Chapter 1

Sungmin POV

Drap... drap... drap kulangkahkan kakiku ini sekuat tenaga mengingat lima belas menit lagi gerbang sekolah akan segera ditutup. akupun tidak memperhatikan keadaan sekelilingku lagi. tanpa kusadari, ada seseorang didepanku dan...

BRUKKKK

"appo~yakk, kalau jalan liat-liat dong! punya mata nggak sih?!"teriakku kesakitan.

"..."namja itu diam saja melihatku tanpa niat untuk membantuku.

"yakk, kenapa kau diam saja? apakah kau tidak punya mulut? bisu eoh?"ujarku kesal.

"harusnya aku yang berbicara seperti itu... bukannya kau yang sudah menabrakku. apa kau buta, agassi?"akhirnya namja itu mengeluarkan suaranya yamg sangat ehem,seksi itu.

'aish, pabboya lee sungmin masih sempat-sempatnya kau memuji suara namja itu. harusnya kau minta maaf karena sudah menabraknya pabbo.'

"ahh,mianhe ahjussi... aku terburu-buru soalnya."ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

"mwooo?!ahjussi kau bilang?!bisa-bisanya..."

"ommo... aku sudah benar-benar terlambat... sekali lagi mianhe ahjussi... selamat tinggal, semoga kita tidak bertemu lagi bye."ucapku memotong kata-katanya itu.

'aish,kau benar-benar 'tidak sopan' lee sungmin' merasa bersalah aku sekali lagi menoleh kearah namja yang kupanggil 'ahjussi'itu dan melihatnya... mwoo?! menyeringai?!

End Sungmin POV

"kau benar-benar nakal 'chagi-ah'."ucap namja itu menyeringai lalu pergi.

~'~

Saat istirahat

Sungmin POV

"yo minnie, ada apa denganmu? tak biasanya kau telat?"tanya eunhyukkie kepadaku.

"aisshhh... ini semua karena umma!"rajukku sambil mengerucutkan bibir imutku.

"wae?ada apa lagi dengan ummamu itu, Minnie?"

"dia memarahiku dan menceramahiku sampai larut malam."

"waeyo? kenapa chullie umma memarahimu?"

"karena aku main di game centre."

"huh? hanya itu?"

"ehm... itu karena aku pulang 'agak'sedikit telat."

"hmm... jam berapa?"

"jam setengah sembilan."

"malam?"

"ne."

"..."

"..."

"YAKK, ITU BUKAN LAGI 'AGAK' SUNGMIN-AH. TAPI, SUDAH KELEWATAN MALAM... PANTAS SAJA CHULLIE UMMA MEMARAHIMU, DASAR BABO."teriak eunhyukkie lalu berlari meninggalkanku setelah menoyor kepalaku 'sangat' lembut hingga aku terjungkal kebelakang.

"yakk, monyet rabies... awas kau!"teriakku tanpa memandang sekelilingku lagi langsung belari mengejar si monyet itu eunhyukkie.

Akupun mengejar si eunhyukkie dan aksi kejar mengejar kami tak terelakkan lagi. saat sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba...

GREBB...

Seseorang memelukku dari belakang membuatku terkejut dan menoleh kearah belakang. aku melihat wajah kibumie dari penglihatanku ini.

"sedang apa?"tanya kibumie tanpa melepaskan pelukannya dan menyandarkan kepalanya dibahuku.

"mengejar si monyet rabies."ucapku ketus sambil menyenderkan badanku ketubuhnya tanpa memperdulikan tatapan 'aneh ' dari sekeliling kami.

"sejak kapan sekolah kita merangkap jadi kebun binatang minnie?"

"semenjak teman kita yang bernama lee hyukjae a. ka eunhyuk itu masuk kesekolah ini." Mendengar kataku tadi membuat kibumie mengerti 'siapa' yang dibicarakan. 'oh, hyukkie,eoh?'

"kalau euhyuk monyet berarti kau adalah kelinci minnie-ah"

"lalu wokkie?"

"tentu saja jerapah."

"pfftt... huahaha... dengan tinggi begitu?dan kau sendiri?"

"aku adalah si 'anak pengembala'."

"yakk... kau curang!masa cuma kau saja yang manusia?"

"tentu saja. kenapa tidak?"

"aisshh... kau mulai menyebalkan, bummie..."

"kau pikir aku peduli?"ucap kibumie dingin melepaskan pelukannya dan lagi lagi membuatku yang menyender padanya terjungkal kebelakang.

"yakk... appo bummie~... bummie,kau mau kemana?"

"ketempat jerapah dan monyet kesayanganku."

"aisshh, yakk... tunggu aku bummie."

Kamipun pergi kekantin dan berjalan menuju ryeowookie dan cih,monyet itu yang sejak kapan disana. Mereka sedang makan tanpa menyadari kehadiran kami.

