Chapter 2
Bandar Udara Internasional Incheon yang dimiliki oleh Pemerintah Korea Selatan ini, tampak ramai seperti biasanya. Tidak peduli bahwa bulan mulai menggantikan posisi matahari, yang menunjukkan bahwa seharusnya manusia beristirahat setelah melakukan aktivitas mereka. Tapi siapa yang peduli? Waktu bukanlah pembatas ruang gerak manusia modern zaman sekarang.
Begitupula Cho Kyuhyun dan Lee Donghae dan tentu saja beberapa pengawal disamping kanan-kiri mereka. Sosok mereka atau lebih tepatnya Cho Kyuhyun mampu menghentikan aktivitas seluruh manusia yang ada disana, seolah ada magnet yang mengharuskan kepala mereka menghadap sosok berkharsima tersebut. Rambut ikal kecoklatan yang lembut itu terlihat sedikit berantakan terkena angin yang berhembus pelan, pipi putihnya yang berisi memerah secara alami mengingat cuaca Korea saat ini masih dalam masa musim dingin, hidung mancung, dan kedua mata yang walaupun terhalang kacamata hitam tidak mengurangi sorot tegas dan dinginnya, dan jangan lupakan belah bibir merah yang menggoda setiap orang untuk menyentuh atau bahkan mencicipi rasa bibir itu. Tubuh tinggi yang dilapisi kulit putih bersih itu semakin terlihat mengangumkan dengan balutan kemeja biru muda, jas hitam, celana panjang hitam dan sepatu yang mungkin jika diakumulaksikan bisa mencapai seharga 3.500.000 won. Ahhhh pesona seseorang Cho Kyuhyun memang sangat luar biasa, tidak hanya wanita yang terjebak dalam pesonanya bahkan pria maskulin diluar sana terjebak dilubang yang sama dengan para wanita itu jika sudah berkaitan dengan Cho Kyuhyun.
"Ayo Kyu, kita harus segera kerumah Tuan Choi. Sebentar lagi jam makan malam." Ucapan Donghae membuat orang-orang yang terdiam tadi segera tersadar, dan melanjutkan kembali aktivitasnya dari menatap sosok "malaikat" itu. Kyuhyun hanya tersenyum tipis dan segera melangkahkan kaki jenjangnya menuju mobil mewah yang sudah terparkir manis didepan bandara untuk segera menuju rumah keluarga Choi dimana sahabat-sahabat kedua oarangtuanya sudah menunggu untuk makan mlam. Ya, Keluarga Cho, Choi, dan Jung memang sudah menjalin persahabatan sekaligus hubungan bisnis sejak Kyuhyun belum lahir. Dan anak tunggal mereka, Choi Siwon dan Jung Yunho merupakan hyung yang selalu memanjakan Kyuhyun sejak kecil selain Noona-nya, Cho Ahra.
Cho Kyuhyun menatap Kota Seoul dari dalam mobil mewahnya, tidak bisa dipungkiri jika memang ia merindukan ibukota negeri ginseng ini. Tidak banyak yang berubah sejak ia meninggalkan Seoul 14 tahun yang lalu, hanya saja makin banyak gedung-gedung bertingkat yang menghiasi kota ini. Tidak aneh memang, mengingat Korea Selatan telah begitu maju baik dalam ekonomi maupun tekhnologinya. Sekali lagi, kenangan masa lalunya menyeruak kepermukaan dengan seenaknya. Bibir itu terlihat turun dan mata itu kembali terlihat sendu.
...
29 Juni 1994
"Siwon hyung~~~~ Yunho hyung~~~" anak kecil berusia 6 tahun itu begitu semangat memasuki halaman rumah besar keluarga Jung, rambut kecoklatanya bergerak-gerak dan tas ransel bergambar superman itu bergoyang-goyang mengikuti gerak sang pemilik.
"Aigoo Kyunie jangan lari seperti itu nanti kau bisa terjatuh." Ucap anak berusia 8 tahun yang segera mengkap tubuh berisi itu kepelukannya.
Hup.
