Tittle: (KRISHO FANFICT ESTAFET) Love between Werewolf and Vampire
Rating: T
Genre: Fantasy, Romance, Family, Friendship
Pair: KrisHo, slight! KaiHun
Cast: Junmyeon (Werewolf), Yifan (Vampire), Luhan (Vampire), Tao (Vampire), member EXO (Junmyeon's Werewolf pack), and other
Diclaimer: Semua cast milik agensi masing-masing, Tuhan YME, dan orang tua mereka
Warning: YAOI, BL, Wolf! au, Vampire! au
This Story is mine! Serius hasil pemutaran otak mumet ini! Jika ada kesamaan semata mohon dimaafkan!
A/N : Chap 1 akhirnya di post yuhuuuu! Kali ini bawa Vampire dan Werewolf. Biasanya Werewolf dan Vampire diceritain musuhan kan? Di ff ini mereka diceritakan saling jatuh cinta. Bosen sama yang namanya mainstream :v
Cuma sekedar mengingatkan, setelah baca ff ini tolong review dan kasih point per chapter antara 1-12 yaa~ 1 Review sangat berarti :) Trims :)
Maaf telat post. Karena ada suatu masalah kecil kemaren :v
P.s : Tanda ( '...' ) berarti perkataan dalam hati
DON'T LIKE! DON'T READ! DON'T BLAME!
Upayakan sebelum membaca perhatikan a/n atau prolog!
Trims!
Happy Reading~
Seekor serigala kecil berbulu putih berjalan pelan menyusuri hutan. Sesekali mengendus-ngendus di tanah. Serigala putih itu berubah wujud menjadi seorang pemuda yang mempunyai pipi tembam. Ketika berubah wujud menjadi manusia, ia memakai baju putih polos berlengan panjang dan celana jeans dengan rambut cokelat nya yang acak-acakan.
"Aku lapar" ia mengelus perut ratanya, "Tidak ada satupun bangkai hewan disini.."
Ia berjalan lagi, masuk menuju hutan yang semakin lama semakin gelap karena tertutup pohon-pohon yang besar. Tiba-tiba, seekor kelinci melompat di dekatnya.
"Kelinci yang lucu" pemuda itu tersenyum manis, hendak menghampiri kelinci kecil itu untuk mengelus bulu-bulu kelinci yang terlihat lembut.
Gerakannya terhenti. Ia mengalami dilema. Pemuda itu bisa saja berubah wujud menjadi serigala lagi, lalu menerkam kelinci itu. Dan tentu saja, pemuda itu tidak akan kelaparan. Tetapi melihat kelinci yang terlihat lucu, membuat nya tidak tega.
Pemuda itu menggigit bibirnya, menatap kelinci yang sedang memandangi nya, "Apa aku harus memakanmu?"
Ia menggelengkan kepala nya beberapa kali, "Tidak, Junmyeon." Junmyeon berkata pada dirinya sendiri.
Entah darimana datangnya, seekor serigala besar datang menerjang kelinci itu. Junmyeon menjerit kaget melihat kedatangannya yang tiba tiba.
"Kau ini payah atau bagaimana, huh?" Serigala itu berubah wujud menjadi manusia. Bibirnya membentuk senyum remeh. "Kau bisa saja memakannya. Bukan hanya memandanginya seperti orang bodoh"
Pemuda itu melemparkan kelinci yang telah diterkam nya tadi tepat kedepan kaki Junmyeon.
Junmyeon menatap pemuda itu, "Aku merasa kasihan, itu saja."
"Cih" Pemuda itu berdecak, "Seekor Werewolf kasihan kepada mangsanya?"
Sekawanan serigala mendekati mereka berdua. Mereka merubah wujudnya menjadi manusia.
"Jongin, sudahlah. Kau sangat tidak sopan dengan orang asing" Seorang pemuda yang terlihat sedang hamil maju ke depan mendekati Jongin.
"Tentu baby~ maafkan aku." Jongin mengelus kepala Sehun, pemuda yang sedang hamil itu.
