TITTLE : UNDER THE ROSE (remake dari comic milik momono miku)
AUTHOR : DOKIMKYUNGSOOJONGIN (prassetyahendra)
CAST : Wu yifan as Kris, Kim jongin as Kai, Do kyungsoo as kyungsoo
GENRE : Romance, sad, hurt comfort,
PAIRING : Kaisoo, Krisso
RATE : M
SUMMARY : Karena tidak memiliki keluarga, Do kyungsoo terpaksa tinggal sendiri di yayasan. Suatu hari, datanglah sebuah surat undangan untuknya dari keluarga Kim, keluarga yang sangat kaya raya. Kyungsoo pun langsung datang memenuhi undangan tersebut. Disana dia disambut oleh Kris yang bernama lengkap Wu yi fan dan Kai yang bernama lengkap kim jongin. Kakak beradik yang ternyata sudah mengenalnya, lalu bagaimana kelanjutannya ceritannya? ….
Hello, comeback again… ada yang nungguin ini FF? sorry banget ya lama banget ngepost nya padahal ini ff udah siap lama banget.. hihi aku belum ada kouta lagi banyak pengeluaran banget. Jadi yang nungguin sorry ya.
oh iya di chap 1 itu yang ada putri luhan itu salah ya sorry, author khilaf maaf kan saya :) maaf kan juga apabila terdapat typo :D
==== -Dichapter sebelumnya
"ck… lucu sekali" jongin berdecih tak suka.
"aku ingin tahu.. sebesar apa suara mu hah?" jongin mulai meraba paha mulus kyungsoo, dan menciumi leher putih milik kyungsoo.
"ja-jangan!.." kyungsoo mencoba melepaskan tangan jongin dari pahanya dan mengalikan pandangannya ke arah lain.
Namun jongin makin liar menyentuh tubuh mungil kyungsoo, "kalau kau teriak!... sampai mana akan terdengar. Hahaha" jongin tertawa dengan senangnya.
"ti-tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak"
[CHAPTER 2]
{KAISOO, KRISSO}
(UNDER THE ROSE)
Braaaak!
Suara benturan badan kyungsoo yang mengenai sudut lemarinya, kyungsoo kini dalam posisi yang sangat tidak beruntung, gerakan nya terkunci oleh jongin, jongin menindih kyungsoo. Kyungsoo tak mengerti kenapa jongin melakukan hal ini kepadanya.
"asal kau tau!" jongin mendekatkan wajahnya ke hadapan kyungsoo, mengamati wajah kyungsoo yang cantik, mirip sekali dengan ibunya, Xi luhan.
"Di rumah yang seperti istana ini.. Kau bukan siapa siapa!" Jongin membelai wajah mulus kyungsoo dari bagian atas hingga leher nya, kyungsoo yang yang takut lalu memalingkan wajahnya. Jongin makin mengelus leher mulus kyungsoo,
"akhhh… jo-jongin..hiks ja-jangaaan" kyungsoo meronta ketika jongin mulai mencium lehernya dengan kasar, namun tiba tiba pergerakan jongin terhenti, dan membisikkan kata kata untuk kyungsoo dan kyungsoo hanya diam tak bersuara.
"Kalau kau ingin aku berhenti melakukannya.." jongin menatap wajah kyungsoo dengan penuh nafsu. Lalu mencengkram gerahamannya dengan keras.
"sa-sakit jongin.. lep-passs" kali ini kyungsoo mulai memberontak, kyungsoo mencoba melepas kan tangan jongin, namun sia sia jongin lebih kuat darinya.
"haaah apa? Lepas katamu? Jika kau ingin memberikan seluruh warisan itu ke tanganku maka aku tak akan memperkosa mu! Bukankah itu kenikmatan tersendiri untukmu kyung! Namja biasa yang tak ada apa apanya di perkosa oleh seorang Kim Jongin? Hahahaha" jongin tertawa sepuasnya dengan masih memegang kedua tangan kyungsoo dengan kedua tangannya.
Kyungsoo tetap diam dia tidak ingin menjawab sebenarnya kyungsoo ingin menjawab tidak, namun karna kyungsoo tau jika ia menjawab maka macan yang ada di depannya ini akan langsung menerkamnya. Karena dari tatapan yang jongin pancarkan padanya kilatan nafsu sungguh besar tersirat disana.
"Bagaimana kyung? Apakah kau sudah memikirkannya?" jongin menatap kyungsoo dan kyungsoo pun menatapnya pandangan mereka bertemu.
Akhirnya dengan kekuatan yang kyungsoo punya ia memberanikan diri untuk menggelengkan kepalanya yang pertandanya ia tidak ingin memberikan warisan itu kepada jongin.
"cihh.. jadi kau memang ingin aku perkosa?" jongin lalu menghempaskan tubuh kyungsoo. Kyungsoo meringis kesakitan karena terdorong ke sudut ruangan.
