"Oh Sehun!" namja berkulit mirip albino itu terkaget ketika seseorang masuk keruangannya dengan wajah super bahagia, dia Park Chanyeol, CEO ditempatnya bekerja sekaligus sahabat terbaiknya. Keningnya merengut, mencoba menebak apa yang terjadi kepadanya mengingat semalam Chanyeol baru saja menelfonnya dan menceritakan semua hal tentang Yejin dan Jongin seperti orang yangsiap menerkam siapa saja. Tapi lihatlah, namja itu sudah kelihatan ceria bahkan melebihi biasanya.

"Oh Sehun who's the luckiest guy on earth?!" pekiknya sambil menutup pintu dengan sedikit keras

"who?" tanya Sehun dengan wajah penuh tanda tanya

"me!" teriaknya lagi

"kau...kenapa? bukannya semalam kau baru saja marah – marah karena-"

"bisa kita lupakan topik itu sebentar?" wajah Chanyeol terlihat mengalami perubahan yang cukup drastis.

"oke, sekarang duduk dan ceritakan." Sehun membenarkan posisi duduknya dan menopang dagu. Memandangi Chanyeol yang ekspresinya sudah berubah menjadi ceria lagi. Namja jangkung itu duduk didepan Sehun dan melepas jasnya sejenak.

"kau tau semalam aku pergi ke diskotik setelah menelfonmu? Aku bertemu seseorang disana." Sehun tidak membuka suara untuk menanggapi, ia terus menatap Chanyeol dengan tatapan penuh ingin tau. Setelah memastikan Sehun memperhatikannya secara penuh, Chanyeol mulai melanjutkan ceritanya lagi mengenai Baekhyun. Bagaimana gadis itu dijual oleh kakaknya dan bagaimana ia ingin melindungi Baekhyun apapun yang terjadi. Sehun hanya sesekali mengerutkan keningnya, namun ia tetap menolak berkomentar apapun, baru setelah dirasa Chanyeol sudah selesai, namja itu akhirnya memutuskan untuk membuka suara,

"kau menyukainya? Secepat itu?" tanyanya datar

"ani! Aku tidak bilang jika aku menyukainya."

"tapi matamu berbinar ketika menceritakan gadis itu,"

"matamu juga berbinar setiap kali kau menceritakan Sepupuku Luhan," Sehun terlihat menghela nafas sebentar,

"oke, lalu masalahnya apa?"

"aku hanya sedikit merasa jika aku melangkah terlalu jauh? Aku baru mengenalnya tapi..bisa saja dia berbohong bukan?" Chanyeol menyenderkan punggungnya kekursi, mencoba memutar otaknya untuk menemukan jawaban akan pertanyaannya sendiri.

"apa dia terlihat mencurigakan?"

"aniya, dia terlihat polos dan...rapuh. entahlah aku sangat ingin melindunginya," mata namja bersurai hitam itu menerawang

"kalau begitu lakukanlah, mungkin itu sisi simpatimu yang sedang berbicara," melihat Chanyeol memandangnya tidak mengerti, Sehun memutuskan untuk melanjutkan,

"Park Chanyeol, bukankah kita akan selalu memiliki sisi simpati ketika melihat orang yang membutuhkan bantuan maka dari itu kita selalu memiliki keinginan untuk membantu?" Sehun terlihat geram melihat Chanyeol masih tidak memberikan respon apapun. namun setelah beberapa detik, CEO muda itu akhirnya tersenyum,

"maja." Katanya singkat.

Mereka berdua akhirnya terdiam, sibuk dengan pikiran masing – masing. Berbicara tentang Luhan, gadis manis bermata rusa itu adalah sepupu Chanyeol yang sudah dianggap sebagai adik Chanyeol sendiri mengingat ia adalah anak tunggal dikeluarganya. Hari itu Luhan datang kekantor untuk meminta Chanyeol mengantarkannya kebandara, ia ingin bertolak ke China untuk mengunjungi orang tuanya disana, pada saat itulah Sehun bertemu dengannya. Karena Chanyeol memiliki meeting penting dengan koleganya yang datang jauh – jauh dari singapura, maka Chanyeol meminta Sehun untuk mengantarkan Luhan. Lambat laun, Sehun dan Luhan pun menjadi teman dekat, mereka mulai mengabari satu sama lain setiap hari dan akan meluangkan waktu bersama diakhir minggu untuk sekedar jalan – jalan bersama.

