~ Beautiful Hib-Creature~

Park cheonsa fujoshi (Virly Park)

Threeshoot

Rate : T

Warn: Boys Love, Yaoi, Romance, Humor

Summary:

Animal-hybrid adalah makhluk yang sembilan puluh sembilan persen mirip manusia jika tanpa telinga hewan di kepala mereka. Mereka merupakan campuran dari hewan dan manusia normal. Bagaimana jadinya jika seorang namja manis membenci para makhluk-makhluk itu?

A/n : ff ini terinspirasi dari sebuah ff yang di buat oleh author bernama BANG YOUNG RAN. Aku plagiat mungkin iya, maaf. It's just like another sequel. Tapi aku suka banget sama ff asli nya yang di bikin author BYR. Tapi karena semua ff nya udh di hapus dari Ffn sama BapYaoiFF, aku jadi gak bisa baca itu lagi padahal tinggal satu chapter belum di baca *nangis di pojokan* yang rate M. Muehehe. Bang Young Ran Jjang !

~ Beautiful Hib-Creature~

Prev Chap...

"mwo?! Yo-Yoongi sunbae?" pekik taehyung dan jungkook bersamaan dan di angguki dengan semangat oleh jimin

"kau gila, jangan pernah jatuh cinta dengan seorang yoongi sunbae. Bisa-bisa kau di buat menderita olehnya, ia sudah membuat ratusan anim-hybrid bunuh diri karena tak bisa mendapatkan nya saat memasuki usia HEAT. Kau tahu, dia itu sangat membenci yang namanya anim-hybrid, dia itu jahat" hoseok memperingati, karena ia sudah banyak melihat kejadian di mana yoongi menolak mentah-mentah bahkan menghina para anim-hybrid. Membuat ratusan anim-hybrid melewati masa HEAT mereka dengan suram. Karena anim-hybird adalah campuran dari gen manusia dan gen hewan,dan gen hewanlah yang paling kentara atau paling banyak mendominasi. Kalian pasti tahu ada suatu masa di mana masa seekor hewan memiliki musim kawin, dan saat itulah yang di sebut usia HEAT. Pada saat HEAT inilah seorang anim-hybrid harus memiliki pasangan (MATE) untuk kawin.

"ia baik kepadaku, aku yakin kalau ia juga menyukaiku " jimin Positive thinking, ia tahu kalau yoongi pasti juga meyukainya seperti ia sangat menyukai yoongi.

~ Beautiful Hib-Creature~

Chapter 2...

"tapi hyung ia sangat membenci makhluk seperti ki-"

"ia menyukaiku!" Potong jimin keukeuh, jungkook terdiam

Hoseok hanya dapat menggelengkan kepalanya saat mendengar pernyataan jimin. Ia yakin kalau jimin pasti tidak akan mau mendengarkan mereka karena ia adalah seorang yang pantang menyerah dan keras kepala. "jangan menyesal bila nanti masa HEAT mu tiba" final hoseok.

Jimin hanya mendengus kemudian langsung meminum bubbletea nya yang terletak diatas meja, ia yakin bahwa namja semanis yoongi tidak mungkin sebenci itu kepada makhluk seperti mereka.

~ Beautiful Hib-Creature~

"nak, bangun" teriak seokjin dari dapur

"ne, eomma"

"OMONA!" Seokjin terkejut saat yoongi tiba-tiba menyahut dari belakangnya, dan langsung mencium pipinya "hampir saja aku jantungan" jin mengusap dadanya lega

"pagi! Eomma, pagi appa" ujar yoongi ceria kemudian duduk di meja makan bersebelahan dengan namjoon

"tumben sekali sudah rapi" ucap namjoon yang baru saja menyeruput kopinya kemudian meletakkan nya diatas meja makan. Ini merupakan pertama kalinya anak manisnya itu bangun dengan cepat dan tanpa harus adanya teriakan memekakan telinga dari istrinya yang mencoba untuk membangunkan yoongi.

"hehe, aku terbangun cepat karena ingin sekolah. Aku harus mengurangi keterlambatanku untuk tiba ke sekolah" alasan yoongi, -bohong- katakan saja kalau yoongi ingin cepat-cepat bertemu dengan jimin teman tampan barunya.

