KIZUNA

Narutoo disclaimer Masashi Kishimoto

Date a Live/デート・ア・ライブdisclaimer Tachibana Kōshi

Summary: Sebagai bentuk terima kasih Rikudo Sennin kepada Naruto yang telah memenangkan Perang Besar Dunia Shinobi Keempat dan membawa perdamaian di Dunia Shinobi. Dia mereinkarnasikan Naruto kemasa depan jauh setelah jaman shinobi berakhir. Namun bukannya damai, Naruto justru dihadapkan dengan masalah para spirit.

Char: Uzumaki Naruto, Yatogami Tohka, Itsuka Shido, Natsumi, Nia Honjou, Tokisaki Kurumi

Genre: Action, Romance, Sci-fi, Friendship, Harem, Fantasy, Slice of Lice

Warning: Ooc, Semi canon, Bahasa gak baku!, bikin sakit mata!, tidak suka tidak usah dibaca, dan yang terpenting 'Zero To Hero'.

Setting: canon (dunia Date a Live)

OPENING: HEROE'S COME BACK

CHAPTER 2:

"Bagaimana keadaannya?"

Mengenakan kemeja dan seragam militer berwarna merah membara yang tergantung di bahunya seperti jubah, seorang gadis muda memasuki sebuah ruang medis yang mirip dengan klinik sekolah. Disana terdapat dua orang yang nampak sedang melihat laporan kesehatan dari seseorang yang baru saja mereka tolong.

"Komandan"

Wanita yang sedang berdiri disana membalikkan badannya dan melihat orang yang ia sebut komandan ada disitu. Laki-laki yang berada disebelahnya pun ikut membalikkan badan disaat yang hampir bersamaan.

Sang gadis hanya melihat mereka sebentar sebelum kemudian ia melontarkan kata-kata dengan nada yang tegas.

"Lupakan salamnya dan jelaskan kondisi anak itu padaku."

"Lukanya lumayan parah, namun ada sebuah kondisi aneh dimana luka disekitar tubuh mampu bergenarasi secara baik, selain itu ia juga memiliki pancaran energi yang aneh"

"Apa maksudmu?"

Reine kemudian menyodorkan sebuah kertas yang berisi tentang data kesehatan dari si pemuda pirang tersebut.

"Aku sendiri tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya, tapi yang pasti, energi yang dimiliki anak ini berbeda dengan energi spirit yang ada didalam tubuh Shin"

"Begitu, ya"

Kotori mengangguk sambil mendengar ucapan Reine saat ia melihat laporan itu, selang beberapa detik Shido yang berada disebelahnya melontarkan sebuah pertanyaan.

"Jadi, bagaimana? Apa yang akan kita lakukan padanya?"

"Kita belum mengetahui kekuatan macam apa yang sebenarnya dimiliki oleh anak ini, tapi akan berbahaya kalau ia kita biarkan lepas begitu saja, DEM mungkin akan menangkapnya dan menjadikannya bahan percobaan untuk membuat senjata baru" Ujar Reine

Sedetik kemudian, sebuah ide muncul dalam otak Kotori.

"Untuk saat ini, kita tidak punya pilihan lain untuk membiarkannya tetap disini saja dulu"

"Eh! Kau yakin? Bukankah ia akan mengetahui rahasia kita?" tanya Shido

"Tidak ada pilihan lain, selama kita belum mengetahui kekuatan apa yang sebenarnya dia miliki, kita tidak bisa membiarkannya jatuh ketangan pihak DEM, tapi kalau kita berhasil membujuknya untuk berada dipihak kita, mungkin dia bisat menjadi aset yang berharga untuk Ratatoskr" jelas Kotori

SKIP TIME

"Uzumaki Naruto"

Tiba-tiba saja terdengar semacam suara seseorang yang berkumandang. Naruto hanya memasang sikap kewaspadaan.

"Tenang, Naruto aku kesini bukan untuk mencelakaimu, aku hanya berpesan padamu untuk menjaga hal yang berharga bagiku" ucap sosok itu

"Siapa kau?" tanya Naruto kepada siapa

Suara itu kemudian kembali terdengar.

"Kau akan tahu nanti" ucap suara tersebut

Kemudian, tiba-tiba cahaya tersebut mulai menelan seluruh tubuh Naruto secara perlahan-lahan dan hanya menutup mata karena tak kuat melihat cahaya itu.

Setelah beberapa saat, ia pun memutuskan untuk membuka kedua kelopak matanya.

