Aigoo, kalau memang ada yang tidak merasa suka sama Fic Shicchi jangan dibaca atuh neng/pak/buk/nyak babeh. Jadi yang gak suka Shicchi harap TIDAK USAH DIBACA okeh ^^

Permintaan reader's yang lebih memilih fic ini dilanjutkan lebih banyak. Jadi Shicchi lanjutin. Karena ada yang minta supaya Hichigo dimasukin perannya, Shicchi buatin deeeh

enjoyed

Bleach belongs to

TITE KUBO

A-Z short fic belongs to my koi,

Terserah-lo-mau-manggil-gw-apa yang diaransemen ulang-?-

Oleh Shicchi Kurosaki

Hari ini adalah musim panas di kota Karakura. Ichigo sedang tiduran dikamarnya sambil bermain mobil balapnya yang baru ber-merek Hot Wheels yang bisa balapan di dinding. Tangannya dengan cekatan mengendalikan remote controlnya. Dia bermain santai hingga akhirnya sang kakak datang mengganggu.

"Hoi pemalas! Bangun. Ayah dan sikembar mau pergi ke kota sebelah ingin mengunjungi nenek," kata sang kakak, Hichigo Shirosaki. Sejenak Ichigo yang sedang santai memainkan mobil balapnya, karena kaget mobil itu jatuh mengenai tepat di kening lelaki tegap itu.

"Aww…uuuhh… Bukannya kita juga kembar yah?" tanya Ichigo inosen. Hichigo langsung sweatdrop ditempat kemudian menjitak kepala Ichigo. Sementara Ichigo hanya meringis.

"Bukan itu yang jadi masalah begok! Ada yang lebih parah daripada mempermasalahkan soal kembar," kata Hichigo. Ichigo menaikkan alisnya tanda tidak mengerti. Kemudian masuklah seorang kakek tua kedalam kamar Ichigo.

"Eh? Kakek?" tanya Ichigo langsung bangkit dari tempat tidur.

"Ichigo dan Hichigo cucuku yang paling ganteng (GANgguan TEliNGa), berhubung kami ingin pergi sebentar, kalian harus menjaga adik sepupu kalian yang paling kecil, Toushiro Hitsugaya." kata Yamamoto berdiri dengan tongkatnya. Tak lama kemudian masuklah anak kecil ke kamar mereka.

"HAH?" kata Ichigo kaget diiringi wajah masam dari Hichigo.

(Warung mpok Nining)

WARNING:

OOC, muncul CRACK PAIR, semi YAOI INCEST,

Typo berserakan, tata bahasa jelek, don't like don't read,

But REVIEW!

Chapter 2

B is for Babysitter

Hichigo dan Ichigo cengo melihat anak kecil itu. Anak itu berambut putih dengan mata emerald yang memukau.

"Etto… nama kamu siapa dik?" tanya Ichigo sambil mendekati Hitsugaya yang tertarik dengan mobilan hotwhells Ichigo.

"Hmm?" Hichigo juga mencoba mengikuti cara Ichigo. Perlahan mereka mendekatkan diri kepada tuhan eh, salah. Mendekatkan diri kepada anak kecil itu.

"Toushiro…Hitsugaya…" kata anak itu sambil memainkan mobilan itu. Karena masih lima tahun, Hichigo dan Ichigo yang mengerti bahasa balita langsung mengangguk saja.

"Baiklah Toshiro, namamu cukup aneh ya," kata Ichigo sambil mencoba menggendong Toushiro, namun yang digendong merasa tak nyaman karena telah diganggu acara bermainnya.

"Hey, ini tidaklah sesulit yang kita bayangkan." Kata Ichigo sambil mengguncang-guncang badannya hingga Toushiro juga ikutan berguncang.

"Ummgghh…." Toushiro mulai berontak. Karena acara bermainnya diganggu.

"Hey, Toushiro… kissu~" kata Hichigo yang tiba-tiba langsung mengarahkan pipinya dekat dengan Toushiro. Otomatis Toushiro memukul wajah Hichigo dengan remote control mobilan Ichigo dan-

TRASHHHKKK -bunyinya aneh-

"Remote mobilan gueeee!" kata Ichigo langsung menurunkan Hitsugaya kemudian berlari menyongsong matahari eh, menyongsong remote mobilannya.

"Uhuhu…huhu… hancur sudah semuanya," kata Ichigo sambil meratapi remote control mobilannya yang sudah hancur berantakan.

