(Kategori = Ringan)

(SEMI BAKU)

Summary : Isinya hanya keseharian dan sekumpulan Chat WA unfaedah dari NS Family, mereka adalah Keluarga Receh On Going for 2k19 Next Year Generation.

Main cast : (parents : Naruto and Sakura) (their childs : Miyuki, Menma, Hanami, and Shinachiku)

Profil :

NARUTO As Papa tamvan/Papa

SAKURA As Ma-chan/Bosqu/Mama

MIYUKI As Kakak

MENMA As Ba-bang/bang Agus

HANAMI As Kak Nana/Nana

SHINACHIKU As Dedek/Adek/Bosqu/Bocil

Desclaimer : Masashi Kishimoto

US (NS)

Namikaze Miyuki, ialah nama indah dari seorang husbando sejuta umat. Anak pertama dari pasangan Namikaze Naruto dan Namikaze Sakura ini, usianya baru 22 tahun. Dan bulan ini menjadi semester tersulit baginya di kampus.

Yah, nasibnya sebagai mahasiswa semester tua, selalu terombang-ambing dengan judul skripsi yang selalu dicoret-coret oleh dosen pembimbingnya. Bahkan untuk pengesahan judul skripsinya saja, Miyuki memerlukan waktu setidaknya hampir satu bulan penuh untuk menentukan dan menemukan topik skripsi yang menarik.

Maklum'lah, meskipun Miyuki berjuluk husbando sejuta umat. Tapi ia bukanlah tipikal anak yang pintar alias anak yang berotak encer.

Kasihan sekali Miyuki, ia justru kebagian gen lemot dari otak Papanya yang pas-pasan. Berbeda sekali dengan adik-adiknya yang lumayan menguasai materi pelajaran, karena memang mereka cukup pintar dan tekun untuk mempelajari banyak hal. Idealnya Menma, Hanami dan Shinachiku. Hanya mereka bertiga yang mewarisi bakat dan kemampuan berpikir dari Mamanya yang jenius, kritis, cepat dan tanggap.

Ok kita sudahi saja pembahasan menyedihkan dari nasib Miyuki yang benar-benar kurang beruntung itu!

Sore ini, Namikaze Miyuki baru saja keluar dari perpustakaan kampus. Rasanya seharian mendekam disana guna mencari secercah harapan inspirasi untuk materi skripsinya, langsung membuat tubuhnya pucat pasih bak mayat hidup berjalan.

Banyak bisik-bisik nyaring yang terdengar olehnya, setelah Miyuki berjalan gontai, dan berwajah lesu seperti tak bernyawa di sepanjang koridor kampus.

Semua orang mengenal Namikaze Miyuki, sosoknya yang kalem dan terlalu tampan memang sudah menjadi idola di kampus sejak pertama kali ia masuk kuliah. Sudah selama itu pula ia sangat populer dikalangan staf kampus seperti dosen, bagian TU dan bagian ke-administrasian bahkan sampai kalangan office boy juga ikut ramai memperbincangkan Miyuki, alias ia selalu menjadi bahan gosip-ria.

Wajar-wajar saja sih Miyuki bisa populer di kampus. Secara dirinya itu memiliki ketampanan wajah yang mulus tanpa cacat sedikit'pun, lalu Miyuki juga memiliki dua manik hijau lumut yang serasa teduh bila kita tak sengaja menatap dan bertemu pandang dengannya.

Ditambah juga bulu mata lentiknya dan segala jenis bulu yang ada, jelas warisan dari Papanya. Tak luput juga hal yang paling mencolok darinya adalah style rambut 'Comma' berwarna pink lembut warisan dari Mamanya tercinta, menjadikan Miyuki sebagai incaran Uke favorite kaum BL spesialis Semen di kampus. Meskipun tak sedikit pula para gadis yang naksir berat padanya.

