Part 2
.
.
.
"Jadi gimana?"
"Apanya yang gimana?" aku menyedot milkshake coklatku dengan bingung.
"Gimana kabarmu Ten?"
"Kabarku baik, kamu gimana? Bukannya dulu kamu bilang mau lanjut kuliah ke Inggris? Kok batal? Trus gimana tuh kabarnya si Chouji? Yaampun udah lama banget gak ketemu dia." tanyaku bertubi-tubi.
"Satu-satu dong nanyaknya. Kamu samasekali gak berubah, masih suka asal samber aja.." pemuda itu terkekeh, "Kabarku baik juga. Rencana berubah! Aku kuliah ke Inggrisnya nanti aja buat studi magister. Trus chouji masuk sekolah tinggi pariwisata jurusan tata boga. Tau gak? Dia sekarang udah kurus loh, bahkan berat badannya turun sekitar 20 kilo!"
"WAH HEBAT!" aku bertepuk tangan dengan takjub. "By the way, kamu masuk jurusan apa? Sipil kan?"
"Eh, aku masuk Teknik Mesin. Sipil pilihan kedua, makanya gak lolos disana. Kamu sipil? Hebat dong! Aku denger-denger passing gradenya lumayan loh."
"Apanya? Mesin juga favorit keles!" Tenten menjitak Shikamaru dengan pelan, "Yah, maunya otousan... aku bisa ngapain coba?" sambungnya miris.
Shikamaru mengelus jidatnya,"Ittai... udahlah, jalani aja. Toh gak ada ruginya. Lagipula kamu kan calon penerusnya, Fujishima Tenten ojousama."
Aku mendengus malas, "Ganti topik!" "Berarti 2 minggu lagi kita mulai masa orientasi tingkat fakultas dong?"
Shikamaru tertawa pelan, "Iya, katanya kalau anak teknik itu lokasi kumpulnya beda sendiri loh.."
"Beda sendiri?" aku menghentikan suapan yakisobaku.
"Aku denger-denger, anak fakultas lain kumpulnya di dalam gedung. Nah, kita kumpulnya di luar gedung, alias jemuran di tengah lapangan pas siang bolong gitu Ten..." jawab pemuda itu dengan santai.
"What? Gila ya! Emangnya kita pasukan perang apa dijemur-jemur segala?"
"Hahaha... gatau juga Ten. Liat aja senin depan. Toh juga fansmu dimana-mana, aku yakin kamu bakalan aman!" Shikamaru menepuk pundak gadis itu, niatnya memberi semangat.
Aku hanya merespon dengan tawa garing gak jelas. Tapi menurut feelingku, senin depan aku bakalan jadi sasaran empuk para senior. Atau mungkin tidak?
.
.
.
Hmm... aku sedang membaca selebaran-selebaran yang kudapat saat mengambil jas almamater dan seragam fakuktas tadi siang,
Di kertas pertama terlulis,
Upacara Penyambutan Masahasiswa Baru Hidden Leaf University
Selamat kepada seluruh calon mahasiswa Hidden Leaf yang telah lolos di masing-masing program studi melalui jalur seleksi tulis yang telah diadakan pada, 15 April lalu.
Untuk itu kami segenap pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Hidden Leaf University mengundang adik-adik sekalian dalam acara Upacara Penyambutan Mahasiswa Baru angkatan ke-98 yang diadakan pada,
Hari/Tanggal : 15 Mei
Tempat : Hidden Leaf University's Indoor stadium.
Pakaian : Seragam masing-masing fakultas dilengkapi dengan jas almamater dan name tag yang telah dibagikan sebelumnya.
Bawaan : Setiap mahasiswa diharapkan membawa tas berisi perlengkapan yang telah dibagikan bersamaan dengan jas almamater dan tidak membawa barang-barang tambahan saat kegiatan berlangsung.
Sekian pengumuman ini disampaikan untuk dapat dilaksanakan.
Di lembar kedua ada pengumuman orientasi fakultas yang isinya kurang lebih sama dengan pengumuman orientasi di tingkat universitas. Hanya saja, upacara penyambutan di fakultas berlangsung selama dua hari, berbeda dengan upacara penyambutan di universitas yang cuma berlangsung sehari. Selain itu dengar-dengar upacara penyambutan di fakultas teknik itu 'agak' beda. Yah, lihat saja apa yang akan terjadi dua minggu lagi...
