Terlatih Patah Hati

Sub Judul :

PENYESALAN

.

Author :

.

yehetohorat794

Main cast :

.

Kim Jongin

Do Kyungsoo (GS)

Other casts :

.

Park Chanyeol

Byun Baekhyun (GS)

Xi Luhan (GS)

Oh Sehun

Genre :

.

Romance/little-Comedy/Hurt-Comfort

Rate :

.

T

Length :

.

One Shoot

Disclaimer :

.

Semua cast milik Tuhan. Saya hanya membuat ide cerita dan mengembangkannya saja. Jalan cerita nya, ide semuanya itu milik saya. Main pairingnya sekarang KaiSoo, kalau gak suka tinggal back aja. Jangan jadi plagiat, okay?

Summary :

.

Bunga-bunga cinta bermekaran.. Cie.. yang terus-terusan kepikiran~

Hanya sepenggal cerita Jongin yang disinkronkan dengan nasib temen laki-laki saya yang SERING di tolak dan nasib saya yang sampe sekarang masih SUKA sama kakak kelas saya, Ya, walaupun nasib Jongin lebih mujur dari pada nasib nya dia dan saya disini, tapi read ae deh kalo baca langsung review ye../KaiSoo/GS/One Shoot/

..

..

..

..

..

YANG BACA HARUS REVIEW KALO NGGAK NTAR GUA DOAIN NASIB NYA KEK TEMEN GUA MULU DITOLAK BHAHAHAHA BEJANDA DEH, TAPI JANGAN LUPA REVIEW YA, BIAR JADI SUPPORT SAMA DIA DAN GUE SUPAYA KAGAK BERHENTI SEMANGAT HIDUPNYA :V DIA PADAHAL BAEK ORANGNYA, PINTER, GANTENG SAMPE GUA PERNAH SUKAK SAMA DIE—EH?! TAPI ITU NASIBNYA NTAH DAPET KUTUKAN APAAN NASIB GUA SAMA DIA JELEK BANGEDH :'V INGEDH REVIEW YEE~~

.

.

.

.

.

.

.

Indonesia maju Sejahtra tujuan mu...

Nyalakan api s'mangat perjuangan..

Dengungan gema...

Nyatakan persatuan...

Oleh perindo..

Oleh perindo..

Jayalah Indonesiaaaa..

.

.

.

.

Haha kaga nyambung muach :*

.

.

.

.

.

.

Hepi riding riders kesayangan gua :*

.

.

.

.

.

.

Jongin memutar-mutar ujung jari nya di sekeliling mulut cangkir putih itu, mata nya menatap kosong cairan bewarna hitam pekat di depannya padahal di sampingnya tertera pemandangan yang sangat indah dari Han river, Ini sudah malam, tapi dia masih belum mau melangkahkan kaki nya menjauh dari situ. Dia masih setia meratapi kesedihan nya yang baru ditolak Baekhyun itu, rencananya gagal. 100 persen gagal. Dia gagal mencari tahu dimana keberadaan nya.

Engkau masih yang terindah

Indah di dalam hati ku

Mengapa kisah kita berakhir

Yang seperti ini

(Kerispatih – Kesedihanku)

Jongin mendecak lidah mendengar background sound music yang ada di cafe khusus jones ini, "yeokshi jo ne s cafe" cibir Jongin sambil mendelikkan matanya risih saat musik lagu galau itu menyapu pendengarannya,

Harusnya dia memilih cafe lain.

Dia mengeluarkan HP nya yang tiba-tiba bergetar, sedikit menyerit bingung mendapati nama Chanyeol sebagai caller nya,

sebenarnya Jongin menyimpannya sebagai "Park Biadab Chanyeol"

"Yeoboseo" Jongin kelewat datar sampai Chanyeol bergidik ngerih mendengarnya,

"Yoboseo, Jongin-ssi.." Chanyeol berujar dengan hati-hati, takut mengacaukan perasaan orang yang baru di tolak itu,

"Katakan tanpa bertele-tele, apa maumu? Jika kau berniat meledekku karena baru saja di tolak , kau bisa memutuskan panggilannya sekarang"

"Sialan Kim. Baiklah kututup. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" Chanyeol berujar dengan ketus.

"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh" jawab Jongin dan panggilannya langsung dimatikan secara sepihak,

Jongin menyerit bingung mendengar background music yang tiba-tiba diganti itu,

Ya robbi bil-Mustofa balligh maqooshidanaa

Waghfirlanaa maamadho yaa waasi'al karomi

Muhammadun sayyidul kaunaini watstsaqolaini

Wal fariiqoini min 'urbin wamin 'ajami

(Ya Robbi Bil-Mustofa – Haddad Alwi)

Jongin jadi ingin tobat deh,

.

.

.

"Ku mencintai mu, lebih dari apapun.. Meskipun tiada satu orang pun yang tahu.. Ku mencintai mu, sedalam-dalam hati ku~" Kyungsoo berjalan sambil merapikan hiasan kue yang baru diciptakannya itu, Sambil bernyanyi lagu Ungu, Dia berputar-putar dengan senang,

"Astaga sayang, jangan berputar-putar seperti itu.." tegur seorang laki-laki yang berbicara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tubuh wanita yang memakai pakaian khas koki itu,

"Aku tahu kau frustasi karena cinta mu tak pernah kesampaian, bahkan kau sudah menunggu selama lebih 7 tahun, tapi kau tak perlu mengungkapkannya dengan cara begitu" nasihat laki-laki itu dan telak menusuk hati Kyungsoo,

Kyungsoo mendelik mendengarnya dan,

PRANG..

"Ahk! Kyungsoo-ya! Bagaimana jika aku mengalami kerusakan otak!?" Suho mengusap-usap kepalanya yang baru terkena ciuman dari pantat telfon yang di pegang Kyungsoo,

"Itu bagus, jadi kau tak perlu mengejek-ejek ku lagi." ucap Kyungsoo sambil memasang death glare nya pada Suho, Suho mendadak pucat melihat 'Satansoo' mulai beraksi,

"Baik.. Baik.. Aku khilaf" aku Suho sambil menunduk,

"Tapi itu benar, oppa.. Aku menutup hati ku untuk semua lelaki, menunggu namja itu selama 7 tahun tapi dia bahkan tak pernah melihat ke arah ku" Kyungsoo melirih, dia menatap mata Suho dengan mata berkaca-kaca nya,

"Oh tidak, jangan terjadi lagi" batin Suho yang sudah mengambil ancang-ancang berjalan ke arah Kyungsoo

"HUWEEEEEE"

Terlambat, Suho gagal membekap Kyungsoo

.