Sehun menampik tangan Jongin, "Kau seharusnya meminta maaf dengan pemuda manis yang kau kasari itu"
Jongin cemberut. Ia menoleh ke arah Junmyeon, "Baiklah. Aku minta maaf, orang asing"
Junmyeon menganggukkan kepala nya kaku.
"Maafkan tingkah suami ku yang kasar. Siapa namamu? Kau sendirian? Mana pack mu?" Sehun tersenyum ramah dengan Junmyeon.
Junmyeon menggaruk tengkuknya dan balas tersenyum manis dengan Sehun, "Kim Junmyeon. Aku sendirian. Sudah tiga minggu yang lalu aku dipaksa meninggalkan pack ku karena mereka menganggapku terlalu lemah"
"Oh astaga" Sehun mendekati Junmyeon dan memeluknya erat. "Ayo bergabung dengan pack kami. Aku tau kau pasti kesulitan hidup sendirian seperti ini"
Jongin membulatkan matanya, "Tunggu dulu, maksudmu apa baby?"
"Junmyeon sekarang merupakan bagian dari pack kita"
"Tapi baby-"
Sehun melotot kearah Jongin, "Junmyeon merupakan salah satu anggota pack kita atau kita berpisah"
Jongin mengusap wajahnya kasar, "Baiklah!"
"Mm.. Aku rasa ini tidak perlu Sehun-ah. Aku bisa hidup sendiri dengan baik" Junmyeon menggelengkan kepala nya perlahan.
Tapi Sehun tetap kukuh dengan pendiriannya, "Tidak apa, Junmyeon. Kami bisa mengajari mu segala hal jika kau bergabung dengan pack kami." Ia tersenyum dengan Junmyeon dan menggandeng tangan Junmyeon, "Kebetulan kita akan berburu mencari makanan. Ayo ikut kami. Aku tau kau tidak tega memakan kelinci itu"
Melihat ketulusan dari mata Sehun, akhirnya Junmyeon mengangguk setuju.
"Ah, kenalkan. Itu Yixing, Beta di kelompok kami. Sedangkan Jongin, suami ku tadi, merupakan Alpha disini"
Junmyeon mengangguk lagi, tanda bahwa dia mengerti.
"Sudah berbincangnya? Ayolah kita pergi sekarang atau kita akan mati kelaparan" Jongin segera merubah wujudnya menjadi serigala diikuti dengan kawanannya, termasuk Sehun dan Junmyeon.
Mereka berjalan dengan sedikit cepat sampai ke sebuah lahan yang sangat luas. Disana ada sungai yang panjang dan binatang-binatang yang sedang meminum air dipinggir sungai.
Jongin menoleh kearah Sehun dan Junmyeon, "Kalian berdua tunggu disini saja dan melihat kami berburu"
"Baiklah tuan penyuruh" Sehun memutarkan bola matanya malas. Junmyeon yang melihat nya tertawa kecil.
Kawanan Jongin bergerak perlahan, mengendap-endap kearah seekor rusa yang besar namun terlihat lengah. Ketika rusa itu menundukkan kepala nya untuk minum, dengan segera Jongin berlari kencang menggigit daging rusa besar itu. Kawanan rusa yang lain berhamburan melarikan diri melihat kemunculan sekawanan serigala yang tiba-tiba. Jongin menggigit leher rusa itu, sedangkan kawanan nya menggigit tubuh yang lain, berjaga jaga agar rusa itu tidak melarikan diri. Setelah memastikan bahwa rusa itu telah mati, ia memberi isyarat kearah Junmyeon dan Sehun untuk mendekati mereka.
"Terima kasih atas kerja sama nya teman-teman. Mari sekarang kita memakan rusa ini" Jongin melirik kearah Junmyeon yang masih terlihat canggung dan takut, "Termasuk kau, Junmyeon"
Mereka memakan rusa itu dengan cepat. Ketika matahari mulai terbenam, mereka semua memutuskan untung pulang ke sarang mereka.