.
.
.
Aku, Sakura, dan Ino siang itu sedang berkumpul di kamar Ino sambil mengecek beberapa informasi untuk upacara penyambutan besok.
Aku dan Sakura sibuk memelototi layar laptop dengan khusyuk sambil sesekali beguling merenggangkan tubuh di lantai kamar Ino yang beralaskan kasur lantai bulu berwarna biru pastel.
Sedangkan si empunya kamar malah asyik mebolak-balik majalan vogue! Japan di atas kasur, terkadang si pirang itu berteriak gemas saat melihat beberapa fashion item yang terpampang di majalah itu.
Di sekeliling kami bertebaran banyak makanan ringan, majalah-majalah, komik, dan bahkan ada juga album foto kelulusan Konoha Girls Academy yang dibiarkan terbuka lebar.
Kalau dibayangkan sih, suasana kamarnya memang mirip kapal pecah tapi kami tetap nyaman berdiam diri disana, dasar cewek, kalau sudah ngumpul ya gini jadinya deh.
"Eh, eh.. lihat nih! Keren yaa platformnya!" Ino menyodorkan majalah fashion itu pada kedua temannya.
"Bukan gayaku." Responku singkat.
Sakura mengintip sedikit ke majalah yang disodorkan Ino, "Yang kayak gitu mau dipakai kemana neng? Ke kampus?" Responnya lalu terkikik geli.
"Ih kok kalian gitu sih! Lihat dong! Pokoknya ini modelnya keren banget gak mau tau!"
"Oke.. oke.. itu memang keren." Jawab Sakura mengalah.
Sementara aku sudah memasang ekspresi antipati yang seolah berkata, 'Jangan tanya aku plis, aku mana ngerti soal high heels!' Tapi serius deh, menurutku semua high heels sama aja deh perasaan, si pirang itu bilang jenis high heels itu ada banyak dan perlu di garis bawahi, mereka semua itu beda-beda. Hadeh... ribet kan?
"Hei, kalian udah nyiapin perlengkapan untuk upacara penyambutan besok?" Celetukku memotong perdebatan duo gosip berbeda warna rambut itu.
"Udah dong!" Jawab Sakura dengan bangga.
"Loh, memang apa aja yang harus disiapin?" Ino mengedip-ngedipkan kedua matanya dengan bingung.
Aku dan Sakura berpandangam heran, kami berdua bisa membayangkan betapa malangnya nasib anak itu saat kuliah nanti. Wajar saja, yang namanya Yamanaka Ino bisa jadi bolot atau cerewet hanya dalam hitungan detik. Tapi jika gadis itu sudah dalam mode bolot, dia bakalan 100% bolot, seperti saat ini.
Sakura menggelengkan kepalanya maklum, "Sudah kuduga! Sini kubantu mempersiapkan semua keperluannya."
Ino mengangguk patuh lalu mengambil barang-barang apa saja yang harus dibawa besok dan memasukkan semuanya ke tas punggungnya.
Sementara aku sibuk mencari video highlight upacara penyambutan ala fakultas teknik Hidden Leaf.
Dan tebak, ini lebih mirip pelatihan militer, serius deh!
Fakultas teknik memang beda..
"Wah, teknik ya?" Ino melirik sekilas ke layar laptopku yang saat itu sedang memutar video upacara penyambutan mahasiswa baru yang dilakasanakan tahun lalu.
Aku mengangguk lemah.
Iris aquamarine gadis itu melebar, ia baru saja mendapat jackpot untuk sahabatnya, Sakura. "Saku.. Saku! Ada Sasuke senpai! Cepetan kesini!" Teriaknya memanggil Sakura sambil terus menatap layar laptop.
Si pink itu langsung kalap seketika begitu mendengar nama cowok itu disebutkan, bahkan ia sampai melempar tas ungu muda milik Ino saking semangatnya pingin lihat sosok senpai berambut emo itu.
"MANA? MANA SASUKE SENPAINYA?" Teriak si pink itu makin kalap.
"Tuh, yang lagi megang topi biru donker barisan ketiga dari depan."
Lebih tepatnya itu Sasuke versi plontos.
