"Keluar dari kamar putrimu dengan rambut basah"

"Apa yang kau lakukan, Hyung"

"Sehun, Jongin"

Nada mengintimidasi itu mengejutkan Chanyeol yang baru saja menutup pintu kamar putri tirinya. 2 laki-laki dengan warna kulit berbeda, tengah mengamati dirinya dengan sudut bibir yang di sunggingkan dengan kedua tangan berada di dada. Seolah menyudutkan Chanyeol.

"Tentu saja berbicara dengan putri ku agar kami semakin dekat" Yang paling putih mengangkat satu alisnya. Masuk akal juga jawaban Chanyeol tapi setengah hatinya merasa ada yang tidak beres. Masalahnya, Hyungnya itu pria kelewat mesum yang sialnya menurun pada mereka berdua.

Pernah saat itu 2 adiknya memergoki Chanyeol yang tengah mencumbu Irene, sepupunya yang cantik dan centil itu. Sungguh gila pikir mereka.

Jika saja mereka tau bahwa Chanyeol baru saja bersetubuh dengan putrinya sendiri, mungkin 2 orang lebih muda darinya itu kejang di tempat.

"Kau berenang dengan putrimu?" Pertanyaan yang membuat Chanyeol ingin tertawa dan juga ingin merutuki mulut adiknya itu yang cerewet sekali.

"Berenang bersama putri ku tidak masalah bukan, Sehun" Chanyeol menjawab pertanyaan Sehun-yang paling putih-dengan santai tanpa menimbulkan kecurigaan pada kedua adiknya.

"Lalu kenapa kalian baru pulang selarut ini?" Berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Biasanya kami pulang semalam ini, ku ingatkan jika kau lupa, Hyung" itu Jongin. Park ke-3

Benar. Chanyeol terlihat sangat bodoh saat ini. Ia berdeham untuk menghilangkan kecanggungan yang ia buat sendiri.

"Aku ingin berkenalan dengan keponakan ku Hyung"

"Tidak diizinkan. Putri ku sudah tidur. Kalian tidak boleh mengganggu" Tentu saja Chanyeol tidak akan membiarkan kedua adiknya bertemu Baekhyun sekarang. Bisa-bisa Sehun dan Jongin mendapati hickey di leher putih Baekhyun.

"Begitukah?" Chanyeol mengangguk mantap.

"Baiklah. Kita bisa bertemu besok"

Dan Chanyeol berdoa dalam hati semoga Baekhyun dapat menutupi hickey di musim panas ini tanpa baju tertutup. Malang sekali putrinya.

"Selamat malam Hyung" Ucap Sehun dan Jongin bersamaan dengan masuknya mereka kedalam kamar masing-masing.

Chanyeol mendesah lega. Ia berjalan kekamar dan mendapati sang istri yang sudah terlelap. Seolah tidak merasa bersalah, Chanyeol turut berbaring di sampingnya, memunggungi dan menarik selimut.

Baekhyun bangun pagi sekali akhir pekan ini di rumah barunya. Ia berendam dengan air hangat tadi pagi sekali untuk mengurangi rasa pegal di seluruh badan karena kegiatan semalam bersama Daddy nya.

Daddynya itu perkasa. Baekhyun terkikik dalam hati mengingat betapa panasnya kegiatan semalam.

Dapur adalah tujuan pertama. Terdapat 2 orang maid yang sibuk menyiapkan hidangan untuk sarapan nanti. Baekhyun mendekati mereka yang setelahnya menunduk karena kedatangan putri dari majikannya.

"Aku bantu ya"

"Tidak usah Eonnie. Nanti Tuan marah" itu Kyungsoo. Baekhyun merengut tidak suka. Dia 'kan ingin ikut memasak. Baekhyun sangat suka memasak.

"Mereka juga harus mencicipi masakanku. Pliss" Baekhyun memohon dengan mata puppynya yang membuat siapapun luluh. Dan benar sekali, Kyungsoo membiarkan Baekhyun memasak Sup ikan, Sementara Kyungsoo sibuk membuat pancake, dan maid satunya membuat bulgogi.