"Tapi sayangnya aku tidak tertarik kepada namja murahan sepeti mu, kau memang namja murahan! Kau sama seperti ibumu!" jongin melihat kyungsoo yang ingin menangis karena kata katanya, kyungsoo hanya diam tak bergeming namun matanya memerah menahan luapan air yang sebentar lagi akan jatuh dari matanya.
"kau.. kau jahat sekali jongin hiks" kyungsoo menangis sejadi jadinya. Sungguh ia tak bisa menahan lagi, kata kata jongin begitu menyesak kan dadanya.
"hentikan tangisan mu itu!" jongin menghampiri kyungsoo dan membantu kyungsoo berdiri namun pada saat berdiri jongin malah membenturkan tubuh kyungsoo ke dinding dan meraba paha kyungsoo yang mulus, jongin makin liar mengelus nya.
Kyungsoo yang melihat ada sebuah tas kecil disampingnya lebih tepatnya di meja disamping dia ingin di perkosa oleh jongin lalu mengambil tas itu dan memukulkan tas itu ke jongin.
Buuk
Jongin melepas cegkraman nya "Jangan pernah menghina ibuku! Hiks" kyungsoo masih memegang tas itu alih alih untuk pertahanan apabila jongin menyerangnya lagi.
Pada saat kyungsoo menangis ada perasaan bersalah yang hinggap di benak jongin, namun pada saat jongin ingin mendekati kyungsoo lagi, sebuah suara yang sering sekali ia dengar memanggilnya. Kai sangat tau siapa yang memanggil nya sekarang, Kris hyung.
"kai!" kris masuk kedalam kamar kyungsoo tanpa sepengetahuan kai. Kai tau ia tidak menutup pintu kamar kyungsoo jadi siapapun bisa masuk dengan leluasa.
Kai yang kaget lalu menolehkan wajahnya ke arah kakaknya itu. Kyungsoo hanya diam ia masih menangis namun tak bersuara. Kyungsoo lega ada kris hyung yang datang jadi jongin tak dapat melakukan sesuatu padanya lagi.
"apa yang kau lakukan kepada si pororo?" kris mulai mendekati kyungsoo yang terlihat sangat ketakutan.
"aish pororo, sebutan macam apa itu!"jongin bermonolog sendiri.
"bukannya kau tak berminat pada kyungsoo? Tapi kenapa sekarang kau malah menyerang kyungsoo?" kris memeluk kyungsoo yang masih takut lalu membiarkan kyungsoo bersandar di dada mulai mengelus surai hitam milik kyungsoo.
"aku bukan orang yang seperti itu" jongin mendekati kris dan kyungsoo, memandang remeh kris dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"aku hanya memberinya sedikit peringatan" jongin lalu meninggalkan kyungsoo dan kris berdua.
"pororo? Kau tak apa?" kris membelai surai hitam milik kyungsoo. Kyungsoo masih memeluk badan kris, entahlah kyungsoo merasa dengan memeluk kris rasa takutnya menghilang.
"n-nde" kyungsoo menjawab kris dengan jawaban yang sedikit bergetar sudah tidak seperti tadi.
"kris hyung?" kyungsoo mentatap wajah kris dengan sendu.
"nde pororo" kris masih setia membelai rambut kyungsoo dan menyeka air mata yang keluar dari kedua mata bulat kyungsoo.
"kurasa aku tidak bisa tinggal disini hiks" kyungsoo menangis lagi lalu membenamkan wajahnya di dada bidang kris.
"gwenchana.. ada aku disini kyung..tenanglah"
"kris hyung.."
"nde.. tenanglah aku tau .. aku ada tempat yang cocok untuk mu" kris menatap kyungsoo dengan tatapan yang sangat sulit dimengerti oleh kyungsoo.
"ayo ikut dengan ku" ajak kris lalu menggandeng tangan kyungsoo, kyungsoo membelalakkan matanya saat kris memegang tangannya dan menariknya ke suatu tempat.
Kyungsoo masih tak tahu akan diajak kemana oleh kris, yang ia tahu sekarang ia masuk kedalam ruang bawah tanah yang tersimpan, kris tersenyum memerhatikan kyungsoo yang bingung. Tangan kanan kris memegang lilin untuk penerangan jalan, dan tangan kirinya masih setia menggandeng tangan kyungsoo.
"kenapa dirumah ini ada tempat rahasia seperti ini?" Tanya kyungsoo, bingung.
"ini rumah yang seperti istana kyung, jadi banyak tempat rahasia disini" jawab kris seadanya.
"tapi kenapa tempat ini lebih seperti penjara yang mengerikan ya" kyungsoo bermonolog didalam hati, sebenarnya ada yang mengganjal dalam hatinya.
"ah- akhirnya sampai" kris membuka pintu yang tepat berada didepannya, kyungsoo hanya mengikutinya dari belakang.
Sesampaiya didalam, kyungsoo melihat sesuatu yang menabjubkan, tempat ini seperti tempat rahasia seorang bos, terlihat banyak sekali computer disini dan ruangannya sangat rapi dan indah.
"waaaaahhh!" seru kyungsoo senang melihat tempat yang indah ini.
