After Rain
Marriage Life/Hurt Comfort/ Crack Pair and Official Pair/GS/Broken/ EXO
Cast : Baca dan temukan
Warn : Typos bertebaran, Cerita abal, Nggak suka cabut aja haha
Dianjurkan sambil mendengarkan "Fools" versi covernya Jungkook sama RapMon :*
BGMnya masih sama ya..
Happy Reading~~ :*
I'm Fine
Sudah hampir satu minggu kehidupan Kyungsoo hanya berputar seperti itu saja. Kyungsoo akan menghabiskan banyak waktu untuk melamun dan memanjakan dirinya. Sekalipun dia adalah seorang ibu sekarang namun keadaannya saat ini membuatnya sedikit melupakan putri cantiknya. Bersyukurlah karena Lovy berada dalam asuhan ibunya sehingga tidak kekurangan suatu apapun.
Kyungsoo tidak pergi kemanapun, hanya diam dirumah. Mandi seperlunya, makan seingatnya dan bertingkah semaunya. Orang tuanya tidak melarang dan membiarkan putri mereka melakukan hal-hal yang masih bisa dibilang aman. Kyungsoo sekarang berubah seperti gadis yang baru saja puber. Bernyanyi sambil melompat-lompat diranjangnya, tertawa keras-keras melihat tayangan di televisi bahkan menangis tiba-tiba.
Kyungsoo sedang duduk di ayunan halaman belakang mansionnya sambil menikmati satu cup besar es krim vanilla. Ibunya datang membawa Lovy yang menangis, Kyungsoo mengalihkan perhatiannya sebentar dari es krimnya.
"Dia pasti haus ya eomma? " Nyonya Park hanya mengangguk, kemudian membawa Lovy ke dalam pangkuan Kyungsoo
"Kyungieah, appa mengajak makan malam diluar nanti malam. Bagaimana menurutmu? Jika Kyungie belum siap keluar rumah tidak apa-apa, eomma akan bilang pada appa" Nyonya Park mengelus rambut hitam Kyungsoo.
"Makan malam? Bagaimana dengan steak di tempat langanan kita eomma? " Nyonya Park mengangguk dan tersenyum mengiyakan. "Aku ingin eomma, tapi...bagaimana dengan besok saja eomma? Berikan kyungie sehari lagi heum?" Kyungsoo memasang wajah memohonnya, mata bulatnya mengerjap-ngerjam lucu yang membuat Nyonya Park gemas.
"Eomma akan bilang pada appa sayang, jangan terlalu lama diluar cepatlah masuk kasihan Lovy" Nyonya Park meninggalkan Kyungsoo yang sedang menyusui Lovy. Sesekali Kyungsoo akan menyuapkan satu sendok es krim ke dalam mulutnya.
"Yeoboseyo, Channie sepertinya putri kita belum ingin keluar hari ini" ucap Nyonya Park saat sambungan teleponnya sudah tersambung.
"Tidak apa-apa Baekki, aku akan segera pulang untuk makan malam dirumah. Tanyakanlah padanya apa Kyungie ingin kubawakan sesuatu?"
"Dia belum makan nasi seharian ini selain satu cup es krim Chan, aku khawatir padanya" keluh Nyonya Park
"Dia akan baik-baik saja baek, hubungi aku jika dia menginginkan sesuatu sayang.. " Nyonya Park hanya mengangguk meskipun suaminya tidak akan melihatnya.
Setelahnya wanita cantik itu kembali mengecek putrinya dihalaman belakang. Benar saja putrinya itu masih duduk di ayunan dengan Lovy dipelukannya. Sungguh keras kepala, tapi sepertinya sifat itu didapat dari salah satu orang tuanya. Dengan sedikit kesal Nyonya Park menghampiri Kyungsoo lagi.
"Eomma kan sudah bilang jangan lama-lama di luar Kyung" tegur Nyonya Park
"Lovy senang berada disini eomma" Kyungsoo masih asik mengelitiki putri cantiknya yang tengah tertawa.
"Appa tanya apakah ada yang kau butuhkan? Biar appa belikan saat nanti pulang"
"Tidak, suruh appa cepat pulang aku merindukannya" Kyungsoo tersenyum memperlihatkan bibir bentuk hatinya.