Baekhyun memotong sayuran dan ikannya dengan penuh suka cita. Ia akan membuat Sup ikannya menjadi lebih istimewa untuk keluarga barunya.

"Baekhyun, apa yang kau lakukan?" Baekhyun berjengit mendapati suara baritone lelaki di depannya.

Memakai T-Shirt dan celana Trainning dengan garis putih 3 di sisi kanan dan kiri. Tampan sekali jidatnya terekspos dengan jelas.

"Kenapa kalian membiarkan putriku mengerjakan pekerjaan kalian? Kalian pikir aku membayarmu untuk apa?!" nada itu terdengar marah dan dingin. Baekhyun baru tau seperti ini jika Daddy nya marah. Seram dan sexy.

Baekhyun menggigit bibirnya melihat tatapan tajam yang di berikan kepada 2 maid yang bergetar takut dan menunduk. Ini salahnya. Lagipula, kenapa Daddynya itu sangat berlebihan sekali hanya karena ia ikut memasak.

Baekhyun meletakkan pisaunya dan berjalan menuju Daddy yang masih menatap tajam 2 maid yang masih menunduk ketakutan. Baekhyun mengusap bahu Chanyeol dengan lembut dan membawa Chanyeol ke sofa ruang keluarga.

"Apa mereka yang memerintahkanmu?" Tanya Chanyeol dengan lembut menatap manik Baekhyun.

"Tidak Dad. Aku yang meminta. Jangan marahi mereka" Baekhyun mengusap dada Chanyeol.

"Biarkan mereka yang melakukan. Sudah tugas mereka untuk melayani keluarga ini, sayang" Chanyeol mengusap rambut Baekhyun dengan penuh kasih sayang.

"Aku hanya ingin membuat masakan spesial untuk keluarga baru ku. Kalian harus mencoba masakanku"

Chanyeol paham sekarang "Baiklah. Apapun untukmu" pria itu memagut bibir Baekhyun dengan perlahan. Menghisap dan melumat hampir 1 menit sampai Baekhyun mendorong pelan dada Chanyeol.

"Aku tidak ingin ada yang melihat, Dad" Baekhyun mengusap bibir tebal Chanyeol yang basah karna saliva "Sekarang Daddy duduk di meja makan dan aku akan menyelesaikan masakanku"

"Kau sexy saat marah" Baekhyun berbisik tepat di telinga Chanyeol dan menggigitnya "Gemas sekali" dan membuat Chanyeol mengerang kesakitan. Baekhyun mengulum senyum dan dengan sengaja memberi sentuhan pada kejantanan lemas berbalut kain membuatnya menggembung dengan cepat.

Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol ke meja makan dan mendudukkan tubuh Daddynya di kursi ujung tak lupa terkikik ketika melihat Chanyeol mengerang sekali lagi karena ereksi. Ingatkan Chanyeol untuk menyetubuhi putrinya nanti karena berani mengerjainya.

Baekhyun kembali menuju dapur dan menyelesaikan masakannya dengan serius. Chanyeol memperhatikan gerak gerik Baekhyun yang sesekali akan menggerling nakal padanya.

Ah! Chanyeol ingat. Dimana hickeynya? Chanyeol tidak melihat satupun di leher Baekhyun. Pasalnya Baekhyun hanya menggunakan camisol berbahan satin yang memiliki belahan dada rendah. Putrinya itu memang sangat menggoda hormon kelelakian Chanyeol. Dan membuatnya harus menutupi pusatnya dengan tangan.

Tiffany-Ibu Baekhyun baru saja keluar dari ruang berbentuk persegi yang mengantarnya turun ke lantai 1. Langkahnya yang anggun menapaki ubin dengan high heels cream yang membungkus kaki indahnya. Ia menyempatkan mencium bibir suaminya, kemudian melangkah menuju dapur menyapa putri semata wayangnya yang sedang berkutat dengan masakannya. Membantu Baekhyun membawa kopi dan minuman lainnya untuk pendamping menu sarapan mereka hari ini ke meja makan.