Iris emerald gadis itu melebar kaget, cengkraman tangannya pada layar laptoku juga ikut menguat. "KOK BOTAK SIH? YAAMPUN SASUKE SENPAI KOK JADI GINI? HUHUHU..." Sakura memeluk layar laptopku dengan tatapan sendu.
Opera sabun picisan ala Haruno Sakura akhirnya dimulai. Kali ini penyebabnya karena rambut Sasuke senpai yang dipangkas sampai hampir botak gara-gara upacara penyambutan fakultas.
Oke, semua orang juga tahu kalau si gadis musim semi ini telah jatuh cinta setengah mati dengan pemuda bernama Uchiha Sasuke. Semua orang itu maksudnya aku dan Ino sih hehehe.. yah Sasuke senpai juga alasan kenapa Sakura masih betah menjomblo sampai saat ini. Biasa, karena progress mereka maju-mundur gitu, apalagi keduanya sama-sama cuek-cuek mau. Sakura mendekat, Sasukenya cuek. Giliran Sakura cuek, Sasukenya nyari perkara sekalian ngemodus gak jelas. Jadi aku dan Ino sebagai pengamat ya cuma bisa diam dan menonton saja, capek ikut campur soalnya mereka berdua gak jadi-jadi sih.
"Eeh Saku kontrol dong! Nanti kalau layarnya lecet gimana? Mau ganti? Enggak kan?" Aku merebut laptopku dengan paksa, "Santai dikit kek, lagipula itu video tahun lalu, pasti rambut Sasuke senpai sudah panjang lagi."
"Habis..." gadis berambut pink itu mengerucutkan bibirnya.
Ino menghela nafas, "Ah! Saku coba kamu line aja Sasuke senpai, bilang aja 'senpai! aku nemu video ospek yang ada senpainya loh!' Pasti dibalesnya fast respon." Celetuknya tiba-tiba dapat ide untuk membantu proses pdkt dua sejoli itu.
"Wah benar juga! Cepetan.. line aja si rambut pantat ayam itu Saku!" Desakku
"Eh, enggak deh.. malu..."
"CK! Mulai lagi deh.. Terus aja kayak gini Saku, aku jamin kalian berdua gak akan jadian."
"Sst, Ino jangan gitu! Tapi bener juga, coba deh. Dari dulu selalu gini. Padahal setiap kamu line dia pasti dibales kok, yah walaupun singkat-singkat." Aku berhenti sebentar, "Coba lebih berani lagi, pasti bisa kok." Sambungku lalu menepuk pundak gadis beriris emerald itu.
Sakura mengangguk lemah, "Hmm.. nanti malam akan kucoba. Tapi aku gak yakin sama hasilnya."
"Hasilnya gak penting, tapi usaha dulu." Ino tersenyum lembut lalu membelai rambut Sakura dengan pelan.
Aku mengangguk setuju.
"Oke, aku coba nanti malam." Jawab Sakura lalu tersenyum cerah.
"Ditunggu kabar baiknya!" Jawabku dan Ino hampir bersamaan.
Kami bertiga tertawa bersama, mungkin ini adalah kumpul-kumpul terakhir kami di kamar legendaris ini. Apalagi kami kuliah di fakultas yang berbeda-beda, Makin susah deh kumpulnya. Entahlah, tapi kami akan berusaha meluangkan waktu untuk kumpul-kumpul tidak jelas seperti ini.
.
.
.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga, pagi itu belum banyak mahasiswa baru yang ada di stadion indoor Hidden Leaf university.
'B30, B31, Ah, ini dia... B32.'
Oke, aku sudah menemukan kursi tempat dudukku, lalu sekarang bagaimana?
Sebagai gambaran, saat ini kami para maba Hidden Leaf University sedang dikumpulkan di stadion indoor milik universitas. Kira-kira di masing-masing tingkat ada 10 kelompok tribun, di lantai satu ada tribun A-E Sedangkan di lantai dua ada tribun F-J. Masing-masing kelompok tribun berisi 100 kursi. Karena aku mendapat kursi B32 maka aku duduk di tribun B yang berada di lantai satu. Ditengah stadion terdapat sebuah panggung dan dua layar raksasa. Maklum, setiap tahunnya HLU menerima 1000 mahasiswa baru secara keseluruhan. Kedengarannya memang sedikit, tetapi kalau dikumpulkan di satu ruangan jadinya banyak juga.