"Hehehe, Kyunie hari ini sangat bahagia Woniee hyung." Pipi chubby putih terangkat dan menyebabkan mata bulatnya membentuk bulan sabit. Putra bungsu keluarga Cho itu segera menyamankan diri dipelukan sang hyung sambil menggesek-gesekan hidung mancungnya diperpotongan leher anak tunggal keluarga Choi tersebut. Ia sedang ingin bermanja-manja sepertinya.
"Wahh apa yang membuat dongsaeng manis hyung ini terlihat begitu senang eoh?" sosok anak laki-laki lain yang berusia 10 tahun itu menghampiri dua anak kecil yang sedang berpelukan itu. Kyuhyun yang melihat hyung kesayangannya yang lain segera melepaskan diri dari pelukan Siwon dan berlari kecil menghampiri Yunho hyung-nya. Jung Yunho yang melihat adik kecilnya berlari kearahnya tersenyum gemas dan segara menurunkan dirinya agar sejajar dengan tubuh gempal itu. Setelah sampai dihadapan Yunho, Kyuhyun segera mengeluarkan buku rapot yang ada didalam tas spiderman-nya.
"Lihat hyung~~~, Kyunie mendapatkan peringkat pertama lagi dan Kyunie mendapat nilai 95 dalam pelajaran Matematika hyung~~~" Kyuhyun menyerahkan rapotnya untuk dilihat Yunho dan menjelaskan dengan penuh semangat, tubuh kecilnya melompat-lompat kecil tanda bahwa ia merasa puas. Siwon yang melihat itu segera menuju ketempat Yunho dan Kyuhyun lalu mengacak pelan rambut lembut Kyuhyun, gemas melihat tingkah adik kandung Cho Ahra ini yang semakin hari semakin terlihat imut.
"Ne, kau memang sangat pintar Kyu. Siapa yang meragukannya hemm?" memang benar apa yang dikatakan Siwon, Kyuhyun sangat pintar dalam bidang akademik khususnya Matematika. Namun lain halnya dalam bidang non-akademik, seperti olahraga. Kyuhyun dengan segenap hati akan lebih memilih bermain PSP kesayangannya dibandingkan berlari atau berenang. Bahkan pernah Kyuhyun berpura-pura sakit saat kedua hyung kesayangannya mengajak untuk lari pagi disekitar komplek perumahan mereka.
Kyuhyun tersenyum lebar kearah Siwon menampilkan gigi putihnya yang rapi ketika mendengar pujian Siwon hyung-nya. Yunho yang sedari tadi diam melihat rapot dongsaengnya itu segera mengecup pipi berisi yang ada dihadapanya dan membuat Kyuhyun memalingkan wajahnya kearah Yunho. Kyuhyun hanya mengerjapkan matanya, dan pipi putih itu terlihat memerah begitu tau bahwa Yunho mencium pipinya.
"Hyungiee~~~" Kyuhyun yang malu segera memeluk Yunho dan menenggelamkan wajahnya dileher Yunho menyembunyikan wajahnya yang terasa panas. Kyuhyun memang sering dicium oleh Yunho hyung-nya dan Siwon hyung-nya baik pipi atupun kening, tapi tetap saja jika kedua hyungnya melakukan hal itu Kyuhyun merasa malu. Ia juga tidak tau mengapa. Yunho dan Siwon yang melihat tingkah malu-malu sang dogsaeng hanya tertawa. Dan Yunho segera mengangkat tubuh Kyuhyun untuk masuk kedalam rumah.
"Sebagai hadiahnya, libur semester tahun ini kita jalan-jalan ke Pulau Jeju ne?" Ucapan Nyonya Jung yang ternyata sedari tadi memperhatikan kegiatan anak beserta kedua anak sahabatnya itu menghentikan langkah kaki Yunho dan Siwon. Kyuhyun yang mendengarnya pun mengangkat wajahnya dari leher Yunho dan menatap Nyonya Jung dengan tatapan tidak percaya.
"Mwo? Jinja Eomma?" Kyuhyun memang memanggil orangtua Yunho dan Siwon dengan sebutan Appa dan Eomma. Mommy dan Daddy nya yang mengajarkan seperti itu.