.

.

Kyungsoo menyandarkan dada nya di pegangan di Han river itu, Mata nya menatap sungai di bawah nya dengan tatapan kosong

Kenapa nasibnya seperti ini?

Dia sudah lelah menunggu.. Menunggu yang tak pasti..

Ku akan menanti,

Mesti harus penantian panjang

Ku akan tetap setia menunggu mu

Ku tau kau hanya untukku

Biarlah waktu ku

Habis oleh penantian ini

Hingga kau percaya betapa besar

Cinta ku padamu, ku akan menanti...

(Nikitta Willy-Ku akan menanti)

7 tahun. 7 tahun dia menyukai seseorang dengan wajah tampan itu, 7 tahun dia menyukai laki-laki yang lebih tinggi dari nya itu, tapi, kenapa jadi tidak jelas begini?

Flashback On -

"Kyungsoo-ya, kau ingin masuk club atau organisasi mana?" Baekhyun menyenggol lengan Kyungsoo dengan lengannya sendiri,

Kyungsoo menaikkan bahu nya bingung,

"Apa harus? Aku tak berniat sama sekali mengikuti ekstrakulikuler manapun.." Tanya Kyungsoo aneh, dia orangnya kurang bisa bersosialisasi, dan juga, dia tidak mungkin mengikuti ekstrakulikuler..

"Kau harus, Kyung.. Karena tanpa nilai dari ekstrakulikuler mu, kau akan mengurangi jumlah nilai mu.." ucap Baekhyun sambil mulai mengisi formulir yang di berikan oleh seorang kakak kelas, ngomong-ngomong kenapa kakak kelas dengan gigi kinclong itu melihat Baekhyun terus?

Kyungsoo mengulum senyum nya,

"Kau jadinya ingin masuk club mana, Baek?" tanya Kyungsoo,

"Aku memilih masuk ke club tennis, aku sudah masuk ke club tennis saat aku masih di jhs.. Jadi, ini pasti akan mudah.." ucap Baekhyun, Baekhyun lalu memberikan form itu pada kakak kelas yang tinggi dengan gigi kinclong itu,

"Terimakasih, Chanyeol Sunbaenim.." ucap Baekhyun sambil membungkukkan badannya hormat,

Tampak laki-laki yang bernama Chanyeol itu terdiam sebelum berucap sama-sama dan berlalu dari sana,

"Hm.. Aku mencium aroma asrama disini.." cibir Kyungsoo yang hanya dihadiahi tatapan bingung dari Baekhyun,

"bukan asrama, Kyung. Asmara.." koreksi Baekhyun,

"Baiklah. Asmara" ucap Kyungsoo jengah,

"Kau tak berminat masuk ke club tennis sama seperti ku, Kyung?" tawar Baekhyun,

Kyungsoo tampak menimang-nimang,

Nimang-timang anakku sayang

Jangan menangis, pipi disini..

kenapa bisa lari ke lagu nya Anang Hermansyah?

"Baiklah. Dari pada nilai ku yang dipertaruhkan?"

.

.

.

Kyungsoo merapikan poni nya yang rata tepat di bawah alisnya itu, lalu mengikat rambutnya menjadi ekor kuda, dia terus menatap pantulan dirinya di cermin dekat kamar mandi di sekolahnya

Dia sudah siap dengan pakaian khas orang bermain tennis,

Dia lalu berjalan dengan santai ke arah lapangan tennis,

Dia melirik gerombongan orang banyak yang juga memakai pakaian ala petenis sepertinya juga,

Sepertinya itu kumpulan senior mereka di club ini, buktinya ada kakak kelas yang gigi nya kinclong itu,

Dan... Sepertinya mereka mau rapat?

Kyungsoo berdiam mengamati segerumbulan orang yang melewatinya itu, berjalan menuju ruang serbaguna,

Dia menoleh dengan sedikit terkejut saat merasakan seseorang menoel-noel lengannya,

"Semangat!" sambil memberikan kepalan tangannya

Kyungsoo menyerit saat mendapati seseorang dengan santai nya berjalan melewatinya dan mengikuti gerombongan itu setelah menyerukan kata semangat itu,

Dia... tampan.

"Eh? Kau di semangati oleh Jongin sunbae? Wah.. Kau sangat beruntung!" Kyungsoo menoleh, dan mendapati seorang perempuan dengan mata berbinar-binar menatap kearahnya,

Dia semakin menyerit bingung,

"memangnya kenapa?" tanya Kyungsoo bingung,

"Dia itu sangat diminati oleh para siswi di sekolah ini, dan juga skill nya dalam bermain tennis juga sangat bagus! Dia juga sangat jarang berinteraksi dengan wanita! Dan wah! Kau bisa di semangati oleh nya!" gadis itu memekik keras membuat Kyungsoo memutar mata nya malas,

"Kau berlebihan, Tao-ya.." ucap Kyungsoo jengah, dia kembali merapikan poni nya,

.

.

.

"Aku menyesal mengikuti club ini, Baek.." gerutu Kyungsoo sambil mengusap-usap punggungnya juga lengannya, sangat sakit,

gila saja, masa mereka disuruh bersetubuh dengan bumi sebanyak 127 kali!?—baca:push up.

"Tenang saja, Kyungsoo-ya, nanti kau juga mulai terbiasa.. Malah dulu waktu aku masih di jhs aku disuruh melakukannya 176 kali dan sit up sebanyak 145 kali.." ucap Baekhyun yang di hadiahi dengan mata Kyungsoo yang membesar,

"Astaga matamu seperti mau keluar! Jangan! Jangan lakukan itu lagi!" pekik Baekhyun takut sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangannya,

"Araesso.. Kau pulang bersama ku kan?" tanya Kyungsoo, Baekhyun menggaruk kepalanya dengan wajah masam,

"Maafkan aku Soo-ya, Chanyeol sunbaenim menyuruhku untuk menunggu nya, dia mau mengantarkan ku.. jadi, Kau pulang duluan saja, tak apa kan?"