Sejujurnya Sehun sudah lama memiliki perasaan yang lebih kepada Luhan, namun namja itu masih belum mempunyai nyali untuk menyatakannya. Ia sedikit bersyukur karena Chanyeol sepertinya tidak keberatan, melihat namja itu sama sekali tidak pernah protes akan kedekatannya dengan Luhan.

Kembali kepada Chanyeol, namja itu sepertinya masih tenggelam dalam lamunannya ketika seseorang mengetuk pintu milik Sehun. Tak lama kemudian sosok Jongin masuk dengan wajah yang cukup gugup. Ia tau bahwa Chanyeol berada diruangan Sehun dari sekertarisnya.

"hyung.." panggilnya lirih namun sukses membuat namja yang sedang memunggunginya itu menegang. Sementara Sehun terlihat menghela nafasnya, menyiapkan mentalnya siapa tau setelah ini terjadi baku hantam atau hal semacamnya.

Chanyeol masih tak bergeming ditempatnya, namun dapat Sehun lihat, rahang namja itu sudah mengeras sempurna, garis – garis wajahnya terlihat lebih jelas, membuatnya harus menelan ludahnya beberapa kali. Baginya ini adalah pemandangan yang langka, karena Chanyeol adalah tipe namja yang akan melupakan sesuatu ketimbang mempermasalahkannya apalagi marah, meskipun Sehun sadar, atasannya itu tengah berada diambang batas.

"keluar." Itulah satu – satunya kalimat yang keluar dari mulut Chanyeol setelah sekian detik terdiam.

"Hyung dengarkan aku dulu,"

"apa yang harus kau jelaskan? Aku sudah melihat semuanya dengan mataku sendiri." Jongin mencoba berjalan mendekat namun Chanyeol menahannya, "berdiri disitu."

"aku melakukannya untukmu Hyung. Aku tau jika aku memang lelaki bajingan dan tidak tau diri, tapi inilah caraku untuk membalas budimu, aku-"

"balas budi? Kau sedang mengajakku bercanda?"

"Hyung Yejin bukan perempuan yang baik untukmu," Jongin berusaha tenang dan menjelaskan

"aku tau. Tidak ada perempuan baik yang tidur dengan laki – laki lain disaat dia sudah memiliki tunangan,"

"hyung, bukan itu maksudku. Dia bukan perempuan yang baik, maksudku, sebelum tidur denganku-pun dia memang bukan perempuan yang baik." Chanyeol terdiam, nampak susah payah meredakan amarahnya. Melihat Chanyeol tidak bergeming, Jongin melanjutkan kata – katanya,

"Yejin bukan perempuan yang baik Hyung, dia tidak lebih dari perempuan bayaran yang diminta oleh rival perusahaanmu untuk menghancurkanmu." Chanyeol sepertinya mulai terpancing dengan hal itu, terbukti ia menolehkan kepalanya kearah Jongin dengan tatapan nyalang. Sedangkan Jongin menghela nafas sebentar sebelum memberanikan diri untuk duduk disamping Chanyeol.

"Hyung, kau ingat dengan Daehyun? Dia adalah orang yang menyuruh Yejin untuk mendekatimu dua tahun yang lalu. Aku mengetahuinya dari Kyungsoo, teman SMA-ku yang kebetulan bekerja dengan Daehyun. Dia menceritakan segalanya kepadaku,"

-flashback on-

Dentuman musik disko itu membuat Jongin menggerakkan kepalanya seiring dengan irama. Didalam genggaman tangan kanannya terdapat sebotol bir dan ditangan kirinya sepuntung rokok tengah menyala. Hari ini dia baru saja dinaikkan jabatannya oleh Chanyeol, sebelumnya dia bekerja dibagian produksi, namun saat ini dia sudah menjabat sebagai head division. Jongin sangat berterimakasih karena Tuhan sudah mempertemukannya dengan Chanyeol yang sangat baik dan mau menolongnya hingga saat ini, hingga ia bisa memiliki hunian yang mewah dan harta yang melimpah. Namun Kim Jongin tetaplah Kim Jongin, apapun keadaannya ia akan selalu mensyukuri hidupnya dengan dunia malam, alkohol dan wanita.