Naruto mengedip berkali-kali karena disilaui banyak nya cahaya yang melintas di mata.

"...nn? Sudah bangun."

Ia kembali mendengar suara seorang wanita.

Namun, suaranya sedikit berbeda dengan suara yang sebelumnya berbicara.

"UWAAH!"

Naruto berteriak keras bersamaan dengan saat pandangannya mulai kembali normal.

Yah tentu saja. Bagaimanapun juga, seorang wanita yang tidak dikenalnya sedang menahan kelopak matanya dengan jari-jarinya, selagi di matanya bersinar cahaya yang datang dari sesuatu yang kelihatannya adalah sebuah penlight kecil.

Dia sepertinya sedang memeriksa gerakan bola mata Naruto yang tak sadarkan diri, jadi wajahnya sangat dekat dengannya. Samar-samar ia dapat mencium bau wangi, mungkin bau shamponya.

"S-Siapa kau?"

"...nn, aah."

Wanita itu, masih setengah melamun, bangkit berdiri, dengan ekspresi suram menyapu poninya ke samping.

Karena jarak yang cukup telah terbentuk di antara mereka, sekarang ia dapat melihat wanita itu sepenuhnya.

Dia memakai apa yang sepertinya adalah seragam militer, dan umurnya sekitar 20 tahun. Rambut acak-acakannya, mata yang dihiasi lingkaran-lingkaran hitam, dan boneka beruang yang dipenuhi bekas goresan yang entah kenapa melongok keluar dari kantung seragam militernya, merupakan ciri khasnya.

"...saya adalah Petugas Analisis di sini, Murasame Reine. Sayangnya, sang Petugas Medis sedang keluar. ...tapi jangan khawatir. Meskipun saya tidak punya lisensi perawat, setidaknya saya bisa menangani perawatan sederhana."

"..."

Jujur saja, Naruto malah merasa sedikit khawatir.

Karena, wanita yang dipanggil Reine ini jelas-jelas terlihat lebih tidak sehat dibanding denganku.

Pada kenyataannya, sejak awal tadi, seakan-akan sedang membuat lingkaran kecil dengan kepalanya, tubuhnya terhuyung-huyung tidak tegak.

"—di mana aku?"

Naruto bertanya, sambil melihat sekeliling. Itu adalah sebuah ruangan yang mirip klinik sekolah.

Namun, langit-langitnya sedikit tidak pada tempatnya. Beberapa pipa polos dan kabel-kabel dapat terlihat.

"...ah, tempat ini adalah ruang medis Fraxinus. Kamu tidak sadarkan diri jadi kami membawamu kesini."

'Farxinus? Apa itu? seingatku di kota ini tidak ada rumah sakit yang bernama Fraxinus.' Pikir Naruto

"...um, uhm, aku masih tidak mengerti maksudmu?"

"Untuk lebih lanjutnya lebih baik kita menemui komandan saja, Ia yang akan menjelaskan lebih lanjut kepadamu, berhubung kau sudah sadar juga"

Bertepatan dengan itu, tiba-tiba saja seseorang datang memasuki ruangan tersebut. Seorang gadis muda yang mengenakan kemeja dan seragam militer berwarna merah membara yang tergantung di bahunya seperti jubah.

"Oh, sudah bangun rupanya"

Ucap gadis itu tiba-tiba.

"Siapa?" tanyaku

"Aku komandan disini, Namaku Itsuka Kotori". ucap Kotori

"E-Eh, jadi kau komandannya?"

"Kalau iya kenapa? ada masalah?" tanya Kotori balik

"Ti-tidak!"

'Bocah jadi Komandan kapal? Emangnya dunia udah mau kiamat?' ucap Naruto dalam hati

Namun untuk cari aman, Naruto berpikir lebih baik tidak mengatakannya. Dan tanpa basa-basi ia langsung menanyakan sesuatu kepada Kotori.

"Jadi, bisa jelaskan mengapa aku disini?"

"Uhm, kurasa Reine sudah menjelaskannya kan? Kalau kami membawamu kesini saat kau pingsan"

"Ya itu benar, lalu ..."

"Kami membawamu kesini karena ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu"

"Oh, silahkan kalau ingin bertanya"

Pada poin ini, Kotori kemudian mengeluarkan sebungkus permen Chupa Chups dari saku komandannya. Bungkus permen itu langsung ia buka secepat kilat dan kemudian menancapkannya di mulut.