"selamat datang di istana wu yi fan pororo kecil" kris menuntun kyungsoo untuk masuk kedalam ruangan itu lebih dalam, agar kyungsoo dapat melihat dengan leluasa.
"wahh daebakk, seperti markas yang dirahasiakan hyung" kyungsoo mengamati benda benda yang ada di sekitarnya.
"gambar di layar ini apa?" kyungsoo menunjuk sebuah layar computer yang memperlihatkan sebuah data data yang tidak kyungsoo mengerti.
"ah itu…" kris menunjuk layar computer itu "itu money game kyung" lanjutnya lalu duduk di depan computer itu.
"permainan yang sangat menegangkan, jual beli saham! Kau tau bukan? Tergantung harga pasaran, saat tinggi baru kita menjualnya" kris menjelaskan kepada kyungsoo dengan panjang lebar kyungsoo hanya mendengar kan nya saja.
"aisshh membingungkan sekali" jawaban kyungsoo membuat kris menghela nafas panjang, ternyata anak yang ada didepannya ini begitu polos.
"ini yang membuat kekayaan ku mencapai 10 milyar won" kris berdiri dari tempat duduknya, lalu mengajak kyungsoo untuk melihat yang lainnya.
"waaah daebakk, jumlah yang sangat tinggi" ucap kyungsoo dengan mengadahkan wajahnya keatas atap berfikir sebanyak apa kekayaan yang dimiliki kris hyung nya itu.
"makanya aku… sama sekali tidak tertarik pada warisan itu!" lanjut kris, masih berjalan jalan dengan kyungsoo.
"karena aku sendiri punya banyak uang" kris berhenti, kyungsoo pun yang melihat kris berhenti mulai menghentikan langkahnya.
"tapi berbeda dengan dengan kai!" ucapnya lagi
"dari dulu kai selalu bersikap dingin, tak banyak bicara... kai bekerja pada appa dan bermaksud menguasai semuanya.. kai ingin menguasai harta keluarga KIM sendiri..!" kris mengepalkan tangannnya dengan keras.
"kamu harus hati hati pada kai… walaupun dia adikku! Tapi aku tak berdaya terhadap nya.." kris mendekati kyungsoo lalu memegang bahunya. Lalu meninggalkan kyungsoo, kris berjalan lebih dulu.
"apa karena itu jongin tampak begitu kesepian" kyungsoo bermonolog dalam hatinya.
"padahal saat itu… sesaat matanya memandangku dengan tatapan yang begitu lembut.." ucap kyungsoo pelan yang tak terdengar oleh kris.
"kris hyung.." kyungsoo memanggil hyungnya itu dengan wajah yang gembira,
"ah-nde pororo" kris mengangkat alisnya sebelah, bingung dengan kyungsoo yang sangat bahagianya kelihatannya.
"apa hyung tau, hal apa yang sangat di sukai kim jongin?" kyungsoo tersenyum cerah pada kris, sungguh kyungsoo terlihat seperti yeoja, walaupun kris tau kyungsoo adalah namja.
"apa yang disukai kai?" Tanya kris kembali pada kyungsoo.
"aku sudah biasa berhadapan dengan banyak anak baru di yayasan.. pertama kita cari tahu hal apa yang disukai darinya..mungkin dengan begitu, kita bisa mencairkan ketegangan diantara kalian, bagaimana?" jelas kyungsoo lagi.
"begitu ya..? aku tidak yakin untuk itu.." ucap kris lagi, membuat kyungsoo mengendus putus asa. Namun tak kyungsoo namanya jika menyerah.
"aku tak boleh sembarangan menilai jongin, karena aku tidak tahu apapun tentang jongin!" ucap kyungsoo lagi, kris acuh pura pura tak mendengarnya dan kris sibuk dengan barang barang antiknya.
"maaf aku jadi sembarangan bicara kris hyung.." kyungsoo menunduk kan kepalanya, ia takut membuat kris malah karena perkataannya barusan.
"kyung.." kris malah memanggil kyungsoo dengan tangan yang menyuruh kyungsoo untuk mendekat kepadanya, kyungsoo mengangguk dan menghampiri kris.
"nde hyung.." kyungsoo melihat kris sedang memegang sebuah foto.
'kau benar benar mirip dengan xi luhan.." kris memberikan foto itu kepada kyungsoo dan kyungsoo membelalakkan matanya karena foto wanita yang ada di foto itu sangat mirip dengannya.
"ah..pelayan yang mirip dengan ku ini.. jangan jangan ibuku?.." Tanya kyungsoo ragu ragu kepada kris. kyungsoo masih memegang foto yang diberikan kris.
"that's right!.." ucap kris lantang, sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya.