Saat itu tiba – tiba seorang wanita mendekatinya, awalnya Jongin tidak peduli, namun wanita itu setia duduk didekatnya tanpa mengatakan sepatah katapun, membuat Jongin mengeryit sebal.

"kau siapa?" Jongin bertanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari botol bir dan rokoknya. Wanita itu terkekeh pelan sebelum akhirnya menjawab,

"Kim Jongin, aku tak menyangka bisa bertemu denganmu disini." Katanya yang sama sekali tidak menjawab pertanyaan milik Jongin, membuat namja itu menghentikan kegiatannya sebentar untuk memperhatikan yeoja bermata bulat yang masih menyunggingkan senyuman itu.

"Do Kyungsoo?"

"wow kau masih mengingatku," Jongin tersenyum miring

"bagaimana kabarmu Jongin? Terakhir kudengar kau bekerja sebagai penari disebuah diskotik, aku tidak menyangka kau sekarang milyarder," Kyungsoo tersenyum simpul, Jongin bukanlah dari kalangan kaya, setaunya dulu orang tuanya hanyalah wiraswasta biasa yang tidak pernah mendukung bakat dan keputusan anaknya yaitu Jongin. Maka ia tidak heran jika namja itu tumbuh sebagai namja yang keras dan terkesan urak – urakan.

"aku baik, seperti yang kau lihat. Dan ya, seseorang menolongku hingga aku seperti ini. Kau sendiri? Aku sangat tidak menyangka Do Kyungsoo seorang murid teladan ternyata kenal dengan dunia malam juga," balas Jongin tanpa ada maksud menyindir ataupun menyinggung

"yeah, lingkungan yang membuatku mengenal dunia malam." Kyungsoo tertawa hambar

"siapa orang yang menolongmu itu?" tanya yeoja itu lagi

"Chanyeol Hyung,"

"Park Chanyeol? kau bekerja di GoodTune?" ekspresi Kyungsoo nampak terkejut, membuat Jongin memicingkan matanya.

"y-ya. Kenapa? Mengapa kau terkejut?"

"aku bekerja di MeloDise. Rival dari perusahanmu lebih tepatnya."

"melody paradise? Kau bekerja dengan Daehyun?" kali ini fokus Jongin sudah sepenuhnya ia berikan untuk Kyungsoo yang pelan – pelan menganggukkan kepalanya.

"ya, tapi aku sudah ingin keluar dari sana. Daehyun sajangnim begitu otoriter, membuatku tidak nyaman."

"Daehyun banyak mengancam perusahaanku, dia banyak melakukan sesuatu untuk menghancurkan Chanyeol Hyung, namun sepertinya bosku itu tidak ambil pusing. Terbukti dengannya yang selalu terlihat tenang dan menikmati hidupnya dengan tunangannya." Jelas Jongin sambil tersenyum maklum.

"TUNANGAN?! PARK CHANYEOL SAJANGNIM TUNANGAN DENGAN YEJIN?!" Kyungsoo nyaris memekik mendengar ucapan Jongin, membuat namja itu mendelik kaget

"w-wae?"

"kumohon Jongin, batalkan pertunangan mereka. Jangan sampai mereka menikah atau bosmu akan akan menderita." Kyungsoo mencoba tenang, terlihat dari raut wajahnya yang perlahan – lahan berubah rileks.

"batalkan? Untuk apa? Mereka berdua saling mencintai."

