ZONA BAHAYA CHAPTER 2
Author: Baekyoo
Makasih yang udah mau baca FF abal yang satu ini, yang komen apalagi~ makasih bangetz yaw :* komennya lucu-lucu bikin semangat nulisku jadi meningkat sekitar 50 %(?). jadi makasih yaw, akusih gak maksa buat chingeudeul ngasih komentar di FF ini soalnya aku juga jarang komen kalo baca FF orang, wkwkwk XD tapi kalo mau komen aku malah seneng banget, rasanya itu lebih enak dari mie sedaap rasa rendang favoritku :9 oh iya, untuk pairing aku lebih suka HunKai wkwk (eh,aku juga suka ChanKai juga sih, Hankai juga suka, KrisKai suka. TaoKai pikir2 dulu -.-),tapi masih belum terlalu menonjol HunKainya.. yaa biarkan berjalan seiring berjalannya waktu ajadeh #eaaahhh. Udah gausah banyak cakap lagi, langsung baca ajadeh.. HAPPY READING ~ :*
###
"Kim Jongin sudah terlihat disisi kanan! Apa yang harus kita lakukan padanya kali ini,eoh?"
Jongin kenal suara itu, suara ala bapak-bapak itu milik.. Park Chanyeol!
Oh sial! Itu si 4 sekawan tengil! Jongin tak tau apa lagi yang akan mereka lakukan padanya yang pasti itu akan merugikan Jongin sendiri. Gah! Yang benar saja, baru saja tadi pagi ia mendapatkan musibah besar, sekarang masalah sudah bertambah lagi. Namun sebelum itu terjadi, Jongin buru-buru berlari menjauh dari mereka berempat.
BRUK!
Dan sangking terburu-burunya, ia sampai tidak melihat ada seorang siswa dibelakangnya yang kebetulan membawa piring penuh dengan makanan. Mengakibatkan siswa bertubuh dempal itu ketumpahan makanannya sendiri.
Jongin bergetar takut. Ia bukannya kabur jauh-jauh, tetapi malah melongo dan membeku.
"DIMANA MATAMU,HAH?!" teriak siswa bertubuh dempal yang ternyata adalah murid kelas tiga yang terkenal kuat dan jago berkelahi disekolah. Siswa bernama Noh itu mendorong jongin kasar hingga Jongin jatuh terduduk. Bokong Jongin jadi sakit sekali. Untuk kedua kalinya dihari ini Jongin menjadi pusat perhatian, dan itu semua karena si 4 sekawan tengi-
"Ya!" sebuah suara menghetikan sejenak aksi Noh yang sepertinya akan menendang kaki Jongin. Itu suara Luhan. Terlihat Luhan berjalan mendekati Noh yang berapi-api, dibelakangnya ada Tao dan Chanyeol.
"Apa ini? Kau mau jadi pahlawan ternyata,hah?!"
"bukan begitu.." ujar Luhan sembari membersikan beberapa butir nasi di kerah seragam Noh. "Hanya saja..kami benci melihat harimau melawan kelinci kecil" tambahnya.
"bukan harimau, kurasa dia itu beruang. Tubuhnya kan besar sekali,seperti beruang"celetuk Chanyeol. Jongin hanya cengo dan meronta dalam hati, ia yakin seratus persen tidak akan selamat ditangan Noh yang wajahnya memerah dan otot lehernya terlihat dengan jelas.
Noh marah. Ia melotot dan menarik kerah Luhan dengan kuat, hingga tubuh kurus Luhan jadi sedikit terangkat keudara. Namun Luhan bergerak dengan cepat, ia memukul perut Noh dengan tangan kanannya yang bebas hingga Noh melepaskan cengkramannya dan mengaduh kesakitan.
"Oh jadi kau berani melawanku,eoh? Baiklah baiklah.. sebaiknya kita selesaikan ini" ujar Luhan. Ia mulai menghajar Noh dibantu oleh Chanyeol dan Tao.
Buk bak buk bak..uh,Jongin jadi pusing sendiri.