Mengabaikan tatapan mendamba dan bisik-bisik tetangga yang mengganggu. Akhirnya Miyuki mendudukan diri di salah satu kursi taman. Sekarang ia sudah berada di taman kampus yang rindang, dan di saat sore hari begini memang banyak juga mahasiswa atau masyarakat umum yang berjongkok di tepian pinggir kolam yang ada di taman itu untuk memancing ikan lele. Pasalnya kolam kampus tersebut free untuk dipancingi oleh siapa saja.

"Ah~ Aku capek sekali..." Desahnya sambil menyenderkan punggungnya.

Ting!

Ting!

Ting!

Ponselnya bersuara nyaring. Dengan lemas Miyuki lantas merogoh benda persegi itu dari kantung jelananya.

Miyuki and Sakura personal chating in WhattsApp

( Miyuki scene mobilephone )

(3 New Messages From Ma-chan)

Today 17.01 pm

Ma-chan : Kakak, tulungin Mama...

Ma-chan : Ini penting sayang.

Ma-chan : Bales!!.

Miyuki menatap nalar pesan Wattsap dari Mamanya. Tanpa basa-basi, dan karena dorongan rasa penasaran juga. Akhirnya Miyuki mengetik balasan untuk Mamanya, Namikaze Sakura.

Miyu : Mah?

Read.

--

Today 17.06 pm

Ma-chan : Kamu dimana kak?

Miyu : Masih di kampus Mah... Kenapa?

Ma-chan : Sudah pulang belom...?

Miyu : Otw pulang kalo kakak pengen... Habisnya masih capek banget :")

Ma-chan : Ish serius ini! Oh iya bisa ndak kakak tulungin Mama untuk jemput dedek di sekolahnya?

Miyu : Harus sekarang? Kenapa tidak suruh Menma saja.

Ma-chan : 500 abad lagi! YA SEKARANGLAH YUKI BONGSOR ANAK MAMA KESAYANGAN DAN YANG PALING GANTENG SEJAGAD RAYA... EMES DEH :)

Ma-chan : Bang Agus kan lagi di bengkel... Lagian kalau Ba-bang disuruh jemput, kasihan dedeknya dia nggak bawa helm, kamu kan bawa mobil jadi sekalian aja kamu langsung pulang dan jemput dedek di TK... Tolong ya Yuki sayang!!!

Miyu : Smilenya bikin merinding... :"( Ok Kakak otw right now!

Ma-chan : Love yu so much my son.. Tiati dijalan ya, inget dedek nggak boleh lecet ampek rumah!

Miyu : Siap bosqu.. :)

Read.

--

--

--

Miyuki menyimpan kembali ponselnya. Ia lantas bergegas menuju ke parkiran, sebenarnya Yuki malas jika harus disuruh untuk menjemput adik bontotnya di TK.

Enaknya sih sekarang ia langsung numpang tidur di kost temannya. Eh! Tau-taunya si Ma-chan nge-WA menyuruh Yuki untuk menjemput si dedek.

Kan asem banget!!

Sudah begitu sebenarnya Miyuki keseringan gedeg kalau disuruh ke TK adiknya. Meskipun baru kemarin Shinachiku mendaftar di sana, tapi karena ada mantan kekasih terindahnya si Miyuki yang bekerja manjadi guru honorer. Salah satu hal itulah yang membuatnya malas untuk menginjakan kakinya di TK tersebut.

Bayangkan sekarang Miyuki harus bertemu dengan mantan kekasihnya di sana saat menjemput si dedek.

Oh big no!

Dikiranya Miyuki belom bisa move on apa?

T'ch!

Miyuki tidak akan mengemis cinta lagi pada wanita itu!

Meskipun orang itu adalah cinta monyet pertamanya.

Diparkiran Kampus.

Pantat mobil Miyuki dihalangi jalan keluarnya oleh dua buah motor gede. Dengan tampang malasnya, akhirnya Miyuki menyisihkan moge-moge itu seperti tukang parkir, agar menjauh dari pantat mobilnya.

