Confession
Kaisoo
Kim Jongin
Do Kyungsoo(Gs)
Others EXO members
T
.
.
.
.
"Aku akan menyerah sekarang, aku tak sanggup untuk menunggumu lagi. Sekalipun sulit, aku akan berusaha untuk melupakanmu dan mencoba melabuhkan hatiku pada orang lain"
.
.
.
Sejak perbincangannya dengan sang Ibu hari itu, Kyungsoo mulai dekat dengan Sehun. Walaupun jarang bertemu tapi setiap harinya mereka selalu bertukar kabar melalui pesan chat. Seiring waktu berlalu kini Kyungsoo mulai menjaga jarak dengan Jongin dan putranya. Sekalipun sulit tapi Kyungsoo terus berusaha untuk meneguhkan hatinya.
Mungkin untuk tak bertemu dengan Jongin, Kyungsoo masih bisa menahannya tapi kalau untuk tak bertemu dengan Taeoh terkadang Kyungsoo merasa tersiksa, karena selama ini gadis bermata bulat itu sudah terlanjur menyayangi Taeoh.
Untuk mengobati rasa rindu itu, akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk menemui Taeoh saat di sekolah jika ia sedang ada waktu luang di sela kegiatanya mengajar.
Seperti hari ini, Kyungsoo memanfaatkan sedikit waktu senggangnya untuk menemui bocah lima tahun itu di sekolahnya. Murid- muridnya sedang mengikuti pelajaran olahraga jadi Kyungsoo punya sedikit waktu kosong sampai jam istirahat siang nanti.
"Taeoh"Seru Kyungsoo ketika melihat bocah tampan itu keluar dari area sekolah bersama teman-temannya.
"Bibi Kyungsoo!"Taeoh berlari menghampiri Kyungsoo dan langsung memeluknya
"Apa bibi yang menjemputku hari ini?"bocah tampan itu bertanya tanpa melepaskan pelukan.
"Iya, bibi sangat merindukanmu jadi hari ini bibi ingin mengajakmu jalan-jalan ke taman untuk bermain. Apa Taeoh mau?"
Kyungsoo berucap setelah melepaskan pelukan, mata bulatnya menatap sendu wajah bocah mungil yang sangat mirip dengan ayahnya itu.
"Tentu saja"Taeoh berucap di sertai anggukan dan senyuman lebar.
Keduanya langsung menuju taman yang tak jauh dari sekolah dengan bergandeng tangan. Bocah lima tahun itu terlihat sangat senang hingga ia terus mengulas senyum lebar seraya berceloteh riang menanyakan apa saja yang di lihatnya dan Kyungsoo dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan Taeoh dengan penjelasan ringan agar mudah untuk di pahami.
Sesampainya di taman Taeoh langsung berbaur dengan anak-anak lain yang tengah asik bermain di beberapa sarana permainan anak-anak seperti perosotan dan ayunan. Tentunya dengan pengawasan Kyungsoo yang dengan setia memperhatikan setiap tingkah bocah lucu itu untuk kemudian mengabadikannya melalui foto maupun video.
Setelah lelah bermain keduanya tampak duduk berdampingan di bangku taman sambil menikmati es krim. Taeoh kembali berceloteh, mengungkapkan rasa bahagia atas pertemuannya dengan Kyungsoo siang itu.
"Appa!"
Taeoh tiba-tiba berseru seraya menunjuk ke jalan dimana terlihat Jongin datang bersama seorang wanita cantik berpostur tinggi dan berpakaian khas pekerja kantoran.
"Anyeong Kyungsoo, aku tahu kalian pasti ada di sini"sapa Jongin pada Kyungsoo yang hanya membalas sapaan Jongin dengan seulas senyum tipis.
Jongin sempat menghubungi pengasuh putranya untuk menanyakan keberadaan Taeoh dan pengasuhnya mengatakan jika Kyungsoo meminta ijin untuk mengajak Taeoh untuk bermain sepulang sekolah hari ini.
"Hai jagoan Appa, bagaimana harimu? Apa menyenangkan bermain dengan bibi Kyungsoo?"Jongin menyapa setelah mencium pipi gembil putra kesayangannya itu dan Taeoh langsung menjawabnya dengan mengangguk penuh semangat.
"Appa menjemputku juga?"Taeoh bertanya.
"Iya, Appa ingin mengajakmu makan siang. Oh ya, kenalkan ini teman Appa namanya bibi Haera"Jongin memperkenal wanita cantik yang datang bersamanya pada sang putra.
"Halo Taeoh, akhirnya bibi bisa bertemu denganmu juga"Haera menyapa Taeoh kemudian mencubit pelan pipi gembil bocah tampan itu.
"Haera-ya, ini sahabatku namanya Kyungsoo. Dia adalah orang yang paling dekat dengan Taeoh selain aku"Jongin memperkenalkan Haera pada Kyungsoo dan keduanya langsung bersalaman seraya menyebutkan nama masing-masing.
"Appa, apa kita akan makan siang bersama bibi Kyungsoo juga?"Taeoh kembali bertanya.
"Tentu saja sayang"Jongin membalas pertanyaan putranya.
"Ayo makan siang bersama kami Kyungsoo"Jongin menyuarakan ajakannya pada sang sahabat.
"Maaf Jongin, aku tidak bisa. Aku harus kembali ke sekolah sekarang"Kyungsoo membalas.
"Taeoh, bibi harus kembali ke sekolah jadi kita makan siang bersamanya lain kali saja ya? lain kali bibi akan mengajakmu bermain di hari minggu agar kita punya waktu untuk makan siang bersama"
Kyungsoo tampak membujuk Taeoh yang terlihat mulai mengerucutkan bibirnya, tak terima atas penolakan Kyungsoo.
"Benarkah? Bibi janji?"Taeoh berucap lirih seraya mengacungkan jari kelinkingnya, meminta pada Kyungsoo untuk berjanji dengan menautkan jari kelingking.
