Bagaimana rasa nya di telanjangi di depan umum?

Malu? Marah? Merasa Hina?

Jika kalian merasakan hal itu semua, maka itu adalah suatu yang normal.

Tapi, apakah ada dari kalian yang merasa senang? Tertantang? Atau bahkan, terangsang?

Jika dari kalian ada yang merasa seperti itu, maka kalian akan mengerti bagaimana perasaan Jihoon.

..

.

..

TITLE

Slutty

CAST

Kwon Soonyoung

Lee Jihoon (GS)

DISCLAIMER
Semua cast milik Tuhan dan keluarga nya masing – masing. Saya hanya mempunyai hak cipta(?) atas cerita ini.

GENRE and WARNING!

Romance/PWP/NC-21/JANGAN DIBACA KALO MASIH DIBAWAH UMUR. FF INI CUMA BUAT KALANGAN DEWASA/Jihoon!GS/

SUMMARY

"Kopulasi bersama Jihoon! Pulang sekolah nanti! Hanya team basket. Ingat! Hanya team basket! Siap – siap mendapat kejutan menarik dari Lee Jihoon! Siapkan penis kalian masing – masing, guys!"/A GS SOONHOON FANFICTION!JIHOON x SEVENTEEN MEMBERS/GYUHOON/WONHOON/VERHOON/AND OTHER PAIR/ NC-21!PWP!DLDR

..

oOo

..

Jihoon adalah gadis dari keluarga broken home. Ayah ibu nya sudah bercerai sejak dia masih berumur 8 tahun, dan Jihoon sampai sekarang tidak pernah lagi bertemu dengan ibu nya. Exhibition? Jihoon pengidapnya. Saat itu Jihoon masih berusia 15 tahun, tapi tentu saja dia sudah menurunkan khas wanita pada umumnya. Seperti payudara yang semakin mengembang, dan bokong yang semakin bulat. Jihoon bukannya wanita yang polos. Dia menonton film porno saat dia masih berumur 9 tahun, saat itu sepupunya bermain ke rumah, dan mempertontonkan film itu pada Jihoon.

Jihoon menonton saja, dan..

"Umm, Oppa, kenapa dia mengeluarkan suara seperti itu?" Jihoon bertanya dengan sedikit penasaran. Tanpa sadar dia menggesek – gesekkan selangkangannya yang sudah tak terlindungi celana dalam lagi menggunakan bantal. Ya, sepupu nya itu sudah melepas celana dalam Jihoon sejak film di mulai.

"Dia merasa ke enakan, sayang.." Ucap Yoongi, sedikit tersenyum miring saat melihat Jihoon sudah mengusap – usap selangkangannya sendiri. Jihoon itu kelewat polos, makanya dia dengan gampangnya mengangkang dengan posisi selonjoran pada dada Yoongi. TV mereka tetap mempertontonkan bagaimana seorang laki – laki sedang menghisap – hisap vagina pacarnya.

Dimana ayah Jihoon? Oh, dia sedang dinas ke luar kota, makanya Yoongi ia suruh menjaga Jihoon. Yang ternyata malah memberi hal yang buruk—tapi nikmat—bagi Jihoon.

"Kenapa Ji? Kau merasa aneh?"

"Uhum, lihat, aku pipis celana! Airnya keluar terus menerus, oppa, tapi ini sangat kental, aku—Ahh.."

Tangan Yoongi mengambil alih atas vagina Jihoon. Dia mencubit – cubit klitoris Jihoon yang tersembunyi itu dengan halus, hingga Jihoon meronta – ronta keenakan. Desahan Jihoon sama sekali tidak bisa berhenti saat Yoongi dengan sengaja mengusap – usapnya dengan lembut.

"Kenapa sayang? Apakah kau sudah merasa enak?"

"Enak—hh.. Enak sekali Oppa-Ahh!"

Okay, kembali ke cerita kenapa Jihoon mengidap exhibition? Apakah kalian sudah basah? Sudah? Yah, lemah.

Jihoon memang suka memakai pakaian dalam saja di rumah, itu karena dia lebih sering sendiri di rumah, ayahnya, Seungcheol sering tugas di luar kota. Saat itu Jihoon merasa sangat panas dan dia memutuskan untuk menanggalkan semua pakaian di tubuhnya. Dia tidur di sofa, dengan kepala di pegangan Sofa dan kaki kiri keluar dari sandaran sementara kaki kanan ia selempangkan ke atas meja di kanannya, dia telanjang dan mengangkang.

Kebiasannya adalah mengusili klitorisnya, dia menyuil – nyuil klitorisnya sambil tangan kanannya menscroll demi melihat gambar menarik. Hingga—

"Ayah pulang.."

