.

.

Believe © Cyreela

KookV Fanfiction

[ BoysLove, Romance, Drama – T– MissTypos ]

.

.

Pagi itu Jungkook mengganggu Taehyung yang tengah mencuci piring kotor dengan memeluk longgar pinggangnya dan meletakan dagu di atas bahu kirinya.

"Menyingkir Kook,"

"Berikan dulu morning kissku," tawar Jungkook dilanjutkan dengan kekehan kecil.

"Tidak." Putus Taehyung cepat selagi membilas busa sabun.

Jungkook mengecup lembut leher si pirang, membuat yang bersangkutan berjengit kaget atas serangan tiba-tiba itu, "Apa kau masih marah padaku?" bisik Jungkook selagi melancarkan kecupan kupu-kupu berulang kali di leher sang kekasih untuk memancing reaksi lainnya.

Alih-alih menjawab langsung, Taehyung justru mencipratkan air ke wajah Jungkook. Mengakibatkan umpatan singkat dari mulut kotor si raven.

"Pergi sana."

"Kejam sekali," Jungkook mengeratkan pelukan lalu mendorong maju Taehyung sehingga pemuda yang lebih pendek dua senti terjebak di antara bak cuci piring dan tubuhnya. Seolah tidak memberikan akses bagi Taehyung untuk melarikan diri selagi dia memberikan pembelaan, "Aku kan sudah minta maaf, mentraktir pizza, dan menemanimu semalaman,"

Dengusan sombong terdengar jelas dari arah si pirang, "Aku sudah kebal dengan semua sogokanmu, Kook," ucapnya bangga sembari mematikan keran lalu secara main-main mencoba melepaskan diri dari pelukan erat Jungkook. "Demi Tuhan, menyingkir seka—"

Beep. Beep. Beep.

Itu suara ponsel Jungkook.

"...rang,"

Dalam satu kedipan, Taehyung mencelos kehilangan satu tangan Jungkook di pinggangnya dan dagu tajam di bahu kirinya. Kemudian dia merasakan lonjakan amarah begitu sudut matanya menangkap gerakan cepat Jungkook dalam menyembunyikan layar ponsel dari jangkauan pengelihatannya.

"Siapa?" tanya Taehyung tanpa minat. Terlampau yakin Jungkook akan memberikan jawaban palsu. Seperti yang biasa si raven lakukan seminggu belakangan.

"Mingyu." Jungkook menghela nafas pendek kemudian melepaskan pelukannya pada Taehyung, "Dia memintaku bertemu siang ini untuk membahas beberapa hal penting tentang naskah," ada jeda yang cukup panjang sebelum dia melanjutkan, "Tidak apa-apa kan?"

Taehyung dapat mendengar keraguan samar dalam suara Jungkook. Namun ini terlalu pagi bagi si pirang untuk menarik benang pertengkaran dengan sang kekasih. Jadi, Taehyung mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk menjawab riang pertanyaan Jungkook, "Tentu saja!"

Jungkook mencuri satu ciuman cepat dari bibir Taehyung, "Terimakasih, sayang," ucapnya senang sebelum berbalik dan melangkah pergi.

.

Sendirian di dapur yang sepi, Taehyung tertawa tanpa nada. Mentertawakan kebodohan dirinya sendiri dan keberanian Jungkook untuk berbohong tepat di telinganya.

.

-from : Jimin-

Aku hanya ingin mengingatkan kencan kita hari ini Kookie~

Jangan sampai terlambat!

Love U, xoxo —pukul 09.13

.

.

END/?

.

.

A/N :

Entah kenapa saya kesel sendiri sama Jungkook waktu nulis cerita ini #sad

.

OMAKE

.

"Hyung," panggil namja blonde setengah berbisik, "Kurasa aku melihat Jungkook mencium seorang yeoja cantik," suaranya terdengar semakin pelan dan ragu, "Tepat di bibir,"

Dengusan malas terdengar dari namja di sampingnya yang sibuk mengetik sesuatu di layar ponsel, "Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak, Park Jimin,"

Namja yang dipanggil Jimin merengut, "Aish, coba lihat dulu," ucapnya sembari menjepit dagu namja yang lebih tua dan mengarahkannya ke seberang jalan, "Bagaimana?"

"Oh."

.