Savages

Chapter 1 : Where Have You Been?

.

.

.

Kyuhyun's POV

Aku benar-benar bisa merasakan perbedaan antara di gurun pasir ini dan juga Salometh. Panas dan teriknya bukan main. Padahal saat ini aku sudah mengendarai Decode, tapi tetap saja hawa iklim yang tidak bersahabat masih bisa kurasakan. Beberapa menit lagi aku akan sampai melewati jalur lintas yang biasanya digunakan para Affluent. Mereka memang akhir-akhir ini dikabarkan sering berkeliaran di gurun pasir ini dan ternyata alasannya tidak lain karena baru-baru ini terbentuk sebuah golongan baru yang diberi nama Dregs.

Dregs adalah orang-orang miskin yang setidaknya lebih beruntung dari kami, atau mungkin sebaliknya. Mereka dianggap seorang budak oleh Affluent dan mereka ditempatkan pada sebuah tempat khusus di luar gurun pasir ini, tempat itu disebut dengan imitasi Colossium, tempat dimana para Dregs akan dibuat saling bertarung satu sama lain. Mereka harus bisa membunuh Dregs yang menjadi lawan mereka untuk bisa bertahan hidup.

Awalnya aku harus dibuat berpikir bahwa itu hanya kabar burung, tapi orang bangsat itu tiba-tiba saja muncul dihadapanku dan mengucapkan golongan tersebut dan lagi orang yang kucari selama lima tahun ternyata terdampar di sana. Siapa yang sangka orang yang kucari awalnya berada di golongan terelit, yaitu golongan Ministry, tapi saat ini berada di golongan terbawah.

Dalam jarak yang sedekat ini aku sudah bisa melihat kendaraan khusus milik Affluent yang melaju saling menyalib satu sama lain. Sudah saatnya untuk membuat Decodeku menjadi tidak terlihat. Bisa berbahaya jika kendaraan ini terlihat oleh mereka. Keberadaan Savages akan menjadi lebih terpojok lagi. Untung saja Decode dilengkapi dengan sistem penyamaran yang dimana body badannya bisa merekam dengan sempurna sekitarnya dan membuatnya bisa merefleksikan sehingga Decode ini nantinya akan terlihat seperti benda yang transparan. Hebat sekali, kan teknologi para Vigorous itu. Inilah kendaraan yang mereka gunakan dalam militer dan juga mematai-matai setiap golongan yang ada di sini, atau mungkin mereka malah sudah menjangkau Dovergeon.

Aku tidak perlu susah-susah untuk mencari dimana letak dari imitasi Colossium itu, tinggal mengikuti para Affluent itu aku sudah pasti bisa segera sampai di sana. Jarak menuju ke sana sepertinya cukup jauh karena ini sudah hampir 30 menit tapi aku sama sekali tidak bisa melihat imitasi Colossium yang dimaksud. mungkin inilah alasan yang membuat golongan baru ini susah untuk diendus oleh golongan lainnya.

Sudah terlihat. Aku bisa melihatnya. Akhirnya sampai juga di tempat para Dregs itu. Tempat itu benar-benar besar. Satu persatu kendaraan Affluent yang kuikuti perlahan berhenti saat sudah berada dari imitasi Colossium itu. Aku bisa melihat Affluent-Affluent itu yang mulai keluar dari mobil mereka dengan pakaian yang sangat elite dan mahal jika dibandingkan dengan baju yang kukenakan saat ini. Ini akan menjadi masalah besar. Mereka langsung akan tahu bahwa aku bukan berasal dari kalangan Affluent. Selain itu juga para Affluent itu keluar dari mobil mereka tanpa perlindungan sama sekali, itu artinya di sini mempunyai kubah yang sama dengan yang berada di Severginity. Aku tidak bisa membayangkan berapa banyak biaya yang mereka keluarkan untuk arena ini.

Saat ini aku harus bisa beradaptasi agar bisa terlihat seperti Affluent. Untung saja Decode ini dilengkapi juga dengan mesin yang berfungsi untuk memanipulasi penampilan pengendaranya. Benar-benar sangat lengkap untuk seorang Vigorous agar bisa menjadi agen mata-mata. Dalam waktu singkat penampilanku sudah benar-benar berubah. Bahkan wajahku. Tentu saja kemungkinan para Affluent itu masih mengingat dengan jelas wajah milikku. Aku jadi bisa melihat diriku lagi yang dulu saat masih berada di Affluent, benar-benar masa kejayaan yang kurindukan sekaligus kubenci karena keberadaan orang bangsat itu.