Junmyeon melirik kearah Sehun saat berjalan pulang, "Kalian tinggal dimana?"
"Disebuah gua yang besar. Kau pasti nyaman tinggal disitu, Myeon"
Junmyeon mengangguk, "Aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah menawari ku untuk menjadi pack mu. Terima kasih juga atas makanan tadi."
"Sama-sama Myeon, kau terlalu banyak berterima kasih. Itu tadi bukan apa-apa" Sehun menyenggol badan Junmyeon pelan, menggodanya.
Junmyeon tertawa lepas. Ia sudah lama tidak merasakan kehangatan persahabatan seperti ini. Bergabung dengan pack Sehun dan Jongin sepertinya bukan ide buruk.
Hari-hari Junmyeon bersama pack Sehun jauh lebih baik daripada saat ia hidup sendiri. Kenyamanan yang terjamin, makanan yang melimpah, perhatian yang penuh, dan kasih sayang yang ditujukan pack terhadap nya.
Bayi-bayi Sehun sudah lahir beberapa minggu yang lalu. Junmyeon tidak dibolehkan Jongin mengikuti mereka saat berburu, tapi Junmyeon setuju saja. Toh Alpha pasti pemikirannya jauh lebih panjang daripada dirinya. Jadi tugas Junmyeon akhir-akhir ini adalah menjaga anak-anak Sehun saat pack nya berburu.
Suatu saat di sore hari, Junmyeon mengeluh kepada Sehun. Ia merengek padanya agar ia bisa keluar dari gua itu dan pergi ke hutan karena bosan.
"Junmyeon, kau dengar kan apa kata Jongin?" Sehun menghela nafasnya, "Ia tidak memperbolehkan mu pergi kemana pun"
"Justru itu Sehun.." Junmyeon menggembungkan pipinya, "Aku bosan, aku ingin pergi keluar."
"Tapi Myeon-"
"Ayolah Sehun, sebentar saja. Saat matahari tenggelam, aku jamin aku sudah kembali ke gua ini"
"Baiklah Myeon. Berhati-hatilah" Sehun akhirnya mengangguk pasrah. Namun beberapa saat kemudian ia mendekatkan wajahnya ke telinga Junmyeon, "Tapi jangan sampai Jongin tau jika aku memperbolehkan mu pergi, ya?"
"Tentu saja Sehun. Terima kasih" Junmyeon tersenyum manis, dan merubah wujudnya menjadi serigala. Junmyeon dengan cepat berlari kearah hutan yang gelap.
Sehun memegang dadanya sendiri, "Kenapa firasat ku aneh?" Ia menggelengkan kepalanya sendiri, "Junmyeon bisa menjaga dirinya sendiri, Sehun. Tidak perlu khawatir. Lagipula dia sudah besar"
Sehun menganggukkan kepalanya, berusaha berpositif thinking, lalu masuk kedalam gua.
Junmyeon berjalan riang. Ekor nya bergoyang-goyang cepat. Sudah lama ia tidak keluar dari sarang gua nya yang besar dan gelap itu. Bukannya Junmyeon tidak senang menjaga anak-anak Sehun, oh ayolah, anak-anak Sehun sangat menggemaskan sama seperti ibunya. Hanya saja Junmyeon merasa dia juga butuh udara segar dan sekedar berkeliling sebentar.
Junmyeon sampai ke sebuah pohon yang sangat besar dan tinggi. Ia mendongak keatas. kepalanya terasa sakit saat mendongak. Pohon itu benar-benar besar, tinggi, dan rindang. Junmyeon menggerakkan telinga nya kearah kiri, ia mendengar sesuatu. Merasa ada yang tidak beres, ia menolehkan kepalanya.
