Lulalaby Present

School 2017

Summary : 3 Sekawan mencari 3 Kembang

"...Sekali lagi saya ucapkan kepada seluruh siswa-siswi yang telah diterima di Seoul Senior High School. Terimakasih". Kepala sekolah yang masih terlihat muda itu selesai melakukan sambutan diatas podium dengan berwibawa membuat seluruh siswi terkagum-kagum, namun ketika akan turun dari podium, dia tiba-tiba berbalik.

"Ahh, saya hampir lupa. Do Kyungsoo adikku tersayang dan juga 2 sahabat cantiknya selamat datang sayang~~ dan juga, Xi Luhan jangan lupa katakan pada Daddy mu tentang apa yang sudah dijanjikannyaaaa hahahahaha". Selesai mengatakan hal itu Kwanghee turun dari podium dengan wajah idiotnya. Hilang sudah image berwibawanya.

Sedangkan 3 orang yang dimaksud hanya menundukan wajah mereka yang merah padam.

"Kyung, apa dia benar-benar opaamu?". Bisik Baekhyun.

"Dia bukan Oppaku saat ini". Jawab Kyungsoo dengan wajah kesal.

"Aiishh, Kyungsoo-ya oppamu benar-benar memalukan. Bagamana bisa sekolah ini dipimpin oleh kepala sekolah macam itu?". Ujar Luhan dengan sebal.

Setelah acara sambutan itu mereka bertiga bergegas menuju kantin.

"Baek, Kyung kalian mau pesan apa?". Tanya Luhan.

"Aku mau jus anggur,Lu". Luhan mengangguk lalu perhatiannya tertuju pada Baekhyun.

"YA! Byunbaek kau mau pesan apa?". Luhan berteriak karena daritadi Baekhyun fous pada handphonenya terus.

"Hm? Aku mau strawberry split,Lu". Jawab Baekhyun tanpa mengalihkan perhatiannya dari handphone. Poor Lulu.

"Ya sudah, aku mau pesan dulu". Luhan berjalan ke arah counter dan mengantri. Namun tiba-tiba.

PRAANG

"YA KALAU JALAN LIHAT-LIHAT DOONG! Lihat bajuku basah karenamu. Aaaissh, bagaimana ini?". Luhan mengamuk karena bajunya ketumpahan air yang dipegang oleh-

"YA! Suruh siapa kau berdiri disini? Kau menghalangi jalanku, dan itu kesalahanmu sendiri bukan salahku".

-Oh Sehun.

Luhan membaca nametag didada sebelah kiri laki-laki itu.

"Apa kau bilang? Ini salahku? Lalu dimana aku seharusnya berdiri hah? Matamu buta? Ini line untuk mengantri, bodoh!". Sehun membulatkan matanya. Berani sekali perempuan.

"Kau! Siapa kau berani menyebutku bodoh, hah?". Tanya Sehun dengan geram.

Luhan tertawa mengejek, lalu

"Perkenalkan, aku Xi Luhan. Salam kenal Oh bodoh Sehun". Setelah mengatakan hal itu, Luhan pergi meninggalkan area kantin dengan wajah menahan amarah serta malu karena bagian dadanya tercetak jelas akibat tumpahan air jus tadi.

Sehun melihat kepergian Luhan dengan geram. 'Lihat saja apa yang akan terjadi denganmu lohan, eh luna aasshh siapalah itu. Aku tidak akan membiarkan kau hidup tenang di sekolah ini hahahaha'.

Mohon berhati-hati atas ucapanmu Oh Sehun-ssi.

"Aiih, ini tidak bisa hilang. Bagaimana ini?". Gerutu Luhan. Tanpa disadari, daritadi ada yang memperhatikan sikapnya.

"Kau tak apa? Ahh, apa kau murid baru disekolah ini?". Tanya wanita cantik disebelahnya.

"Ahh, iya aku tak apa euum-".

"Salam kenal, aku Oh Joohyun. Tapi kau bisa memanggilku Irene. Siapa namamu?". Irene mengulurkan tangannya kepada Luhan.

"Aku Xi Luhan, sunbae". Luhan menyambut uluran tangan Irene.

"Ada apa dengan bajumu?". Irene mengendikan dagunya kearah dada Luhan. Tiba-tiba Luhan teringat lagi akan sosok menyebalkan yang juga tersangka utama atas keadaannya saat ini.

"Ini semua gara-gara sibodoh albino itu'. Bisik Luhan.

"Ya? Kau mengatakan sesuatu?'. Tanya Irene karena melihat Luhan tidak menjawab pertanyaannya malah berbisik-bisik.

"Ahh, tidak apa-apa Sunbae, ini hanya gara-gara sibodoh albino itu. Eeum, Sunbae aku keluar dulu ya. Aku meninggalkan teman-temanku dikantin'". Ujar Luhan.

"Ya. Sampai jumpa, Luhan-ah". Setelah Luhan keluar dari toilet, Irene mengerutkan keningnya.