"Sabar dek, ntar dibelikan yang baru lagi," kata Hichigo dengan tangan kirinya ngelus-ngelus kepala Ichigo, sisa tangannya mengelus pipinya yang bengkak akibat Toushiro.

"Huh! Aku membeli semua ini dengan tabungan uang jajanku selama lima tahun tauu!" kata Ichigo membuat Hichigo sweatdrop.

"Jyaah," kata Hichigo nyerah.

"Ngomong-ngomong….." kata Hichigo sambil memperhatikan sekitar ruangan. Ichigo juga melakukan hal yang sama.

"DIMANA ANAK ITUUU?" kata mereka serempak sambil melihat ke sekeliling kamar namun tidak ada sosok Toushiro disana.

"Cari diluar," kata Hichigo diiringi anggukan Ichigo yang kemudian keluar kamar menuju tangga bawah. Hichigo yang sudah deg-deg-ser mulai menggaruk-garuk kepala sambil mengikuti Ichigo menuju lantai bawah.

Tidak ada siapa-siapa…

"Heeeey, Toushiro… kamu dimana?" tanya Hichigo sedikit berteriak. Ichigo juga melakukan hal yang sama, namun nihil. Mreka tidak menemukan anak laki-laki itu.

"Ya sudahlah, aku mau makan semangka dulu. Lumayan nambah energi buat nyari tuh bocah," kata Ichigo sambil berjalan menuju dapur.

Hichigo mengangguk kemudian masih melanjutkan acara mencari Toushiro. Dia menggeleda semua ruangan bahkan dibawah karpet juga dia periksa –jyaaah-.

"Hmmmm, mudah-mudahan saja ayah dan yang lainnya tidak membawa semangkanya ke kota sebelah untuk dijadikan makanan di perjalanan," gumam Ichigo. Tangannya meraih gagang lemari es, perlahan dia membuka lemari es itu dan merendahkan kepalanya mencoba memeriksa semangka tapi-

"Kyaaaaaaaaaa~" jerit Ichigo. Wew, jeritannya seperti cewek aja yah.

"Kenape lo?" tanya Hichigo yang kaget langsung datang begitu mendengar suara Ichigo –dia kira perempuan yang teriak-.

"I...Itu…" kata Ichigo sambil menunjuk-nunjuk dalam lemari es. Hichigo yang bingung langsung merendahkan kepalanya dan melihat kedalam lemari es tersebut dan-

"NGAPAIN LU ANAK KECIL MASUK KE DALAM SONO?" kata Hichigo sweatdrop ngelihat Toushiro-yang menghilang ternyata ada di dalam lemari es sedang memakan semangka.

"Pantes lu tahan di dalam. Listriknya ga idup," kata Ichigo sambil memegang kabel listrik lemari es yang putus.

"Nih anak, ayo ke ruang tengah." Kata Hichigo kemudian menggendong Toushiro.

CCCCCCCCCCC

"Huuuuh, baru aja setengah jam kita jadi babysitter Toushiro udah capek banget." Keluh Ichigo sambil tiduran di sofa. Hichigo juga tiduran di sofa yang bersebrangan dengan Ichigo. Sementara Toushiro daritadi sudah tertidur di sofa bagian tengah diantara mereka berdua.

"Kalau dia tenang seperti ini, kelihatannya cukup imut juga ya," kata Ichigo menyunggingkan senyumannya. Hichigo juga melihat wajah tenang dari Toushiro dan berpindah tempat jadi duduk di seberang sofa Toushiro. Perlahan dia mengendus-endus badan Toushiro.

"Yeah, kau benar. Dan kau tau, bau balita itu sangat harum…" kata Hichigo. Ichigo yang penasaran juga ikutan mengendus-endus bau badan Toushiro namun-

"Ught! Harum apanya? Bau busuk begini!" kata Ichigo kemudian menjaga jarak minimal 1 km- plak- dari Toushiro.

"I..Ichigo… gawat! Dia buang air! Bagaimana ini?" tanya Hichigo yang keringat dinginnya sudah bercucuran. Ichigo daritadi hanya mengalihkan pandangannya dari Hichigo. Sementara itu, Hichigo perlahan mengeluarkan senyuman mautnya.

"Ichi-chaaaan~ aku baru dengar dari Inoue-san kalau Rukia-san itu menginginkan suami yang pandai membersihkan kotoran bayi," kata Hichigo sambil menyeringai. Ichigo bergidik.