"Baiklah ... pertama-tama, menurut data-data yang kuperoleh dari Laboratorium milik Ratatoskr, bahwa kau itu mempunyai kekuatan beregenarasi dengan cepat, aku pikir itu adalah keadaan abnormal bagi manusia, jadi tolong jelaskan siapa dirimu sebenarnya?" tanya Kotori

"..."

Naruto hanya mengedipkan mata saat mendengar pertanyaan dari Kotori itu. Jujur saja, Naruto tidak menyangka kalau ternyata tubuhku yang sekarang masih memiliki kemampuan regenerasi setelah ia terpisah dari para bijuu.

Sebenarnya aku juga tidak mau melakukan ini, tapi aku tidak punya pilihan lain. Ia juga tidak ingin jika Kotori terus melakukan penyeledikan terhadapnya, bisa-bisa aku dianggap sebagai eksistensi yang mengancam bagi manusia di dunia ini.

"Baiklah, tapi sebelum itu aku ingin kalian berjanji untuk tidak mengatakan hal ini pada siapapun karena ini adalah masalah yang tidak bisa di anggap sepele"

Kotori dan Reine saling menatap satu sama lain sebelum kemudian mereka mengangguk tanda menyetujui persayaratanku. Naruto menghela nafas pendek sebelum mulai menjelaskan.

"Namaku Uzumaki Naruto, sebelum aku menjadi pelajar di kota ini, dulunya aku adalah Shinobi"

"Shinobi? apa itu?" tanya Reine

"Apa kalian tahu dengan istilah ninja?" tanya Naruto kepada semua orang yang ada disana.

Kedua perempuan yang ada di ruangan itu hanya berpandangan satu sama lain ketika mendengar pertanyaan dari Naruto

"Tentu saja kami tahu, tapi hal semacam itu hanyalah mitos dan terjadi beberapa ratus tahun ke belakang," jawab Kotori

"Shinobi dan Ninja itu adalah suatu hal yang sama," ucap Naruto yang tak bisa menyalahkan jawaban tersebut. Di jaman yang serba canggih ini memang bisa dipastikan jika ninja atau shinobi sudah musnah bahkan menjadi mitos bagi penduduk yang ada, tak ada namanya manusia yang memiliki bakat istimewa untuk menjadi ninja di masa penuh dengan teknologi ini.

"Jadi maksudmu, kau ini adalah seorang Ninja, begitu?" Tanya Kotori

"Yah, bisa di bilang begitu"

"Sulit dipercaya jika masih ada yang namanya Ninja di jaman sekarang" Timpal Reine

"Yah, memang begitu kenyataannya. Lagipula aku bukan berasal dari dunia ini,"

"Apa maksdumu?" tanya Kotori kembali

Reine juga nampaknya tidak mengerti apa maksud ucapan Naruto barusan.

"Begini, dulu aku lahir dan tinggal di dunia shinobi, dunia yang penuh dengan pertarungan dan juga konflik peperangan yang berkepanjangan, dunia dimana Jinchuriki sepertiku sangat dibenci oleh semua orang"

Kotori kemudian angkat bicara. "Uhm, maaf kalau aku menyela ... tapi, apa itu Jinchuuriki?"

"Jinchuuriki adalah sebutan bagi mereka yang dijadikan wadah untuk Bijuu, monster berekor dengan kekuatan setengah dewa yang paling ditakuti"

Entah mengapa, saat ini aku merasa kalau Reine dan Kotori sedikit bergidik ngeri melihat hal itu.

"Diduniaku, ada sembilan ekor bijuu, setiap ekor diberi nama sesuai dengan jumlah ekor yang dimiliki, mulai dari 1 sampai 9. Selama perang besar, bijuu hanya dianggap sebagai senjata pemusnah oleh setiap negara yang memiliki bijuu. Karena itulah, siapapun yang dijadikan Jinchuuriki pasti akan menanggung resiko kebencian dari semua orang terhadapnya"

"Lalu, bagaimana caramu bisa sampai disini?" tanya Reine

"Setelah perang besar dunia Shinobi keempat berakhir, aku ... gugur dalam pertarungan ..."

Kotori dan Reine terlihat cukup terkejut dengan ucapan Naruto barusan.

"Tapi, tepat sebelum mencapai alam baka, leluhur dunia Shinobi mereinkarnasikan aku kedunia lain, dan ... disinilah aku sekarang. Aku yang seharusnya berusia 17 tahun kembali keusia 15 tahun"

Disaat itu, Kotori kemudian memperlihatkan pandangan kecurigaannya kepadaku.