Kyungsoo menahan senyum mendengar alasan Baekhyun,

Oh.. Benar dugaanku,

"Aniya! Gwaenchanna-yo, Baekhyun-ah! Aku akan berjalan ke halte dan menaiki bus sendirian.. Kau, sukses lah dengan kencan mu, ne!" ucap Kyungsoo lalu berlari melalui gerbang sekolah,

Menghindari amukan dari Baekhyun,

.

.

.

Kyungsoo duduk di kursi halte sambil menendang-nendang kakinya di lantai, rambutnya masih dikucir kuda, bedanya dia kini sudah memakai seragam sekolanya,

"Bagaimana latihan tadi?"

Kyungsoo langsung menolehkan wajahnya ke arah kanan,

Dan...

DEG...DEG...DEG...

Astaga, Sunbae itu!

"Eh.. Y-ya begitu lah, sunbaenim.." ucap Kyungsoo sambil menunduk,

"Jongin.."

Kyungsoo menolehkan wajahnya dan melihat laki-laki itu,

"panggil aku Jongin.." ucap laki-laki itu lalu tersenyum,

Kyungsoo kembali dugeun-dugeun melihat senyumannya,

Kuingin dia yang sempurna

Untuk diriku yang biasa

Ku ingin hatinya

Ku ingin cinta nya

Tuk menjadi seorang yang sempurna

untuk dia...

"Tap-Tapi kau lebih tua dari ku. Tak sopan jika aku memanggil mu begitu.." ucap Kyungsoo,

Jongin tertawa kecil,

"Baiklah, panggil aku Jongin Sunbae, atau Jongin oppa.. Terserah mu jika itu membuatmu nyaman" ucap Jongin sambil memberikan senyuman manisnya, Kyungsoo jadi tertular dan ikut memberikan senyuman manis nya

"Kau naik apa?" tanya Jongin,

"Aku pulang naik bus, makanya aku menunggu di halte. Bagaimana dengan sunbae?"

"Aku juga naik bus" ucap Jongin,

"Nama mu siapa?" Tanya Jongin menatap Kyungsoo,

"Do Kyungsoo imnida, sunbae"

"Dari kelas?"

"X-III, sunbaenim.." Ucap Kyungsoo,

Jongin mengangguk-anggukan kepalanya, matanya kembali menatap ke depan,

"Kyung, ayo naik,"

Kyungsoo mengangguk,

.

.

.

Kyungsoo mengikuti langkah Jongin memasuki bus itu, sedikit menggerutu saat mendapati hanya sisa 1 bangku,

Dia lalu hendak mendudukkan dirinya di bangku yang kosong itu,

Tapi, seseorang menariknya,

GREP!

DEG..DEG..DEG

Dan berakhir di pelukan mu...

Kyungsoo mendadak kaget saat merasakan hangat menerpa nya, rasanya sangat nyaman juga sangat hangat!

"Kau lebih baik disini,berdiri bersama ku, dari pada harus duduk diantara 2 ahjussi yang bermuka mesum itu" bisik Jongin di telinga Kyungsoo,

Tangannya masih setia bertengger di pinggang Kyungsoo dan tangannya yang lain memegang pegangan di atasnya,

Kyungsoo mengadah ke atas, melihat wajah tegas Jongin dan rahang tegasnya,

"Em.. Jongin-ssi Sunbaenim.." Panggil Kyungsoo, jongin menundukkan wajahnya, hingga mata mereka bertabrakan.

Oh Tuhan! Jarak mereka sangat dekat!

"Hm?"

"T-tangan mu.."

Jongin sontak melihat ke arah tangannya yang bertengger di pinggang yeoja di depannya itu,

Dan,

"Mianhae, Kyungsoo-ya.." Ucap Jongin pelan lalu perlahan melepaskan pegangannya dari pinggang Kyungsoo,

Kyungsoo menunduk malu,

Tapi...

CKITTT...

GREP...

DEG...DEG...DEG...

Kyungsoo bisa merasakan jantungnya berdetak lebih cepat seperti ingin keluar dari dada nya,

Kini dia kembali jatuh kedalam pelukan Jongin, sunbae nya itu. Tapi kali ini tangan Jongin bukan hanya memegang pinggang Kyungsoo, malah kini melingkar,

Membuat Kyungsoo benar-benar menempel pada dada tegap Jongin,

"Pada akhirnya kau kembali ke sini.." Cibir Jongin,

Kyungsoo berdecak,

"Kalau bukan karena ada pemberhentian mendadak tadi,aku juga tidak mau seperti ini lagi.." Balas Kyungsoo yang mulai berani,

Jongin tertawa kecil tapi mempererat pelukannya pada pinggang Kyungsoo,

"Kau bisa melepaskanku sekarang, sunbae.." Ucap Kyungsoo, dan sedikit terkejut mendapati gelengan dari Jongin sebagai jawaban,

"Aku tak mau kau jatuh. Biarkan saja seperti ini.. Ne?" Ucap jongin menatap dalam mata Kyungsoo, kyungsoo mendadak salah tingkah,

"Tap-tapi.."

"Bukankah adik kelas harus menurut pada sunbae nya?"

Kyungsoo menghela nafas pasrah,

"Baiklah.."

.

.

.

"Sunbae.. Terimakasih sudah repot-repot mengantar ku.." Ucap Kyungsoo lalu membungkuk hormat,

Jongin tersenyum lembut,

"Baiklah. Tidak apa-apa.. Aku tidak merasa di repotkan kok. Lagipula, aku memang ingin tahu dimana rumahmu" ucap Jongin lagi,

Kyungsoo tertawa canggung,

"Aku masuk dulu, ne," ucap Kyungsoo yang dijawab oleh anggukan dari Jongin,

Kyungsoo lalu masuk

.

.

.

Kyungsoo kini sedang bersama Baekhyun di kantin, Baekhyun berkata dia ingin mengisi perutnya, dan meminta Kyungsoo untuk menemaninya,

"Kau harus makan Kyung, apalagi nanti kita ada latihan tennis" Nasihat Baekhyun sambil mengunyah makanannya,

Oh! Hujan lokal di wajah Kyungsoo.

"Yak! Habiskan makananmu, lalu bicara!" Pekik Kyungsoo sambil mengusap wajahnya,

Baekhyun menyengir kecil,

Seseorang berjalan mendekati mereka, dengan 2 porsi makan siang di nampannya,

Dengan santai nya duduk di depan Kyungsoo dan Baekhyun,

"Sunbae?" Baekhyun berkata bingung melihat laki-laki yang kini sibuk makan di depannya itu,

Kyungsoo malah lebih bingung lagi saat 1 porsi makanan yang disodorkan oleh sunbae nya itu..