Jihoon tak peduli, sama seperti ayahnya yang tak peduli meninggalkan Jihoon sendirian di rumah besar ini. Dia memberi seringainya saat menangkap Seungcheol terdiam mematung, melihat putri semata wayangnya mengangkang di depannya.

"Oh? Ayah sudah pulang?" Ucap Jihoon semanis mungkin, dia bangkit, membiarkan payudara yang bergelantung itu bergoyang dengan lucu, "Selamat datang kembali, ayah.."

Jihoon berucap sok manis, dan menyeringai saat ayahnya, yang terlihat seperti mmayat hidup, berjalan gontai menuju kamarnya. Jihoon tertawa tanpa suara. Entah kenapa dia sangat suka telanjang seperti ini, bahkan vagina nya menjadi basah lagi.

"Ayah.. Aku akan menyiapkan makan malam! Ayah turun lah jika sudah selesai mandi, ne?"

Jihoon benar – benar gila saat itu. Dia memang memasakkan makanan yang enak buat ayahnya, dan setelah memasakkannya, ayahnya turun ke bawah, memakai pakaian yang lebih fresh. Yah, Seungcheol memang masih terlihat seperti usia 25 – an, padahal umurnya sudah memasuki kepala 4.

"Ayah, aku memasak makanan kesukaan ayah!" Ucap Jihoon sok manis, payudara nya sengaja ia goyang – goyangkan demi mendapat perhatian sang ayah,

Sang ayah meneguk liurnya, dan duduk di depan meja makan. Mulutnya memang mengunyah makanannya, tapi matanya tak berhenti menatap payudara Jihoon yang ia biarkan menopang pada meja makan.

Putingnya.. Sungguh Seungcheol ingin sekali menyiksa nya. Tapi itu tidak mungkin, karena Seungcheol masih menghargai Jihoon sebagai anaknya. Lagipula ini salahnya, kenapa Jihoon menjadi binal seperti ini.

Maka Seungcheol langsung pergi, masuk ke kamarnya, membuka celana nya, dan meloloskan desahan demi desahan saat tangannya mengoral penisnya sendiri.

Membiarkan Jihoon tertawa hebat di ruang makan. Merasa menang akan ayahnya.

Jadi dari cerita diatas, apakah ada dari kalian yang bisa menebak apakah Jihoon masih perawan, atau tidak?

Jawabannya, masih.

Karena Yoongi sama sekali tidak pernah menyentuh Jihoon lebih dari sebatas hisap – menghisap dan Seungcheol sama sekali tidak pernah membiarkan tangannya menyentuh Jihoon.

Karena mereka berdua sangat menyayangi Jihoon.

Siapa yang berhasil dan diizinkan Jihoon merenggut keperawanannya? Itu adalah..

"Soonyoung songsaenim! Tolong, aku tidak mengerti yang nomor 13."

Jihoon berujar manis pada sang pujaan hati. Dia adalah Kwon Soonyoung, seseorang yang berbeda 7 tahun dari nya. Seseorang yang selalu mau memarahi Jihoon saat Jihoon menempelkan payudaranya pada lengannya. Seseorang yang selalu menolak Jihoon, disaat semua orang menginginkan tubuh Jihoon. Yang membuat Jihoon otomatis tertarik dan bahkan langsung mencintai Soonyoung saat melihat bagaimana Soonyoung memperlakukannya.

Sudah 3 tahun Soonyoung menjadi guru privat Jihoon, dan sudah 3 tahun Jihoon menyuarakan perasaannya. Soonyoung memang pernah mencium Jihoon, tapi itu hanya di pipi dan itu juga karena Jihoon berhasil mendapat angka 98 di tes Matematika nya.

Jihoon sempat berpikir bahwa Soonyoung tak sudi untuk menyentuhnya karena dia telihat seperti jalang, tapi dia menyisihkan semua pikirannya itu saat Soonyoung memperlakukannya seperti wanita pada umumnya, dengan bonus perlakuan manis yang tidak sensual—yang sebenarnya Jihoon sangat menyukainya—seperti usapan kepala, pelukan penenang, atau usapan di genggaman tangan. Katakan Jihoon gila, karena dia memang sudah gila akan Soonyoung.

"Yang mana lagi, Jihoonie?"

"Ini, Songsaenim! Sangat tidak mengerti!"

Jihoon sangat serius kali ini,tak menyadari bahwa Soonyoung sudah menatapnya dengan tatapan tak biasa. "Aku akan merebutnya sebelum seseorang lain bertindak lebih cepat." Gumamannya yang dapat di dengar Jihoon. Jihoon menoleh ke arah Soonyoung dengan dahi berkerut, "Maksudmu?"

"—Lupakan. Nomor berapa tadi?"

"13, Soonie.."

Soonyoung mengerutkan alisnya, "Bahkan yang model seperti ini sudah kita kerjakan semalam. Bagaimana bisa kau lupa,hm?"