"baguslah" namjoon manggut-manggut, ia kembali membaca korannya. Tapi di tarik oleh jin "jangan membaca lagi, ayo sarapan dulu" mereka pun melanjutkan makan mereka dengan tenang, kecuali yoongi yang tergesa-gesa ingin cepat ke sekolah. 'ini menyenangkan' batin yoongi ceria. Ia tidak bisa tidur malam tadi hanya karena wajah jimin yang selalu berputar di otaknya, suaranya, senyumnya yang membuat mata nya menghilang, dan tubuh tegap itu. jimin sangat sempurna bagi yoongi.

~ Beautiful Hib-Creature~

Seorang namja tampan tengah memerhatikan jam dinding di depan kelasnya, entah mengapa rasanya detik-detik itu malah berubah jadi menit. Dan terkesan sangat lama baginya, dan ia menyadari kalau ini baru 30 menit saat bel masuk berbunyi. Ah, yang benar saja. Sedangkan jam pelajaran fisika yang sedang di ajarkan oleh kim ssaem memiliki waktu sebanyak 1 jam 30 menit sampai bel istirahat berbunyi. Huft, ia sangat bosan sekarang.

"jangan selalu di perhatikan, nanti bisa berubah jadi ikan"

Jimin menghembuskan nafasnya pendek kemudian bersender di senderan kursinya saat mendengar teman barunya yang duduk di sebelahnya yang sibuk mencatat "ini baru hari pertama, dan kau ingin cepat-cepat keluar kelas" namja itu mengangkat kepalanya menoleh ke arah jimin.

"aku ingin bertemu seseorang gyeom-ah" namja yang di panggil Yugyeom itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya "nugu? Ada urusan penting?" Yugyeom melanjutkan kegiatan menulisnya

"sangat penting, ini menyangkut hatiku. Seorang sunbae gyeom" jimin tersenyum saat mengingat sunbae manisnya. Sekali lagi, teman jimin yang sibuk menulis itu menganggukan kepalanya tanda paham.

Jimin menoleh ke samping bangkunya, menatap ke arah Yugyeom yang sibuk mencatat di buku nya "hey, gyeom-ah. Kau tahu yoongi sunbae?"

"hm, memangnya kenapa?"

"aku menyukainya"

Uhukk...uhukkk

"hey, hati-hati" jimin mengusap punggung Yugyeom karena ia terbatuk-batuk

"kau gila, ia itu mengerikan jim. Aku tahu ia manis, tapi kau seharusnya sudah di beritahu hoseok hyung dan teman-teman mu yang lain bahwa yoongi sunbae itu jahat. Ia tidak menyukai makhluk seperti ki-"

Jimin hanya berdecak malas, menoleh kedepan langsung menulikan pendengarannya dengan memasang volume tertinggi di earphone yang ia pakai. Ia hanya tak habis pikir semua orang mengatai yoongi dengan embel-embel 'jahat, mengerikan, membenci makhluk seperti mereka' uh, jimin tak menyukai anggapan teman-temannya. Ia masih ingat betul bagaimana ia dan yoongi menghabiskan waktu bersama kemarin. Mengingat kejadian kemarin, jimin kembali tersenyum dan mulai berangan-angan untuk bertemu yoongi lagi.

Flashback

"ah, tidak apa-apa. Aku juga ingin meminta maaf karena sudah menabrakmu tadi. Kau nampaknya lebih muda dari pada aku, silahkan panggil aku hyung saja. Hehe" Jimin sangat percaya diri rupanya

"benarkah? Tapi sepertinya kau masih kelas X bukan? Aku sudah kelas XII"

Jder~

Seketika senyum cerah itu luntur dari wajah Jimin 'bunuh Jimin di rawa-rawa eomma' batinnya

"Jadi kau yang harus memanggilku Hyung" Yoongi melihat seragam yang Jimin gunakan merupakan seragam untuk siswa baru yang masuk kelas X Korea International SHS.

"jinjja? Mianhae hyung" jimin tersenyum, sedangkan yoongi? Salah tingkah. Ia menundukkan wajahnya.

"mm, aku sebaiknya kembali ke kelas" yoongi bangkit dari duduknya dan mengambil tas nya, sungguh ia ingin pergi sekarang. Jantungnya terasa akan melompat bila lama-lama dengan jimin. Ia tak mau mati muda karena gagal jantung, #lebaysekaleee

SRET~

Reflek Jimin menahan pergelangan tangan yoongi saat yoongi menyibak tirai ingin keluar. Entah mengapa rasanya sangat hangat, dan pergelangan tangan yoongi melingkar sempurna di jari-jari jimin. 'tangannya begitu pas untuk berada di genggamanku' batin jimin.