Banyak maba-maba yang lalu-lalang di sekitarku terus mencuri lirik ke arahku. Ayolah, ada apa lagi ini?
"Fujishima-san ya?" tanya seorang gadis berseragam padaku, di lehernya menggantung sebuah name tag berwarna hitam. Yaampun ternyata teman se-fakultas!
"Iya, darimana tahu namaku? Kamu fakultas teknik juga kan?"
"Kamu kemarin masuk Hidden Leaf Updates loh, oh iya.. namaku Tamaki, salam kenal ya!" gadis itu mengulurkan tangannya padaku.
"Fujishima Tenten desu, dozo yoroshiku!" Aku menyambut uluran tangannya. "Hidden Leaf Updates? Itu apa ya?"
"Ooh itu.." Tamaki mengeluarkan ponselnya lalu duduk di sebelahku, "Ini loh.. di twitter. Kemarin kamu masuk di Most Beautiful Faces of Hidden Leaf mewakili fakultas teknik! Coba lihat deh." Jelasnya bersemangat.
'Most Beautiful Faces? Oh my...' Disanalah terpampang namaku, Fujishima Tenten, Faculty of Engineering majoring in Civil Engineering. beserta tagar, #MostBeautifulFacesof HLU98 #MostBeautyofEngineering dan juga foto itu.. ayolah, foto itu diambil saat aku masih bersekolah di KGA, dari mana mereka mendapatkannya?
'Selamat tinggal kehidupan perkuliahanku yang damai... pantas saja tadi maba-maba yang seliweran di depanku rata-rata diam-diam mencuri pandang padaku.'
Iris hazelku menangkap wajah-wajah familiar yang terpampang di timeline akun twitter milik pers mahasiswa Hidden Leaf itu, 'Most Beautiful Face in Faculty of Medical, Haruno Sakura' dan 'Most Beautiful Face in Faculty of Art and Culture, Yamanaka Ino'.
Ternyata duo sableng itu ikutan masuk juga. 'Ada-ada saja universitas ini' batinku keheranan.
"Aku baru lihat tentang ini. Eh, ngomong-ngomong kamu sudah lihat belum highlight upacara penyambutan fakultas kita?" Aku berusaha mengalihkan topik pembicaraan, awkward juga kalau membahas postingan twitter itu terus-terusan.
Sebagai orang yang dulunya bersekolah di SMA khusus putri, bagiku semua cewek sama saja, tidak ada yang kecantikannya menonjol di KGA. Tapi begitu keluar, beuh... entah kenapa semua teman-temanku makin cantik saja! Contoh nyatanya ya si duo sableng itu, haha!
"Sudah beberapa hari yang lalu. Aku lihat videonya di youtube. Yaampun, kenapa upacara penyambutan kita separah itu ya? Aku dengar-dengar fakultas lain cuma ada sosialisasi-sosialisasi saja. Kita kenapa pakai acara dijemur di tengah lapangan sih?" Protesnya.
"Kalau masalah itu aku gak tahu, tapi pasti karena mayoritas mahasiswa teknik itu kan cowok tuh, jadi itu semacam tindakan pendisiplinan. Maksudnya mungkin biar gak bikin ulah pas sudah mulai kuliah."
Gadis itu tampak agak tidak setuju dengan penjelasanku, "Biarpun begitu semoga mereka memberikan keringanan untuk para mahasiswi." Keluhnya.
Aku mengangguk menyetujui, "Semoga saja."
...
Sekarang sedang jam istirahat, dan tebak? Toilet wanitanya penuh banget!
Saat ini, aku sedang mengantri di toilet wanita. Tiba-tiba seseorang menepuk pelan pundakku.
"Tenten ya? Masih ingat aku?" Tanya gadis itu ngos-ngosan lalu tersenyum manis.
Satu kejutan lagi hari ini, aku bertemu sobat SDku, Hinata!
"Yaampun demi kami-sama! Hinata! Masih dong, mana mungkin aku lupa?! Kamu kuliah disini juga?" Aku memeluk gadis berambut biru itu secara refleks, habisnya kangen banget sih.
"Te..nten, sesak nih." gadis itu terkekeh pelan, " Iya, aku jurusan akuntansi."
Perlahan pelukanku melonggar, "Ooh anak ekonomi ya.. name tagmu tuh warnanya orange."
