Title : MISSING YOU
Author : Sulis Kim
M,cast : Kim Jaejoong
Jung Yunho
Hankyung
Kim Heechul
Rate : T~M
Genre : Scool, Family, Romance.
FB, Sherry Kim
WARNING
GS for uke,jika tidak suka jangan di baca. Author cinta damai. NO bash. Ini cerita milik saya sendiri, jika ada kesamaan cerita atau lainya. Mungkin kebelunan. Karna cerita yang saya buat pasaran.
Menerima masukan yang membangun.
Happy reading ...!
Jung Yunho tak habis pikir kenapa Heechul menentang hubunganya dengan Ahra. Tidak ada yang salah dengan kekasihnya . Ahra Cantik dengan tinggi semampai layaknya model dengan lekukan yang lumayan sexy.
" Aku lebih sexy dan baik di segala hal dari Ahra" Yunho membenarkan ucapan Heechul pagi tadi, saat kebiasaan menjemput sepupunya untuk berangkat sekolah bersama.
Selama ini tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan Heechul sejak gadis itu masuk di SMA . Ya, Jung Yunho adalah putra kedua dari Jung Illwo pemilik SMA dan pemimpin dari Jung corp. Perusaha'an no 1 di korea selatan.
" Kau memiliki segalanya Yunho kau merebut Ahra dari kekasihnya, demi tuhan kekasih Ahra adalah bajingan itu " tidak ada alasan bagi Yunho untuk mengencani gadis itu. Tidak setelah pria dengan kadar ketampanan tinggi ini melihat siapa kekasih Ahra, Choi Seunghyun . Laki laki yang meninggalkan Heechul Tiga tahun lalu.
Yunho paham seberapa dalam cinta Heechul pada laki laki itu, betapa terpuruknya seorang Kim Heechul sa'at pria itu meninggalkanya dan memilih kariernya pergi ke Jepang. Butuh waktu lama, untuk ia bisa seperti sekarang dan Yunho sangat berterima kasih pada Hankyung untuk itu.
" Berhenti bicara atau turun dari mobilku Kim " gertakan Yunho tidak sedikitpun mempan untuk Heechul dan seharusnya Yunho tau itu.
Mobil sport keluaran terbaru itu berhenti di parkiran sekolah. Tidak ada yang berani berbicara ataupun keluar dari mobil Yunho, Yoochun yang numpang karena mobilnya sedang di service dan Changmin yang memang selalu numpang mobil Yoochun diam seribu bahasa .
" Aku pecinta lingkungan, aku tidak akan membuat terlalu banyak polusi di pagi secerah ini, berhematlah untuk masa depanmu " Ucapan sok bijak Changmin sa'at Yoochun bertanya kemana dengan mobil bocah tiang itu.
" Aku tak habis pikir ..."
" Aku tau apa yang aku lakukan, dan ku mohon diamlah , belum cukupkah kau menceramahiku sejak kau masuk ke mobil sampai sekarang " Yunho cepat cepat memotong ucapan Heechul.
Semua tau bahkan Ahra sekalipun .Yunho mengencani gadis itu bukan karen tertarik apalgi, jatuh cinta kepadanya . Bahkan Heechul paham jika pria di hadapanya ini hanya ingin membalaskan sakit hatinya pada Seunghyun.
" Demi Tuhan, Yunho. Aku lebih paham maksudmu dari siapapun . tapi kumohon putuskan Ahra secepatnya kau seribu kali lebih berharga dari Choi sialan itu . Jangan menggunakan dirimu sebagai umpan, aku benci gadis yang rela membuka kedua kakinya hanya untuk kesenangan semata." ucap Heechul mutlak dan keluar dari mobil .
Changmin tersedak minuman yang baru setengah mengalir di tenggorokanya, tak heran Heechul mendapat julukan ibu tiri cinderella karena ucapan sadis gadis itu.
