PART 2
GO TO BACK
Cast : Kris - Luhan - Jaejoong - yoochun - junsu - hangeng - kibum
Pairing :KrisLu , Yoosu , Hanbum
Rate : T ( sesuai kebutuhan )
Genre : Romance - Frendship
Disclaimer : ~
Warning : BLB , Gaje , Typo
~ maaf bukan bermaksud sesuatu , ini hanya sebuah lintasan ide yang mampir di kepala ku ~
HAPPY READING
Ini sudah bulan ke 5 setelah kris turun ke bumi dan menjadi importal itu artinya sudah 5 hari dia meninggalkan XOXO. Siang itu kris baru saja menjemput jaejoong dari pusat perbelanjaan dia dan jaejoong mengendarai porshe milik jaejoong , porshe itu kini telah berhenti di depan garasi mansion mereka kris turun dari mobil di ikuti jaejoong.
"Omo…. " jaejoong berlari meninggalkan barang belanjaannya yang terjatuh saat mata nya melihat seorang namja dengan rambut pink yang tergeletak di depan pintu masuk mansion tersebut.
"Hai … ireona … " jaejoong menepuk nepuk pipi namja itu.
'dingin ' batinnya dan lagi mata nya terpaku pada tattoo 12 bulatan yang berkelip kemerahan di tangan namja itu.
" Kris-ah .. bantu aku palli … " teriak jaejoong pada kris yang tengah mengambil beberapa barang mereka di dalam bagasi dan langsung saja kris berlari menghampiri jaejoong.
"Cepatlah , namja ini sangat dingin kris "
"Luhan – " gumam kris , tapi masih mampu didengar oleh jaejoong. Kris cepat-cepat menggotong tubuh lemah luhan masuk ke dalam mansion.
Kris Pov
"Luhan –"
Bagaimana mungkin , apa yang dia pikirkan …
Saat ini aku berada di ruang tengah , luhan telah aku baringkan di sofa panjang mansion kami kulitnya yang pucat makin terlihat pucat rambutnya pun masih merah muda seperti dulu saat terakhir aku melihatnya hanya saja kini nafasnya tak lagi teratur.
"Hanggeng … cepat pulang aku membutuhkan healing mu … cepatlah "
Aku mendengar jaejoong hyung menghubungi han hyung dan kemudian dia berlari kearah ku dengan membawa baskom berisi air panas.
"Kau cepat ambil selimut , jangan hanya bengong " teriak nya , aku berlari ke lantai dua dan tak butuh waktu lama aku kembali dengan selimut tebal. Di ruang tengah , aku telah melihat han hyung tengah melakukan healing pada luhan terlihat dari telapak tangannya yang mengeluarkan aura hijau pekat.
Kris Pov End
"Apa yang terjadi dengannya … " kata kris setelah selimut tebal itu menutupi seluruh tubuh luhan hanya menyisakan kepala nya saja.
"Kau mengen- "
" Energinya terserap matahari , untung saja belum terlambat " kata-kata jaejoong terhenti , saat hangeng menjelaskan perihal apa yang terjadi pada namja di hadapannya itu .
Hening …
Hangeng memutuskan kembali ke tempat kerjanya , sementara jaejoong sibuk di dapur membuatkan bubur gingseng.
" Kau mengenalnya kris ?" tanya jaejoong , sambil meletakkan buburnya di atas meja kaca di tengah2 ruang tengah yang saat ini mereka tempati saat melihat kris terus saja mengusap kening namja itu lembut pandanganan matanya tampak sendu terpaku pada namja manis bersurai pink itu.
"Dia telekinesis luhan … pemilik gold deer " ucap kris pelan ,
"akh … reinkarnasi boo " jaejoong berucap pelan …
Eungh ~~~
Leguhan muncul dari bibir tipis luhan , tubuhnya bergerak2 nampak dia akan segera sadar dari pingsannya.
"Kris … " kata pertama yang meluncur dari bibir itu , kris yang merasa di panggil pun makin mengeratkan tanganya pada jemari luhan .
"Luhan-ah … "
Luhan Pov
"Luhan-ah … "
Suara itu , aku bisa mendengar jelas , itu suara bass favoritku …
Aku mengerjapkan mata ku perlahan , tubuhku benar-benar lemas saat ini sejujurnya sebelum aku pingsan tadi entah mengapa aku merasa aku akan mati tapi …
'Dimana ini , sejuk … '
"Luhan … kau sudah sadar … syukurlah " suara itu lagi , aku mengalihkan pandanganku dari alngit-langit yang terlihat begitu mewah kearah suara bass favorit ku berasal …
'Kris … " gumam ku lagi …
Benar … aku melihat kris disamping ku menatap ku dengan iris hitam elangnya yang penuh ketegasan , tapi entah mengapa tersirat kekhawatiran di iris itu.
"Akh ,… kau sudah bangun manis … jja ayo makan bubur mu … " sebuah suara asing menyapa ku , aku alihkan pandangan ku pada seseorang di belakang kris …
'cantik … ' satu kata yang keluar dari pikiran ku …
"Jangan menatapku begitu , aku bisa membaca pikiran mu dan aku namja " kata sosok itu penuh penekanan.
Aku tersenyum canggung , kris membantu mendudukkan ku , tangan yang lainnya meraih sebuah mangkuk yang aku yakini berisi bubur.
Luhan Pov End
-Skip time –
Seluruh penghuni mansion itu telah kembali untuk menikmati makan malam mereka , tak terkecuali luhan yang kini tampak duduk di tengah-tengah kris dan juga yoochun. Hening terjadi sekian menit saat mereka tengah menikmati makanan yang di buat oleh jaejoong , hingga jaejoong yang sedari tadi tampak tersenyum melihat makanan yang tadi di masaknya telah habis di lahap perut2 kelaparan teman-temannya pandangannya tertuju pada luhan yang sibuk mengunyah steak ikan.