SRET
Jongin merasakan sebuah tangan menyeretnya menjauh dari keramaian. Orang itu mempunyai rambut cepak berwarna pirang dan tubuh yang jangkung, tanpa melihat dari depanpun Jongin tau siapa itu. Itu Sehun. Salah satu anggota dari 4 sekawan tengil yang selama ini menghancurkan hari-harinya disekolah.
Sehun menyeret Jongin dengan cepat keatap sekolah. Tempat yang jauh dari gangguan orang lain. Jongin yang masih shock hanya bisa menurut dan diam sampai mereka tiba di atap. Mereka berdua awalnya sama-sama diam, hingga Sehun mulai membuka percakapan bodohnya.
"tunggu 2 menit lagi dan kau akan habis" katanya. Jongin terkejut dan mulai panik. Ia mencoba menarik pintu dibelakangnya, namun tangan Sehun kembali menariknya. Sehun mendorong tubuh Jongin menjauh dari pintu dan kemudian ia memblock pintu itu dengan tubuhnya.
"eh eh.. mau cari masalah saja hyung yang satu ini. Sana sana, duduk saja disana sambil menunggu rekan-rekanku tiba." Kata Sehun sambil menunjuk sebuak kursi kayu di dekat pagar pembatas. Jongin sendiri malah mewek dan hampir menangis, bagaimana ia bisa menyerah pada Sehun yang sejatinya adalah adik kelasnya sendiri, yang bahkan sering bertingkah kurang ajar padanya? Jongin sungguh aneh.
#
Dan kini Jongin benar-benar menangis saat isi dompetnya habis tak tersisa. 4 sekawan itu memaksanya mentraktir mereka beberapa daging dan minuman soda sepulang sekolah, dengan ancaman Jongin akan babak belur jika tidak menurut. Tentu saja Jongin menurut, ia membelikan 4 sekawan tengil itu beberapa daging untuk dipanggang. Bukan itu saja,Mereka juga memaksa jongin untuk membeli seafood yang cukup mahal untuk ukuran pelajar sederhana seperti Jongin. Sekali lagi, Jongin hanya menurut.
"rakus sekali" desis Baekhyun yang ada disebelah Jongin. Baekhyun awalnya tidak tau bahwa Chanyeol dan teman-temannya akan ditraktir Jongin juga, jadi ia tidak menolak saat Jongin mengajaknya pergi kerestoran dekat sekolah. Dan impian indahnya ditraktir Jongin makan enak lenyap sudah saat melihat 4 sekawan tiba-tiba datang dan memesan makanan untuk diri mereka sendiri. Baekhyun merasaaa.. kesal. Sangat sangat kesal.
Baekhyun terus memandangi si 4 sekawan yang memakan makanan mereka dengan lahap, apalagi si Sehun, ia memasukkan banyak potongan daging ke mulutnya dalam sekali suap. Sehun terlihat seperti orang yang kekurangan makanan saja. Apa ia tidak pernah makan daging?
"mwoya?"gerutu seorang siswa lain disebelah Baekhyun. Namanya Kyungsoo. Yang sedang beradu sumpit dengan Tao saat mencoba mengambil sepotong udang. Tangannya beberapa kali terdorong oleh sumpit milik Tao,hingga ia juga tak mendapat makanan barang sesuappun, sama seperti Jongin dan Baekhyun.
"Huh!aku ingin pulang saja!" teriak Baekhyun pada akhirnya.
###
1 tahun yang lalu..
Chanyeol mengajak Luhan untuk pergi bermain basket hari ini. Mereka hanya berdua saja saat berjalan kearah lapangan, tapi saat hampir berada didekat lapangan, mereka berdua bertemu dengan Sehun dan Tao yang sedang menonton video porno dibawah pohon. Berani sekali mereka, baru saja 3 minggu diterima masuk kesekolah ini,sekarang malah melanggar aturan sekolah dengan membolos dan menonton film dewasa.