'Tidak ada siapa-siapa' Junmyeon menggerakkan matanya ke seluruh arah, 'ayolah Junmyeon, kau terlalu penakut'
Ketika ia hendak pergi dari pohon besar itu, tiba-tiba saja ia ditarik oleh tangan yang kuat dan dingin. Pemilik tangan itu menghempaskan tubuh mungilnya kearah pohon besar, yang membuat Junmyeon meringis kesakitan. Junmyeon mendongak, ia melihat seseorang yang memiliki tinggi diatas rata rata dan bertubuh tegap dengan jubah berwarna hitam.
Junmyeon terhenyak. Ia menyadari sosok itu. Sosok itu bukan lah seseorang yang normal.
"Va-vampire.." Junmyeon tergagap.
Vampire itu tersenyum miring, "Hai, manis"
"Kumohon jangan ganggu aku" Junmyeon berusaha melepaskan cengkraman tangan Vampire yang dingin itu.
Ia tidak bodoh. Ia tau sejarah bangsa Vampire yang dari dahulu bermusuhan dengan bangsa Werewolf. Junmyeon bisa saja mati ditangan Vampire ini.
"Jangan banyak bergerak, manis" Vampire itu menaruh tangannya disamping kepala Junmyeon, Agar Junmyeon tidak bisa melarikan diri, "Aku tidak akan melukaimu"
Junmyeon mendorong Vampire itu, berharap ia bisa melarikan diri ke tempat yang aman.
"Bukankah sudah ku bilang jangan banyak bergerak?" Rahang Vampire itu mengeras menahan emosi. "Manis, kau bisa memanggilku Yifan"
"Y-Yifan, kumohon lepaskan aku" Junmyeon menangis. Ia benar-benar takut sekarang, "Aku ingin pulang. Aku tidak pernah melukai bangsa Vampire"
Yifan mengelus pipi Junmyeon dan menghapus air matanya, "Mungkin kau tidak, tapi bagaimana dengan saudaramu yang lain, hm?" Yifan mengulas seringai.
"A-aku tidak tau. Tapi setidaknya aku tidak pernah melukai bangsa Vampire, jadi kumohon lepaskan aku" Junmyeon menangis sesegukan. Junmyeon sebenarnya malu terlihat lemah dihadapan Vampire tampan ini. Tapi Junmyeon benar-benar berharap Vampire ini luluh dan melepaskannya.
Yifan berdecih mendengar Junmyeon, "Kau tau berapa banyak Vampire yang berhasil dibunuh oleh bangsa mu, huh?"
Junmyeon menggeleng takut-takut.
Yifan menempelkan bibir nya di telinga putih Junmyeon. Menjilat nya perlahan, lalu berbisik, "Aku tidak bisa melepaskan mu begitu saja, manis" Yifan terkekeh pelan. Suara nya yang berat membuat Junmyeon merinding, "Kau harus melakukan syarat yang ku berikan jika kau ingin ku lepaskan"
Mereka melakukan kontak mata yang pertama kali nya. Junmyeon tanpa sadar menahan nafas nya. Vampire di hadapannya sekarang benar-benar gagah dan tampan. Dengan tubuh nya yang tinggi dan tegap, hidung mancungnya, mata tajamnya, alis tebalnya, rahangnya yang kokoh, Vampire ini benar-benar sempurna.
"Sy-syarat a-apa?" Junmyeon berkedip beberapa kali.
"Tidak sulit" Yifan mencium pipi Junmyeon, membuat sang pemilik pipi membulatkan matanya kaget, "Jadi lah mate ku, dan cium bibirku"
"T-tapi, ki-kita beda"
"Aku tidak peduli kita berbeda." Yifan memandang Junmyeon lekat-lekat, "Aku hanya menginginkan mu"
Yifan menempelkan bibirnya tiba-tiba dengan bibir milik Junmyeon, lalu melumatnya kasar. Junmyeon memberontak dalam ciuman itu. Matanya berair, ia tidak percaya ciuman pertamanya diambil oleh orang lain.
Yifan melingkarkan tangannya ke pinggang ramping milik Junmyeon, menyatukan tubuh mereka. Yifan membuka matanya diantara lumatannya di bibir Junmyeon. Ia melihat Werewolf cantik itu menitikkan air matanya. Vampire tinggi itu melepaskan ciuman nya, tidak tega melihat Junmyeon yang sesegukan menangis.
