Main Cast : Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Luhan, Kris, Tao, Kai, Kyungsoo.
Genre : Romance, Hurt/Comfort, School life
Rating : untuk saat ini masih T ya XD
WARNING!
YAOI! BoyXBoy, Boy's Love. DLDR. Don't Bashing. Out of Characters. Typo(s).
.
.
Chapter 2 : Baby Bitchy Tao.
.
.
.
.
Baekhyun lekas membereskan barang-barangnya dan segera pergi meninggalkan kelas sesaat setelah bel pulang berbunyi. Dia bahkan tak menghiraukan Kwan saem yang masih belum beranjak dari kelasnya. Yang dia pikirkan sekarang adalah dia tak kan membiarkan Luhan lari lagi kali ini.
Ya, setelah dia berhasil lari dari si idiot Chanyeol saat jam istirahat tadi, Baekhyun segera mencari Luhan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Jika bisa masalah ini harus selesai hari ini juga. Sumpah demi apapun, Baekhyun tak pernah mau bahkan tak ada niat untuk berhubungan apapun dengan pemuda mesum itu.
Tapi dimanapun pemuda bermarga Byun itu mencari, kakaknya itu tak dapat ditemukan. Di kelas, ruang dance, taman belakang, dimanapun tempat yang mungkin di datangi pemuda bermata bulat bak rusa itu sudah Baekhyun cek dan Luhan tetap tak ada dimanapun.
Karena itu dia berniat segera menghampiri Luhan di kelasnya sebelum dia sempat kabur lagi.
.
.
.
"Yak, Luhan! Berhenti kau, brengsek!"
Luhan segera mengambil langkah seribu begitu dilihatnya Baekhyun setengah berlari mendekatinya.
"Yak, dasar saudara brengsek! Jangan lari kau!"
Baekhyun terus saja mengumpat sambil terus berlari mengejar Luhan. Tak dihiraukannya peraturan sekolah yang semua siswanya dilarang berlari dan membuat keributan di koridor. Toh sekarang jam pelajaran sudah berakhir.
Beberapa siswa yang kebetulan berada di koridor hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakak beradik itu. Hal seperti ini sudah biasa. Melihat Luhan dan Baekhyun yang tak pernah akur dan bahkan saling mengumpat itu sudah pemandangan lumrah, tak mengherankan lagi.
Baekhyun akhirnya berhasil menggapai ransel Luhan dan menariknya mendekat sehingga kakaknya nyaris saja terjungkal ke belakang karena tarikan tiba-tiba itu.
"Uh-oh! Hai ByunBaek," Luhan meringis garing sambil berbalik menatap wajah adiknya yang sudah teselimuti oleh amarah itu.
"Kau!" Baekhyun dengan tak sopannya menunjuk wajah sang kakak dengan jari telunjuknya yang lentik.
"Apa maksudmu dengan surat itu, hah? Jika kau memang berniat mengerjaiku bukan begini caranya, Luhan! Kau membuatku berada dalam masalah besar," umpatnya mendarah daging.
"Shisus, Baek! Kau terlalu mendramatisir," sahut Luhan enteng.
"Apa?" Menatap kakaknya tak percaya.
"Ayolah~ Chanyeol tak seburuk itu, dongsaeng! Dan dia lebih dari baik untuk menjadi pacar pertamamu," Luhan memutar bola matanya malas.
Baekhyun yang emosi segera menarik kerah seragam Luhan, "Shisus, Luhan! Kau bilang dia baik? Sebenarnya apa sih masalahmu denganku?"
Luhan mendorong dada pemuda yang lebih muda menjauh.
"Santai saja, Baek~a! Kau jalani saja dulu dengan Chanyeol. Lagipula dia tak terlalu buruk sebagai pacar,"
Baekhyun bersumpah seringaian yang barusan terlukis di wajah baby face kakaknya itu benar-benar membuat Baekhyun ingin sekali membenturkan kepalanya ke tiang bendera sekolah, apalagi mendengar kalimat yang setelahnya diucapkan oleh Luhan.
"Lagipula kau terlihat menikmati saat dia menciummu tadi pagi,"
"Yah! Kau mengintip!" pekiknya dengan wajah memerah malu.
Luhan terkekeh, "Tentu saja! Aku harus melihat hasilnya, bukan? Aku cukup syok loh melihat Chanyeol menerimamu, bahkan menciummu langsung. Kalian kan tak pernah kenal sebelumnya. Tapi serius, kau dan dia terlihat serasi Baek!"
Kepala Baekhyun terasa pening mendengar setiap kalimat yang kakaknya itu lontarkan. Rasanya seperti dihantam benda tumpul, membuat penglihatannya terasa berkunang-kunang dengan sakit kepala yang sangat.
"Kau menipuku tentang surat itu," desisnya.
Luhan mengambil jarak satu langkah menjauh dari Baekhyun dan memasang senyum yang terkesan mengejek.
"Well, kau memang ditipu, Baekhyun~ssi. Chukkae!" kekehnya seraya menepuk puncak kepala Baekhyun beberapa kali.