Begitulah cara kami mengenali maba dari fakultas mana yang kami temui di acara ini, cukup melihat warna name tag yang sedang ia pakai. Hitam untuk fakultas teknik, orange untuk fakultas ekonomi, hijau tua untuk fakultas kesehatan dan kedokteran, ungu untuk fakultas seni dan budaya, dan lain-lain...
Gadis itu meraih name tag yang menggantung di lehernya, "Iya nih, hehehe... Ten, itu ada yang udah kosong loh. Pakai dulu gih toiletnya nanti keburu diserobot." Hinata menunjuk sebuah bilik toilet yang pintunya terbuka lebar, "Aku tunggu diluar ya! Kita harus ngobrol tentang banyak hal."
"Oh, oke. Thanks Hina-chan!"
...
"Hei Ten, sini duduk dulu." Hinata menggeser posisinya dan mempersilakanku duduk di sebuah bangku yang terletak di belakang tribun C.
'Eh, lihat tuh! most beauty fakultas teknik sama ekonomi.'
'Eh, iya. Mereka saling kenal? Keduanya cantik ya...'
'Aku dengar-dengar cewek yang dari teknik itu dulunya anak aksel loh.'
Makin banyak orang yang berkasak-kusuk tentang kami. Aku dan Hinata berpandangan kemudian mengedikkan bahu dengan cuek, kami sama-sama tahu, kehidupan perkuliahan kami tak akan berjalan dengan tenang, lebih baik cuekin saja lah.
"Hinata, aku kangen bangeet... gimana kabarmu?"
Gadis itu tersenyum lembut, "Aku baik Ten, kamu gimana? Aku dengar-dengar kamu masuk fakultas teknik ya?"
Aku mengangguk, "Iya, gara-gara tousan." Jawabku dengan nada merajuk.
Hinata tertawa, "Sudah kuduga. Hirota ojiisan ternyata masih menaruh harapan besar padamu Ten. Eh, nanti kalau ketemu sama senpai yang namanya Namikaze Naruto, tolong titipin salamku ke dia ya."
"Namikaze Naruto? Siapa tuh?"
Gadis itu tersipu malu, "Nanti juga kamu tahu. Sini ponselmu!"
Aku memberikan ponselku pada gadis bersurai biru itu. Hinata tampak mengetik sesuatu disana.
"Nih, aku sudah kasi nomer hpku sama id line juga. Tadi sudah ku misscall nomermu ke hpku."
Aku menatap Hinata dengan takjub, ini benar Hinata kan? Sahabatku sewaktu masih sekolah dasar?
"Hinata, kamu banyak berubah ya. Kamu jauh lebih sigap sekarang. Sampai jadi most beauty lagi!" Pujiku
"Halah, kamu juga sama!" Ia tertawa ringan, "Semua ini gara-gara niisanku Ten. Dia mengajariku banyak hal."
"Benarkah? Hebat dong, aku jadi ingin bertemu dengan orang yang merubah sahabatku ini." Aku menyenggol lengan gadis itu dengan bangga.
Siapa sangka Hinata yang dulunya bicara terbata-bata, pemalu dan agak penakut ini berubah menjadi gadis yang anggun dan cantik? Aku bahkan hampir tidak mengenali cara bicaranya yang dulu. Dia benar-benar sudah berubah menjadi lebih baik.
Hinata tersenyum misterius, "Kurasa kau akan bertemu dengannya sebentar lagi Ten. Eh, sudah dulu ya. 5 menit lagi jam istirahatnya selesai. Nanti malam aku telepon ya."
"Oke, bye Hinata!"
...
Seluruh stadion dipenuhi suara riuh tepuk tangan dari para mahasiswa baru. Tadi barusaja berakhir sesi pengarahan dari pembantu rektor mengenai pengembangan karakter.
Aku mengecek jadwal upacara penyambutan ini, acara selanjutnya adalah intermezzo. Artinya, ini adalah saatnya para panitia upacara penyambutan 'mendisiplinkan' maba-maba secara langsung.
Yah, mungkin saja mereka akan mengecek bawaan setiap mahasiswa atau mencatat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan para maba.
"Test.. test... Jadi acara selanjutnya adalah intermezzo. Dimohon kepada seluruh panitia untuk menempati posisi masing-masing." Jelas seorang senior memberikan instruksi kepada seluruh panitia melalui mic yang ada di meja MC. "Kami akan melakukan pemeriksaan kelengkapan dan penampilan kalian, tidak perlu tegang-tegang ya adik-adik." sambungnya lalu tersenyum misterius.
