sebelumnya
kai menunggu kyungsoo di ruang tengah dengan perasaan heran, karena tidak biasanya kyungsoo ke kamar mandi selama itu jadi ia memutuskan untuk meyusul kyungsoo ke kamar mereka. Karena melihat kamar kosong jadi dia mencoba mencari ke kamar mandi yang berada di dalam kamar mereka. Kai mendapati kyungsoo yang tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi dengan darah segar nan anyir yang mengalir dari hidung mancung kyungsoo.
Chapter 2
"aigoo, kyungsoo-yah" meihat kyungsoo tak sadarkan diri, kai langsung panic dan menggendong kyungsoo ala bridal style menuju mobilnya. Tujuannya hanya satu, yaitu membawa kyungsoo ke rumah sakit.
Kini, kai sedang menunggu kyungsoo yang berada di UGD. Ia sangat khawatir pada kyungsoo, mengingat kyungsoo jarang sekali sakit. Daya tahan tubuh yeoja itu sangat baik. Hanya saja, semenjak ia mimisan lalu jatuh pingsan di kampus dulu, membuat daya tahannya runtuh. Entah lah apa yang terjadi, hanya tuhan yang tahu.
Setelah satu jam menunggu, dokter keluar dari ruangan UGD tersebut.
"dokter, bagaimana keadaan istri saya? Apa ia baik baik saja?"
"untuk sementara ini, keadaannya stabil. Hanya saja, ada yang saya tanyakan pada anda. Ini menyangkut kesehatan kyungsoo. Apa anda ada waktu luang hari ini kai-shii?" Tanya dokter itu pada kai
"kebetulan saya sedang free hari ini, dok" jawab kai
"baiklah kalau begitu, ikut saya ke ruangan saya"
000
Sesampainya di ruang dokter, kai di persilahkan duduk di bangku yang berada di depan meja sang dokter
"sebelumnya, saya ingin bertanya pada anda, ini perihal kesehatan kyungsoo" ucap sang dokter memulai percakapan
"ada apa dok? Memangnya apa yang terjadi padanya?" Tanya kai penasaran
"apa sebelumnya ia pernah jatuh pingsan seperti ini?"
"sebenarnya ia jarang sakit dok. Hanya saja, dia pernah jatuh pingsan seperti ini saat kami masih di universitas. Dan semenjak itu, tubuhnya mengurus di tambah dengan kulitnya bertambah pucat. Pipinya yang dulu chubby pun sekarang menirus" jelas kai panjang lebar
"sudah kuduga.."
"memangnya apa yang terjadi padanya, dokter?" Tanya kai yang semakin khawatir
"sebenarnya, saya merasa berat untuk mengatakannya. Tetapi nyonya kyungsoo terkena leukemia stadium akhir. Dan sepertinya, kyungsoo sudah mengidap penyakit ini dari lama. hanya saja, ia menutupinya dari teman, bahkan keluarganya sendiri. Termasuk anda sebagai suaminya." Jelas dokter panjang lebar
Sementara kai yang mendengar berita itu sangat shock. Bagaimana tidak? Istri yang ia sangat cintai mengidap penyakit yang akut seperti itu.
"apa ada cara untuk mengobatinya?"
"untuk masalah pengobatan, mungkin dengan cara operasi sum-sum tulang belakang. Tetapi, saya tak bisa menjamin akan berhasil 100%, karena mengingat ini adalah stadium akhir."
"apa ada cara yang lain seperti pengobatan alternative, dok?" Tanya kai lagi
"saya tidak yakin, mungkin kita bisa melakukan kemotherapy, tetapi itu hanya bisa mengulur waktu agar tidak terjadi perusakan sel yang di sebabkan oleh leukemia tersebut. Dan juga, ini akan menyiksa sang pasien karena obat obatannya adalah obat keras atau berdosis tinggi" jelas dokter lagi. Kai yang mendengarnya hanya bisa menangis dalam diam
"dan keputusan itu ada di tangan anda, karena kami tidak bisa bertindak tanpa persetujuan dari keluarga pasien, termasuk anda sebagai suaminya" tambah dokter itu kembali
"baiklah, saya akan diskusikan ini bersama keluarga besar saya, dan akan saya beritahu anda segera. Terima kasih dokter. Saya permisi" jawab kai lalu keluar dari ruangan sang dokter
.
..
Kai melangkahkan kakinya dengan gontai. Ia masih tak menyangka istrinya mengidap penyakit yang seperti itu. Ia tak sanggup melihat kyungsoo-nya menderita, lebih baik ia yang menderita daripada harus melihat kyungsoo menderita Karena penyakitnya itu.
Tak lama, kai telah sampai di depan ruang inap kyungsoo. Ia membuka pintu itu dengan pelan. Takut yeoja yang ia sayang itu terbangun. Ia Melangkahkan kakinya masuk, lalu duduk di atas kursi yang di sediakan disebelah ranjang kyungsoo. Ky ungsoo terlihat sangat pucat sekarang, di tangan kirinya, terlihat sebuah jarum yang memasukkan obat dari infus ke dalam tubuh kurusnya, ia juga dibantu dengan masker oxygen agar bisa memenuhi pasokan oxygennya. Melihat keadaan itu, kai sangat sedih. Ia menggenggam tangan kanan kyungsoo yang tidak menggunakan infus. Kai sangatlah takut akan kehilangan yeoja yang ia sangat cintai itu, bisa di bilang ia belum siap menerima kenyataan.
To be continued..
Mian semuanya, Abyeol telat update soalnya lagi banyak tugas sekolah, hehehehe
Btw, makasih buat saran dan reviewnya. Mian ya kalau banyak typo dan segala macamnya karena abyeol masih baru.
Terus review ya semuanya
Khamsahamnida *bow
