Title : The War of Titan
Crossover : Naruto X Shingeki no Kyojin
Disclaimer : Naruto & SNK bukan punya saya
Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku
Rate : M (jaga – jaga)
Arc : Titan's Attack
.
.
.
Chapter 2 : Training
.
.
.
Saat ini, Keith Shardis sedang mendekati Armin
" Hei, kau! "
" Siap, Pak! " Ucap Armin sambil melakukan salam penghormatan.
" Siapa kau ini? " Tanya Shardis
" Aku Armin Arlelt dari Shiganshina! " Jawab Armin lantang
" Begitu, ya? Namamu bodoh juga. Apa itu pemberian orang tuamu? " Tanya Shardis basa – basi
" Ini pemberian kakekku. " Jawab Armin
" Alelt, untuk apa kau datang ke mari? " Tanya Shardis
" Untuk membantu kemenangan umat manusia! " Ucap Armin lantang
" Tujuanmu hebat juga. Akan kujadikan kau makanan Titan. Pasukan ketiga menghadap belakang. " Ucap Shardis.
Kemudian dia berjalan ke barisan lain. Terlihat ia mlewati beberapa orang, termasuk Naruto dan Eren. Lalu ia mendatangi seorang pemuda berambut coklat.
" Kau ini siapa? " Tanya Shardis
" Namaku Jean Kirschtein dari Trost! " Ucap si pemuda alias Jean
" Untuk apa kau datang ke mari? "
" Untuk bergabung di Military Police dan tinggal di kota bagian dalam. " Ucap Jean dengan senyumannya
" Begitu, ya? Jadi kau ingin tinggal di bagian dalam? "
" Betul, Pak. "
DUK
Dengan cepat Shardis mengadu kepalanya dengan Jean dan itu memubuat Jean bersujud sambil memegangi dahinya
" Siapa yang menyuruhmu bersujud!? Kalau hal seperti ini bisa membuatmu tumbang, kau tidak akan bisa menjadi polisi. " Ucap Shardis lalu berjalan ke sebelah Jean
" Kau ini siapa? Untuk apa kau datang ke mari? " Pertanyaan berulang yang mungkin membuat sebagian orang cringe.
" Aku Marco Bolt dari Jinae yang berada di belakang Rose Wall! Aku berada di sini untuk bergabung dengan Military Police dan mengabdi pada raja! " Ucap Marco percaya diri
" Begitu, ya? Bagus. Itu tujuan yang mulia. Tapi... " Kemudian Shardis memperlihatkan wajah mengerikannya. "... Sang Raja tidak menginginkanmu. "
" Selanjutnya, kau ini siapa? "
" Aku Conny Springer dari Ragako, bagian selatan dari Rose Wall! " Ucap si rambut pendek yang nyaris botak itu. Namun, terlihat satu kejanggalan di mata Shardis. Hal itu adalah posisi hormat dari Conny.
GREB
Dengan cepat Shardis memegangi kepala Conny dan mengangkatnya.
" Dengar ini, Conny Springer! Kau pasti sudah diberi tahu hal ini sebelumnya. Makna hormat itu adalah kau mengabdikan jantungmu pada sang raja. Memangnya jantungmu berada di sebelah kanan?! " Ucap Shardis dingin.
HAP
Terdengar suara seseorang sedang memakan kentang. Sontak semua mata menuju ke arah orang yang sedang makan itu. Orang itu makan kentang dengan sangat tenang dan tidak sadar bahwa ia sedang diperhatikan hampir semua orang yang ada di sana.
BRUK
Shardis langsung menjatuhkan Conny dengan kasar dan berucap, " Hei, kau! Sedang apa kau? " Dan bodohnya si pemakan kentang menengok ke kanan dan ke kiri mencari orang yang diajak bicara Shardis sambil menikmati kentangnya. Walaupun orang itu adalah dia.
" HEI, BAJINGAN! AKU SEDANG BICARA DENGANMU! KAU INI SIAPA?! " Bentak Shardis.
" Aku Sasha Brauss dari Daupa, bagian selatan Rose Wall! " Ucap si pemakan kentang.