"Jongin, tolong percaya padaku, Yejin adalah perempuan suruhan Daehyun untuk menghancurkan Chanyeol. kau benar, ancaman Dae sajangnim selama ini tidak ada yang berhasil membuat Chanyeol goyah, oleh karena itu ia sengaja mengirimkan Yejin untuk menghancurkan Chanyeol. membuat namja itu cinta kepadanya yang nantinya akan membocorkan segala macam rahasia perusahaan kepadanya setelah ia benar – benar cinta mati kepada jalang itu." Kyungsoo mengatakannya dalam satu tarikan nafas, bukan apa – apa, ia hanya merasa kasihan kepada Chanyeol, selama ini ia bernafas dibawah kuasa Daehyun yang memang dikenal kejam kepada setiap karyawannya. Dan ketika mendengar cerita Jongin yang mengatakan bahwa ia ditolong oleh Chanyeol, Kyungsoo merasa ia perlu menolong namja baik hati yang sudah menyelamatkan hidup Jongin, namja yang dulu pernah dicintainya.

"brengsek." Lamunan Kyungsoo terpecahkan ketika ia mendengar umpatan itu keluar dari mulut Jongin.

"bagaimana bisa Kim Yejin menyembunyikan semua ini selama dua tahun?"

"mungkin dia menikmati perannya, dan lagi diluar hubungannya bersama Chanyeol, Yejin adalah wanita simpanan dari salah seorang pemegang saham terbesar diperusahaanku." Kyungsoo menambahkan dengan santai, seolah apa yang ia katakan adalah sesuatu yang memang sudah menjadi rahasia umum.

"aku harus memberi pelajaran kepada yeoja itu," tekat namja berkulit tan itu sambil mengepalkan tangannya.

"ya, sebaiknya begitu, sebelum semuanya terlambat dan Chanyeol sajangnim jatuh terlalu dalam." Jongin tidak menjawab melainkan sibuk dengan ponselnya, sibuk dengan nomor seseorang.

"yeoboseyo noona"

"apa kau ada acara lusa? Aku sedang bosan,"

"..."

"ne, arasseo."

Kyungsoo menyernyitkan dahinya, meminta penjelasan.

"aku ingin memberinya pelajaran," ucap Jongin sambil menyeringai

"yejin?"

"yap. Ah sepertinya aku harus menghubungi Chanyeol Hyung," setelah itu Jongin sibuk merancang penjebakan itu dengan ikut campur tangan Kyungsoo. Mereka menghabiskan malam itu untuk membicarakan banyak hal, mulai dari falshback masa SMA mereka sampai Jongin berjanji untuk mencarikan Kyungsoo pekerjaan pengganti.

-flashback off-

Rahang Chanyeol kian mengeras setelah mendengarkan penjelasan Jongin. Kali ini kemarahannya tumpah untuk Daehyun dan Yejin. Perempuan bayaran yang nyatanya memang sukses memporak – porandakan hatinya, sayangnya ia gagal untuk menghancurkan karirnya, karena Chanyeol sendiri memang bukan orang yang main – main dengan pekerjaan dan tidak akan membiarkan orang lain yang sama sekali tidak bersangkutan untuk menyentuh lembar berkasnya.

"apa kau masih berhubungan dengan jalang itu?" suara Chanyeol memecah keheningan

"ani Hyung. Setelah kau pergi, aku langsung beranjak dan menghentakkan yeoja itu. Dia merasa sangat terhina akan perlakuanku. Ketika aku membeberkan semuanya, ia nampak kaget namun setelah itu aku pergi. Dan sampai saat ini aku tidak tau bagaimana dengannya." Jongin menghela nafas dengan dalam.

"mian," Chanyeol berkata singkat.

"hyung?"

"aku sudah berburuk sangka kepadamu, dan terimakasih."

"aku hanya mencoba membalas apa yang sudah pernah kau lakukan untukku Hyung, kau sangat berjasa dalam hidupku. Ketahuilah aku tak mungkin menghancurkanmu." Chanyeol tersenyum tulus mendengar penuturan Jongin, membuat namja berkulit tan itu mau tak mau ikut tersenyum merasakan beban didalam hatinya perlahan terangkat dan membuatnya merasa begitu lega.

