-- Andante Excelsior --
Chapter One
--In Situ--
Whammy House terletak di kota Winchester, Inggris. Sebuah kota yang terkenal akan hujan yang sering turun di musim apapun, tetapi tetap terkesan hangat. Kota dengan jalanan yang ramai dan bangunan tua yang indah ini merupakan tempat yang cukup tenang, cocok untuk membesarkan anak-anak karena jauh dari pengaruh-pengaruh buruk yang ada. Jadi bukan hal aneh bila Whammy House ditempatkan di kota ini.
Tak terasa hampir tiga tahun telah berlalu sejak Light pertama kali menginjakkan kakinya di Whammy House. Ia telah menemukan tempatnya di rumah besar itu. Tidak ada perlakuan kasar diterima olehnya di tempat ini. Mungkin lebih karena para anak di tempat ini memang para anak yatim piatu jenius dari berbagai negara. Ia dengan mudah berteman dengan beberapa orang di tempat itu, misalnya Near, Matt, Mello, dan B.
Light lumayan dekat dengan Near dan Matt, karena mereka berdua tipe yang tidak banyak bicara sama seperti dirinya, sebaliknya Light tidak pernah merasa cocok dengan Mello, mungkin karena Mello berisik dan unik atau mungkin karena Mello berambut pirang? Sejauh ini Light belum pernah bertemu dengan anak berambut pirang yang bisa cocok dengannya. Sedangkan B bagi Light mungkin sudah seperti sahabatnya sendiri. B saat itu telah berusia delapan belas tahun dan sudah boleh menangani kasus-kasus kepolisian seperti L. Sesekali B akan kembali ke Whammy House untuk bertemu dengan Raito dan kemudian mereka membahas kasus yang telah diselesaikan B dan kasus yang diselesaikan L.
Mengenai L sendiri Light tidak tahu banyak. Light bisa memperoleh gambaran mengenai bagaimana penampilan L dari B, tetapi baginya itu masih cukup abstrak. Light bukan orang yang menilai seseorang dari penampilan fisik, jadi ia masih belum bisa menentukan apa-apa tentang L. Ia hanya mengetahui bahwa L adalah detektif terhebat di dunia, atau setidaknya itulah yang dikatakan media massa, tetapi Light lebih tahu dari siapa pun bahwa berita jenis apapun sering dilebih-lebihkan. Light juga hanya mengetahui bahwa salah satu dari siswa Whammy House akan dipilih menjadi penerus L. Saat ini orang yang paling dekat dengan kursi L adalah Light. Namun, ia sama sekali belum pernah bertemu dengan L. Hal itu menunjukan bahwa ada kemungkinan bahwa Light akan tergeser karena ia masih belum dapat dipercaya untuk bertemu dengan L.
Berdasarkan perkataan Near dan Matt yang pernah bertemu dengan wujud laptop dari L, ia orang yang jenius. Matt berkata dengan menggebu-gebu kalau L menjawab beberapa pertanyaan mereka dengan singkat, padat, dan cukup komunikatif. Near yang mendengar perkataan Matt mendengus dan berkata bahwa L membosankan. Matt yang mendengar perkataan Near menimpali bahwa Near tidak tahu apa-apa karena saat itu Near lebih senang berada di pojokan bersama Mello melakukan entah apa yang mereka lakukan di pojokan.
Mello yang kebetulan lewat dan tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka dengan senang hati menarik Matt untuk diajak bicara empat mata. Singkat kata, Matt tidak terlihat selama beberapa hari setelah mereka bicara. Ketika ditanya, Roger hanya menggeleng saja dan menggumamkan sesuatu yang terdengar seperti kenakalan remaja dan pertemanan yang membahayakan kesehatan.
Satu-satunya siswa Whammy House yang pernah bertemu dengan L adalah B. Hubungan B dengan L terbilang cukup aneh. B sangat terobsesi dengan L, yang kemungkinan disebabkan oleh cara pengajaran Whammy House tahap awal yang menekankan pembentukan 'copy L'. Untungnya program itu sudah dihentikan sejak kematian A akibat gantung diri. Bulu kuduk Light berdiri tiap kali ia membayangkan harus menjedi kopian L. Pengerusakan self esteem yang benar-benar parah, menurut Light.
