(Author POV)
"Yeoboseo.. Annyeong, Jaejoong Oppa. Nan Cho Hyena imnida, Cassiopeia imnida…dan…" yeoja itu menatap Yunho sebentar lalu melanjutkan kalimatnya. "aku seorang YunJae shipper."
Baik Yunho maupun Jaejoong, di seberang sana, terkejut bukan main. Yeoja yang menjadi orang ketiga mereka kali ini adalah pendukung mereka. Lalu kenapa yeoja itu tidak menolak perjodohan itu? Setidaknya itulah pertanyaan yang terbesit pada otak Yunho dan Jaejoong.
"Umm, apakah kalian terkejut?" tanya Hyena sambil menatap Yunho dan sedikit berkonsentrasi dengan namja di seberang sana. "Kupikir, kita perlu bicara face to face. Bisakah kita bertemu sekarang?" tawar Hyena ragu.
"Bisakah aku bicara dengan Yunho?" kali ini terdengar jawaban lirih dari seberang yang sempat tertangkap pendengaran Yunho, kebetula suasana di taman sedang sepi.
Hyena mendesah kecewa lalu mngembalikan ponsel Yunho pada sang pemilik. "Nih, Jaejoong Oppa mencarimu." Yunho menerima ponselnya lalu mulai fokus pada suara dari seberang.
"Cih, menyebalkan! Memangnya aku tidak bisa dipercaya apa sampai aku tidak boleh mendengar percakapan mereka. Aish!" gerutu Hyena sambil menghentakkan kakinya di tanah meski yeoja itu masih pada posisi duduknya.
Tak lama kemudian, Yunho selesai dengan ponselnya dan memasukkan benda canggih itu ke sakunya. Namja tampan itu menatap Hyena dengan tatapan yang sulit diartikan. Namja tampan itu menghela nafas sebentar lalu mengatakan maksudnya, "Jaejoong menerima tawaranmu. Kita akan bertemu dengannya di Paradise Café sekarang. Kau keberatan?"
"Jinjja?" mata yeoja itu berbinar cerah. Hyena menatap Yunho tak percaya, "Tentu saja aku tidak keberatan. Kka, antarkan aku ke sana."
Sebelum Yunho berdiri, Hyena sudah menarik tangan namja bermarga Jung yang tengah menatapnya bingung.
'Sebenarnya apa yang sedang direncanakannya?'
Between You and Him
-Chang Min Sa-
2013
YunJae and YunJae shipper
++CHAPTER 1++
(Author POV)
Paradise Café dulunya hanyalah sebuah tempat kumpul para remaja yang bosan atau lelah dengan rutinitas hariannya. Membuat café itu cukup ramai dikunjungi dari pagi hingga malam.
Di salah satu meja bartender terlihat seorang namja tampan dan yeoja manis tengah duduk bersebelahan. Sang namja bermata musang itu menatap intens yeoja di hadapannya, seolah ingin menguliti yeoja penuh misteri itu. Sementara yang ditatap justru terkesan cuek karena ia sudah tahu bahwa 'calon suami'-nya itu pasti sedang bertanya-tanya tentang maksud kedatangannya dalam kehidupannya.
"Kenapa menatapku begitu?" tanya Hyena memecah keheningan di antara mereka. Meski suara yang berdentum dari panggung utama mashi terdengar jelas tapi suasana di antara mereka justru terkesan suram. "Jangan bilang kau menyukaiku!"
Yunho menggeleng pelan lalu menopang dagu tanpa melepaskan tatapan mengintimidasinya yang kini tidak mempan digunakan pada yeoja itu. "Aku hanya heran. Apa yang kau lakukan di sini? Apa benar kau…pendukung kami…maksudku, kau seorang YunJae shipper?"
Hyena menangguk tanpa menatap Yunho. Yeoja itu tengah memainkan gelas kosongnya.
"Lalu kalau kau seorang YunJae shipper, pendukung kami, kenapa kau justru menerima perjodohan ini? Seharusnya kau menolaknya saja dan tidak menjadi orang ketiga diantara kami." Selidik Yunho sambil memicingkan matanya.
Hyena menghela nafas pelan lau menatap leader tampan itu, "Aku tidak akan menjawabnya sekarang. Kau tahu, kata-kataku itu mahal jadi aku hanya akan mengatakannya satu kali yaitu saat Jaejoong Oppa sudah ada di sini. Arraseo?"
Lagi-lagi Yunho hanya bsa tersentak atas jawaban dari yeoja labil itu. Sepertinya yeoja itu sangat niat untuk membuat Yunho sebal.
Tak berapa lama Jaejoong tiba dan segera duduk di sebelah Yunho yang kebetulan kursinya sedang kosong. "Mianhaeyo, aku terlambat. Apakah aku melewatkan sesuatu?"
Mata Hyena kembali berbinar, "Annio. Kami baru saja mau mulai. Gurae, Oppa sudah makan?" tanyanya sekedar mencairkan suasana.
Jaejoong menatap Yunho seolah bertanya 'Ada apa dengannya?'
Yunho yang mengerti arti tatapan itu hanya berbalik menatap yeoja satu-satunya diantara mereka. Namja tampan itu tampak menahan emosinya, "Sekarang katakana pada kami, apa maksudmu mengumpulkan kami di sini?"
Hyena mencebilkan bibirnya sebentar lalu mengalihkan pandangannya. "Oppadeul tidak asyik!"
"YAH!"
"Hyena-ah.." panggil Jaejoong menyela bentakan Yunho. Panggilan lembut itu tentu saja direspon oleh Hyena, "Apa benar kau seorang YunJae shipper? Pendukung kami?"