"Makanlah.." Ucap laki-laki itu singkat dan terus melanjutkan kegiatan makannya,

Kyungsoo menatap Baekhyun, dan Baekhyun juga balik menatapnya tidak mengerti,

"Kyungsoo-ya, Kim Songsaenim menyuruhmu ke kantornya sekarang.." Seseorang tiba-tiba muncul lagi di depan mereka,

Dan kali ini murid yang berada di kelas mereka,

Tao.

"Ah, baiklah.." Ucap Kyungsoo hendak berdiri, tapi langsung terduduk lagi karena tangannya di tarik Baekhyun,

"Kau disini saja, aku yang akan menemui Kim Songsaenim. Ne!" Dan setelahnya Baekhyun berlalu dari hadapannya, Kyungsoo mengutuk Baekhyun di dalam hatinya saat ini.

"Kyungsoo-ya.." Jongin memanggilnya,

Membuat Kyungsoo menatapnya,

"Makanlah.. Aku sudah membelikannya untuk mu. Jadi, makan. Ne?"

Kyungsoo mau tidak mau mengangguk, dan Jongin yang melihatnya tersenyum,

Kyungsoo mulai menyumpitkan makanannya ke dalam mulut nya, mengunyah lalu menelan,

Jongin memangku dagu nya dengan telapak tangannya menumpu bebannya di siku nya, menatap Kyungsoo yang kini sedang makan dengan-lumayan-lahap.

"Kau lapar." Jongin menarik kesimpulan, Kyungsoo menggeleng,

"Aku tidak lapar.." Bantah Kyungsoo,

"Ya.. Terserah.." Ucap Jongin acuh sambil terus menatap Kyungsoo,

Bibir nya tersenyum melihat Kyungsoo yang sedang makan di depannya ini,

"Kyungsoo-ya?"

"Ne?"

"Apa makanan kesukaan Baekhyun?"

Aku sakit

Aku sakit hati..

Kau terbangkan ku ke awan, lalu jatuhkan ke dasar jurang

Aku sakit .. dan ku tak mengerti

Kau berikan mimpi indah namun kenyataan tak seindah mimpi,

sadar kini cinta tak terbalas

(Yovie & Nuno – Sakit hati )

Dan Kyungsoo tak bisa menahan untuk tidak sakit hati,

.

.

.

Entah sudah hari ke berapa mereka menjadi siswi di sekolah itu, dan sudah hari keberapa Kyungsoo menjadi anggota club tennis dan Jongin yang terus-terusan mengikutinya dan menanyakan apa yang Baekhyun suka.

Dan hatinya kembali sakit pada saat Jongin menemani nya, karena pasti dia akan selalu menanyakan tentang Baekhyun,

Kyungsoo sangat dilarang untuk menyukai siapapun oleh orang tuanya,

Bahkan dia dilarang keras mengikuti ekstrakuliluler, karena bisa saja akan menjadi penyebab kembalinya penyakit yang pernah terjadi 2 tahun lalu.

Tapi Kyungsoo melanggar semua itu, dia tidak perduli dan hanya ingin berdekatan dengan Jongin, sunbae nya yang brengsek itu,

Tentu saja Kyungsoo merasakan akibat dari apa yang dilakukannya itu,

Penyakit itu kembali setelah 2 tahun di enyahkan dari tubuhnya,

Dan mau tak mau dia harus meminum obat dan membawa obat sialan itu kemanapun dia pergi

.

.

.

Kyungsoo kini sedang berjalan bersama Jongin menuju halte, Baekhyun entah untuk berapa kalinya meminta maaf padanya karena dia tak bisa pulang dengan Baekhyun. Lagi.

Dan, kini berakhir dengan dia jalan bersama Jongin menuju halte.

"Jadi seharusnya, Baekhyun pulang bersama mu?"

Kyungsoo mengangguk,

"Dan sekarang dia pulang bersama Chanyeol?"

Kyungsoo mengangguk sekali lagi,

Kepalanya sangat pusing juga sakit pada satu titik di bagian kirinya.

Rasanya seperti ditusuk-tusuk,

"Jebal.. Jangan muncul sekarang penyakitnya.." Batin Kyungsoo, sedikit merutuki kebodohannya yang melupakan obat nya di rumah.

"Jadi, warna kesukaan Baekhyun apa?"

Oh. Kenapa kepalanya semakin pusing?

"Pink." Jawab Kyungsoo singkat, matanya mulai memburam, sakit di satu titik itu mulai merajarela,

"Buah kesukaannya?"

"Strawberry.." Jawabnya tapi kali ini dengan suara bergetar,

"Kalau begitu, apa yang terjadi jika aku memberikan strawberry dan boneka. Yang mana yang akan diterimanya?" Jongin bertanya terus tanpa mengetahui Kyungsoo kini mulai melemah di bagian kanannya, contohnya tangannya kanannya yang sudah tidak mampu dia digerakkan,

"Keduanya" jawab Kyungsoo, mata sebelah kanannya malah sudah tertutup,

"Kyungie?" Kyungsoo mengadahkan wajahnya saat mendengar suara orang yang sangat dikenalinya.

"Oppa.." Lirih Kyungsoo dan langsung mendapatkan pelukan, Jongin memandang mereka aneh

"Penyakitmu kumat, sayang? Kau bisa berjalan?"

Kyungsoo mengangguk lalu menggeleng sebagai jawaban,

Kyungsoo mengeluarkan air matanya, membuat Jongin terdiam.

"Kyungsoo-ya..?" Lirih Jongin saat melihat Kyungsoo sudah dibawa dalam gendongan laki-laki tadi,

Entah kenapa hatinya mencelos melihatnya,

.

.

.

Kyungsoo kini hanya terbaring lemah di tempat tidurnya, tak bisa berbuat apa-apa, bagian kanannya lemah.

