Author pov

02.22 am KST

Namja cantik bernama lengkap Xi Luhan ini terlihat sedang duduk di bangku taman terdekat dari SM building. Yah siapa yang tak kenal dengan namja yang menjadi salah satu member dari boyband terkenal EXO? Tentu saja tak ada!

Hanya jam jam seperti ini saja idol terkenal seperti mereka bisa berkeliaran tanpa alat penyamaran yang menutupi seluruh tubuh mereka. Saat luhan sedang asyik melamun tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahunya pelan

Puk

"luhan hyung? Kenapa berada disini?

Jantung luhan berdetak cepat tak karuan saat mendengar suara husky sexy yang sangat ia kenal.

"s-sehun? Kenapa kau ada disini?" luhan mengumpat dalam hati karna lidahnya yang tergagap saat berbicara

"seharusnya pertanyaan itu untukmu hyung... apa yang kau lakukan disini? Udara sangat dingin, nanti kau sakit. Apalagi kau hanya mengenakan sweater tipis seperti itu" ucap sehun sembari berpindah posisi dari sebelah luhan menjadi tepat berada di depan luhan sambil menatap lembut deereyes namja cantik tersebut

"a-aku... hanya memikirkan hal bodoh"

"jika itu hanyalah hal bodoh, kenapa harus dipikirkan? Toh biarkan saja berlalu seperti air yang mengalir"

"aku ingin mebiarkannya.. tapi berkali kali ku coba tetap saja tak bisa.."

"kau bisa berbicara kepadaku hyung.." sehun memeluk luhan dengan erat dan meletakan kepalanya di pundak sempit luhan, sehun mencium aroma luhan dengan dalam

"aku akan bercerita padamu.. tapi kurasa bukan dalam waktu dekat ini" ucap luhan sambil mengulas senyum tipisnya

"yeah.. itu semua tergantung padamu hyung"

Sehun melepas jaketnya dan memasangkannya ke badan mungil luhan. Jaket itu terlihat kebesaran di badanmungilnya. Luhan yang di perlakukan seperti itu menjadi blushing hebat

"hyung kurasa udara semakin mendingin.. lihat bahkan wajahmu memerah hyung, kajja kita kembali" ucap sehun sambil menggenggam jemari luhan yang serasa sangat pas di telapak tangannya

"N-ne k-kurasa juga begitu" 'andai kau tahu apa yang membuat wajahku memerah sehunna.. kau pasti akan membenciku' batin luhan miris

.o.

.o.

.o.

Setelah sampai di dorm exo, kedatangan mereka langsung di sambut heboh oleh Kai yang memang saat itu sendiri di dorm karna yang lain keluar karna ada keperluan

"LUHAAANN HYUUUUNGGGG~" kai langsung melompat dari sofa dan berlari untuk memeluk luhan, tadinya ia sedang menonton televisi

"heii Jonginnie kau kenapa? Kkk~ tidak biasanya kau memelukku"

"aku kesepian hyunggg... kau meninggalkanku terlalu lama. Katanya hanya membeli kopi tapi kau seperti membeli tiket konser" keluh kai sambil mepoutkan bibirnya

"yak!kkamjong jangan memeluk luhan hyung seperti itu!" sehun yang memang pada dasarnya menyukai Luhan pun mulai angkat bicara karna kecemburuannya sudah smpai diambang batas

"apa masalahmu cadel? Suka suka-ku dong lagipula luhan hyung senang ku peluk. Ya kan hyung?" mata kai berbinar menandakan ia sangat berharap luhan membantunya dalam perdebatan ini"

"err... ya, pelukan kai hangat" ucap luhan dengan senyum tipisnya, jemari lentiknya mengelus surai coklat kai lembut. "huh! Luhan hyung menyebalkan!"

Sehun cemberut, mengehentakan kakinya kesal dan pergi meninggalkan KaiLu, luhan yang melihat sehun mulai ngambek memutuskan untuk menyusul sehun ke kamar mereka

"Sehun-ah kau kenapa?"

"ani" jawab sehun singkat sambil terus memainkan ponselnya

"aku tau kau marah sehun-ah.. cepat katakan apa yang membuat sehun marah agar hyung bisa meminta maaf"

"aku cemburu melihatmu dengan Kai, hyung... aku cemburu. Aku kesal dan marah yang teramat bila melihatmu dekat dengan orang lain.." sehun berbicara dengan luhan namun matanya tetap fokus ke ponsel barunya

"jadi kau juga ingin kupeluk?" setelah mengatakan hal itu luhan langsung memeluk sehun dengan erat

"kumohon jangan pernah marah padaku..."

'kau tak menangkap sinyalku... luhannie' batin sehun sambil tersenyum miris dan menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher luhan

Tanpa mereka sadari seseorang sedang mengintip dari celah pintu dengan wajah berkerut "ada apa dengan mereka?" gumamnya

/

/

/

keesokan paginya

Luhan pov

Ugh... hangat sekali, aku jadi enggan membuka mata dan bangkit untuk mencuci muka, dada bidang yang sedang memelukku posesif ini sungguh nyaman. Sayang sekali jika harus kulepas

Aku pun mengeratkan pelukanku dan menenggelamkan wajahku ke dada bidang itu.

