Halo minna….
Berhubung sekarang bulan puasa, Fict 13th birthday bakal gw hiatus-in dlu… (biar nggak dosa :p)
Jadi gw mo fokus ke mission for two ini dlu aj… :D
Ok, Ready?
Start!!!
…
…
Flashback mode: On! Destination: 2 tahun yang lalu
Akhirnya, event yang paling ditunggu-tunggu oleh para tamu kehormatan dan ninja-ninja dari desa-desa tetangga mencapai puncaknya.
Ujian Chuunin…
Ronde ke tiga…
Yang berarti turnamen pertarungan satu lawan satu yang benar-benar menguji kemampuan individu seorang ninja muda, baik fisik maupun mental.
Dan ini adalah ronde final.
Di satu sisi, seorang remaja wanita dengan urat di sekitar mata berwarna lavender-nya menatap tajam ke arah musuhnya.
Sebagai anak Jenius yang sempat diisukan akan menjadi penerus keluarga Hyuuga, walaupun fakta mengatakan bahwa dia adalah anak ke-dua. Hyuuga Hanabi sudah memperlihatkan alasan mengapa klan Hyuuga sangat bangga dengan dirinya. Hasil latihan khusus dengan pimpinan klan selama bertahun-tahun tidaklah sia-sia. Kalau saja lawannya di final ini adalah genin normal seperti yang dia lawan di ronde-ronde sebelumnya, pastilah jurus-jurus pukulan halus ala Hyuuga miliknya sudah membunuh lawan tandingnya.
Sayangnya, lawannya bukanlah calon Chuunin biasa.
Konohamaru Sarutobi, di sisi lain telah menunjukkan apa artinya menjadi cucu seorang profesordan murid seorang Hokage. Walaupun belum bisa menguasai jurus yang menggunakan elemen, tetapi kombinasi jurus-jurus dasar dapat dikuasainya dengan baik dan dapat mengimbangi teknik-teknik yang digunakan lawannya.
Penonton sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, sebuah pertarungan berkelas, dan kini, menilai dari penampilan kedua finalis yang sudah mulai kehabisan nafas, momen final dari ujian chuunin akan terjadi di serangan selanjutnya.
Hokage Naruto yang melihat tanda-tanda ini langsung memberikan instruksi, dan dalam hitungan detik, para Medical-Nin terbaik milik Konoha, sudah berisap di empat penjuru ring, menandakan bahwa kedua ninja di arena tidak perlu lagi menahan serangan dengan alasan takut membunuh lawan tandingnya.
"Keluarkan semuanya!!" Teriak sang Hokage kepada kedua peserta.
"Tak usah disuruh juga…" Gumam Hanabi.
"Baiklah!!! Sekarang akan kukeluarkan jurus rahasia yang diajarkan langsung oleh sang Hokage!!!" Teriak Konohamaru sembari mengacungkan telunjuknya ke udara, memandakan bahwa serangan ini akan mengakhiri pertarungan ini.
"Jurus rahasia Hokage?" Pikir Hanabi. "Tenang saja, Kalau Rasengan yang menggunakan chakra itu pasti bisa kuhancurkan dengan pukulan halus".
"Kagebunshin no Jutsu!" dan empat Konohamaru 'baru'-pun bermunculan. Dan masing-masing klon langsung membentuk segel.
Para penonton pun memperhatikan dengan hati was-was. Jurus hebat apakah yang akan dikeluarkan oleh Konohamru yang katnya diajarkan langsung oleh Hokage tersebut?
"Tu… tunggu… Segel itu, jangan-jangan…" Muka sang Hokage pun tiba-tiba menjadi panik. "Konohamaru!!! Jangan pakai….!!!"
Terlambat…
"Oiroke no Jutsu!!! Male version!!!" dan seketika itu pula kelima Konohamaru berubah menjadi laki-laki dengan badan 'perfect' tanpa sehelai benang-pun melindungi aurat-aurat mereka. Diikuti dengan teriakan-teriakan campur aduk antara marah, jijik, kagum, senang, dan lainnya dari para penonton.
Sementara Hanabi?