"Dia adalah pelayan keluarga kim" kris terdiam sejenak llu melanjutkan kalimatnya "xi luhan orangnya sangat lembut, dan pandai bernyanyi.. appa aku dan kai sangat menyukainya…" lanjutnya lagi
"eomma dan appa menikah karena hubungan bisnis..jadi appa tidak tidak peduli pada keluarganya..walaupun mereka menikah dan berstatus suami istri..tapi beredar rumor kalau tidak ada cinta diantara appa dan eomma" kyungsoo hanya diam mematung mendengarkan cerita dari kris
"namun…appa malah jatuh cinta kepada pada seorang pelayan yang bernama xi luhan" kyungsoo membulatkan matanya, ia tak percaya dengan apa yang dikatan oleh kris.
"tentu saja hubungan mereka begitu mengejutkan semua orang.. dan xi luhan langsung di usir dari istana.." kyungsoo menunduk dan meremas switer yang ia gunakan.
"sejak itu.. hubungan appa dan eomma semakin memburuk.. tak lama sejak itu eomma meninggal karena terlalu tertekan… dan akhirnya menyisakan dendam yang begitu mendalam…" kris masih terus bercerita tentang keluarganya pada kyungsoo.
"jadi tidak adil kan kalau dendam pada pororo kecil ini…karena sebenarnya kyungsoolah yang paling kesepian, kan?" kris mendekati kyungsoo lalu mengelus surai hitam milik kyungsoo.
"ituuuu…" belum sempat kyungsoo melanjutkan kalimatnya, kris sudah memotong pembicaraannya.
"aku akan selalu ada disini kalau kau membutuhkan ku kyung.." ucap kris lalu memeluk tubuh kyungsoo, dan mendekapnya dengan lembut. Namun ada siratan aneyh dari mata kris.
"aku ada di pihakmu.." kris melepas pelukannya lalu mengusak rambut kyungsoo, dan kyungsoo membenarkan rambutnya kembali.
"kenapa kris hyung baik sekali kepadaku?.." kyungsoo melihat kris dengan mata berbinar, melihat kris membuat kyungsoo harus menegakkan kepalanya keatas, karena tinggi kyungsoo dan kris sangat jauh berbeda.
"kamu mau tahu kyung?" kris malah mendekatkan wajahnya ke pipi kyungsoo dan kyungsoo merasakan ada yang aneh, ternyata benar, kris mencium pipi nya dengan lembut, hanya sebuah benda kenyal yang mengenai pipinya, ya hanya sebuah benda kenyal.
"k-kris hyungg.." kyungsoo kaget dengan apa yang di lakukan kris terhadapnya, kyungsoo yakin jika kris itu normal tak mungkin kris menyukainya.
"ma-maaf kyung, habisnya kau sangat manis hehe" kris tertawa renyah melihat pipi kyungsoo yang memerah. Kris lalu mengajak kyungsoo untuk berjalan lagi.
"oh iya kyung..barusan hanya sebuh ciuman kasih sayang pada "adik" yaa.. jadi jangan berpikir yang macam macam hehe.." kyungsoo hanya mengangguk kikuk, ia tak tahu harus menjawab apa karena perasaan aneh sedang menyelimutinya.
"jawaban dari pertanyaanmu tadi.. akan hyung beritahu bila saatnya tiba.." ucap kris lagi
"sekarang kau perlu istirahat.. ayo ku antar sampai kamarmu.." kris memegang tangan kyungsoo lalu mengajak nya untuk keluar dari penjara bawah tanah yang kyungsoo kira itu.
"kenapa kris hyung terasa sangat aneh ya.."kyungsoo bermonolog dalam hati.
"seperti pangeran yang terkurung dalam penjara"lanjutnya lagi, llu menatap kris begitu lama.
Kyungsoo kini sudah berada di dalam kamarnya, ia sangat bingung dengan sikap kris yang baik baik saja, sangat aneh menurut nya. Namun kyungsoo menepis rasa aneh yang ada di benaknya lalu memejamkan matanya dan tidur diatas kasur yang sangat empuk ini, sangat berbeda di yayasan, ini rasanya kyungsoo seperti orang yang sangat bahagia.
Kicauan burung terdengar hingga kedalam kamar kyungsoo, mentari mulai menampakkan dirinya , malam telah berganti menjadi pagi hari yang menyejukkan siapa saja yang melihat pemandangan yang ada di depan nya ini, kini kyungsoo mulai bangun dari ranjang tidurnya, sedikit menguap lalu membuka horden kamarnya.
Kyungsoo melihat didepan nya kini sebuah hamparan bunga mawar yang sangat luas dan indah, matanya membulat ketika bunga itu di terpa angin yang sejuk, bunga bunga mawar itu melambai layaknya lautan mawar yang sangat indah sekali bagi kyungsoo.
"uh..udaranya segar sekali.." kyungsoo meregangkan tubuhnya 'ternyata taman ini sangat menyenangkan hati ya.."
"aaahhhh… neomu yeppo" kyungsoo berteriak girang layaknya yeoja.
Kyungsoo yang penasaran, ingin sekali mengunjungi kebun yang berisi banyak sekali bunga mawar, banyak sekali warna nya, kyungsoo tersenyum girang saat memasuki kebun itu. Namun pada saat kyungsoo membuka pagar penghalang agar bisa masuk kedalam, seorang kakek kakek tua mendekatinya dengan tatapan yang aneh.