Yoongi menolehkan kepalanya perlahan ke arah pergelangan tangannya yang di genggam lembut jimin, terasa darah yoongi berdesir hangat saat jimin yang mencegahnya untuk pergi.

"ma-maaf hyung" jimin menjauhkan tangannya, degupan jantungnya menggila. Astaga, yang benar saja, jimin sangat bingung kenapa ia malah melarang yoongi untuk pergi? Ia takut di tinggal sendirian di ruang ini? Tidak, jimin menggeleng. Ia hanya merasa ingin selalu berada di dekat yoongi

"mm, tak apa" yoongi mencoba menoleh ke arah jimin meski gugup "kau membutuhkan sesuatu?"

"mm" jimin berpikir sebentar, ah. Ayolah otak, bekerjalah sebentar saja. Jimin harus menemukan ide untuk bisa berlama-lama dengan yoongi.

Dan

AHA!

"temani aku jalan-jalan untuk mengenal lingkungan sekolah ini, karena ini merupakan hari pertamaku masuk sekolah"

Yoongi tampak menimbang-nimbang sambil mengepalkan tangannya di bawah dagu yang di sebut 'mode berpikir ala yoongi' yang membuat jimin harus menahan nafas karena yoongi nampak sangat menggemaskan sekarang.

"ayolah hyuuuung~" oh-oh, puppy eyes milik jimin keluar "aku akan mentraktirmu makan, terserah apapun yang kau mau. Dan sebanyak apapun yang kau mau asal kau mau menemani aku" rayu jimin

"mm, baiklah. Belikan aku cheesecake saja nanti, kajja" yoongi menyetujuinya, ia pun langsung berbalik dan membuka tirai, berjalan mendahului jimin. Ia tak tahan dengan puppy eyes jimin yang sangat mempesona

Jimin tersenyum sumringah 'YES!' dengan semangat jimin memasang topinya kembali dan mengambil tas lalu memakainya. Mengikuti yoongi keluar dari ruang kesehatan.

Setelah melakukan tour kecil mengelilingi sekolah baru bagi jimin. Yang seharusnya bertema 'mengenal lingkungan sekolah' tapi berarti lain bagi jimin 'mari berlama-lama dengan sunbae semanis gula' itu sudah selesai. Dan di sinilah mereka di taman sekolah, berjalan berdua menikmati matahari senja

"terima kasih hyung sudah mau menemaniku, ayo kita ke cafe sekarang. Aku akan mentraktirmu" jimin berucap girang sambil memperhatikan wajah yoongi yang sedang berjalan di sampingnya.

"mm, jim. Ini sudah pukul 5 sore, aku harus pulang ke rumah. Ibuku pasti mengkhawatirkan ku karena tidak pulang cepat seperti biasanya" yoongi cemberut, ia menghela nafas karena waktu terasa berjalan sangat cepat baginya. Padahal ia ingin lebih lama bersama jimin, iya, yoongi inginkan itu

"mm" jimin mengangguk paham "baiklah, kalau begitu aku akan mentraktirmu besok saja, kau mau?"

Yoongi mengangguk semangat "nde, yaksok?" Yoongi mengangkat jari kelingkingnya. Jimin tersenyum lalu mengaitkan jari kelingkingnya di jari yoongi "mm" jimin mengangguk "yaksok"

Jimin mengantar yoongi ke rumah nya dengan motor miliknya, hari ini sangat indah bagi jimin maupun yoongi.

End Of Flashback

~ Beautiful Hib-Creature~

Bel istirahat akhirnya berbunyi , dan di sinilah yoongi dan jimin. Mereka sedang berada di cafe pilihan jimin yang letaknya agak jauh dari sekolah, memenuhi janji jimin untuk mentraktir yoongi. Letak cafe itu lumayan jauh dari sekolah mereka, kenapa mereka berani ke sini meski baru bel istriahat? Karena sedang adanya rapat guru. Dan bisa di pastikan kalau pihak sekolah memulangkan mereka. Sungguh hari yang indah bagi jimin.

"mm, kau mau pesan apa?" Yoongi sibuk mengamati buku menu yang berisi menu kue-kue di dalamnya. Jimin yang menyuruhnya untuk memesan

"sama seperti hyung saja" pandangan jimin tak pernah lepas dari wajah namja manis di depannya yang sedang mengerucutkan bibirnya imut karena bingung untuk memesan apa. Yoongi mengangguk kemudian mengangkat kepalanya menoleh ke arah jimin

Blush~

"y-ya~ mworago? Kenapa menatapku seperti itu?" Yoongi menutupi wajahnya dengan buku menu, ia merasa gugup karena jimin menatapnya dengan senyuman yang terpatri indah di wajahnya.