"Iya sayang, bibi janji"
Kyungsoo membalas seraya menautkan jari kelingkingnya dengan Taeoh. Dengan senyum lebar bocah tampan itu memeluk Kyungsoo selama beberapa saat sebelum menghampiri sang ayah yang tampak menyungging senyum tipis melihat keakraban keduanya.
"Kami pergi dulu Kyungsoo"
"Hati-hati Jongin"
Setelah Jongin berpamitan ketiganya langsung pergi dari taman, Taeoh terus melambaikan tangannya pada Kyungsoo yang masih menatap kepergian mereka dengan tatapan sendu.
.
.
.
.
Satu bulan telah berlalu dan selama itu Kyungsoo tak pernah lagi menemui Jongin maupun Taeoh. Awalnya Jongin sering mengirim pesan tapi Kyungsoo sengaja mengabaikan pesan Jongin agar pria tan itu bosan dan tak mengirim pesan atau mengbuhunginya lagi dan akhirnya usaha Kyungsoo berhasil karena sudah dua minggu belakangan ini Jongin tak pernah lagi mengirim pesan padanya.
Sabtu malam ini Kyungsoo telah berada di sebuah restoran, gadis bermata bulat itu mendapat ajakan makan malam special dari Sehun. Keduanya berjanji untuk bertemu di restoran karena Sehun tak sempat menjemputnya ke rumah. Dokter muda itu sibuk sekali dengan aktifitasnya di rumah sakit hingga sekarangpun Kyungsoo terpaksa menunggu karena Sehun belum juga datang.
Kyungsoo tampak sangat cantik dalam balutan gaun malam berwarna biru muda, rambut panjangnya di biarkan tergerai untuk menutupi punggungnya yang sedikit terbuka karena gaun yang di pakainya saat ini agar terbuka di bagian punggung.
Setengah jam sudah Kyungsoo menunggu, tapi Sehun belum juga datang dan untuk menghilangkan rasa bosan gadis mungil itu mulai mengotak-atik ponsel pintarnya. Bukan untuk bermain game melainkan untuk melihat beberapa foto dan video tingkah lucu Taeoh yang ia simpan beberapa waktu yang lalu.
"Aku sangat merindukanmu Taeoh"
Kyungsoo bergumam lirih dan tak lama berselang tiba-tiba terdengar panggilan keras dari suara yang mirip sekali dengan Taeoh. Awalnya Kyungsoo tak menghiraukan karena ia pikir itu hanya halusinasi semata tapi lama-lama panggilan itu semakin terasa nyata.
"Bibi Kyungsoo"
Kyungsoo tersentak saat melihat Taeoh berada di sampingnya, bocah kecil itu terlihat sangat tampan dalam balutan pakaian resmi.
"Taeoh, kanapa ada di sini?"
Kyungsoo langsung bangun dari posisinya, gadis mungil itu langsung mensejajarkan dirinya dengan Taeoh. Bukannya menjawab bocah lima tahun itu malah langsung memeluk erat Kyungsoo.
"Taeoh sangat merindukan bibi Kyungsoo"ucapnya lirih tanpa melepaskan pelukan.
"Bibi juga merindukan Taeoh, maaf akhir-akhir ini bibi sibuk jadi tak sempat untuk mengunjungi Taeoh"Kyungsoo membalas, dadanya terasa saat mendengar ucapan Taeoh.
"Astaga Taeoh, Appa mencarimu kemana-mana"
Jongin berseru dengan nafas terengah, ia merasa lega karena telah menemukan putranya yang tiba-tiba terlepas saat keduanya sampai di restoran beberapa saat yang lalu. Taeoh yang melihat Kyungsoo langsung saja berlari menghampiri tanpa meminta ijin dulu pada sang ayah.
"Kau sudah menemukannya Oppa?"Haera datang setelahnya, gadis itu juga ikut mencari Taeoh sepertinya.
Kyungsoo dan Taeoh telah melepaskan pelukan, bocah lima tahun itu tampak berdiri di samping Kyungsoo dengan menggenggam erat tangannya.
"Iya, sepertinya tadi Taeoh melihat Kyungsoo jadi ia langsung berlari mengejarnya"Jongin membalas.
"Taeoh, lain kali kau harus meminta ijin Appa atau bibi dulu kalau mau pergi. Ini tempat umum, kau bisa hilang jadi pergi begitu saja!"ucap Haera dengan nada keras dan pandangan sedikit tajam, sepertinya gadis itu tak sengaja meluapkan kekesalannya pada Taeoh.
Begitu mendengar perkataan Haera,Taeoh langsung bersembunyi di balik badan mungil Kyungsoo. Tak lama kemudian terdengar isakan lirih dari bocah kecil itu dan tanpa berkata lagi Kyungsoo langsung memeluk Taeoh.
"Stttt… Sudah sayang,jangan menangis"Kyungsoo berucap lirih seraya mengusap punggung Taeoh, berusaha menenangkan tapi bukannya tenang tangisan Taeoh malah lebih kencang.
"Astaga kenapa malah menangis"Haera kembali berucap, gadis itu mulai terlihat frustasi.
"Taeoh sayang, jangan menangis lagi. Appa tidak akan marah sayang"Jongin berucap, pria tan itu mencoba mengambil alih putranya dari Kyungsoo, tapi Taeoh malah menepisnya dan semakin mengeratkan pelukannya pada Kyungsoo.
"Oppa bagaimana ini, orang tuaku sudah menunggu kita sejak tadi" Haera mulai merengek.
"Kau temui mereka dulu, aku akan segera menyusul setelah menenangkan Taeoh"Jongin membalas, berusaha mengambil keputusan yang adil.