"jangan masuk!" suara itu mengintrupsi kyungsoo menghentikan kakinya, dan membulatkan matanya.
"anda anak xi luhan kan?.. hmm..Do Kyungsoo" kyungsoo makin membelalakkan matanya saat kakek tua itu mengetahui namanya.
"i-iyaa.. anda siapa ya?.." Tanya kyungsoo bingung, kini pikirannya diselimuti oleh orang yang berada didepannya ini.
Kakek itu sepertinya bukan penjaga kebun ini dari pakaiannya dan dilihat dari cara dia berperilaku ia bukan berasal dari keluarga ini menurut kyungsoo. Kakek itu membawa tas keranjang yang di sandangkan di belakang nya lalu menghirip rokoknya berulang kali.
"aku tidak akan basa basi.. sebaiknya cepat anda tinggalkan tempat ini!" saat kyungsoo ingin bertanya lagi, lagi lagi suaranya tak jadi keluar karena kakek itu selalu memotong pembicaraannya.
"t-tapi.." kyungsoo ingin menyanggahnya namun lagi lagi kakek itu tak membiarkan kyungsoo untuk bersuara.
"berhati-hati lah do kyungsoo.." kakek itu membalikkan badanya lalu meninggalkan kyungsoo yang mematung bingung, kenapa kakek itu sangat aneh sekali, pikirnya.
"DENDAM NYONYA MENYELIMUTI RUMAH BAGAI ISTANA INI" kakek itu lagi lagi bersuara namun ini berbeda, kakek itu mengeraskan suara agar dapat didengar oleh orang dalam, kakek itu membalik melihat wajah kyungsoo yang hanya diam membisu, lalu setelah itu kakek itu meninggalkan kyungsoo sendirian.
"apa aku benar benar tidak diterima di sini.." kyungsoo menundukkan kepalanya, ia merasa sangat tidak diharapkan di keluarga ini.
Sreeekkk
Kyungsoo mendengar suara aneh dari atas rumah yang berada di dekat kebun itu, ya kebun bunga mawar ini berada di dekat rumah yang bagai istana itu juga, hanya saja kebun nya terletak di samping rumah itu, dan kyungsoo tepat di bawah ruangan tempat biasa jongin melihat hamparan bunga mawar ini.
Kyungsoo menoleh kebelakang karna dirasa ada yang jatuh dari atas rumah itu, dan benar saja. Sebuah pot yang berukuran besar jatuh dari ketinggian rumah itu.
"ahh..
PRAAAAAAANGGGGG
"akhhh.."
Kyungsoo hampir saja terkena hempasan pot itu kalau saja dia tidak membalikkan badannya secepat kilat, namun pada saat pot itu jatuh ke tanah pecahan dari pot itu menggores kaki kyungsoo, kyungsoo meringis kesakitan.
"nasib mu selalu sial ya, mata besar!.." jongin menyilakkan rambutnya, kyungsoo hanya terbengong melihat jongin yang begitu tampan baginya. Jongin yang di tatap terus oleh kyungsoo merasa risih akhirnya mengulurkan tangannya hendak membantu kyungsoo untuk berdiri. Namun kyungsoo malah terdiam dan malu, akhirnya jongin memaksa kyungsoo untuk berdiri dan akhirnya jongin mendekap kyungsoo membersihkan kotoran yang ada di bajunya dan rambut kyungsoo.
"a-aaa" kyungsoo makin membulatkan matanya, wajah jongin dan kyungsoo begitu sangat dekat ia takut jika jongin berbuat yang tidak tidak padanya lagi. Namun kyungsoo menipis pikiran negatifnya lalu menundukkan kepalanya kini muka kyungsoo berwarna merah padam karna malu.
"lain kali kau harus berhati hati.. pendek.." jongin akhirnya melepaskan dekapannya, dan melihat kyungsoo yang malu jongin malah tersenyum.
Beberapa maid yang melihat kejadian itu lalu memanggil maid yang lain. Dan mengerubungi di mana jongin dan kyungsoo berada.
"tuan muda.. apa yang telah terjadi..?" maid dengan name tag dasom terlihat sangat khawatir kepada tuannya, diliat dari mukanya ia sangat mengkhawatirka jongin.
"apa anda terluka?,." salah satu maid bertanya lagi, maid itu bername tag, soyu.
"ah.. gwenchana.. hanya kecelakaan kecil.." jongin menjawab nya dengan tersenyum lalu memalingkan wajahnya di depan kyungsoo. Tiba tiba saja jongin melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah itu, kini tinggalah kyungsoo dan para maid itu.
"mwoooooo? Kecelakaan kecil? Padahal dia melihat semua yang terjadi.." batin kyungsoo.
"kenapa si hitam itu berbohong.." kyungsoo akhirnya mengeluarkan suaranya, namun tidak keras ia tidak ingin maid maid itu mendengar perkataannya barusan.