Walaupun program itu telah dihentikan, mereka tidak bisa menghapus kesalahan yang ada. Siswa yang tersisa membutuhkan penanganan psikiater dan psikolog untuk menormalkan kembali pikiran mereka. Satu-satunya siswa yang tidak dapat diselamatkan pikirannya adalah B.
B benar-benar ingin menjadi L, sampai-sampai ia ber-cosplay ria mengikuti detektif yang unik itu. L sendiri tidak ambil pusing dan membiarkan B begitu saja. Roger dan Watari memanfaatkan hal ini untuk kepentingan mereka dan mengangkat B menjadi detektif yang mengusut kasus yang tidak mau diselesaikan L karena dianggap kurang menarik. B menjadi replika kurang sempurna dari L. B menerima hal ini dengan senyum lebar.
Awalnya hal ini berjalan baik, sampai akhirnya yang kerepotan justru Roger dan Watari yang sulit untuk membedakan mereka berdua. B memang jenius dalam urusan penyamaran. Light mau tak mau mengakui keahliannya yang satu ini.
Salju di bulan Desember mulai menebal bersamaan dengan berakhirnya tahun ajaran lama dan dimulainya tahun ajaran baru di Whammy House. Kerlap-kerlip lampu yang dipasang di sekeliling bangunan tua itu menambah maraknya perayaan tahun baru di tempat itu. Suara anak-anak Whammy House yang bersorak-sorai di akhir tahun yang ditingkahi oleh suara terompet tahun baru mengisi tiap sudut dari rumah besar itu. Malam tahun baru ini, seperti malam-malam tahun baru sebelumnya dihabiskan Light untuk menonton anime bersama B di kamarnya.
"Jadi pelajaran tambahan apa yang akan kau ambil tahun ini, Light?" tanya B sambil memakan selai stroberinya.
Light menatap layar televisi yang menayangkan anime xxxHolic spesial tahun baru. B yang berada di sebelahnya menatap Light dengan tertarik. Matanya yang bersinar kemerahan menatap Light tajam. Light mengacuhkan tatapan B dan menyibukkan dirinya dengan kripik kentang merek Chips yang dibeli oleh B di perjalanan menuju Whammy House khusus untuk temannya yang satu ini.
"Bahasa Russia dan bahasa Arab … dua bahasa itu agak sulit untuk dipelajari secara autodidak," jawab Light singkat.
Iklan komersial muncul di layar tiba-tiba, memotong anime yang sedang mereka tonton. B memakan selai stoberinya dan menatap Light lagi. Light masih asyik memakan Chips sambil menatap iklan komersial tidak jelas yang mulai bermunculan.
"Sebenarnya yang sulit dari keduanya hanya alfabetnya, selain itu mudah saja menurutku," B menanggapi.
"Itu menurutmu… aku tidak bisa meniru dialeknya, aksen yang dipakai terlalu aneh," balas Light.
"Apa kau mau aku mengajarimu?" tanya B sambil menyeringai.
"Tentu saja… tidak. Entah kenapa kalau aku meminta bantuanmu pasti berakhir dengan sangat kacau," Light berkata dengan kesal.
"Hm? Benarkah? Kapan?"
"Kapan? Ingat saat aku meminta bantuanmu untuk tugas presentasi tentang anatomi di pelajaran biologi? Kau seenaknya saja mengganti backgroundnya dengan wallpaper Bleach favoritmu itu, kan? Belum lagi pada saat aku memintamu mengedit film saat tugas analisis kasus. Kau malah sengaja menyelipkan cuplikan trailer anime One Piece di tengah filmnya! Lalu pada saat aku memintamu membantuku belajar bahasa Spanyol, kau malah memakai percakapan dari anime Naruto versi Spanyol sebagai bahan acuan! Sudah terlalu sering kau mengacaukan pekerjaanku, B!"
B hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Light. Ia mendekati Light dan menepuk pundaknya.