Menjadi jenius dan calon penerus klan, Hanabi Hyuuga kesehariannya diisi hanya oleh latihan dan pendidikan. Pemandangan seperti ini, bahkan tak pernah dibayangkan oleh sang nona Hyuuga sebelumnya. Ditambah lagi serangan selanjutnya bahkan sanggup membuat kunoichi 'pervert' seperti Sakura Haruno takluk, apalagi untuk seorang yang terlalu lugu seperti Hanabi ini.
"A… Aku menyeraaah!!!" Teriak Hanabi dengan panik, saat kelima klon pria full nude itu berlompatan dengan cepat menuju dirinya.
Terlambat…
"Reverse Harem no Jutsu!!!" –Karena ini rated T, adegan yang dilakukan Konohamaru kepada Hanabi silahkan dibayangkan sesuka hati oleh pembaca-pembaca yang terhormat =d-
….
….
"Jadi pemenang dari tahap ketiga ujian Chuunin kali ini adalah Konohamaru Sarutobi!!!" Teriak Shiranui Genma sembari mengangkat tangan kiri Konohamaru.
Berbagai macam tepuk tangan dan teriakan terdengar dari arah bangku penonton. Dari teriakan yang mengatakan 'Dasar Mesum!!!', 'Selamat yaa!!!', bahkan sampai 'Jurus yang sangat jenius!!!' samar-samar terdengar oleh Konohamaru. Sampai tiba-tiba..
Konohamaru merasakan Aura pembunuh yang sangat kuat dari arah belakangnya.
Saat menoleh, ia melihat wajah yang seharusnya sudah pingsan dengan tenang.
"Ha, Hanabi ch…"
"Duak!!!"
Kejadiannnya begitu cepat…
Hal terakhir yang dilihat oleh Konohamaru adalah Hanabi yang mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat, melancarkan tendangan vertikal rendah dengan kekuatan penuh. Dan hal terakhir yang dirasakan oleh Konohamaru adalah rasa ngilu yang amat sangat di daerah vitalnya, dan seketika itu juga mekanisme tubuhnya memerintahkan dia untuk pingsan agar tidak perlu merasakan penderitaan tersebut…
…
…
Flashback mode: Off!!! Back to the plot!!!
Kantor Hokage.
Kedua ninja yang tiga tahun lalu bertarung di final ujian Chuunin itu sekarang sedang bertukar death glare satu sama lain.
"Aku… harus.. menjalankan… misi… berdua… dengan... mesum... ini..?" Hanabi bertanya dengan ritme bicara yang lamban sembari menunjuk dengan tangan yang bergetar karena campuran antara rasa marah dan jijik kearah Konohamaru, seakan-akan meminta koreksi dari Hinata dan Naruto yang ada di sana.
"Harusnya aku yang berkata begitu kan?" Potong Konohamaru, "Menjalankan misi berdua saja dengan cewek bacstabber macam dia, apa Kak Naruto sudah tak peduli lagi dengan nyawaku?!?!?"
"Apa maksudmu mesum?!?!?"
"Ya begitu!!! Siapa ya, yang tiga tahun lalu menyerang musuhnya setelah mengaku kalah?"
"Kau sendiri memakai jurus yang tidak tahu malu seperti itu!!!" Muka Hanabi kini terlihat merah padam menahan amarah. "Lagipula, seorang Ninja seharusnya selalu waspada walaupun sudah menang, dasar amatiran!!!"
Kata-kata terakhir Hanabi sepertinya mengenai Konohamaru dengan telak. "Apa katamu?!?! dasar musang licik!!!"
"Mesum amatiran!!!"
'BRAKKKK!!!!!'
Naruto menggebrak mejanya, membuat kedua Ninja muda yang sedang bertengkar tersebut menghentikan pertengkaran mereka.
"Kalau soal tiga tahun yang lalu itu, seharusnya aku yang malu tahu!!!" Teriaknya, badannya bergetar karena marah dan kesal.
Sembari menunjuk Hanabi, "Gara-gara aksimu itu, Konoha menanggung malu!!! Sebagai Ninja yang punya harga diri, seharusnya kau mengikuti aturan yang sudah kau sepakati!" Hanabi hanya bisa menunnduk menyesal.
Lalu dia menunjuk Konohamaru," Dan kamu!!! Apa-apaan menggunakan jurus seperti itu di pertandingan yang disaksikan oleh tamu-tamu dan pengunjung penting dari berbagai desa dan negara, hah!?!?" Naruto menarik nafas sebentar, dan melanjutkan. "Ditambah lagi kau mengatakan kalau itu Jurus yang diajarkan olehku!!!! Kau pikir gampang bagiku menjelaskannya kepada tamu-tamu penting itu?!?!?!"