"Oh! Inikah keponakanku, Hyung?" Baekhyun mengernyit menatap lelaki yang baru saja turun dari tangga. Tampan dan berkulit sedikit gelap dari Chanyeol. Ia tau bahwa lelaki itu adalah adik ayahnya, hanya saja ia tidak tau siapa namanya. Sehun atau Jongin? Kyungsoo tidak mengatakan ciri-cirinya.

"Senang memiliki keponakan cantik seperti mu, Adik manis" Baekhyun mengerucutkan bibirnya mendengar penuturan lelaki berkulit paling putih dari ketiganya. Baekhyun itu sudah besar dan lebih tua dari mereka. Tapi kenapa mereka memanggilnya 'Adik manis'.

Baekhyun duduk di sebelah Mom, sementara Jongin di hadapan Mom dan Sehun di hadapan Baekhyun "Maaf paman, tapi umurku 25 tahun dan lebih tua dari kalian. Kurasa sebutan 'paman' pun tidak pantas untuk kalian"

Terdengar sarkas memang. Baekhyun hanya tersinggung dengan kata-kata 'Adik Manis'. Bukankah untuk kesan pertama, itu tidak sopan. Setidaknya panggil dia Nona.

Jongin dan Sehun melebarkan mulutnya saat mengetahui umur Baekhyun. Bagaimana bisa wanita berbadan mungil dengan wajah manis itu sudah 25 tahun? Bahkan Sehun sempat mengira bahwa Baekhyun masih 17 tahun sehingga dia memanggilnya dengan 'Adik manis' oh itu sangat memalukan.

"O-oke. Maafkan kami, Nuna. Kami tidak tau"

"Jadi siapa nama kalian, tampan" Baekhyun memandang keduanya dengan senyuman. Dan sedikit melirik ke arah Chanyeol yang juga memperhatikannya dengan wajah tersiksa menahan ereksinya.

"Namaku Park Sehun. Aku bungsu" Baekhyun memandang wajah Sehun. Garis rahang tegas yang hampir menyerupai Chanyeol, memiliki hidung paling mancung dari ketiganya, bibir kecil yang tipis, dan yang paling penting tampan dan paling putih dari ketigannya. Oh jangan lupakan dada bidangnya yang membuatnya ingin menenggelamkan wajahnya di sana.

Dan bagaimana benda di bawah sana? kata orang, pria berhidung besar tidak menutup kemungkinan bahwa di bawah sana juga besar. Apa sebesar penis Chanyeol? Astaga.

"Lalu kau?" Baekhyun menunjuk Jongin.

"Aku Park Jongin. Ketiga dari 4 bersaudara" Tatapannya memikat, bibir tebal yang sexy, tampan dan memiliki kulit yang eksotis, lekukan tubuhnya membuat siapapun jatuh cinta dan ingin di tiduri. Gen keluarga Park memang tidak main-main. Tidak ada yang gagal dalam pembuatan. Mereka semua sempurna. Hanya saja satu orang belum Baekhyun temui. Kris. Apa dia setampan Chanyeol?

"err... namamu Nuna?" Baekhyun hampir lupa memberitahu namanya hanya karena memikirkan Gen Keluarga Park yang terlampau sempurna.

"Byun Baekhyun. Baik-baiklah dengan ku, hm" Baekhyun tersenyum menampilkan eyesmile yang menurun dari Tiffany "ngomong-ngomong, rapi sekali, Mom mau kemana?"

"Birthday Party bibi Taeyeon. Kau ingat?"

"Sepagi ini?"