Aku mengubah penampilan kendaraanku agar sama dengan milik Affluent juga. Dengan percaya diri aku melangkah keluar. Tentu saja, walaupun aku Savages tapi tidak bisa dipungkiri aku masih memiliki aura seorang Affluent, lihat saja. Para wanita kini memandangku dengan tatapan kagum. Affluent akan tetap menjadi seorang Affluent sekalipun dia terbuang.

Dengan langkah yang mantap aku mengikuti Affluent lainnya. Mereka masuk lebih dalam kedalam imitasi Colossium itu, perlahan aku bisa melihat deretan bangku yang terbuat dari batu dan juga arena yang sangat besar. Bangunan ini benar-benar mirip dengan Colossium yang masih bertahan saat abad ke 23. Abad 24 benar-benar menghancurkan segala peninggalan yang sudah ada sampai ribuan tahun.

Bangku-bangku itu dengan cepat terpenuhi dengan berbagai macam Affluent-Affluent. Aku tidak menyangka bahwa kalangan Dregs ini mampu mengikat para Affluent sampai rela meninggalkan istana megah mereka demi melihat para Dregs yang bertarung untuk saling membunuh satu sama lain.

Saat aku duduk, terdengar suara seperti sebuah gong yang dipukul sebanyak tiga kali. Semua orang langsung menatap ke arah arena tersebut dan aku juga harus dibuat penasaran akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Di tengah arena itu tercipta dua lubang yang berbentuk persegi yang cukup besar ukurannya dari lubang itu muncul dua orang kandidat petarung. Tentu saja aku terkaget melihat kandidatnya karena salah satunya adalah Sungmin. Aku tidak menyangka apa yang dikatakan oleh laki-laki bansgsat itu benar adanya. Jebakan apa lagi yang ingin dia buat untukku?

Satu kandidat yang lain terlihat lebih tinggi dan berotot, aku tidak mengenalnya, tapi aku benar-benar takut jika seadainya kandidat itu akan membunuh Sungmin. Jelas aku takut. Sungmin memiliki tubuh yang sangat kecil. Benar-benar berbanding terbalik dengan kandidat itu. Aku menelan ludah. Semoga saat aku menonton pertandingan berdarah ini, Sungmin tidak akan terbunuh.

Dari sisi kanan Sungmin dan juga laki-laki jangkung itu, terbentuk sebuah lubang lagi dan dari lubang itu muncul sebuah meja. Di atas meja itu terdapat senjata untuk mereka. Mataku terbelak saat melihat senjata yang diperuntukkan untuk Sungmin. Ini benar-benar tidak adil. Sungmin hanya mendapatkan sebuah batang besi yang sangat rapuh jika dibandingkan dengan senjata laki-laki jangkung itu yang berupa sebuah mesin gergaji.

Tidak. Harapan Sungmin untuk menang benar-benar nol persen.

Suara gong itu kembali lagi bergema dan meja yang ada kembali menghilang. Sungmin dan juga laki-laki jangkung itu saling berlari ke arah satu sama lain.

Gerakan laki-laki jangkung itu cepat sekali jika dibandingkan dengan Sungmin, dalam waktu singkat dia sudah dapat membuat luka goresan pada tangan kanan sungmin, untungnya Sungmin memiliki gerak refleks yang bagus, tapi tidak sampai di sana serangan laki-laki jangkung itu berhenti. Dalam sekejap dia sudah ada di belakang Sungmin dan mengincar kepalanya. Sedikit saja Sungmin terlambat berbalik dan menahan gergaji itu dengan menggunakan sebatang besi miliknya, mungkin dia sudah terpotong menjadi dua.