"Astaga kau ini, cepat masuk sudah sore Kyung" Nyonya Park kini memaksa membawa Kyungsoo masuk mengambil Lovy dari gendongan Kyungsoo dan berjalan mendahului Kyungsoo.
~AfterRain~
Kyungsoo berlari memeluk sang appa ketika melihat appanya baru saja pulang. Tuan Park hanya terkekeh melihat kelakuan putrinya ini. Bagi Park Chanyeol dan Byun Baekhyun yang sekarang sering disebut Nyonya Park, Kyungsoo adalah segalanya. Melihat putri mereka kembali tersenyum setelah hampir seminggu hanya diam membuat mereka lega. Kyungsoo adalah putri mereka satu-satunya yang mereka jaga seperti menjaga berlian paling mahal. Chanyeol mencium kening Kyungsoo, dan memperhatikan wajah ayu putrinya sudah kembali seperti semula. Bekas luka sudah mulai samar.
"Aigoo, ini bayinya Lovy atau kita ketambahan 1 satu bayi lagi Baek" Baekhyun yang sedang menyiapkan makanan hanya bisa tertawa. Bagaimana tidak Kyungsoo sedang berada digendongan Chanyeol seperti koala. Bahkan Lovy saja sudah duduk manis dikursi makannya.
"Daritadi dia merengek bilang merindukanmu Chan" jawab Baekhyun membantu suaminya untuk membawa tas kerjanya.
"Hahaha dasar bayi besar, cepatlah turun Kyung kau tak malu pada anakmu?" sang tersangka malah semakin mengeratkan pelukannya membuat Chanyeol tertawa.
"Sebentar appa, sebentar saja lihat appa ini meskipun sudah tua masih kuat mengendongku seperti ini. Sepertinya hasil fitness appa benar-benar berhasil eomma"
"Tentu saja badanmu kan ringan sekali Kyung sama seperti eommamu" Baekhyun yang melihat interaksi ayah dan anak itu hanya bisa tersenyum.
"Kyung turunlah biar appamu menganti bajunya, nanti makanannya dingin kalau kau terus seperti itu" Kyungsoo yang memang selalu mematuhi eommanya turun dari gendongan appanya.
Suasana makan malam keluarga Park saat itu terasa tenang dan hangat. Lovy yang duduk dikursi bayinya kini tengah asik dengan buburnya. Sementara Kyungsoo hanya memakan sayur dan lauk tanpa nasi.
"Appa, Eomma.. Kyungie butuh pengacara" ucap Kyungsoo yang mampu membuat kegiatan makan orang tuanya berhenti.
Sejak malam itu, Chanyeol maupun Baekhyun tidak menanyakan apapun dan menunggu Kyungsoo untuk menceritakan semuanya. Namun selama seminggu itu pula Kyungsoo belum juga mau bercerita.
"Pengacara untuk?" Baekhyun yang lebih dulu menanyakan maksud putrinya
"Jelas untuk mengurusi perceraiankulah eomma apalagi" kini nada Kyungsoo sedikit naik
"Appa akan menyiapkannya untukmu sayang" akhirnya Chanyeol yang memutuskan kekagetan istrinya akibat ucapan putrinya.
"Luka itu Jongin yang membuatnya?" tanya Baekhyun hati-hati
"Begitulah, kami bertengkar hebat malam itu aku juga melakukan hal yang sama padanya. Eomma lupa aku kan pernah belajar taekwondo" Kyungsoo tersenyum, Baekhyun tahu bahwa itu hanya senyuman palsu putrinya
"Apakah masalahnya benar-benar serius Kyung?" kali ini Chanyeol yang bertanya
"Tentu saja appa, bahkan sudah tidak bisa kami selesaikan. Perceraian adalah jalan satu-satunya" lagi-lagi Kyungsoo tersenyum lebar yang malah membuat wajahnya aneh
"Kau baik-baik saja kan sayang?" mendengar pertanyaan eommanya Kyungsoo langsung membanting sendok dan garpunya.
"Aku baik-baik saja, aku sudah selesai" balas Kyungsoo ketus kemudian membawa paksa Lovy naik ke lantai atas. Melihat hal itu mata Baekhyun mengembun, Chanyeol yang melihatnya langsung membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya.
"Apakah aku salah bertanya chan?" Chanyeol hanya mengelus punggung istrinya agar tenang.