.

.

.

.

Malamnya, mobil milik Chanyeol sudah melaju menuju diskotik milik Wufan. Entah mengapa ia merasa sedikit berdebar sebentar lagi akan bertemu dengan Baekhyun, yeoja yang entah kenapa pula tidak bisa hilang dari pikirannya. Bayangan yeoja itu tersenyum dan terlelap dengan damai selalu menganggu kepala Chanyeol, membuatnya ingin segera menemuinya. Pikirannya berkecamuk, fakta – fakta yang ia dapatkan hari ini diakui memang cukup menyita emosinya. Ia tak menyangka, yeoja yang sudah dipacarinya selama dua tahun ternyata tidak lebih dari seorang perempuan bayaran. Yejin yang selama ini terlihat lembut dan penyayang yang bahkan tidak pernah menunjukkan kemarahannya diluar konteks jealous ternyata memiliki hati yang bisa dibilang keji.

Chanyeol tersenyum kecut, menyadari dia telah membuang dua tahunnya dengan sia – sia.

Setengah jam mengemudikan mobil sportnya, akhirnya namja tampan itu sampai juga ditempat tujuannya. Dengan langkah yang sedikit terburu – buru ia melenggang masuk tanpa menghiraukan beberapa yeoja yang memandangnya dengan genit. Dilemparkannya pandangannya keseluruh penjuru ruangan untuk mencari dimana Baekhyun berada. Pelan – pelan ia menyapu satu persatu orang disana dengan obsidian tajam miliknya, hingga akhirnya ia menangkap sesosok yeoja yang tengah duduk dengan gelisah diujung ruangan. Sesaat Chanyeol tersenyum, itu Baekhyun. Tanpa membuang banyak waktu, ia langsung berjalan menghampiri yeoja yang pada malam ini mengenakan gaun putih yang membuatnya terlihat sangat anggun, tidak seperti pelacur pada umumnya. Well, Baekhyun memang bukan pelacur.

"Baekhyun.." panggilnya ketika ia suda sampai disamping yeoja itu. Dalam hitungan detik Baekhyun menolehkan kepalanya yang membuat mata mereka bertemu, tidak ada yang menyadari, namun diantara segala pancaran yang berasal dari sana, raut kerinduan itu lebih mendominasi dengan disusul oleh cemas dan ketakutan.

Gadis itu bangkit dan langsung menubruk tubuh tinggi tegap itu dengan erat. Chanyeol sedikit terhentak kebelakang namun ia cukup pintar menguasai tubunya sendiri. Pelan – pelan diangkatnya kedua tangannya untuk memeluk tubuh kecil Baekhyun yang begitu pas berada dalam dekapannya.

"wae? Seseorang mengganggumu?" tanya Chanyeol dengan sangat lembut, seakan takut Baekhyun akan hancur hanya dengan mendengar suaranya. Dirasakannya yeoja itu menggeleng dengan cepat, membuat Chanyeol mengernyit bingung.

"kau sudah lama menungguku?"

"aniya, aku baru saja datang."

"lalu?"

"aku hanya takut berada disini." Cicit Baekhyun, sementara Chanyeol hanya tersenyum simpul, merasa dibutuhkan yang jujur saja membuat hatinya menghangat.

"tenanglah, kau aman bersamaku.." Chanyeol sengaja meletakkan dagunya diatas kepala Baekhyun yang memang tubuhnya jauh lebih pendek dari pada dirinya. Posisi mereka terlihat intim dan nyaman yang mau tak mau menarik sudut bibir Baekhyun untuk terangkat keatas.

"Chanyeol.."

"hmm?"

"kita masuk saja, aku tidak enak terus menerus disini."

"baiklah kajja," Chanyeol mengenggam tangan Baekhyun dan berjalan menuju kamar yang semalam ia tempati.