Mencurigakan sekali.
"Waktu pemeriksaan adalah 15 menit. Laksanakan!"
Tepat setelah instruksi itu dikumandangkan, semua panitia yang tadinya berjejer di belakang tribun langsung bergerak memeriksa bawaan dan pakaian yang dikenakan seluruh maba. Bila menemukan pelanggaran, barang-barang bermasalah itu akan disita dan mahasiswa baru yang melanggar akan dicatat dalam kertas laporan yang dibawa masing-masing panitia.
"Perlihatkan bawaanmu dik." Seorang pemuda bersurai panjang memberikan arahan kepadaku.
Entah kenapa aku merasa sedikit familiar dengan sosok senior ini. Kuperhatikan sosoknya lebih teliti, rambut panjang berwarna coklat, sepasang iris lavender, perawakan tinggi dan tegap, serta name tag panitia yang bertuliskan 'Hyuuga' mungkin Hyuga adalah nama keluarganya. Apalagi senior ini cukup ganteng juga.. hehehe...
Tanpa sadar aku terus terpaku memperhatikan senior itu. 'Gini deh lulusan KGA, gak pernah liat cowok ganteng, sekalinya ketemu pasti langsung lepas kontrol kekeke...'
"Tutup tasmu! Kalau masih melihatku dengan tatapan seperti itu akan kucatat namamu di kertas laporan pelanggaran." Ancamnya dengan ketus sambil mengacungkann ransel hitamku yang telah ia periksa.
"Baik kak."
'Ganteng-ganteng kok galak? Hmm'
Kemudian senior itu menuju bangku depan untuk memeriksa bawaan maba lainnya meninggalkanku dengan muka cengo maksimal.
'Dasar senior aneh!'
"Kalau begitu sambil mengisi waktu, kami akan menampilkan deretan mahasiswa-mahasiswa baru bertampang kece dari masing-masing fakultas sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Baik dimulai dari yang cewek ya, dari fakultas ekonomi ada Hyuuga Hinata."
Foto Hinata tiba-tiba muncul di dua layar besar yang ada di dekat panggung. Aku dapat mendengar sorak-sorai para maba ekonomi dari tribun sebelah. Tunggu marganya Hinata adalah Hyuuga? Jangan-jangan... senior yang tadi itu niisannya Hinata? Aku mencoba mencari sosok itu diantara lautan manusia, tapi aku tak menemukannya. Semoga dugaanku salah.
"Selanjutnya dari fakultas teknik, Fujishima Tenten!"
'Eh?'
Kemudian fotoku sewaktu masih bersekolah di KGA muncul di layar menggantikan foto Hinata. Kali ini gantian, semua orang di tribun B yang isinya maba dari teknik bertepuk tangan dengan heboh, ada yang melirik-lirik gak jelas, ada yang suit-suit heboh. Bahkan beberapa panitia lain banyak yang mendekat ke tempat dudukku, mungkin mereka penasaran, gimana sih bentuknya si Tenten dari fakuktas teknik itu.
Tradisi yang aneh banget!
Aku menemukannya! Sosok senior Hyuuga yang menatapku dengan ekspresi datar namun sepenuhnya terfokus padaku. Aku tak bisa membaca ekspresinya, terlalu abstrak.
Semuanya tampak seperti dalam drama-drama korea, aku si pemeran utama wanita bertatapan dengan senior Hyuuga sebagai pemeran utama pria dari jarak yang cukup jauh tanpa memerdulikan keadaan sekeliling kami.
Satu hal yang kutahu, sepertinya aku sedikit ngefans sama senior Hyuuga.
Sial, mungkin aku ketularan virusnya Sakura.
.
.
.
TBC
.
.
.
A/N
- Main pairingnya 'NejiTen' yang lainnya cuma muncul sekilas aja yaa:*
- Kelompok maba (mahasiswa baru) : Tenten, Sakura, Ino, Hinata, Shikamaru, Tamaki ... (coming soon)
- Mala (mahasiswa lama) Semester 3 : Sasuke, Neji, Naruto, Kurotsuchi, Ayame, ... (coming soon)
- Chouji juga maba tapi kampusnya berbeda, dia tidak kuliah di HLU.