" Sasha Brauss... Apa yang kau pegang di tangan kananmu? " Tanya Shardis
" Ini kentang rebus, Pak. Aku menemukannya tergeletak di dapur. " Jawab Sasha..
" Apa kau mencurinya? Dan mengapa sekarang kau makan kentang itu? " Tanya Shardis lagi.
" Kentang rebus paling enak dimakan saat hangat, jadi kukira kalau dimakan sekarang adalah keputusan yang tepat daripada membuangnya, Pak! " Jawab Sasha.
'Kau hanya ingin memakannya saja, kan?' Batin hampir semua orang mendengar ucapan Sasha.
" Aku benar – benar tidak mengerti. Mengapa kau sekarang makan kentang? " Balas dan tanya Shardis.
" Apa Bapak menanyakan alasan seseorang pada umumnya makan kentang? " Tanya balik Sasha.
'Woy, baca situasi, bodoh!'
Dan dengan bodoh, dia membagi kentang yang ia makan menjadi 2. Potongan yang lebih kecil ia serahkan ke Shardis. " Ini, setengahnya untuk Bapak. ". Shardis marah bukan karena hasil pembagian yang tidak sama, namun karena kelakuan calon prajurit itu.
" Sasha Brauss, setelah barisan ini dibubarkan, lari keliling lapagan ini sampai kau tidak sanggpu lagi. "
.
.
.
Malamnya pada saat makan malam
Saat ini, Eren sedang menceritakan hal yang terjadi pada saat penyerangan titan 3 tahun yang lalu. Sementara itu, Naruto sedang menikmati makan malamnya dengan tenang di meja yang ada di belakang Eren.
" Kau tidak bergabung dengan temanmu? " Terlihat seseorang perempuan berambut pirang sedang membawa 2 gelas minuman.
" Untuk siapa yang satunya, Annie? " Tanya Naruto. Ya, itu adalah Annie Leonhardt. Mereka pertama kali bertemu sekitar setahun yang lalu.
" Tentu saja untukmu. Aku kasihan jika kau tersedak makananmu. " Ucap Annie.
" Tenang saja. Aku tidak sebodoh itu. " Balas Naruto.
" Hey, apa maksudmu dengan menghina tujuanku? "
" Kau hanya manusia yang bosan hidup dan dipenuhi ambisi untuk membunuh para titan bodoh itu. "
" Itu lebih baik daripada menjadi orang pengecut sepertimu! "
Terdengar Eren dan Jean sedang berkelahi.
" Dia itu. Selalu membuat masalah. " Gumam Naruto
" Kau tidak menengahi mereka? " Tanya Annie
" Aku lebih suka menghajar mereka. Tapi, aku tidak memiliki alasan yang kuat untuk melakukan itu. " Jawab Naruto
BRUK
Dan tiba – tiba, Jean mendorong Eren hingga menabrak meja Naruto. Dan secara tidak sengaja, Eren menjatuhkan makanan Naruto. Naruto yang melihat itu langsung naik pitam.
" Tunggu, Naruto! Ini bukan salahku. Ini salahnya. " Ucap Eren membela diri
" Kau yang salah bodoh! " Balas Jean yang juga membela diri
" Bacot! "
DUAG
DUAG
BRUK
BRUK
BRUK
Terlihat Eren dan Jean babak beluar karena dihajar Naruto. Naruto segera mengambil makanan Eren yang masih sisa dan memakannya.
" Jadi, kau benar – benar menghajarnya. " Ucap Annie sambil tersenyum.
" Itu karena dia membuatku kesal. " Balas Naruto
.
.
.
Tahun 850
Saat ini, pada kadet ke 104 sedang melakukan penilaian untuk menentukan peringkat mereka.
" Kalian lambat! Cepat lari, dasar banci! " Terlihat Shardis masih menjadi seorang yang killer sejak 2 tahun lalu. Terlihat Armin mulai kelelahan. " Ada apa, Arlelt? Kau ketinggalan. Apa ini terlalu berat untukmu? Jika ini misi yang sesungguhnya, kau sudah menjadi makanan para titan! " Ucap Shardis lalu maju ke depan dengan kudanya.