Dibukanya pintu itu dan membiarkan Baekhyun masuk terlebih dulu, setelahnya Chanyeol menutup pintu dan menguncinya tanpa suara. Sementara Baekhyun duduk ditepian ranjang dengan raut wajah yang lebih tenang daripada sebelumnya. Ia meremas tangannya sendiri ketika melihat Chanyeol duduk disampingnya dan menyalakan televisi dengan santai.

"berbaringlah jika kau lelah," ucapnya sambil menoleh dan tersenyum tulus kearah Baekhyun. Yeoja itu menggigit bibirnya sebelum akhirnya berkata,

"apa..kau tidak apa – apa?" Chanyeol mengernyit tidak mengerti dengan arah pembicaraan Baekhyun

"maksudmu?"

"apa kau tidak apa – apa menyewa kamar seperti ini bersamaku dan tidak melakukan apapun, kau hanya membuang – buang uangmu..aku akan keluar dan kau bisa menyewa yeoja lain untuk memenuhi kebutuhanmu, aku tidak apa – ap-" kata – kata Baekhyun terpotong ketika Chanyeol menekan tengkuknya berlawanan arah dengan dirinya sendiri, butuh waktu selama beberapa detik bagi Baekhyun untuk menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Setelah ia merasakan bibir atasnya dilumat dengan cukup dalam, ia baru saja benar – benar sadar jika Chanyeol tengah menciumnya. Beruntung kali ini mereka sedang dalam posisi duduk, jadi Baekhyun tidak akan ambruk lantaran kakinya yang tiba – tiba melemas seperti jeli. Perlahan dipejamkan matanya dan memeluk Chanyeol dengan sedikit posesif. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa ia juga bisa memberikan apa yang Chanyeol inginkan dan juga menyelesaikan apa yang sudah Chanyeol mulai. Pelukan dileher Chanyeol itu menjalar keatas yang akhirnya menciptakan remasan – remasan yang membuat Chanyeol mengerang dalam ciumannya. Ketika Baekhyun membuka sedikit mulutnya untuk menarik nafas sebanyak – banyaknya, kesempatan itu justru Chanyeol manfaatkannya untuk menarik lidah Baekhyun dan mengulumnya dengan ganas. Beberapa kali ia memiringkan kepalanya kekanan dan kekiri untuk mencari posisi yang paling nyaman untuknya, betah dengan bibir dan lidah Baekhyun yang seolah memberikan candu bagi tubuhnya, membuatnya ingin terus merasakan sapuan nafas Baekhyun diwajah tampannya.

Ketika Chanyeol hampir saja gila dengan sensasi yang Baekhyun berikan, yeoja itu memukul dadanya beberapa kali, mengisyaratkan bahwa ia benar – benar membutuhkan nafas untuk bertahan. Dengan tidak rela, Chanyeol melepaskan bibir Baekhyun dengan melarikan bibirnya sendiri untuk menyusuri leher jenjang yeoja itu. Awalnya Chanyeol hanya menghirup udara dari sana, yang reflek membuat Baekhyun menjenjangkan lehernya lebih lebar, memberikan akses penuh untuk Chanyeol. namja itu benar – benar tidak tau bahwa wangi tubuh seorang yeoja bisa membuatnya hilang kendali seperti ini. Ia mulai mengecupi area leher dan bahu terbuka milik Baekhyun, membuat nafas yeoja itu tersengal oleh gairah. Perlahan – lahan kecupan itu berubah menjadi hisapan yang kuat dan dalam, meninggalkan beberapa bercak kemerahan disana. Setelah puas dengan pundak kanan milik Baekhyun, Chanyeol kemudian menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher bagian kirinya untuk mengulangi hal yang sama.

"aahh" desahan itu terlolos begitu saja dari bibir tipis yeoja dalam dekapannya, membuat Chanyeol semakin terkubur dalam nafsunya sekaligus menariknya kembali kedalam dunia nyata. Dijauhkannya kepalanya dari leher penuh bercak milik Baekhyun, setelah ia lihat, ternyata Baekhyun sama – sama lepas kendali, terbukti oleh raut wajahnya yang sayu dan memerah, membangunkan sesuatu dalam diri Chanyeol yang harus segera ia tahan.