"Apa ucapanmu itu bisa di percaya?" tanya Kotori dengan nada curiga

"Kalau kalian masih tidak percaya dengan ucapanku aku bisa menunjukkan jurus ninjaku sekarang!"

Setelah mengatakan hal itu, mau tidak mau Naruto harus menunjukkan kemampuan ninjanya untuk meyakinkan mereka berdua.

Ia kemudian mulai membentuk segel dan mengeluarkan jurusnya

"KAGEBUNSHIN NO JUTSU"

BOFF

Setelah itu, munculah seorang yang sama persis dengan Naruto berdiri disebelahnya. Kotori dan Reine yang melihat hal itu terlonjak kaget saat melihat Naruto mengeluarkan jurusnya.

"Bagaimana, apa kalian percaya padaku sekarang?"

Tanya bunshin tersebut. Kotori kembali berdecak kagum dengan kemampuan Naruto, dia berpikir ini adalah hal yang Abnormal bagi manusia.

"Hmm, menciptakan tiruan, ya! cukup mengagumkan" Ujra Kotori

"Terima kasih, sekarang boleh aku bertanya pada kalian?"

"Oh, silahkan" ucap Kotori

"Baiklah, pertama jelaskan padaku, siapa gadis yang muncul setelah spacequake itu terjadi?"

Naruto berani menanyakan hal itu karena ia berpikir kalau Kotori dan Reine mungkin tahu.

"Gadis itu yang kau temui itu adalah Spirit, makhluk yang aslinya tidak berasal dari dunia ini. Hanya dengan muncul di dunia ini saja, tanpa kemauannya atau semacam itu, daerah sekitarnya akan tersapu habis."

"Uhmm, jadi maksudmu ... spirit adalah penyebab bencana spaceqauke, begitu?" ucap Naruto yang masih ragu-ragu

"Ya, dan gadis termasuk salah satu Spirit dengan tingkatan Rank AAA+, dia dikenal dengan codename Princess" jelas Kotori

"Lalu, dimana dia sekarang?" Tanya Naruto

"Dia itu seperti hantu, datang tak diundang pulang tak diantar. Sesaat setelah ledakan itu terjadi, pancaran energi spirit miliknya tiba-tiba saja menghilang dari radar kami, tapi aku sangat yakin kalau dia itu masih hidup" jelas Kotori

"Jadi begitu, lalu wanita dan laki-laki dengan armor keren yang datang setelahnya itu siapa?"

"Oh, kalau yang wanita adalah namanya adalah Ellen Mathers, dia adalah Wizard terkuat dari DEM Industri, dan kalau yang laki-laki adalah Wizard kami, namanya Itsuka Shido, dia adalah kakakku. Dan dia memiliki kemampuan istimewa untuk menyegel kekuatan roh melalui ciuman" jelas Kotori

"Ci-ciuman!? Kau ... serius?"

"Tentu saja aku serius!" Ucap Kotori

"Hmm, jadi begitu" ucap Naruto sambil manggut-manggut

Dan saat itu, Naruto kemudian menyadari sesuatu hal yang penting.

"Oh iya, ngomong-ngomong sekarang jam berapa?"

"Uhm, sektar jam lima sore!" ucap Reine sambil melihat jam tangan yng dia bawa

"Eh! Sudah jam segitu! Ucap Naruto tidak percaya

"Memangnya ada apa?" tanya Kotori

"Uhmm ... aku masih punya banyak tugas yang harus kuselesaikan dirumah, jadi bisakah kalian mengirimku pulang?"

"Tentu saja!" ucap Kotori

SKIP TIME

Keesokan harinya, Naruto kembali menjalani hari-harinya seperti biasa setelah mengalami kejadian aneh dan tidak realistis itu.

Sebagai siswa baru di SMA Raizen Hight School, Naruto melalui setiap pelajaran yang diberikan oleh guru dengan normal tanpa ada gangguan dari bencana alam Spacequake atau pun Spirit.

Di jam istirahat pun, Naruto memilih untuk tidur siang di bawah sebuah pohon hingga jam istirahat selesai. Dan saat ia kembali, ia hanya menemukan selembar kertas diatas mejanya.

Saat Naruto membuka kertas itu, tertulis 'Datanglah ke tempat ini setelah pulang sekolah' dan dibawahnya pun tertera sebuah alamat.

Sekarang, Naruto sudah berada didepan kediaman keluarga Itsuka, alamat rumah yang dimaksud dalam kertas itu.