"mm, tidak apa-apa. Jadi, apa yang akan kau pesan hyung?" Jimin menopang dagunya dengan sebelah tangannya. Jimin terpesona akan wajah imut yoongi yang sedang memerah karena malu. Uh, jimin tak kuasa untuk tak mencubit pipi itu.

"pe-pelayan" yoongi mengangkat tangannya tinggi-tinggi untuk memanggil pelayan yang berada agak jauh dari mereka, ia mencoba mengarahkan pandangannya ke arah pelayan yang bahkan mungkin tak mendengar panggilan yoongi. Yoongi geram karena ia sama sekali tidak di gubris, kadang ia akan memutar matanya sedikit menoleh ke arah jimin dari sudut matanya. Yang membuat ia makin salah tingkah karena jimin terus memandanginya dengan senyuman.

"berhentilah memandangiku seperti itu" yoongi memberengut. Ia akhirnya kalah, padahal ia mencoba untuk mengabaikan pandangan jimin ke arahnya. jimin tersenyum kemudian menepukkan tangannya sebanyak dua kali "ppak...ppak"

seorang namja pelayan bertelinga hitam-kuning keemasan dan di pastikan ia merupakan sejenis FOX-hybrid "ada yang bisa saya bantu? anda ingin memesan apa?" tanyanya. Yoongi mengernyit heran, apa-apaan ini? Ia memanggil tadi tidak di gubris, tapi saat jimin yang memanggil, Pelayan itu mendatangi mereka, yoongi mendengus karena ia memang tak menyukai makhluk seperti mereka. di tambah sikap mereka yang seperti itu kepada yoongi.

"jangan marah, memang seperti itulah kebiasaan di cafe ini. Kau harus tepuk tangan untuk memanggil mereka. karena pelayan di sini, yah kau bisa lihat. Mereka anim-hybrid" ucap jimin lembut di selingi senyumannya yang membuat yoongi meleleh. yoongi pun mengangguk paham dan ikut tersenym "sekarang pesanlah" jimin berujar lembut lagi. Yoongi pun memesan beberapa makanan, hanya 2 cheesecake berukuran sedang dan 2 gelas bubbletea.

"kau pasti akan menyesal karena hanya memesan dua" jimin tersenyum

"kenapa?"

"lihat saja nanti"

Setelah beberapa menit saling bercerita tentang pelajaran di sekolah, mungkin akan terdengar membosankan bagi orang lain. Tapi tidak bagi jimin dan yoongi, mereka menikmati candaan perbincangan ringan mereka. tak ada kecanggungan, yang ada hanya waktu yang mengalir dengan indahnya.

"jja! Silahkan makan" yoongi berucap riang, tak sabar ingin mencicipi cheesecake yang jimin sebut-sebut sebagai cheesecake ternikmat di dunia. Ia mengambil sendok dan mulai memasukkan potongan kecil kue ke dalam mulutnya.

Mmm~

"woahh, neomu mashitaa~" yoongi berujar di sela-sela kunyahannya, lihatlah pipi yoongi yang sedang mengembung lucu karena ia menyendok potongan besar dan langsung memasukkan nya ke dalam mulutnya. Jimin hampir tersedak liurnya sendiri tak percaya akan pemandangan yang ia lihat 'waaa~ neomu kyeopta' batin jimin fanboying ria.

"sangat enak bukan? Hyung tidak percaya sih, ingin memesan lagi? Ayo kita bawakan ini untuk orang tua hyung"

Yoongi mengangguk semangat karena ucapan jimin, ia percaya kalau cheesecake di sini memang sangat enak "mereka pasti menyukai ini" ucap yoongi dengan mulut penuhnya. Ia akan membelikan beberapa untuk kedua orang tuanya.

"hyuung, hati-hati lah saat makan. Kau belepotan sekali, seperti anak kecil saja" jimin mencolek sisa makanan di ujung bibir yoongi dengan jari telunjuknyaa kemudian mencicipnya.

Blush~

"y-ya! Mengapa kau melakukan itu!" protes yoongi, aah, jimin membuat jantungnya ingin melompat sekarang juga.