Jihoon menggigit bibir bawahnya takut, "Aku memang lupa, Soon – ie.. Maafkan aku."

Soonyoung tersenyum remeh, "Sekarang kau harus di beri hukuman Jihoon." Ucapnya dengan suara sangat rendah, tepat di samping telinga Jihoon. Jihoon menegak liurnya takut, "Hukuman?" Ucapnya bingung sekaligus takut. Itu malah semakin membuat Soonyoung tersenyum miring.

"Duduk sekarang di hadapanku. Ulurkan tanganmu padaku."

Jihoon menurutinya, tangannya ia ulurkan pada Soonyoung. Membuat Soonyoung langsung merampas penggaris yang tadi Jihoon letakkan di sampingnya. Dengan lumayan keras, dia memukul telapak tangan Jihoon. Hingga Jihoon tentu saja mengaduh kesakitan.

"Kenapa? Sakit? Biar kau lain kali tidak melupakan suatu hal dengan cepat." Ucap Soonyoung sambil memberikan pukulan pada tangan Jihoon beberapa kali, hingga Jihoon gelisah di posisinya.

"Dan supaya kau tidak melupakan hal ini." Ucap Soonyoung rendah, Dia lalu menyuruh Jihoon menurunkan kedua tangannya dan meletakkannya pada kedua sisi badan Jihoon.

Soonyoung mendecak saat menyadari bahwa Jihoon tak memakai bra di balik tanktop licin bewarna putihnya itu. Dengan sekali hentak, dia mengambil stik drum—milik Jihoon—yang terletak di sofa belakangnya.

"Ada apa dengan putingmu ini,hm? Menantangku sekali!" Ucap Soonyoung kesal sebelum menusuk puting Jihoon yang menyembul di balik tanktopnya itu menggunakan ujung stik drum. Menggoyang – goyang kannya disana sampai payudara kanan Jihoon bergoyang – goyang lucu, membiarkan Jihoon mendesah kecil.

"Oh, malah sekarang semakin menantang." Ucap Soonyoung rendah, dia lalu menyentik puting kiri Jihoon menggunakan kedua jarinya,

Keduanya kini sudah menyembul dengan kerasnya, membuat Soonyoung tersenyum senang, dengan kasar, dia merobek tanktop Jihoon yang memang tipis itu, membiarkan payudara kencang dengan puting pink itu di tangkap oleh mata mesum Soonyoung.

"Aku kira—Ah.. Aku kira kau berbeda dari yang lainnya, Soon.. Ternyata—AHHH.."

"Aku memang berbeda, aku tidak ingin orang menyoba mu duluan, Jihoon bodoh. Kau terlalu binal dan aku sangat beruntung mengetahui kau masih perawan, jadi aku bisa merebutnya dari penis – penis tak bertanggung jawab yang mungkin saja ingin memasuki nya duluan sebelum penisku merasakannya. Aku mencintaimu, aku ingin mengekangmu, tapi kau telalu bebas, jadi aku tidak melakukannya."

Suara Soonyoung mendadak lembut, tangannya ia gunakan untuk mengusap pipi Jihoon. "Jika kau mau berhenti menjadi binal dan menolak semua orang menyentuh tubuhmu, aku akan menghentikan ini semua sekarang.."

Jihoon melipat bibirnya dalam – dalam, kehilangan isapan dan remasan dari teman – teman laki – lakinya? Jihoon rasa dia belum siap,

Maka dia langsung menarik leher Soonyoung dan 'memakan' bibir Soonyoung seolah tak ada hari esok. Percayalah, ini kali pertama Jihoon membiarkan bibirnya bersentuhan dengan bibir laki – laki.

"..Maafkan aku, Soonyoung."

Mendapat respon seperti itu cukup membuatnya kesal, dia langsung membanting tubuh Jihoon ke ranjang Jihoon, membiarkan Jihoon terbaring dengan tanpa atasan dan celana pendek ketat yang langsung Soonyoung tarik lepas. Menyisahkan celana dalam lucu Jihoon yang langsung saat itu juga Soonyoung robek.

"Ini pertama kalinya bagiku dan ku rasa aku akan bermain sangat kasar. Aku tidak peduli kau menyukainya atau tidak, yang pasti, aku akan merenggut keperawananmu."

Saat itu Soonyoung memang bermain sangat kasar, dan dia memaksa kan Jihoon untuk melakukannya selama hampir 4 jam, tapi Soonyoung tak perduli, dan Jihoon juga menyukainya.

.

.

.

"Kopulasi bersama seluruh anggota basket? Kau gila!?"

"Kumohon Kwan –ah, beritakan melalui klub brodcast mu, ini yang terakhir kalinya sebelum aku menyerahkan seluruh tubuhku pada Soonyoung."

"Kau gila, Jihoon. Benar – benar maniak seks."

