Guardians of Hetalian's Journal
Chapter 2
Axis Powers Hetalia © Hidekazu Himaruya
Ragnarok Online © Lyto
Tales of Series © Bandai-Namco
Final Fantasy (especially FFIV and FFV) © Square Enix
Warning : AU dan OC, mungkin ada unsur per-OOC-an, genre campur (humor-adventure-friendship-fantasy), human names used, ada beberapa unsur yang mirip dengan anime/games/yang lainnya, penuh dengan fantasi tingkat akut, dan lain-lain...
Rate : T
Notes :
-Huruf miring artinya job/artes/monster/weapon/dll.
-Author tak pernah mengharapkan hal-hal finansial dalam membuat fic ini dan hanya menyalurkan kesenangan belaka.
-Diimbau kepada para pembaca untuk membaca Tales of Hetalia : The Adventure's Begin terlebih dahulu untuk mengerti alur cerita karena cerita ini merupakan side story dari fic tersebut dan diharapkan untuk memeriksakan kejiwaan (serta kotak tertawa anda) setiap dan/atau setelah membaca fic ini.
-Jika anda tidak menyukai (bahkan membenci) alur/pairing/lain sebagainya yang bersangkutan dengan fic ini, diharap untuk segera meninggalkan fic ini, terima kasih.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hey, where are they?
Frostine Market...
"Dapat?" tanya Antonio singkat saat Gilbert dan Ludwig menghampirinya, sebetulnya sang assassin berambut cokelat gelap ini agak beruntung. Ya, agak beruntung karena mereka menghampirinya di saat dirinya terjebak dalam lautan manusia yang berbondong-bondong menuju toko yang ingin mereka hampiri.
Pengap nian~
"Dapat apanya?" tanya Ludwig sambil mengerenyitkan kedua pasang alisnya di depan Antonio yang kini menepuk wajahnya sembari menundukkan kepalanya.
Mari kita salahkan Antonio yang justru memberikan pertanyaan yang begitu clueless sampai-sampai membuat sang swordman kebingungan.
"Tch." gumam Antonio seraya memutar kedua bola matanya, "Maksudku, kalian sudah dapat peta dan perlengkapan lainnya untuk petualangan kita nanti..?!" jawabnya gusar, dapat terlihat perempatan urat di pelipisnya.
"Oh itu," ujar Gilbert sambil menganggukkan kepalanya layaknya seekor burung kakak tua, "Kalau itu kami sudah mendapatkannya!"
"...Tetapi agak lama karena aku diseret Bruder untuk menemaninya membeli senjata..." timpal Ludwig sembari menghela napasnya, membuat Antonio ingin menepuk pundaknya dalam rangka menyabarkannya.
He know that feel, Ludwig...
"Jadi, kau membeli scythe sebagai senjatamu?" tanya Antonio sambil menunjuk sebuah scythe yang cukup besar di belakang Gilbert yang tak henti-hentinya menunjukkan cengirannya.
Cukup Gilbert, hentikan cengiranmu itu. Kilau dari gigi-gigi putihmu serta mata scythe milikmu membuat Antonio harus menyipitkan kedua matanya...
"Lagipula, scythe ini cukup ringan kok!" jawab Gilbert, "Pokoknya, scythe milikku ini yang paling awesome!"
Mari kita saksikan puluhan—ralat, ratusan penduduk yang memandangi Gilbert dengan pandangan aneh.
"Oh ya, mana yang lainnya?" tanya Ludwig sambil berkacak pinggang.
"Mereka menunggu kalian di dekat pelabuhan, malah Lovino sendiri yang menyuruhku untuk mencari kalian." jawab Antonio sambil berbalik badan, "Ayo cepat, kalian tidak mau menjadi sasaran emosinya kan?" lanjutnya sambil menengok ke arah kakak beradik yang berbeda sifat itu yang langsung mengikutinya saat berjalan meninggalkan pasar.
Setelah keluar dari pasar, mereka langsung mencari teman-temannya yang katanya menunggu mereka dan tak menunggu waktu lama karena kehadiran mereka disambut dengan teriakan dari Yao.