"Dia akan baik-baik saja Baek, percayalah padaku" Baekhyun mengangguk dalam pelukan suaminya
Setelah meninggalkan meja makan dengan paksa, Kyungsoo menghempaskan dirinya disofa dengan Lovy didekapannya. Nafasnya tersengal karena rasa kesal yang tiba-tiba muncul setelah pertanyaan terakhir dari eommanya.
"Sayang, kau mengantuk? Tidurlah mom akan membuatmu tidur cepat malam ini" Kyungsoo kini mengendong Lovy dengan posisi kepala Lovy di pundak Kyungsoo. Dengan sedikit mengerakkan badannya dan bersenandung ringan Kyungsoo membawa putrinya untuk memasuki alam mimpi.
Kyungsoo terdiam memandang figura di atas nakasnya, potret dirinya dengan 3 orang sahabatnya. Diam-diam Kyungsoo merindukan mereka. Sejak Kyungsoo menikah mereka memang tidak pernah bertemu dan berkumpul. Terakhir saat pernikahan Kyungsoo mereka bertemu. Kyungsoo memang memutuskan untuk menikah muda pada umur 21 tahun dia menikah. Dan di usianya yang akan menginjak 23 tahun depan dirinya sudah menjadi janda. Kyungsoo tersenyum tipis, mungkin ini kesempatan baru baginya untuk menebus masa mudanya yang hilang. Kembali mengejar mimpi yang belum tercapai.
Setelah Lovy tertidur, Kyungsoo membuka notebooknya kemudian menghubungkan dengan jaringan internet yang ada. Ia harus mengirim pesan pada salah satu temannya itu agar mereka bisa kembali bertemu. Kyungsoo tidak bisa menghubungi melalui ponsel karena seingatnya ponselnya hancur. Setelah mengirim email, Kyungsoo kembali melanjutkan pencarian internetnya.
Mari kita berkenalan dengan sosok wanita yang sebentar lagi akan menjadi janda ini. Meskipun Kyungsoo menikah di usia 21 tahun tapi dia sudah menyandang gelar sarjananya. Secara resmi Kyungsoo merupakan seorang designer hanya saja sebelum sempat berkarir ia sudah memutuskan untuk menikah. Suaminya adalah seorang pengusaha muda yang memiliki jarak umur 4 tahun lebih tua dari Kyungsoo. Bisa saja Kyungsoo akan kembali mendesign atau mengejar mimpi yang lain.
Malam semakin larut, mata Kyungsoo memberat bukan hanya keasikan dengan pencariannya tapi juga berkirim email dengan para sahabatnya yang nampak antusias membalas pesannya. Kyungsoo membenarkan selimut Lovy yang turun dan memutuskan menyudahi kegiatannya. Benar saja sudah tengah malam. Kyungsoo memandangi langit-langit kamarnya menunggu hingga kantuk datang. Suasana seperti ini justru membuatnya mengingat seseorang yang tidak ingin ia ingat. Cairan bening itu kembali turun dipipi mulusnya. Cinta sialan, kenapa dia masih juga mencintai seseorang yang bahkan lebih-lebih sialan lagi. Bodoh. Rasanya memang belum puas saat Kyungsoo ingat ia juga memukul tubuh pria sialan itu. toh rasa sakit ditubuhnya tidak akan sama dengan rasa sakit dihatinya. Kyungsoo terisak semakin keras dan menangis hingga ia benar-benar tertidur.
~AfterRain~
Hari masih pagi ketika Kyungsoo sudah berdandan cantik. Wajahnya yang memang sudah cantik tampak semakin cantik dengan polesan make up tipis. Tubuhnya yang mungil dibalut setelah kemeja warna pink dan rok selutut warna hitam. Rambutnya yang berwarna kemerahan digulung asal dengan anak rambut yang sedikit jatuh membuatnya nampak seperti gadis SMA. Siapa yang menyangka jika dirinya janda. Hari ini ia berencana untuk bertemu dengan teman-temannya. Jika Kyungsoo sudah sangat cantik, Lovy tidak kalah lucu. Bayi cantik itu juga memakai baju warna pink seperti ibunya.
Setelah seminggu penuh Kyungsoo mengurung dirinya dan seperti orang gila sekarang dirinya sudah jauh lebih baik. Mencoba baik-baik saja lebih tepatnya. Kyungsoo menuruni tangga dengan Lovy digendongannya. Baekhyun yang sedang menata sarapan tersenyum melihat putrinya itu. Tak lama sang suami bergabung di meja makan dengan pakaian kerja lengkap.