"Setahuku, albino itu julukkan untuk Sehun. Apa yang dimaksud Luhan itu albino adikku atau ada orang yang lebih albino dibandingkan adikku? Mungkin orang lain".

Luhan berjalan menuju kantin lagi, namun ditengah jalan dia heran kenapa banyak sekali murid yang melihat kearahnya. Ya Luhan sadar, sekarang ini bagian dadanya sedikit terlihat lantaran kemejanya masih basah tapi tidak sekentara itu menurut Luhan.

"Luuuuu". Teriak Baekhyun setelah melihat Luhan dengan kemeja bagian dadanya basah.

"Ya! Darimana saja kau?!". Tanya Kyungsoo.

"Aku dari toilet membersihkan kemejaku, lihat kemejaku basah". Rengek Luhan. Baekhyun dan Kyungsoo yang melihat itu pun membulatkan matanya.

"Jadi, gadis yang dimaksud oleh murid-murid tadi adalah...". Baekhyun tidak melanjutkan ucapannya lagi dan berpandangan dengan Kyungsoo dan keduanya serempak berteriak...

" KAAAAUU?". Luhan hanya membulatkan matanya melihat reaksi 2 sahabatnya.

"Y-ya, kalian kenapa?".

"Kau tak tau, kau jadi bahan pembicaraan gadis-gadis penggosip setelah berhasil membuat seorang -Oh Sehun- manusia paling cuek plus dingin sedingin es di kutub utara marah-marah, Lu". Jelas Baekhyun

"Benar, dan kabarnya kalimat yang digunakan untuk bertengkar denganmu adalah kalimat terpanjang yang pernah diucapkan oleh Oh Sehun".

"So, apakah itu sebuah prestasi untukku?'. Luhan menjawab dengan kesal.

"Aiiishh kau ini. Yasudah kita pulang saja dan mencari bahan-bahan untuk MOS besok. Kajja". Ajak Kyungsoo.

Meanwhile

Disebuah rumah -atau juga bisa disebut mansion- mewah didaerah tengah kota di Seoul, terlihatlah seonggok manusia tampan kelebihan pigmen kulit sedang memasang wajah datarnya sambil melihat layar laptop yang menamplkan profil seorang gadis cantik bermata rusa.

"Jadi dia anak pemilik KBS?". Ujar Sehun. "Dia pernah ingin menjadi artis namun tidak diperbolehkan oleh kedua orangtuanya? Pppfft, dasar anak manja. Namun sepertinya dia menarik".

"Siapa yang menarik?".

"Aiiishh, nuna kau mengagetkanku". Sehun menampilkan wajah terkejutnya, namun tak lebih dari 3detik dia kembali menampakkan wajah datarnya.

"Dasar lebay, aku kan cuma tanya siapa yang menarik?". Sungut Irene. "Ohh, bukankah dia hoobae yang tadi? Aduhh siapa namanya aku lupa, coba kita lihat lagi siapa namanya". Namun sebelum melihat lagi, Sehun sudah menutup laptopnya.

"Yaa! Apakah nuna kenal dengan orang ini? Kenapa nuna sok kenal sekali?! Sudah kubilang, hilangkanlah kebiasaan nuna yang sok kenal itu!". Omel Sehun.

"Astaga, Oh Sehun. Apa baru saja kau mengomeliku? Astaga , kau berbicara sangat panjang hari ini. Ahh ya, aku dengar juga tadi siang kau mengomeli seorang gadis dan membuat kemeja gadis ituuu...". irene tidak melanjutkan ucapannya dan menoleh kearah Sehun dengan wajah ingin tahunya.

"Wae?'. Tanya Sehun dengan datar.

"Jangan-jangan..gadis yang kutemui ditoilet tadi adalah gadis yang sama dengan gadis yang diperbincangkan oleh murid-murid disekolah. Apakah aku benar Oh Sehun?".

Namun, setelah melihat kedepan, Irene hanya dihadiahi tatapan malas seorang Oh Sehun dan setelah itu Sehun melenggang menuju kamarnya dilantai 2 dan meninggalkan Irene dengan wajah jahilnya.

"Benar-benar, anak itu tidak ada sopan santunnya sama sekali. Tapi, siapa gadis tadi namanya? Ruhan?Luna? ahh, Luhan. Hihihihi semoga saja dengan Luhan, Sehun berubah. Aku tak keberatan mempunyai adik ipar secantik Luhan".

Haiiiiiiii~~~ aku datang membawa chapter 2.. maaf banget untuk update yg sangat ngareettt..

semoga kalian suka yaaa..

Dan juga terimakasih banyak untuk yang sudah baca, review, favorite dan ngefollow cerita ini. aku akuin masih banyak banget kekurangan dalam cerita yang aku buat. So, yang mau kasih kritik dan saran silahkan but pakai bahasa yang baik yeeth

Okee, annyeeooong~~