"Bagaimana, sudah dapat?" tanya Matthew sambil memeluk Kumajirou yang tengah menikmati sebongkah biskuit, dan pertanyaannya ini membuat Gilbert dan Ludwig merasa de javu.
"Sudah, dong~" jawab Gilbert sambil mengacungkan ibu jarinya, tak lupa ia memberikan seringaian khasnya yang sukses membuat Matthew harus menyipitkan kedua matanya seraya mendorong kepalanya sedikit ke belakang.
Mungkin saking silaunya...
"Ivan ke mana?" tanya Gilbert sambil menengok ke segala arah.
"Dia pergi sebentar ke penginapan keluarganya, aru. Mungkin sedang meminta restu kepada kakaknya..." jawab Yao sambil menggigit sebuah bakpao yang entah bagaimana caranya ia bisa mendapatkannya.
"Ngomong-ngomong, di mana Feliciano dan Francis?" tanya Ludwig sembari menengok ke sana kemari, mencari keberadaan sang cleric dan mage yang menghilang entah ke mana.
"Entah, kupikir mereka sedang pergi ke—"
Dan ucapan Kiku pun terputus dengan sebuah pemandangan di mana Feliciano dan Francis tengah bercengkrama dengan beberapa perempuan yang begitu EHEMcantikEHEM di sekitar mereka.
Hening.
"...FELICIANOOOO~!"
"...BLOODY FROOOOOOG~!"
Dan suasana pelabuhan yang aduhai tenangnya itu kini harus terusik dengan pekikan—oh, ralat. Maksudnya teriakan dari seorang Lovino Vargas dan Arthur Kirkland yang kini sudah menyiapkan senjata di genggaman tangan mereka.
Well, Feliciano, Francis, silakan ucapkan salam perpisahan kepada para wanita di sana sebelum—
"...CELESTIAL HAMMER!"
BUUUGH!
—kalian dihantam dengan sebuah palu cahaya raksasa, tepat di atas kepala kalian.
.
.
.
"Kapan mereka akan sadar kembali..?" tanya Alfred seraya menyeret tubuh Francis yang tak sadarkan diri akibat serangan celestial hammer milik Lovino yang masih bersungut-sungut.
"Sebentar lagi..!" jawab Lovino ketus seraya melipat kedua tangannya di atas dadanya.
Whoops, sepertinya cleric temperamen ini mulai menunjukkan perasaan tak sukanya...
...terhadap Ludwig yang lebih memilih untuk membopong Feliciano—yang masih tak sadarkan diri—dengan bridal style.
Salah sendiri, mempunyai adik yang berwajah unyu nan rapeable...
"Sudahlah, setidaknya ada yang membawa Feliciano, da..." ujar Ivan seraya menepuk pundak Lovino yang memalingkan wajahnya ke arah yang berbeda.
"Coba kalau tak ada yang membawanya, aru." timpal Yao sambil menenteng perbekalan mereka, tak lupa kalau ia melepaskan sisa pernapasannya.
Yah, mungkin peristiwa itu dapat menjadi sebuah pelajaran bagi mereka.
JANGAN BERPENCAR DARI TEMANMU HANYA UNTUK MENGGODA PEREMPUAN.
.
.
.
.
.
.
.
.
I-it's doesn't like what you think!
"Ka-kami bukan perompak!"
Begitulah pekikan yang terdengar cukup kencang yang meluncur dari mulut seorang gunslinger berkacamata yang memeluk seekor beruang kutub kecil dengan erat saat dirinya dan teman-temannya diboyong dari ruang nahkoda menuju dok.
Matthew tak habis pikir, padahal saudaranya itu hampir sukses menaklukkan kapal tersebut—berhubung ia pernah mempelajari sistem navigasi kapal tersebut—akan tetapi datangnya sang kapten kapal membuatnya harus mengurungkan niatnya dan berakhir dengan pemboyongan mereka ke dok kapal.