"Mau kemana Kyung sudah rapi jam segini?" tanya sang Appa yang sedang menikmati kopi paginya
"Bertemu dengan teman-teman" jawab Kyungsoo riang
"Aigoo putri kecil eomma lucu sekali" Baekhyun menghampiri Kyungsoo kemudian mencium pipi Lovy. Kyungsoo yang merasa awalnya pujian itu untukku lantas menyerukan kekesalannya saat tau Baekhyun memuji Lovy.
"Eomma Lovy bukan putri eomma, Lovy itu putriku" Kyungsoo mempoutkan bibirnya yang membuat Baekhyun terkekeh begitu juga Chanyeol.
"Kau ingin berangkat bersama appa Kyung?" Kyungsoo hanya diam saja tidak membalas pertanyaan appanya hanya mengangguk kecil hampir tidak terlihat.
"Kyung jangan lama-lama diluar kasian Lovy oke?" Baekhyun menambahkan Kyungsoo tidak meresponnya sama sekali.
Baekhyun hanya menghela nafas, Kyungsoo memang akan seperti itu jika kesal. Setelah sarapan dengan tenang Kyungsoo pergi dengan menumpang mobil appanya. Hari ini Kyungsoo berjanji untuk bertemu di cafe tempat mereka biasa berkumpul. Setelah 20 menit Kyungsoo sampai di tempat tujuan. Kyungsoo masuk setelah melambaikan tangan pada appanya. Cafe ini tidak banyak yang berubah.
Seorang wanita cantik berpipi cubby melambai ke arahnya yang membuat senyum Kyungsoo semakin melebar. Kyungsoo menghampiri meja tersebut yang disambut dengan pelukan sahabatnya. Tak lama seorang pria yang membawa 2 cup kopi mendekat.
"Kalian ini tetap saja berlebihan" ucap pria bersurai abu-abu itu membuat Kyungsoo memutar tubuhnya dan kembali tersenyum. Dengan sedikit melompat Kyungsoo memeluk pria itu, bersyukurlah karena Lovy sedang sangat tenang digendongan Kyungsoo.
"Aku merindukanmu lu.." kata Kyungsoo senang, pria yang dipanggil Lu itupun membalas pelukan Kyungsoo kemudian melepasnya.
"Aigoo, ini pasti Lovely dia sangat lucu bahkan lebih lucu dari fotonya" gemas pria bermata rusa sambil mencubit pipi Lovy gemas. Hal itupun disetujui oleh wanita yang satu tadi.
"Anyyoeng Luhan Ahjussi dan Minseok Ahjumma, aku Lovely kalian bisa memanggilku Lovy" Kyungsoo membuat suara seperti anak kecil sambil mengerakkan tangan Lovy
"Tidak, Lovy panggil saja Minseok eonni" bantah wanita berpipi Chubby yang diketahui namanya Minseok.
"Hahaha, kita lihat saja Min dia akan memanggilmu apa saat besar nanti" sahut Luhan satu-satunya pria disana.
"Benar kata Luhan " Kyungsoo tersenyum sementara Lovy berbicara dengan bahasa bayinya yang tidak dimengerti."Kalian berdua sepertinya menikmati hidup di Shanghai?" lanjut Kyungsoo
"Tentu saja Kyung, kau pasti juga akan senang disana tanpa orang tua yang mengatur kehidupanmu sangat bebas" Minseok menjawab dengan semangat
"Hah dia sekarang sangat hobby berbelanja Kyung, sepertinya aku harus kerja keras agar naik jabatan dan sukses saat sudah jadi suaminya nanti" yang kini mengambil Lovy dari pangkuan Kyungsoo
"Tentu saja Lu kau harus sukses saat memutuskan untuk menikahi wanita. Yixing eonni belum datang ya?" Minseok menggeleng mendengar pertanyaan Kyungsoo
"Yixing eonni bilang akan terlambat karena harus mengurus acara pertunangannya" Kyungsoo mengangguk mengerti.
