Terima kasih untuk semua yang sudah mau membaca, me-review, me-fav, dan mem-follow cerita ini. Masih banyak kekurangan Len sebagai author newbie, dan karena itu Len sangat mengharapkan kritik-saran yang membangun dari kalian semua.

.

Keju Di Antara Kita

Fanfiksi Naruto punya Len. Karakter punya MK ojiisan.

Warning! AU, kemungkinan OOC ada, bukan Canon, typo, plotless

Pairing: masih KakaSaku

.

== Chapter 2 ― Rusak? ==

.

Hatake Kakashi. Mahasiswa semester enam bidang arsitektur di Konoha University. Karakternya di fanfiksi ini terbilang gary stu dengan beberapa nilai minus yang entah kenapa tidak sanggup merontokkan ke-gary stu-annya. Yang membuatnya nampak gary stu adalah otak encernya, wajah tampannya, kantongnya yang tidak pernah paceklik. Tipe don juan sejati.

Sedangkan fitur minusnya yang dimiliki pria surai perak itu ialah; tukang ngaret, mesum, single, playboy, mesum, dan MESUM. Tapi sungguh, jumlah gadis yang menaksirnya tidak berkurang dan justru semakin bertambah seperti jamur di musim penghujan.

Kemarin, Kakashi kembali didapuk sebagai salah satu jajaran panitia masa orientasi mahasiswa baru di kampusnya. Sudah pasti jumlah penggemarnya bertambah. Populasi pria di Konoha University bersedih akan makin banyaknya perempuan-perempuan masokis yang rela jatuh di pelukan si Don Juan walau hanya semalam.

Dan berkat masa orientasi itu pulalah, Kakashi sudah menaruh hati pada mahasiswi baru dari jurusan IT yang bernama Haruno Sakura. Tapi rupanya Don Juan sejenis Kakashi juga bisa merasakan nyalinya menciut untuk mendekati sang gadis.

Seorang laki-laki boleh saja pikirannya dipenuhi oleh wanita-wanita cantik, terlebih seorang Hatake Kakashi yang seorang playboy cap kabel. Tapi, ketika mereka akan tidur mereka akan memikirkan hanya satu perempuan yang benar-benar bisa mencuri hati mereka. Dan pada kasus Kakashi, perempuan itu adalah Haruno Sakura. Dan tentu saja, Kakashi tidak bisa membiarkan keadaan seperti ini terus berlanjut.

Sakura berlari kecil menuju ke sebuah café dekat kampusnya. Dirinya ada janji dengan seseorang sore ini dan orang itu adalah Hatake Kakashi. Senior yang diam-diam mencuri hatinya sejak hari ketiga masa orientasi.

Sakura sendiri tidak menyangka, saat seperti ini akan tiba dalam hidupnya. Seorang senior beda jurusan yang dikaguminya mau bertemu dengannya. Sahabatnya Ino tempo hari berkata padanya jika Kakashi ingin menemuinya. Alasannya, ponsel Kakashi bermasalah dan Kakashi ingin bertanya-tanya lebih dahulu pada Sakura dan meminta gadis itu memperbaiki ponselnya jika bersedia.

Otak cemerlang Sakura bingung, tak habis pikir. Kenapa harus dirinya di antara sekian banyak mahasiswa jurusan IT yang dimintai tolong oleh senior playboy itu? Lalu, apa otak seorang jenius seperti Kakashi tidak bisa membenahi ponselnya sendiri? Berbagai macam pertanyaan berkecamuk di benak Sakura.

Begitu memasuki café, tidak butuh waktu lama bagi Sakura untuk menemukan Kakashi. Surai perak yang menantang gravitasi itu cukup mencolok dan sangat mudah ditandai. Setelah merapikan penampilannya sebentar―secara asal, Sakura berjalan ke meja Kakashi.

"Maaf sudah membuat Senpai menunggu."

Kakashi mengalihkan pandangannya ke Sakura, tersenyum, kemudian berkata, "Daijobu. Aku belum lama tiba di sini. Silahkan duduk."

"Arigatou, Senpai."

"Aku sudah memesankan kau menu yang sama denganku. Kau tidak keberatan?"

Sakura melirik sebentar ke arah pancake dan jus melon di hadapan Kakashi. "Sama sekali tidak. Terima kasih, lagi."

"Hm."

"Jadi, boleh aku bertanya sebentar sebelum memperbaiki ponselmu, Senpai?"

"Silahkan."

"Kenapa kau meminta tolong padaku? Kurasa ada lebih banyak mahasiswa yang lebih pandai daripada aku. Terutama para senpai." Sakura bertanya tanpa bertele-tele dengan tegas.

Kakashi mengulum senyumnya. "Karena kudengar beberapa dosen mulai memperhatikanmu. Kau begitu menonjol di kelasmu akan kecakapanmu dalam bidang IT. Banyak orang yang sudah mengakui itu. Jadi, aku penasaran. Apa kata-kata mereka bisa kupercaya atau tidak?"

Sakura tersenyum miring. "Jadi kau meremehkanku, Senpai?" sepercik aura gelap mulai menguar dari tubuh Sakura.

Kakashi mengangkat bahunya cuek. "Aku tidak bilang begitu."

Obrolan mereka terpotong ketika seorang pramusaji datang membawakan hidangan Sakura.

"Silahkan dimakan," ujar Kakashi.