"hehe, cheesecake nya memang manis" jimin tersenyum, kemudian melanjutkan makan kue nya sendiri. Jimin? Kau mau melihat yoongi terkapar sekarang? jantungnya sebentar lagi akan meledak bodoh!

"ish~" yoongi memberengut, ikut melanjutkan makanannya. Ia makan dengan hati-hati. Takut belepotan lagi, kalau belepotan lagi nanti kejadian yang seperti tadi terulangi bagaimana? Sekali lagi, yoongi katakan kalau ia tidak mau mati muda.

~ Beautiful Hib-Creature~

"hyung, setelah ini kau mau kemana?" tanya jimin yang sedang berjalan di samping yoongi, mereka saat ini sedang berada di taman kota dekat cafe. Ini masih jam 3 sore, masih ada waktu 2 jam sebelum yoongi pulang ke rumah.

"mmm, molla. Kau ada tujuan?" yoongi berjalan di trotoar jalan, dengan sebelah tangannya yang membawa 1 kotak cheescake berukuran sedang. Sebenarnya ia membeli 2 cheesecake, tapi jimin yang membawakan 1 kotak lainnya. Jimin hendak membantu membawakan keduanya, tapi yoongi menolak. Heol, kalau kedua tangan jimin membawa cheesecake, bagaimana jimin hendak menggandeng tangan yoongi nantinya? Yoongi modus

"kemana ya? Aku baru di kota ini hyung, jadi tidak terlalu tahu di mana tempat yang bagus untuk ken-"

Jalan-jalan. Hehe" yaampun, hampir saja jimin mengatakan 'kencan'. Jimin gugup sekali, ia langsung membungkam mulutnya. Menatap lurus ke arah depan saat yoongi menoleh ke arahnya

"benar juga" yoongi mengangguk, jimin memang baru di kota ini. Seharusnya yoongi lah yang tahu tempat mana saja yang bagus untuk 'ken'-jalan-jalan,eh eh. Jalan-jalan kok ada embel-embel 'ken' nya? Ken itu apa yoon? Mungkin kah 'ken' itu 'kencan?'

Blush~

Yoongi mengangkat kepalanya, baru menyadari acara jalan-jalan mereka berdua lebih mirip kencan. Astaga, pipi yoongi memerah. Degup jantungnya bertambah tidak normal karena kata-kata kencan. Panas~ pipi yoongi panas~

"mm. Kita pergi ke tempat ku saja" yoongi turun dari trotoar mempercepat langkahnya berjalan mendahului jimin. Sungguh, ia tak mau jimin melihat wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus sekarang.

"eh, eh. Hyung. Tunggu~" jimin berusaha mengejar yoongi, berusaha untuk mensejajarkan langkahnya di samping yoongi.

~ Beautiful Hib-Creature~

Perjalanan menuju tempat yang yoongi sarankan memakan waktu hampir setengah jam, mereka menaiki bus karena jimin tidak membawa motornya kesekolah.

Bohong, Padahal pagi tadi ia menaiki motornya bersama hoseok, tapi begitulah. Ilmu per'MODUSAN' jimin untuk berlama-lama dengan yoongi ia terapkan.

"wah, daebak" puji jimin saat melihat pemandangan danau dari atas bukit, terlihat langit yang mulanya berwarna biru sekarang beranjak menjadi kuning keemasan karena matahari yang mulai turun ke arah barat. Tempat ini sungguh indah, danau ikut berwarna keemasan karena pantulan dari cahaya matahari. Angin yang bersemilir lembut, meski agak dingin tak mungkin membuat mereka menggigil.

Jimin menoleh ke arah yoongi di sampingnya

DEG~

Entah mengapa, pemandangan yang jimin lihat sekarang ini mampu mengalahkan beribu-ribu pemandangan alam lainnya. Lihatlah, bahkan jimin tidak bisa mengatup mulutnya lagi karena keindahan yang ia lihat sekarang.

Wajah yang sedang tertimpa matahari senja itu, mata yang sedang tertutup itu, dan di tambah Bibir yang tengah menyunggingkan sebuah senyuman yang menghiasi wajah namja manis di sampingnya. Mampu membuat jimin bungkam dan memuji penciptanya, ia tak bisa lepas dari pemandangan di sampingnya.

Yoongi mengernyit, ia merasa heran karena jimin yang diam saja. Kemana anak itu? apa ia meninggalkan yoongi sendirian? Perlahan mata yoongi terbuka dan langsung menoleh ke arah jimin di sampingnya.