"Baiklah tapi jangan lama-lama. Ini pertemuan pertamamu dengan mereka, jadi jangan buat mereka kecewa"
Haera berlalu pergi setelah mengucap kata-kata yang sedikit terasa pedas di telinga Kyungsoo maupun Jongin. Bagi Jongin mungkin itu hal yang biasa tapi bagi Kyungsoo itu adalah point minus dari gadis yang awalnya di nilai baik olehnya. Sikap Haera pada Taeoh malam ini membuat Kyungsoo khawatir jika nantinya gadis itu tak bisa menjaga Taeoh dengan baik.
Setelah setengah jam berlalu akhirnya tangisan Taeoh reda tapi bocah lima tahun itu terus menempel pada Kyungsoo, ia sama sekali tak mau ikut dengan ayahnya sekalipun Jongin telah membujuknya dengan berbagai macam cara.
"Jongin-aa, biarkan Taeoh bersamaku dulu nanti kalau moodnya sudah membaik aku akan menghubungimu dan kau bisa menjemputnya untuk ikut makan malam bersamamu"Kyungsoo berucap masih dengan kegiatannya mengusap kepala Taeoh.
"Tidak Kyung, aku tak akan tenang jika meninggalkan Taeoh dalam keadaan seperti sekarang ini"Jongin membalas lirih.
Pria tan itu terlihat sedikit frustasi, Ia tak mengantisipasi kejadian ini sebelumnya. Sekalipun kadang bertingkah sok dewasa dari umurnya tapi Taeoh tetaplah anak kecil yang sensitive dan moody hanya karena teguran atau perkataan keras.
Malam ini Jongin mengajak Taeoh untuk makan malam bersama dengan kedua orang tua Haera. Keluarga Haera tak mempermasalahkan Jongin yang telah berstatus sebagai seorang Ayah karenanya Jongin tak ragu untuk meneruskan hubunganya dengan Haera ke jenjang yang lebih serius. Jika pertemuan pertama ini berjalan lancar, Jongin berencana untuk resmi melamar Haera dalam waktu dekat.
"Tapi kau harus segera menyusul Haera, nanti dia bisa marah dan menganggapmu mengabaikannya. Terlebih kau juga akan di nilai buruk oleh orang tuanya"Kyungsoo berusaha menasehati, gadis itu kembali menjalani perannya sebagai sahabat.
"Tapi Kyungsoo aku…."
"Maaf Kyungsoo, aku terlambat. Jalanan ke sini padat sekali tadi"
Belum sempat Jongin menyelesaikan perkataanya tiba-tiba Sehun datang menyela, dokter muda itu tampak sedikit terengah setelah berlari dari pintu masuk restoran itu.
"Gwaenchanha, duduklah"Kyungsoo membalas.
"Anak siapa ini Kyungsoo?"Sehun bertanya setelah menyadari keberadaan Taeoh di pangkuan Kyungsoo.
"Oh iya Sehun, kenalkan ini sahabatku namanya Kim Jongin dan bocah tampan yang sedang merajuk ini adalah putranya"Kyungsoo berucap seraya mengusap kepala Taeoh.
Sehun mengulurkan tanganya pada Jongin, keduanya lantas bersamalam seraya menyebutkan nama masing-masing.
"Taeoh, ayo ikut Appa nak…nanti Appa pesankan es krim"Jongin kembali membujuk sang putra tapi Taeoh malah menyembunyikan wajahnya di dada Kyungsoo dan kembali terisak.
"Pergilah Jongin, biarkan Taeoh bersamaku dan Sehun di sini. Sehun ini seorang dokter anak, jadi ia pasti punya cara untuk membuat mood Taeoh menjadi lebih baik"kini Kyungsoo yang membujuk Jongin agar meninggalkan sang putra bersamanya.
"Aku akan mencobanya"Sehun menambahkan setelah Kyungsoo meminta persetujuan melalui tatapan mata bulatnya.
"Baiklah kalau begitu, aku percayakan Taeoh padamu Kyung"ucap Jongin sebelum pergi, tak lupa ia menunduk untuk pamit pada Sehun.
Dengan langkah berat Jongin terpaksa meninggalkan putranya pada Kyungsoo. Sebenarnya Jongin merasa tak enak karena telah mengganggu acara Kyungsoo tapi mau bagaimana lagi, Taeoh sama sekali tak mau lepas dari sahabatnya itu.
"Hai bocah tampan, siapa namamu?"Sehun mulai mengajak Taeoh untuk berkomunikasi setelah bocah lima tahun itu terlihat tenang.
"Namaku Taeoh paman, nama paman siapa?"Kyungsoo membalas mewakili Taeoh, gadis mungil itu mengubah suara layaknya suara anak-anak.
Sehun mengulas senyum sebelum kembali berbicara, malam ini ia merasa beruntung karena bisa melihat sisi lain dari seorang Do Kyungsoo yang ternyata begitu penyayang terutama pada anak-anak.
Akhirnya makan malam romantis Kyungsoo dan Sehun berubah menjadi makan malam layaknya keluarga kecil karena kehadiran Taeoh di tengah-tengah mereka.
Jongin tak jadi mengenalkan Taeoh pada keluarga sang kekasih karena Taeoh tertidur begitu moodnya membaik dan Jongin langsung membawanya pulang karena acara makan malamnya juga telah selesai.
"Mianhae Sehun-aa, karena kehadiran Taeoh acara makan malam kita tak berjalan sebagaimana mestinya"Kyungsoo berucap memecah keheningan, keduanya tengah dalam perjalanan pulang.
"Kau tak perlu meminta maaf seperti itu Kyungsoo, aku malah ingin berterima kasih pada bocah kecil kecil itu"Sehun membalas, sesekali ia menatap sekilas ke arah Kyungsoo di sela kegiatanya mengemudikan mobil.
"Berterima kasih untuk apa?"