"Be…benarkah?" tanya Ichigo diiringi dengan keringat dingin yang bercucuran keluar dengan derasnya. Hichigo mengangguk. Hingga dalam tempo lima detik Ichigo sudah menggantikan popok Toushiro.

"Akulah suami yang baik untuk Rukiaaa…Hohohoho…" kata Ichigo dengan mata yang berkilau sambil bergaya pahlawan bertopeng.

"Rukia-san ingin suami yang pandai membersihkan kotoran bayi kelincinya." Kata Hichigo sok innocent membuat Ichigo terbelalak.

"What? Lu bilang kotoran bayi!" kata Ichigo protes.

"Gue belum siap ngomong udah lu potong. Tapi yaaa, bagus deh lu udah gantiin popok Toushiro," kata Hichigo.

"Kurang ajaaaaar!" teriak Ichigo diiringi tawa nista dari Hichigo.

CCCCCCCCCCCCCCCCCCC

"Shitsureishimaaasuuu~" kata seorang gadis di depan pintu rumah keluarga Kurosaki.

"Yoo! Ada apa, Hinamori-san, Rukia?" tanya Ichigo langsung keluar dari pintu sambil menggendong Toushiro di depannya.

"Kurosaki-kun… whoaaaaaaa siapa anak kecil ini? Kawaiiiiiii~" kata Hinamori sambil mencubit pipi Toushiro lembut.

"Kau benar, imutnyaaa~" teriak Rukia yang ada di samping Hinamori. Ichigo hanya menggaruk-garuk kepalanya. Tak lama kemudian Hichigo datang menyusul Ichigo didepan.

"Ichi, siapa yang… eh? Hinamori?" umpat Hichigo begitu melihat tuh cewek.

"Ini adik sepupu paling kecil, namanya Toushiro Hitsugaya." Jelas Ichigo sambil mengguncang badan Toushiro.

"Waaaah, kau sudah bisa menjadi babysitter yah… hebat. Benar 'kan Momo-chan?" tanya Rukia.

"Yap. Hichi-kun juga. Pasti kalian bekerja keras yaa," kata Momo. Hichigo dan Ichigo seketika blushing dipuji seperti itu.

"Waaaah, kalau begini Rukia pasti tidak akan ragu lagi terhadapku.." kata Ichigo dalam hati sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat. Hal itu tidak berlangsung lama tiba-tiba saja Toushiro bergumam sesuatu.

"Maaammmaaaa…" gumam Toushiro. Hinamori dan Rukia kaget.

"Hee? Adik kecil, siapa mamamu?" tanya Rukia.

"Maaaaammmaaaa," kata Toushiro lagi sambil memeluk Ichigo manja. Kedua perempuan itu tersentak kaget. Hichigo menahan ketawa.

"Yaicks…" kata Rukia menutup mulut. Dibelakang tubuh Rukia Hinamori menahan ketawa.

"Kalau papa?" tanya Rukia lagi. Tiba-tiba Toushiro mengarahkan kedua tangannya ke Hichigo seolah-olah ingin digendong oleh Hichigo dan diapun melakukannya.

"Paaaapppaaaaa," kata Toushiro lagi sambil memeluk Hichigo manja.

"Haaaah?" kata Hinamori dan Rukia serentak.

"APA? Gu…gue bukan babeh lu," kata Hichigo tiba-tiba. Ichigo melirik kearah Rukia yang sedang memasang death glare tingkat tinggi plus reiatsu yang besar.

"Kalian berdua yaoi incest?" tanya Rukia tajam setajam silet.

"WHAT?" kata Hichigo dan Ichigo serempak.

"Hichi-kun? Aku pikir kamu normal…" kata Hinamori dengan puppy eyesnya.

"Sudahlah Momo. Sebaiknya kita tinggalkan mereka yang sedang berbahagia ini," kata Rukia sambil menarik tangan Momo pergi.

"Uhuhuhuhuhu… Rukia my princess jangan pergiii," kata Ichigo. Hichigo pundung karena sudah kehilangan harga diri setelah pacarnya sendiri meragukan kenormalannya. Sementara Toushiro hanya tersenyum bahagia –dasar bocah-.

CCCCCCCCCCCC

"Terima kasih kalian berdua sudah membantu kakek," kata Yamamoto setelah kepulangan mereka. Ichigo dan Hichigo hanya mengangguk dengan aura hitam –yang masih- ada di atas kepala mereka mengingat kejadian tadi.