Dan tanpa basa-basi, ia pun langsung menekan bell rumah.

TING ... TONG!

Lalu menunggu sebentar sampai ada seseorang yang membuka pintu tersebut.

Tak lama kemudian, pintu pagar pun terbuka. Naruto menyadarinya.

KRIEEET!

Muncul di balik pintu pagar itu, seorang gadis berambut biru yang panjang sepunggung. Ia memasang wajah yang ramah.

"Ah, kau pasti Uzumaki Naruto, kan?" tanya gadis itu tiba-tiba

"A-ah, iya!" ucap Naruto sambil mengangguk pelan

"Kotori sudah menceritakan semuanya soal dirimu, masuklah!" ucap gadis itu mempersilahkan Naruto masuk.

Gadis itu kemudian masuk kembali kedalam rumahnya, diikuti oleh Naruto dibelakangnya.

"Ma-maaf mengganggu"

Naruto mengucap salam saat memasuki rumah itu, lalu menutup pintu dengan jari-jari yang memegang kenop.

Berjalan mengikuti gadis itu setelah melepas sepatu, mereka bergerak menuju keruang tamu. Saat mereka pertama memasuki ruangan itu, dia bisa melihat kepala merah muda dengan rambut twintail yang ia kenal. Disana terlihat gadis yang ia biasa ia jumpai di kursi Komandan Fraxinus itu. Sedang asiknya menonton televisi milik Naruto itu.

"Kotori!?" gumama Naruto dengan nada pelan

Saat Naruto mengucapkan itu, anak berambut twin-tail yang sedang duduk di sofa, menonton televisi, berbalik, mengarahkan mata bundar bagaikan biji ek itu pada Naruto.

"Ooh, Naruto-nii. Selamat datang!"

"O-ooh" gumam Naruto yang menaikkan sebelah alisnya

Disaat itu, ia kemudian kembali mendengar suara lainnya yang cukup ia kenal

"... ohh, sudah datang rupanya, Nato!"

Begitu katanya. Naruto kemudiaon menoleh kearah dapur.

Di sana adalah seorang wanita dengan muka yang sangat mengantuk, tiba di meja makan yang memisahkan ruang keluarga dengan dapur. Dia sedang banyak menambahkan gula batu ke dalam cangkir yang mengepulkan uap panas.

—Dia adalah Murasame Reine, Petugas Analisis Ratatoskr sekaligus asisten guru homeroom yang bertanggung jawab atas kelas Naruto.

Kebetulan, dia sedang tidak memakai seragam militer seperti biasanya, yakni sebuah jubah putih, melainkan baju tidur seorang ibu dengan handuk mengantung di lehernya. Rambutnya sepertinya sedikit basah.

"Re-Reine-san? Kau juga disini...?"

"...hmmm?"

Setelah sejenak merenungkan ucapan Naruto, namun gadis bernama Shiori itu tiba-tiba berkata

"Reine-san, kau terlalu banyak memakai gula!" ucap Shiori

"...ahh, maaf"

Reine menyahut dengan nada lesu.

Disaat yang sama, seorang laki-laki berambut biru memasuki ruangan.

"Ooh, Onii-chan. Sudah selesai mandi ya?"

"Yeah!"

Didepan pintu, seorang laki-laki berambut biru berdiri disana.

Rambut yang kelihatan basah dan juga handuk yang dikalungkan dilehernya. Seperti yang dikatakan oleh Kotori, nampaknya dia baru selesai mandi.

Disaaat ia melihat wajah pemuda itu, Naruto langsung teringat bayangan saat mereka bertemu sebelumnya

"Oh!"

Shido menaikkan alisnya saat ia melihat Naruto.

"Kau pasti Naruto yang dibicarakan Kotori itu, ya?"

"Aah" ucap Naruto

"Kalau begitu, silahkan duduk! Aku akan mengambilkan minuman"

Dan begitu saja dengan suara langkah kaki, dia berjalan menuju dapur. Naruto termenung memandang punggung Shido yang sedang berada didapur.

Kotori yang tadi sedang menonton TV, nampaknya telah selesai dan bergerak menuju meja makan saat ia tiba-tiba berkata

"Sampai kapan kau mau berdiri disana, kepala duren?"

Naruto langsung sweadrop di tempat.