- Settingnya memang di jepang tapi sistem ospeknya hun rancang sesuai dengan sistem lokal alias sistem indonesia (dengan diperhalus sedikit, *eaa*) wkwkwk
.
.
.
[BACOT AUTHOR]
Maaf lagi, baru up ch 2nya *sujud cantik* wkwkwk...
Btw part 1 yg bermasalah itu udah hun benerin, maaf atas kesalahan teknisnya *deep bow)
Awalnya ini ff mau hun discontinue, tapi lately ada beberapa review+fav+foll baru jadi masih hun pertimbangin lagi untuk kelangsungan ff ini. (terimakasih buat kalian yang merasa telah menyelamatkan ff ini *muahh*)
Dan akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan ff ini #plak
Anyway maaf beribu maaf guys baru bisa up lagi T_T dimohon ketersediaannya buat fav+foll+review yaa THANKIEZ! *kiss* :*
.
.
.
[BALASAN REVIEW]
Rei Shiina : Hello rei san salken ya, makasi udh leave review! Kenapa yaa... soalnya hun ngeship nejiten hmm:').. neji mah selelu hidup di hati aku *plak p2nya udh up yaa semoga sukaa:D
Silverberg Norn : Hallo dear, makasi udah leave review! suka deeh baca review kamu:* iya nih hun tiba" aja kepikiran gitu sama ff ini. 'kayaknya kalo dibuatin ff lucu gitu' ya jadilah wkwkwk... btw makasi untuk info tinggi badannya tenten, soalnya hun ngecek di internet bilangnya 165 makanya hun bikin perkiraan aja-_- setuju! dari awal liat tenten emang dia yang menurut hun paling cantik *eaa* cinta segi tiga? gatau yaa.. ikutin aja ceritanya. hun gamau ngasi hint, nanti kelepasan XD p2nya udh up ya, semoga suka:D
Sasahara Keiko : hello keiko san! makasi udah mampir dan leave review salken ya! Cinta segitiganya gatau yaa... wkwkwk ikutin aja jalan ceritanya. and thankyou soooo much for pointing out my mistakes!:* udah dibenerin ch 1nya, biasa nasib penulus pemula masih suka salah. anyway p2nya udh up, semoga suka yaa:D
Yamanaka Tenten : Hello senpai! makasi udh mampir dan leave review!:)) makasi udah ngasi semangattt sangat berarti sekaliiii:') senpai juga semangat! p2nya udh up, semoga suka yaa:D
Uchiha Nuari : Hello kouhai kesaangan, Makasi udh leave review! Iaya nih, kan hun masih newbie kalo masih banyak salah maapkeun ya:') udah dibenerin kok p1nya. trus p2nya juga udah up semoga suka yaaa:D (ps : makasi loh buat ff fake omiainya:*)
Guest (sorry i can't find ur uname) : Hello makasi udah mampir dan leave review! wah, sekolah homogen? gimana rasanya tuh? ternyata ff hun beneran ada yang ngalamin di kisah nyata, sugoiii:') p2nya udh up ya, semoga sukaa:D
Lenny Chan : Hello lenny chan! makasi udh mampir dan leave review!:)) udah lanjut yaa maaf agak lama:') dan semoga sukaaa:D
Rahasia : Hello! makasi udah mampir dan leave review! Udah lanjut p2nya semoga suka yaaa dan maaf agak lama:') Yeay! Nejiten for life! Ganbatte!
Cydonia25 : Hello makasi udah mampir dan leave review cydonia san! ah beda kok, beda jauh malah.. liat aja entar laah wkwkwk *ditimpug* part 2 udah up spesial buat andaaa semoga suka yaa :D
Lovechanhun6194 : Hello! makasi udh leave review dan salken yaaa! Anak sipil? yaampun makasi banget udh apresiasi ff abal ini, kalau ada bagian yang kurang berkenan mohon sarannya ya, soalnya aku nulis ff ini berdasarkan cerita temen, (apalagi saya bukan anak sipil #plak) iya, kata temen hun juga gitu, cewek di teknik itu bener" dianggap harta, apalagi kalau cantik... *eaaa* p2nya udh up semoga suka yaa :D
Thanks to semua yang udah fav+foll ME LUV YUUUUU :*
Sincirely
Sherleenten alias Hunyeobo