DEG~

Yoongi terkesiap, jimin tepat berada di depan wajahnya. Jarak wajah yoongi dan jimin hanya berjarak beberapa senti. Yoongi dapat melihat sempurna wajah tegas dari seorang jimin. Jimin sangat tampan bila dilihat sedekat ini, entah mengapa. Jarak mereka yang sangat dekat seperti ini tidak membuat yoongi mundur. Ia masih bertahan, ia ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Entah dorongan dari mana, perlahan yoongi menutup kedua matanya saat jimin semakin dekat. Bahkan yoongi dengan jelas dapat merasakan deru nafas jimin menerpa wajahnya, terasa hangat.

Jarak antara jimin dan yoongi semakin tipis, jimin dapat mencium aroma chamomile yang menguar dari tubuh yoongi. Sungguh, jimin semakin mabuk akan pesona yoongi.

Ia menyukai yoongi, sungguh, ia sangat-sangat menyukai yoongi. Jimin tak ingin lepas dari yoongi, ia ingin selalu berada di samping namja manis itu. ia bertekad akan selalu menjaga yoongi mulai sekarang, dan ia akan memiliki yoongi seutuhnya.

Chu~

Terasa benda kenyal mendarat dengan lembut di bibir yoongi, sengatan listrik mejalar di sekujur tubuhnya. Terasa hangat dan menenangkan, bukan sebuah ciuman yang menuntut. Hanya sekedar menempel namun meninggalkan kesan yang indah bagi yoongi. Perutnya terasa penuh oleh jutaan bahkan milyaran kupu-kupu yang beterbangan bebas. Seakan saat yoongi membuka mulutnya, kupu-kupu itu akan menyembur keluar beterbangan dari mulutnya.

Degup jantung jimin semakin menggila, namun menciptakan irama yang indah bagi jimin. Degup jantung jimin seakan bisa ia dengar sendiri karena degupannya begitu kencang. debaran ini indah sekali~

jimin melepas ciumannya dengan senyuman "jadilah pacarku yoongi hyung" ujar jimin

yoongi tersenyum kemudian mengangguk "mm, ne"

jimin menarik yoongi dalam dekapannya, meski ia dan yoongi hanya bertemu sejak kemarin. Ia yakin kalau yoongi adalah pasangannya, karena instingnya mengatakan seperti itu.

yoongi menyandarkan kepalanya di bahu jimin, ia tak bisa berkata apa-apa karena perasaan ini sungguh membahagiakan. Ia ingin jimin di sampingnya, ia tahu kalau jimin adalah orang yang baik untuknya dan akan selalu menyayanginya. Yoongi tahu itu

"jimin-ah, ibuku ingin mengundangmu untuk makan malam di rumah kami malam ini"

Jimin melepas pelukannya "baiklah, aku juga tak sabar ingin menemui mertua ku" ujarnya jahil yang membuat yoongi blushing lagi. Jimin mencubit pipi yoongi yang sejak kemarin menggodanya itu.

"appo~" rengek yoongi, astaga manisnya bertambah seribu dua ratus lima puluh kali lipat. Semakin membuat jimin gemas saja.

jimin menggenggam tangan yoongi "hehe, kajja. Kita pulang, sudah sangat sore"

"ne, kajja" yoongi tersenyum saja, mereka sudah jadi sepasang kekasih. Ibunya yoongi memang mertuanya jimin. Hehe...

" aku harus menyiapkan semuanya dengan matang untuk berkunjung ke rumah ibu mertuaku malam ini"

"santai saja, ibu ku tidak suka berlebihan. Dia orang yang santai" ujar yoongi percaya diri.

Mereka pun pulang dengan tangan yang saling menggenggam dan kebahagian yang beterbangan di hati mereka. hari ini indah sekali~

~ Beautiful Hib-Creature~

Jam dinding di kamar jimin masih menunjukkan pukul 18:30, masih setengah jam untuk berangkat ke rumah yoongi. jimin merasa waktu itu sangat cepat, tapi tenang saja. Jimin sudah menyiapkan semuanya.

Bunga? Cek

Coklat? Cek

Penampilan?

Jimin menghela nafas, kemeja nya semakin terasa sesak saja. Padahal berat badannya masih sama saat ia pertama kali membeli kemeja biru laut kesayangannya ini.

Jimin mematut dirinya di depan kaca, melihat gundukan di punggungnya. Semakin terlihat besar saja, kalau begini jimin jadi susah untuk mengenakan pakaiannya.