Yunho hanya mengusap wajahnya kasar . Ia tau gadis yang seminggu ini ia kencani memang kelewat berani bahkan Yunho harus menyiapkan seribu satu alasan untuk menghindari kencan dimalam hari dengan adik kelasnya , Go Ahra . Meski yunho sering gonta ganti kekasih bukan berarti ia akan sembarangan mengajak gadis mana saja untuk naik ke ranjang.
Yoochun menepuk pundah Yunho. " Aku tidak pantas mengatakan ini, tapi aku harus mengatakanya Dude , aku memang playboy bercumbu dengan wanita adalah hal biasa, tapi tidak denganmu. kurasa benar apa yang dikatakan Heechul, kau harus segera memutuskan Ahra sebelum kau kemakan oleh umpanya, dan kau tersangkut untuk selamanya," Yoochun membuka pintu mengikuti Heechul yang sudah keluar dari sana diikuti Changmin.
Tidak, Yunho terlalu lemah untuk gadis seperti Go Ahra, wanita itu selicin belut, selicik nenek lampir yang haus akan kecantikan. Dan Yunho , sekeras kerasnya pria itu, ia akan menjaga orang orang yang di sayanginya jadi, srbelum ia jatuh terlalu dalam dengan siasat bodohnya itu, Yoochun tidak bisa tinggal diam
Baiklah jika yunho harus mengakhiri permainan ini ,tidak seru , semua tidak mendukungnya yang benar saja. Tadinya Yunho berpikir dengan megencani Ahra, Seunghyun akan menemuinya dan merebut gadis itu kembali. Tetapi sudah seminggu mereka berkencan , dan pria bermarga Choi itu tak juga menunjukkan batang hidungnya meski sekedar mengatainya merebut kekasihnya atau apalah? .
Yunjo pikir ia akan mendapat kesempatan untuk menghajar pria itu sebelum memutuskan Ahra, sudah cukup ia menahan diri untuk menghajar pria itu. Tapi nihil, apa dimata Seunghyun Ahra tidak ada artinya? Tapi, Sudahlah, mungkin ia memang harus memutusan Ahra hari ini.
Bunyi tit ,,, mengunci otomatis mobil sport Yunho yang paling mewah di antara yang lain. Sebelum ia melangkah sebuah suara sesuatu terjatuh mengalihkan pandanganya.
Seseorang dengan sepeda buntutnya jatuh tidak jauh dari tempat ia berdiri. Gadis itu meringis kesakitan sesekali ,tangan kecilnya mengusap lengan kirinya, ia terkuka. Mungkin gadis itu menginjak rem mendadak dan menabrak tembok pembatas dan berakhir di lantai . Yunho tersenyum memperhatikan gadis itu.
Seragam sedikit kebesaran itu masih bisa menunjukan lekuk tubuh gadis dengan rambut kucir kuda, Sepatu tua dan tas selempangan yang tidak lebih bagus dari sepedanya. Gadis itu buru buru merapikan pakaianya dan berlari menghilang di antara puluhan mobil mobil mewah yang berjejer rapi.
Yunho memperhatikan sepeda tua yang disandarkan di bawah pohon sakura tak berbunga di ujung tempat parkir . Ia berdecak kesal mengeluarkan handphone dari saku, ia benci ketidak tertipan dan yang namanya tidak disiplin
" Bersihkan sampah yang berada di bawah pohon sakura samping gedung, aku tidak mau melihat ada sedikit sampah di area sekolahan ini" Tanpa mendengar jawaban dari sebrang Yunho menutup telefon, serigaian angkuh terlihat jelas di bibir hatinya.
" Aku penasaran siapa gadis itu "
.
.
.
Ini hari kelima jaejoong bersekolah di sini dan dua kali terlambat . Gadis itu memejamkan mata erat sa'at guru killer inggris Mr. Lee bersedekap di hadapanya dengan tampang paling seram.
" Nona Kim jika kamu mengulanginya, saya tidak menjamin anda masih bisa mendapatkan beasiswa "
Jaejong melotot horor . Tidak, susah payah ia mendapatkan beasiswa dan ia akan dikeluarkan semudah ini. Ya tuhan.
