Yeah, this is the second chapter. Sorry for the first chapter. There are some incorrect words. I really am sorry.

Thanks for all reviewer of chapter.1. And for pepsi-luna-lovegood, I doubt I can re-write again in English. I've been busy of school tasks and stuff. But I'll try.

Sorry and Thanks :D

Declaimer: I do not own Naruto

#$%^&* Chapter 2 : Feeling

Seusai sekolah, Ino berniat menunggu Shikamaru di depan sekolah hingga seseorang memanggilanya.

"Yamanaka, sedang apa kau di sini?" Tanya Gaara.

"Gaara!" kata Ino girang. "Aku sedang akan menunggu Shikamaru di depan pintu gerbang. Kau sendiri sedang apa? Kenapa belum pulang?" Tanya Ino.

"Aku baru saja menyeleaikan administrasi sekolah berkaitan dengan perpindhanku kemari. Dan sekarang aku mau pulang." Jawab Gaara ketika mereka berjalan menuju gerbang sekolah.

Diam sesaat, hingga Ino berbicara,"Kau pulang naik apa?"

"Aku berangkat bareng kakak-kakakku, sekarang mereka sedang menungguku di tempat parkir." Jawab Gaara.

Mengingat Gaara mempunyai saudara, justru mengingatkan Ino akan keadaan keluarganya sendiri.

"Oh! Ternyata…kau tidak sendirian ya.." kata Ino dengan sedikit sempat terdengar Ino memaksakan diri untuk berbicara. Gaara yang mendengarnya anehpun menoleh, hanya untuk mendapati Ino dengan wajah blank menatap ke depan.

"Ada apa? Kau tidak sakit kan?" Tanya Gaara yang mulai kawatir dengan keadaan Ino barusan. Dia takut kalau saja apa yang diucapkannya membuat Ino sedih.

"Ah! Tidak apa-apa kok. Tidak ada apa-apa!" jawab Ino berusaha meyakinkan Gaara.

Beberapa saat kemudian Ino dan Gaara sampai de depan pintu gerbang sekolah. Dan ternyata di sana sudah berdiri Shikamaru dan…Sasuke.

'Apa yang dilakukannya di sini, huh' pikir Ino. "Ah! Shika! Kukira justru aku yang akan menunggumu.." kata Ino setelah menghampirinya. Oh ya. Perkenalkan ini Gaara. Gaara, ini Shikamaru dan Sasuke." Sahut Ino saling memperkenalkan mereka.

Dan di sinilah mereka saling berpandangan marah satu sama lain. 'Kalupun seperti ini jadinya, harusnya tak kuperkenalkan mereka. Apa sih yang dipikirkan orang-orang ini.' Pikir Ino.

"Sudahlah Ino, ayo pulang!" sahut Shikamaru menghentikan tatapannya dan segera menarik tangan Ino pergi.

"Oh…ya!" kata Ino heran akan kelakuan aneh Shikamaru. "Baiklah semua, Daagh!" teriak Ino sambil melambaikan tangan ke arah Gaara dan Sasuke yang masih saling bertatapan.

#$%^&*

Malampun tiba. Ino yang sejak tadi berbolak-bailik di ats tempat tidurnya, kini terus memandangi hp-nya, berharap ada kabar yang masuk. 'Ayah. Kapan ayah pulang? Apa ayah masih hidup? Apa ayah baik-baik saja?' pikiran-pikiran it uterus terlintas di benak Ino yang terus menunggu kabar dari ayahnya. Karena terakhir kali ayahnya menghubungi Ino yaitu 3 bulan yang lalu, kini tidak lagi mengabarinya.

#$%^&*

Keesokan harinya :

"Shikamaru! Banguuun!" teriak Ino berusha membangunkan Shikamaru dari tidurnya. Yaah, hal ini sudah menjadi rutinitas mereka sejak Ino tinggal di rumah keluarga Nara. Kekesalan Inopun memucak. Ditariknya selimut Shikamaru. Tapi, sebelum selimut dapat dikuasai Ino, Shikamaru sudah lebih dulu menarik lengan bawah Ino. Dan…

"Bugh!"

Dan seperti inilah keadaan mereka sekarang. Tidur dengan posisi Ino berada di bawah Shikamaru.

"Shika! Kau tidak dalam keadaan tidur kan?" Tanya Ino sambil berusaha lepas dari tubuh Shikamaru, yang malah memperkuat genggaman Shikamaru.

"Shika!" teriak Ino sekali lagi.

"Shi.." sebelum Ino sempat berteriak lagi, bibir Ino sudah terkunci duluan dengan bibir Shikamaru. Saking kagetnya, Ino tak tahu harus berbuat apa. Tubuhnya teras tersengat listrik hingga kaku tak bisa bergerak.