"Sudah ya, aku masih ada urusan dengan club-ku,"
Baekhyun mengerjap-kerjapkan matanya berusaha mencerna perkataan Luhan barusan. Jadi Luhan memang benar-benar menipunya. Dan dia sudah terlanjur terjebak oleh perangkap Luhan. Tertipu...tertipu...
"Hyak! Mati kau, Luhan!"
.
.
.
.
Baekhyun melangkah perlahan menelusuri koridor sekolah. Hari ini dia berangkat sedikit lebih pagi dari biasanya, lapangan parkir sekolah masih cukup sepi dan hanya sedikit yang berlalu lalang di sekitar. Dia memang sengaja, selain karena dia masih sebal pada Luhan dan malas bertatap muka dengannya yang pasti akan membuat emosinya naik -karena sejak kemarin Baekhyun terus meminta Luhan mengklarifikasi tentang surat itu pada Chanyeol tapi kakaknya yang 'baik hati' itu malah tak menunjukkan ketertarikannya sama sekali- juga karena ingin menghindari Chanyeol yang kemarin berjanji akan menjemputnya saat dia mati-matian menolak -karena Chanyeol terus memaksa bahkan nyaris menyeret Baekhyun mengikutinya- tawaran kekasih barunya itu untuk pulang bersama.
.
.
.
Pemuda yang gemar menggunakan eyeliner itu menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Beberapa siswa dan siswi yang mengenalnya memberi salam dan dibalas dengan senyuman olehnya.
Langkahnya terhenti saat dia tak sengaja menatap ke luar jendela koridor. Sesosok yang dia kagumi diam-diam -yang Baekhyun yakini demi apapun Luhan tak pernah tau- tengah berjalan dengan santainya di lapangan sekolah. Pemuda itu berjalan beriringan dengan seorang siswa yang Baekhyun tau adalah hoobae mereka.
.
.
.
Dia mendekat ke arah jendela, menopangkan dagunya dengan sebelah tangannya yang menumpu pada dasar jendela. Diperhatikannya lekat-lekat pemuda itu. Pemuda bertubuh tinggi kurus semampai, seragam sekolah yang terpasang rapi -walau dia tidak mengancingkan blazer nila-nya- potongan rambut rapi dengan poni depan yang sebatas matanya membuat penampilan pemuda itu terlihat keren di mata Baekhyun. Lihatlah garis rahang yang tegas itu, mata yang tersorot tajam, hidung yang sempurna, sangat tampan. Dia adalah Kris, sang president council Seoul International High School, pemuda yang Baekhyun tau berdarah China-Canada.
.
.
Pemuda di sebelah Kris terlihat mengajaknya berbincang selama berjalan. Kris melepaskan earphone yang sedari tadi dikenakannya dan terlihat antusias menanggapi pembicaraan itu. Baekhyun mengetuk-ngetukan telunjuknya di pipinya sendiri. Berfikir. Sudah nyaris dua tahun dia bersekolah disini dan selama itulah dia sudah mengagumi sosok itu.
Pemuda itu, orang pertama di sekolah ini yang dia kenal dan mampu membuatnya kagum. Pertemuan pertamanya dengan Kris adalah saat dia tersesat ketika menuju laboratorium sekolah. Dia yang memang murid baru disini belum begitu hapal dengan tata letak tiap ruangan dan Kris yang saat itu sedang tak sengaja lewat dengan senang hati membantunya. Bukan sekedar menunjukkan jalan, tapi juga langsung mengantarnya. Jarang sekali dia bertemu dengan siswa yang begitu baik seperti dirinya. Dan Baekhyun berfikir, Kris saat itu mungkin saja dimarahi oleh saem-nya karena pergi dari kelas begitu lama.
.
.
.
Sejak saat itu pulalah Baekhyun jadi memperhatikan pemuda itu. Ternyata selain sifatnya yang ramah -menurut Baekhyun, tapi kenyataannya Kris dijuluki Ice Prince oleh siswa-siswa lain karena sifatnya yang kadang terlalu cuek- Kris juga pemegang juara umum di sekolah. Pernah mewakili sekolah mengikuti olimpiade-olimpiade akademik dan sering membawa pulang piala sebagai juara pertama. Dia juga aktif di klub basket, di tahun kedua ini dia menjabat sebagai president council, dan juga dia tergabung dengan music club, mengasah kemampuannya sebagai seorang rapper. Wow~ benar-benar keren menurut Baekhyun. Hanya saja yang paling Baekhyun herankan, kenapa orang seperti Kris mau saja berteman dan bahkan terlihat sangat akrab dengan si idiot Park Chanyeol yang sudah mesum, urakan, dan seenaknya saja sendiri itu.
.
.
Sadar sedang diperhatikan atau mungkin sekedar iseng menatap ke atas, tiba-tiba Kris menengadahkan kepalanya hingga pandangan mereka bertemu. Baekhyun sedikit terkejut karena ketahuan memperhatikan pemuda itu diam-diam tapi dia bisa mengontrol emosinya dengan baik hingga dia tetap terlihat santai membalas senyum yang Kris berikan sebelum pemuda itu kembali mengalihkan pandangannya ke depan.
.