"Yuki, kau mau pulang?" Suara nge-bas berat terdengar dari arah belakang. Miyuki pun spontan berbalik.

"Iya, nih si Ma-chan nyuruh jemput dedek sekarang..."

"Wish kau memang kakak idaman broh..."

"Hn" Dengusnya malas pada Inojin.

"Btw thanks ya bro... Udah mindahin tuh Moge.. Soalnya pantat mobilku juga ketutupan sama moge tadi. Good bye.." Senyuman menyeringai dari teman beda fakultasnya itu membuat kening Miyuki berkerut.

"Anjir si Inojin!!.." Geram Miyuki, namun ia masih kekeh dengan ekspresi malasnya.

Beberapa menit kemudian.

Car city berwarna darkblue itu berhenti di sebuah parkiran TK swasta yang luas.

Yah, meskipun di beberapa tempat areal parkiran itu disesaki oleh kendaraan-kendaraan orang tua lain yang menjemput anak mereka juga.

"Bagusnya keluar mobil nggak ya? Males banget harus nimbrug sama emak-emak disana..." Ujar Miyuki agak keki.

Ia'pun memilih diam saja di dalam mobil, sampai pada saatnya gerombolan kurcaci berbaju kuning dan bertopi setengah bola keluar dari arah gedung TK. Otomatis setelah melihat rombongan bocah-bocah yang histeris. Miyuki'pun keluar dari mobilnya.

"Dedek sini!" Ucapnya meninggi sambil mengayun-ngayunkan tangan lentiknya.

"Kok kakak yang jemput? Mamah mana?" Seorang bocah berparas sangat tampan dan imut berdiri dengan napas ngos-ngosan di depan Miyuki.

"Iya, emang kenapa? Nggak suka kamu kalau kakak yang jemput?" Simbing Miyuki bernada cadel. Ngomongnya sama bocah ya, harus niru-niru mimiknya dikit biar dedek ngerti.

"Biasa aja kali, ayok'ah Kak kita pulang sekarang! Dedek udah kangen banget sama Mama!!"

"Awas jalannya jangan merem dedek, liat noh ada selokan disamping... Kalau nanti kamu nyemplung gimana?!"

Karena saking semangatnya, Shinachiku hampir saja terjerembab ke sebuah selokan air kotor yang tak tertutup oleh beton trotar.

Mobil Miyuki yang memang terparkirnya di samping selokan itu, hanya memberikan sedikit ruang untuk berjalan menuju ke kabin penumpang yang ada disamping kemudi.

Takutnya nanti jika si-bontot yang ceroboh sampai terpeleset dan jatuh ke got. Bisa di penggal kepala Miyuki oleh Sakura kalau sampai Shinachiku ini kenapa-napa!

"Kak bukain pintunya! Shina nggak bisa masuk..."

Udah bontot manja lagi! Itulah perangai putra paling bungsu di keluarga Namikaze. Anaknya paling kecil, tapi paling manja dan banyak maunya!

Miyuki sih menurut saja dengan perintah pangeran bungsu. Lalu setelah ia memastikan jika adiknya sudah terikat kuat oleh sabuk pengaman, barulah Miyuki menjalankan mobilnya menuju ke rumah.

Miyuki menyetir sambil mendengarkan radio. Sesekali kepalanya terangguk-angguk mengikuti irama lagu. Sejalan dengan lenggangnya lalu lintas, perjalanan pulangnya tak sampai menyita banyak waktu. Cukup 20 menit dan sampailah Miyuki di kompleks perumahan Aikatsu.

"Dedek bangun ih! Kita dah sampek di rumah ini..." Miyuki sedikit mengguncang-guncangkan tubuh adiknya.

Shinachiku sendiri rupanya terlelap di sepanjang perjalanan pulang, mungkin karena kelas TK-nya mulai masuk tepat saat jam satu siang sampai jam setengah enam sore bocah pirang itu jadi kecapean.

