"A-apa salahku kak? Ke-kenapa kau tega berkata seperti itu" aku mencoba menahan tangisku
"Salahmu? Salahmu banyak, mengerti kau hanya noda dikeluarga ini" bentak Garaa
Capek, sungguh aku tak sanggup menghadapinya lagi. Kapan aku akan bahagia tuhan?.. Aku memberikan senyum palsuku kepada kakakku dan berkata "terima kasih kak, aku permisi".
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Family, Hurt/Comfort, Fantasy(maybe)
DLDR ^^
-SSHS-
"Ohayou forehead" Ino menyapa Sakura yang sudah duduk manis dibangkunya. Sakura hanya melihat kearah Ino tanpa membalas sapaan yang diberikan oleh Ino.
"Hey jidat, kenapa wajahmu kusut gitu? Kayak abis diputusin pacar gituuu, coba setrikain dulu di tempat cleaning service sana" Sakura hanya terkekeh pelan saat mendengar perkataan Ino, Sakura bersyukur punya teman sebaik Ino.
"Ngawur kau Ino, mana bisa wajah disetrika huh" Ino tetap bersikukuh wajahku harus disetrika inilah itulah bla bla bla
"Sak, kemarin kau diapain aja oleh Shion? Dia ngebully kau? Atau dia ngajak kenalan?"
"Ngajak kenalan kok, dengan menyiramiku dengan air beserta adonan-adonan lain, wuihh kau harus mencobanya pig" Ino langsung bergidik ngeri dan menempelkan tangannya kejidatku.
"Jidat, kau sakit yahh abis disiram oleh Shion kemarin?, kalau aku tau dia bakal ngebully kamu jidat maka aku akan membantu-" belum selesai Ino bicara, Sakura langsung memotongnya dengan senyuman indah, karena baru kali ini ia dibela selain kakaknya.
"Wah pig, ternyata kau baik sekali mau ngebantuin aku"
"Jidat, aku kan belum selesai bicara. Maksudku bantuin doa hehe" Aakura yang kesal mendengar apa yang diucapkan oleh Ino, langsung memukul lengan Ino dengan keras.
"Aww jidat sakit tau, aku kan bercanda aku pasti akan menolongmu kok kalau berurusan dengan Shion hehe"
Tak terasa mereka berbicara sampai Tsunade- sensei datang kekelas mereka. Sakura tidak memperhatikan gurunya karena ia melamun menghadap kejendela memikirkan tentang kejadian kemarin bersama kakaknya.
Sakura POV
'Kak, aku ingin kakak dan ibu kembali seperti dulu. Aku rindu suasana nyaman berada dirumah bukan malah aura dingin yang mencekam setiap aku masuk kedalam rumah'
"Ju-san, Senju-san" ampun deh baru hari kedua, aku sudah melamun dikelas.
"Ya sensei"
"Kerjakan soal no.5 didepan SEKARANG!" Yah, mengerjakan soal yang diberikan Tsunade-sensei tidaklah sulit buat seorang Haruno Sakura malahan aku tau cara cepat untuk mengerjakan soal tersebut. Tapi, bila aku menggunakan cara cepat seperti itu masalahku akan bertambah karena tak sesuai cara Tsunade-sensei.
"Bagus Senju-san, lain kali kalau mau melamun jangan dikelasku MENGERTI!" Tsunade-sensei mempersilahkanku kembali ke tempat dudukku, sekilas aku melihat Ino yang tertawa kecil melihat aku di marahi Tsunade-sensei
"YAMANAKA! KALAU KAU MAU TERTAWA SILAHKAN KELUAR DARI KELASKU" sungguh aku memuji kemampuan telinga Tsunade-sensei bisa mendengar Ino tertawa padahal suaranya sudah kecil sekali.
"KYAAA SASUKE-KUN""KYAA UCHIHA-SAN" dengan malas-malasan aku melihat kearah luar jendela, yah jendelaku memang menghadap langsung kearah lapangan basket, aku melihat segerombolan perempuan yang tak ada kerjaan meneriaki seorang lelaki yang sedang memasukkan bola kedalam ring, yah you knowlah sang prince of school UCHIHA SASUKE, 'Uchiha?, kenapa nama itu tak asing ditelingaku?' aku bingung apa yang disukai oleh para gadis-gadis disana? Wajahnya memang tampan, mata onyx yang setiap orang memandangnya akan terjerat kedalam matanya, but oh my god sikapnya itu loh yang buat aku kesal setengah mati, baru pertama aja ketemu udah buat jengkel. Aku tak ingin berurusan dengan uchiha itu lagi bisa-bisa hidupku disekolah ini tak tenang.