Pyuuuurrrrrrr, air dari keran itu mengenai wajah dan baju kyungsoo. Dan pelaku yang melakukannya yang lain dan tak bukan adalah kedua maid itu sendiri yaitu, dasom dan soyu.
"yaaaaaak…." Kyungsoo berteriak kesal, dan menatap kedua maid itu dengan muka yang sangat marah.
"ups, maaf ya.." dasom tertawa sambil menutup mulutnya dan mengejek kyungsoo.
"hei, jangan bertindak tidak sopan padanya.." soyu membuka suaranya namun bukan nya membela kyungsoo, soyu malah memperolok kyungsoo.
"gitu-gitu dia "berdarah" kim juga loh..haha" ujar soyu lagi, lalu tertawa bersama dengan dasom
"iya juga.. hahahaha" kyungsoo hanya diam dan hanya melihat dua maid itu dengan tatapan benci.
"kalau begitu kau saja yang melayaninya hahaha.." ujar dasom
"tidak perlu.. kalian tak usah melayani ku" kini kyungsoo bersuara terlihat sangat dingin dari jawabannya. Kyungsoo akhirnya meninggalkan kedua maid itu dan masuk kedalam rumah.
"eomma.. pasti waktu itu kau juga merasakan hal yang sama dengan ku"
"walaupun begitu.. eomma telah melahirkan ku.. tetap mencintai appa kris hyung dan jongin.."
"eomma… berjuang seorang diri melahirkanku, meninggal dalam kesendirian.."
"eomma! Liatlah.. kyungie akan membuat orang orang di keluarga kim mengakui Kyungie eomma!..."
Setelah kejadian tadi yang menimpa kyungsoo, kyungsoo berinisitif untuk mengganti pakaian layaknya seorang maid, dengan balutan baju panjang yang pas dan celana jeans yang ketat kyungsoo kini malah terlihat bukan seperti maid namun seperti namja yang manis /uke.
Kyungsoo melangkah kan kakinya menuju tempat yang sangat ia kunjungi dan tempat itu adalah ruang tengah, yaaa. Ruang tengah, kyungsoo keruang tengah ingin membersihkan segala benda yang terletak disitu, ia ingin membuktikan kepada semua orang yang berada di rumah ini bahwa ia bisa di andalkan, bukan hanya ingin menumpang dan menikmati harta itu.
Soojung dan Luna, kedua maid itu berjalan menuju keruang tengah, yah hari ini adalah jadwal mereka untuk membersihkan ruang tengah, kerjaan itu sungguh melelahkan karena ruang tengah yang tak bisa dibilang kecil itu banyak sekali benda milik peninggalan tuan dan nyonya kim.
"waaahhhh…" luna yang mengelap guci milik tuannya itu kaget. Guci itu telah bersih, tidak banyak debu dan terlihat sangat mengkilap.
"siapa yang mengelap sampai mengkilap begini..?" Tanya luna kepada soojung, rekan kerjanya. Soojung hanya mengangkat bahunya, ia tak tahu siapa yang mengerjakan semua pekerjaannya.
"Taraaaaaaaaaaa…" kyungsoo muncul dari balik pintu dan itu mengagetkan luna dan soojung.
"D-Do kyungsoo.." ujar soojung dan luna bersamaan.
"Panggil saja kyungsoo.. aku juga sudah membereskan lorong disana.." tunjuk kyungsoo kearah lorong yang berada di samping ruang tengah lalu tersenyum.
"sebagai balasan aku sudah di izinkan tinggal disini.. jadi paling tidak aku juga bisa berguna bagi semuanya.." ujar kyungsoo lagi
"tenagaku cukup kuat kok, jadi aku akan membantu kalian!" kyungsoo mengangkat sapunya dengan imut layaknya yeoja.
"jadi kalian kan jadi tidak terlalu sibuk lagi kan?" kyungsoo lalu meninggalkan soojung dan luna yang masih bengong dengan kelakuan kyungsoo barusan.
"aku tidak mau dianggap hanya numpang tinggal disini.. aku juga bisa berguna bagi semuanya .." kyungsoo mengelap keringat yang ada di dahinya.
"dan inilah yang kupelajari di yayasan.." masih saja berujar sambil mengelap guci yang lainnya.
Soojung yang melihat kyungsoo kelelahan akhirnya membantu kyungsoo. Luna juga, luna ambil bagian membersihkan guci milik tuan muda jongin dan kris, sedangkan soojung membersihkan foto foto keluarga besar itu dan bagian kyungsoo membersihkan milik tuan besar kim.
"wah.. dia hebat juga dalam urusan seperti ini.. padahalkan dia seorang namja.." luna masih tidak percaya jika ini seua adalah kerjaan kyungsoo. Karna biasanya laki laki tidak akan peduli dengan urusan wanita seperti ini, kyungsoo sangat cocok jadi uke, itu yang terlintas di pikiran yeoja itu.
"iya hebat juga ya.. hampir tidak istirahat loh.." ujar soojung di samping lorong yang berada di dekat luna.
