GARA-GARA PISANG (?)
Oleh
Vanilla Sky
Wayang
Kelinci Gembul
Beruang Cokelat
Dkk
Genre
Comedy; Friendship; Romance
Rated
Ini aman, yakin!
…
"POKOKNYA BENCI, HYUNG!"
Tae Hyung hanya mengelus dada ketika kalimat terakhir Jung Kook menohok hatinya—sebelum si kelinci manis itu pergi meninggalkannya sendirian. Dan itu artinya, Jung Kook akan mogok berbicara padanya, mogok merajuk, dan mogok … TIDAK!
Setelah Jung Kook membanting kasar pintu kamar yang ditempati bersama Nam Joon, dan semua anggota memastikan jika si bungsu tidak akan keluar lagi, mereka berlima lalu menghampiri Tae Hyung yang saat ini tengah duduk dengan menopang dagu menggunakan tangan kiri.
"Tae Hyung, sebenarnya apa yang terjadi?" itu Seok Jin yang bertanya. Yang lain tidak ada yang berani, sebab, Tae Hyung juga sama saja tabiatnya dengan Jung Kook jika sedang marah. Menyeramkan.
"Ini semua gara-gara pisang."
"HUH?"
"Pisang, maksudmu pisang…"
Belum juga Ho Seok melanjutkan ucapannya, Tae Hyung sudah memotong perkataan Ho Seok. "Memangnya ada berapa pisang yang aku bicarakan di sini, Seok Hyung?"
Kelima anggota lain semakin panas dingin mendengar penjelasan Tae Hyung. Memang apa yang salah dengan pisang?
"Aku tidak sengaja membuat bokong Jung Kook memar. Ini semua karena pisangku."
Ya Tuhan, sebenarnya Tae Hyung dan Jung Kook melakukan apa di Busan? Bokong, salep, dan sekarang pisang. Kenapa semakin ambigu?
Ji Min mendekati Yoon Gi, lantas berbisik pada pinguin galak kesayangannya itu. "Hyung, aku yakin jika kelinci gembul dan beruang cokelat kita pasti sudah melakukan yang 'iya-iya' di Busan."
Yoon Gi kali ini mengangguk. "Aku pikir juga begitu, Jim. Pisang Tae Hyung pasti sudah menyakiti bokong Jung Kook. Kasihan sekali kelinci kesayanganku," timpal Yoon Gi dengan wajah sok mendramatisir.
Nam Joon kemudian menghampiri Tae Hyung, duduk di samping adiknya yang tengah frustrasi. "Kupikir malam ini kau perlu menyelesaikan masalahmu dengan Jung Kook. Aku akan bertukar kamar denganmu."
Tae Hyung menoleh, menatap Nam Joon tak percaya. "Hyung, apa kau baik-baik saja?"
Nam Joon menunjuk dirinya sendiri. "Aku … memangnya aku kenapa?"
"Biasanya kau itu pelit, kau juga tidak pernah mengizinkan orang lain mengganggu tempat semedimu."
Nam Joon hampir saja memukul kepala Tae Hyung jika Seok Jin tidak menepuk bahu dan sedikit meremasnya.
"Ada beberapa hal yang harus kau ingat, Kim Tae Hyung. Jangan sentuh tempat tidurku, jangan melakukan hal aneh dan meninggalkan noda apa pun di sana. Jika sampai kau melakukan itu di atas tempat tidurku, kugantung terbalik kau!"
Tae Hyung mengedipkan matanya, berusaha mencerna ucapan Nam Joon yang entah ke arah mana. Tae Hyung, kan, hanya ingin meminta maaf pada Jung Kook. Memangnya ia mau melakukan apa sampai mengotori tempat tidur? Para Hyung-nya itu kenapa sih?
"Semoga berhasil, Tae Hyung. Tolong jinakkan kelinci gembul itu, atau kau yang akan kami kuliti," itu Ji Min yang berbicara sebelum menyeret Ho Seok dan Nam Joon ke kamar.
"Cepat selesaikan pertengkaran kalian tentang bokong, salep, dan pisangmu itu." Yoon Gi mengusap kepala Tae Hyung sebelum pergi.
"Jangan membuat kegaduhan, Kim Tae Hyung!" yang terakhir berteriak adalah Kim Seok Jin.
[TBC]
P.S : Kesalahan bukan berasal dari cerita yang Vanilla tulis, melainkan itu datangnya dari imajinasi liar, sayang-sayangku :D #waspadalah
Makasih banyak sebelumnya buat teman-teman yang sudah meluangkan waktu membaca, sekaligus mereview cerita yang Vanilla buat. Semoga gak semakin ambigu ya lanjutannya, hehehe
Oh iya, insyaallah yang nanyain FF Here I Am lanjut apa nggaknya, Vanilla bakalan tetep lanjut kok. Kapal TaeKook bakalan berlayar kembali selama ide, dan waktu buat bikin ffnya ada :D Makasih banyak karena masih ingat sama Ff itu. Untuk Closer, Hold My Hand, kemungkinan akan discountinue dikarenakan beberapa alasan yang mengharuskan Vanilla sama author lainnya gak lanjutin, mohon maaf :'((
Sampai jumpa di cerita selanjutnya yang lebih ambigu :D :*