SAKURA POV END
"Jidatt, ayo kekantin aku lapar" dengan menggunakan jurus puppy eyesnya. Sebelum Sakura menjawab Ino sudah menarik tangan Sakura kearah kantin.
BRUK
"Akh, pig gara-gara kau aku menabrak orang kan huh" Sakura langsung membenarkan rok dan letak kacamatanya tanpa tau siapa yang ia tabrak.
"Sumimasen, aku tak sengaja" Sakura segera membungkukan badannya,
"OH MY GOD" Sakura langsung mendongakkan kepalanya kesamping tanpa melihat orang yang ada didepannya. Sakura heran kenapa Ino harus terkejut melihat orang yang sakura tabrak, 'apakah itu guru killer yah, sehingga wajah Ino tampak sangat terkejut'
"Hn, liat-liat kalau jalan cewek JELEK" tunggu, sepertinya Sakura mengenali suara dan perkataan orang didepan Sakura. setelah Sakura melihat wajah orang yang ia tabrak, ia hanya memandanginya tanpa mengucapkan satu kata pun.
"Kenapa kau memandangku? Terpesona?" Sakura melihat senyum menyeringainya, sungguh Sakura muak dengan wajahnya Uchiha Sasuke. Sasuke hanya melewati Sakura sebelum ia berkata apapun.
"HEY UCHIHA, KAU MENYEBALKAN" Sakura berteriak kearah Sasuke yang jalan melewatinya. Semua orang memandangi Sakura, ada yang terkejut karena cewek cupu seperti Sakura bisa berkata seperti itu kepada pangeran sekolah, ada juga yang menatap sinis kepada Sakura
"Senju lihatlah nanti, aku akan membalas perkataan burukmu kepada pangeranku" Shion yang kesal melihat Sakura menabrak Sasuke langsung meninggalkan tempat itu.
SASUKE POV
"HEY UCHIHA, KAU MENYEBALKAN" aku hanya tersenyum tipis mendengar cewek yang belum aku tau namanya meneriaki aku seperti itu. Soalnya selama ini yang aku dengar hanya teriakan-teriakan menyebalkan yang membuat telingaku sakit.
Entah mengapa aku sudah tertarik padanya sejak pertama kali aku bertabrakan dengannya. Aroma tubuhnya bau cherry sehingga membuat aku mabuk ingin memeluknya. Walaupun ia tak secantik para wanita yang mendekatiku, ia hanya gadis cupu yang mengepang rambutnya dan menggunakan kacamata bulat, tapi entah mengapa aku tetap merasa tertarik akan dirinya, dan senang sekali membuat dia jengkel.
"TEME!" Kurasakan sahabat bodohku itu meneriakiku dari belakang.
"Ada apa dobe?"
"Hahaha baru kali ini aku melihat seorang cewek tak terpikat dengan wajahmu teme" kupikir ada apa sampai-sampai Naruto-dobe ini meneriakiku keras dari belakang
"Memangnya kenapa? Itu haknya. Oh iya dobe kau tau nama cewek itu" Naruto tak langsung jawab, dia memakan snack yang ia pegang dari tadi. Yah tadi kami tak sempat makan waktu dikantin karena aku risih para wanita-wanita gila mengerubungi meja kami.
"Kenapa teme? Kau naksir sama dia yah? Hahaha akhirnya sahabatku yang satu ini bisa jatuh cinta juga"
"Is kau nih, bukan. Aku hanya bertanya doang, lagipula dia sudah nabrak aku dua kali"
"Namanya hmm" Naruto mengingat-ingat nama perempuan yang menabrak aku, 'kalau bukan pengen tau namanya, sudah kupukul kepala kuning Naruto ini karena lama sekali jawabnya, padahal itu cuma sekedar nama'
"Sabar teme, jangan memasang wajah sekesal itu pfftt sungguh kau naksir dia yah" okee rasanya benar-benar aku bunuh si dobe ini
"Cepatlah"
"O-oke oke jangan membunuhku, namanya hmm Sa-Sakura ah iya namanya Senju Sakura"
"Senju?"
"Iya Senju Sakura teme, kenapa? Setelah kau tau namanya ingin kau tembak ya pfttt" aku langsung memukul perutnya hingga ia mengerang kesakitan, yah aku langsung meninggalkan Naruto yang memegangi perutnya.
"HEY TEME YANG DIKATAKAN SAKURA-CHAN BENAR! KAU MENYEBALKAN" aku tak menghiraukan apa yang dikatakan Naruto yang penting aku tau nama gadis yang buat aku tertarik itu.