"bisa bertahan berapa lama yaaa.." soojung mengadahkan kepalanya.
"dia tidak seburuk yang kita dengar yaaa.." ujar luna tersenyum pada kyungsoo karena ia rasa kyungsoo mendengar pembicaraannya dengan soojung, setelah itu kyungsoo lalu berpindah ruang.
Setelah kyungsooo berpindah ruang, tampaklah seorang lelaki yang berwatak dingin yang sedang menuju keruang tenagh tepat dimana soojung dan luna yang kini sedang membicarakan kyungsoo.
"heiii… apa yang kalian bicarakan?" suara itu mengintrupsi mereka untuk menghentikan kegiatannya. Soojung dan luna pun membungkukkan badannya setelah dirasa yang datang adalah orang yang sangat mereka segani.
"t-tuaan muda..ehmm" soojung sangat berkeringat sekarang, keadaannya sama dengan luna. Mereka berdua hanya diam tak bergeming,
"soo jung.." jongin mengintrupsi soojung untuk mengikuti nya.
"nde tuan.." kini wajah yeoja itu pucat pasif, ia takut jika tuan mudanya sangat marah karena mendengar pembicaraannya tadi dengan luna.
"kenapa dia melakukan pekerjaan pelayan?" Tanya jongin dingin disudut ruangan bersama dengan soojung.
" ehm,, itu.,.dia yang mau melakukan nya sendiri tuan..maafkan kami.." ujar soojung selembut mungkin dan terkesan sangat takut kepada jongin.
Braaakkk, jongin menendang pintu yang berada di dekatnya. Namun setelah itu ia tersenyum. Soojung bergidik ngeri melihat tuannya yang marah.
"aku mengundangnya minum teh , sampaikan padanya aku tunggu di taman mawar!.." ujar jongin dingin lalu meninggalkan soojung sendiri.
"ndeee… tuan"
Kini soojung tengah mencari kyungsoo, namun ia tak menemukan kyungsoo. Setelah lama mencari di ruangan yang sangat besar ini ternyata kyungsoo menggantikan pekerjaan soojung mengelap foto foto yang tadi soojung lakukan.
"ah.. kyung akhirnya aku menemukanmu…" soojung berucap sambil mengambil nafas nya yang banyak terbuang Karena sedikit berlari lari.
"nde.. wae?" jawab kyungsoo masih mengelap foto kris.
"tuan muda memanggil mu di taman mawar untuk minum teh .." ujar soojung lagi, kyungsoo sontak menghentikan kegiatannya lalu melihat soojung yang terlihat sangat kelelahan.
"j-jongin memanggil ku..?" kyungsoo berfikir sejenak.
"ndee.. cepatlah, jangan buat tuan muda jongin menunggu.."
"nde.. baiklah.." kyungsoo mengangguk lalu turun dari tangga yang ia gunakan.
"kyung.." panggil soojung lagi
"aishh, wae? Bukankah aku harus cepat.."
"teh kesukaan tuan muda adalah UVA, 65 derajat tanpa gula.." ujar soojung yang mendekatkan bibirnya ke telinga kyungsoo. Kyungsoo yang mengerti maksud soojung tersenyum lalu menganguk.
"nde.. gumawo.. soojung-sii.." kyungsoo tersenyum dan soojung lalu membalasnya setelah itu kyungsoo berlari meninggalkan soojung yang menggantikan pekerjaannya tadi.
Sebelum bertemu dengan jongin, kyungsoo membasuh wajahnya ke toilet dahulu lalu mengelap mukanya di depan cermin yang besar didekat ruang itu.
"hey pororo.. mau kemana..?" suara besar itu mengintrupsi kyungsoo menghentikan acara mengelap mukanya.
""kris hyung.. katanya jongin mau minum teh bersamaku.. aku harus segera ke taman mawar !.." ujar kyungsoo kepada kris sedikit ada helaan lelah.
"dia yang menyuruhmu..?"kris mengambil celemek yang mengantung di leher kyungsoo,
"ah ini.. aku lebih suka bekerja daripada berdiam diri.." kyungsoo lalu mengambil celemek itu kembali.
"yasudah terserahmu saja.." kris berniat meninggalkan kyungsoo namun ia membalikkan badannya kembali.
"kyungg.. chakamman.." kris menghampiri kyungsoo lalu mendekatkan wajahnya.
DeeeGgg
"ehh.." kyungsoo reflex menjauhkan wajahnya dari hadapan kris.
"hahaha jangan takut kyung… aku takkan menciummu lagi kok.." kyungsoo tersipu malu.
"huffft…" kyungsoo menunduk dan menghela nafasanya panjang.
Sreeeettt.. kris menyemprotkan farfum yang dia ambil dari kantongnya, farfum itu sangat unik. Dan kecil.
"ah.. harum sekali.." kyungsoo menghirup bau yang tercium dari farfu itu, sungguh farfum nya sangat lembut.
"kamu suka parfum ini..?" tanya kris pada kyungsoo.