"Cinta pertama ku, dan bahkan ciuman pertama ku aku berikan padamu" Yifan berkata lirih. Ia menghapus air mata Junmyeon, "Aku tunggu persetujuan mu menjadi mate ku"
Yifan bergerak mundur dan merubah wujud nya menjadi kelelawar. Yifan terbang menjauh, meninggalkan Junmyeon yang masih tidak percaya apa yang telah terjadi padanya.
"Junmyeon! Kau sudah kembali?" Sehun menghampiri Junmyeon yang berada di mulut gua.
Junmyeon tersenyum tipis, "Sudah, Hunnie" Ia mengacak rambut Sehun gemas, "Aku menepati janji ku, kan?"
"Iya Myeon" Sehun menempatkan jari telunjuk nya ke depan bibir Junmyeon yang membengkak, "Jangan sampai Jongin tau tentang ini"
Junmyeon terdiam sebentar, ia sedikit tersentak ketika telunjuk Sehun menempel dengan bibir nya yang habis dilumat kasar oleh Vampire kurang ajar itu. Tidak lama kemudian, Junmyeon mengangguk.
"Omong-omong.." Sehun menatap bibir milik Junmyeon, "Bibir mu kenapa bengkak seperti ini?"
Junmyeon menggaruk tengkuk nya yang sebenarnya tidak gatal. Ia merasa gugup, "I-itu, tadi-"
"Kalian masuklah. Kenapa berada di mulut gua seperti itu?" Jongin memotong perkataan Junmyeon. Ia berjalan mendekati mereka, dan menarik dua Werewolf cantik itu untuk masuk ke dalam gua.
Diam-diam, Junmyeon menghela nafas lega.
"Iya, sayang" Sehun memutarkan bola mata nya malas
Junmyeon terkekeh pelan, "Jangan terlalu jutek begini" Ia mencubit pelan hidung Sehun, membuat pemiliknya mengerutkan hidungnya risih.
Junmyeon mendudukkan dirinya di samping anak-anak Sehun yang berguling-guling dengan lucunya.
Salah satu anak serigala Sehun mendekati Junmyeon, "Halo, paman Junmyeon"
"Halo" Junmyeon tersenyum manis
"Paman terlihat aneh"
"Aneh bagaimana?" Junmyeon tertawa geli
"Seperti sedang ada masalah" Bayi Werewolf Sehun itu memiringkan kepala nya
"Tidak. Kau salah sangka, sayang" Junmyeon menggeleng kan kepala nya
"Paman tau?" Werewolf kecil itu berdeham sebentar, "Paman bisa menceritakannya. Jangan memendam semua sendirian. Paman sungguh tidak pintar berbohong"
"Baiklah~" Junmyeon mengelus pelan kepala bayi Sehun, "Sebaiknya sekarang kau bermain saja dengan saudara mu yang lain? Okay?"
Bayi Sehun itu mengangguk dan berlari ke arah saudara-saudaranya.
Junmyeon menghela nafasnya. Bayi Werewolf itu benar. Junmyeon lebih baik menceritakan ini semua dengan pack nya.
'Tapi bercerita dengan mereka jika aku baru saja bertemu bangsa Vampire murni bukankah hanya membuat mereka panik?'
'Tapi jika aku tidak bercerita dengan mereka, aku tidak akan aman '
Junmyeon mengacak rambutnya frustasi.
'Ini semua karena Vampire sialan itu' Junmyeon mendengus kasar.
"Gege! Kau bodoh?!" Sebuah suara yang terdengar frustasi menggema di sebuah kastil tua yang besar namun bergaya klasik dan mewah, "Kau tidak bisa mencintai Werewolf!"
