Summary: suki, suki, suki, suki, suki, suki, suki, suki, suki, sukiyo...solomon. aku mencintaimu (soloshe)

Disclaimer: magi hanya milik shinobu ohtaka.

Genre: romance and humor

Warning! Tentu saja OOC, gajenya ga ketulungan! lebay tingkat galaxy, romance ga tentu, kalo typo i'm sorry, bahasa campuran.

Pairing: Solomon and sheba

Not like? Don't read!

.

.

.

"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams."

.

.

.

Solomon P.O.V

Aku berjalan menulusuri lorong SMA alma toran. Tak peduli dengan tatapan semua orang kepadaku. Istirahat ke-2 sudah dimulai. Dan aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan yang berada di lantai 2. Sampai di perpustakaan, tatapan semua orang tidak berubah. Semua melihatku dengan tatapan menilai. Karena, sepertinya tahun ini aku cukup populer. Malas juga, ditatapi seperti itu.

"YA BUKAN GITU DONK! BENCONG!" teriak seseorang dengan keras yang membubarkan tatapan semua terhadapku.

Karena, aku tidak peduli aku hanya mengambil buku pengetahuan alam, dan duduk ditempat yang kosong dan tidak ada seorangpun di meja itu.

"di-a bu-kan mang-sa-ku! Grrrrr…" seru seorang cewek yang duduk dimeja depanku bersama 2 cowok yang tersenyum miring.

"Sheba, janganlah kaku!" ucap salah satu dari 2 cowok itu.

Ternyata itu Sheba. Aku hanya melanjutkan membaca buku. Aku bukannya menguping lo. Aku hanya mempunyai t-e-l-i-n-g-a.

"bukankah dia cakep?" ujar cowok satunya

"yaiyalah! Namanya pangeran sekolah!" balas Sheba berteriak kecil "lagian, kalian setiap istirahat manggil aku ke perpus hanya untuk menjodohkanku?!"

"kamii,, hanya tidak ingin sahabat kami jomblo….." jawab kedua cowok itu serempak dan santai

"geh! Dasar! Inikan hidup saya dimohon untuk TIDAK mencampuri kisah cinta saya… MY love story…." Balas Sheba yang sepertinya menahan amarah "lagian kalian juga jomblo!"

"aku ada Scheherazade"jawab satu cowok dengan cepat

"aku tinggal bilang iya, terus jadi deh. Cewek gw" jawab satunya

"na-?!" kaget Sheba

Tte?! Kenapa aku malah focus ke pembicaraan mereka?! Fokuss…. Fokusss…. KEBUKU!

"Solomon jeoahaz Abraham…" ucap salah satu cowok

Deg!

"hey! Jangan memanggilnya dengan nama panjangnya terus.." sahut Sheba "kepanjangan…"

"pfftt…. BUAHAHAHAHAHA!" tawa mereka bertiga lepas dari mulut mereka

GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR… YAKAN NGGAK PANJANG BANGET!

Aku berdiri dari tempat duduk dengan membawa buku yang tadi kubaca, dan melewati meja mereka sekilas melihat kemereka yang belum selesai tertawa padahal, udah dilihat banyak orang di perpustakaan. Aku memutuskan untuk meminjam buku itu dan akan kukembalikan pada lusa depan. Mending bawa pulang daripada mendengar sindiran mereka bertiga. Aku kesal! Sebal! Marah! Tetapi, kenapa aku merasa sedikit senang apa karena….

"akhirnya ada yang mengejekku?"

Sheba P.O.V

"HAHAhahahahahahahahahaha…." Tawa kami mulai memudar

.

.

.

.

.

"udah pergi dia?" tanyaku berdiri dari tempat duduk dan melihat kedepan tepatnya pintu keluar perpustakaan

"kayaknya udah!" jawab Ugo melihat kebelakang

"beneran?" Tanya Momo

"iya." Balas Ugo

"fiuhh…" aku menghela nafas

"hampirrrrrrr aja" lega Ugo "kalo, Momo ga bilang ada Solomon dibelakang kita habis deh kita"

.

.

.

"jadi, gimana?" tanyaku kembali duduk

"kamu harus ngungkapin perasaanmu!" jawabnya Momo

"heeeeeeeeee?" kagetku dengan nada datar

"harus! Kau sudah mengejarnya dari SMP kelas 2-1. Udah LIMA tahun terus ga mau ngungkapin perasaanmmu?" lanjut Momo serius "LAKUKAN!"

"wakarimasuta!" balasku cepat

"kau mempunyai 2 frase bukan?" Tanya Ugo sambil membaca bukunya

"umu," aku melihat bawah (menunduk) "pertama kukan mengejarnya, kedua kukan menyukainya"

Iya, aku akan melakukannya. Aku harus melakukannya! Harus. Harus….. ini juga untuk kepentinganku untuk kehidupanku di masa depan. Tetapi,,

"sebenarnya, ada apa dimasa depan?"

.

.

.

"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams."

.

.

.

Chapter 2 sudah terselesaikan! Maaf, ya kalo Gaje…. Author ma baka! Ya udah. Author nggak pinter pidato. author juga minta lontong ke readers sekalian untuk pendapat chapter selanjutnya... emplisss... (Author minta tolong ato lontong) eh! sorry, saking ngidam lontong jadinya minta tolong jadi lontong. MAAF KALO NGEREPOTIN! #kabur

Author note:

Maaf, kalo sedikit.