"Ah aku lupa belum memesan" saat Kyungsoo berdiri dan memutar tubuhnya Kyungsoo dibuat terperanjat dengan kehadiran seseorang yang tidak ingin ia temui. Mata yang bulat semakin bulat kala melihat sosok itu sekarang juga ikut melihatnya. Kyungsoo mengepalkan kedua tangannya kemudian berjalan mendekat untuk memesan makanannya.
'Ayolah Kyung kau harus tenang jangan perlihatkan kesedihanmu padanya' dalam hati Kyungsoo terus merapal mantra untuk menguatkan dirinya.
Sosok didepannya itu masih sama, masih saja tampan dan penuh pesona. Jarak mereka semakin dekat namun Kyungsoo masih bertahan dengan topengnya.
"Hai Kyung" sapa sosok itu sambil tersenyum ragu, Kyungsoo tidak balik menyapa hanya tersenyum. "Kau datang sendiri? Bagaimana kabarmu?" tanya sosok itu lagi
"Tidak, aku bersama Lovy dan bertemu dengan mereka" tunjuk Kyungsoo ke mejanya
"Lovy? Boleh aku menemuinya? Aku merindukannya"
"Tentu saja Jongin" jawab Kyungsoo akhirnya
Sosok itu Kim Jongin, mantan suaminya ah bukan masih suaminya hanya saja kalian tahu kan? Kyungsoo menghela nafasnya saat sosok itu menjauh dan pergi menuju anaknya. Kyungsoo menyebutkan pesanannya kemudian kembali menuju mejanya. Sedikit merutuk saat melihat Jongin sedang mengendong Lovy dan mereka tertawa riang. Apakah Kyungsoo tidak suka? Tentu saja tidak suka jika status mereka sekarang seperti ini kalau sebelumnya hal tersebut merupakan hal paling indah. Mata Kyungsoo mengembun namun ia menahan sekuat tenaga untuk tidak menangis. Bahkan Kyungsoo ingin sekali merengkuh pria itu ke dalam pelukannya tapi semua itu tidak mungkin bukan.
Tak lama Yixing datang dengan terburu-buru. Nafasnya terengah saat sampai di hadapan ke tiga sahabatnya. Kyungsoo sedikit tersenyum melihat sahabatnya yang satu ini masih tidak berubah.
"Ahh, untunglah kau masih disini Kyung aku kira kau sudah pulang" keluh Yixing masih dengan nafas terengah. Luhan menyodorkan minumannya kepada Yixing yang diterima Yixing dengan senang hati.
"Bogoshipeo" Kyungsoo tiba-tiba memeluk Yixing yang membuat Yixing mengerutkan dahinya pasalnya Kyungsoo jarang sekali seperti ini.
"Nado Kyungieah.." balas Yixing, Kyungsoo melepaskan pelukannya kemudian tersenyum manis "Oh Jongin juga datang? Yaampun kalian romantis sekali" ucapan Yixing barusan membuat Kyungsoo mengigit bibirnya dan tersenyum miris. Jongin menghampiri mereka tak lupa memberi salam pada Yixing yang baru saja datang. Lovy tertidur, Kyungsoo yang paham maksud Jonginpun mengambil alih Lovy.
"Aku harus pergi, hati-hati Kyung.. semuanya aku pergi dulu" Jongin tersenyum kemudian meninggalkan tiga pasang mata yang penasaran sementara yang satunya hanya terdiam.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Minseok yang pertama kali menyadari keanehan mereka sejak awal.
"Aku dan Jongin? Tentu saja baik-baik saja" Kyungsoo tertawa namun kelihatan sekali jika tawanya dipaksakan.
"Ah apakah aku datang jauh-jauh untuk dibohongi olehmu Kyung?" sahut Luhan yang kini sedang asik membalas pesan diponselnya yang berhasil membuat Luhan mendapat lirikan tajam Minseok.
"Apa maksudmu? Aku tidak bohong" sanggah Kyungsoo
"Ada apa Soo? Semua tidak baik-baik saja kan" Yixing memperlembut nada suaranya
"Ak aku akan bercerai dengan Jongin" lirih Kyungsoo
"What?!" Minseok berteriak saking kagetnya
"Iya, aku sedang mengurus ! Hentikan tatapan kalian" ketiga sahabat Kyungsoo memang masih memasang wajah kagetnya bahkan Luhan yang meminum kopinya tersedak.