Dengan tangan gemetar jaejoong menenangkan diri dan membugkuk minta maaf, tangan mungilnya meraih tangan Mr. Lee " Ma'afkan saya Seosaengnim , saya berjanji saya tidak akan mengulanginya lagi "
Mata tua Mr, lee menangkap luka memar di lengan jaejoong , tangan mungil yang sedikit kasar itu gemetar " Bisa kau jelaskan kenapa kau datang terlambat nona Kim " gadis bermata bulat itu terdiam ,perlahan genggaman tanganya terlepas " Jika anda tidak mau bicara saya bisa,"
" Saya mengantar koran, saya minta maaf. " cicit Jaejoong nyaris tak terdengar oleh siapapun . gadis itu tertunduk memperhatikan sepatu buntut yang membingkai kaki jenjangnya.
"Ma'afkan saya Mr. Lee , saya tidak akan terlambat lagi, dan luka ini tadi saya terjatuh dari sepeda" mata tua Mr. Lee bisa melihat luka dari mata Jaejoong. Mata bening itu memancarkan semangat dan keputus asa'an disa'at yang bersama'an .
" Saya pegang kata katamu ,tapi hukumanya..."
" Saya siap, apapun hukumanya," sahut Jaejoong lantang, apapun konsekuensinya ia akan hadapi bukankah selama ini ia selalu melakukanya dengan baik.
.
.
.
Jaejoong tau, dari awal ia sudah tau. Ia harus membiasakan diri dengan apa yang ia alami disini. Ia harus bertahan dengan sikap dingin teman sekelasnya, keangkuhan mereka.
Jaejoong tidak buta untuk melihat tatapan menghina yang ditujukan terang terangan untuknya.
Untuk kesekian kalinya di pagi yang cerah ini Jaejoong menghembuskan nafas lelah ia sudah terbiasa hidup dihina dan tidak di hargai, sejak orang tua angkatnya meninggal , tatapan menghina sudah jadi santapan setiap hari bagi gadis bermata bulat itu.
Benar, ia selalu menyembuyikan dengan baik kesedihanya , topeng yang ia pasang sudah mendarah daging di wajahnya, tidak ada lagi air mata untuk sekedar mengasihani nasib .
Menggeleng pelan ia harus segera menyelesaikan hukuman atas keterlambatanya pagi ini.
Sekali lagi gadis itu menghembuskan nafas lelah. gaimana mungkin tempat yang sudah di bersihkan dan ia tinggal sebentar telah kembali berantakan. Salahkan jaejoong karena memilih membersihkan lapangan basket dari pada toilet.
Ia pikir tempat ini akan lebih cepat untuk di bersihkan, nyatanya... Oh demi Tuhan baru saja ia memasukkan bola terakhir kekeranjang yang ia bawa sudah di minta oleh entah siapa pria yang mengambil se'enak jidat namja yang beberapa hari lalu ia temui di toilet.
Entah untuk keberapa kalinya gadis itu membuang nafas lelah.
" Lebih baik sepulang sekolah kau bereskan tempat ini, percuma karena jam istirahat digunakan untuk latihan "
Entah sejak kapan gadis cantik itu mendekati imut ini duduk di sampingnya. Jaejoong mengamati dalam diam.
Gadis itu memakai seragam yang sama denganya, rambut hitam panjang tergerai indah ,bahkan aroma parfum yang entah berapa harganya, sepatu berwarna senada dengan jam tangan juga jepit rambut yang terpasang rapi di antara rambut halus gadis itu. Jaejoong mengamati dirinya. Bahkan Sepatunya sendiri sudah tak layak untuk di pakai.
Jaejoong tau jauh sebelum masuk ketempat ini, dunia mereka berbeda. Dimana uang dan pangkat lebih bertahta.
