Disclamer : Tite Kubo
Warning : Au, OOC, Gaje, yaoi, IchiHitsu, typo, dll..
Sebuah Perasaan
(Author Note : Mungkin gw akan lama atau jarang update, dikarenakan Ms. Word ikut kehapus pas di reset. Jadinya buat nulis Ffn harus pake Ms. Word di hp dan layar hp gw juga kebetulan kecil, jadi susah ngetiknya dan kadang typo, jadi maaf atas keterlambatan gw untuk update Ffn sebuah perasaan ini *membungkuk minta maaf.)
"Kau itu adalah manusia paling terkutuk yang pernahku temui, Kurosaki." Toshiro segera berlari ke luar kelas.
Ichigo tak dapat mengatakan apa-apa, tubuhnya seperti membeku. "A-Apa yang telahku lakukan..?" ucap Ichigo shock.
-Normal Pov-
"Kau itu benar-benar payah Ichigo, kau bisa-bisanya membuat Hitsugaya menangis, kau bisa-bisa diterjang oleh fansnya karena membuatnya menangis." Renji menyenderkan tubuhnya ke tempat pembatas atap sekolah.
"Mana aku tau kalau dia akan menangis seperti itu." Ichigo menundukan kepalanya.
"Ha... kau pasti tak tau cara pendekatan yang benar'kan?"
"A-Apa pendekatan? Maksudmu dengan si cebol itu?" Renji menganggukan kepalanya. "Untuk apa aku melakukannya?!"
"Ya, habisnya aku mendengar gosip itu dari Rangiku-san, dia bilang bahwa kau selalu beradu mulut dengan Hitsugaya karena kau menyukainya. "Seorang lelaki yang mencintai seseorang secara diam-diam pasti akan mencari perhatian gadis yang dia sukai dengan cara selalu mencari perhatiannya dengan berbagai cara." Itu yang dikatakan olehnya."
"Kau pikir Toshiro itu gadis? Dia itu pria! PRIA!" Ichigo meneriakan tepat di telinga Renji membuat telinganya berdengung.
"Tapi bisa saja'kan, waktu itu kau kan mengira dia perempuan saat pertama hari sekolah." ucap Renji sambil mengorek-ngorek(?) kupingnya yang terasa mendengung. Ichigo tertegun.
-Flashback 1 Tahun yang Lalu-
Ichigo melangkahkan kakinya memasuki kelas barunya. Tak ada siapapun di kelas itu kecuali seorang yang tak asing baginya karena rambut merahnya yang mencolok.
"Yo, Ichigo! Rupanya kita satu sekolah ya!" teriak Renji.
"Renji? Jadi kita satu sekolah? Kenapa aku harus satu sekolah lagi dengan si babon ini?"
"Sialan kau stroberi."
Ichigo memilih tempat duduk didepan Renji. Lalu mereka memulai berbincang-bincang. Ketika mereka sedang asik mengobrol, terdengar suara pintu terbuka. Kedua mata mereka langsung tertuju ke arah seorang yang baru saja datang. Mata Ichigo tak dapat berhenti memerhatikan anak itu. Rambutnya yang bersurai putih, sepasang mata berwarna emerald, tubuhnya yang mungil.
"R-Renji, kau kenal anak perempuan itu?"
"Ha...? Perempuan? Perempuan mana?" Renji mencari perempuan yang dimaksud Ichigo.
"Yang itu." Ichigo menunjuk anak itu. Renji terbelak.
"P-Perempuan? Ichigo, kau itu gila atau buta, jelas jelas dia itu laki-laki. Liat saja, ia menggunakan celana."
"Ehem." Anak itu berdehem cukup kencang, merasa sangat risih karena sedang digosipkan oleh Renji dan Ichigo. Ia segera berjalan ke arah meja di dekat jendela dan itu tepat di sebelah Ichigo. Ia menatap ke arah luar jendela sambil menopang dagunya.
Ichigo memberanikan dirinya untuk memperkenalkan dirinya. "Na-Namaku Kurosaki Ichigo, ka-kalau kau?" tanya Ichigo dengan gemetar.
"Hn.. Hitsugaya Toshiro." Ucapnya dengan nada jutek.
"Lalu, Toshiro kau dulunya di SMP mana?"
"Panggil aku Hitsugaya dan apa itu penting untuk mu?"
"T-Tidak sih." Ichigo mulai merasa canggung. Lalu suasana kelas itu kembali hening.
-Flashback End-
"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Renji.
"Entahlah, lebih baik sekarang kembali kekelas dulu, sebentar lagi jam pelajaran selanjutnya akan dimulai."
Ichigo perlahan memasuki kelas, ke dua matanya tertuju ke arah Toshiro. Ia ingin meminta maaf kepada Toshiro atas sikapnya tadi. Dengan langkah yang berat, Ichigo berjalan ke arah tempat duduk Toshiro, menyadari itu, Toshiro segera berdiri dan berjalan melewati Ichigo. Cepat-cepat Ichigo menahan tangan Toshiro.
"Oi, apaan sih? Lepasin gk?!" gertak Toshiro, tapi Ichigo tak melepas tangan Toshiro.
"Maaf." Kedua mata Toshiro terbelak. Ichigo hanya menundukan kepalanya karena menyesal.
"A-Apa maksudmu..?" tanya Toshiro gelagapan.