"Apa sangat serius?" tanya Minseok hati-hati
"Tentu saja, hei aku mengajak kalian bertemu bukan untuk membahas ini. Aku berencana untuk bekerja menggunakan ijazah ku tentu saja" seru Kyungsoo riang namun mode kaget sahabat mereka rupanya belum hilang.
"Kyung, kau baik-baik saja?" kali ini Luhan yang bertanya yang diangguki oleh 2 wanita yang lain.
Senyum yang semula merekah kini hilang dari wajah Kyungsoo. Ada gurat kecewa diwajahnya. Kyungsoo kemudian beranjak dari duduknya. Membenahi semua barangnya, mengendong Lovy dengan nyaman.
"Aku harus pulang, eomma akan marah jika aku keluar bersama Lovy lama-lama" Kyungsoo berdiri dengan sedikit terhuyung. Kyungsoo mengulas sedikit senyum memeluk sahabatnya bergantian kemudian meninggalkan ketiga orang yang memandang sedih tubuh Kyungsoo.
Kyungsoo segera menghentikan taksi begitu keluar dari cafe. Air mata yang ia tahan sedari tadi akhirnya tumpah. Sedikit menahan isakan karena ia ingat masih belum berada di sarangnya yaitu kamarnya. Kyungsoo ingin menangis namun ia juga tidak ingin pulang mengingat eommanya akan sangat khawatir berlebihan jika melihatnya menangis. Kyungsoo mengambil jaket tebal kemudian membungkus tubuh Lovy yang masih tidur digendongannya. Kyungsoo menghentikan taksinya disebuah taman yang dulu sering ia datangi.
Kyungsoo menyeret langkah kakinya menuju bangku di bawah pohon yang cukup tersembunyi. Seketika tangis Kyungsoo pecah sungguh rasanya begitu sesak. Lovy yang tadi tertidur kini terbangun bayi itu mencoba meraih Kyungsoo. Kyungsoo masih menangis hingga tubuhnya ikut bergetar.
"Kenapa semua orang melihatku seperti itu? kenapa mereka harus bertanya aku baik-baik saja atau tidak. Sungguh aku terlihat sangat menyedihkan" keluh Kyungsoo masih menangis. Kyungsoo sama sekali tidak memperdulikan Lovy yang kini mulai berkaca-kaca karena melihatnya menangis. "Bahkan eommapun tidak percaya jika aku baik-baik saja. Tidak aku tidak baik-baik saja hanya saja jangan memperlihatkan wajah kasian itu padaku. Sungguh aku muak" Masih bermonolog sendiri, Kyungsoo mencoba mengeluarkan semua unek-unek hatinya.
Tangis Lovy membuat Kyungsoo menghentikan tangisannya. Oh ayolah ini terlihat seperti anak SMA yang tidak bisa merawat anaknya dengan baik. Kyungsoo menenangkan Lovy dan bayi itupun berhenti menangis ketika Kyungsoo mengucapkan bahwa dia baik-baik saja. Matahari mulai beranjak pulang begitupun Kyungsoo yang harus pulang. Sebentar lagi makan malam dan putrinya juga butuh makan. 2 botol susu sudah habis dan Kyungsoo harus cepat pulang karena putrinya sudah mulai gelisah.
~AfterRain~
Kyungsoo memaksakan dirinya untuk hadir di meja makan malam ini. Meskipun harus beresiko menghadapi pertanyaan orang tuanya karena matanya yang bengkak. Putrinya sudah tidur dengan tenang setelah Kyungsoo menyuapinya dan menganti bajunya. Kyungsoo kadang iri melihat putrinya yang hidupnya hanya makan, tidur dan menangis jika menginginkan sesuatu maka akan segera ia dapatkan. Bayi bebas dari masalah ingin rasanya Kyungsoo kembali ke perut eommanya, pikiran yang konyol.
Saat Kyungsoo menuruni tangga dilihatnya kedua orang tuanya sudah menunggunya. Bahkan sang eomma sekarang tersenyum melihatnya turun. Kyungsoo iri dengan eommanya juga karena bisa mempunyai kehidupan pernikahan yang bahagia. Dasar Kyungsoo semua-semuanya di irikan. Kyungsoo hanya belum tahu saja rencana apa yang akan Tuhan berikan untuknya nanti.