" Aku Kim Junsu , senang mengenalmu Jaejoong, Kita satu kelas kau tau kan, akh... ku pikir kau tak tau karena kau selalu menghindar . Dan dimana kau sa'at jam istirahat aku mencarimu tapi tak pernah melihatmu sampai kelas masuk, " Bulu mata lentik Jaejoong mengerjap lucu gadis ini tidak seperti dalam dongeng atau drama yang sering di tonton Bosnya di tempat ia bekerja paruh waktu, sombong dan suka menghina. Malah gadis yang mangaku bernama Junsu ini terlihat semakin imut sa'at ia tersenyum.
" Kim Jaejoong"
" Aku tau , maukah kau berteman denganku kita pasti cocok bahkan marga kitapun sama," Gadis dengan Body sedikit berisi itu berceloteh panjang lebar Jaejoong hanya jadi pendengar dengan tenang.
Teman. Bahkan ia tak memiliki teman di sekolahnya dulu, jaejoong terlalu sibuk bekerja dan mengurus ibunya ketimbang bermain dan menghamburkan uang.
Tiba tiba dadanya menghangat menyadari ada seseorang yang bersedia menjadi temanya.
" Kim jaejoong . Apa kau mendengarku,"
" Ya Kim Junsu, "
" Panggil aku Junchan,"
" Iya Junsu,"
"..."
" Junchan, "
" Kyaaaa... Jongie kau begitu lucu," lagi. Jaejoong menghembuskan nafas lelah sa'at Junsu mencubit cubit gemas kedua pipi tirusnya.
.
.
.
Seisi kelas di buatnya terdiam dengan tingkah gadis itu. Ahra sedang memamerkan tas baru yang kemaren ia dapatkan dari Yunho.
Bagaimana mungkin Jung yunho bisa mengencani gadis ini, Oh demi apapun mereka lebih dari tau siapa Ahra sebenarnya. Anak keluarga biasa yang terlilit hutang sana sini hanya untuk menyekolahkan gadis itu di sekolahan elit ini. Ayahnya hanya pekerja kantoran biasa.
" Apa kalian tau Yunho akan mengajakku liburan ke Jepang sa'at liburan nanti," Betapa bahagianya Ahra, sa'at Yunho mengatakan ingin berkencan denganya, tidak perlu ada kata cinta yang penting mereka pacaran bukan.
Tidak sia sia ayahnya menyekolahkan gadis itu disekolahan elit ini, impianya enjadi kenyata'an menggaet pria kaya. Dan demi apapun Ahra tidak menyangka putra kedua pemilik Jung corp menjadi kekasihnya .
Semua penghuni kelas 2~D terdiam sa'at melihat sosok Yunho yang tampan dan mempesona bersandar di pintu kelas mereka.
" Ahra ..." salah satu teman Ahra menarik baju gadis yang sibuk pamer itu sedikit keras.
Ahra sudah akan marah namun melihat sosok tampan Jung muda itu, wajah berubah berseri seri, namja itu berdiri di hadapanya membuat kemarahanya menguap entah kemana.
Sedikit merapikan rambutnya. gadis itu menghampiri Yunho dan bergelayut manja di lengan kekar Yunho.
" Yunho aku mencarimu tadi, tapi aku tidak menemukanmu dimana mana, apa kau tahu aku membuatkan bekal untukmu dan lihatlah jemari cantikku sampai terluka," Yunho memutar bola matanya jengah. Gadis ini memang membuatnya gerah. Dengan sekali sentak tangan gadis itu terpental , menimbulkan tatapan heran dari semua pasang mata yang melihatnya.
" Oppa " rengeknya manja.
" Ahra aku muak dengan segala tingkahmu, lupakan jika aku pernah mengajakmu untuk berkencan,"
Butuh beberapa detik untuk Ahra mengerti dengan ucapan Yunho, dan ketika gadis itu paham Yunho sudah jauh dan masuk kedalam lift.
Gadis itu menggeram kesal, dan tiba tiba kelas itu menjadi sibuk, sejak kapan mereka sangat giat belajar.
.
.
.
" Ma'af " Yunho tersentak sa'at tiba tiba dua gadis menerobos lift yang membawanya turun ke lantai dasar.