Eh?! Dada?!

Setelah sadar aku sontak membuka mataku dan bangkit dari tidur

"AAAAAAAAAAAAAAAA!" Aku spontan berteriak keras dengan wajah memerah sempurna! Oh tuhan.

BRAAK

"Luhan hyung! Ada apa?!" Aku mendengar suara kai sedikit terengah engah, kurasa dia berlari untuk kesini

"G-g-gwen-chana" kataku terbata bata, masih syok dengan keadaan kami yang sedang berpelukan errr agak intim (kaki kiriku berada di selangkangan sehun begitupula sehun. Sehun memelukku erat dan wajahku berada di dadanya).

"Ugh... kalian berisik" ternyata sehun sudah bangun!

Omona bagainana caraku menghadapinya sekarang?!

"Um? Pagi luhan hyung" sehun berucap dengan sangat santai sambil beranjak ke kamar mandi

"P-pagi j-juga" oh god! Tak bisakah lidah laknat ini tak terbata?! Membuatku malu saja!

"Woii! Cadell! Kau tak mengucapkan selamat pagi padaku?!" Protes kai

"Bereeseekk!(berisik) memangnya kau penting?" Balas sehun dengan sedikit berteriak agar kai bisa mendengarnya. Huhh pagiku penuh dengan teriakan ternyatah~

Aku pun mulai bangkit untuk pergi ke kamar mandi kaisoo karna sepertinya kai sudah mandi jadi aku yakin kamar mandi kaisoo kosong

"Kai aku mandi di tempatmu ya" tanyaku pada pemiliknya

"Eh luhan hyung aku sudah mandi! Jadi kurasa aku tak bisa mandi bersamamu~" Senyum mesum kai sudah berkembang

Aku sedikit mengernyit, ngeri melihat senyuman kai

"Kai apa apaan senyummu? Hyung bilang, hyung ingin mandi di tempatmu bukan mandi bersamamu"

"eh? Jinja hyung? Yah.." kudengar kai mendesah kecewa

"Kenapa suaramu seperti orang kecewa kai?" aku menatapnya bingung

"A-anio ahahahaa, hyung cepatlah mandi! kau bau ahaha" ia tertawa canggung

"Baiklah.. aku mau mandi dulu" ucapku sebelum berjalan menuju kamar mandi kaisoo

.

Aku menyabuni badanku sambil melihat cermin besar yang memang di sediakan di setiap kamar mandi

"Jika dilihat lihat badanku memang seperti yeoja, ramping putih mulus, wajahku juga cantik.. argghhh kenapa?! Padahal impianku ingin memiliki otot otot yang besar! Tuhan tidak adil" aku mempoutkan bibirku dan langsung beranjak dari cernin mennuju batthub untuk merendam diri.

"Sehun... apa pendapatmu tentang tubuhku?'

.

Setelah selesai berpakaian aku keluar dari kamar kaisoo dengan rambut setengah kering.

Dari lantai dua aku bisa melihat Tao dan Sehun yang nampak sedang berbincang dan sesekali tertawa.

Ugh.. hatiku terasa terbakar api cemburu. Aku segera memalingkan wajahku. Lebih baik chattingan aja dikamar. Mumpung dikasi libur sama manager hyung~ hihihiii

BRAKKK

Aku menutup pintu agak keras dan langsung tidur tiduran di kasur sambil membuka aplikasi weibo di handphoneku.

~Weibo~

MluM : Raeee~

RaehwaJung : ne oppa?

MluM : oppa sebal :(

RaehwaJung : waeee?

MluM :Tadi sehun berduaan dengan tao! Aku kesal:(

RaehwaJung : hahah oppa kau terlalu berlebihan~ ayolah mereka hanya 'buddies' tak mungkin mereka memiliki hubungan special~ lagipula kau bahkan tak tau sehun oppa gay atau tidak? ._.

MluM : tapii tapii tetap saja oppa kesal :( oppa rasa sehun tidak menyukai oppa rae T.T

RaehwaJung : oppa! Jangan berpikiran seperti ituu!

aku rasa sehun oppa juga memiliki perasaan pada oppa

kkkk~ raehwa memang asyik diajak bicara ah~ aku legaaahh! Baiklah! Aku akan menggodanya sedikit

"Luhan hyung?

sontak aku langsung melempar handphoneku ke sembarang arah

"N-ne?"

"Kau sedang apa? Tadi aku lihat kau terkikik sendiri dengan wajah yang antusias" sehun memasang wajah datarnya

"Anio hanya teman chatting yang menggemaskan" jawabku dengan sesantai mungkin.