'Apa-apaan itu? sikapnya beda banget dengan yang tadi'

Namun, ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat menghilangkan pikiran aneh yang tengah menyelimuti dirinya. ia pun meletakkan tasnya dan memilih tempat duduk yang berseberangan dengan Shido, Shiori dan Kotori.

Dia pun mendudukkan dirinya didepan secangkir teh yang telah disiapkan oleh Shido untuknya.

Merasakan tenggorokkannya yang agak kering, Naruto kemudian mengambil secangkir teh tersebut. meniupnya sebelum kemudian meminumnya.

"Un, ini manis!" ucap Naruto

"Arigatou"

Setelah Naruto meletakkan cangki teh itu, mereka akhirnya memulai pembicaraan.

"Jadi, ada perlu apa kalian memanggilku kesini?"

"Setelah kejadian di kota kemarin, kami tidak bisa membiarkan kau lepas begitu saja" ucap Kotori

"Apa maksudmu?"

"Uhmm, begini ..., sebelumnya Kotori sudah menceritakan semua soal dirimu padaku. Dan mungkin akan lebih aman jika kau berada didalam pengawasan Organisasi Ratatoskr secara langsung" jelas Shido

"Oh, jadi begitu!"

Naruto sejenak mengangguk paham, namun saat ia menyadari sesuatu ia langsung menoleh kearah Shido dengan cepat.

"... Tunggu sebentar, barusan kau bilang cerita soal aku?"

"I-iya" Shido menjawab dengan agak ragu-ragu

"Oi, Kotori! Bukankah sudah kubilang oadamu untuk tidak menceritakan ceritaku pada orang lain!"

"Tenang saja, walapun kakakku ini bodoh, tapi dia bisa di percaya"

Kotori sedikit mengangkat dagunya, dengan tatapan yang sepertinya merendahkan Shidou.

"Kembali ke topik pembicaraan ..., seperti yang dikatakan Shin, setelah kejadian kemarin kami memutuskan untuk menempatkanmu di bawah perlindungan Ratatoskr, Nao" ucap Reine

"A-ano ... Yang benar Naruto!"

"Oh iya. Maaf, Nat." Ucap Reine

Naruto sweatdrop lagi.

"Lupakan saja soal nama, silahkan lanjutkan penjelasannya" Ucap Naruto

"Jika DEM mengetahui soal kekuatanmu, mereka pasti akan menangkapmu dan juga memnafaatkan kekuatanmu untuk kepentingan mereka, karena itulah kami memutuskan untuk menempatkanmu di bawah perlindungan Ratatoskr dan juga sekaligus meminta bantuan darimu" jelas Reine

"Bantuan? Bantuan apa?" tanya Naruto

"Tentu saja, untuk menangani para Spirit itu!" Ucap Shiori menyahut

"Oh begitu" Ucap Naruto manggut-manggut

Namun sejenak Naruto terdiam. Dia teringat sesuatu.

"Tunggu sebentar, aku ingin tanya sesuatu?"

"Memangnya apa?" Shiori menyahut

"Aku seorang ninja. Aku tidak mempunyai kekuatan untuk menyegel kekuatan spirits itu. Terus bagaimana caranya lagi aku membantu?" tanya Naruto

Untuk sasaat semuanya tercengang.

"Shimatta, aku lupa kalau dia tidak punya kekuatan penyegel spirit seperti Shido" Ucap Kotori yang menepuk jidatnya

"... Jadi, ini percuma ya" Reine menyahut

Wajah Naruto menjadi sewot dibuatnya.

"Tahu begini, lebih baik aku tidak usah datang!" tukas Naruto sedikit kesal

Setelah itu, Kotori, Reine, Shiori dan juga Shido pun mulai berpikir bagaimana caranya agar Naruto bisa membantu dalam tugas menangani masalah spirit ini.

Semenatar mereka berempat berpikir, Naruto meneguk kembali secangkir teh yang ada didepannya. Rasanya manis, namanya juga teh, sudah pasti rasanya manis.

"!"

Tiba-tiba, Naruto melirikkan pandangannya kearah celah pintu ruang tamu yang masih terbuka. Kemudian dia membuka mulutnya lalu berkata dengan suara yang tenang.

"... siapapun yang ada dibalik pintu, kalau ingin bersembunyi, lakukan dengan lebih baik, dong!"

"?"

Sontak perkataannya tersebut membuat keempat orang lain yang ada diruangan itu bingung dan melihat kearah pintu ruang tamu, namun tidak ada siapa-siapa disana. Selang beberapa detik, sosok gadis itu pun muncul.