"Karena anak itu telah membuatmu terus tersenyum dan malam ini aku merasa sangat beruntung karena bisa melihat senyum cantikmu yang belum pernah ku lihat selama ini"
"Heish, dasar gombal"
Kyungsoo bergumam seraya mengulas senyum, sedangkan Sehun hanya membalas dengan kekehan ringan.
"Sehun-aa bisakah kita menepi dulu di taman itu?"Kyungsoo menunjuk ke arah taman yang tak jauh dari rumahnya.
"Baiklah"Sehun membalas seraya menepikan mobilnya di taman yang di tunjuk oleh Kyungsoo.
Keduanya duduk berdampingan di bangku taman dengan menggenggam minuman hangat yang di beli Sehun di mini market yang ada di dekat taman itu beberapa saat sebelumnya.
"Sehun-aa, ada yang ingin aku ceritakan padamu"Kyungsoo membuka pembicaraan.
"Katakanlah, aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu"Sehun membalas, senyum tampak menghias wajahnya yang tampan.
"Ini tentang Jongin dan juga Taeoh"
Kyungsoo mengela nafas sejenak, gadis itu terlihat menyiapkan diri untuk menceritakan tentang kisah cinta terpendamnya pada sang sahabat. Kyungsoo ingin Sehun mengetahui tentang masa lalunya agar kelak tak terjadi salah paham jika keduanya benar-benar menjadi pasangan kekasih.
"Terima kasih karena telah memberiku kesempatan, Kyungsoo"Sehun berucap setelah Kyungsoo menyelesaikan ceritanya.
"Jujur saja saat ini aku belum bisa menerimamu sepenuhnya Sehun, tapi aku akan terus berusaha jadi aku harap kau mau untuk menunggu"
"Kau tak perlu khawatir, aku pasti akan menunggumu dengan sabar sampai kau bisa membuka hatimu untukku"Sehun berucap seraya meraih jemari mungil Kyungsoo untuk di genggamnya.
"Gomawo Sehun-aa"
Senyum cantik tampak di bibir heartshape Kyungsoo, ia merasa lega setelah menceritakan semua pada Sehun. Sikap dewasa yang di miliki Sehun membuat Kyungsoo nyaman hingga gadis mungil itu tak ragu untuk menjatuhkan pilihannya pada dokter muda itu.
.
.
Jongin pulang cepat hari ini, pekerjaanya di kantor tak terlalu padat jadi ia memilih pulang agar bisa menghabiskan waktu bersama putranya. Sebenarnya Haera sempat mengajaknya untuk pergi hangout tapi Jongin menolak karena gadis itu mengajaknya pergi berdua saja tanpa mengajak Taeoh.
Seminggu telah berlalu sejak acara makan malam waktu itu, tapi Jongin masih terus mengingat kejadian malam itu. Terutama tentang Sehun, pria yang di perkenalkan Kyungsoo sebagai teman dekatnya.
Selama keduanya menjalin persahabatan baru kali ini Kyungsoo memperkenalkan seorang teman pria padanya. Seharusnya hal itu membuat Jongin senang karena akhirnya sang sahabat menemukan tambatan hatinya tapi kenyataanya Jongin malah merasakan hal yang sebaliknya.
Satu sisi hatinya merasa takut akan kehilangan sang sahabat, terlebih saat ia menyadari kemungkinan penyebab Kyungsoo menghindarinya dan mengabaikannya juga karena kehadiran pria bermarga Oh itu. Entah kenapa Jongin tiba-tiba merasa kesal karena memikirkan hal itu.
"Appa, tolong buatkan burung kertas"
Perkataan Taeoh seketika membuyarkan lamunan Jongin. Pria tan itu memang tengah menemani putranya bermain tapi tiba-tiba saja ia teringat kembali pertemuanya dengan Kyungsoo dan Sehun beberapa waktu yang lalu.
"Appa, kenapa bibi Kyungsoo tidak pernah datang ke sini lagi?"
Taeoh mulai berceloteh seraya memandang sang Ayah yang tengah sibuk membuat bentuk burung dari kertas lipat.
"Bibi Kyungsoo sedang sibuk sayang"Jongin membalas seraya mengacak rambut sang putra.
"Apa Taeoh rindu pada bibi Kyungsoo?"
Jongin bertanya setelah hening selama beberapa saat dan Taeoh hanya menanggapi pertanyaanya dengan anggukan lesu.
"Kalau begitu ayo ikut Appa"
Jongin beranjak seraya menggandeng lengan mungil Taeoh.
"Kita mau kemana Appa?"Taeoh menghentikan langkahnya, memastikan tujuan sang Ayah membawanya.
"Menemui bibi Kyungsoo"
"Jinjaa?"
Taeoh terlihat tak percaya dengan jawaban sang Ayah tapi Jongin langsung menyakinkanya dengan sebuah anggukan dan bocah lima tahun itu langsung melonjak senang bahkan ia langsung berlari mendahului sang Ayang yang memandangnya dengan senyuman lebar karena tingkah lucunya itu.
.
.
Kyungsoo berjalan sendirian menuju rumahnya, ia baru saja menyelesaikan rutinitasnya hari ini sebagai guru privat. Jika pulang menggunakan angkutan umum, Kyungsoo memang terbiasa berjalan kaki dari halte menuju ke rumahnya karena jaraknya tak terlalu jauh.
"Bibi Kyungsoo!"panggilan Taeoh menghentikan langkah Kyungsoo ketika gadis itu melalui taman yang berada tak jauh dari rumahnya.
"Taeoh, sedang apa kau di sini?"Kyungsoo yang kaget langsung menghampiri Taeoh.
"Kau baru pulang Kyung?"Jongin menyapa, menghentikan Kyungsoo yang hendak bertanya perihal keberadaan Taeoh di taman itu.
"Jongin, kenapa kalian ada di sini?"Kyungsoo bertanya, menyuarakan rasa penasarannya.