"jangan katakan apapun tentangku. Ini adalah kamarku jika aku menginap disini, aku mengenal dengan baik pemilik diskotik ini. Dan aku..aku tidak ingin menyakitimu." Suaranya sedikit bergetar, nafsunya masih belum terkontrol dengan baik yang sejujurnya benar – benar menyiksa Chanyeol.

"arrasseo?" Chanyeol memandang lembut kearah Baekhyun yang menatapnya dengan binar polos, yeoja itu terdiam sebentar namun kemudian mengangguk patuh ketika Chanyeol menarik alisnya dengan galak.

"arra," Chanyeol akhirnya tersenyum juga lalu mengacak rambut Baekhyun dengan gemas.

"Chanyeol, ceritakan tentang dirimu. Mengapa kau mau menolongku?" lagi – lagi serangan ekspresi polos milik Baekhyun membuat dada Chanyeol berdebar dengan hebat

"aku..aku bekerja disebuah perusahaan sebagai CEO, hidupku terasa sangat sempurna. Sebelumnya aku memiliki seorang tunangan," tubuh Baekhyun terlihat menegang sebentar dan Chanyeol menyadari itu sehingga nalurinya memerintahnya untuk menarik Baekhyun kedalam dekapannya sebelum melanjutkan ceritanya.

"namun dia menghianatiku, dari situlah aku merasa terlalu baik dan mudah dibodohi oleh kecantikannya."

"yeoja itu benar – benar tidak tahu diri," omel Baekhyun membuat Chanyeol terkekeh pelan

"ya, kau benar. Dan yang membuatku ingin menolongmu adalah...aku sendiripun tidak tau. Kau begitu polos dan YaTuhan, aku bersumpah seumur hidupku aku baru kali ini melihat orang yang lebih tidak tahu diri dari pada mantan tunanganku. Kakakmu itu benar – benar kurang ajar,"

"terimakasih sudah mengasihaniku," ucap Baekhyun lirih dengan sedikit bergetar, detik itu Chanyeol tau bahwa Baekhyun mungkin saja tersinggung dengan ucapannya

"Baek..dengarkan aku, kau membutuhkan bantuanku dan aku ingin membantumu, bukan karena merasa kasihan, well, pertama kali aku merasa sangat simpati kepadamu, namun aku juga sadar, kau gadis yang baik, kau tidak pantas diperlakukan seperti ini, aku sadar akan hal itu maka dari itu aku ingin melindungimu," ketegangan Baekhyun semakin memudar dan diganti oleh hawa yang lebih tenang

"kau lebih mengenalku daripada diriku sendiri," keduanya terkekeh pelan, hal itu cukup membuat suasana sedikit mencair.

"im happy to death right now," Chanyeol tersenyum makin lebar mendengar kata – kata Baekhyun barusan, dikecupnya kening sempit yeoja itu dengan penuh perasaan

"me too," jawabnya lirih.

"Chanyeol.." panggil Baekhyun dengan pelan namun tidak mendapatkan jawaban. Didongakkannya kepalanya dan melihat Chanyeol tengah memejamkan matanya, tidak menghiraukan panggilannya yang sudah ia ulangi sekali lagi. Merasa gemas, Baekhyun akhirnya sedikit mengguncang tubuh bongsor namja itu,

"what are you doing?" Baekhyun mengerucutkan bibirnya dengan imut

"i was praying," Chanyeol tersenyum jahil kearah yeoja yang tengah mendongakkan wajahnya itu,

"huh?" wajah polos dan blank Baekhyun lagi – lagi membuat Chanyeol mengalami sesak nafas dadakan. Pelan – pelan dibelainya rambut hitam legam milik Baekhyun,

" just by lookin' at you, i feel like i might died already then this is what they called heaven. I keep on murmuring that i must be in heaven, im holding an angel right now. so i pray to God, please heaven don't you call her back" Chanyeol menatap Baekhyun tepat dimatanya, seperti mentransfer makna dari hal yang baru saja ia katakan. mencoba memberitahukan Baekhyun bahwa ia benar – benar mean to say that.

