Sehoooo... i'm coming back! Akirnya chap 2 update juga! Sebenernya males banget update ni fic tapi karena ni permintaan dari temen-temen, jadi dengan berat badan gue update. Key langsung aja yah... enjoy ^_^


_Sai or Sasuke_

Desclaimer: Naruto it's mine! Yayayayayay... ( di hajar Naruto FC ) key, gue ngaku kalo Naruto punya om Masashi Kishimoto.

Summary: Apa yang akan terjadi di hari ulang tahun Sakura? Apakah Sakura akan senang atau malah sedih?

Warning: Kalo ada kata-kata Play music, di harap bener-bener punya lagunya dan dengerin lagunya biar kerasa apa yang terjadi di ficnya.


_Day 1_

Pemakaman Sasuke di adakan secepat mungkin. Pemakaman berjalan dengan sangat sendu. Banyak air mata berurai di sana. Termasuk Sakura yang sudah tak sanggup untuk meneteskan air matanya lagi. Wajahnya terlihat sangat pucat dan terlihat sangat sayu. Pemakaman telah selesai dan orang-orang telah pergi, tapi Sakura masih tetap berdiri terpaku di depan makam Sasuke. Tanpa dia sadari, sedari tadi ada yang memperhatikannya. Dan dia semakin sedih melihat Sakura seperti itu.

"Sakura, ayo pulang!" kata Itachi yang dari tadi menunggu Sakura pergi.

"Ga! Sakura bakal tetep di sini nemenin Sasuke!" kata Sakura dengan suara bergetar.

"Sakura! Kamu ga boleh kaya gini terus! Kasian Sasuke, pasti dia sangat sedih melihatmu kaya gini!" kata Itachi dengan suara keras.

"Biarin! Biar dia tahu kalo aku lebih sedih dari pada dia!" teriak Sakura.

"Terserah kamu, aku tidak akan peduli lagi sama apa yang kamu lakuin!" kata Itachi sambil pergi meninggalkan Sakura sendirian. Sakura hanya menundukkan wajahnya. Air mata yang dia tahan akhirnya jatuh juga.

"Sasuke... Sasuke... aku mohon kembali..." teriak Sakura sekencang mungkin sampai orang yang dari tadi memperhatikannya ikut menangis karena teriakannya. Sakura... mungkin saat ini kamu ga akan mengenaliku, maka dari itu aku hanya bisa melihatmu dari jauh, gomennasai... kata orang itu. Tiba-tiba Sakura berdiri dan meninggalkan makam Sasuke. Saat sedang jalan, tatapan mata Sakura bertemu dengan mata orang itu.

"Kamu siapa?" kata Sakura dengan penuh tanya karena orang itu terus melihat Sakura.

"A-aku... na-namaku..." katanya terhenti. Gawat nama gue siapa ya? Cepatlah ingat-ingat Sasuke...

_Flashback mode: on_

"Apa loe bener-bener mau ketemu Ino?" kata Kakashi.

"Ya! Gue bener-bener mau ketemu Ino!" kata Sai.

"Tapi, ada syaratnya! Loe mau?" kata Kakashi.

"Apa syaratnya?" kata Sai dengan rasa penasarn yang luar binasa.

"Syaratnya, loe harus minjemin tubuh loe ke Sasuke selama 3 hari! Apa loe mau?" kata Kakashi. Mendengar itu, Sai dan Sasuke langsung terbelalak. Gila! Sebenernya ni malaikat apa bukan sih? Kenapa syaratnya kaya gitu? Mana mungkin dia mau minjemin badannya buat gue? Kata Sasuke dalem hati. Tapi, ternyata semuanya di luar dugaan Sasuke.

"Baik! Gue terima syaratnya! Cuma 3 hari doang kan?" kata Sai.

"Ya, 3 hari aja." Kata Kakashi.

"Ya udah, gue mau minjemin badan gue, tapi loe jagan macem-macem pake badan gue yah!" kata Sai.

"I-iya... Gu-gue janji!" kata Sasuke dengan perasaan ga percaya.