SASUKE POV END
SAKURA POV
-kantin-
Huh kenapa harus menabrak laki-laki jadian itu lagi sih, mana aku kelepasan hancur sudah image aku menjadi gadis cupu yang tak tau apa-apa.
"Hey jidat, aku tak menyangka kau bisa teriak sebesar itu, aku pikir kau pemalu, ah tak mungkin kau pemalu jidatmu aja tak malu menampakkan diri" Ino terkekeh melihat jidatku lagi, yah walaupun mood ku hancur oleh seorang Uchiha Sasuke, tapi moodku kembali oleh Yamanaka Ino. Aku langsung memeluk Ino tanpa persetujuan darinya
"Hey Sakura, lepaskan, aku gak mau dicap lesbi sama kau. Aku masih mau sama Sai-kun tauuu!"
"Ya pig, aku juga masih suka sama lelaki kok, gak mungkin pula aku suka sama cewek jadi-jadian kayak kau"
"Ciee, jangan-jangan sang pangeran sekolah yah hihi.." Ino menggodaku dengan menyebut-nyebut tentang pangeran sekolah, aku tak menyukainya tapi kenapa wajahku memerah begini.
"E-enggak kok, aku gak suka sama lelaki pantat ayam gitu"
"Hahaha kau tak usah bohong deh jidat, wajahmu aja memerah kayak gitu" yah sepanjang kami makan dikantin Ino hanya menggodaku terus-terusan. Sungguh menyebalkan.
SAKURA POV END
Tak terasa waktu sudah memasuki waktu untuk pulang sekolah, yah Sakura dan Ino lekas pergi meninggalkan kelasnya untuk menuju gerbang sekolah.
"Eh pig, kau lihat hasil karyaku tadi gak? Kok gak ada ditasku" Sakura mengobrak-abrik isi dalam tasnya tapi tak menemukan hasil karyanya. Hasil karya itu harus dikumpulkan besok, dan tak mungkin dikerjakan dalam satu malam, apalagi itu tugas dari Tsunade-sensei.
"Coba cek lagi deh forehead, kali terselip di buku hehe, gak tuh ketinggalan dikelas" Sakura memikirkan kalau barangnya ketinggalan dikelas, sehingga ia pamit kepada Ino untuk kembali kekelas. Sakura mencari-cari tapi tak menemukannya.
"Kenapa Senju-san? Kau mencari ini?" Sakura langsung membalikkan badan kearah pintu kelasnya, dan melihat Shion memegang hasil karyanya.
"Kembalikan Shion-san."
"Tak semudah itu Senju-san, kau harus mendapat balasan karna sudah berkata kasar tentang pangeranku, semuanya ikat dia" segerombolan cewek-cewek mendekati Sakura. Sakura yang tak sempat lari pun ketangkap dan tangannya diikat. Walaupun Sakura pintar bela diri kalau lawannya banyak gini yah pastinya kalah juga.
"AKHH" Shion menarik rambut Sakura yang terkepang itu. "Lepaskan aku Shion-san" kata Sakura.
"Tidak semudah itu ingat Senju-san, ini akibat karna kau berurusan dengan Uchiha Sasuke"
"Emangnya dia siapamu? Pacarmu hah?" sungguh Sakura geram dengan tingkah Shion.
"Ya aku kekasihnya! puas kau, ayo semuanya lempari dia dengan telur busuk itu beserta air kotor itu" Sakura hanya bisa pasrah apa yang dilakukan oleh Shion dan teman-temannya.
"Aku masih baik kepadamu, sehingga aku tak menghancurkan hasil karyamu. ingat Senju-san kalau kau berani mendekati Sasuke-kun lagi, maka hal ini akan terulang lagi malah akan lebih parah" Shion meninggalkan Sakura dalam keadaan buruk sekali.
SAKURA POV
"Hiks..hiks.. Apa salahku? Kenapa semua membenciku? Hiks.. Hiks.." Aku pun mengambil hasil karyaku, dan jalan menuju mobilku, yah mobilku parkir agak jauh dari sekolah agar anak-anak sekolah tak tau aku dijemput menggunakan mobil.
"Astaga nona, apa yang terjadi?" Sang supir tampak khawatir melihat keadaan aku, aku hanya menjawab dengan senyuman.