"Sore nanti. Acaranya di Jeju, jadi Mommy harus terbang pagi ini. Mommy menginap di sana 1 hari. Kau jaga diri baik-baik. Jangan sampai merepotkan Daddy dan pamanmu" Baekhyun mengangguk sebagai anak yang patuh kepada orang tuanya. Dalam hati ia senang karena dapat memonopoli Ayahnya seharian. Jahat sekali. Tapi memang itu yang Baekhyun inginkan setelah melewati malam panas. Kecanduan

Maafkan Baekhyun, Mom

"Kau pun jaga diri baik-baik, sayang. Jangan meminum banyak alkohol" Chanyeol memperingatkan pada Tiffany dan di angguki oleh istrinya.

"Cobalah Sup ikan ini. Hasil masakanku" Baekhyun memberikan sup ikan ke mangkuk yang sudah Baekhyun siapkan untuk mereka semua. Baekhyun menatap berbinar satu persatu orang yang sedang mencicipi masakannya.

"Ini sangat enak. Aku ingin lagi"

"Benarkah? Aku akan mengambilkan banyak untuk mangkukmu, Jongin-ah"

"Ambilkan yang banyak untukku juga, Nuna"

"Oh tentu, Sehun-ah"

Baekhyun tersenyum senang mendapati mereka suka dengan masakan yang ia buat lebih istimewa itu. Ia mengambilkan banyak pada mangkuk Sehun dan Jongin yang langsung di lahap semangat oleh mereka berdua.

"Mom dan Dad mau juga?" Tanya Baekhyun pada kedua orang tuanya.

"Tentu, sayang" itu daddynya. Baekhyun memberikan semangkuk penuh untuk Daddynya yang menggairahkan.

"Mommy juga. Dari mana kau belajar memasak seenak ini, sayang" Mom membelai rambut Baekhyun dengan lembut. Merasa bangga dengan anaknya.

"Aku mencoba memasak sendiri, Mom"

Dan setelah itu mereka memakan sarapan dengan gembira dan sesekali tertawa karena sebuah candaan. Benar-benar keluarga yang bahagia.

Setelah mengantar Mommy ke depan, Baekhyun kembali ke dalam rumah. Chanyeol mengantar Tiffany sampai bandara, ngomong-ngomong.

Baekhyun menaiki tangga yang menghubungkan ke lantai 2. Pintunya ia buka, berbagai macam alat fitnes tersedia disana. Gym di dalam rumah. Baekhyun semakin menyukai rumah ini.

"Nuna"

Baekhyun mencari sumber suara. Ternyata sesosok lelaki tampan bernama Sehun sedang duduk di pojok ruangan. Baekhyun menghampiri Sehun "Sendirian?" Tanya Baekhyun

"Ya. Jongin kembali ke kamar. Tidur" Sehun dan Baekhyun tertawa. Jongin itu hobi tidur selain menonton film dewasa. Itu yang Sehun katakan saat di meja makan tadi "Mau pergi jalan-jalan?"

"Kemana?" Tanya Baekhyun

"Mall?"

"call. Aku akan berganti pakaian" Baekhyun berlari menuju kamarnya meninggalkan Sehun yang masih duduk dan tersenyum. Kemudian ia bangkit meninggalkan tempat gym untuk pergi ke kamarnya juga.

Pilihannya jatuh pada crop tee hitam ketat dengan tali bahu yang kecil, celana pendek hitam dan di padukan outer berwarna abu dengan motif floral berbahan chifon sepanjang lutut dan berlengan panjang. Rambut merahnya ia biarkan tergerai dengan gelombang ringan yang ia buat tadi. Tas bermerk prada berwarna hitam tersampir di bahu kanan Baekhyun hingga pinggang. Ankle Boot hitam menghiasi kakinya. Ditambah make up tipis. Setelah di rasa sempurna, baru ia menemui Sehun. Mengetuk pintu kamar si bungsu dengan semangat dan pintu terbuka di sambut sosok tampan dengan T-shirt oversize maroon dan celana jeans serta topi hitam yang sudah terpasang di kepalanya.