"sepertinya aku akan memakai sweater saja" final jimin, menyerah dengan kemeja kesayangannya. Ia sangat menyukai kemeja itu karena itu merupakan pilihan ibunya, berada jauh dari ibunya membuat jimin sedih. Meski ia bisa mengunjungi ibunya di busan saat akhir pekan, tapi tetap saja. Melewati hari-hari tanpa ibu demi bersekolah itu lumayan berat.

Jglek...

Pintu kamar jimin terbuka saat jimin sedang melepas kemejanya

"mau kemana? Rapi sekali eh" j-hope dengan mudahnya masuk kamar jimin dan langsung duduk di meja belajar jimin.

Jimin tersenyum kemudian menoleh ke arah j-hope "aku akan pergi ke rumah yoongi hyung, makan malam bersama" ungkapnya ceria.

j-hope mengangguk paham, ia tidak terkejut lagi. Karena jimin sudah menceritakan kalau ia dan yoongi sudah menjadi sepasang kekasih saat jimin pulang ke rumah sore tadi.

"hey, jim..." j-hope ragu-ragu. Jimin mendengarkan seraya memasang sweaternya "kau..sudah memberitahunya?" lanjut j-hope saat melihat jimin yang topples tadi.

Jimin sudah selesai mengenakan pakaiannya, berjalan menuju ranjang kemudian duduk. Jimin meringis "belum" jawabnya

j-hope menghela nafas, tak bisa j-hope pungkiri kalau ia sangat mengkhawatirkan jimin. Meski j-hope dan yoongi itu sama-sama manusia normal, tapi j-hope dan yoongi sangat berbeda. J-hope menyukai anim-hybrd berkebalikan dengan yoongi yang malah sangat membenci mereka.

"kau harus segera memberitahunya jim"

Jimin terdiam, meski yoongi sangat baik kepadanya. Tapi jimin sudah pernah melihat bagaimana tatapan yoongi saat melihat anim-hybrid, ada kilatan benci saat yoongi melihat makhluk-makhluk itu. ada rasa ragu di hati jimin. Tapi ia juga tak mungkin untuk terus menyembunyikan nya. Jimin akui ia harus sesegara mungkin memberitahu yoongi, tapi ia harus melakukannya perlahan agar tidak membuat rusak hubungan yang sudah ia bangun ini.

j-hope bangkit berdiri, mendatangi jimin yang masih sibuk melamun "Fighting!" j-hope memukul pelan bahu jimin yang hanya di balas senyuman samar syarat akan kegelisahan.

"berjuanglah jim, taklukan yoongi" j-hope bersimpati, meski begitu. Jimin adalah sepupu kesayangannya, jimin berhak mengejar cintanya.

"gomawo hyung" jimin tersenyum

~ Beautiful Hib-Creature~

"WAAA...NEOMU KYEOPTA~" heboh seokjin fanboying ria saat melihat jimin di depan pintu mereka, jimin baru saja tiba di rumah yoongi sekitar 5 menit yang lalu sebelum mengetuk pintu ia mengecek kerapian tampilannya. Ia baru saja mengetuk tapi langsung di hadiahi ibu yoongi yang antusias menyambut jimin.

"eyh, eomma. Jangan berteriak," protes yoongi, kemudian tersenyum ke arah jimin "jimin-ah masuklah" yoongi mengamit lengan jimin

"ini untuk anda nyonya kim" jimin memberikan sebuket bunga mawar warna-warni untuk mertuanya, membungkuk ke arah seokjin sebentar sebelum masuk mengikuti yoongi ke arah dapur.

"anyeong haseyo, park jimin imnida" jimin membungkuk 900, ia sedikit gugup sebenarnya. Kedua orang tua yoongi jauh dari yang jimin fantasikan. Jimin kira orang tua yoongi adalah orang yang tegas dan bergaya formal. Tapi ternyata dugaan jimin salah, orang tua yoongi sangatlah ramah

"ne, jimin-ssi. Kenalkan aku adalah kim seokjin ibu yoongi" seokjin berkata antusias tapi kemudian menoleh ke arah suaminya dengan tatapan datar saat melihat namjoon sedang memasukkan beberapa makanan ke mangkuk yoongi "dan orang tua di samping yoongi itu adalah kim namjoon ayah yoongi"

"appa~ berhentilah memasukkan banyak makanan ke mangkukku" rengek yoongi

Jimin terkekeh saat melihat kelakuan ayah dan anak yang sedang berkelahi di sampingnya ini, sungguh pemandangan yang indah. Persis seperti saat ia di rumah orang tuanya di busan, ah. Dia jadi rindu orang tuanya.