"Baekhyun bilang sekarang kau menjadi guru privat dan biasanya kau akan pulang di jam-jam sekarang ini jadi kami menunggumu di sini karena Taeoh ingin sekali bertemu denganmu"Jongin memberikan penjelasan.
Pria tan itu memang menanyakan tentang keberadaan Kyungsoo pada Baekhyun karena ia tak yakin Kyungsoo akan membalas pesan jika bertanya secara langsung tentang keberadaanya saat ini.
"Bibi ayo kita bermain"ajak Taeoh yang kini telah menggenggam tangan Kyungsoo.
"Taeoh mau bermain apa?"Kyungsoo bertanya dengan ucapan lembut seperti biasanya.
"Aku ingin bermain ayunan"
"Baiklah, ayo kita bermain ayunan"
Setelah meletakkan tasnya di bangku taman, Kyungsoo langsung menghampiri Taeoh yang sudah duduk manis di sebuah ayunan yang ada di taman bermain itu. Jongin menyungging senyum tipis sebelum pergi menuju mini market untuk membeli minuman dan beberapa cemilan.
Setelah lelah bermain ketiganya tampak duduk bersama di bangku taman dengan Taeoh berada di pangkuan Kyungsoo. Ketiganya asyik menyantap minuman dan cemilan yang di beli oleh Jongin beberapa saat yang lalu.
"Senang rasanya bisa menghabiskan waktu bersamamu lagi seperti ini"Jongin berucap lirih.
Kini Jongin hanya duduk bersama Kyungsoo karena Taeoh sibuk bermain mainan bubble yang di beli Jongin di mini market tadi.
"Aku juga senang"Kyungsoo membalas seadanya, jujur saja ia juga merasa sangat senang karena pertemuan tak terduga ini.
"Apa kau serius dengan dokter itu?"Jongin kembali berucap setelah keheningan melanda selama beberapa saat.
"Begitulah, Sehun orang yang baik jadi aku tak perlu berpikir terlalu lama untuk menerimanya menjadi pendampingku"Kyungsoo membalas dengan tatapan lurus ke depan.
Gadis mungil itu tak ingin bertemu tatap dengan netra hitam Jongin yang kini mengarah padanya, Kyungsoo tak ingin goyah lagi.
"Aku ikut senang karena kau mendapat orang yang baik sebagai pendampingmu"Jongin berucap lirih, entah kenapa tiba-tiba hatinya terasa perih saat ia mencoba mengucap kata bijak sebagai ungkapan bahagia untuk sahabatnya itu.
"Kau sendiri bagaimana? Kapan kau akan meresmikan hubunganmu dengan Haera?"Kyungsoo balik bertanya kini ia menatap Jongin yang telah mengalihkan pandangannya lurus ke depan.
"Kami belum menentukannya, mungkin masih lama karena sejak kejadian minggu lalu Taeoh menjadi sensitive jika aku menyebut tentang Haera"
"Bersabarlah Jongin, mungkin Taeoh butuh waktu untuk melupakan kejadian di restoran waktu itu"
"Appa! bublenya habis, ayo kita beli lagi"rengek Taeoh yang tiba-tiba menghampiri keduanya.
"Taeoh, sekarang sudah malam bagaimana kalau kita pulang? bibi Kyungsoo juga sudah lelah dan harus beristirahat sekarang"Jongin membujuk putranya, mengajaknya untuk pulang karena hari sudah malam.
"Tidak mau, aku masih ingin di sini dan bermain bubble! Ayo Appa kita beli bubble lagi"Taeoh mulai merajuk.
"Kalau Taeoh bermain bubble terus-menerus nanti bibir Taeoh akan sakit jadi main bubblenya besok lagi ya sayang"Kyungsoo mencoba membujuk.
"Benarkah? baiklah aku akan berhanti tapi ayo temani Taeoh main ayunan lagi bibi"Taeoh kembali menggandeng tangan Kyungsoo mengajaknya untuk kembali bermain ayunan.
"Sayang, bibi mau saja bermain ayunan lagi tapi ini sudah malam dan Taeoh harus tidur karena besok Taeoh kan harus sekolah"
Kyungsoo mengusap kepala Taeoh, bocah lima tahun itu memang sudah terlihat mengantuk tapi ia enggan mengakhiri kebersamaanya dengan Kyungsoo jadilah ia terus mengajak Kyungsoo untuk terus bermain.
"Bibi Kyungsoo benar sayang, besok kau harus sekolah jadi sekarang kita pulang ya"Jongin menambahkan.
Setelah melalui negosiasi yang cukup alot akhirnya Jongin dan Kyungsoo berhasil membujuk Taeoh untuk di ajak pulang. Bocah tampan itu sudah tak kuat menahan kantuk hingga begitu masuk mobil ia langsung tertidur.
"Aku pulang dulu ya Kyung, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk kami"
"Jangan berkata seperti itu Jongin, aku senang bisa bermain bersama kalian. Hati-hati di jalan"
Setelah melambaikan tangan, Jongin masuk ke mobilnya dan segera berlalu meninggalkan Kyungsoo yang masih memandang kepergiannya dengan senyum manis yang menghias bibir heartshapenya. Pertemuan yang singkat malam itu sangat berarti untuk ketiganya yang sama-sama memendam rindu selama ini.
Sekalipun berat, Jongin mencoba untuk menerima jika Kyungsoo saat ini sudah punya kehidupan sendiri. Kyungsoo berhak atas kebahagiaanya dan sebagai sahabat Jongin akan mendukungnya. Itulah yang ada di pikiran Jongin setelah pertemuannya dengan Kyungsoo malam itu.
Sedangkan Kyungsoo mencoba kembali meneguhkan hati, ia tak boleh goyah hanya karena sedikit perhatian dari Jongin. Kyungsoo tak akan menghianati Sehun yang masih setia menunggu cintanya.
.
.
Kaisoo in "Confession" by trie1288
.