Sungmin dengan kekuatannya mendorong gergaji milik laki-laki jangkung, saat laki-laki itu terdorong sedikit Sungmin melompat ke belakang menjauh darinya. Akh, sial. Kini satu-satunya pertahanan Sungmin yaitu sepotong besi itu sudah terbelah menjadi dua. Aku bisa mendengar beberapa teriakan senang dan beberapa teriakan kecewa. Teriakan menang tentu saja berasal dari kalangan Affluent yang bertaruh pada laki-laki jangkung itu dan selebihnya tentu saja bertaruh pada Sungmin.

Seharusnya Sungmin sudah kapok berlawanan dengan laki-laki itu, tapi yang ada kali ini Sungmin bergerak terlebih dahulu untuk menyerang laki-laki itu. Entah apa yang direncanakannya untuk mengalahkan laki-laki itu. Saat tinggal beberapa meter dari laki-laki itu Sungmin berhenti, tapi tanpa terduga kakinya bergerak untuk menggesek pasir yang ada di tanah. Tanah itu sontak saja berhamburan di udara. Aku harus memicingkan mataku untuk dapat melihat pergerakan dua orang itu dalam bayang-bayang mereka yang terlihat dari debu coklat yang tercipta.

Tiba-tiba saja semua penonton histeris saat salah satu sosok dari bayangan yang terpantulkan tampak tumbang, tapi aku sama sekali tidak bisa menebak siapa yang kalah di sana. Aku menelan ludahku sendiri penasaran siapa yang akhirnya akan keluar dari debu itu. Dan aku bisa melihat Sungmin keluar dari sana dengan wajah yang datar dan sedikit pendarahan pada kepalanya. Aku sama sekali tidak habis pikir apa yang menyebabkan Sungmin bisa menang, walaupun aku senang dialah yang keluar sebagai pemenangnya.

Akh, aku tahu sekarang. Laki-laki jangkung itu tadinya memiliki penglihatan yang sangat tajam yang diimbangi dengan gerakannya yang sengit, tapi dalam hal sekitarnya yang tertutup debu dimana-mana, laki-laki itu jadi tidak bisa memanfaatkan kelebihannya lagi dan Sungmin memanfaatkan hal tersebut untuk menjatuhkannya.

Mungkin ini perasaanku, tapi sepertinya lebih banyak orang yang bertaruh pada Sungmin, daripada laki-laki jangkung itu. Terbukti dari suara teriakan yang sangat nyaring dari sekitarku dan baru kuketahui bahwa Sungmin adalah Dregs terfavorite untuk kalangan Affluent karena dia selalu menang bahkan dia sampai mendapat julukan malaikat kematian bagi para Dregs dan juga Affluent yang ada.

Secara tiba-tiba paggung tempat aku dan juga para Affluent duduk bergerak turun. Tak lama kami tiba di bawah tanah dari imitasi Colossium itu. Aku bisa melihat panggung tempat kami duduk langsung berhadapan dengan penjara bawah tanah yang mengurung para Dregs yang saat ini belum turun ke arena permainan. Para Dregs itu memandang para Affluent dengan tatapan bengis dan marah. tentu saja. bahkan aku bisa merasakan dengan jelas apa yang terjadi pada mereka.

Laki-laki jangkung yang tadi melawan Sungmin kini sudah berada di dalam selnya kembali digiring keluar oleh para Vigorous yang bertugas di sini. Laki-laki itu digiring dengan paksa menuju tengah dari ruang bawah tanah itu. Dia paksa untuk duduk berlutut. Tangannya, kaki, mulut dan juga matanya terikat. Dua Vigorious berdiri tegap di sampingnya. Satunya memaksa laki-laki itu untuk menundukkan kepalanya sedangkan yang satunya lagi siap dengan sebuah kapak besar. Dalam beberapa. Detik kemudian aku bisa melihat kepala laki-laki itu yang sudah terpisah dari tubuhnya. Tidak ada rasa takut yang menyerbu ke bagian bangku penonton. Sepertinya mereka sudah terlalu biasa melihatnya bahkan sudah menunggu-nunggu bagian ini.

Ini pertama kalinya aku melihat pembunuhan langsung seperti ini. Rasanya perutku mual sekali.

Beberapa waktu kemudian para Vigorous itu menarik Savages malang itu keluar dari panggung tersebut. Seperti tidak terjadi apa-apa, aku melihat para Affluent lainnya yang mulai keluar dari bangku duduk mereka. Perlahan para Affluent itu menuju suatu tempat secara bersamaan. Akh mengikuti rombongan itu dan kami tiba di sebuah ruangan dengan kubah besar lainnya.