"Sudah siap? Mari kita pergi" Sehun menggandeng lengan Baekhyun dan menuju elevator di samping kamarnya. Tak lama, mereka sampai di Basement yang terdapat berbagai macam type mobil. Sehun membawa Baekhyun memasuki mobil sedan berwarna hitam. Baekhyun sempat mengira bahwa basement adalah showroom.

Mobil Sehun mulai berjalan keluar menuju gerbang yang sudah terbuka otomatis karena sensor. Tak ada pembicaraan selama perjalanan berlangsung hingga sampai di Mall. Sehun berjalan berdampingan di sisi kiri Baekhyun. Sesekali merangkul Baekhyun dan...menciumnya di depan umum.

Baekhyun sempat tidak dapat menahan gairah saat lunak Sehun menyentuh bibirnya dengan lembut. Jika saja mereka di tempat sepi, mungkin Baekhyun sudah menjamah tubuh Sehun. Untuk saat ini Baekhyun bisa bersabar karena ini adalah tempat umum.

Setelah mendapat 5 paperbag besar dari beberapa store, kini mereka berjalan tak tentu arah mengelilingi Mall dan bergurau adalah hal penting untuk mengurangi rasa canggung.

"Sehun! Sehun!" Baekhyun berhenti dan memanggil Sehun yang masih berjalan di depannya.

"Ada apa, nuna?" Sehun kembali di samping Baekhyun. Wanita itu memandang ke arah toko pakaian dalam yang menarik perhatiannya. Baekhyun pikir, ia akan menambah koleksi lingerie.

"Aku mau kesana. Kau mau ikut atau mau menungguku di starbucks?" Baekhyun pikir pria tidak akan mau menemani wanita berbelanja pakaian dalam yang tentu saja di dalam sana hanya ada pakaian dalam wanita. Itupun untuk pria dengan gengsi yang tinggi.

"Aku ikut, Nuna" Oke. Pengecualian untuk Sehunnie yang tampan.

Biasanya wanita identik dengan discount menggiurkan serta keraguan ketika menemukan pakaian yang lebih bagus dari pilihan sebelumnya membuat mereka lama berada di dalam.

"Lebih bagus yang mana, Sehun?" Baekhyun membawa 2 lingerie berwarna Hitam dan pink. Masing-masing memiliki karakter yang berbeda.

"Apapun yang kau pakai bagus, Nuna"

Lelaki adalah pembual yang manis. Bagaimana Sehun bisa mengatakan ia akan bagus dengan apapun, sementara Sehun tidak pernah melihat Baekhyun menggunakan lingerie. Kalau sudah seperti ini, Baekhyun memilih untuk tidak menanyakan kembali pada Sehun.

Baekhyun mengambil semua yang ia pegang dan yang menarik minatnya kedalam keranjang belanjaan, kemudian membawanya menuju kasir. Saat Baekhyun akan membayar, Sehun lebih dulu memberi Black Card untuk membayar belanjaan Baekhyun. Lagi. Sudah keenam kalinya dan total dari semuanya sudah jutaan. Sebaik apa pria ini.

"Sehun, ini sudah ke-enam kalinya. Seharusnya tidak perlu berlebihan seperti ini. Kau lebih membutuhkan uang itu"

"Tidak apa. Anggap saja hadiah karena kau sudah bergabung dengan keluarga Park"

"Okey. Terimakasih. Kita pulang sekarang dan aku akan memasakan makanan spesial yang kedua untuk keluarga baruku"

3 jam perjalanan yang Chanyeol lalui mulai dari berangkat menuju bandara dan kembali lagi kerumah cukup membuatnya lelah.

Beruntung ini adalah hari libur, sehingga Chanyeol dapat beristirahat seharian dengan putrinya yang cantik dan sexy itu.

Ngomong-ngomong soal hari libur, dimana orang-orang? hanya ada beberapa maid yang ada di dalam untuk membersihkan rumah. Dimana Jongin? Dimana Sehun? Biasanya di hari libur, 2 adiknya itu akan menghabiskan waktu bermain PS atau bermain di game center di lantai 5. Lalu di mana Baekhyun? kenapa tidak izin jika akan keluar rumah?