Kepala bagian kirinya sakit,

Dan penyakit ini kembali. Setelah 2 tahun Kyungsoo tak merasakannya,

"Ini yang eomma bilang,nak.. Eomma takut penyakit ini kembali lagi pada mu.." Isak eomma nya sambil mengecupi dahi Kyungsoo,

"Eomma hanya ingin yang terbaik untuk mu, sayang.. Kenapa kau tak mengerti juga saat eomma bilang eomma tidak setuju kau mengikuti club tennis itu" eomma nya kembali mengisak dan Kyungsoo hanya menangis dalam diam,

Kini, seluruh tubuhnya mulai lemah, bahkan mulutnya dan matanya saja dia tak sanggup untuk membukanya,

"Kau juga tau kalau kau tak boleh berpikir banyak atau keras, kyungie, kau juga tau kalau kau tak boleh melakukan hal-hal keras, itu akan mengganggu otak mu dan menyebabkan mu lemah kembali.. Kau tidak ingat apa kata dokter?" Ibunya kembali menangis,

Kyungsoo ikut menangis,

"Keluarlah dari club itu, sayang" ucap eomma nya dan entah dapat kekuatan dari mana, Baekhyun menggeleng sangat pelan,

"Kau harus tau kondisi fisik mu, Kyung.. Jangan memaksakan kehendakmu.." Ucap Suho yang kini mulai mengecup pipi adik satu-satu nya itu,

"Oppa tidak mau kau masuk ke rumah sakit lagi sayang," ucap oppa nya itu sambil menahan tangis, mengecup pipi adiknya lama,

.

.

.

Kyungsoo bolos sekolah semalam, karena dia tak juga merasa baikan. Setidaknya sampai hari ini,

Kyungsoo kini sudah merasa baikan, berkat semalam dia nekat meminum penkiller.

Tapi tak apa, yang penting dia sudah tak merasakan sakit lagi,

Yang terpenting adalah, dia bisa sekolah hari ini,

Bedanya, kini Suho mengantarnya,

"Ingat. Tunggu oppa setelah pulang sekolah. Oppa akan menjemputmu.." Ucap Suho pada Kyungsoo yang kini mulai melepaskan safety belt nya,

"Baiklah oppa!" Kyungsoo lalu mengecup pipi oppa nya sebelum keluar dari mobil, lalu berjalan melalui gerbang sekolah,

Disana dia bertemu dengan Jongin,

Tapi...

Kenapa Jongin tak menyapa nya?

Kenapa Jongin mengabaikannya?

Kyungsoo lalu menghampiri Jongin,

"Pagi, Sunbae.." Ucap Kyungsoo ceria, dia tersenyum menampilkan senyuman manisnya,

Jongin hanya meliriknya kilas, lalu mengalihkan pandangannya kedepan lagi,

"Bagaimana kabar sunbae?" Kyungsoo tetap berusaha, itu karena dia merasakan sesak karena rindu di dalam dadanya,

"Kau tidak datang semalam." Suara Jongin kelewat datar,

Kyungsoo menyerit berusaha menyamakan langkahnya dengan langkah Jongin,

"Ah.. Maaf sunbae.. Aku ada keperluan semalam.." Ucap Kyungsoo sambil menggaruk-garuk kepalanya, Jongin mendengus mendengarnya,

"Keperluan untuk Quallity time bersama kekasih mu, begitu?" Jongin berbalik menatap Kyungsoo,

Kyungsoo semakin menyerit,

"Kekasih?"

"Kau tahu? Semalam ada perlombaan tennis dan tim kita di diskualifikasi karena kekurangan anggota! Bagaimana bisa kau tidak datang,hah!" Jongin meremas lengan Kyungsoo, membuat Kyungsoo memekik kesakitan,

Kepalanya mulai sakit lagi,

"A-aku minta maaf sunbae," cicit Kyungsoo dan membuat Jongin menggeram marah,

Dia menghempaskan Kyungsoo hingga Kyungsoo jatuh, dan kepalanya langsung membentur lantai di bawahnya,

Kyungsoo dengan tiba-tiba langsung memburam, kepalanya menjadi semakin dan semakin sakit,

Penkiller tak ada gunanya,

Kyungsoo dengan tak sengaja mengeluarkan air matanya saat merasakan sakit yang kian menusuk di kepalanya,

"S-sakit.." Lirih Kyungsoo yang mulai lama kelamaan merasakan lemahnya setiap saraf bagian kanannya,

Dia tidak tahu jika Jongin sudah pergi menjauh dengan wajah yang tidak bisa ditebak,

"K-kyungsoo? Kau kenapa?"

Itu suara Baekhyun.

Baekhyun berlari mendekat ke arah Kyungsoo yang kini sudah berlimpah air mata,

"Sak-sakit.. Suho oppa.. Eomma..." Kyungsoo mengisak, membuat Baekhyun bingung,

Matanya meneliti setiap sudut disana, dan menemukan Chanyeol yang menatapnya dengan mata melebar,

"C-chanyeol sunbae! Tolong bantu aku mengangkat Kyungsoo ke UKS!"

Chanyeol mengangguk lalu berlari dan membantu mengangkat Kyungsoo,

"Kyungsoo-ya? Kau bisa melihatku? Soo?" Baekhyun berujar dengan panik,

Kini mereka sudah ada diruang UKS, dan Baekhyun juga sudah menyuruh Chanyeol untuk kembali ke kelasnya,

"Suho oppa... Eomma... Hiks..." Kyungsoo mengisak lemah,

"Sakit.. Sangat sakit.." Lanjut Kyungsoo membuat Baekhyun ikut menitikkan air matanya,

"Ba-baiklah Kyung, a-aku akan menelepon eomma mu.. Tahan sebentar lagi, ne?" Ucap Baekhyun bergetar sambil menelepon eommanya Kyungsoo,

"Y-yeoboseo, ahjumma.." Ucap Baekhyun bergetar,

"Ne? Baekhyun? Waeyo?"

"K-kyungsoo ahjumma.. K-kyungsoo kesakitan, d-dia tak bisa berjalan, a-"

"K-Kyungsoo?! Baiklah, ahjumma akan segera kesana,"

.

.

.

Jongin menghela nafasnya, menatap Baekhyun dan Chanyeol dari kejauhan,

Hatinya sampai sekarang masih sakit. Sangat sakit. Bukan. Dia bukan sakit hati karena Baekhyun dan Chanyeol.

Tapi si mata besar itu,

Hatinya jadi sakit kembali kan,

Apalagi saat dia teringat saat wanita itu menangis di depannya dengan memanggil eomma nya,

Jongin bahkan tak melihatnya lagi setelah insiden dia mendorong nya itu,

Sebenarnya, Kyungsoo kenapa?

Kenapa dia tidak masuk selama 1 minggu ini?

Kemana dia?