Lumayanlah waktu lima jam buat main-main sama teriak-triak nggak jelas di TK. Pantaslah bila adiknya tepar sampai rumah. Untung Miyuki menjemput Shinachiku pakai mobil, dan bukan dengan sepeda motor.

Kalau pakai sepeda motor mungkin tanpa sadar adiknya sudah menggelinding jatuh di jalanan jika bocah itu tertidur pulas di gandengan belakang saat perjalanan pulang ke rumah.

Siapa yang tau kan?

"Ngh~ Shina masih ngantuk banget Kak... Shina masih mau bobok. Pokoknya jangan ganggu deh!!" Lenguhan super manja keluar dari bibir ranum Shinachiku.

"Duh ngerepotin aja nih anak!"

Alhasil Miyuki menggulirkan matanya. Dan dengan sigap dia'pun menggendong adiknya dengan gaya brydalstyle masuk ke dalam rumah.

"Dedek makan apa sih... Kok badannya tambah berat aja?" Gumam Miyuki.

Sedangkan Shina malah makin ngorok di gendongan kakaknya. "Jangan-jangan Mama ngasik makan dedek batu brangsong lagi..." Tebaknya asal.

Krieett...

Pintu rumah terbuka dari dalam. Baguslah jadi Miyuki tak sampai repot-repot berusaha meraih gagang pintu ketika hendak masuk.

"Yei anak Mama sudah pulang... Nah loh!" Pekikan cempreng dari replika Miyuki versi wanita mengalun panjang.

Siapa lagi pemilik suara itu, selain Sakura Namikaze. Si ratu bling-bling sejagad kompleks Aikatsu.

"Nih Mah dedek lagi bobok. Baru pulang dari sekolah langsung tepar." Lapor si sulung.

"Astaga! Tolong ya Yuki anak Mama yang ter-ganteng, itu dedeknya dikondisikan dong... Kamu tau nggak cara yang baik gendong anak waktu dia tidur?" Serang Sakura.

Wanita itu sedikit cemberut. Ia menatap penuh wajah putranya yang telah beranjak dewasa.

"Emangnya kenapa Ma?" Tanya Miyuki adem ayem, dia mah nggak ngerti maksud Mamanya.

Dilain pihak, Shinachiku justru malah semakin meringkukkan badannya di gendongan brydalstyale kakaknya. Sepertinya posisi itu teramat sangat nyaman layaknya kapuk empuk di kamarnya.

"Sini-sini!!... Kamu kok gendong dedek kyak orang yang lagi bawa seserahan. Kaku banget perasaan! Gini loh caranya, kamu harus tempelin kepalanya dedek di pundak, dan badannya harus nelengkep di dada kanan kamu. Biar dedeknya lebih nyaman..."

Ucap Sakura sambil mengambil alih gendongan Shinachiku. Bocah itu hanya mengernyit singkat lalu kembali melanjutkan tidur sorenya.

"Alah, Biasa aja kali Maa. Juga Yuki liat, Papa sering gendong Mama pakek cara brydal begini kan?." Sungut Miyuki setelah tangannya kosong.

"Itu beda sayang, nanti kamu bisa gandong istrimu pakek cara brydal. Apalagi pas baru-baru nikah, di malem pertama itu kamu harus kuat ngangkat tubuh istrimu pakek gaya brydal sampai di kamar. Biar enak gitu, langsung mainnya hihihi.. Udah ya, sekarang kamu mandi gih, habis itu makan malam... Mama udah beli lauk tadi. Males masak soalnya..."

Sakura lantas melenggak dengan membopong tubuh mungil putra bungsunya. Ia meninggalkan Miyuki yang masih membatin di ruang tamu.

'Oh gitu toh, leh uga tuh ide Mama... Pantesan Mama doyan di pikul kayak karung beras sama Papa setiap malem minggu' - batin Miyuki begitu nista.

--

--

--

enjoy