"Kau sudah pulang, hyung?" Itu Jongin. Satu adiknya berada di rumah dengan rambut berantakan, serta muka kusut khas orang bangun tidur.

"Ya. Dimana Sehun dan Baekhyun?" Chanyeol duduk memperhatikan Jongin yang melangkah mendekati sofa yang di duduki Chanyeol setelah membawa segelas air minum.

Jongin mendudukan pantatnya di samping Chanyeol dan menghidupkan TV di depannya menampilkan sebuah acara musik "Tidak tau. Aku baru saja bangun"

Chanyeol mendengus. Adiknya ini memang hobi tidur. Dimana pun dan kapanpun, Jongin akan tidur.

Kemudian terdengar suara tawa dari ruang tamu yang semakin lama semakin mendekat. Baekhyun dan Sehun yang entah tertawa karena apa. Chanyeol senang mendapati Baekhyun sudah kembali.

"Darimana kalian berdua?" Tanya Chanyeol yang membuat Sehun dan Baekhyun menatap Chanyeol yang duduk bersama Jongin di ruang keluarga.

"Mall" Baekhyun mengangkat kantong belanjaan di tangannya.

"Kenapa tidak mengajakku?" Dengus Jongin.

"Kau tidur. Mana mungkin aku tega membangunkanmu" Baekhyun melepas outernya dan meletakkan di tangan Sofa dekat Chanyeol. ia pun mendudukan diri di samping Chanyeol dekat dengan tangan sofa atau bisa di bilang ia berada di ujung, Jongin di sebelah kiri Chanyeol dan Sehun di sebelah Jongin.

"Puas berbelanja hm?" Baekhyun bersandar di dada bidang Chanyeol dan Chanyeol mengusap bahu Baekhyun.

"Sehun yang membayar semua belanjaanku, Dad"

"Bagus. Pamanmu itu memang yang seharusnya membayar"

Hening di antara mereka berdua. Sementara Sehun dan Jongin memutuskan bermain PS dan memilih duduk di karpet. Membelakangi Chanyeol dan Baekhyun.

Kesempatan itu tidak chanyeol sia-siakan. Percayalah, jika dua adiknya itu sudah sibuk dengan PS, maka pandangannya tidak akan teralihkan dari layar televisi.

Chanyeol menatap Baekhyun yang juga menatapnya. Mereka tersenyum dan memagut bibir dengan lembut tanpa menimbulkan suara yang mencurigakan. Mata Chanyeol melirik sekitar dapur dan tangga untuk memastikan tidak ada orang.

Maka ketika suasana mendukung, Chanyeol semakin gencar melumat bibir tipis Baekhyun dan saling bertukar saliva. Menggerakan kepala kekanan dan kekiri mencari kenikmatan dengan memejamkan mata.

Baekhyun merapatkan tubuhnya pada Chanyeol. Lututnya ia gesekan pada kejantanan Chanyeol yang masih lemas dan terbungkus celana jeans. Ia membawa tangan kiri Chanyeol pada payudara kanannya yang masih terbungkus kain, sementara tangan kanan melingkar di pinggang ramping Baekhyun.

"Remas, Dadhh" Bisik Baekhyun tepat di bibir Chanyeol. Pria itu pun meremas payudara Baekhyun. Memijatnya penuh perasaan dan menggoyangkan payudara itu berkali-kali membuat Baekhyun mendesah kenikmatan.

Baekhyun semakin menggesekkan lututnya pada gembungan di celana Chanyeol. Milik Daddy sudah turn on dan Baekhyun basah.

"Daddyh.I.Want.You" Baekhyun kembali membisik dengan menekan setiap kata dengan desahan membuat Chanyeol panas dingin.

"Kau ingin kita bercinta di sini?" Tanya Chanyeol dan di balas gelengan oleh Baekhyun.