Sial nian nasib mereka ini...
"Demi Tuhan, kami hanya mencari tumpangan! Itu saja!" timpal Lovino setengah berseru kepada sang kapten bajak laut yang hanya menyeringai seraya melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Benarkah? Apakah kalau kalian ingin menumpang, harus menyelusup masuk ke ruang nahkoda?" tanya sang kapten setengah menyindir, membuat hati kecil para anggota Guardians of Hetalian—termasuk Alfred yang tadinya ingin mengendalikan kapal itu—tertusuk begitu dalam bagaikan terkena anak panah.
Sakiiiiiiit sekali...
"Hei, kami kan tidak tahu kalau kapal ini ada pemiliknya!" jawab Antonio berusaha membela teman-temannya dari tuduhan sang perompak yang hanya tertawa sinis.
"Hmph, bagaimanapun juga alasan aneh kalian, kalian tetap dihukum! Hei tikus kapal! Bawa orang-orang kurang—"
"Hei, jangan seenaknya menganggap Guardians of Hetalian itu sekumpulan orang yang kurang ajar!"
Serentak seluruh pasang mata yang berada di sana mengarahkan pandangannya kepada sang archer mage yang baru saja berseru kepada sang kapten bajak laut tadi sampai-sampai suasana di sana menjadi begitu hening.
"...Dia nekat sekali..." gumam Kiku pelan seraya menengok ke arah Feliciano yang berada di belakangnya, terlihat jelas tubuhnya yang sedikit gemetar.
"V-vee~ Aku saja tidak berani untuk melakukan itu..." timpal Feliciano pelan dengan tubuh yang juga gemetar ketakutan.
Ow, selamat, Arthur Kirkland. Kau telah membuat teman-temanmu merinding ketakutan akibat perbuatanmu itu...
"Dia benar! Guardians of Hetalian seharusnya tak pantas dihina seperti itu!" timpal Alfred dengan nada tegas seraya berdiri di depan Arthur.
Seandainya gunslinger berkacamata itu tahu bahwa Arthur yang berada di belakangnya memuji dirinya di dalam hati dan berniat untuk memeluknya—
—lalu melemparnya ke lautan Frostine karena sudah seenaknya berdiri di depannya tanpa pemberitahuan.
Aih, dasar archer mage tsundere...
Sang kapten hanya dapat terkejut begitu mendengar pernyataan mengejutkan dari Arthur dan Alfred yang berusaha membela teman-temannya. Entah ia termasuk orang yang keras kepala atau memang tak tahu, sang kapten tak mempercayai itu sepenuhnya.
"Tunjukkan bukti kepadaku kalau kalian memang Guardians of Hetalian…" titah sang kapten sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya, wajahnya menunjukkan perasaan ingin tahu bercampur errrr… menantang.
"Oui, baiklah kalau begitu…" ujar Francis tiba-tiba seraya menggenggam kedua sisi pakaiannya dan….
….selamat, anda mendapatkan sebuah pemandangan menakjubkan berupa Kiku, Yao, Gilbert, dan Antonio yang memasang ekspresi dasar-gila, Ludwig yang berusaha menghalangi pandangan Feliciano dari panorama memalukan itu, serta Arthur, Alfred, Lovino, dan Matthew yang menepuk wajahnya sendiri. Menandakan bahwa mereka amat malu dengan tingkah laku sang mage yang justru membuka pakaiannya dan mempertontonkan tubuh polosnya—dan untungnya saja ia menyelipkan sekuntum mawar merah di antara pahanya—hanya demi menunjukkan bukti bahwa dirinya adalah salah satu reinkarnasi Guardians of Hetalian.
Oh Francis, seandainya dirimu tahu bahwa Ivan memandangmu dengan pandangan hendak membunuh sembari menggumamkan gumaman khasnya yang berkedok kutukan itu...
"Ya Tuhan..." gumam Alfred setengah mengeluh sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.
"...Dasar bodoh..." kata Lovino lirih sambil menggelengkan kepalanya.