" Berikan padaku! " Tiba – tiba Reiner, salah satu teman dari Eren dkk datang dan menolong Armin. " Kalau begini, kau bisa dikeluarkan! Kali ini, kita sedang dinilai. " Bisik Reiner.
" Tapi, kalau seperti ini, kau juga akan dihukum. " Balas Armin.
" Kalau begitu berusahalah untuk tidak sampai ketahuan. " Ucap Reiner cepat.
Walaupun mereka berada di belakang Shardis, Shardis mengetahui hal itu. 'Reiner Braun. Dia memiliki fisik dan mental yang kuat. Rekan – rekannya sangat mempercayainya.'
'Daripada menjadi beban, lebih baik aku mati dimakan titan!' Batin Armin. Dengan cepat ia berlari mengambil barang bawaannya yang dibawa Reiner dan melesat dengan terengah – engah.
'Armin Arlelt. Meskipun memiliki kemampuan fisik yang buruk, kemampuan intelejensinya tidak bisa diremehkan.'
Sementara itu, di tempat katihan membunuh titan. Terlihat Annie, Bertolt, dan Jean menebas titan buatan.
'Annie Leonhardt. Meski memiliki kemampuan yang luar biasa, dia adalah penyendiri yang tidak bisa bekerja dalam tim. Diketahui ia hanya dekat dengan Naruto Namikaze. Bertolt Hoover. Dia sangat berbakat, namun dia kurang berinisiatif. Jean Kirschtein. Kemampuannya 3D Manuvernya luar biasa, tapi kepribadiannya yang blak – blakan dapat membuat perselisihan.'
Di tempat lain.
'Sasha Brauss. Dia berbakat dengan cara yang tidak wajar, tapi kepribadian itu tidak cocok bagi aktivitas yang terorganisir. Conny Springer. Dia ahli dalam melakukan tikungan tajam, tapi otaknya sangat tumpul.'
Di sisi lain
'Mikasa Ackerman. Prestasinya luar biasa dalam segala bidang. Dia adalah orang yang sangat jenius yang belum pernah ada sebelumnya. Eren Yaeger. Meski ia tidak memiliki bakat yang mumpuni, ia memiliki ketekunan dan semangat yang luar biasa. Selain itu, ia memiliki tujuan dan tekad yang sangat kuat. Naruto Namikaze. Dia lebih jenius daripada Mikasa Ackerman. Dia ornag yang dingin, namun profesional dan fleksibel saat bekerja dalam tim. Ia cukup dekat dengan Annie Leonhardt.'
.
.
.
Beberapa hari kemudian
Saat ini, Naruto sedang dipasangkan dengan Annie dalam latihan beladiri tangan kosong. Alasan mereka selalu berpasangan saat latihan beladiri tangan kosong adalah kemampuan mereka berdua yang berada pada tingkat yang berbeda.
" Baiklah, Annie. Apa kau mau latihan seperti biasa? " Tawar Naruto.
" Tidak. Aku sedang bosan. " Jawab Annie.
" Baiklah, ayo kita membolos latihan kali ini. " Ucap Naruto.
" Teserah kau. Jika kita ketahuan, kau harus membelikanku makanan manis. " Ucap Annie.
" Oke. "
Annie berjalan – jalan menikmati waktunya. Dia cukup senang saat Naruto berjanji akan membelikannya makanan manis. Entah perasaan apa yang muncul padanya hingga ia bisa menyukai seorang Naruto Namikaze. Untungnya, dia berhasil menyembunyikan perasaan senangnya melalui pokerface-nya. Lalu, dia dihadang oleh pria yang memiliki warna rambut yang sama dengannya.
" Apa kau mau disembur Pak Pelatih, ya? Jika kau tidak ingin menjadi lebih pendek lagi, kusarankan kau ingat hari pertamamu di sini dan seriuslah. " Ucap si penghadang alias Reiner.
Hal itu tentu saja membuat Annie marah dan Eren menyadari itu.
" Ayo kita mulai, Eren. " Ucap Reiner sambil mendorong Eren untuk 'berlatih' dengan Annie.