Yifan mengusap wajahnya, "Aku tau, Tao"
"Yifan, ini bukan hal yang baik" Luhan menggelengkan kepala nya pelan
"Iya Lu ge! Astaga, aku tau jika hal ini tidak bagus!" Yifan mengerang. Matanya memerah persis seperti warna kamar nya yang di dominasi warna merah menyala
Luhan memandang adiknya heran, "Jika kau tau ini hal buruk, kenapa kau melakukannya?"
"Aku tidak tau. Entah kenapa aku bisa jatuh cinta dengan Werewolf cantik dan manis sepertinya"
"Oh astaga" Tao menepuk dahinya, "Baba akan marah besar jika mendengar hal ini, Yifan ge"
Yifan mendengus kasar.
"Bahkan mungkin, dia tidak menganggapmu anak lagi" Luhan menambahi
"Ge" Yifan mengerutkan keningnya, "Kau membuatku semakin tidak nyaman"
Luhan mengangkat bahunya.
"Lagipula Fan ge," Tao berdiri di tengah-tengah para gege nya, "Baba menyuruh mu mencari mate yang se bangsa dengan kita. Bukan musuh kita"
Yifan menyandarkan kepalanya ke bahu adiknya, yang dibalas pelukan oleh Tao.
"Kumohon kalian merahasiakan hal ini"
Luhan dan Tao mengangguk, Sebagai kakak dan adik yang baik.
"Menurut kalian, apa aku dan Werewolf itu bisa bersama?"
"Entahlah~" Luhan menepuk-nepuk punggung lebar Yifan, "Kau benar-benar menentang hukum alam, adikku"
Tao mengangguk-angguk menyetujui perkataan kakaknya.
"Aku tau ge.." Yifan memejamkan matanya, "Tapi aku yakin tidak ada satu pun Vampire yang tidak terpesona dengannya"
"Werewolf itu se cantik apa sebenarnya?" Tao mulai penasaran. Ia mendorong kepala Yifan yang tadi bersandar di bahu nya
"Tao, kau tidak sopan dengan gege mu" Yifan memegang kepala nya, "Kalian mau tau? Ayo kita mengendap-endap keluar kastil. Akan aku tunjukkan betapa indahnya dia"
Luhan dan Tao saling berpandangan, lalu mengangguk setuju
"Junmyeon, kau tetap tinggal disini mengawasi anak-anakku seperti biasa" Jongin melirik Junmyeon yang asyik bermain dengan anak-anaknya
"Aku tau Jongin"
"Hati-hati, Junmyeon~" Sehun melambaikan tangannya, lalu pergi bersama pack nya yang berburu di malam hari ini.
Junmyeon menghela nafas. Kepala nya pening mengingat-ingat kejadian tadi sore.
'Bukankah Vampire musuh Werewolf?'
'Tidak seharusnya seperti ini'
'Bagaimana tanggapan yang lain jika mate ku adalah seorang Vampire, yang merupakan musuh bangsa ku sendiri'
Junmyeon memejamkan matanya.
grusak!
Telinga nya bergerak ke arah kanan secara reflek, merasa ada sesuatu. Karena trauma, Junmyeon langsung merubah wujudnya menjadi serigala.
"Paman.." Salah satu bayi Sehun menyenggol nya pelan, "Itu suara apa?"
"Aku tidak tau sayang"
"Aku takut"
"Tetap di dalam, okay?"
Keenam anak Sehun mengangguk kan kepalanya. Jika boleh jujur, Junmyeon juga merasa takut sekarang.
Pelan-pelan Junmyeon berjalan ke mulut gua, sedikit gemetar. Kepala Junmyeon menoleh kan kepala nya ke kanan dan ke kiri,
'Tidak ada siapa-siapa'
Ia merubah wujud nya menjadi manusia. Tangannya memegang dinding gua yang dingin. Dalam hati ia berfikir, mengapa gua tidak memiliki pintu seperti rumah para manusia normal. Andaikan gua ini memiliki pintu, pasti Junmyeon sudah menutup pintu itu rapat-rapat dan mengunci nya.
"Paman!"