"Lihatlah sisi baiknya, Light. Setidaknya nilaimu jadi jauh lebih bervariasi…"
"Aku harus mati-matian mengerjakan tugas tambahan untuk mengangkat nilaiku yang kau jatuhkan. I resent you for that."
"That's what a friend's for, Light. That's what a friend's for."
"Apa? Menghancurleburkan nilai temannya?"
"Bukan, teman ada untuk saling menolong dan melengkapi satu sama lain dalam keadaan seperti apapun juga. Kau terlalu serius, Light. Kau membuatku khawatir. "
Light menatap B ternganga. B mengatakan hal itu dengan wajah yang serius dan mata yang memancarkan kecemasan. Sungguh berbeda dengan biasanya.
Keseriusan B terkoyak oleh cengiran lebar. "Tapi menghancurleburkan nilai teman itu benar juga."
Untuk sejenak Light berpikir betapa senangnya bila saat itu ia bisa mencekik leher teman psikopatnya yang satu ini…
Tetapi ia mengurungkan niatnya karena dalam hati ia mengakui bahwa hidup pasti akan membosankan tanpa B.
Sementara itu, Mello, Matt, dan Near berada di aula bermain di Whammy House. Near asyik bermain action figure Gundam yang baru dibelikan B. Matt asyik bermain game Nintendo baru yang dibelikan oleh B. Mello sendiri sedang asyik mengomel sambil memakan coklat yang baru dibelikan oleh… Roger, bukan B, karena menurut B coklat tidak ada hubungannya dengan anime.
Mello sendiri merasa B agak sentiment dengannya. B terkadang terlihat tidak bersahabat bila melihat Mello. Mello merasa hal ini dikarenakan bahwa ia langsung menggeser posisi B ketika ia pertama kali masuk. Walau kemudian Mello dikalahkan oleh Near, B tidak pernah mengalihkan perasaan mendalamnya itu pada Near.
"Kalian ngerasa nggak sih kalo ada hubungan aneh antara Light dan B?" tanya Mello tiba-tiba.
Matt yang sibuk mengalahkan boss level 15 di gamenya menjawab enteng, "Nggak usah dihubung-hubungin pun mereka berdua sudah aneh."
"Iya, sih. Tapi coba pikir lagi. Setiap kali B pulang ke Whammy House pasti yang pertama kali dikunjunginya adalah kamar Light. Terus B membelikan Light kripik kentang merek Chips. Padahal biasanya dia jarang membeli barang yang nggak ada hubungannya sama anime, kan?" Mello mencoba mempengaruhi Matt.
"Kau hanya iri karena B tidak membelikanmu coklat," gumam Near yang asyik memainkan Gundam di sebelah Matt.
"SIAPA YANG TANYA PENDAPATMU, NEAR??" bentak Mello yang kesal karena perkataan Near ada benarnya.
"Aku setuju dengan Near. B memang dekat dengan Light seperti aku dekat denganmu, Mello. Jadi wajar saja kalau B memberi perhatian lebih pada Light," kata Matt pelan.
"NAH, JUSTRU ITU!!" seru Mello mengagetkan Near dan Matt, "B dan Light sangat dekat! Jadi ada kemungkinan kalau hubungan mereka lebih dari sekedar 'teman' belaka! Lagipula tiap malam pada saat B pulang mereka berdua mengurung diri di kamar Light sampai pagi-"
"Untuk menonton Anime," sela Matt.
"Iya, sih, tapi maksudku, hubungan mereka lebih dari sekedar teman, kan?" Mello bersikeras meyakinkan Matt.
"Tentu saja mereka lebih dari sekedar teman," kata Near pelan.
"Tuh, kan? Apa kubilang? Bahkan Near yang telmi saja tahu!" sahut Mello, tanpa sadar mengejek Near.
Near melanjutkan, "Mereka adalah sahabat."
Matt mengangguk saja mendengar jawaban Near. Mello tak bisa berkata apa-apa.
Chapter 2 berhasil diedit dan diberi beberapa tambahan. Ga terlalu berpengaruh sama jalan cerita sie… Btw, judul chapter In Situ kok jadi serasa belajar biologi ya? :D
-- D --