Beberapa menit kemudian, Eren sudah terkapar di tanah sambil memegangi kakinya yang ditendang oleh Annie. Dan beberapa menit kemudian, ia menghajar Reiner juga.
" Kemampuanmu hebat sekali... Siapa yang mengajarimu? " Puji dan tanya Eren
" Ayahku. " Jawab Annie
" Ayahmu bis- "
" Siapa yang peduli? Melakukan hal seperti ini tidaklah berguna. " Ucap Annie memotong ucapan Eren
" Maksudmu latihan ini? "
" Teknik pertarungan tangan kosong tidak mempengaruhi nilai. Ini hanya bekal untuk mereka yang akan menjadi Military Police. Selain itu, hak untuk menjadi Military Police dan hidup dengan aman di bagian dalam hanya diberikan kepada sepuluh lulusan terbaik. " Kemudian Annie menjatuhkan Eren dan menguncinya di tanah. " Lalu, mengapa di dunia ini, orang yang paling mampu melawan para titan malah diberi hak untuk menghindari mereka? "
" Oke... Aku mengerti. Tolong lepaskan aku. " Ucap Eren
" Aku ingin kau belajar teknik ini dan cara berbicara pada wanita. " Ucap Annie
" Baiklah, aku akan belajar. " Balas Eren
Dan saat Annie akan melepaskan Eren, instingnya mengatakan dari sesuatu yang akan menghantamnya. Benar saja, saat Annie berhasil melompat mundur, Reiner jatuh dari langit dan langsung menimpa Eren. Terlihat wajah Reiner seperti orang yang habis dikeroyok.
" Bagaiaman bisa Reiner melayang sampai ke sini? " Gumam Eren.
" Hei, Annie. Aku juga ingin mempelajarinya. " Terdengar Mikasa, si pelaku pelemparan dan penghajaran Reiner datang. " Perlihatkan padaku. "
" Bagaimana, ya... Gerakan ini digunakan hanya untuk melindungi diri dari manusia, kurasa kau tidak memerlukannya. Tapi, aku ingin tahu apa gerakan ini juga mempan pada monster sepertimu. " Ucap Annie sambil menyiapkan kuda – kudanya.
Dan dengan ini, 2 wanita terkuat di antara Kadet 104 akan segera bertarung.
" Yang benar saja? Mereka... " (Eren)
" Hei, Hei! Apa mereka akan bertarung? " (Conny)
" Ini akan jadi pertarungan yang hebat. " (Sasha)
" Siapa yang akan memang? " (Daz)
" Sepertinya Annie. " (Marco)
" Hah!? Kau bodoh, ya? Aku mempertaruhkan semua makan malamku untuk Mikasa! " (Jean)
" Menurutmu siapa yang akan memang? " Tanya Reiner yang sudah sadar
" Kalau aku... " Eren bingung ingin menjawab apa.
Annie langsung melesat sambil mengarahkan pukulannya dan Mikasa juga bersiap dengan pukulannya. Namun...
TAP
TAP
Muncul seorang pria tampan yang menahan 2 serangan maut itu dengan sangat mudah.
" Hei, apa yang membuat dua wanita cantik ini berkelahi? Ini merepotkan, lho! " Ucap orang itu yang ternyata adalah Naruto.
Baik Mikasa dan Annie bisa merasakan dua hal yang sama. Pertama, tangan Naruto semakin erat pada tangan mereka. Dan yang kedua, mereka merasakan sebuah bahaya yang akan mereka dapatkan.
BRUK
Dengan sekuat tenaga, Naruto langsung membanting kedua wanita terkuat itu ke tanah.
" Sepertinya ini lebih baik. Hei, Annie, aku akan membelikanmu makanan manis. Jadi, berhenti berkelahi dengan Mikasa. Mikasa, aku akan membiarkan Eren bersamamu. Jadi, berhenti berkelahi dengan Annie. " Ucap Naruto.
" Baiklah. " Jawab kedua wanita itu.
.
.
.
Pada malam kelulusan.
