Hollyshit
Masashi Kishimoto Naruto
Kushina x Danzo
Kushina x Minato
Hurt/Comfort
Mature Content
Kids go away!!!
Chapter 2
"Naruto sepertinya kelelahan, Minato-kun," nyonya Hyuga itu mengelus surai kuning keemasan Naruto yang terlelap damai di pangkuan Minato. Terlihat sangat menggemaskan.
"Ya, seharian menangis sambil memanggil ibunya,"
Sang nyonya Hyuuga menatap iba. Pandangan matanya berkaca-kaca seolah mengerti keadaan bocah tersebut.
Kemudian sang kepala keluarga Hyuuga datang dengan menggendong seorang anak kecil yang sedang mengemut permen lollipop. Hiashi —sang kepala keluarga Hyuuga menyerahkan anak kecil tersebut pada sang istri.
Hikari menerimanya kemudian memangkunya. Tak lama, terdengar lenguhan kecil dari Naruto. Matanya terbuka dan merubah posisinya menjadi duduk walau masih berpangku pada Minato.
"Eh, Naruto-kun sudah bangun?" Tanya sang nyonya Hyuuga hanya untuk sekedar berkomunikasi dengan anak tersebut.
Naruto hanya mengangguk sambil mengucek matanya. Setelah penglihatannya sudah nampak jelas, netra sewarna Shafire tersebut seketika berbinar saat matanya menangkap sebuah permen lollipop yang sedang diemut oleh balita di depannya.
"Bali mau! Nalu mau!" Teriaknya Naruto bersemangat. Tangannya terangkat seolah ingin menggapai lollipop yang berada di tangan anak kecil yang tengah dipangku oleh Hikari.
"Nalu-nii mau? Tapi Hinata cuma punya satu," anak kecil yang mengaku bernama Hinata itu berucap dengan suara yang sama cerahnya dengan Naruto.
"Tak apa, kaa-san masih punya satu," senyum Hikari sambil membuka tas jinjingnya dan mengeluarkan sebuah lollipop dan kemudian menyerahkannya pada Naruto.
Naruto yang menerimanya nampak senang kemudian menyerahkan lollipop tersebut pada sang ayah. "Tou-san, bukain."
Minato kemudian mengambilnya dari tangan Naruto dan membuka plastiknya, kemudian menyerahkannya lagi pada Naruto. Dengan lahap Naruto menyemut dan menghisap permen berukuran besar tersebut.
"Minato-kun sudah mencoba berbicara dengan Kushina-san?" Tanya Hikari. Sang suami ikut duduk di kursi taman yang lumayan panjang tersebut.
"Belum," jawab Minato lesu.
"Kenapa?"
"Aku takut,"
Hikari menatap mantan kekasihnya tersebut lama. Meneliti segurat kekecewaan sekaligus penyesalan mendalam yang terpatri pada wajah tampannya. Kemudian Hiashi memotong.
"Cobalah berbicara padanya. Kau seorang lelaki. Kau juga mengaku kaulah yang memulai semua ini. Tapi lihat siapa yang bersembunyi sekarang," sindir Hiashi.
Minato mendongak menatap Hiashi. Kemudian Hiashi pun melanjutkan.
"Berani memulai maka kaupun harus berani menghadapi," sejujurnya Hiashi merasa bosan. Tapi istrinya terlampau peduli pada orang lain. Bahkan pada mantan kekasihnya sendiri.
Minato nampak berfikir, kemudian menatap kedua orang yang ada di hadapannya satu persatu.
"Mungkin aku bisa mencoba," ucapnya ragu.
"Gerakanmu terlalu lambat, Kushina."
"Aku sudah tidak sanggup lagi."
Danzo mendengus, kemudian menarik Kushina berdiri dan menghadapkannya ke tembok. Menghimpitnya dari belakang dan menarik satu kakinya.
Dengan cepat Danzo memasuki Kushina hingga membuat wanita tersebut terpekik. Kemudian menghujam ya dengan keras hingga kejantanannya menyentuh bibir rahim Kushina.
"Aakkkhhhhhh, Danzooooooo,"
"Kau menikmati ini, eh?" Ledek Danzo dengan bisikan sensual. Kemudian menggigit cuping Kushina dan mengemutnya dengan rakus.
"Danzohhhh, kau yanghhh terbhaikhh...ahhhh," jerit Kushina saat Danzo memukul pantatnya hingga terlihat memerah. Gerakan Danzo bertambah cepat dengan tangan kirinya yang meremas-remas dada Kushina.
Danzo berhenti dan memutar tubuh Kushina. Kemudian melilitkan kedua kaki Kushina di pinggangnya. Kushina sendiri berpegangan di leher Danzo. Punggungnya terasa sakit saat Danzo menghimpitnya dengan keras ke tembok. Bertolak belakang dengan rasa nikmat di bagian bawah tubuhnya.
Sial! Aku akan keluar.
Danzo semakin mempercepat sodokannya. Tubuh keduanya sudah Bermandi keringat. Bunyi kelamin mereka yang beradu memenuhi seisi ruangan ditemani dengan desahan syahdu Kushina.
"Danzo.. Danzohhhh...ahhhh...ah...ahhh..."
"Shit!"
PLAK! PLAK! PLAK!
Gerakan Danzo semakin intens. Titik kenikmatan Kushina diserang berkali-kali, membuat wanita bersyarat merah tersebut kewalahan mengimbangi permainan laki-laki yang sedang memberikan kepuasan padanya ini.
"S-sedikit lagi, Danzooohhh,"
Danzo semakin mempercepat tusukan-tusukannya. Liang wanita ini memang luar bisa. Rapat dan hangat. Kejantanannya sangat betah berada di dalamnya.
Sepersekian detik selanjutnya, gelombang itu datang dan menerpa keduanya hingga menuju puncak kepuasan. Keduanya melenguh akibat kelelahan.
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu apartemennya menyapa sesaat setelah keduanya berbaring di kasur yang sangat berantakan.
"Siapa sih malam-malam begini bertamu?" Gerutu Kushina.
Danzo yang mendengarnya terbahak. "Kau sebut ini malam? Lihatlah jam."
Kushinapun mendongak dan melihat jam dinding yang tertempel apik di dinding kamarnya.
"Astaga! Jam 14.23?" Kushina terpekik melihat angka tersebut. Berarti mereka sudah melakukan seks lebih dari delapan jam nonstop.
Setelah mengumpat, ia mengambil jubah tidurnya yang tergeletak dengan bentuk yang tak karuan. Kemudian keluar kamar dan membuka pintu apartmentnya.
"Kau!"
~TBC~