Jongin mengulas senyum saat melihat Chanyeol berjalan menjauh dari Baekhyun,

Tak lama-lama lagi, dia langsung menghampiri Baekhyun,

"Hi, Baekhyun,"

Baekhyun lalu menoleh ke arahnya,

"Oh, Jongin sunbae! Ada perlu apa?" Tanya Baekhyun sambil mengulas senyum ramah,

"Aku hanya ingin bertanya.. Dimana Kyungsoo?"

Baekhyun melunturkan senyumannya,

"Dia di rumah sakit 1 minggu ini.."

Baekhyun berucap sendu,

"Rumah sakit? Dia sakit apa?" Ucap Jongin khawatir,

Baekhyun menaikkan bahu nya,

"Molla-yo, Jongin sunbae.."

.

.

.

Jongin kali ini sedang melatih para adik kelasnya cara service yang baik dan benar,

Mereka kini sedang ada di lapangan,

"Lakukan dengan baik, Soojung.." Ucap Jongin,

Dia kemudian menoleh kebelakang saat merasakan seseorang menepuk pundaknya,

Dan sedikit melebarkan matanya saat melihat siapa yang menepuk pundaknya.

"Dimana ketua club ini?"

Jongin mengerjap bingung, bukankah dia..

"Oh? Mereka sedang rapat.. Ada yang diperlukan?" Ucap Jongin sambil berusaha tersenyum, walaupun dia kesal setengah mati,

"Aku hanya ingin memberikan surat pengunduran anggota" ucap namja itu sambil memberikan amplop bewarna putih,

Jongin menyerit mendengarnya, tapi tangannya tetap menerimanya,

"Kyungsoo mengundurkan diri? Bagaimana bisa?"

"Dia tidak mungkin melanjutkan kegiatan ini.. Dia tidak cukup kuat" Suho berucap dengan sopan, tak lupa tetap mengeluarkan senyuman angelicnya,

"Memang apa yang terjadi dengan Kyungsoo? Kenapa dia tidak terlihat selama 1 minggu?" Jongin tak bisa lagi memendam rasa penasaran + khawatirnya, dia menatap Kyungsoo berharap,

"Dia masuk rumah sakit lagi.."

"Baekhyun benar" batin Jongin,

"Tapi.. Dia sakit apa?"

Suho menatapnya bingung,

"Bukankah di formulir pendaftaran club ini ada tertulis list penyakit yang di punya?"

Jongin membawanya duduk di kursi yang tersedia di dekat lapangan itu,

"Tapi Kyungsoo tak menulis apapun soal penyakitnya di formulir kami.. Karena jika dia menulisnya, dia tidak mungkin terpilih ke dalam club ini.." Jelas Jongin, Suho mendesah pasrah,

"Yeokshi Kyungsoo.." Ujar Suho pelan,

"Dia mempunyai masalah dengan kepala bagian kirinya, dan berhimbas pada saraf kanannya,"

"Maksudnya?"

"Setiap dia mengalami sesuatu dengan kepalanya, entah itu kepalanya terantuk dengan apapun itu atau dia berpikir dengan keras, kepala bagian kirinya akan bereaksi dengan cepat menjadi sakit-sangat sakit- dan menyebabkan saraf-saraf sisi kanannya, tangan kanannya akan melemah, kaki dan mata nya juga akan melemah pada sisi kanan tubuhnya,"

"Dokter menyebutnya sebagai Hemiplegic Migrane"

Jongin terdiam mendengarnya,

Terlintas bayangan Kyungsoo yang sedang kesakitan di kepalanya,

Jongin merasa tertusuk di hati nya,

"Migrain bisa separah itu?" Ucap Jongin bergetar,

"Aku juga bingung Kyungsoo dari mana mendapatkan penyakit seperti ini.."

"Kalau boleh tahu, kau siapanya Kyungsoo?" Tanya Jongin to the point,

"Aku oppa nya.." Ucap Suho sambil tersenyum ramah,

Jongin melebarkan matanya,

Jadi... Dia selama ini salah paham?

"Bagaimana keadaan Kyungsoo sekarang?" Jongin berujar dengan khawatir,

Hatinya berdetak dengan cepat,

Sangat cepat.

"Dia..."

"Dia masih belum bisa bergerak sama sekali sekarang. Dia sepenuhnya sadar tapi dia bahkan tidak bisa membuka matanya.." Ucap Suho sendu,

Jongin mendadak lemas,

"Kepalanya sampai sekarang masih sakit. Dan dia hanya menangis sampai sekarang.."

"Di-dimana dia dirawat?"

.

.

.

Disinilah Jongin. Berdiri di depan Kyungsoo yang terbaring di atas tempat tidur bernuansa putih itu,

Matanya menatap sedih tubuh Kyungsoo yang terlibat banyak selang itu,

Menyedihkan.

Jongin tidak pernah menyangka bahwa Kyungsoo mempunyai penyakit se parah ini..

Mereka hanya berdua di ruangan ini, suho dan eomma nya meninggalkan mereka dengan alasan ingin membeli sesuatu untuk dimakan,

Jongin menduduki kursi yang ada disamping tempat tidur Kyungsoo,

Mata nya meneliti setiap inchi dari wajah Kyungsoo yang cantik itu,Mengulas senyum manis saat mengingat momen-momennya bersama Kyungsoo,

Tangan nya terulur dan mengusap lembut kepala Kyungsoo,

"Aku disini, Kyungsoo-ya" ucap Jongin pelan,

Tapi tak mendapat respon apapun dari Kyungsoo,

"Aku mengunjungi mu, Kyung.. Kau tidak senang?"

"Kalau kau senang, maka, buka mata mu" ucap Jongin,

Kyungsoo mendengar semuanya, sudah berulang kali dia berusaha membuka matanya, tapi nihil,

Jongin tetap mengusap kepalanya lembut,

"Hey, kyung, aku ingin bertanya lagi.." Jongin mendekat pada telinga Kyungsoo,

"Kira-kira, makanan apa yang disukai.."Kyungsoo mengeluarkan air matanya,

Bahkan disaat dia seperti ini Jongin masih ingin menanyakan tentang...

"...Oleh mu?"

Kyungsoo bisa merasakan hatinya berdetak sangat kencang,

"Warna apa yang kau sukai, Kyungsoo?"

"Kau lebih memilih cokelat atau vanilla?"

"Apa kau menyukai ice cream?"