"Tentu saja. Kyunie kan sudah berusaha keras untuk belajar. Jadi tidak ada salahnya kita jalan-jalan kan?" Nyonya Jung menghampiri ketiga anak tersebut dan mengelus rambut Kyuhyun sayang.
"Asyikk~~ Kita akan liburan bersama Yunho hyung~ Wonnie hyung~" Kyuhyun bergoyang-goyang dipelukan Yunho dan membuat anak satu-satunya keluarga Jung itu kesusahan menjaganya agar tidak terjatuh. Siwon, Yunho dan Nyonya Jung yang melihat tingkah Kyuhyun tertawa keras. Senang melihat Kyuhyun selalu bahagia, dan mereka berjanji agar membuat Kyuhyun selalu bahagia. Selalu menemani bocah 6 tahun itu dalam suka maupun duka. Mereka sangat menyayangi Kyuhyun dan tidak akan membiarkan Kyuhyun terluka.
...
Mata dengan manik coklat itu terlihat berkaca-kaca. Dengan satu kedipan saja mungkin air yang mengenang dimatanya akan terjatuh mengalir dipipi tersebut. Lee Donghae yang duduk didepan disamping sopir pribadi melihat Kyuhyun yang duduk dibelakang melalui kaca spion. Sungguh ia sangat mengkhawatirkan pemuda beusia 24 tahun itu, sejak mengetahui bahwa ia akan kembali ke Korea entah untuk berapa lama, Kyuhyun terlihat sering termenung dengan mata yang terlihat berkaca-kaca. Sebenarnya Donghae juga tidak begitu setuju dengan permintaan orangtua Siwon dan Yunho yang menginginkan Kyuhyun untuk kembali ke Korea yang menurutnya akan membuat Kyuhyun kembali terpuruk. Tapi memang siapa dia yang bisa melarang permintaan Keluarga Choi dan Jung itu? Apalagi kedua keluarga itu memgang peranan yang cukup penting dalam kehidupan bisnis Cho Commpany. Lagipula Kyuhyun menyetujui hal tersebut walupun Donghae harus menunggu seharian untuk mendapat jawaban dari atasannya itu. Dan begitulah setelah menyelesaikan urusan perusahaan di New York dan menyerahkan sementara kekuasaan Kyuhyun kepada Lee Sungmin –Direktur sekaligus orang kepercayaan Kyuhyun di Cho Commpany, mereka segera berangkan menuju Korea. Donghae menghela napas berat, Kyuhyun akan baik-baik saja. Dan ia akan memastikan hal itu.
Donghae yang melihat mobil mereka telah memasuki halaman kediaman keluarga Choi, segera menghadap kebelakang untuk melihat Kyuhyun. "Kyu-ah kita sudah sampai." Ujar Doghae pelan hingga menyerupai seperti bisikan namun tetap membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya.
"Ahh ne hyung." Donghae tersenyum miris melihat Kyuhyun memegang kedua mata indahnya, pasti sedang menyeka air yang sedari tadi menggenang dipelupuk matanya. Jujur saja Donghae lebih memilih untuk melihat sosok dingin Kyuhyun daripada sosok lemah Kyuhyun seperti sekarang ini.
Dengan cepat Donghae turun untuk membuka pintu Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum tipis sebagai penganti ucapan terimakasih kepada Donghae. Dan seorang Lee Donghae pasti mengerti hal itu. Terlihat beberapa bodyguard yang menjaga kediaman keluarga Choi membungkuk hormat kepada Kyuhyun.
Cho Kyuhyun dan Lee Donghae terus melangkah hingga mencapai rumah keluarga Choi. Dan disana mereka melihat 6 orang sedang tersenyum hangat kepada mereka atau lebih tepatnya kearah Kyuhyun. Dan itu membuat tubuh Kyuhyun membeku seketika.
T B C
Aduh maaf ya kalau ceritanya membosankan dan monoton hehehe masih dalam tahap belajar :)
Dan terimakasih banyak untuk gnagyu atas koreksinya, mudah mudahan yang ini ga terlalu banyak typo atau ejaan yang salah ne ^^
Gomawo sudah membaca and... Mind to Review? ^o^