"Baiklah... bersiaplah Sai!" kata Kakashi sambil memakai sarung tangan dan...

BUGH!

Sebuah tinju yang cukup besar dengan mulus mendarat di perut Sai. Dan tiba-tiba arwah Sai keluar dari tubuhnya, sehingga kini tubuhnya terkulai lemas tanpa nyawa. Sasuke hanya bisa bengong melihat kejadian yang di luar akal itu. Begitu juga Sai yang Cuma bisa diam tanpa kata.

"Sasuke!" kata Kakashi sedikit berteriak.

"Hn?" kata Sasuke dengan males.

"Sekarang, loe masuk ke badannya Sai! Cepet, ga pake lama!" kata Kakashi seenak jidatnya. Sebenernya, Sasuke mau nanya macem-macem tapi semua niatnya itu di batalin karena takut di cicicuit ama malaikat gadungan ( menurut Sasuke ) si Kakashi itu. Dengan perasaan yang ragu, Sasuke menyentuh badan Sai dan...

"Ternyata dugaan gue bener! Badan Sai pas ama loe!" kata Kakashi sambil senyum. Sai tetep diam mematung ( mungkin dalem hati dia marah-marah gara-gara di cuekin dan belom juga ketemu Ino ). Sai berjalan mendekat ke Kakashi ( mau protes kali =_="a ).

"Oh iya, loe sekarang ikut gue! Sasuke, loe tetep di situ dan jangan kemana-mana!" kata Kakashi dan menghilang begitu aja bersama Sai.

Sasuke berjalan ke arah toilet, dan melihat ke sebuah cermin. Kini, dia berada di tubuh orang lain yang sama sekali tidak di kenalnya. Semoga aja gue bisa cepet selesaiin masalah gue. Kata Sasuke dalem hati. Sasuke masih tetap memandang wajahnya sekarang, wajah yang bukan miliknya. Wajah itu terlihat sangat pucat, dengan perban yang ada di sekitar keningnya. Beruntung banget dia masih hidup, ga kaya gue yang udah mati tapi gentayangan. Kata Sasuke dalem hati. Saat Sasuke ingin kembali ke ranjang, tiba-tiba dia melihat sosok Kakashi ada di depan dia yang langsung bikin jantungnya dag dig dug ga jelas.

"Bukannya udah gue bilang jangan kemana-mana?" kata Kakashi datar.

"Gue Cuma mau ke toilet, Masa ga boleh?" kata Sasuke sewot.

"Ya udah, gue Cuma mau kasih tau beberapa hal buat loe!" kata Kakashi dengan ekspresi serius.

"Nani?" kata Sasuke penasaran.

"Mulai sekarang, nama loe Sai Kagari. Loe kuliah di University of Konoha jurusan Kesenian. Loe Cuma punya waktu 3 hari buat selesaiin urusan loe. Jangan sia-siain waktu yang ada. Kalo loe ga berhasil, loe bakal gentayangan selamanya! Ngerti?" kata Kakashi PxLxT.

"Ha-hai, wakatta!" kata Sasuke mantab.

_Flashback mode: off_

"Woi! Kamu siapa?" kata Sakura yang langsung membuyarkan lamunan Sasuke yang ada di badan Sai.

"Na-nama gue Sai Kagari." Kata Sai.

"Sai? Kenapa dari tadi loe liatin gue?" kata Sakura ( ge-er banget ).

"Gu-gue... mmm..." Sai ga ngelanjutin kata-katanya. Aduuuh... jawab apa nih gue? Kata Sai dalem hati.

"Hallo..." kata Sakura sambil melambaikan tangannya di depan muka Sai.

"Ah, gomen! Aku ada urusan, aku pergi dulu yah! Dadah..." kata Sai sambil berlari meninggalkan Sakura sendirian. Orang aneh! Kata Sakura dalem hati.

Sai terus berlari menjauhi area pemakaman. Tapi, tiba-tiba ada yang menghentikannya.

"Kenapa loe lari?" kata Kakashi.

"Gue ga berani ketemu Sakura." Kata Sai sambil mengalihkan wajahnya.