"Hehe gak apa-apa kok, ayo pulangg aku sudah rindu Yukio hehe" supirku tau, aku hanya memamerkan senyum pedihku. Sepanjang perjalanan aku hanya melihat bangunan tinggi menjulang. Ketika mobil berhenti karena lampu merah, aku melihat sepansang ibu dan anak, sang anak terjatuh dan menangis lalu sang ibu menolongnya dan memberikan senyum manisnya. Miris sekali, sungguh aku iri melihat bocah tersebut. Ibuku membantu Sasori-nii dengan bekerja perusahaan di Konoha, sementara Garaa-nii kuliah di Universitas Konoha. Sungguh aku rindu kasih sayang keluargaku.
Sesampainya aku di rumah, aku langsung disambut Yukio.
"Wah astaga, nona muda tunggu bentar yah aku ambilkan handuk" kata Yukio, aku memang belum memasuki rumah hanya didepan pintu menunggu Yukio membawakan handuk. Lalu garaa-nii turun dari kamarnya. Aku melihat wajahnya tampak pucat.
"Wah wah, ada yang dibully lagi nih uhuk..uhuk" aku khawatir dengan keadaan Garaa-nii. sebelum Garaa melanjutkan perkataannya Yukio sudah datang membawa handuk dan mengantarku ke kamar, tetapi tepat disamping Garaa-nii aku berkata.
"Nii-san, sebaiknya nii-san beristirahat, wajahmu tampak pucat, oyasumi nii-san".
SAKUR POV END
GARAA POV
Aku tak tega melihat Sakura pulang-pulang dalam keadaan kacau seperti itu, sungguh aku ingin memeluknya, memukul siapapun yang telah melakukan hal itu kepada Sakura.
"Wah wah, ada yang dibully lagi nih uhuk..uhuk"
Aku munafik jujur saja, apa yang kukatakan kepada Sakura itu bukan benar-benar dari hatiku. Tapi setiap aku melihat wajah Sakura yang terbayang adalah ketika Sasori-nii lebih memperhatikan Sakura dan membela Sakura.
Setelah aku mengatakan itu, aku ingin menambah cacian kepada Sakura tetapi tertahan karena Yukio sudah membawa Sakura kekamarnya.
"Nii-san, sebaiknya nii-san beristirahat, wajahmu tampak pucat, oyasumi nii-san".
Terkejut. Itulah yang aku rasakan sekarang. Selama ini aku memaki menghina berbuat kasar padanya, tapi tetap saja dia khawatir padaku, aku adalah kakak terburuk. Yah aku memang sedikit pusing lantaran kuliahku tadi dan semalaman tak tidur gara-gara aku ingat kemarin Sakura membalas dengan senyuman dan terima kasih ketika aku menghinanya. 'Lebih baik aku kembali kekamar dan istirahat.'
GARAA POV END
Sakura sudah membersihkan diri dari kotoran-kotoran yang mengenai tubuhnya, dan sekarang siap untuk bercerita lagi kepada Yukio. Yukio setiap malam akan mendengarkan curhatan hati Sakura, tanpa sepengetahuan Sakura, Yukio selalu merekam apa yang Sakura katakan.
"Yukio, sungguh hari ini menyebalkan sekali!. Aku bertemu lelaki pantat ayam namanya Uchiha Sasuke. dia mengataiku cewek jelek huh kesel, apalagi Shion dia bilang kalau ia kekasihnya Sasuke padahal Ino bilang Sasuke gak punya pacar" Sakura berceloteh mengenai Sasuke.
"Hihi, kenapa Sakura-sama? Kan Sasuke-sama bukan pacar nona, jadi gak apa-apakan kalau ada cewek lain yang mengaku pacarnya hihi, apa jangan-jangan nona menyukainya" Yukio senang menggoda nona mudanya, dia lebih senang melihat nonanya tersenyum dibanding menangis.
"Ti-tidak kok, mana mungkin aku su-suka sama pantat ayam", mulut boleh berbohong tapi wajahnya tidak, pipi Sakura bersemu merah gitu.
"Ahhh sudahlahh aku mengantukk,aku mauu tidur"
"Baiklah Sakura-sama, saya permisi, oyasuminasai Sakura-sama" Yukio meninggalkan Sakura. Setelah Yukio meninggalkan nonanya, sakura mengambil foto ayahnya dan dipeluknya hingga ia tertidur.
"Ayah oyasuminasai, Sakura kangen ayah".
Sementara itu ditempat lain, ada seorang laki-laki yang memandang foto seorang laki-laki yang mengendong seorang anak kecil, ia mengangkatnya dan memeluknya.
"Kak, akan kubalaskan orang-orang yang telah membunuh kakak, aku janji!" Akhirnya sang lelaki pun tertidur.
TBC