Setelah beberapa lama, akhirnya Shikamaru menghentikan aksinya.

"Sekarang nggak bisa teriak lagi kan?" Tanya Shikamaru, atau lebih tepatnya berkata, dengan senyum kecilnya. Setelah itu, Shikamru bangun dari posisinya, seraya berkata, "Aaah! Dimana kamar mandinya." Gumam Shikamaru, setengah menutup matanya yang masih mengantuk menuju kamar mandi.

'Apa yang dia lakukan? Dia dalam keadaan tidur kan?' pikir Ino yang masih berbaring di tempat tidur Shikamaru.

#$%^&*

Perjalanan ke sekolahpun berlangsung dalam kecanggungan.

"Hey Ino, hari ini kau tampak aneh." Kata Shikamaru seolah tidak ingat kejadian tadi pagi.

"Ini semua gara-gara kamu Shika! Coba jelaskan apa maksudmu tadi pagi, huh?" Tanya Ino sedikit marah.

"Ohh! Bukannya kita sudah pacaran."

"Memang, tapi tidak harus mendadak seperti tadi kan.."

"Aah, Ino! Kau itu 'merepotkan'. Lihat gerbang sekolah sudah terlihat tuh."

"Hey..jangan mengalihkan pembicaraan Shi.." sebelum Ino sempat selesai bicara, lagi-lagi bibir mereka sudah saling terkunci. Meninggalkan Ino dengan mata melebar.

"Bisa kalian hentikan, aku tak betah melihatnya" kata Sasuke yang muncul tiba-tiba.

"Aaah, Ino. Sebentar lagi kita sampai. Ayo cepat!" kata Shikamaru menghentikan adegannya dan segera menarik tangan Ino pergi menuju gerbang sekolah, tanpa menghiraukan keberadaan Sasuke.

!#$%^&*

Pelajaran pertama telah usai. Ino sedang berjalan mnelusuri koridor menuju ruang kelas berikutnya. Sebelum sampai pintu kelas, Ino lebih dulu bertemu dengan Gaara.

"Gaara!"

"Yamanaka, kau tahu dimana ruang science?" Tanya Gaara.

"Kebetulan sekali,jadwalku berikutnya juga science. Ato, kea rah sini." Jawab Ino sambil menarik Gaara ke ruang science. Tanpa diduga ternyata Sasuke juga satu kelas dengan mereka sekarang.

Sesaat sebelum pelajaran berakhir, "Baiklah anak-anak, untuk mengisi nilai kelompok, bapak minta kalian mengerjakan tugas yang akan dibagikan Sasuke secara berkelompok. Dan, bapak yang akan mengumumkan anggota kelompok kalian masing-masing." Sempat terdengar keluhan anak-anak, tapi segera terhenti setelah beberapa kelompok diumumkan.

"...Kin, Isaribi, dan Matsuri; Shino, Kiba, dan Hinata; dan kelompok terakhir, Sasuke, Ino, dan Gaara. Nah! Kalian akan mendapat tugas sesuai yang akan dibagikan Sasuke nanti." Kata Orochimaru sensei sebelum meninggalkan ruang kelas.

Setelah Sasuke membagikan tugas, dia langsung menghampiri kelompoknya.

"tugas kita hanya seminggu, tempat siapa dulu kita bekerja kelompok?" Tanya Sasuke.

Hening sesaat hingga Ino bicara,"Bagaimana kalau di rumahku saja, m-maksudku rumah Shikamaru. B-Bukannya egois, tapi karena sejak aku tinggal dengan keluarga Nara, paman dan bibi menjadi overprotective kepadaku, terutama Shikamaru. J-Ja.."

"Jadi, mereka tidak akan mengijinkanmu sebelum mereka tahu tentang kami." Sahut Sasuke sebelum Ino sempat menyelesaikannya.

"Baiklah, kita mulai lusa di rumah Yamanaka" dengan begitu Sasuke pergi meninggalkan Ino dan Gaara.

"Baiklah Gaara, kau tahu rumahku kan, maksudku Shikamaru? Kalaupun belum, lusa kita bisa ke rumahku bersama. Ok? Kata Ino tersenyum.

"ya"

!#$%^&*

"Shikamaru, sepulang sekolah nanti, aku, Sasuke, dan Gaara akan belajar bersama di rumahmu, boleh kan? Tanya Ino sesampainya depan pintu gerbang sekolah.

"hmmm…baiklah, asal kalian tidak membuatku repot nantinya" kata Shikamaru.

"Terima kasih.." kata Ino langsung memeluk Shikamaru.

!#$%^&*

Finally got this down! I'll make the next chapter more interesting. I already write the third chapter, but it's not finish yet.

I'll update it as soon as I can.

Mind to R & R? Again?