.
.
.
.
Kris melewati koridor sekolah yang tampak ramai mengingat sekarang memang jam istirahat. Pemuda berdarah blasteran itu sedikit melakukan peregangan pada kepala dan kedua tangannya yang terasa pegal. Dia baru saja keluar dari ruangan kepala sekolah setelah membahas rencana tentang acara pentas seni tahunan yang sudah menjadi ciri khas setiap tahun dari sekolah elit ini. Menjadi seorang president council memang melelahkan. Dan jujur saja Kris tak pernah dengan sepenuh hati menekuni jabatannya ini karena bukan dia sendirilah yang mencalonkan diri, tetapi para guru dan siswa-lah yang memilihnya tahun lalu. Jadi Kris tak mampu menolaknya walau sebenarnya dia ingin. Lagipula hanya satu tahun, kan? Hanya saat dia menjadi siswa tingkat dua, karena tahun depan jabatan president council akan diserahkan kepada hoobae-nya yang beruntung.
.
.
.
"Ah, maksudmu Huang Zi Tao dari kelas 2-C itu?"
"Iya, coba kau lihat dia. Ternyata dia masih punya muka untuk bersekolah,"
"Cih! Bukankah dia itu anak seorang pelacur? Dan dia sendiri juga menjual dirinya setiap malam, kan? Tapi kenapa juga dia masih bisa bersekolah di sekolah kita yang elit ini?"
"Tsk! Coba lihat! Pelacur itu bahkan masih bisa memasang wajah sok angkuhnya begitu,"
"Berapa sih harga dia satu malam?"
"Harusnya kau bertanya, berapa harga yang harus dibayar ibunya agar pihak sekolah tutup mulut dan seolah buta akan hal ini,"
"Atau jangan-jangan dia sudah tidur dengan kepala sekolah?"
"Hahahahaha..."
.
.
.
Kris mengalihkan perhatiannya dari sekumpulan gadis penggosip itu ke arah seorang pemuda yang tengah berjalan di koridor dengan angkuhnya, seolah telinga-nya sudah tuli akan percakapan gerombolan gadis tadi yang tidak bisa dibilang pelan itu. Bahkan Kris yang berjarak cukup jauh pun bisa mendengarnya dengan jelas.
Tubuh tinggi tegap itu, tampak begitu ramping dengan kaki-kaki jenjangnya. Sorot matanya yang tajam dengan lingkaran hitam samar di sekitar area matanya itu menambah kesan angkuh yang sudah melekat pada dirinya itu.
Hidung mancung, dagu lancip, dan bentuk bibirnya yang mirip seperti kucing itu terlihat sexy. Rambut bergaya raven kelamnya, seragam yang tak terlihat rapi -dasinya entah berada dimana- terlihat sekali kalau dia bukan dari kalangan 'siswa baik-baik'.
Kris menatap punggung yang kian menjauh itu hingga menghilang di tikungan koridor.
.
.
.
Huang Zi Tao, kelas 2-C ya? Jika hal yang dibicarakan para perempuan tukang gosip itu benar, Kris juga penasaran kenapa dia masih 'aman' bersekolah disini.
Atau itu hanya gosip dari mulut ke mulut saja dari orang-orang yang tak menyukai pemuda bermarga Huang itu -mengingat wajahnya tadi memasang ekspresi seperti mengajak berkelahi itu juga penampilan berantakannya-. Kris sendiri juga tak pernah mendapatkan tugas dari guru ataupun kepala sekolah untuk memberikannya surat teguran. Jadi sebenarnya, apa?
.
.
.
Kepala Kris mendadak berdenyut sakit.
Ah, sudahlah! Kenapa juga dia harus repot memikirkannya, toh itu bukan urusannya saat ini. Dan sebelum Kepala Sekolah yang memintanya 'mengurus' anak itu, dia juga tak akan mau ikut campur. Buang-buang waktu saja.
Lagipula, urusannya juga masih banyak daripada mengurusi hal yang belum jelas seperti ini.
Karena itu, pemuda tampan itu memutuskan untuk segera pergi dari sana dan segera melangkahkan kaki panjangnya ke area kantin dimana si berisik Chanyeol dan temannya yang lain sudah menunggunya.
"Tsk! Rasanya aku merindukan ranjangku yang nyaman di rumah," gerutunya.
.
.
.
.
.
.
TBC
AAA kamsahamnida semua buat
review nya~ gak nyangka bgt
respon kalian sebagus ini. aku
bawa chap 2 nya ini. ngebosenin
mungkin, tapi emang ini masih
tahap pengenalan tokoh~
sengaja gak panjang bikinnya
takutnya kalian makin bosen. tapi
aku janji next chap gak sampe
minggu depan kalo responnya
masih bagus ^^
maaf gak bisa review satu-satu tapi
aku baca semua komen kalian kok
dan aku bener-bener makasih bgt.
next chap aku janji rate nya udah
M. tapi well, gak janji sesuai
keinginan kalian ya~~ aku bingung
soalnya kkk aku kan masih pemula
bgt di ff.
.
yosh~ berkunjung lagi ya kapan-
kapan ^^