Jihoon tertawa kecil, tangannya dengan lancang menyuil pucuk payudara Seungkwan, membuat Seungkwan seketika menahan nafasnya, "Berhenti, Ji, Chan sedang tak ada disini jadi aku tak bisa mengerjai dan dikerjai oleh vagina nya."

Oh yap, Seungkwan adalah seorang lesbian, berpacaran dengan gadis tombol suka menari, adik kelasnya sendiri, Lee Chan.

"Aku mohon , ya.. Jika kau melakukan sesuai dengan yang kuperintahkan, akan kubelikan kau vibrator dengan kecepatan yang sangat maksimal, terbaru dari Jepang."

Seungkwan mengambil waktu untuk berpikir sebentar, "Okay, deal! Lengkap dengan garansi, ya?"

Jihoon mengangguk keras, membuat Seungkwan tertawa gemas, Jihoon memang sangat imut jika kalian memandangnya sebelah mata.

.

.

"Kopulasi bersama Jihoon! Pulang sekolah nanti! Hanya team basket. Ingat! Hanya team basket! Siap – siap mendapat kejutan menarik dari Lee Jihoon! Siapkan penis kalian masing – masing, guys!"

.

.

.

"B – Benarkah itu Lee Jihoon?" Gumam Mingyu, laki – laki paling tinggi saat menangkap seseorang menempel pada tiang bendera, tangan diikat ke atas dan kaki diikat di dasar, telanjang tanpa mengenakan apapun.

6 orang disana melongo, inikah Lee Jihoon? Memang mereka sering mengerjai Jihoon dengan meremas payudaranya atau melengketkan vibrator pada klitorisnya. Tapi, dengan keadaan tak berdaya seperti itu, benarkah itu Jihoon.

"Vernon, bawa obat perangsang?"

Vernon mengangguk saat Wonwoo bertanya. Wonwoo tertawa sarkas sebelum memintanya dari Vernon. Dia merampasnya lalu berjalan ke wanita yang berdiri terikat lemah itu, dengan kasar, dia menarik dagu Jihoon dan memasukkan obat perangsang itu ke dalam mulut Jihoon, dan meludahi mlut Jihoon, sebelum menyuruh Jihoon menelannya.

Jihoon merasa jijik sebenarnya, tapi melihat wajah terangsang milik teman – temannya membuatnya malah semakin turn on.

"Lakukan pertunjukan menarik, slut."

Wonwoo lalu mengecup ujung payudara Jihoon, membuat Jihoon bergetar horny akibat perlakuan Wonwoo dan efek obat yang baru saja di minumnya itu.

Tubuhnya lalu bergetar menahan kenikmatan yang menderai, lalu mengangkang tanpa melepaskan ikatan yang mengikat antara pergelangan kakinya dengan tiang benderanya. Membiarkan semua orang melihat bagaimana berkedutnya lubang Jihoon dan bagaimana merahnya klitoris Jihoon. Jihoon mendesah keras, berusaha memancing semua orang itu untuk menyetubuhinya.

..

..

..

Jihoon hanya bisa mendesah keras saat Wonwoo dan Mingyu memasukki kedua lubangnya dengan keras dan kasar. Mingyu kedapatan bagian untuk memuaskan lubang vagina Jihoon, sementara Wonwoo bertugas untuk 'menonjok' lubang anal Jihoon.

Sementara itu, payudara Jihoon di hisap oleh Jisoo dan Vernon, sedangkan mulutnya 'disetubuhi' oleh penis Minghao dan Jun sekaligus.

Jihoon di gangbang dengan nikmatnya. Matanya berair karena di dera rasa nikmat yang tiada duanya, sementara bokongnya selalu mendapat pukulan dan tamparan entah itu dari Wonwoo ataupun Mingyu. Mereka lalu bergantian menyetubuhi Jihoon hingga semua mendapat kepuasan masing – masing. Lalu meninggalkan Jihoon tergeletak telanjang di lapangan basket dengan tubuh penuh sperma. Dia sudah akan menutup mata saking lelahnya sebelum seseorang membawanya ke dalam gendongannya.

Itu Soonyoung, pangerannya.

"Itu yang terakhir kali, jika seorang pun menyentuh tubuhmu, aku akan membunuhnya saat itu juga. Kita harus cepat – cepat ke apartemenku, aku akan membersihkanmu dengan cara ku. Slut."

Jihoon mengangguk lemah, sepertinya lubangnya akan melar.

.

.

.

.

..

END/TBC

.

A/N

HAI GAESS WKWKWK ini entah kenapa bagiku 'kurang panas' krn pas bikinnya, udah mau endingnya malah ngantuk wkwkwj

pls aku liat byk bgt yg sider, bs ga si luangin waktu sebentaar aja, buat review? ga susah susah bgt kok.

oiya, ada req g? wkwkwk