Usianya mungkin hampir sama dengan Kotori. Rambut azur yang mengembang, bibir halus berwarna merah muda, dan dia adalah seorang gadis yang terlihat seperti boneka Prancis jelita.

[Yaah, kami ketahuan, deh]

Boneka kelinci yang ada ditangannya berkata dengan nada suara berlaras tinggi.

"Yoshino! Ada apa?"

Naruto mengangkat alisnya saat Shido tiba-tiba menyebutkan nama gadis itu.

[Aaah, sebenarnya Yoshino sedang merasa lapar, jadi kami memutuskan untuk datang kesini, tapi sepertinya ... kami menganggu kalian, ya?]

"... A,ah, tidak apa-apa" ucap Shido

Naruto mengedipkan matanya beberapa kali, dan kemudian bertanya kepada yang lainnya.

"Kalian kenal anak itu?"

"Ya, gadis itu namanya Yoshino dan yang satu lagi namanya Yoshinon!" ucap Kotori

Ucapan 'yang satu lagi' sepertinya merujuk kepada boneka kelinci yang berada di tangannya.

[Namaku Yoshinon dan gadis cantik ini namanya Yoshino, senang bertemu denganmu!] ucap boneka kelinci itu

"Namaku Uzumaki Naruto, senang bertemu dengan kalian"

"... dia itu spirit, lho" Ucap Shiori

"EH! Serius!?" pekik Naruto

"Un, kami bertemu dengannya sebulan yang lalu!" Ujar Shiori

"Heee ..."

ucap Naruto.

[Hmm, bisa menemukan Yoshino semudah itu, Naruto-san, sebenarnya kau ini makhluk apa?]

"Aku ini Cuma manusia biasa, tapi memiliki kekuatan khusus bernama cakra ... kebanyakan orang sepertiku disebut dengan Ninja" ucap Naruto

[Ooh, jadi begitu ... keren, tapi masih kalah keren dari Yoshino]

"Eh! Kenapa bisa begitu?" tanya Naruto

[Haha, itu karena ... Yoshino bisa menggunakan kekuatan elemen es]

"Ooh begitu, ternyata kau hebat juga, ya!" ucap Naruto kagum

[Hehehe, iya kan, Yoshino itu hebat!]

Disaat Yoshinon si boneka tangan mengatakan itu, wajah gadis yang bernama Yoshino itu agak memerah

"Ngomong-ngomong soal elemen es, dulu aku juga pernah bertemu dengan seseorang yang juga bisa menggunakan elemen es, lho" ucap Naruto

[Eh! Aku tidak ingat kalau Yoshino pernah bertemu denganmu!]

"Bukan, bukan, dia bukan spirit ..., dia itu seorang Ninja yang bisa menggunakan elemen es!"

[Oh begitu!]

Pada poin ini, Yoshino nampak mulai menunjukkan ketertarikannya untuk mendengar cerita Naruto

"Dia itu adalah ninja yang sangat kuat, lebih kuat dari diriku yang dulu. aku bisa mengetahui itu saat bertarung dengannya, dan meski aku sudah bekerja sama dengan temanku untuk mengalahkannya, tetap saja dia itu masih terlalu kuat bagi kami waktu itu"

[Lalu, apa yang terjadi dengannya saat itu?]

"Dia ... mengorbankan nyawanya untuk melindungi orang yang berharga baginya!"

[...]

"..."

Disaat itu juga, semua orang yang mendengarkan ceritanya itu langsung terdiam seketika.

"Tapi, walau dia itu musuhku, dia mengajarkan padaku bahwa seseorang yang lemah sekalipun akan menjadi kuat saat berusaha melindungi seseorang yang berharga baginya"

[...]

"..."

Naruto menggaruk rambutnya gugup. "Kalau saja waktu itu ... kejadiannya sedikit berbeda, kami mungkin bisa menjadi teman"

[...]

"..."

Tanpa ia sadari, seluruh pasang mata yang ada di ruangan itu tertuju kepadanya. Namun kemudian, Naruto tersadar dan berkata.

"Ah, maaf ... aku jadi ngelantur" ucap Naruto sambil menggaruk pipinya

[Ti-tidak apa-apa, lagi pula itu pembicaraan yang menarik, benar kan, Yoshino?]

"U-uh"

Yoshino mengangguk pelan.

"Heeeh, meneceritakan kisah sedihmu untuk bisa mendekati seorang gadis, ternyata kau lumayan juga, Naruto" sahut Kotori

"Be-berisik" Gumam Naruto.

