Oh, Hayyy! Jumpa lagi di chapter 2 fanfic gaje, OOC, Dan gak jelas ini. Kalo merasa ragu, Klik tombol back demi keselamatan anda. Ingat keluarga anda menanti dirumah *kok jadi kayak iklan tertib lalu lintas,ya?*
Disclaimer: Death Note bukan punya saya, Spongebob juga bukan, Dora juga bukan, Power Rangers, juga bukan punya saya.
Eniwei, saya jadi bingung manggil Light sama L di fic ini jadi kita panggil saja mereka begini:
L dalam wujud Light: L
Light dalam Wujud L: Light
Warning: TIDAK DIANJURKAN UNTUK IBU HAMIL! *gak ada ibu hamil yang baca ini fanfic!*
Oke,kembali ke fanfic ^_^
Who Am I?
Chapter 2: Aku Udah gak kuat!
By
KanaKineya
"ah, Mas Light kembalii..." kata Sayu begitu berjumpa dengan L yang berwujud Light di meja makan saat mereka sahur.
"Ya. Halo, Sayu. Ini aku." Ujar L.
"Mas Light, tadi ada orang ngaku-ngaku mas Light masuk ke kamar. Aku kan gak percaya. Abis orangnya keren banget. Gak kayak Mas Light."
L terbelalak. Keren? Keren katanya? Eh, beneran, tuh? Alhamdulillah.
"Ah, ya biarin yang penting Mintz!"
Geblek banget, sih. Lo kan detektif -_-
Di tempatnya L,
"Hei, L! Kemana saja kau?" Kata Watari yang baru tau kalau L udah ada disana.
"Ya, Watari. Mana makanan kita buat sahur?" Tanya Light yang sedang mendiami tubuh L.
"hah? Memangnya kau mau makan apa? Palingan Cake sama Makanan manis yang lain. Kan sudah kusediakan."
"AKU MAU MAKAN YANG LAIN! CEPET SEDIAIN GAK? KALO NGGAK AKU PANGGIL SODARA KEMBARKU BUAT MUTILASI KAMU!"
"siapa? BB?"
"Ah, siapa tuh? Black Berry?" Setahu Light sodara kembar L bukan BB.
"Beyond Birthday, bego"
"bego? Saya bego? Saya ini orang paling Amazing di muka Bumi, tau!"
"mana katanya mau manggil BB, saudara kembarmu. Mana?"
"hah? Saudara kembar saya itu Ryan Jombang, tau!"
Watari Sweatdrop.
Waktu berlalu, Matahari merayap naik. Pagi menjelang.
Kediaman Yagami,
"Light! Bangun! Udah pagi!" Buk Sachiko membangunkannya.
"Ya, aku bangun." Kata L sembari bangun dari tidurnya.
"Aku ngapain hari ini, ya?" Ia merasa harus mengerjakan sesuatu.
"Ah, kencan! Aku ingat!" Ia segera bersiap- siap
Saat membuka lemari pakaian Light..
"WTF? Kayaknya aku mesti pake jas necis yang sumpah nggak banget ini,ya?"
"mm... ya, sudahlah aku coba."
Kita tinggalkan L yang sedang dilema akan jas necis nggak banget itu.
Kamar hotelnya L, 07.45
"Mana jam weker mickey mouseku?" Light heran karena jam weker kesayangannya tidak membangunkannya seperti biasa. Ia melirik jam yang tergantung di dinding.
"Wew, super sekali. Ternyata, masih pagi. Author aja jam segini pasti belum bangun."
Yap. Bener. Kamu dapet payung yang dipake di video klipnya Rihanna.
"Aku mesti ngapain,ya?"
Hening.
1
2
3
4
"WAMMY'S HOUSE!"
Ia membuka lemari pakaian dan menemukan sesuatu yang mampu membuatnya masang tampang
(-_-)
"Kok, isinya sama semua?"kata Light masih dengan tampang (-_-)
"Gak ada yang modis dikit?" Lanjutnya
"Pantesan aja L gak ganti. Berasa gak Amazing aku make ini" Narsis amat lo!
Hari itu Hujan. L pergi ke taman tempat dia janji sama Misa dengan Angkot (disana ada angkot?). Ia duduk dengan gaya yang enggak banget itu. Semua orang melihatnya dengan tatapan IH-GANTENG-GANTENG-SARAP. Tapi, L tidak peduli.
"Light!" Kata Misa dengan senyum selebar mulut buaya.
"ya. Hai." Balas L stei kul.
Tanpa bicara apa-apa lagi Misa langsung memeluk L.
"Gue bunuh lo." Inner L.
"Aaa... Misa rindu Light!"kata Misa (sok) manis
"ya. Aku juga." Kata L tapi dalam tampang NGESELIN-AMAT-NIH-CEWEK
"aku mau balliiikkk" Inner L.
Tinggalin mereka. Kita liat Light dan petualangannya ke Wammys House *lebay, ah!*
Light pergi ke sana dengan Limousine punya L. Ia memutuskan menyetir sendiri karna gak percaya sama Watari yang takutnya Rematik.