Yang kau bisa lihat saat ini hanyalah ruangan kecil bertrali yang saling bersampingan satu sama lain. Jangan lupa dengan semua para Dregs yang terkurung di sana. Mereka semua menatap para Affluent yang mulai mendekati mereka, seperti ingin mengamati dan mengira-ngira potensi bertarung dari setiap Dregs yang ada. Herannya aku sama sekali tidak melihat satupun Affluent yang berjalan menuju penjara milik Sungmin. Mungkin mereka sudah bosan melihat laki-laki itulah yang selalu memenangkan pertarungan.

Aku melihat adanya gua kecil lainnya. Secara perlahan aku mulai melepaskan diriku dari kalangan Affluent itu dan berjalan menuju gua tersebut. Sepertinya gua tersebut menghubungkan tempat ini dengan tempat lainnya. Mungkin saja itu adalah tempat penjara spesial milik Sungmin, tapi aku heran kenapa tidak ada yang berjaga di sana? Apa benar tidak masalah aku berjalan ke sana? Sepertinya lebih baik aku mengikuti instingku saja.

"Buat apa kau ingin kemari?" Suara itu terdengar berat dan juga menindas.

Aku tetap saja berperilaku dengan tenang. Dengan mengangkat dagunya dan memasang wajah angkuh, khas seorang Affluent aku berkata, "Aku punya alasan tersendiri. Vigorous semacammu tidak pantas untuk bertanya bahkan berbicara padaku." Tanpa mempedulikan reaksinya aku melangkah masuk ke dalam lorong tersebut. Aku terus menelusuri lorong itu sendirian dan akhirnya aku sampai di ujung lorong tersebut. Tepat seperti dugaanku, hanya ada satu penjara spesial yang tersembunyi di sini. Tentu saja milik Sungmin.

Sungmin tampak sedang tidur, tapi dia langsung terbangun ketika mendengarkan suara langkah kakiku yang semakin dekat dengan sel miliknya. Aku berdiri tepat dibeberapa senti dengannya, hanya terhalang oleh jeruji besi yang tipis. Tatapan mata itu beda dengan yang terakhir yang kuingat. Tidak ada tatapan lembut dan penuh cinta. Mata itu memiliki aura yang sekelam warna bola matanya. Kebencian, dendam, dan kesepian terpancar dari sana.

"Aku pikir tidak akan ada yang mengunjungiku di sini lagi." Jelas sekali Sungmin mengatakannya untuk mengejekku.

"Sudah berapa lama sampai akhirnya kau mendapat pengunjung seperti diriku lagi?" Aku berusaha untuk membuka percakapan bersahabat.

"Entahlah. Satu minggu, satu bulan, satu tahun, aku sudah tidak pernah menghitungnya lagi sama seperti berapa lama aku sudah tinggal di sini dan membunuh sesamaku." Aku tahu ucapan itu adalah hinaan tidak langsung yang ingin disampaikan Sungmin pada diriku yang saat ini menyamar menjadi seorang Affluent.

"Begitu,kah? Tapi aku tidak melihat kau terganggu dengan semua itu. Kau malah tampak menikmatinya di arena sana."

Sungmin tertawa keras. "Hahahaha… kau pikir siapa yang membuatku menjadi mesin pembunuh seperti itu? Semuanya tidak lain karena ulah kalian Affluent yang licik dan juga bangsat!"

"Lalu kau berpikir aku sama dengan mereka yang sudah menjebloskanmu di sini?"

Aku terkaget ketika Sungmin beranjak dari tempat tidurnya dan menghantam besi trali penjara miliknya. Kini kami menjadi lebih dekat dari sebelumnya. "Tentu saja. kalau tidak kenapa kau bisa berada di sini? Untuk menghilangkan rasa penatmu dengan melihat keganasan kami yang saling membunuh untuk mempertahankan nyawa kami sendiri, kan? Dan kalianlah para Affluent yang membuat kami menjadi sosok pembunuh yang menyeramkan!"

"Bagaimana jika kau benar-benar salah tentang diriku? Bahwa aku bukan sosok yang selama ini kau benci?" ucapku menantang.