"stop it, you lilshit," Baekhyun menyembunyikan wajahnya didada Chanyeol dengan malu – malu yang menciptakan gelak tawa namja dihadapannya.

Mereka akhirnya terdiam, sibuk mendengarkan detak jantung masing – masing sampai akhirnya kepala mereka sama – sama menoleh ketika televisi menarik perhatian mereka berdua,

'seorang yeoja ditahan oleh pihak yang berwajib lantaran diduga menyembunyikan adik perempuannya, yeoja ini dilaporkan oleh orang tua angkatnya yang baru saja datang dari China.'

"Yejin.."

"eonni.."

.

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

.

HIIIIIIIII! Chapter 2 udah update nih. Semoga kalian suka yaa buat yang nebak kalo yejin itu kakaknya Baekhyun, selamat! Sejauh ini responnya oke so yeah mumpung lagi ada waktu gue mau balesin review dulu:-)

Re-panda68: hi! Thankyou iya bahagia banget chanbaek lagi jaya banget yay thanks for your review!

Shindhiro: selamat tebakan kamu benar! Haha anyway thanks udah review

SFA30: thankyou:-)

Saraswatininuk: iyaa hehe untuk rated ini ff possible buat naik ke M kok, cuman tunggu aja sampe waktunya, kalo diawal banget kayaknya rada gaenak soalnya disini kan both of chanbaek orang baik – baik (?) so tunggu ajaa!

Baeksounds: thankyou! Iya slightnya bakalan hunhan kaisoo jadinya, ya insyaallah ntar dihadirin moment dua pairing ini okey!

Devrina: yap yap ini udah next! Iya tunggu aja ntar juga bakal naik ratingnya :-)

Baby Kim: thanks anyway:-)

: hi! Thanks ya. Iya ini T dulu ntar kalo udah waktunya bakal naik ke M kok:-)

Bonggogi: yay thanks for liking! Iya emang pas nulis juga geregetan sama karakter Chanyeol disini. Yap ini udah update:-)

Dianahyorie1: itu udah ada jawabannya soal kakak baek:-) iya ntar bakal M kok tenang ajaa

Pandacherry: iyaa gua juga suka karakter Chanyeol disini otl sip sip see you next chap lagiiiii

karlinaAmelia: yaap ini udah lanjut:-)

welcumbaek: hantu? Haha gatau ya liat ntar aja, tapi kayaknya ga se ekstrim itu masa udah meninggal wkwk

sniaanggrn: thankyou! Ini udah update :-)

bananacaster: yap bener banget! Ini udah update :-)

ByunViBaek: lol bukan gorengan juga xd iya ini udah lanjut :-)

Shinjiwoo920202: iya memang Jongin ada maksud dan itu semua udah kebuka dichapter ini, selamat membaca :-)

Kyuvilhundsome: amin (?) ga kook gabakal jadi penghalang slight pairingnya:-)

Es drop: thankyou! Ini udah lanjut:-)

Chanchanhwang: thankyou!

Guest: yap thankyou for that human error corrections, itu typo aja kok okay:-)

Baekkiepyon: iya kakaknya yejin:-) ini udah panjang belum? Aku gabiasa bikin yang super panjang sampe 5/6k words takut garing aja..

Kiutemy: thankyou! Iya ini udah update:-)

: hiii! thanks udah review ya:)

chanbaekluv: halooo, iya ini sekalipun mau bikin konflik insyaallah ga ribet - ribet kok:)

nur911fah: okay

dumbaekchan: hii! yap innocent baek is always the best:) ini udah update:)

Thanks buat devrina yang udah pm buat ngingetin update ff ini ya, anyway ini ff udah kelar dari lama tapi koneksi jelek jadi ya nunggu bagus dulu hehe

Well thanks buat yang udah review, fav sama follows. Its all meant a lot to me! once again, review please?:-)