"Loe harus berani! Kalo loe ga berani, loe bakal gentayangan beneran!" kata Kakashi.

"Ya, gue tau! Tapi..." belum selesai Sai ngomong, Kakashi udah ngomong duluan.

"Bukannya, hari ini loe ada jam kuliah ya?" kata Kakashi.

"Oh, iya! Tapi kan gue bukan jurusan Kesenian, ntar yang ada gue bingung lagi." Kata Sai.

"Ya udah, loe jalanin aja! Cepet pergi, kali aja ketemu Sakura!" kata Kakashi. Tanpa pikir panjang, Sai langsung pergi. Tapi, perginya bukan ke University of Konoha. Dia pergi ke arah rumahnya Sasuke. Saat sampai di depan rumah, Sai langsung masuk ke dalam. Itachi yang ngeliat Sai asal nyelonong aja, langsung siap-siap buat nonjok Sai.

BUGH!

Sebuah tonjokan yang kencang mendarat di wajah Sai dengan mulus, dan membuat Sai terjatuh. Akibat dari tonjokan Itachi, bibir Sai berdarah. Mereka berdua hanya saling memandang selama beberapa saat.

"Loe siapa?" kata Itachi.

"Gue Sasuke!" kata Sai dengan sedikit keras.

BUGH!

Lagi-lagi Itachi mendaratkan tonjokannya di wajah Sai, dan darah segar langsung mengalir dari hidungnya. Sai ga ngebales Itachi, tapi dia Cuma memandang Itachi dingin dan ngelap darah yang dari tadi mengalir.

"Loe ngaku sekarang juga! Siapa loe?" kata Itachi dengan keras.

"Udah gue bilang, gue Sasuke!" kata Sai ga kalah keras. Itachi mencengkram baju Sai, dan memandang dingin ke arah Sai.

"Jagan loe samain adek gue sama orang macam loe!" kata Itachi dengan meledak-ledak kaya bom atom.

"Gue bisa buktiin ke loe kalo gue ini beneran Sasuke!" kata Sai dengan suara bergetar.

"Kalo gitu, coba buktiin!" kata Itachi sambil melepaskan cengkramannya.

"Ok! Setiap pagi, loe selalu masakin nasi goreng buat gue dengan irisan tomat yang gede. Kalo udah malem, loe bikinin gue jus tomat. Terus, waktu kecil gue pernah berantem ama loe di halaman belakang ampe nyebur ke kolam, terus kita di marahin ama ayah. Terus, loe selalu ngatai gue pantat ayam gara-gara rambut gue yang modelnya kaya pantat ayam." Kata Sai PxLxT dengan suara bergetar. Itachi yang ngedeger kata-kata Sai Cuma diam. Dia memandang Sai ga percaya.

"Loe? Ga mungkin! Sasuke udah meninggal!" kata Itachi bergetar.

"Gue emang udah meninggal, tapi gue di kasih waktu buat nyelesaiin masalah gue." Kata Sai. Itachi berjalan ke arah Sai dan memeluknya.

"Sasuke... gomen, tadi gue udah nonjokin loe!" kata Itachi.

"Ya, ga apa-apa." kata Sai. Setelah itu, Sai menceritakan semuanya pada kakak satu-satunya itu. Dia percaya, Cuma kakaknya yang bisa ngebantu dia nyelesaiin masalahnya ini.


_Play music: on Samsons-Hening_

Andaikan kau masih ada

Berdiri mendampingiku

Ku ingin kaupun tahu

Betapa ku menyayangimu

Tik... tik... tik...

Bunyi jam yang sangat nyaring menandakan suasana yang sangat hening. Tak terjadi apapun sampai-sampai detik jam terdengar jelas.

Tik... tik... tik...

Kali ini bukan bunyi jam, tapi air mata yang mengalir dari seorang perempuan berambut pink. Dia hanya memandang sebuah foto. Fotonya bersama Sasuke dulu. Kadang bibirnya menguntai sebuah senyum, tapi senyum pedih yang menandakan dia bener-bener sedih. Mata emeraldnya terus berkaca-kaca setiap melihat foto dengan cepat memasukkan foto itu ke dalam sebuah kardus. Di dalam kardus itu terdapat banyak barang-barang pemberian dari Sasuke.