"Menggemaskan?" Entah, kurasa aku hanya berhalusinasi karna aku melihat ekspressi sehun yang kental akan ketidak sukaan

"Yeah." Aku memutuskan hanya menjawab singkat

Ping

Aku menoleh keh handphone ku yang layarnya menyala dan mengambilnya. 1 weibo dari RaehwaJung

RaehwaJung : oppa kau disana? kau tak membalas weibo ku~

Aku pun membalasnya dengan cepat

MluM : mianhae rae tadi ada sedikit halangan hehee... nanti oppa chatt lagi~ anneyong ;)

"Rae? Siapa itu hyung?" Ucap sehun yang entah kapan berada di belakangnya

"Omo! Sehun kau mengagetkanku!" Astagaaa! Apa dia membacanya?! Tamatlah sudahhh T.T

"Sudahlah.. siapa rae?"

"Dia teman eerrrr Kuliahku? ya! Dia teman kuliahku dulu ahahaa" kulihat wajah sehun kurang yakin namun ia hanya menganggukan kepalanya lalu tidur terlentang di kasur

"Sehun-ah kau mau tidur? Hyung keluar dulu ya. Tadi kai meminta hyung menemaninya membeli topi" kataku pelan

Namun...

Greppp

Author pov

Saat luhan hampir beranjak dari duduknya sehun langsung memeluk luhan erat membuat tubuh luhan menimpa tubuh sehun.

"S-sehun?" sungguh! luhan malu sekali sekarang baik hati sekali bumi jika ingin menelannya bulat bulat

Sehun tak menanggapi luhan. Ia malah sedang asyik mengendus endus(?) Leher jenjang milik luhan

Membuat luhan mengerang tertahan.

Tok tok tok

Tak ada yang menjawab

Tok tok tok

"Luhan hyuungg! Ini aku kai! Kau berjanji mengantarku hari ini!" Teriak kai berharap luhan mendengarnya

"Luhan hyung sedang tidur Kkamjong!" Balas sehun, mulut luhan saat ini sedang di bekapnya erat

"Aku tak percaya omonganmu cadel!"

"Yasudah!"

"AKU AKAN MENDOBRAK!"

"YAK! MICHEOSO!"

"Ya aku memang gila!"

"Baik! Baik!" Sehun pun menyerah dan memutuskan untuk membuka pintu untuk kai, di kasur baju luhan agak tersingkap sedikit. Ia berpura pura tidur rupanya~

"Aigoo uri luhannie~ neomu kyeoptaa!" Kata kai sambil mengelus bibir merah luhan,jarinya sibuk mencubiti pipi merah luhan agar luhan terbangun

Luhan pun berakting seolah ia baru bangun,

"Emmhhh Kai? Ada apa?"

"Kau berjanji untuk mengantarku ke whystyle"

"Baiklah... aku perlu mandi?"

"Tidak kau hanya perlu cuci muka saja hyung"

"Baiklah.. chakkaman ne?" Luhan tersenyum sebelum masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya

"Hey! Sehun kau mau tidak tukar kamar denganku? Nanti aku akan membelikanmu semua hal yang bersangkutan dengan miranda kerr! Bagaimana?" Tawar kai dengan antusias

"NO! BIGNO! Luhan hyung akan terancam jika sekamar dengan namja mesum sepertimu kai-ssi" kata sehun sakrastik

"Bagaimana jika liburan ini aku akan mentraktirmu untuk fanmeeting dengan miranda kerr? Ayolah~"

"Aku lebih memilih luhan hyung dari siapapun di dunia ini! Walaupun itu miranda kerr"

"Hah~ kau tak asik!"

Sehun hanya diam tak membalas ia mulai memainkan game handphonenya.

"Kai? Kajja" ucap luhan saat ia keluar dari kamar mandi

"Ne hyung~" kai yang memang suka mencuri kesempatan langsung menggandeng tangan luhan

Sehun yang melihat itu sontak langsung berada di tengah tengah mereka dan melepas tautan tangan KaiLu.

Api kecemburuan terlihat jelas di mata elangnya ia menatap marah ke kai yang sedang memasang wajah kebingungan. Sehun langsung menggantikan tangan kai yang menggenggam tangan luhan sehingga tangannya dan tangan luhan sekarang bertautan. Luhan dan kai yang melihat itu sontak membelalakan matanya.

"KAJJA AKU IKUT!"

TO BE CONTINUED

AN : readers tercintah! Jeongmal khamsamnida buat reviewnya *bow* walopun masi banyak sidersnya tapi vyin bersyukur banget udh ada yang mau review *sruutt(ingusan)* sesuai janji , malah melebihi hehee chap 1nya apdet~

Maaf banget kalo ngecewain semuanya T.T

Vyin tau kalo ff ini jauh dari kata baik, tapi hargailah vyin dengan tidak menjadi siders hohoo

Sudah ya! Makasi banyakkk mumuu

Big thanks to :

Guest

evi xiao lu

HJ

oh sehun tamvan (maksa juga gak papa hohoo)

HunHanina

EXO Cumi (makasi sarannya yaa~)

.58

zoldyk

lisnana1

myfancycar2

Urushibara Puterrizme

Dhanty Zawa

Xiaoluluu

-maaf kalo ada yang gak ketulis *deepbow*-

Bagi yang punya akun insyallah vyin bakal bales lewat pm^-^ gomawoo buat udh review~

.

.

.

.

Review again?^^