" Emm … luhan-ssi bisakah kau jelaskan bagaimana kau bisa ada disini" jaejoong memecah keheningan itu hingga kini semua pasang mata diruangan itu tertuju pada luhan.
" Aku …. Entahlah hanya saja aku mengikuti kata hati ku untuk mengikuti kris , karena aku tahu kris selalu memikirkan yang terbaik untuknya , dan itulah yang ku anggap baik untukku sendiri" balas luhan mantap mata rusanya memandang mata doe jaejoong penuh ketegasan.
Mereka semua terdiam , begitu juga dengan kris hingga kibum memecah keheningan itu dengan ….
PRANGG ….
Kibum melempar gelas kristalnya kelantai , mata tajamnya menatap luhan yang berada tepat dihadapannya seolah menguliti namja itu dan aura dingin yang begitu menguar hebat disekitarnya…
"Bummie… " junsu yang ada di sebelahnya bergidik ngeri melihat pangeran es itu
" Hah … apa yang kau pikirkan bodoh … kau mengorbankan dirimu untuk menjadi seorang monster … apa kau tidak punya alasan lain yang benar2 bisa masuk di akalku " suara tertahan kibum menguar menusuk indera pendengaran mereka.
Luhan yang mendapat serangan kata2 pedas kibum itu langsung menundukkan kepalanya tek berani menatap namja dihadapannya itu.
"Dia mencintai kris kurasa , dan dia kesini karena ingin bersama kris betul kan perkataan ku luhan-ssi "
Wajah luhan seketika memerah mendengar perkataan yoochun , serta merasakan tatapan mata semua orang yang ada di meja itu tak terkecuali kris.
" Akh … menurutku alasan itu cukup masuk akal di otak ku yoochun hyung … dan selamat datang di kediaman kami luhan-ssi "
Kibum menarik diri dan berjalan menuju ruang baca mansion itu , semua orang disana seketika itu pula menarik nafas lega.
"Anak itu selalu saja , aku bisa mati tegang tadi " junsu mendengus sambil bergumam namun masih mampu di dengar oleh ke lima pasangan telinga disana membuat mereka terkikik geli.
-Skip time –
Makan malam mereka telah selesai setengah jam yang lalu para menghuni mansion itu pun telah kembali disibukkan dengan kegiatan masing2 tak terkecuali 2 namja yang kini tengah duduk di sebuah bangku taman di halaman belakang mansion megah itu.
Keheningan tercipta di antara nya , seolah tak ada salah satu dari mereka yang mencoba memulai pembicaraan , hanya suara desah angin yang terdengar sayup menyapa mereka.
Luhan menengadahkan kepalanya ke langit , melihat betapa indahnya langit malam bumi yang bertaburan bintang… hingga
" Pekerjaan baekhyun sungguh luar biasa bukan ?" ucap kris , mengikuti pergerakan luhan yang menengadahkan kepalanya ke atas langit.
"Ne .. mereka baik-baik saja tanpa kita ku rasa " balas luhan lirih … kini dia memfokuskan pandangannya ke sebuah pohon sakura di hadapannya.
" Luhan-ah … benarkan perkataan yoochun hyung tadi … hingga kau datang kemari "
"… "
"Wae … "
"…"
"Luhan hyung … "
Setelah sekian detik terdiam , akhirnya , helaan nafas panjang luhan terdengar seolah frustasi
" Kau tahu , semua kehidupan kita diatur raja disana , kita tak mampu menjadi apa yang kita mau … harusnya kau tahu itu kris " jawab luhan , kris tersenyum disela tatapan matanya.
"Nde .. aku tahu … itulah yang membuatku kemari , aku ingin menjadi diri ku sendiri … " balas kris
"Dan karena …. " Luhan menggantungkan ucapannya , dalam hati ia merasa ragu , tapi entah kenapa dia tak mampu memendamnya lagi
"Karena ? " alis kris berkerut saat mendengar nada yang menggantung dari kalimat luhan
"Karena aku mencintaimu " kalimat itu akhirnya dengan lancar meluncur dari bibir tipis luhan , pandangannya beralih pada mata elang kris.
Kris tersenyum saat mendengar kalimat indah itu , di peluknya tubuh mungil luhan , serta di kecupnya puncak kepala namja itu , dan
"Nado saranghae hyung-ah "
Sementara itu di XOXO planet telah diadakan sebuah sidang besar-besar , semua pemilik element XOXO di undang untuk menghadiri rapat tersebut.
"Kris belum ditemukan , dan sekarang luhan pun ikut menghilang … dan saat ini kita tak bisa menunggu lagi , kalian tetap harus menjalankan pekerjaan kalian mengendalikan element di tempat ini walau hanya dengan 10 orang , kalian mengerti " bentak seorang namja paruh baya yang berada di tengah singgasananya kepada 10 orang namja yang merupakan pemegang kendali element XOXO saat ini.
"Arraseo seosaengnim " sambut ke10 namja tadi.
Setelah siding itu di bubarkan ke10 namja tadi yang menamai diri mereka EXO pun kembali ke mansion utama mereka.
" We are coming to the hell " seorang pria kulit tan bergumam pelan namun tetap saja mampu di dengar oleh seluruh orang yang ada disitu.
Sementara yang lain hanya menghela nafas – merasa frustasi –
Part 2 hadir
Terima kasih , buat semua yang sudah coment ff ini , buat yang follow juga fav terima kasih
maaf jika ada kalian yang tidak berkenan dgn ff ini
sekali lagi , tlng kritik dan sarannya
terima kasih ^_^