"wokkie, bagi ne?"ucapku langsung memakan makanan ryeowokkie tanpa meminta persetujuan langsung dari orang yang bersangkutan ke mulutku dan tanganku dengan 'manis' menjambak rambut eunhyukie monyet itu dengan 'halus' hingga membuatnya tersedak.

"uhuk... uhuk... yakk, appo~minnie."ringis eunhyukie itu menghentikan kegiatan 'mari kita makan' dan melirikku dengan tajam walaupun itu membuat wajahnya semakin manis

"waeyo?"tanyaku innoncent.

PLETAKKK!dia membalasku dengan memukul sumpit ditangannya kekepalaku keras.

"yakk, monyet rabies!appoyo~"ucapku sambil mengusap-usap kepalaku yang sakit.

"kau pikir rambutku ini tidak sakit kau jambak,kelinci ganjen."balasnya

"sudah,sudah... diam kalian!"ujar ryeowokkie menengah.

"tapi wokkie dia…"belum sempat aku berbicara si wokkie langsung meyuapiku dengan makanan mengharapku diam.

"jerapah sedang menyuapi sikelinci."sahut kibummie berbisik agak keras ditelinga eunhyukkie.

"hahaha… siapa yang kau sebut jerapah bummie?wokkie eoh?tak salah kau bummie?"Tanya enhyukkie sambil memegang perutnya geli.

"yak… maksudmu apa hyukkie?mengataiku 'pendek' eoh?"protes wokkie tak terima..

"sudahlah wokkie,terima saja nasibmu kalau kau itu 'kurang' tinggi."ujarku.

"mau kubunuh eoh?"Tanya ryeowook memberikan deathglarenya yang tidak seram itu.

"kini jerapah ingin membunuh sikelinci."monolog kibummie yang kini mulai menyebalkan.

"hahaha… kau benar bummie… jerapah kita kini ingin mencoba merangkap menjadi hewan karnivora."seru eunhyukkie menimpali.

"cih,kalian ini benar-benar…"belum sempat wokkie berbicara lebih lanjut…

"TIME OUT!"teriakku tiba-tiba,membuat ketiga temanku serempak menoleh kearahku.

"ssttt… aku punya berita penting…"ujarku sok misterius membuat teman-temanku serempak menoleh kearahku.

"kalian sadar tidak?"tanyaku membuat mereka penasaran.

"apa min?"Tanya eunhyukkie.

"kalian sadar tidak?kalau…"aku lagi-lagi memotong ucapanku dengan sengaja.

"yakkk… kau mau bilang apasih?cepat katakan!"Tanya kibummie tak sabaran.

"kalian sadar tidak sih?kalau… kalau aku dan kibummie belum memesankan makanan?"tanyaku polos.

HENING

.

.

.

"ingatkan aku untuk membunuhmu nanti minnie."desis eunhyuk kesal dengan kelakuanku ini.

"sudah hyukkie,sabar… minnie,bummie… kalian mau pesan apa?"Tanya ryeowokkie sambil menenangkan dirinya untuk tidak membantingku disini.

"aku mau ramyeon."ujar kibummie.

"aku sama saja dengan bummie."

"…"

"…"

"ehm,wokkie?"

"ne?"

"kenapa kau masih disini?"

"maksudmu apa Minnie?"

"kenapa kau tidak beranjak juga?"

"memang aku mau kemana?"

"bukannya kamu mau mengambil makanan untuk kami berdua?"

"tidak. memangnya kapan aku bilang begitu,Minnie?"

"bukannya kau tadi menanyakan makanan yang kami pesan?kau ingin mengambilnya untuk kami kan?"

"yak,aku hanya bertanya saja tidak ada niat untuk mengambil makanan kalian mau makan,ambil saja sendiri."

Aku menepuk kepalaku pelan mendengar jawaban polos dari ryeowookie membuat kedua temanku yang lain terkekeh keras akan sikap kami ini. sebenarnya siapa sih yang bodoh disini?aku atau dia? Aku hanya bisa menghela nafasku keras dan mulai beranjak dari kursi yang kududuki itu pergi untuk memesankan makanan kami. masih bisa kudengarkan kekehan dan tawa yang amat keras dari kibummie dan eunhyukkie.

End Sungmin POV

Seorang namja berwajah childish sedang memesan makanan tanpa menyadari sesosok manusia yang berjalan mengendap-ngendap menghampirinya...

Hana

Dul

Set

DUARRRRRRRRR

"huwaaaaaaaa... yakk,kau mengagetkanku,nonna!"seru namja berwajah childish itu.

"hahaha... mianhe ne?"ucap sungmin tanpa rasa bersalah sama sekali.

"kalau aku jantungan bagaimana?nonna mau mencarikan jantung untukku?"sungut donghae dijawab dengan gelengan kepala sungmin.

"nonna,mana hyukkie nonna?"tanya donghae sambil melihat kesana kemari mencari sosok orang yang selama ini menjadi sahabat nonna wokkienya itu.