"hey hey hey!"tegur chanyeol membuat mereka berdua gelagapan. Tapi mereka bernafas lega saat mengetahui bahwa ternyata itu adalah Chanyeol dan Luhan, sepupu mereka sendiri.
"hah,ternyata kau hyung! Aku kira kau guru,suaramu berat sekali!"seru Sehun.
"berulah saja kalian berdua" kata Luhan sembari merebut handphone milik Tao yang dibuat menonton. "kena kau Tao, akan kuadukan pada ibumu" ancam Luhan membuat Tao berdecak.
"aku bukan anak kecil lagi! Berhenti menganggapku masih anak mama." Kata Tao membuat Sehun,Luhan dan Chanyeol tertawa dengan keras.
"jangan nangis hyung,jangan menangis! kami hanya bercanda!"celetuk Sehun.
"Ya! Oh Sehun!"
#
Ternyata hari itu Chanyeol dan Luhan juga membolos, tapi bedanya mereka itu dapat dimaklumi, berbeda dengan Tao dan Sehun yang merupakan murid baru. Murid baru seharusnya takut pada peraturan sekolah.
"Truth or Dare?"tantang Luhan pada Sehun. Luhan dan Chanyeol bukannya mengajak bermain, tapi memberi hukuman pada Tao dan Sehun. Hukuman mereka memang tak masuk akal, tapi justru itu yang menarik. Mereka sering melakukan hal seperti ini. Dan sekarang adalah giliran Sehun.
"Dare.."
Chanyeol berpikir sejenak sebelum tersenyum jahil yang membuat Luhan,Tao dan Sehun muak."mm..kau ini kan mesum, jadi.. tantangannya adalah.." Chanyeol menggantungkan perkataannya. Ia mengedarkan pandangannya kearah lapangan yang tak jauh dar mereka berempat. "pukul bokong anak itu!..dengan keras~" tunjuk Chanyeol pada seorang siswa yang memakai pakaian olahraga. Anak laki-laki yang manis,kulitnya cokelat dan rambutnya hitam pekat.
Sehun tersenyum kecil dan terkekeh. "Hanya itu? Chh,Itu kecil" ujarnya sambil beranjak mendekati anak yang dimaksudkan oleh Chanyeol. Pelan tapi Pasti.
BUK!
Tawa Chanyeol,Tao dan Luhan pecah seketika saat mendengar bunyi pukulan dari kejauhan,itu pasti Sehun. Ia berhasil menjalankan misi kotornya. Tak berapa lama, Sehun kembali dengan senyuman kemenangan diwajahnya. "Eotthae?" tanyanya.
"itu tadi berani sekali maknae!"puji Luhan dengan bangga. Mereka berempat tertawa dengan keras danbertepuk tangan heboh cukup lama. Tak menyadari bahwa seorang guru BK kini mendekati mereka berempat, guru itu tidak sendirian, disampingnya ada anak yang tadi. Anak berkulit cokelat.
"itu mereka, seongsaengnim! Mereka berbuat mesum padaku! huaaaaa" adu anak itu.
Ya.. itu adalah Kim Jongin..
"oooh~ jadi mereka? Sungguh tak bisa dimaafkan!"
"YA! KALIAN BEREMPAT! IKUT AKU SEKARANG!"
Hari itu guru bilang mereka berempat diskors selama 1 minggu,sanksi atas perbuatan asusila dalam sekolah dan ketahuan membolos saat jam pelajaran.
"jika bukan gara-gara anak sialan itu yang mengadukan kita pada guru,kita tidak akan seperti ini!"teriak Chanyeol dikamarnya yang diangguki oleh Tao dan Luhan.
"enaknya kita apakan ya anak itu?" gumam Sehun.
"Bully saja bully!"teriak Tao dan Luhan bersamaan.
TBC (?)
Makin panjangkan? Makin gjkan? Makin aneh kan? Wateper mameen. Mukucih udhah bacah sampe TBC alias B3rSy mBhunKz, semoga mata kalian baik-baik saja, okay? *ngomong ampe tumpfe-tumpfe* OKYEHDAH BYE! *kabur bareng Kai naik capung*