Hyen tampak cemberut mendengar pertanyaan yang sama dari bibir cherry itu. 'Memangnya tidak ada pertanyaa lain apa?' batinya menggerutu. Meski begitu, yeoja belia itu tetap menjawab. "Nde. Aku memang YunJae shipper memangnya kenapa?" dan setelah ini bisa dipastikan Hyena akan mndapatkan pertanyaan yang sama dengan sebelumnya.
"Lalu kenapa kau tidak menolak perjodohan ini? Kenapa justru kau memilih menjadi orang ketiga diantara kami?" tanya Jaejoong halus. Mta jernihnya menatap langsung pada mata yeoja itu.
"Sudah kuduga akan seperti ini." Sahut Hyena malas.
"Lalu, apakah kau sebenarnya menyukai salah satu diantara kami sehingga kau ingin berusaha menjauh_"
"HELL NO! TENTU SAJA TIDAK!" teriaknya memotong pertanyaan Jaejoong. Yang benar saja ia menyukai salah satu diantara mereka, bisa-bisa ia pulang dalam keadaan tidak utuh karena dicabik-cabik para YunJae shipper. "Dengar ya, daripada kalian berdua aku lebih memilih anak kalian yang evil itu. Shim Changmin yang jenius, arraseo?"
Yunho dan Jaejoong lagi-lagi saling berpandangan. Mencoba mencari solusi dari kebingungan yang melanda mereka. "Jadi, apa tujuanmu?" kali ini Yunho mencoba bertanya dengan halus.
Hyena mengeluarkan senyum setannya, "Aku akan memberikan penawaran untuk kalian." Yeoja manis itu menatap intens kedua namja dewasa di depannnya lalu berkata datar, "Aku akan tetap menikah dengan Yunho Oppa tapi kalian masih boleh berhubungan. Tenang saja, aku berada di pihak kalian."
1 detik
2 detik
3 detik
"MWO?" teriak keduanya bersamaan yang reflek membuat Hyena harus menutup telinganya jik atidak ingin ia cepat tuli.
"YAH! Kau gila!" bentak Yunho sambil menatap yeoja itu sangar.
Hyena menghela nafas jengah dan saat ia hamper menjawab, namja Jung itu kembali menambahi protesannya.
"Kau pikir menikah itu mudah, eoh? Itu acara yang sakral, Pabo!" Yunho mengacak rambutnya kasar, "Aku tidak mau mengikat janji dengan orang yang tidak kucintai."
"YAH!" Hyena hendak menjelaskan maksudnya tapi lagi-lagi harus dipotong oleh gerutuan dari Jaejoong.
"Lagipula bukan perkara mudah untuk mengelabuhi keluarga Jung."
Lagi-lagi Hyena menghela nafas kasar, "Hei, dengarkan aku dulu!" bentaknya keras yang sontak menghentikan protes dari Yunho dan Jaejoong. "Apa kalian berpikir kalau Yunho Oppa tidak segera menikah lantas ahjumma dan ahjusshi akan merestui hubungan kalian? Tidak bukan?
Yunho dan Jaejoong terdiam. Keduanya focus mendengarkan penjelasan Hyena.
"Seandainya aku tidak menikah dengan Yunho Oppa, kemungkinan ahjumma dan ahjusshi akan terus mencarikan istri untuk Yunho Oppa sampai Oppa mau menikah dengan salah satu calon itu." Jelas Hyena sambil menatap Yunho dengan tatapan mengintimidasi. "Iya kalau yeoja itu berpikir sama denganku, tapi kalau ternyata yeoja itu ternyata sungguh-sungguh menyukai Yunho Oppa? Bisa jadi yeoja itu akan menjadi batu besar untuk kalian."
Kedua namja itu saling memandang dalam diam. Mencoba bertukar pikiran tanpa harus mengungkapkannya dalam kata-kata.
"Huh, sekarang keputusan ada di tangan kalian." Hyena memijat pelipisnya. Ternyata mencoba mencari jalan terang untuk pasangan guy me,ang tidak mudah.
Setelah merasa cukup tenang, Hyena mengulurkan tangannya yang disambut tatapan bingung oleh kedua manja berbeda usia dua hari itu. "Deal or no deal?"
Yunho dan Jaejoong bertatapan sebentar lalu tersenyum penuh kemenangan. Berharap keputusan keduanya tidak salah dan akan memberika akhir yang bahagia untuk semua orang.
Yunho dan Jaejoong meraih telapak tangan Hyena dan berkata dengan tegas, "DEAL!"
Seminggu kemudian, acara sacral itu berlangsung di salah satu gereja di sudut kota Gwangju. Mereka tidak mengijinkan awak media untuk memasuki lokasi karena pihak keluarga ingin acara itu bisa berlangsung dengan khidmat.
Kini, namja dan yeoja itu tengah mengucap janji di hadapan Tuhan.
"Bersediakah kau, Jung Yunho, menerima Cho Hyena sebagai istrimu dan akan setia padanya dikala sehat dan sakit, kaya dan miskin, hingga ajal memisahkan kalian?"
"Saya bersedia."
"Dan bersediakah kau, Cho Hyena, menerima Jung Yunho sebagai suamimu dan akan setia padanya dikala sehat dan sakit, kaya dan miskin, hingga ajal memisahkan kalian?"
"Saya bersedia."
TBC
Menegecewakann?
Oke, memang nggak semua alur cerita yang aku buat akan sesuai dengan harapan reader-deul. Tapi disitulah yang namanya sastra dan apresiasinya. Hehehe…
Tentu saja selain respon baik, respon sebaliknya juga pasti ada dan jika ada yang mau protes saya persilahkan, yang tidak aku perkenankan Cuma satu. PLAGIAT!
Hehehehe…. Berasa udah professional ya? Padahal kan aku masih belajar.
So well, give me your support, ok?