"Hai sayang, bagaimana tadi acara reunimu? Apakah mereka baik-baik saja? Sudah lama sekali eomma tidak melihat anak-anak eomma itu " cerocos Baekhyun yang penasaran karena melihat wajah Kyungsoo yang tidak sesemangat pagi tadi. Baekhyun mengisi piring Kyungsoo dengan nasi dan teman-temannya.
"Luhan dan Minseok mereka masih bersama dan baik-baik saja tentu saja. Yixing eonni sedang sibuk menyiapkan acara pertunangannya" jawab Kyungsoo seadanya.
"Wah Yixing akan tunangan? Putri appa yang satu itu pasti makin cantik" komentar Chanyoel setelah menelan makanannya terlebih dahulu
"Appa dan eomma kenapa senang sekali mengaku-ngaku orang sebagai anak appa dan eomma sih"
"Mereka kan memang sudah eomma dan appa anggap sebagai anak sendiri Kyung" Baekhyun kini yang membalas ucapan protes Kyungsoo
"Terserah. Appa bagaimana dengan pengacara yang aku minta? Aku ingin perceraianku dengannya cepat selesai. Aku tidak ingin berlama-lama dengan masalah sialan ini" Kyungsoo yang memang dasarnya tidak suka basa-basi langsung menanyakan apa yang dia ingin tahu kepada appanya yang bahkan tidak jadi menyuapkan nasi ke mulutnya
"Appa tahu Kyung. Bisa kita bicarakan nanti setelah selesai makan? Sungguh kata perceraian itu sangat menakutkan buat appa dan tidak menyenangkan dibahas di meja makan" tegas Chanyeol yang dijawab anggukan dari Kyungsoo.
Setelah itu tidak ada yang membuka percakapan dan menikmati makanan mereka dengan tenang. Kyungsoo bahkan hanya makan beberapa sendok yang kemudian mendapat tatapan tajam eommanya. Hingga suasana tenang berubah kala Baekhyun menegur Kyungsoo yang tidak mau makan karena hal itu berpengaruh untuk kualitas ASI Kyungsoo. Kyungsoopun memakan makanannya hingga habis karena 2 orang di meja makan yang tengah mengawasinya seperti tersangka.
Seperti janji sang appa, Kyungsoo kini duduk di samping appanya di sofa ruang tengah. Hanya Kyungsoo dan appanya. Kyungsoo memang sangat segan dengan sang appa apalagi jika tengah serius begini.
"Sekarang bisa kau ceritakan apa masalahnya hingga kau harus bercerai Kyung?" suara tegas itu membuat Kyungsoo mendongak karena sedari tadi dia menunduk.
"Kami harus tahu kondisi yang sebenarnya Kyung" entah darimana kini sang eomma sudah di belakang Kyungsoo sambil membelai rambut Kyungsoo sayang
"Jongin membohongiku.. " ucap Kyungsoo lirih
"Jongin selingkuh?" tebak Chanyeol, Kyungsoo menggeleng. Hal itu membuat kerutan di dahi Chanyeol muncul lebih dalam.
"Lalu jika hanya berbohong hal biasa pasti Jongin punya alasannya sayang" Baekhyun mengelus punggung Kyungsoo lembut
"Ani.. tapi aku selingkuhan Jongin eomma appa" jawab Kyungsoo parau
Hah kau benar-benar hebat membuat orang jantungan Kyung, berapa banyak orang yang kau buat kaget hari ini. Chanyeol sangat terkejut bahkan mulutnya mengangga lebar. Baekhyun langsung membawa putrinya itu ke dalam pelukannya saat tubuh Kyungsoo kini bergetar.
TBC/DELETE
Akhirnya chap 2 juga..
Maaf kalau hasilnya tidak memuaskan..
Apakah alurnya terlalu lambat? :]
Maaf jika pairingnya tidak sesuai dengan keinginan karena author tidak suka merusak keharmonisan Chanbaek jadi ini buka Chansoo.. Pairnya bakalan anak-anak EXO aja kok author tidak suka yang campur-campur gitu.. hahaha
Terimakasih untuk yang sudah review tidak bisa membalas satu- satu. Thanks juga yang udah fav dan foll juga.. Membuat terharu. tapi semoga chap ini menjawab penasaran para reader meskipun Cuma sedikit.
Ditunggu next reviewnya jangan bosan ya..
Gomawo.. thank you... reader...
See you di next chap kalo masih mau ketemu...
#winkbarengmamihBaekhyun :*