Light memarkir Limousine itu di pekarangan Wammys House. Ia berjalan kedalam ditengah Hujan di hari itu. 2 orang bocah menyambutnya saat ia datang. Yang satu berambut merah, yang satu rambutnya putih kayak kakek-kakek.
"Abang L!" Sapa near. Bocah berambut putih tadi.
"Halo, Near! Gak tadarus kamu?"
"Udah tadi sama Matt." Katanya.
"Mana Mello?" tanya Light.
"Tepar. Gak bisa makan coklat. Kan puasa." Kata Matt.
"Kurasa dia takut sama kamu, Matt." Kata Near dengan pelan ke telinga Matt.
"Kenapa harus takut?" Tanya Matt
"Ntar kamu ngejer-ngejer dia. Ini kan bulan puasa,Matt."
Matt sweatdrop "Terserah kamu aja, deh Near. Ngaco."
"Ini bulan puasa,Matt. Gak boleh yaoi-an. itu maksudku." lanjut Near.
"Kenapa L tahan sama anak-anak sarap begini, sih?" Inner Light.
"Udah,yuk. Kita ke kamar sama-sama Mello." Ajak Light.
Saat mereka sampai dikamar Mello lagi terbaring lemas dengan anggun *lemas aja anggun*
"Bang L." Kata Mello yang baru bangun langsung memeluk Light.
"Kita semua kangen sama Abang." Eh, sumpah nulis Abang sama Mas disini bikin Author muntah. -_-
"Aku juga." Kata Light (mencoba) ramah sambil menatap 3 anak wammys house itu.
Hening
Tik. Tik. Tik.
"Ah, bunyi apaan tuh?" Kata Mello yang baru aja bangun saat 3 orang itu masuk kamarnya
"Bunyi hujan diatas genting, Mels." Kata Matt.
"Iya. Airnya turun tidak terkira. Cobalah tengok dahan dan ranting." Tambah Near.
" lihat. Pohon dan kebun basah semua." Kata Mello.
Light Sweatdrop. Geblek banget nih orang bertiga.
Setelah kunjungan itu, Light dan L memutuskan bertemu.
"L, Aishiteru." Kata Light lembut.
"Light-kun.,."
"L-chan.."
CUT! CUT TARY! EH, SALAH! CUT! POKOKNYA CUT!
Salah adegan.
"Eh, Light-kun! Aku gak kuat jadi kayak gini terus!"
"Aku juga!"
"Ketemu Misa napsu membunuhku keluar-keluar."
"Adik-adik mu di sana itu Ngeselin. Masa manggil aku Abang?"
"jadi seharusnya?"
"None! Masa Abang? None, donk!"
L cengo. Super sekali.
"Gimana caranya supaya kita balik, nih Light-kun?"
"Aku gak tau."
TRINGG!
Makhluk menyeramkan bernama Ryuk datang kepada L dan Light
Belum sempat Ryuk ngomong Light udah ngomel "MAU NGASIH PERMINTAAN LAGI? PERGI GAK? GUE BUNUH, NIH!"
"Light-kun, naik jadi 27%" kata L tenang.
"ahaha. Marah dia. Jangan gitu, donk." kata Ryuk.
"Mau balik? Hubungi nomor di bawah ini!" Lanjut Ryuk sambil nunjuk-nunjuk kebawah kayak host kuis.
L dan Light Cuma bisa bengong.
"Ahaha. Nggak, kok. Mau tau? Mau?"
"MAU!"Kata Mereka serempak. Wuih, rusak deh capslock Author.
"Kesini lagi besok kalo mau tau."Kata Ryuk Lalu menghilang.
Mereka berdua masih diam tanpa kata. Katakan saja apaa..aa..aa salahkuu.. *dilempar bata*
"There's gonna be one Less lonely girl
One less lonely girl" Ringtone hape L.
"L, cepet balik. Udah mau buka."Suara Watari dari seberang
"Ya. Kalem aja,coy!" kurang ajar banget, nih orang.
"bye! Telpon rumah mahal!"
"bye!"L menutup telpon
"hey, L. Katanya kau gak suka JB?"
"Ini hape Watari."
"Hapemu?"
" kemaren." Jawab L enteng.
"Keren."Light terpukau.
"ya, sudahlah. Cepatlah bawa badanku itu pulang Light-kun.'
"Ya, kau juga pulang ke rumahku,ya!"
"pasti."
"Besok ke sini lagi."
"ya."
Perjumpaan mereka berakhir.
TBC~~
(Tuberclosis)
Author's Note:
Waaa~~ gaje, ya? ini saya udah apdet kilat, loh. Sesuai yang banyak diminta di review. Sebenernya chap ini udah selesai sebelum publish disini, sih. *digebukin* cuma sayanya aja yang malas. Sesuai Motto saya yang sekali bilas (?) "Malas itu Hidup, Hidup Itu Malas" ah, nggak. Bercanda, kok XD
Eniwei, udah ada belom yang bikin cerita kayak gini? Ada atau nggak. Saya gak pernah nyontek ide orang. Jadi kalo ada yang sama itu Nggak sengaja. oke? ^^
Waa, saya lupa ngucapin ini di chap.1.
Selamat berpuasa~~ :D
With Smile and Happiness,
KanaKineya ^_^