Ternyata, tak hanya teman-temannya yang malu dengan perbuatan mage EHEMmesumEHEM ini, tetapi juga sang kapten dan anak buahnya yang langsung menutupi wajahnya dalam rangka menjaga mata mereka sebelum ternodai dengan tubuh polos seorang Francis Bonnefoy.
Ukh, dasar mage tolol bin mesum...
"Bagaimana, apa kalian percaya kalau kami adalah reinkarnasi Guardians of Hetalian...?" tanya Francis seraya mengenakan pakaiannya lagi—dengan iringan tatapan mengerikan dari teman-temannya—lalu mengerlingkan matanya kepada sang kapten yang bergidik geli.
"Kau..."
"Iya~?"
"...TANGKAP ORANG-ORANG ANEH INI! BAWA MEREKA KE PENJARA, SEKARANG!"
"AYE, AYE, KAPTEN!"
Serentak belasan pasang mata menatap tajam nan mengerikan ke arah Francis saat mereka dikepung oleh beberapa perompak, hal terakhir yang mereka lakukan secara bersamaan hanyalah...
"...DASAR FRANCIS BODOOOOOH~!"
Dan jangan tanyakan alasan mereka tetap memasang tatapan mengerikan kepada Francis saat mereka dipenjara nanti...
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
~Author Note~
ASDFGHJKL DEMI-RUBY-SI-COWOK-OTOME-YANG-SUKA-DANDANIN-POKEMON NIH FIC BARU KELAR DI MALAM SEBELUM HARI VALENTINE ASASD! /salahfandommbak /ngek
Gokil dah, ane bikin nih chapter selama 1 bulan~ Yeyeyeyeyey, peningkatan~ /yaiyalah /ceritanyacumaseuprit
Oke, cukup sudah ramblingan absurd ane...
Jadi, chapter kali ini berisi kumpulan missing scene dari chapter 4~ Dan jangan lupa, tolong siapin obat mata ya berhubung ada adegan non manusiawi di sini. Ngeri... *ngacir*
Oke, saatnya BALAS REVIEW~
Luciano Fyro : Aye! Makasih banyak buat pujiannya~ Padahal ane nulis tuh chapter cuma berdasarkan imajinasi nista ane lho! /wut
BTW, fic Tales of Hetalia : The Adventure's Begin aslinya udah update lho dari sebulan yang lalu—kalo gak salah... /jiaaah
Salam awesome juga~ Makasih banyak buat reviewnya~
D.N.A. Girlz : Hai, sista~ Makasih banyak udah mau ngakak pas baca chapter sebelumnya~ Ternyata ada yang demen sama hint USUK di fic ini, tuh ane kasih hintnya lagi—bonus hint pair lain—di fic ini. Silakan dibaca~!
BTW, ada yang pengen ane omongin soal salah satu fic CORETnistaCORET ane. Jadi, ada yang tau fic Our Lovely Kost-Kostan punya ane? Nah, sebenernya ane gak tega bilangnya tapi demi para pembaca—yang udah rela nungguin tuh fic update sampe ada yang minta update via akun ane yang lama—ane kasih tau ya. Tuh fic kayaknya bakal ane pasang status HIATUS dulu berhubung banyaknya ide-ide nista ane menguap entah ke mana, timing yang gak memungkinkan, serta buah "kenakalan" ane yang doyan publish fic multichapter padahal fic yang lain belom kelar. But, don't worry. Fic itu bakal ane update saat waktunya—dengan kata lain, ide-ide nista ane balik lagi.
Sebagai penghibur, ada kabar baru seputar "kakak" fic ini a.k.a Tales of Hetalia : The Adventure's Begin. Karena, fic itu bakalan tamat dalam 1-2 chapter kemudian. Jadi pas fic itu tamat, fic ini juga bakal berstatus HIATUS sampai publishnya cerita inti dari Tales of Hetalia.
Ya sudahlah, kayaknya ini puanjang bener ya author notenya dan akhir kata, silakan layangkan komentar/kritik/saran untuk fic ini via kotak review~