Yunho memperhatikan kedua gadis itu, yang satu terlihat lebih berisi . lihat saja bokong gadis itu, Yoochun pasti senang melihatnya. Pikir Yunho geli.
Tanpa sadar Yunho tertunduk dan tersenyum membayangkan antusias sahabatnya jika melihat wanita berbody sexy .
Gadis satunya lagi terlihat lebih kurus tapi juga sexy, Bola mata hitam bulat itu menatapnya tajam, gadis itu memiliki garis wajah yang menarik, hidung mancung dengan bibir plum sedikit pucat. Rambutnya di ikat kuda dengan poni hampir menutupi sebagian mata bulatnya.
Yunho memperhatikan dari ujung rambut sampai kaki, baju sedikit kebesaran dan sepatu buntut itu mengingatkan pada seorang gadis ... Mata yunho terbelalak lebar.
Ting.
Sa'at itulah pintu lift yang membawa mereka ke lantai dasar terbuka. Junsu dan jaejoong sudah keluar sa'at pria itu membuka mulutnya.
Gadis itu , ia ingat gadis itu, gadis yang tadi pagi yang ia lihat dengan sepeda buntutnya yang sudah ia bereskan.
Shitt ,,, ada kalanya Yunho membenci anak beasiswa, Ide itu dari kakak kandungnya, Jung Yonghwa. Hingga ayah mereka mengambil beberapa murit pilihan untuk di masukkan ke SMA mereka.
" Mereka benar benar polusi," grutunya .
Langkah kaki yunho mengikuti Jaejoong dan Junsu yang menuju ruang basket.
Suasa sedikit ricuh entah apa yang terjadi. ia tidak mengumpulkan anak anak di tempat ini seharusnya mereka tidak akan latihan tanpa ketua tim, bukan?
Jauh di tengah lapangan sana beberapa anak sedang asyik merebutkan benda bulat orange itu. Yunho tidak perduli entah mengapa ia lebih tertarik mencari gadis itu, gadis yang tadi pagi ia lihat.
Semua penghuni ruangan terdiam, untuk bergerakpun mereka tak berani , bahkan untuk bernafaspun mereka takut akan membuat tuan muda Jung marah. Bagaimana tidak . Jika bola basket itu tiba tiba menghantam kepala Yunho cukup keras.
Hening . Changmin menelan ludah gugup, Yoochun mencolek Siwon , beberapa teman lainya mundur beberapa langkah.
Wajah Yunho mengeras " Siapa orangnya " Yunho bertanya .
Sunyi.
" Aku tanya siapa orangnya " kali ini suara Yunho lebih keras .
Dilemparnya bola itu cukup keras hingga melayang tinggi beberapa kali.
Suara bola kembali terdengar dari arah pintu membuat Yunho semakin geram . Siapa lagi yang melawanya kali ini?
" Hi... Annyeong " pria itu berdiri disana,di tengah lapangan. Dengan logat koreanya yang sedikit berbeda.
" Baiklah kita mulai permainanya, ayolah Yunho jangan pasang wajah itu , kau sudah cukup tampan dengan wajah yang dingin, jangan membuat semua yeoja terpesona padamu, sisakan untuk kami, " Gerlingan nakal mata pria itu membuat Yunho geli, namun ia menahan diri untuk diam.
" Pria china brengsek... Kau masih ingat dengan kami," geram Yunho ,wajahnya sudah memerah sampai ke telinga karena marah.
" Hankyung hyung..." Changmin orang pertama yang berseru dan berlari memeluk Hankyung. Bersyukurlah ia karena diselamatkan oleh Hankyung ,jika tidak, bisa di pastikan ia akan menjadi bulanan pria bermata musang itu hingga masuk rumah sakit.
Mereka tau, semarah apapun yunho ia menghormati Hankyung seperti Yunho menghormati Jung Yonghwa kakaknya.
Masih di ruangan yang sama tubuh Jaejoong menegang, pandanganya jatuh pada pria yang dikerumuni teman temanya. Pria itu berdiri disana.
" Hankyung..." lirih jaejoong.
~TBC~