"nah, jimin-ssi. Mari kita makan dulu, istriku sudah memasak banyak makanan yang enak yang harus kau coba semua" namjoon tersenyum ke arah jimin

Jimin mengangguk, mereka pun mulai makan malam mereka dengan tenang sambil sesekali bercerita, perkelahian kecil kadang terjadi antara yoongi dan ayahnya yang membuat jimin tertawa. Mereka semua sangat baik terhadap jimin

Jimin jadi teringat dengan ucapan teman-temannya yang mengatakan kalau yoongi itu jahat dan kejam. Mereka semua salah, jimin sudah melihatnya sendiri. Jimin bahagia ia adalah orang yang pertama untuk yoongi, dan jimin berdoa agar bisa jadi yang pertama dan juga yang terakhir.

"appa eomma, ada yang ingin ku katakan" yoongi menginterupsi, namjoon dan seokjin menoleh ke arah yoongi bersamaan. Yoongi menggenggam erat tangan jimin yang berada di sampingnya

"jimin-ah, kau harus menutup telingamu saat pada hitungan ketiga. Arachi?" bisik yoongi, jimin mengernyit tidak paham, tapi ia mengangguk saja

"Appa, eomma. Aku dan jimin berpacaran. TIGA!" jimin dan yoongi menutup telinga mereka

"WAA ! DAEBAKK! CHUKKAE AEGI ! WAH, EOMMA MERESTUI KALIAN NAK, IYAKAN YAH? IYAKAN YAH?" teriak seokjin dan di ikuti suaminya sama nyaringnya sambil bertepuk tangan

"SELAMAT NAK! APPA JUGA MENDUKUNG KALIAN!"

Prok...prok..prokk

Untung saja jimin dan yoongi menutup telinga mereka, jika tidak mereka pasti kehilangan fungsi telinga mereka karena teriakan antusias dari appa dan eomma yoongi. Ngeri sekali

Setelah mengadakan acara makan malam yang meriah, sudah waktunya bagi jimin untuk pulang karena ini sudah jam 10 malam. Dan di sinilah ia dan yoongi, berdiri di depan pintu gerbang rumah yoongi

"hyung, terima kasih untuk makan malamnya" jimin tersenyum ke arah yoongi di sampingnya, ia menggenggam tangan yoongi

"mm, ne. Maafkan kedua orang tua ku ne? Ayahku memangg selalu bercerita tentang kegiatannya di rumah sakit sebagai dokter bedah saat sedang makan malam" yoongi cemberut, namjoon itu sama sekali tidak keren saat menceritakan kegiatannya yang sedang membedah pasien, yang benar saja.

"tidak apa-apa hyung, sebenarnya aku hampir muntah saat ia menceritakan daging yang sobek, darah, dan luka bernanah. Tapi dia keren sekali hyung" jimin bersimpati, ia berpikir kalau pekerjaan dokter itu sungguh mulia, ia akui kalau namjoon hebat bisa menghadapi hal-hal mengilukan seperti itu setiap harinya.

"yah, begitulah. Dan aku juga ingin minta maaf soal teriakan ibuku, telinga mu baik-baik saja bukan?"

"hehe, tentu saja hyung. Aku menutup telingaku sesuai hitungan hyung yang langsung di tiga. Terima kasih untuk hari ini hyung, aku mencintaimu~" jimin mendekatkan wajahnya dan

Chu~

Ia mencium kening yoongi, yoongi tersenyum "terima kasih sudah hadir di hidupku" bisik yoongi meski pelan jimin tetap mendengarnya.

Jimin menjauhkan wajahnya "nah, masuklah hyung. Sudah sangat malam, aku akan pulang"

Yoongi mengangguk, jimin pun menaiki mobil sportnya. Kemudian melambai sebentar sebelum meninggalkan halaman rumah yoongi.

TBC

Mian hehe, rencananya mau bikin two shoot. Tapi eh jadi three shoot.

: kira-kira author BYR kemana yah?

Lee shikuni : iya, chap yang kemarin tuh TBC . tuberculosis xD

Saya cuman mau bilang Thanks buat kalian yang udah review karya saya, saya gak bisa cuap-cuap. Saya mah gitu orangnya xD

Wanna judge? Silahkan , Ngebash? Silahkan, Sider? Silahkan, BEBAS :D

Next chap?