"Ta.. Tapi…"
"Tidak ada tapi-tapian… Kita sudah membuang waktu terlalu banyak membahas masalah ini.. Pokoknya semua sudah ditetapkan, kalian berdua akan menjalankan misi ini! Hinata, jelaskan detailnya kepada mereka!"
Perhatian kedua ninja muda yang tadi bertengkar itupun beralih ke arah sekretaris Hokage yang segera memulai membacakan misi untuk mereka.
"Baiklah, misi kalian berdua adalah menemukan, merebut, dan mengembalikan tas berisi emas dan uang yang dicuri dari Akibagakure, sebuah desa industri yang sangat maju, oleh sekelompok missing nin dari Iwagakure. Peta berisi lokasi kejadian dan perkiraan lokasi musuh berdasarkan burun mata-mata akan kami berikan bersama kalian."
"Apakah ada informasi lebih lanjut mengenai musuh kami?" Tanya Hanabi.
"Hmm, Jumlah pasti musuh belum diketahui, tetapi diperkirakan pimpinan mereka berlevel Jounin dan memiliki elemen tanah."
"Jadi…" Potong Naruto, "Tugas kalian adalah menemukan para perampok tersebut. Kalau dirasa mungkin, segera rebut kembali barang curiannya. Tetapi kalau ternyata kekuatan musuh sangat besar, kalian diharapkan segera meminta bantuan dari sini. Cukup jelas?"
"Mengerti!" Jawab Hanabi dan Konohamaru bersamaan. Yang mana membuat mereka saling berpadangan sesaat, dan saling memalingkan muka.
"Ini perkamen berisi detail misinya." Lanjut Naruto sembari melemparkan perkamen ke masing-masing ninja muda itu, "Kalian diharapkan berangkat sebelum pagi dua hari dari sekarang!"
"Baiklah, Karena di sini aku yang Jounin, kuputuskan kita berangkat besok sore! Jangan terlambat…. Hentai..." Kata Hanabi yang langsung melesat pergi dari jendela di ruang Hokage.
"Kau panggil aku apa tadi?!?!?" Sentak Konohamaru, yang segera menyadari bahwa marahnya itu sia-sia karena lawan argumennya sudah menghilang dari ruangan.
"Yasudah… Kalau begitu aku juga mohon diri…"
"Tungu!!! Satu hal lagi…"
"Ada yang lupa kau sampaikan, Naruto senpai?"
"Tolong sekalian mengembalikan mangkuk ini ke Ichiraku Ramen ya…" Lanjut Naruto sembari menyengir dan menghindari shuriken yang dilempar oleh Konohamaru.
"Kalau benar-benar tidak ada hal penting yang perlu disampaikan, aku permisi!!!" Ucap Konohamaru yang kehilangan kesabarannya.
"Ah.. Tunggu, aku ikut mampir ke rumahmu deh…" Potong Hinata. Kali ini tidak ada protes dari Konohamaru.
"Mengunjungi Kurenai lagi ya, Hinata?" Tanya Naruto
"Yaah… Sekalian lah…" Jawab Hinata yang langsung mengikuti Konohamaru diiringi tatapan heran Naruto.
"Sekalian? Sekalian apa?" Pikir Naruto. "Terus yang akan mengembalikan mangkuk ramen ini siapa dong?" Lanjutnya.
Diliriknya seorang lagi di ruangan itu yang keberadaannya seakan-akan menghilang ditengah pemberian misi tadi.
"Shikamaru, mau mengembalikan mang…"
"Apa kau tidak lihat aku sedang tidur?!?!?" Jawab Shikamaru malas-malasan.
Sang Hokage hanya bisa Sweatdropped.
…
…
"Tante Kurenaaaiii…. Aku pulang‼!" Teriak Konohamaru begitu memasuki rumahnya…
Ya, setelah meninggalnya Asuma, Konohamaru yang saat itu masih Genin membutuhkan seorang wali untuk mengurusnya, dan Kurenai yang sedang mengandung membutuhkan seseorang juga untuk membantunya sehari-hari. Karena itulah atas dasar kebijakan Hokage saat itu, Konohamaru ditempatkan di rumah Kurenai.