.
Bulan berlalu musimpun berganti dan tanpa terasa tahun baru akan segera datang. Sebagian orang mulai sibuk dengan rencana liburan bersama keluarga maupun pasangan mereka. Begitu pula Kyungsoo yang kini tengah berada di bandara. Gadis mungil itu akan berlibur ke Hongkong bersama Sehun, mereka akan merayakan tahun baru dan juga makan malam bersama dengan keluarga besar Sehun yang memang menetap di Negara itu.
Kyungsoo dan Sehun sudah berubah status hubungan mereka dari teman dekat menjadi pasangan kekasih. Walaupun belum yakin sepenuhnya, tapi Kyungsoo mencoba untuk maju satu langkah lagi karena seiring waktu berlalu ia semakin nyaman saat bersama dengan pria bermarga Oh itu.
"Kyungsoo-ya bagaimana ini?"
Sehun menghampiri Kyungsoo dengan raut wajah panik setelah mendapat panggilan telfon beberapa saat yang lalu.
"Ada apa Sehun? Apa terjadi sesuatu?"
"Aku mendapat panggilan dari rumah sakit, mereka bilang ada pasien anak-anak korban kecelakaan yang membutuhkan pertolonganku. Saat ini Rumah sakit tempatku bekerja sedang kekurangan dokter karena beberapa saat yang lalu terjadi kecelakaan beruntun akibat jalanan yang licin karena badai salju semalam"
Sehun menyampaikan penjelasan sebelum kembali berkata "sepertinya kita harus menunda keberangkatan kita"
"Tak apa, masih belum terlambat untuk merayakan tahun baru di sana walaupun kita berangkat besok. Kembalilah ke rumah sakit, pasien itu pasti menunggumu saat ini"Kyungsoo membalas dengan ucapan lembut seperti biasanya.
"Aku akan mengantarmu pulang dulu dan langsung Rumah sakit setelah itu."
"Tidak perlu Sehun, aku bisa naik taksi jadi kau langsung ke rumah sakit lama saja. Terlalu lama jika kau harus mengantarku pulang terlebih dahulu"
"Tapi Kyung…"
"Pasien itu menunggumu Sehun, cepatlah pergi jangan terlalu banyak berpikir"
"Baiklah aku akan pergi sekarang, maafkan aku Kyungsoo."
"Tak perlu meminta maaf, kau harus mendahulukan kewajibanmu sebagai dokter."
Sehun langsung bergegas pergi setelah memberikan pelukan untuk Kyungsoo selama beberapa saat dan selepas kepergian Sehun, Kyungsoo juga mulai beranjak untuk meninggalkan bandara tapi sebelumnya ia telah mengatur ulang jadwal penerbangannya menjadi esok hari. Walaupun dengan proses yang lumayan berbelit tapi akhirnya Kyungsoo berhasil menukar jadwal penerbangannya.
Senyum menghias bibir hearthshape Kyungsoo selama perjalannya untuk pulang tapi sayangnya senyum itu tak bertahan lama karena gadis itu langsung menangis begitu mendapat sebuah panggilan telfon dari Baekhyun yang mengatakan jika saat ini Taeoh sedang berada di rumah sakit. Bocah lima tahun itu menjadi korban kecelakaan beberapa saat yang lalu dan sekarang ia sedang dalam kondisi kritis.
Kyungsoo langsung merubah tujuannya menuju ke rumah sakit dan sepanjang perjalanan ia terus menangis. Begitu sampai di rumah sakit Kyungsoo langsung berlari menuju ke ruang unit gawat darurat tapi sayangnya Taeoh sudah di pindahkan ke ruang operasi.
Kyungsoo yang kalut segera menghubungi Jongin, tapi sayang pria tan itu tak mengangkat panggilan darinya. Dengan air mata yang terus berlinang Kyungsoo mencoba untuk mencari ruang operasi sampai akhirnya ia menemukan sahabatnya yang tengah terduduk lemas di lantai yang ada di depan ruang operasi.
"Jongin!"Kyungsoo berseru seraya berlari mengampiri Jongin.
"Kyung, Taeoh…."pria tan itu tak dapat meneruskan perkataanya, ia langsung menghambur ke pelukan Kyungsoo untuk meluapkan sesak di dadanya dengan sebuah tangisan keras.
Jongin tak pernah menangis seperti saat itu, saat kepergian Ibunya ia hanya menitikkan air mata begitupun saat kepergian Hana tapi kali ini Jongin benar-benar tak dapat lagi menahan dirinya. Rasa takut, rasa bersalah dan penyesalan menyatu hingga membuat dadanya terasa sangat sesak.
Kyungsoo dan Jongin duduk berdampingan di sebuah bangku yang ada di depan kamar operasi, tangisan mereka sudah reda tapi keduanya tak saling bicara. Jongin lebih memilih menyembunyikan rasa khawatirnya dengan terus diam sedangkan Kyungsoo memilih untuk merapalkan doa di dalam hatinya agar operasi Taeoh berjalan dengan lancar.
Setelah menunggu selama 5 jam akhirnya operasi selesai, Jongin dan Kyungsoo langsung bersiap untuk menunggu sang dokter keluar dari ruang operasi.
"Dokter, bagaimana keadaan putraku? Apa dia baik-baik saja?"Jongin langsung memberondong sang dokter dengan pertanyaan.
"Operasinya berjalan dengan lancar hanya saja saat ini putramu masih dalam kondisi kritis, kita harus menunggu dengan terus berdoa untuk Taeoh agar ia bisa berjuang untuk melalui masa kritisnya dan bisa kembali bersama kita lagi"Sehun memberikan penjelasan.
Sesampainya di rumah sakit Sehun langsung kaget saat mendapati pasiennya yang ternyata adalah Taeoh. Ia ingin menghubungi Kyungsoo untuk memberitahu tapi keadaan tak memungkinkan karena ia harus segera bersiap untuk melakukan operasi.