"Bagaimana jika salah satu pelayan memergoki kita? atau bagaimana jika Jongin dan Sehun mendengarnya? Jarak mereka bahkan sangat dekat" Baekhyun membelai dada Chanyeol dan sesekali memainkan nipple Chanyeol dari balik kaos.

"lalu..." Chanyeol menjeda kalimatnya dengan memagut mesra bibir putrinya singkat "...Bukankah disini menantang? kita bisa coba" ia mengecupi seluruh wajah beserta leher putih baekhyun "hm. Lagi pula Jongin dan Sehun tidak akan melirik jika sudah bermain PS"

"Kemarilah" Pria itu membawa Baekhyun pada pangkuannya dan melingkarkan kaki Baekhyun di pinggangnya "kau adalah canduku" ia mengangkat dagu Baekhyun dan melumat bibir atas dan bawah Baekhyun secara bergantian. Baekhyun melingkarkan tangannya pada leher Chanyeol, sedang bagian bawahnya ia tekan dan digesekkan pada gundukan Chanyeol.

"emhh"

Chanyeol meremas pantat Baekhyun dan ikut menggerakan pinggangnya demi mendapat kepuasan. Hanya saja penisnya sudah meronta ingin di lepaskan dari ketatnya celana.

"Lepaskan celanamu, sayang" tanpa babibu, Baekhyun mengangkat pantatnya dan membuka celana serta dalamannya dan menyembunyikannya di belakang tubuh Chanyeol. Outer yang tergeletak di tangan sofa, Chanyeol ambil untuk menutupi pinggang hingga pantat Baekhyun dengan melingkarkan di pinggang dan mengikatnya.

Sementara Chanyeol sudah membebaskan penisnya yang mengacuk tegak hanya dengan melepas kancing celana dan ritsleting. Baekhyun menggenggam penis Chanyeol di arahkan pada lubang vaginanya.

"Ohh Tuhan!" desah Baekhyun berupa bisikan. Baekhyun memeluk Chanyeol kemudian menggerakan pinggulnya dengan tempo sedang demi mendapat kenikmatan dari penis perkasa milik Daddynya.

Sebenarnya Baekhyun type yang berisik ketika bercinta. Tapi jika di situasi seperti ini, ia akan sebisa mungkin menguranginya.

"Penismu menumbukku. astaga akh"

"daddh shh aku akan keluar"

"Keluarkan saja" Chanyeol berbisik di depan belahan dada Baekhyun, mengendusi dan menjilatnya.

Baekhyun mempercepat gerakannya. Beruntung suara pertemuan kulit dengan kulit teredam oleh suara di Televisi.

"ahhhh" Baekhyun melemas saat pelepasannya yang pertama dan menjatuhkan kepalanya pada leher Chanyeol

"Kau lelah?" Tanya Chanyeol yang di balas anggukan boleh Baekhyun "Kita berhenti disini?" Chanyeol mengusap punggung Baekhyun.

"Tidak. Kau belum mendapatkannya, Dad"

"kalau begitu, aku saja yang bermain. Kau cukup diam dan mendesah dengan pelan"

Chanyeol mendorong tubuh Baekhyun, merebahkan tubuhnya kemudian menindih Baekhyun. Mengecupi leher putihnya dan menggumuli puncak dadanya bergantian setelah mengeluarkan payudaranya dari kain ketat.

Kenjantanannya chanyeol sentak membuat Baekhyun melengkungkan tubuhnya, mencengkeram pundak Chanyeol sebagai pelampiasan kenikmatan yang mendarah daging. Baekhyun memejamkan mata. Menikmati setiap sentuhan lidah Chanyeol di puting dan hentakan demi hentakan yang Chanyeol berikan.

Chanyeol menatap bagaimana penisnya menghentak lubang vagina Baekhyun. Merasakan bagaimana vagina Baekhyun mengetat seolah memeras penisnya dengan getaran yang sangat terasa.

"shh" ia mendesis. Putrinya tau cara melayaninya dengan baik hingga Chanyeol mendapatkan apa yang telah ia tunggu sedari tadi. Menyemburkan dengan banyak-banyak di dalam sana dengan desahan kelegaan bersamaan.