"ini…. untukmu" kris memegang tangan kyungsoo lalu meletakkan farfum itu di tangan kyungsoo.
"tidak hyung.. aku tidak biasa pakai parfum.." kyungsoo mencoba menolak
"tak apa, ambilah.." kris tersenyum
"kau akan terlihat lebih manis jika menggunakan parfum yang aku berikan ini.." kyungsoo tersipu malu dengan apa yang di katakan kris padanya.
"ah ndee… gumawo hyung.." kyungsoo akhirnya tersenyum pada kris.
"berjuanglah ! Pororo kecil" ujar kris lalu meninggalkan kyungsoo.
"kris hyung… dia yang selalu baik padaku.."
Kris lalu menuju dimana jongin menyuruhnya tadi untuk menemuinya, kyungsoo agak gugup. Karena ia berfikir apakah jongin akan menyuruhnya menanda tangani surat itu lagi, dan jika ia tak mau ia akan…
Kyungsoo langsung menepis pikirannya itu, kyungsoo yakin bahwa jongin orang baik. Kyungsoo lalu melangkahkan kakinya menuju taman mawar.
"banyak sekali mawar disini… ah neomu neomu yeppo.." kyungsoo lihat banyak sekali mawar di sini. Sangat indah
"ah itu dia .. jo-" kyungsoo yang melihat jongin sedang menerima telfon tidak melanjutkan memanggil jongin, kyungsoo hanya diam dan mendengarkan apa yang sedang jongin bicarakan.
"sudah ku bilang untuk menyelidikinya diam diam!" kyungsoo mengangkat alisnya.
"jangan menyuruhku mengatakannya dua kali.." kyungsoo makin tak mengerti dengan arah pembicaraan jongin dengan laki laki di telepon itu.
"DIAM!" kyungsoo membelalakkan matanya, mata itu terlihat sangat bulat.
D E G G
Jongin membalikkan badannya lalu ia menutup telfonnya karena kyungsoo yang sudah datang dibelakangnya. Jongin sedikit gugup karena pembicaraannya di dengar oleh kyungsoo.
"ahJongin..ini aku membawakanmu tehh.." ujar kyungsoo senatural mungkin agar jongin tak mencurigainya.
"kau menguping yaa..?" pertanyaan telak itu membuat kyungsoo sedikit kaget.
"a-ani.. aku tidak sengaja kok.." kyungsoo memunculkan senyumannya, yah walaupun sedikit.
"lebih baik jangan terlalu ikut campur.. kamu bisa kehilangan nyawamu!" ujar jongin sangat dingin pada kyungsoo
"pergilah.."
Setelah jongin menyuruh kyungsoo untuk pergi, kyungsoo pun menurutinya. Namun ia makin berfikiran yang aneh aneh tentang jongin. Kyungsoo melihat keatas agar air mata nya tidak terjatuh dari tempatnya namun caranya salah, air mata itu tetap keluar.
"jangan-jangan yang melempar pot bunga itu sebenarnya adalah j-jongin"
Kyungsoo membalikkan badannya kembali, lalu berlari mengejar dimana jongin berada, dan akhirnya ia menemukan jongin masih berada di dalam taman mawar itu.
"jo-jongin" kyungsoo menundukkan kepalanya.
"ada yang ingin aku tanyakan padamu.." kyungsoo akhirnya menatap jongin dengan tatapan yang tak dimengeti oleh jongin.
"sepertinya kau masih tidak mengerti ucapanku.." jongin masih saja menjawab dengan dingin.
"jongin…" panggil kyungsoo lagi pada jongin..
"nde…"
"tapi bagaimana cara menanyakan tentang masalah pot bunga itu…"
"itu…" kyungsoo meremas pakaiannya lalu menundukkan kepalanya lagi,
"apa.. kalau mau bicara dengan ku.. cepatlah! Aku tidak ada waktu.." ujar jongin dingin kembali pada kyungsoo, sepertinya memang jongin jarang berbicara.
"aku…" kyungsoo masih berfikir untuk bertanya tentang hal yang ingin ia tanyakan.
"ah.-ani tidak boleh sembarangan menuduh orang…"
"maaf.. tidak ada apa apa.. bolehkan aku duduk" kyungsoo akhirnya mengalihkan pembicaraannya lalu tersenyum pada jongin.
Grrrrr argggggggg
Suara itu terdengar sangat mengerikan seperti geraman anjing yang sedang ingin memakan mangsanya. Lagi lagi suara itu terdengar sangat besar dan saat itu jongin melihat 4 ekor anjing besar yang buas ingin menerkan kyungsoo.
"ah…"
WHSTtttttt gggrrrrrrraaaaaa
SRAAAKKKKK
.
.
.
TBC dulu yaaa.
Sorry ya lama banget updatenya kalau responnya baik aku bakalan cepet lanjutinnya yah gak janji bisa sehari langsung lanjut mungkin 3-4 hari bakal di post lagi lanjutannya.
Ya sudah deh. Gak usah banyak bacot lagi – yaaaaa ;;)