"Kenapa mereka?" tanya Yamamoto berbisik kearah Isshin.

"Mungkin mereka sedih berpisah dengan Toushiro," kata Isshin.

"Saa, ada sedikit uang untuk kalian berdua. Terimalah," kata Yamamoto sambil menyerahkan dua amplop berwarna coklat.

Dikamar Ichigo…..

"Yeaaaah, bisa beli hot wheels yang baruuu~" teriak Ichigo. Hichigo hanya diam.

"Heh, kenapa lu?" tanya Ichigo melihat Hichigo diam.

"Ehehehe, tidak apa-apa. Merawat anak kecil menyenangkan juga," kata Hichigo.

"Yah… tapi aku kehilangan Rukia…. Uhuhuhuhu…" kata Ichigo mewek.

"Sabar mama, masih ada papa disini~" kata Hichigo meledek membuat semburat merah di pipi Ichigo muncul.

"Sialan kau!" kata Ichigo sambil melempar bantal kearah Hichigo.

"Hey, ayo jadi babysitter lagi~" kata Hichigo semangat.

"HAH?"

*****Te*Be*Ce*****

Shicchi : *muncul* holaa minna-sama, what about this chapter? Good enough?

Hichigo : J-E-L-E-K! gausah sok bahasa inggris buk. Udah tau nilai jelek.

Shicchi : hueeeeeee, jahat akh *puppy eyes*

Momo : haaaaaaaah, ada yang nangis~ hayoo Hichi-kun nangisin anak orang niih! Diemin tuuh,

Hichgo : *sweatdrop* jyaaah, masa' gue? Secara dia udah buat image gue jadi jelek di fic ini.

Shicchi : emang image lu udah jelek kaleeeeee~ *esmosi* dari pada lu gue depak dari Fic gue mending lu bacain balasan review dari readers yang baik hati yang telah nge-review fic abal saya *mata berkaca-kaca*

Hichigo : siiip~ review pertama dari Reka Yatsu Shin'Ichiro. Wah, nih anak otaknya mesum yah… gue orang pertama yang ga setuju kalo Ichigo di-rape ama Hitsugaya. Ichigo is mineeeeeeeee

Ichigo : *blush* sompret lu! Lu mah doyan yaoi incest kalo gue kagak!

Shicchi : *sweatdrop* hmmm, kalo soal yaoi incest jadi kepikiran seseorang atau sesuatu, tapi apa yah? *berfikir keras*

Hichigo : *mencoba menghiraukan author dan Ichigo*

Hinamori: buat Reka-san Fic nya sudah di update. Keep review yaaaah.

Rukia : selanjutnya review dari Icha Icha Paradise. Okeh, fic udah di update. Terimaksaih sudah berkunjung, datang lagi yaw :3

Hichigo : wew, ngomong-ngomong gue suka tuh novel Icha icha paradise,

Ichi, Ruki, Hina : GAK NANYA! *toa mode on*

Hichigo: *pundung* gue dari tadi di cuekin mulu deeh

Shicchi: *masih berfikir keras*

Ichi, Ruki, Hina : *sweat drop*

Hinamori : eehmm! next, dari Megumi-Is-Dee yeaaah, ficnya udah di update… review lagi yah buuk. Kapan buat fic yang baru jeng? *ibu-ibu arisan mode on*

Toushiro : *muncul* next, review dari Hichigo Shirosaki. Sesuai dengan permintaan anda, character Hichigo sudah dibuatkan peran di chapter ini. Keep review. *kabur*

Hichi, Ichi : *liat Hitsu kabur* waaah, kawaiiiiiiii~ *blush*

Hina, Ruki : *manyun* fujoshi kumaaaaaaaaaaaaaaat!

Ichigo : eh? *sadar* baiklah, next dari HichiRuki hater *glek* mau tanya, anda itu Readers atau Author yah? ^_^

Shicchi : *kepalanya berasap* Flamer! Kyaaaaaa~ K-K-eep Re-Review…. *aziz gagap mode on*

Hichigo : nih anak apaan sieh? Mending lu Bantu bacain review dah! *nyengir* neh, balesan review nya.

Shicchi : eettoo… *liatin kertas review* What?