Mencium kedua mata Baekhyun yang masih terpejam untuk pencapaian keduanya dan betapa hangatnya sperma Chanyeol mengaliri rahimnya.

Chanyeol memasangkan kembali celana dan dalaman Baekhyun lalu kembali memasukan kedua payudara Baekhyun kedalam tempatnya, tanpa menyadari bahwa 2 orang sedang memperhatikan aksi mereka dengan kaku serta menjatuhkan rahangnya.

"K-kalian melihatnya?" Tanya Chanyeol gugup dengan badan menegang dan Baekhyun membuka matanya memperhatikan Sehun dan Jongin yang masih membuka mulutnya lebar-lebar. Rasanya Baekhyun sudah tidak bisa bernafas dengan benar.

"Sejak kapan kalian me-melihatnya?" Kali ini Baekhyun menyuarakan. Baekhyun mendorong Chanyeol kuat-kuat dan berusaha duduk dengan benar.

"20 menit yang lalu" Jawab Jongin setelah kesadarannya kembali sepenuhnya. Jongin memberikan smirk kepada 2 orang yang masih gugup di depannya. Sementara ia membuat rencana licik bersama Sehun dengan kode seringaian ketika bertatapan.

"Aku akan melaporkan ini semua kepada Nuna bahwa Suami tercintanya bersetubuh dengan putrinya sendiri. Bagaimana?" Kali ini Sehun dengan sarkas.

"J-jangan. Jangan lakukan itu. Daddy bagaimana ini" Baekhyun yang paling panik disini.

"Aku akan menambah uang saku 5 kali lipat asal kalian tidak mengadu"

"Penawaran yang langka sekali. Tapi maaf, Hyung kami bukan anak kecil lagi. Uang bukanlah segalanya" Chanyeol tercengan dengan jawaban Jongin yang sedikit lebih bijak dari pada biasanya.

"Kau bisa mengambil 1 Lamborghini koleksiku yang kalian inginkan" Jongin dan Sehun pura-pura berpikir.

"Baik. Tapi kurasa Lamborghini hanya sebagian kecil hartamu dan itu tidak setara dengan apa yang kami lihat dan tidak cukup hanya untuk menutup mulut rapat-rapat dari istrimu"

Oh 2 anak laki ini. Darimana mereka mendapat otak licik dengan 1001 rencana licik itu.

"Baiklah apapun yang kau minta akan ku turuti" Chanyeol hanyalah pria pasrah jika berhadapan dengan suasana segenting ini.

"Benarkah? Kau berjanji akan menuruti semua yang akan kami minta tanpa kecuali?"

"Ya"

Jongin dan Sehun saling berpandangan dan bertos ria.

"Kami ingin bercinta dengan Baekhyun" Jawab mereka bersamaan dengan senyum konyol yang membuat chanyeol muak dan melebarkan matanya.

"APA!!"

TBC

Hehe iya tau ini gaje wkwk. Chapter depan siap-siap buat Threesome atau bisa jadi foursome. enaknya gimana?

Kasih saran dong chapter depan mau gimana.

Dan ga nyangka kalo kalian seantusias itu sama ff gaje ini huhu. Big thanks to

glowing Breeze hunhanshin 1004teuk nisaramaidah28 Guest: Rizkaa Byunsilb Guest: Milaya exostephi Guest: rly Guest: wiwaw CBHS-fflovers Lady Azhura pandaaaas Fatihah Kim Park Yeolna Byunbaekbyyy bellasalb ceye's rahmawati julintan ruixi1 reallovepcy ersaheizza07 ohlumay khakikira yoogeurt huskymore onlyhunkai pawpiwpow devrina

maaf ga bisa reply satu-satu. makasih banget udah kasih review yang positif buat Chapter 1. Semoga di Chapter 2 tetep positif. Jangan lupa Fav, follow and Review.

Follow juga akun Wattpad aku tobencey banyak ff chanbaek disana.