Tidak. Dia tidak mau dipermainkan lagi.

Matanya perlahan membuka, walaupun tetap sayu tapi dia dapat melihat wajah tampan Jongin,

"A-astaga, Kyungsoo!" Ucap Jongin bahagia, dia menangkup wajah Kyungsoo yang layu,

"Kau bisa mendengarku? Kau bisa melihatku?"

Kyungsoo mengangguk sangat lemah, Jongin langsung memeluk Kyungsoo erat,

"Astaga, Kyungsoo!" Jongin lalu mengecup sisi kepala Kyungsoo dengan bahagia,

"Apa perlu ku panggilkan dokter, soo-ya?"

Kyungsoo menggeleng pelan,

"Kau mau minum? Atau kau lapar? Apa yang kau butuhkan, Soo-ya?" Ucap Jongin runtut,

Kyungsoo lalu menggeleng,

Matanya menatap tajam mata Jongin,

"Ken-kenapa?" Tanya Jongin,Kyungsoo terus menatapnya,

"Aku membencimu. Kim Jongin."

Dan Jongin bisa merasakan dunia nya hancur seketika,

- flashback off -

"Aku membencimu. Kim Jongin."

Bahkan suara Kyungsoo masih terngiang di kepalanya,

Jongin mengacak rambutnya frustasi, dia masih berada di cafe khusus para jones itu,

Dimana lagi dia harus mencari Kyungsoo?

Sudah 7 tahun dia merindukan Kyungsoo,

"Aku mencintai mu.. Kyungsoo-ya" lirih Jongin sambil menatap pemandangan Han river dari jendela cafe,

Sangat indah dengan lampu yang berkelap-kelip dan memantul dari air sungai itu,

Tapi, matanya malah menatap pada satu objek,

Gadis pendek itu,

Ini sudah sangat malam.. Kenapa gadis itu malah berdiri disana?

Bahkan di jalanan sudah sangat sepi..

Tapi...

Kenapa dia merasa familiar dengan postur tubuh itu?

Sangat mirip dengan...

"Kyungsoo.." Lirih Jongin,

Gadis itu lalu berbalik, mengambil sesuatu dari sepeda nya,

Dan saat itu lah Jongin merasa kehilangan nafasnya,

Mata besar itu..

Bibir berbentuk hati..

Dada yang.. Oke, yang ini dilewatkan.

"K-Kyungsoo, itu Kyungsoo!" Lirih Jongin,

Gadis itu lalu berbalik lagi setelah mengambil minuman panas dari keranjang sepeda nya itu, menatap pemandangan di depannya,

Jongin lalu dengan cepat berjalan menuju pintu,

Dan berlari menuju gadis yang membelakangi nya itu,

"Kyungsoo" lirih Jongin,

GREPP...

Dengan cepat dia langsung menggapai gadis itu, memeluknya dari belakang dengan satu sentakan, memasukkannya ke dalam dekapannya yang hangat,

"Kau benar-benar membenci ku, hah?" Ucap Jongin keras di telinga gadis itu,

Gadis itu membalak kaget, dia melihat ke belakang,

"S-sunbae?" Kyungsoo mengerjap bingung di tengah himpitan di dada nya,

"Tidak ada sunbae disini. Panggil aku Jongin!" Bentak Jongin mengeratkan pelukannya, dia menciumi kepala bagian belakang Kyungsoo,

"Kau tau aku hampir gila hah? Aku merindukanmu sampai menusuk ke tulang-tulang ku!" Bentak Jongin, dia semakin mengeratkan pelukannya,

"J-jongin sunbae.."

"Berapa kali aku katakan tidak ada sunbae! Hanya Jongin yang mencintai mu disini!" Bentak Jongin lagi, dia meletakkan wajahnya di bahu Kyungsoo,

"Aku mencintai mu.. Kyungsoo-ya.." ucap Jongin pelan tepat di telinga Kyungsoo,

Dan ternyata cinta...

Yang menguatkan aku

Dan ternyata cinta...

Tulus mendekap jiwa ku..

(Anji – Ternyata cinta)

Kyungsoo membalak terkejut,

"Jongin sunbae.."

"Jongin saja, Kyung.. Panggil aku Jongin" ucap Jongin pelan,

"J-jongin.."

"begitu lebih baik.." ucap Jongin sambil tersenyum bahagia, dia mencium kepala bagian belakang Kyungsoo,

"Saranghae Kyungsoo-ya..." ucap Jongin lagi yang sukses membuat jantung Kyungsoo mendadak berdetak lebih kencang,

"Jadilah kekasih ku, Soo-ya.." ucap Jongin pelan,

Kyungsoo membulatkan mata nya, dengan perlahan, dia melepaskan tangan Jongin dari perut nya,

Jongin yang menerima penolakan halus dari Kyungsoo tersenyum miris, dia membiarkan Kyungsoo melepaskan tangannya, Dia menundukkan kepalanya.

Bahkan melihat wajah cantik Kyungsoo saja dia takut,

"Aku sudah siap menerima penolakan." ucap Jongin tanpa mau menaikkan wajahnya,

Kyungsoo mengulas senyum geli, mereka sudah berhadapan, tapi Jongin bahkan masih belum mau menunjukkan wajahnya,

"Ayo naikkan wajah mu, sunbae.. Aku ingin melihat wajah orang yang baru menyatakan perasaannya pada ku" goda Kyungsoo, sedangkan Jongin tak bergeming dari tempatnya,

Kyungsoo menahan tawa nya, kaki nya melangkahkan tubuhnya mendekat pada Jongin,

Kyungsoo langsung mendongak saat dirinya sambil menutup matanya saat sudah berada tepat di depan tubuh Jongin

dan,

CUP...

Genggam lah tangan ku dan peluklah diriku

Saat ku jatuh nanti,

Meraih sepi...

Cintai lah aku sepenuh hati..

Sesungguh nya aku tak ingin kau pergi

Takkan mampu ku hadapi dunia ini

Tiada arti semua bila kau pergi...