"Sehun-aa, Taeoh akan baik-baik saja kan?"cicit Kyungsoo lirih, air mata kembali membasahi pipi chubbynya.
Tanpa menunggu Sehun langsung membawa Kyungsoo ke dalam pelukannya.
"Taeoh anak yang kuat, ia pasti bisa melalui semuanya"Sehun berucap seraya mengusap punggung Kyungsoo untuk menenangkan.
"Apa aku boleh melihat putraku?"Jongin bertanya, menginterupsi adegan romantis Kyungsoo dan Sehun.
"Tentu saja boleh, ia akan di pindahkan ke ruang rawat khusus dan kalian harus bergantian jika ingin melihatnya"Sehun membalas seraya melepaskan Kyungsoo dari pelukannya.
Sehun pamit untuk berganti pakaian dan kembali melakukan tugasnya sedangkan Jongin dan Kyungsoo menuju ruang rawat khusus untuk melihat Taeoh dengan di antar oleh seorang perawat.
Jongin tampak menarik nafas dalam sebelum masuk ke ruang rawat Taeoh. Bagaimanapun keadaanya Jongin akan berusaha menguatkan diri untuk tak menangis lagi. Tapi sayangnya, itu hanya niat semata karena sesampainya di dalam pria tan itu tak mampu lagi menahan air matanya saat melihat sang putra terbaring lemah tak berdaya dengan wajah pucat, mata terpejam rapat dan mulut yang tertutup alat bantu pernapasan.
"Maafkan Appa Taeoh, Appa tak bisa menjagamu"Jongin mulai berucap lirih.
"Berjuanglah sayang, kau anak Appa jadi kau pasti bisa melewati rasa sakit ini"
"Cepatlah bangun Taeoh, ijinkan Appa menebus semua kesalahan dan kelalaian yang telah Appa lakukan hingga membuatmu menjadi seperti ini"
Jongin terus mengajak sang putra untuk bicara seraya menggenggam jemari mungilnya, ia berharap putranya akan mendengar apa yang ia katakan saat ini agar bocah lima tahun itu bisa lekas membuka matanya.
Sementara itu Kyungsoo tengah duduk di bangku panjang yang ada di luar ruang rawat Taeoh untuk menunggu giliran menjenguk setelah Jongin selesai nanti.
"Sedang apa kau di sini?"Tanya Haera yang baru datang, gadis itu melayangkan tatapan tak suka pada Kyungsoo.
"Aku mau menjenguk Taeoh"Kyungsoo membalas singkat.
"Untuk apa kau menjenguk? Kau tidak puas telah membuat Taeoh menjadi seperti itu?"
"Apa maksudmu Haera? Kenapa kau berkata seperti itu?"kini mata bulat Kyungsoo menatap Haera, menuntut penjelasan atas tuduhan gadis itu.
"Taeoh mengalami kecelakaan karena mengejar seseorang yang mirip denganmu, ia terus memanggilmu tanpa menghiraukan panggilan dariku saat ada mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi saat di penyebarangan jalan"
"Mwo!"
Kyungsoo kaget dan shock mendengar cerita Haera, ia tak menyangka jika Taeoh begitu merindukannya sampai-sampai menganggap orang lain adalah dirinya. Kyungsoo mulai meyalahkan dirinya karena menurutnya apa yang di katakan Haera memang benar, secara tidak langsung dia lah penyebab kecelakaan yang di alami oleh Taeoh.
Butir air mata kembali membasahi pipi Kyungsoo dan tak lama kemudian isak tangispun kembali terdengar. Tanpa Kyungsoo tahu saat ini Haera tengah menyeriangi licik karena telah berhasil membuat Kyungsoo merasa bersalah.
"Apa kau puas sekarang? Tega-teganya kau melempar kesalahanmu pada orang lain?"Baekhyun tiba-tiba datang dan berkata dengan nada keras pada Haera.
Baekhyun memang sengaja menghentikan langkahnya saat melihat Haera tengah bersitegang dengan Kyungsoo beberapa saat yang lalu. Ia sengaja mencuri dengar apa yang mereka bicarakan dengan berdiri di balik pilar yang tak jauh dari keduanya.
"Siapa kau? Kenapa kau mencampuri urusan kami?"Haera bertanya dengan nada sarkas.
"Baek, Taeoh… aku telah membuatnya menjadi seperti itu"Kyungsoo berucap di sela isak tangisnya dan Baekhyun langsung menghampiri Kyungsoo dan memeluknya.
"Itu tidak benar Kyung, jangan dengarkan perkataannya. Aku adalah saksi kecelakaan yang menimpa Taeoh jadi aku tahu apa yang sebenarnya terjadi"Baekhyun berusaha untuk menenangkan Taeoh.
"Apa maksudmu Baek?"Kyungsoo menatap Baekhyun tak mengerti.
"Wanita ini yang mengajak Taeoh ke café tapi ia membiarkan Taeoh bermain sendiri karena ia asyik bergosip dengan teman-temannya. Aku hampir saja membawa Taeoh untuk pulang bersamaku tapi aku kehilangan anak itu saat meninggalkannya untuk membayar kopi yang aku beli, lalu tak lama kemudian terdengar suara keras dan jeritan orang-orang, saat aku menghampiri aku melihat Taeoh sudah tergeletak dengan tubuh dan kepala berlumuran darah"
Baekhyun memberikan penjelasan, ia memang ada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Begitu mendengar penjelasan sang sahabat, Kyungsoo langsung kembali memeluk Baekhyun untuk menyembunyikan tangis yang tak bisa ia bendung lagi.
"Itu tidak benar, aku mendengar sendiri Taeoh memanggil Kyungsoo pada wanita itu"Haera menyela.
