Disclaimer

Disclaimer: I dont own Naruto and all its character.

oxoxoxoxo

Chapter two: New Class

Baju itu berupa kemeja tipis berwarna putih dan ada pita merah yang disilangkan pada bagian kerahnya. Kemudian dilengkapi dengan blazer berwarna merah maroon dan rok putih. Di kerah blazer itu terdapat dua buah strip berwarna hitam dan lambang sekolah konoha pada lengan blazer bagian kanan, sedangkan rok itu bermodel rimpel dengan panjang hingga lima cm diatas lutut dan berwarna putih polos.

Sakura Haruno menatap pantulan dirinya di cermin yang memakai seragam barunya yaitu seragam konoha gakuen, dengan senyum lebar yang terkembang di pipinya.

Kemudian dia memakai sepatu hitamnya yang sudah ia semir hingga mengkilat lalu ia berpamitan pada ibunya, satu-satunya keluarganya karena ayahnya sudah meninggal beberapa tahun lalu.

"Okaa-san, aku pergi dulu" Sakura mencium tangan ibunya yang sedang bersusah payah bangkit dari tempat tidurnya.

"Iya. Hati-hati di jalan -uhuk!" jawab ibunya seraya terbatuk-batuk.

Sakura tersenyum simpul kemudian meninggalkan rumah dengan hati pedih.

Sejak ayahnya tiada, ia hanya tinggal berdua dengan ibunya karena ia tidak mempunyai saudara kandung dan mereka tinggal sangat jauh dari rumah kakek-nenek serta sanak saudaranya. Kemudian ibunya bekerja untuk menafkahi mereka. Akan tetapi beliau sering jatuh sakit akibat sakit jantung yang dideritanya, oleh karena itu Sakura selalu belajar keras agar tidak merepotkan ibunya dengan biaya sekolah yang mahal. Dan akhirnya ia mendapat beasiswa di Konoha gakuen.

Langkah cepat menuju ke sekolah barunya, sedikit membantunya menepis kepedihan yang baru saja hinggap di hatinya.

Di Kelas 2-7

"Aaah!! Dimana Kakashi-sensei!!" Naruto mulai sebal menunggu gurunya yang tidak kunjung datang.

"Diamlah, dobe" tegur Sasuke yang aslinya juga bosan menunggu.

"Tidak bisa, temee!!"

"Sudahlah Sasuke. Si bodoh ini kan memang selalu berisik" kata siswa dengan gigi taring menonjol yang juga bosan.

"Enak saja kau Kiba!!"

"Dia benar kok" Shikamaru, siswa dengan kucir tinggi yang jauh lebih bosan dari mereka semua, membenarkan Kiba.

"Hei, hei! Anak-anak ada ribut-ribut apa ini?" kata Kakashi yang akhirnya datang.

"Aaa!! Sensei pasti tersesat lagi kan!! Dasar buta arah!!" seru Naruto.

"Tidak sopan. Aku sedang ada urusan tahu" bantah Kakashi.

"Kalau begitu apa?"

"Aku mengurus sesuatu di Kantor Hokage karena ada siswi baru di kelas ini" terang Kakashi, "Masuklah" panggilnya pada siswi yang sedari tadi menunggu untuk masuk, kemudian dia masuk seperti perintah gurunya dan berdiri di depan kelas.

"Aaah!! Sakura-chan" Naruto berseru dengan terkejut tapi senang. Melihat Naruto yang ternyata sekelas denganya, dia pun tersenyum.

Sasuke PoV

Seorang gadis yang katanya murid baru itu masuk ke kelasku. Dia gadis dengan rambut pink yang aneh dan jarang dimiliki orang. Penampilannya terlihat sederhana, dia bahkan tidak memakai make up. Jangan tanya bagaimana aku bisa tahu. Tentu saja siapapun bisa tahu itu jika setiap hari selalu ada siswi yang berusaha mencium mereka.

Itulah yang terjadi padaku. Sungguh.

Aku memperhatikan wajahnya lagi. Hn, dia punya dahi lebar yang juga aneh.

Tunggu! Aku tahu dia! Sepertinya dia adalah gadis yang kemarin kulihat dari jendela.

Aku memicingkan mata padanya untuk membuat diriku yakin tepat saat ia tak sengaja dia melihat ke arahku. Kami bertemu mata. Dia punya bola mata hijau yang sama anehnya degan rambut dan dahinya.

Dia mengernyitkan alis. Aku menaikkan sebelah alisku.

"Aaah!! Sakura-chan" si dobe temanku berteriak, membuat teligaku sakit. Sepertinya ia kenal dengannya karena gadis itu lalu tersenyum manis.

Tunggu! Apa yang aku bilang barusan? Oke. Anggap aku tidak pernah mengatakannya.

End of Sasuke PoV

"Perkenalkan namaku Haruno Sakura. Aku tinggal di Jalan Kunai. Mulai saat ini, mohon bantuannya" Sakura memperkenalkan dirinya di depan kelas.

"Perkenalan diri yang bagus, Sakura" puji wali kelas mereka yang berambut perak, Kakashi Hatake. "Ada pertanyaan mengenai Sakura?" lanjut Kakashi dengan pertanyaan yang membuat sebagian besar murid laki-laki dikelas itu langsung ribut seperti pasar baru buka.

"Udah punya cowok belum?"

"Boleh aku main ke rumahmu?"

"Mau nggak jadian denganku?"

"Kalian ini. Tanyakan pertanyaan yang lebih sopan" tegur Kakashi.

"Tidak apa-apa sensei aku akan menjawabnya"

"Yeaaah" seru para murid laki-laki.

"Aku, Haruno Sakura, belum pernah pacaran dan saat ini aku nggak ingin jadian dengan siapapun. Kalau kalian mau main ke rumahku, silahkan saja! Aku dengan senang hati menyambut kalian. Tapi kuingatkan kalau rumahku tidak sebagus milik kalian" Sakura menjawab semua pertanyaan iseng itu.

"Oke, kalian sudah puas bukan? Sekarang biarkanlah Sakura duduk dan kita mulai pelajaran hari ini. Sakura, kau boleh duduk disebelah Sasuke" perintah Kakashi.

"Sasuke?"

"Si rambut ayam yang duduk berseberangan dengan si kepala nanas yang ada di depan siswi pirang dengan rambut panjang" tunjuk Kakashi.

"Ceh"

"Aku bukan kepala nanas!!" Naruto memprotes.

"Baik" Sakura menuruti perintah gurunya dan duduk di sebelah Sasuke. Beberapa siswi terlihat berbisik sambil melihat Sakura dengan tatapan iri.

Sakura memberi senyum simpul pada teman sebangkunya.

"Mereka hanya bertanya karena iseng" kata Sasuke dingin tanpa melihat pda Sakura.

Sejenak Sakura terdiam karena terkejut oleh pernyataan yang dilontarkan oleh Sasuke. Tapi ia dengan cepat menangkap maksud Sasuke kemudian menjawabnya,

"Kalau memang tidak mau, katakan dengan tegas sejak awal. Lebih baik begitu kan?"

Sasuke menanggapinya hanya dengan "Hn", membuat Sakura ragu apakah itu tanda kalau Sasuke setuju atau tidak. Sakura menaikkan bahu, kemudian mengambil buku dan memperhatikan pelajaran.

AN:

Ada yang tahu jarak usianya Itachi sama Sasuke itu berapa tahun?

Eniwei, authoress mau bikin fic judulnya Sasukes Birthday Eve. Ada yang punya usul ceritanya mau dibikin kayak apa?

Makasih buat yang udah baca. Review ditunggu lho!