"Maaf soal yang tadi, tadi memang aku agak kelewatan."
"O-Oke, akanku maaf'kan, tapi bisa tolong lepasin tanganku?"
"Ups." Ichigo segera melepas pegangangannya. "Sori."
"Cieee...!" teriak satu kelas. Tanpa mereka berdua sadari, mereka sudah menjadi pusat perhatian satu kelas sejak tadi.
"Kyaa... Hitsugaya, Kurosaki, kapan jadiaannya nih?" teriak salah satu murid perempuan yang seorang fujoshi.
"Kurosaki, PJ-nya jangan lupa ya!" teriak Matsumoto.
Renji menepuk bahu sahabatnya. "Selamat ya Ichigo, akhirnya kau berhasil."
Tiba-tiba suhu udara dikelas itu menurun drastis. Sebagian kelas sudah mulai membeku. "Apa maksud kalian semua, ha..?" tanya Toshiro dengan nada dingin.
"Ting-Tong!"
"Ah.. S-Sudah bel, sebaiknya aku mempersiapkan buku pelajaran selanjutnya." ucap Matsumoto yang segera mengeluarkan buku pelajaran selanjutnya.
"A-Aku juga!"
"Be-Begitu juga aku!" Renji segera kembali ke tempat duduknya.
Suhu udara di kelas kembali menjadi normal. Ichigo melirik Toshiro yang mulai tenang.
"Apa liat-liat?" ucap Toshiro dengan jutek.
"T-Tidak pa-pa kok." Ichigo langsung kembali ke tempat duduknya dengan dihiasi senyuman.
TBC
Cornelia : Huweee... kayaknya kali ini pendek ceritanya TwT)
Toshiro : Kenapa gw selalu sial kalo deket sama Kurosaki? -)
Cornelia : Itu nasibmu Toshiro, nanti juga'kan gk sial lagi kalo udah jadian
Toshiro : What...?! Jadian!? Sama si duren busuk itu?!
Cornelia : Maybe –w–)
Toshiro : Grrr... ogah gw!
Cornelia : Baca RnR aja yuk...
Ichigo : *muncul tiba-tiba* Dari Kitsune 857, eh buset... gw disantet *shock*
Cornelia : *lebih shock* Gyaa... jangan santet si Ichigo, gak ada pemain pengganti..!
Toshiro : Bagus...! Santet aja si duren busuk itu!
Cornelia : Toshiro, gk ada pemain pengganti buat Ichigo, masa digantiin Hisagi?! Hisagi udah punya Tatsuya!
Hisagi+Tatsuya : *muncul tiba-tiba* Sejak kapan gw mau ama dia?! *saling tunjuk*
Hisa, Tatsu, Toshiro, Ichi, Cornelia : *terjadi kericuhan*
Renji : *baca RnR yang lain* dari kenHamasaki, tuh'kan ada yang setuju lagi hubungan lu ama Hitsugaya, Ichigo
Ichigo+Toshiro : Ogah! *kembali terjadi kericuhan*
Dark Toshiro : Mending gw aja yang balas RnR terahir... dari Munraito Yami, kenapa si Ichigo yang menang? Soalnya pas si Toshiro ulangan, gw buat si Toshiro gk konsentrasi dan itu juga karena gw... akhahahaha..! *tawa jahat*
Toshiro : Jadi itu semua gara-gara lu?! Mending lu mati aja! *nodongin Hyourinmaru*
D. Toshiro : Ha! Gw gk takut! *nodong balik*
*terjadi perang dunia ke-III*
Cornelia : *berhasil menyelamatkan diri dari perang* Studio(?) gw! *panik*
Ichigo : Oi bakAuthor, ini ada Review baru, gw bacain ya. Dari Himetsukikirara-mizukimaru. Ini udh lanjut kok, dan apa maksudnya bendera IchiHitsu itu?!
Cornelia : *lempar sendal swa**** ke Ichigo* Masalah kalo ngibarin bendera IchiHitsu?! *ikut ngibarin bendera tulisan IchiHitsu* Jangan lupa RnRnya ya..!
Spoiler chapter selanjutnya :
"Tak mungkin, tak mungkin'kan Toshiro menyukai anak baru itu?" Ichigo menyenderkan tubuhnya ke pagar pembatas di atap, wajahnya terlihat frustasi.
"Hoi Ichigo, kenapa kau berfikir seperti itu?" tanya Renji, ia melipatkan ke dua tangannya. "Lalu, jika itu benar kau akan menyerah, begitu maksudmu?!"
"Tapi mereka berdua terlihat dekat! Toshiro juga tadi tak menghiraukan'ku sama sekali saat aku memanggilnya ketika anak baru itu datang!" suara Ichigo meninggi.
Renji menarik kerah baju Ichigo dengan kesal. "Sadar Ichigo! Kau masih mempunya kesempatan, kita belum tau apa hubungan dia dengan Hitsugaya'kan! Jangan cepat-cepat mengambil sebuah kesimpulan!" Ichigo hanya menundukan kepalanya dalam-dalam.
"Lalu, bagaimana jika itu benar?" Guman Ichigo.
Cornelia : *tepuk tangan(?)* End Spoiler... Sekali lagi, jangan lupa tinggalkan RnR.. *digebukin readers gara-gara ngasih spoiler*