Andaikan ku sanggup untuk

Memutar kembali waktu

Tak pernah sekejappun

Ku alihkan engkau dari perhatian ku

Sakura dengan cepat ke luar rumah, dan membanting kardus itu. Dia menyiram barang-barang itu dengan bensin. Sambil berurai air mata, dia menyalakan pemantik api, dan melemparnya ke arah kardus itu.

"Jangan..." teriak seseorang. Dengan cepat orang itu berlari mengambil pemantik yang di lempar Sakura. Sakura hanya terdiam terpaku di tempatnya.

"Sai? Ngapain loe ke sini?" kata Sakura penasaran.

"Ah, gue lagi mau ke kampus, kebetulan lewat rumah loe! Hehe..." kata Sai sambil nyengir gaje.

"Terus, loe ngapain ngambil pemantiknya?" kata Sakura.

"Ga apa-apa sih, Cuma sayang aja kalo barang-barang itu di bakar!" kata Sai.

"Biarin! Biar semuanya lenyap!" kata Sakura cukup keras.

"Loe ga boleh gitu! Kasian, Sasuke pasti sedih." Kata Sai tertunduk dengan suara bergetar.

"Apa dia bisa tau kalo gue lebih sedih dari pada dia? Apa dia bisa tau? Dia pasti ga tau!" kata Sakura dengan kencang. Mata emeraldnya kembali meneteskan air.

Selama hidupku hanyalah dirimu

Yang sanggup menyinggahi ruang-ruang hidupku

Selama hidupku hanyalah dirimu

Yang sanggup menempati ruang-ruang hatiku

"Dia tau! Dia pasti tau!" kata Sai ga kalah kencang. Mata onixnya juga mulai bekaca-kaca.

"Kenapa loe yakin dia tau?" kata Sakura sambil menangis.

"Gue yakin dia tau, karena dia pasti selalu memperhatiakan loe tiap saat!" kali ini Sai juga mulai nangis. Sakura yang ngeliat Sai nangis jadi bingung sendiri.

"Loe kenapa ikutan nangis?" kata Sakura dengan bingung.

"Ga apa-apa kok! Gue nangis, gara-gara gue bisa ngerasain apa yang di rasain Sasuke sekarang!" kata Sai dengan sedikit senyum. Sai tau kalo Sakura lagi nangis, dia harus senyum biar Sakura tenang dan ikut senyum. Melihat Sai tersenyum, Sakura juga ikut senyum. Tiba-tiba Sakura ingat denagn Sasuke. Biasanya, Sasuke ngelakuin hal yang sama kaya Sai biar dia ga nangis lagi.

"Sai?" kata Sakura dengan pelan, tapi masih bisa di denger Sai.

"Hn?" kata Sai singkat, jelas, padat. Mendengar Sai menjawabnya seperti itu, lagi-lagi Sakura ingat Sasuke. Kenapa? Kenapa Sai mirip banget sama Sasuke? Kata Sakura dalem hati.

"Loe, kenapa mirip banget sama Sasuke?" kata Sakura dengan penasaran.

"Nani?" kata Sai.

"Kenapa loe mirip banget ama Sasuke?" Sakura mengulang pertanyaan yang tadi.


_To be continued_

_Preview Sai or Sasuke_

Chap 3: Day 2

"Sasuke... tunggu aku!"

Gawat! Sakura pasti ke tempat itu! Gue harus hentiin dia!

"Waktu loe tinggal 1 hari lagi! Loe harus cepet, jangan ngulur-ngulur waktu lagi!"

"Sakura... jangan!"


_Corat-coret Author_

Nyooo... pasti ni fic gaje banget! Secara otak lagi madet banget gara-gara lagi ulangan terus =_=" ( ga ada yang nanya ). Tapi, sempet-sempetin nulis aja buat refreshing! Hehe... ya udah, kalian mau review kan? Review kalian berguna banget buat masa depan gue! *lho? o.O*

_SeiNa Hanagata_