"aish,dasar kau dongsaeng durhaka hae-ah!bukannya menanyakan nonna wokkiemu malah menanyakan hyukkie... ckckck."seru sungmin.

"hehehe... habis,aku kan sudah bertemu dengannya aku harus menanyakannya kembali?"tanyanya polos.

"hahaha... arra,arra... hyukkiemu sedang bersama kami kok... mau bertemu dengannya hae-ah?"tanya balik sungmin.

"anni,noona."jawab donghae sambil menggelengkan kepalanya.

"hae-ahhhh...!"teriak sekelompok namja dari jauh.

"ah,aku sudah dipanggil teman-temanku noona,permisi ne?"pamit donghae.

"ne,pergi sana. hushh.. hush."usir sungmin.

"aishh,nonna...!"rengek donghae sambil mem-poutkan bibirnya.

"hahaha,kau menggemaskan sekali hae-ah. pergilah!"

Donghae pun berjalan menuju kearah teman-temannya itu. namun, belum beberapa dia melangkah. Dia berbalik kembali kearah sungmin.

"nonna."panggil donghae.

"hmm?"tanya sungmin menolehkan kembali kepalanya kearah donghae.

"sampaikan salamku pada hyukkie nonna,ne?"seru donghae lalu berlari meninggalkan sungmin yang terbengong atas ucapan terakhir donghae.

"aih,dasar anak muda."ujar ,sungmin tak sadarkah jika kau itu masih muda?

~'~

"makanan datang!"seru sungmin sambil membawakan makanannya dan kibum.

"yah minnie,yang kami mana?"tanya eunhyuk.

"yang ada dimeja itu apa?"tanya balik sungmin dibalas dengan cengengesan tak jelas dari eunhyuk.

"hehehehe... aku kan masih lapar minnie~"rajuk eunhyuk.

"oh,iya hyukkie. ada salam dari pangeran 'ikan'mu itu."seru sungmin.

"pangeran ikan?nugu?"tanya eunhyuk sambil mengerutkan alisnya bingung.

"donghae."jawab sungmin sambil memasukkan mie ramnyeon pesanannya itu kemulutnya dalam skala besar.

"ada apa dengan donghae?"tanya ryeowook mendengar nama adiknya disebut.

"ah,tidak. hanya menitip salam saja kepada hyukkie."ujar sungmin sambil mengunyah.

"ihhh,minnie. makan dulu baru berbicara. kau jorok!"seru kibum yang melihat 'kelakuan' sahabatnya itu.

"hehehe,mianhe bummie."jawab sungmin sambil cengengesan.

"wokkie nanti sampaikan salam balikku pada donghae ya?"ujar eunhyuk.

"ne,arra."jawab ryeowook.

"btw,pulang sekolah kita mau kemana?"tanya sungmin pada ketiga sahabatnya itu.

"karaoke?"jawab ryeowook.

"bioskop."kali ini eunhyuk.

"billiard?"cetus kibum tiba-tiba membuat ketiga sahabatnya itu menoleh kepadanya. "waeyo?kenapa kalian menatapku begitu?"

"bagaimana?kalian berdua mau?aku sih sudah tertarik."putus sungmin.

"ne,usul diterima. lagi pula sudah lama juga aku tidak bermain."jawab ryeowook yang diaminin oleh eunhyuk.

"jadi,sudah diputuskan ya?"tanya kibum.

"ne,kita hari ini kesana."jawab ryeowook yang diaminin oleh eunhyuk dan sungmin.

Teng... teng

"shit,kenapa harus bunyi sih?"protes kibum melihat makanannya yang belum habis itu.

"hahaha... salah sendiri makannya lama. nih,lihat aku selesai dengan cepat bukan?"ucap sungmin sombong sambil memperlihatkan makanannya yang habis itu pada kibum.

"itu sih memang kau yang makannya seperti kuli bangunan."jawab kibum asal.

"sudah,sudah,lebih baik kita membayar makanan ini dulu deh daripada berbicara yang tidak jelas seperti ini."ujar eunhyuk membuat ketiga sahabatnya itu terdiam. "waeyo?"tanya eunhyuk melihat seringai aneh dari sungmin membuatnya merasakan firasat yang amat buruk untuk dirinya.

"hehehe... orang yang terakhir tertinggal disini 'harus' membayar semua makanan yang ada disini."seru sungmin sambil berjalan lalu meninggalkan ketiga sahabatnya yang mendengarnya melongo. Ryeowook dan kibum yang cepat tanggap langsung berlari meninggalkan eunhyuk yang masih bengong ditempat. setelah mengetahui apa yang baru saja terjadi membuat eunhyuk mendecih keras.

"cih, 'lagi-lagi'aku yang membayar ini semua."ucap eunhyuk pasrah melihat makanan yang harus dibayarnya eunhyuk!

To be continued

Tolong di review khasamhamnida...