" Shinzou o sasageyo! "
" Siap! "
" Bagi para murid yang lulus hari ini, ada 3 pilihan yang terbuka di hadapan kalian. Kalian bisa ditempatkan di tembok dan mempertahankan kota sebagai anggota dari Garnisun! Kalian bisa mempertaruhkan nyawa kalian untuk melawan para titan di wilayah kekuasaan mereka sebagai anggota dari Survey Corps! Atau kalian bisa melayani Sang Raja dengan menjaga tata tertib para penduduk sebagai anggota dari Military Police. Tentu saja, yang diperbolehkan bergabung dengan Military Police hanya lulusan yang berada dalam peringkat sepuluh besar. "
Berikut daftar peringkat 10 besar:
Peringkat 1 : Naruto Namikaze
Peringkat 2 : Mikasa Ackerman
Peringkat 3 : Reiner Braun
Peringkat 4 : Bertolt Hoover
Peringkat 5 : Annie Leonhardt
Peringkat 6 : Eren Yaeger
Peringkat 7 : Jean Kirschtein
Peringkat 8 : Marco Bolt
Peringkat 9 : Conny Springer
Peringkat 10 : Sasha Brauss
.
.
.
Saat ini, Naruto, Eren, Sasha, Mina, Thomas, dan Samuel sedang magang membersihkan meriam.
" Anu, Minna... Aku meminjam daging dari jatah makanan para perwira. " Ucap Sasha sambil memperlihatkan potongan daging ia sembunyikan di balik seragamnya. Tentu saja semua orang menatap horor Sasha mengingat daging adalah komoditas yang sangat langka.
" Apa kau gila, ya? "
" Kau ini benar – benar bodoh. "
" Orang bodoh itu menyeramkan. "
" Kau juga bodoh, Conny. "
Itulah komen Eren, Samuel, Conny, dan Naruto.
" nanti kita makan bersama – sama. Kita potong – potong lalu makan dengan roti. " Ucap Sasha.
" Kembalikan itu, Sasha. " Ucap Naruto
" Itu benar. " Ucap Mina menimpali
" Tenang saja. Selama kita semua tutup mulut, kita akan baik – baik saja. " Ucapnya sambil menuju ke kotak penyimpanan. " Setelah kita merebut lahan kita, kita bisa beternak lagi. " Ucapnya tenang
Melihat hal itu, Eren dkk langsung khilaf.
" Aku juga mau makan daging. " (Samuel)
" Aku juga mau, sisakan jatahku! " (Conny)
" Aku juga. Itu lebih baik daripada makanan manis. " (Naruto)
" Tentu saja. Sisakan buatku juga. " (Mina)
" Ada apa dengamu, Eren? Mengapa kau melamun? Kalau kita tidak bekerja, kita bisa ketahuan. " Ucap Samuel
" Jam makan siang masih lama. " Ucap Mina
'Sudah lima tahun berlalu. Umat manusia telah memulihkan martabatnya. Kita bisa menang.' Batin Eren
WUSH
'Pembalasan umat manusia dimulai dari sekarang.'
JEDER
Lalu muncul sebuah wajah raksasa berwarna merah. Semua orang yang mendengar ciri – ciri Colossal Titan dari Eren 2 tahun yang lalu pasti mengetahui sosok si dekat mereka.
" Dia kembali!? "
" Holy shit! "
.
.
.
TBC
.
.
.
Yo
Ketemu lagi dengan saya
Alexander Nicholas
.
Ya, di sini saya berhasil membuat chapter 2
.
Saya yakin sebagian besar dari kalian menginginkan pairing Naruto X Mikasa, kan? Tapi mohon maaf, saya akan pair dari Naruto adalah Annie. Ya, walaupun mereka akan berpisah mengingat Annie adalah Female Titan. Tapi, siapa tahu saya membuat plot twist untuk kisah cinta mereka. Siapa tahu. Jadi Mikasa tetap jadi milik Eren
Lalu, alasan pelatihan Naruto dkk cepat karena chapter kali ini menggunakan sudut pandang Naruto. Jadi, kejadian saat Eren berlatih 3D Manuver Gear, awal mula persahabatan Eren & Reiner, seta Eren vs Jean saya skip karena Naruto tidak menyaksikan kejadian itu.
.
.
Baiklah
Sekian dulu chapter 2
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
Bye - bye