"Yang benar saja. Yang bisa berada di sini hanyalah seorang Affluent dan itu artinya kau adalah sosok yang paling kebenci."

Aku tersenyum. "Sayangnya bukan hanya seorang Affluent yang bisa masuk ke sini. Aku buktinya karena aku adalah seorang Savages. Kalangan yang berada paling bawah dari semua sistem pemerintahan yang ada di Severginity."

Sungmin membulat ketika mendengarkan kata Savages terucap dari mulutku.

"Dan aku ada di sini untuk menjemputmu karena kau telah membeberkan perihal mengenai keberadaan kami. Kau akan ikut denganku kemanapun karena itulah perhitungan yang harus kuberikan padamu karena mencoba untuk menganggung kehidupan rakyatku yang sudah lama kujaga ."

Seringai mengerikan itu mulai kembali terukirkan di wajah tampan milik laki-laki rambut ikal itu. Rautnya mengintimidasi mengatakan jika dia memang adalah orang yang berkuasa dan semua orang harus patut untuk takut padanya.

.

.

.

TBC

.

.

.

A/N : Berikut ini ada beberapa penjelasan dari golongan-golongan yang ada, diurutkan dari yang paling berkuasa sampai yang paling rendah.

Ministry : Orang-orang yang berada di golongan ini adalah orang yang paling berkuasa karena bergerak di bidang pemerintahan yang mengatur seluruh sistem perekonomian, hukum, dll yang ada di Severginity.

Affluent : Golongan orang kaya atau bangsawan. Mereka tidak kalah berkuasanya dengan Ministry dan juga mereka adalah orang yang lebih terkenal dari Ministry yang kebanyakan bergerak di belakang layar. Jelas, kebanyakan dari mereka pengusaha sukses dan juga artis.

Cunning : Mereka yang berada di golongan ini adalah orang jenius, mereka adalah ilmuan-ilmuan yang bertugas untuk menciptakan senjata-senjata, melakukan percobaan agar militer Severginity tidak kalah dari Dovergeon yang merupakan negara besar lainnya yang berada di benua lain yang telah menjadi musuh dari Severginity selama berpuluh-puluh tahun.

Middling : Kaum biasa yang posisinya aman dibandingkan golongan yang lainnya. Golongan dengan jumlah terbesar dari tujuh golongan yang ada.

Vigorous : Mereka adalah tentara militer. Mereka dipilih dengan sangat ketat. Kekuatan fisik dan juga kekerasan selalu ada di dalam kamus mereka. Selain itu mereka juga adalah polisi untuk menjaga ketentraman di Severginity dan juga menjadi agen mata-mata untuk menjatuhkan Dovergeon.

Slattern : Golongan yang isinya kriminal-kriminal yang dibenci oleh semua golongan. Mereka licik dan tidak bisa dipercaya. Bekerja hanya untuk uang, tidak peduli jika mereka harus melakukan cara selicik dan sesadis apapun untuk menyelesaikan permintaan client hanya untuk sekopor uang. Transaksi illegal dan Underworld adalah tempat mereka.

Dregs : Golongan yang baru-baru ini tercipta. Mereka dianggap seorang budak oleh Affluent dan mereka ditempatkan pada sebuah tempat khusus di luar gurun pasir ini, tempat itu disebut dengan imitasi Colossium, tempat dimana para Dregs akan dibuat saling bertarung satu sama lain. Mereka harus bisa membunuh Dregs yang menjadi lawan mereka untuk bisa bertahan hidup.

Savages : Kaum terbuang, liar, dan hina. Mereka sebenarnya berada di luar kasta. mereka bukan sebuah golonngan, tapi karena jumlah mereka yang besar, mereka seperti sebuah golongan yang tidak diakui. Mereka tinggal diluar tembok pelindung, tidak termasuk dalam kekuasan Severginity dan negara manapun. Saat ini dengan ajaib mereka mempunyai sebuah tempat tinggal yang mereka namakan Salometh. Raja merekalah yang menemukan surga itu di tengah gurun pasir yang mematikan ini.

Terima kasih sudah bersedia membaca dan mereview Silahkan memberikan saran dan kritik pada review kalian semua ;)