama kami." Ajak Karin kepada murid baru tadi. "boleh," jawab mereka serempak kecuali kazune-yang masih memasang tampang cueknya sambil terus membaca buku yang ia pegang. Himeka kemudian menghampirinya dengan berniat mengajaknya ikut "kazune-kun, mau ikut tidak" ajak Himeka. Kazune hanya menjawab dengan satu kata "tidak" kemudian dia melanjutkan membaca bukunya. "ya sudahlah Himeka, tak perlu kau hiraukan cowok cantik itu, kitakan tahu kalau dia itu tidak suka dengan keramaian." Sindir Jin.

"eeh, Kuga, apa maksudmu hah ?." bentak kazune yang merasa tersinggung dengan ucapan Jin. Yang dibentak hanya memasang muka cuek kemudian berkata, "heh, emangnya kamu gak bosan apa, Cuma duduk dikelas sambil membaca buku tebal". "aku gak kayak kamu ya, hanya bisa nyontek ajja saat ulangan maupun tugas yang diberikan oleh guru (jangan ditiru ya)," sindir kazune. Jin yang merasa tersinggung dengan perkataan kazune membalas, "ck, biar saja, dari pada kau hanya bisa berkutik dengan teori-teori buku ,tapi tidak bisa bergaul dengan remaja-remaja lain sebagaimana dengan mestinya".

"aku heran ya, kenapa penggemarmu bisa banyak ya," tambah Jin. Kazune hanya terdiam, beberapa detik kemudian muncul ide jahil diotak seorang Kuga Jin, "lihat saja kau kazune, ku kerjain heheheh" batin Jin sambil tersenyum-senyum gaje. Kazune yang sedari diam hanya menggelik geli melihat sahabatnya ini, "apa dia sudah tak waras ya" batin kazune.

"hei kazune, mau taruhan tidak" ajak Jin (prilaku jangan ditiru ya) "ck, apa sih maumu kuga" sahut kazune. "iya kita taruhan seperti biasa" balas Jin "kita taruhan begini, aku dengar sekolah ini akan ada pemilihan pangeran dan putri sekolah, jadi taruhan kita adalah siapa yang menang pemilihan itu dengan pasangannya akan mendapat pelayanan khusus dari yang kalah, dan bagi yang kalah selain harus jadi pelayan pemenang juga harus membelikan tiket liburan musim panas ke Hawai, bagaimana Kazune ?" jelas Jin sambil tersenyum gaje. "eeh? Tunggu-tunggu, kamu dengar dari siapa tentang pemilihan ini, gak adil dong-" protes kazune sebelum melanjutkan protesnya, Jin menyahut "aku tadi sempat baca di mading sekolah tadi setelah keluar dari ruang kepala sekolah, kalau soal pasangan kamu tenang ajja aku udah pilihkan yang cocok buat kamu" potong jin.

"jangan coba-coba ngerjain aku ya, kuga." Ancam kazune. "tenang aja, dia gadis baik-baik kok, dan yang pasti dia pinter banget sama kayak kamu, prestasinya juga banyak, juara 1 paralel lagi disekolah ini sejak kelas X" jawab Jin.(oh iya, aku lupa bilang kalau mereka sekarang udah kelas XI) "siapa? Tapi kamu tahu darimana soal gadis ini" Tanya kazune.

"ternyata kamu penasaran juga ya" goda Jin. "gak" bantah kazune "lagian aku juga harus tahu dong siapa dia " tambahnya lagi. " heheheh, ceritanya gini, tadi sewaktu dimading juga, aku melihat ada artikel tentang murid yang bisa jadi inspirasi bagi murid-murid lain, jadi aku lihat dia itu cocok banget sama kamu, dia adalah HANAZONO KARIN" jelas jin sambil meneriakkan nama karin dengan suaranya yang mengemparkan kelas beserta isinya(lebay). Mereka (Karin dkk—minus jin dan Kazune) yang baru datang dari kantin heran kenapa jin berteriak. Kazune hanya menganga mendengar teriakan jin, "apa kurang jelas Kazune, iya dia adalah 'Hanazono Karin' yang akan menjadi pasanganmu" ulang jin sambil menekan nama Karin. "APAA" teriak Karin dan Kazune serempak—kemudian keduanya sama-sama melongo tak percaya dengan ucapan jin barusan. "eeh kok kalian ninggalin aku sih tadi," kata jin sambil mengalihkan pembicaraan—takut disembur oleh kazune dan karin. " habis kamu sibuk sekali dengan Kazune-sama dikelas, jadi kami tinggalin ajja" jawab Kazusa. "eeh, jin-kun apa maksudnya ucapan pasangan tadi?" Tanya Himeka dengan wajah polosnya.

Jin bukannya menjawab pertanyaan Himeka tapi malah berbisik kepada Kazusa soal rencananya—licik lebih tepatnya. Kazusa menahan agar tawanya tidak meledak, Micchi dan Miyon yang juga penasaran bertanya juga. "apa sih yang kamu rencanakan kuga-san" Tanya Micchi "iya nih pertanyaan ku juga belum jin-kun jawab" gerutu Himeka sambil memanyunkan bibirnya. "iya nih, kalau sampai karin kenapa-kenapa gara-gara kamu awas lehermu akan kupatah kan jin-san" ancam Miyon.

"ternyata sahabat Karin/chan/sama/hanazono-san ini overprotective juga ya" batin mereka (minus Karin,kazune, dan miyon) kemudian jin menceritakan semuanya pada Miyon, Micchi, Himeka dan tentu saja Karin yang sudah sadar dari keadaan melongonya (author : ternyata karin bisa melongo ya #digapokkarin) mereka (minus kazune dan karin) langsung setuju dengan rencana ini. Karin yang awalnya membantah terpaksa ikut taruhan ini—dengan alasan taruhan itu tidak baik, langsung bungkam setelah sensei wali kelasnya menyetujui dengan usulan pikiran licik teman-temannya ini.

Tbc

Bagaimana ? baguskah atau jelekkah ?

Please RnR ya.

makasih ya, yang udah merivew nya ini udah lanjut kok..