(Ari Lasso-Cintai aku sepenuh hati)

Jongin membalakkan mata nya saat bibirnya bertempelan dengan sesuatu yang kenyal, hangat dan basah,

Rasanya sangat manis sampai-sampai perutnya seperti ingin meletup-letup,

Jongin menyunggingkan senyum di dalam ciuman mereka, dia lalu ikut menutup matanya,

Tangannya melingkar di pinggang Kyungsoo, bibir Jongin menyesapi setiap sisi dari bibir Kyungsoo,

setelahnya, mereka lalu melepaskan ciuman tanpa nafsu mereka,

"Apa itu berarti kau menerima ku?" Jongin berujar jahil, menempelkan kedua dahi mereka, tetap menampilkan senyuman tampannya,

"Jika kau menyatakan perasaanmu pada wanita, jangan berteriak-teriak.." nasihat Kyungsoo membuat Jongin tertawa lepas,

"Tapi aku tak berniat menyatakan perasaan lagi selain pada mu.." ucap Jongin, Kyungsoo terkekeh pelan,

"Kalau begitu, katakan lagi pada ku.." Kyungsoo berujar manja, dia menangkup pipi Jongin dengan kedua telapak tangannya,

"Aku mencintai mu.." ucap Jongin sebelum mengecup kembali bibir Kyungsoo,

"Kalau begitu, aku juga mencintai mu, Jongin" Kyungsoo memelankan suara nya pada akhir kalimatnya,

Ku kan setia menjaga mu

Bersama diri mu ooh..

Sampai nanti akan slalu

bersama diri mu.. ooh..

(vierra-Bersama mu)

Jongin terkekeh geli melihat Kyungsoo yang mendadak malu itu, dia lalu menarik nya kedalam pelukan nya yang hangat,

"Aku benar-benar mencintai mu.. Jangan berkata seperti itu lagi juga jangan menjauh lagi dari ku.. Aku hampir mati karena mu.."

"Aki tidak akan Jongin-ah.."

"Penyakitmu sudah sembuh?"

"Hm.. Suho oppa membawa ku ke Jepang untuk terapy selama 6 tahun.."

"Jadi ini alasanmu kenapa pindah sekolah setelah berkata aku membencimu pada ku? Hm? Dan berarti kau sudah ada di Korea 1 tahun yang lalu?" Kesal Jongin, Kyungsoo tertawa kecil,

"Bukankah ini kejutan?" Ucap Kyungsoo, mengadahkan kepalanya menatap dalam mata Jongin,

Jongin tertawa kecil,

"Ya, ini kejutan.." Ucap Jongin pelan, dia kemudian mengecup kembali bibir Kyungsoo,

"Aku pikir aku kecanduan dengan bibirmu.."

Jongin mengecup kembali bibir Kyungsoo,

"...Rasanya sangat manis.. Seharusnya aku sudah menciumnya 7 tahun yang lalu.."

Kyungsoo tertawa kecil,

Kyungsoo lalu berjinjit dan menyesap bibir Jongin lagi

Kini.. Usai sudah sgala penantian panjangku..

Setelah temukan dirimu, duhai kekasihku..

Hanyaaa.. Di hatimu akan ku labuhkan hidup ku..

Karna kau lah cinta terakhirku...

(Ari Lasso - ?)

.

.

.

.

.

.

.

THE END

.

.

.

.

.

.

.

A/N :

Tau kok tau ini ngecewain :'v

Ini hanya cerita nya temen gue sama gue yang disamain,

Sakit bangedh :'v

soalnye dia sampe sekarang masih nunggu jawaban dari cewe yg disukai die yang udah 3 tahun dia kejer-kejer,

Sedangkan gua masih nunggu tembakan dari kaka kelas yang gua suka dan yang selama ini ngasih gua harapan :'v

Intinya nasib kita sama-sama jelek bangedh sangat-sangat jelek :")

FF ini kayak sekuel ae,

Nah singkat ceritanya, Jongin itu Cuma pengen pacarin Baekhyun supaya tahu dimana Kyungsoo, tapi Baekhyun nya gamau, nah dia mulai perustasi

Terus karena jo ne s kape, dia ketemu Kyungsoo,

jadi kesimpulannya, menjadi jones itu tantangan bagi setiap umat manusia :")

ganyambung? Tau kok :")

dulu kan si Jongin ngedeketin Kyungsoo supaya mau tau apa yang di sukai nya si Baekhyun,

Ya kayak jadi terbalik gitu lah :v dulu dia deketin Kyungsoo untuk Baekhyun, nah di masa depan dia malah deketin Baekhyun untuk Kyungsoo,

Intinya Jongin pleyboy piks :'v

Ah banyakan bacot gua,

Sebenernya ff terlatih patah hati ini udah dari waktu valentine siapnya,

cuman karna gak pede :'v ya gini, jadi telat nge post nya :'v

Ntar mungkin di chap selanjutnya ada cerita nya Sehun dan Luhan di ambang kematian,

Ya gua kasih bocoran deh

PERJODOHAN DAN RESTU ORANG TUA

Itu ntar yang bakal jadi tema nya, so, keep waiting ya guyssss~~

SYALOOOMMMM!
HORAAASSSS!
ASSALAMUALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARAKATUH!

.

.

.

.

.

.

.

.

SPECIAL FEATURES

"Aku mencintai mu.. Kyungsoo-ya" lirih Jongin sambil menatap pemandangan Han river dari jendela cafe,

Sangat indah dengan lampu yang berkelap-kelip dan memantul dari air sungai itu,

Tapi, matanya malah menatap pada satu objek,

Gadis pendek itu,

Ini sudah sangat malam.. Kenapa gadis itu malah berdiri disana?

Bahkan di jalanan sudah sangat sepi..

Tapi...

Kenapa dia merasa familiar dengan postur tubuh itu?

Sangat mirip dengan...

"Kyungsoo.." Lirih Jongin,

Gadis itu lalu berbalik, mengambil sesuatu dari sepeda nya,

Dan saat itu lah Jongin merasa kehilangan nafasnya,

Mata besar itu..

Bibir berbentuk hati..

Dada yang.. Oke, yang ini dilewatkan.

"K-Kyungsoo, itu Kyungsoo!" Lirih Jongin,

Gadis itu lalu berbalik lagi setelah mengambil minuman panas dari keranjang sepeda nya itu, menatap pemandangan di depannya,

Jongin lalu dengan cepat berjalan menuju pintu,

Tapi, seseorang menarik tangannya,

Jongin mendesah kencang, menatap seseorang yang tadi menarik tangannya itu,

"Kau harus membayar minuman mu dulu tuan.. Totalnya lima ribu won.."

.

.

.

.

TBC :*

.

.

.

.

.

.

.

Sarangek kaka pelandikaaaaa...