Hichigo : *nyengir lebar* ayo dibaca! Awas kalo kagak! *nodongin zangetsu*

Shicchi : w…well, next dari Terserah-lo-mau-manggil-gw-apa. Etto, arigato atas pembelaannya dari flamer, tapi jangan berantem disini pak. Author kesayangan? Saya pingsan saja deh *pingsan*

Hichigo : *cengo* yasudahlah, lanjut dari Jeanne Jaquez San. Hahaha, memang tuh si Yumichika gampang amat percaya sama orang. Chapter dua sudah update.

Shicchi : *bangun lagi* keep review nee-chaaaaaaan o maaf kalau humornya kurang.

Hinamori : next! Dari Megami Mayuki. Memang shiro-chan agresif banget yah sama Kurosaki-kun…

Rukia : *deathglare ichigo* ternyata mereka ber-yaoi-ria yah di chapter satu… huh *pergi*

Ichigo : hueeeeee rukia jangan pergiiii~ *guling-guling*

Hichigo : *hug ichi* masih ada aku disini~ biarkan saja mereka pergi~

Ichigo : *blush* kakak incest pergi lo! *tendang Hichi* well, Mayu-chan, chapter dua udah di update. Keep review yah…

Hichigo : *bangun* ehm! Ehm! Next, dari Dina Shuuya Hitsugaya memang tuh bocah gengsinya besar amat, huh! Tapi adegan terakhir itu saia tidak rela! Ichigo is mineeeeeeeeeee

Hinamori : ehem…ehem… *deathglare hichi*

Hichigo : ehehehehe, peace buuuk!

Hinamori : huuuh, emang sejak kapan ada pairing HichiHina? Tuh pairing crack banget malah *melet*

Shicchi : itu pairing ciptaan Shicchi… *bangga*

Hitsugaya : sialan luh author! Lu buat gue jadi anak balita terus cewe gue lu jadiin sama hollow jelek keak gitu! *nunjuk hichigo*

Shicchi : *senyum innocent* dari pada aku buat pairing ShikiHina? Hayooooo udah beda fandom… *ketawa setan*

Hinamori : kyaaaaaaaa~ Shiki Senri di Vampire Knight itu kan? *bling-bling*

Shicchi : Senri Shiki punyakuuuuuuuu , *kumat*

Ichigo : *mengabaikan author* baiklah Dina Shuuya Hitsugaya, chapter dua sudah update. Keep review yaw :3

Rukia : next, dari Aiko-chan Lummierra wah, pecinta IchiHitsu yah… sampai nari-nari gaje gitu… *sweat drop* chapter dua sudah di update. Keep review yaaaaa~

Ichigo : hah? Rukia, lo ga marah ama pairing IchiHitsu? *kaget*

Rukia : hee? Gue mah seneng-seneng aja lu dijadiin ama siapa aja *senym devil setelah disogok 5 juta yen sama author*

Ichigo : *pundung* uhhhuhuhuhu… author kejam amat

Shicchi, Hina : *masih rebutan Shiki Senri*

Hichigo : *sweat drop* dasar cewek… ada gue yang gak kalah ganteng daripada Shiki Senri gak direbutin…

Hitsugaya : uuuh! Gara-gara author nih, cewek gue ikutan gaje *mayun* ini dia balasan review yang terakhir, Dari Near-kun cinta anime Maleslogingetolho. Jyaaah bener-bener dah… image gue udah ancur di chapter satu, eh chapter dua juga makin ancur.

Hichigo : gue juga OOC banget dibuat tuh author!

Shicchi : Shicchi gitu looh~ pakarnya -?- OOC, Crack pairing, dll, dsb, etc.

All chara : *sweat drop*

Waaaaaaaaah, makasih yang udah review Fic yang sebelumnya. Akhirnya bisa update juga XD. Arigato buat yang mendukung fic ini supaya jalan terus. Etto… soal pairing HichigoxHinamori hanyalah selingan. Habis bingung pair Hichigo -cewek- itu siapa. Jadi maaf kalau ada sedikit crack pair. Pertama mau buat Hichigo sama Rukia tapi… -tidak mampu melanjutkan kata-kata- yasudahlah~ intinya ini bukan masalah siapa pair hichigo kan? -Innocent-

Ehehehe, ada juga ternyata yang sadar kalau fic ini aransemen ulang begitu lihat judul ficnya XD, yah walaupun tidak sebagus disclaimer yang asli, tapi mohon review m(_ _)m.

Leave me a review o

With a wonderful love for my koihibito, and Shiki Senri.

KiryuZero Shicchi Jaegerjaquez