This small thing also called love
.
.
By Lee Sunghyun
.
Lunch
.
Cash :
All Bts Members
Pairing : Taekook, Vkook
Disclaimer : Milik Allah SWT dan orang tua mereka.
NO BASHING! Please go away!
.
.
.
"Taehyung?" dua menit memperhatikan suasana kelas yang ramai tapi tetap tidak menemukan si pemilik nama.
"Ah Jungkook mencari Taetae?" Jimin datang setelah melihat Jungkook yang tidak biasanya mendatangi ruang kelas kekasihnya.
"Ne... Tapi sepertinya dia gak ada?" pertanyaan Jungkook seolah-olah memastikan jika Taehyung memang bersembunyi dikelas 'entah itu untuk apa' atau dia pergi entah kemana.
"Hahaha jelas gak ada lah! Tapi tadi dia pergi ke rooftop..."
"Aa~" Jungkook mengangguk mengerti yang kenyataanya dia bahkan tidak mengerti mengapa Taehyung berada disana. Berusaha berfikir apa yang dilakukan kekasihnya disana, tiba-tiba Jimin menarik bungkusan makan siang miliknya dan Taehyung.
"Nah Jungkook aku tau kau pasti ingin menyusul Taehyung kan? Lebih baik kau menitip ini padaku! Oh iya tadi kalau tidak salah lihat Taetae pergi dengan seorang perempuan" ucapan panjang Jimin membuat dia terkejut seperti orang bodoh.
"M-mwo!? Perempuan?"
"Eyy~ kalau tidak salah lihat sih seperti itu Jungkook_"
Tanpa menunggu kelanjutan apa yang akan dikatakan Jimin dia langsung bergegas menaiki tangga menuju rooftop. Ditengah-tengah tangga menuju pintu rooftop Jungkook berusaha bernafas normal dan berusaha menyinggirkan pikiran negatifnya ia berfikir tentang hal positif apa yang akan terjadi saat dia membuka pintu nanti.
"Kenapa Taehyung tidak mengabarinku?" dengan pikiran kosong pertanyaan itu terucap dia tanyakan pada dirinya sendiri. Padahal kemarin sore sebelum mereka pergi menuju arah rumah masing-masing Taehyung berpesan padanya untuk dibuatkan bekal makan siang yang sangat jarang akan dia turuti. Taehyung bahkan mengancamnya akan mengganggu waktu latihan klubnya jika dia tidak membuatkan bekal itu dan memakannya bersama-sama.
Dengan langkah dibuat setenang mungkin Jungkook menaiki tangga dan membuka pintu didepannya. Hal pertama yang dia lihat Taehyungnya sedang duduk berselonjorkan kaki dengan seseorang perempuan yang sedang menyenderkan kepalanya dibahu Taehyung. Mereka terlihat tenang seperti sedang menikmati angin sepoi-sepoi yang menghantam lembut tubuh mereka. Yang terdengar hanya suara lirih sengungukan tangis perempuan yang lagi menyenderkan kepalanya kebahu tegap Taehyungnya.
"Tae~" lirih pelan Jungkook menarik perhatian Taehyung dan perempuan tadi. Tapi Jungkook terkejut saat melihat wajah perempuan itu dengan jelas.
"Kau!" berkacak pinggang menghampiri kedua manusia itu, yang satu terkejut kebingungan yang satunya masih sengungukan lirih terlihat nyaman meletakkan kepalanya dibahu pacarnya. Itu jelas-jelas adiknya, bulan adik didiknya ataupun adik kelasnya. Perempuan itu adik kandungnya si bodoh Yeri.
"Apa yang kau lakukan disini Yeri!?" melihat Yeri dengan wajah merah sehabis menangis ditambah seragam sekolah lengkap yang masih melekat ditubuhnya karena kenyataanya memang seharusnya Yeri masih disekolah sedang mendengarkan guru menerangkan didepan kelas.
"Ah Jungkook_"
"Diam, aku tidak sedang berbicara denganmu!" Jungkook tidak cemburu atau apapun itu karena yang benar saja ini adiknya buat apa dia melakukan hal konyol itu. Tapi yang membuat dia marah adalah Yeri yang membolos sekolahnya untuk datang kemari tanpa sepengetahuan nya.
"Jungkook. Yeri. Putus. Dengan. Pacarnya" bisik Taehyung dengan wajah sedih. Jungkook hampir mengumpat kasar didepan adiknya karena Taehyung bahkan tidak mengerti situasi yang terjadi. Tidak tau mau melakukan apa dia mendudukkan dirinya disamping Taehyung dengan mata melotot marah tapi malah terlihat lucu oleh Taehyung.
"Huhuhu~ Tae oppa bisa kau percaya pria bodoh itu..." Yeri kembali merengek kepada Taehyung tentang mantan pacarnya yang baru memutuskannya.
'Kookie aku senang kau datang kemari menemui kami. Mana bekal makan siangku? Aku lapar sekali tadi aku langsung menarik Yeri kemari karna dia menangis sangat keras' bisik Taehyung sambil mengelus perutnya yang kelaparan.
'Bekal makan siang apanya! Aku setengah mati berusaha untuk tidak meneriakimu waktu Jimin bilang kau pergi kemari bersama seorang perempuan' Jungkook melipat tangan masih marah pada pikiran tidak bergunanya dan pada adiknya yang berani membolos. Ingat Jungkook itu sangat menganggap nilai adalah segalanya.
"Apa? Jadi kau benar-benar tidak membuatkan aku bekal~!" rengekan Taehyung membuat kepala Jungkook pusing ditambah lagi rengekan Yeri. Lengkaplah sudah kenapa dia tidak sekalian memiliki dua adik sekaligus.
"Aku sudah menitipkannya pada Jimin karna kelakuan bodohmu ini"
"Ah dasar si bantet itu! Dia pasti sudah memakan bekal milikku!"
"Tae kau pikir kalau Jimin tidak memberi tahu ku_"
"Kookie aku harus pergi menyusul bekalku yang ada ditangan Jimin. Aku akan menghajarnya jika dia bahkan berani menghirup wangi telur gulung buatanmu!" tanpa pikir panjang Taehyung pergi meninggalkan Yeri dan Jungkook.
Mereka menatap kepergian Taehyung dengan wajah tidak percaya hanya karena sekotak bekal berisi nasi goreng dan telur gulung sederhana buatan Jungkook. Yeri bahkan menghentikan rengekannya melihat Taehyung pergi tanpa mengucapkan apapun karena terlalu fokus pada emosi yang menguasainya.
.
.
.
End
.
.
.
"PARK JIMIN!" mengetahui bekal buatan Jungkook telah lenyap berpindah kedalam perut sahabatnya Taehyung menatap penuh emosi pada kotak bekal kosong dan tubuh mungil Jimin yang lari tergopoh-gopoh berusaha menghindarinya.
"Kau akan mati PARK !" kejar Taehyung marah.
"Yeah, omong-omong nasi goreng Jungkook tidak ada dua nya KIM!"
"Kau akan menyesal mengatakan itu!"
"Tidak~! Karena aku sudah memakan nasi goreng itu dengan telur gulungnya!"
Sahut-sahutan penuh dengan teriakan dan emosi milik mereka menggema ke sepanjang lorong yang mereka lewatin membuat beberapa siswa menjadikan mereka bahan tontonan disana.
.
.
Real end
.
.
.
Riview plis ini cerita bagus apa gak sih?