Ia kemudian menoleh kearah Kotori, namun ia sedikit menaikkan alisnya saat itu. hal itu karena dia melihat air mata keluar dari mata Kotori

"Hei, Kotori ... kenapa kau menangis?" tanya Naruto

"Si-siapa juga yang menangis" beo Kotori sambil menyeka air matanya sendiri

"Lalu, kenapa matamu berair?"

"Ma-mataku kelilipan, tahu!" Ucap Kotori dengan nada Tsunderenya.

Naruto hanya mengedipkan matanya melihat hal itu. namun sesaat kemudian, muncul sebuah ide jahil didalam otaknya.

"Yah, katanya komandan Fraxinus itu orangnya tegas, ternyata dia hanya gadis kecil yang cengeng, yah!" Ucap Naruto tersenyum sinis.

Sedangkan gadis yang dibicarakan oleh Naruto kini mukanya sudah memerah akibat menahan marah, Di dahinya juga bisa terlihat sebuah perempatan yang tercetak sangat jelas.

Kotori akhirnya tidak bisa menahan dirinya dan berteriak.

"ASAL KAU TAHU SAJA, AKU INI KOMANDAN FRAXINUS YANG TERHORMAT, BUKAN GADIS KECIL YANG CENGENG! KALAU TIDAK PERCAYA AKU BISA MEMBUKTIKANNYA SEKARANG JUGA, KEPALA KUNING!" teriak Kotori

"H-ei, Kotori, sudahlah" ucap Shido yang berusaha menenangkan Kotori

Dan hal itu malah membuat Naruto tertawa melihat tingkah Kotori.

"Ahahahaha, maaf, maaf, aku hanya bercanda" ucap Naruto.

"Humphff!" Kotori mendengus kesal dan berusaha mengontrol emosinya.

Setelah keadaannya kembali tenang, Naruto melihat kearah jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul lima sore. Walau tidak akan ada seorang pun yang menunggunya dirumah, Naruto merasa kalau ini sudah saatnya bagi dirinya untuk pulang.

"Sudah sore, sebaiknya aku pulang sekarang!" ujar Naruto

"Eh! Kau sudah mau pulang?" Tanya Shido

"Yah, soalnya aku masih punya banyak tugas yang harus kuselesaikan dirumah" ucap Naruto

"Kalau begitu biar kuantar sampai depan!" ucap Shido

"A-aku juga ikut!" ucap Shiori

Naruto kemudian berdiri dari bangkunya, mengambil tasnya, memakai sepatu dan kemudian berjalan keluar rumah di antar oleh Shido dan Shiori. Langit berwarna oranye dan juga hawa sekitar yang mulai menjadi dingin, berhubung ada kesempatan, Shido kemudian memutuskan untuk bertanya sesuatu pada Naruto

"Naruto!" ucap Shido

"Apa?" Naruto menoleh kearah Shido

"Soal yang tadi kita bicarakan, apa kau bersedia membantu kami dalam misi kencan ini?" tanya Shido dengan ekspres yang agak serius

Namun Naruto tiba-tiba saja terdiam, ia sama malah memalingkan wajahnya dari Shido dan Shiori. Selang beberapa detik, ia kemudian berkata.

"Akan ku pikirkan"

Ucap Naruto tanpa menoleh kearah mereka berdua sama sekali

"Dan satu lagi ..."

Tiba-tiba kata-katanya terhenti di sana. Naruto memutar badannya kearah mereka dan mengatakan sesuatu dengan nada datar

"... aku lupa bertanya siapa nama kalian"

GUBRAK!

Shido dan Shiori terjatuh setelah mendengar pertanyaan konyol Naruto. keduanya jatuh dengan berisik.

Setelah mereka bangkit, Shido kemudian menyebutkan namanya sambil menggaruk pipinya.

"Namaku Itsuka Shido!"

Selanjutnya, gadis berambut biru panjang yang berada disebelah Shido itu pun ikut menyebutkan namanya

"Kalau aku Itsuka Shiori, Senang bertemu denganmu!"

"Shido dan Shiori, ya" gumam Naruto menyebutkan nama mereka berdua kembali

Setelah itu, Naruto kemudian mulai mengangkat tasnya dan berjalan pulang menuju kerumahnya sambil melambaikan tangannya kearah Shido dan Shiori.

"Sampa jumpa!" ucap Naruto

Ending :Home Made ~ Nagareboshi

BERSAMBUNG...