Sakura mulai menyuap pancake ke dalam mulutnya. "Oke, terserah. Lalu kenapa kau tidak memperbaiki ponselmu sendiri? Otak cemerlangmu itu tidak mampu melakukannyakah, Senpai?" tanya Sakura dengan nada penuh ejekan.

"Hm, kurasa ini bukan masalah yang bisa kuselesaikan sendiri."

"Yah, terserah. Kalau begitu, boleh aku lihat ponselmu?" tangan Sakura terjulur menagih ponsel Kakashi.

Kakashi tentu langsung menyerahkan ponselnya yang kini sudah diotak-atik oleh Sakura. Aktifitas makan Sakura terhenti sejenak karena mengecek ponsel Kakashi.

"Tidak ada yang salah atau rusak dengan ponselmu, Senpai. Semua baik-baik saja," kata Sakura beberapa saat kemudian, masih mengotak-atik ponsel Kakashi.

"Hountou? Tapi aku yakin ada yang bermasalah dengan ponselku."

"Tidak, Senpai. Semua baik-baik saja. Software, hardware, semua oke. Ponselmu juga bersih, tidak ada virus. Hanya saja ada beberapa aplikasi yang harus kau hapus karena itu bisa memperlambat kerja ponselmu. Kinerja ponselmu juga baik, responsif. Tidak ada yang bermasalah dengan ponselmu, Senpai." Sakura menyodorkan ponsel Kakashi di atas meja ke arah si empunya.

"Tidak, kau pasti melewatkan sesuatu. Sudah jelas ada yang bermasalah dengan ponselku."

"Tsk! Aku memang belum sehebat para jenius IT di luar sana, tapi jika hanya masalah ponsel, aku tidak mungkin tidak tahu, Senpai." Sakura berkata penuh penekanan karena merasa amat diremehkan oleh Kakashi. "Aku yakin ponselmu tidak bermasalah."

"Dan aku yakin ponselku bermasalah."

Sakura menghela nafasnya kasar. Siapa sangka orang yang membuatnya tertarik bisa begitu menyebalkan? "Mungkin yang bermasalah itu kau sendiri, Senpai."

"Hei, aku serius! Ponselku bermasalah, Haruno-san."

"Oh ya? Katakan padaku apa masalahnya itu," tantang Sakura dengan senyum licik plus nada mengejek.

"Baiklah. Yang bermasalah pada ponselku adalah… ponselku tidak memiliki nomormu, tidak memiliki alamat e-mail-mu, tidak memiliki kontakmu di media sosial, dan tidak memiliki gambar kita berdua di dalamnya," kata Kakashi lancar. Sangat, sangat, sangat lancar.

"Ap-apa?!" Sakura bisa merasakan pipinya mulai memanas. Tapi egonya mengatakan dirinya tidak boleh terlihat tersipu di depan Kakashi.

"Sudah kubilang 'kan? Ada yang bermasalah dengan ponselku. Dan masalah itu adalah ponselku tidak memiliki nomormu, alamat e-mail-mu, kontakmu di semua media sosial, dan gambar kita berdua. Apa jawabanku kurang jelas?" Kakashi mengakhiri perkataannya dengan senyum tipis.

Manik emerald Sakura menatap tajam pada kelabu Kakashi. Sekarang, rasanya semua sudut wajahnya memanas.

Dan tanpa disangka, Sakura justru berdiri dari duduknya. "Terima kasih atas makanannya, Senpai. Dan terima kasih, sudah membuang-buang waktuku. Aku permisi dulu." Kemudian gadis bersurai merah muda itu melenggang pergi keluar café.

Di tempatnya, Kakashi tertawa pelan. Kepergian Sakura bukan berarti gagal. Dirinya sudah hafal berbagai tabiat wanita. Ditambah, rona merah di wajah Sakura tadi terlihat begitu jelas di kulitnya yang putih. Yang harus Kakashi lakukan hanyalah mengejar lebih keras saja.

― KELAR ―


A/N :

Again, what the fk did I write, uh?! /table flip/ Berasa masih kaku buat nulis cerita pake chara 2D. So yeah, I keep on trying and this is the result. Yakin dah, masih ada lack sana-sini.

Terus gombalannya itu apa juga? Hahaha. Karena pura-pura hape ketinggalan, pura-pura nggak ada pulsa, sok-sok'an lupa taroh hapenya di mana demi dapetin nomer orang yang kita taksir, itu semua ketinggalan jaman banget! So old!Come on guys, upgrade modus kalian! XD

Then, baca komen-komen kalian semua bikin Len ngakak. Thankseu yang udah mau baca, meninggalkan jejak di kolom review maupun mem-follow cerita ini. I really appreciate your support guys ;) Dan… yang bingung panggil Len apa, panggil Len nggak apa-apa, Kuroshi-san juga nggak apa-apa, tamvan apalagi XD

Dan saya mau tanya, ni cerita kalo masuk genre humor itu cocok nggak? Tolong dijawab dengan jujur, jangan kayak kamu yang nggak mau jujur sama perasaanmu ke dia :v Soalnya tiap Len baca ulang ni cerita bawaannya ngakak keras

Anw, saya terbuka akan usulan pair Kakashi ama siapa aja asal jangan boyxboy, hwhwhw.

Hahh, oke. Saya, Domyouji Tsukasa, bakal balik lagi dengan gombalan baru. Sorede, see ya!