"DUAKKKK‼‼!" Sebuah tendangan keras dari Kurenai mendarat dengan mulus di kepala Konohamaru.
"Berapa kali mesti kuperingatkan agar memanggilku'Kakak', bukan 'Tante', hah?!?!?" Bentak Kurenai.
"Eh, ada Hinata ya? Mari masuk." Kurenai yang menyadari keberadaan Hinata, langsung berubah ke 'angel mode' dan mempersilakan Hinata masuk.
…
…
"Oohh… Jadi sekarang Konohamarau diharuskan untuk menjalankan misi bersama orang yang paling dia hindari ya? Hanya berdua saja lagi… hahaha..." Tawa Kurenai saat mendengar cerita dari Hinata mengenai misi yang akan dijalankan oleh Konohamaru dan Hanabi.
Saat ini mereka bertiga sedang berada di ruang tamu, mendiskusikan misi Konohamaru yang akan datang.
"Seharusnya kau merasa bangga loh, Jarang-jarang ada Chuunin yang dipercayakan melakukan two man mission, apalagi yang bertingkat kesulitan B plus." Lanjut Kurenai.
"Iya sih… Tapi kalau begini, bisa-bisa aku mati gara-gara dibunuh sama partner-ku duluan."
"Tenang saja, Hanabi itu tipe ninja Profesional yang tak akan membawa masalah pribadi ke dalam misi kok." Kali ini Hinata ikut menimpali, "Lagipula, anggap saja ini peluang untukmu berbaikan dengannya."
"Iya sih… Tapi.."
"Atau kau memang tidak mau berbaikan?"
"Bu..Bukan begitu…. Hanya saja, rasanya agak susah untuk meminta maaf duluan. Rasanya dia tidak akan mau memaafkan aku."
"Tenang saja, Aku kenal Hanabi sejak dia lahir, Dia it usebenarnya anak yang lembut. Aku yakin kalau dia bukan tipe yang menyimpan dendam kepada teman lama-lama kok. Pokoknya sekarang kau fokus saja dulu ke misi ini."
"… Baiklah…"
"Kalau begitu aku permisi dulu.. Lagipula sekarang sudah malam…" Pamit Hinata.
…
…
Malam itu di kediaman keluarga Hyuuga.
"Haha.. Jadi kau akan menjalankan misi berdua dengan si Sarutobi itu?" Tanya Neji sembari tersenyum ramah kepada adik sepupunya itu.
"Nggak lucu ah!!! Dia itu mesum, kak!!! Kalau tiba-tia dia 'nyerang' aku gimana?!?!" Jawab Hanabi sewot.
"Tenang sajalah… Konohamaru itu seorang ninja profesional juga kan? Tak mungkin dia akan melakukan hal yang memalukan di tengah misi begitu." Kali ini Hinata yang ikut nimbrung.
"Tapi…"
"Sudahlah Hanabi… Kita tak mungkin memasangkanmu dengan Jounin yang jumlahnya sedikit, atau dengan Chuunin yang kemampuannya belum teruji… Neji-niisama saja besok harus melakukan Single mission"
"Iya sih… Tapi tetap saja kan rasanya canggung kalau harus melakukan misi HANYA berdua saja."
"Yahh… Tidak seburuk yang kau kira kok… Malah katanya misi berdua itu bisa memaksimalkan kemampuan seseorang, baik kemampuan individu maupun kemampuan support." Kali ini Neji berusaha memberikan komentar dari sudut pandang lain.
"Hee… Yang benar?" Hinata kaget mendengar sesuatu yang belum pernah ia dengar sebelumnya itu.
"Siapa yang bilang, Neji-niisan?" Hanabi pun ikut penasaran.
"Izumo dan Kotetsu…"
"…."
"…."
"Yah, Hanabi, sebaiknya cepat tidur dan bersiap-siap untuk misi besok ya…"
"Baik Hinata-neechan…"
Mereka pun pergi meninggalkan Neji yang terbengong-bengong di ruang tamu sendirian.
"Aku salah ngomong ya?" Gumam Neji.
…
…
Waaahhh……
Selesai juga Chappie 2-nya…
Tugas belom mulai2 nih… _
Masukan?
Kritik?
Saran?
Pujian ^ ^ ?
Silakan di review… :D