Junmyeon kaget. Ia menoleh kan kepala ke belakang, "Apa?"
"Tadi suara apa, paman?"
"Bukan apa-apa" Junmyeon menggoyang kan tangannya dan mendekati bayi-bayi Sehun. Tangannya mengelus bulu-bulu halus mereka, sedikit menenangkannya.
Junmyeon melirik sekilas ke arah hutan yang terlihat menyeramkan. Jika boleh jujur, hatinya belum merasa tenang.
Tanpa Junmyeon sadari, ada tiga Vampire di atas pohon yang memandangnya tanpa berkedip.
"Yifan ge!" Tao akhirnya mengedip-kedip kan matanya, "Kau benar!"
Luhan mengangguk. Tetapi mulut nya masih menganga lebar.
"Hhh.. Aku sudah mengatakan nya kan?" Yifan mendesah pelan, "Ayo kita pergi dari sini"
"Hah?" Luhan memasang wajah heran, "Hanya ini saja?"
"Tidak kah gege lihat? Kita membuat nya tidak nyaman"
"Benar juga sih" Tao merubah wujud nya menjadi kelelawar, "Ayo kita pulang. Semoga baba belum sampai ke kastil" Tao terbang mendahului kakak-kakaknya.
"Vampire kecil sialan yang satu itu," Luhan menggerutu, dan terbang bersama Yifan menyusul Tao.
"Jadi Junmyeon," Chanyeol, salah satu anggota pack Jongin berdeham sebentar, "Aku diminta Alpha untuk mengajari mu berburu"
Junmyeon terdiam. Ia ingat kemarin Jongin mengatakan bahwa sudah saat nya Junmyeon belajar berburu dengan baik. Jadi jika ada keadaan genting, Junmyeon bisa berburu sendiri.
Werewolf manis itu mengangguk, "Baiklah"
Chanyeol tersenyum, "Kita mulai dari hewan yang kecil dulu" Ia memasang gestur berfikir, "Bagaimana dengan kelinci?"
"Umm.. Boleh dicoba"
Chanyeol pergi sesaat, lalu kembali dengan kelinci putih yang sudah ada di tangannya.
"Nah, Junmyeon" Chanyeol menunjuk kelinci itu, "Berubah lah menjadi serigala dan gigit leher nya"
Junmyeon menggigit bibir bawahnya, "Aku tidak tega"
"Ayo, Junmyeon!" Kali ini Chanyeol sedikit berteriak
"Aku tidak bisa!" Junmyeon memejamkan matanya dan menghentakkan kakinya kesal ke tanah, "Seperti nya aku menyukai kelinci"
"Ha?" Chanyeol menepuk jidat nya, tidak percaya dengan perkataan Junmyeon, "Bagaimana bisa kau menyukai mangsa mu sendiri?"
Junmyeon sedikit menggerutu, "Diam lah! Aku tau aku aneh dan kau bisa mengejek ku sepuasnya!"
"Tidak" Chanyeol tersenyum hangat, "Kau tidak aneh. Kau unik"
"Sama saja, idiot"
Chanyeol tertawa keras, "oke-oke, baiklah" Ia memandang Junmyeon tepat pada matanya, "Aku mengerti. Aku menghargai mu"
Junmyeon terperangah. Baru kali ini Junmyeon menemukan seseorang yang tidak mentertawakan tentang hal kesukaan Junmyeon yang aneh. Malah kali ini, ada yang menghargai nya. "Apa?"
Chanyeol memasang gestur berfikir lagi, "Ayo kita ganti mangsa" Ia mengedarkan matanya ke seluruh arah, "Bagaimana dengan tupai?"
Kali ini Junmyeon mengangguk tanpa ragu. Chanyeol terkekeh pelan dan mengusak rambut Junmyeon. Mereka berdua tidak menyadari sepasang mata yang memandang mereka dengan tajam.
"Tidak boleh ada siapa pun yang berani mencintai Junmyeon selain aku" Seseorang yang memandang mereka itu mendesis benci
TBC