"Kalau kau mendengar, harusnya kau mengejar dan menghentikan Taeoh bukan hanya melihat dan membiarkan anak itu meraskan sakit atas apa yang menimpanya!Kau bahkan menghampirinya setelah kecelakaan itu terjadi, pura-pura panik lalu melarikan diri tanpa menemaninya saat di bawa ke rumah sakit. Dimana otakmu hah!"Baekhyun tak bisa lagi menahan emosinya.
"Jangan asal bicara kau! Aku tidak seperti itu! saat itu aku takut dan panik jadi aku tak tahu harus berbuat apa!"Haera menanggapi dengan tak kalah emosi.
"Hentikan! Ini rumah sakit, kalian tak boleh bertengkar di sini"
Chanyeol yang baru datang langsung menengahi keduanya dan tepat saat itu Jongin keluar dari ruang rawat Taeoh. Tanpa disadari oleh semuanya sebenarnya Jongin sejak tadi telah mendengar perdebatan Haera dan Kyungsoo dan juga Baekhyun.
"Oppa bagaimana keadaan Taeoh? Apa dia sudah membaik?"Haera menghampiri Jongin dan bergelayut manja di lengannya.
"Jongin-aa ijinkan aku bertemu Taeoh sebentar saja, aku mohon"Kyungsoo menangkup kedua tangannya memohon pada Jongin agar mengijinkannya untuk menjenguk Taeoh.
"Aku juga ingin menjenguk Taeoh Oppa"Haera menyela, gadis itu tak mau kalah sepertinya.
"Masuklah Kyungsoo"Ucap Jongin lirih setelah menghela nafas saat mendengar perkataan Haera.
"Oppa harusnya aku dulu, aku kan calon istrimu"
Haera merajuk tak terima atas keputusan Jongin. Sementara Kyungsoo tak mau lagi membuang waktu, gadis mungil itu langsung bergegas masuk ke kamar rawat Taeoh.
"Ayo kita keluar Haera, ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu"
Jongin menarik lengan Haera untuk menjauh dari ruang rawat Taeoh tapi sebelumnya ia tampak menghampiri Chanyeol dan Baekhyun. Jongin meminta dua sahabatnya itu untuk tak meninggalkan Taeoh dan Kyungsoo sebelum ia kembali. Setelah keduanya mengiyakan Jongin bergegas pergi bersama Haera.
Kyungsoo menggenggam tangan Taeoh, gadis mungil itu terus menangis selama beberapa saat. Sekalipun Baekhyun telah menjelaskan semuanya tapi ia tetap merasa bersalah atas apa yang terjadi pada bocah lucu yang kini terbaring lemah tak berdaya.
"Sayang, ini Bibi Kyungsoo"Kyungsoo mulai berucap ketika tangisnya sudah mulai reda.
"Maafkan Bibi Taeoh, bibi sudah membuatmu sakit seperti ini"Kyungsoo terisak lagi.
"Bangunlah sayang, ayo kita bermain bersama lagi. Bibi janji tidak akan meninggalkanmu lagi"
Kyungsoo terus berbicara pada Taeoh di sela isak tangisnya. Seperti halnya Jongin, Kyungsoo juga berharap Taeoh bisa mendengar apa yang ia katakan.
.
.
Jongin dan Haera sudah ada di sebuah café yang terletak di seberang rumah sakit. Keduanya duduk berhadapan dengan dua gelas minuman hangat di depan mereka.
"Oppa, sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Kita sudah sejak tadi di sini, tapi kau hanya diam saja"Haera membuka pembicaraan setelah hampir 30 menit keduanya hanya duduk diam.
"Haera-ya, aku ingin mengakhiri hubungan kita sampai di sini"Jongin berucap setelah menarik nafas dalam.
"Mwo! Kenapa Oppa? Apa salahku sampai kau membuat keputusan sepert itu?"
"Kau tidak membuat kesalahan tapi kurasa hubungan kita memang tidak bisa di teruskan lagi, kau berhak mendapat orang yang lebih baik dariku."
"Aku tidak mau putus Oppa, Aku ingin menikah denganmu dan menjadi Ibu dari Taeoh. Aku janji akan memperbaiki sikapku, aku akan menjadi Ibu yang baik untuk Taeoh"Haera meraih tangan Jongin dan menggenggamnya erat.
"Trima kasih atas niatmu tapi maaf aku tak bisa bersamamu lagi Haera."Jongin melepaskan tangannya dari genggaman Haera.
"Kau jahat Oppa, ini tidak adil untukku!"Haera mulai terisak hingga membuat beberapa orang yang ada di café itu melihat ke arah keduanya.
"Aku benar-benar minta maaf Haera. Setulus hati aku terima kasih atas semua yang sudah kau lakukan untukku dan Taeoh selama ini, jaga dirimu baik-baik dan selamat tinggal."
Jongin beranjak dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan café tanpa memperdulikan Haera yang terus memanggilkan sambil menangis hingga cukup menyita perhatian banyak orang. Jongin tak perduli lagi, ia tak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.
Sejak acara makan malam beberapa bulan yang lalu, Jongin mulai ragu pada Haera. Gadis itu sempat membentak Taeoh hingga menangis tapi Jongin berusaha untuk bersabar dan berharap Haera bisa berubah tapi nyatanya gadis itu tak berubah. Bahkan kecelakaan ini mungkin salah satu usaha Haera untuk menyingkirkan Taeoh dari hubungan mereka.
Jongin merasa sangat bodoh, ia hampir kehilangan putranya hanya karena rasa suka sesaat pada sosok wanita yang mirip dengan Ibu dari Taeoh tapi kemiripan fisik bukanlah jaminan karena kenyataannya sifat mereka sangat jauh berbeda.
Tbc..
#HappyKaisooDay
Makasih banyak buat yang udah baca, follow,fav dan juga review...
Mian kalau masih banyak typo dan sampai jumpa di ending chap...
13 januari 2018
