Story Title : Day and Night, Love is in the Air
Author : Miko'Setrezed & RyoDemonRyo
Pairing : SasuNaru, slight NaruSaku(Catfight)
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : M
Genre : Romance, Humor, Adventure, etc.
Warning : Typo, EYD, Garing, Gaje, dan sebagainya.
Summary : Sasuke senyum-senyum ketika mengetahui Tsunade yang TERNYATA seorang Fujoshi. Naruto hanya cengok tingkat Dewa. Apa yang diminta Tsunade sehingga
membuat Sasuke menyeringai Keji sedangkan Naruto tepar dengan
wajah memerah? Chap 2 Update!
.
.
.
/Chapter 2/
/Part One : NaruSaku's Catfight! Let's Back to Konoha and The Born Of Icha-Icha Paradise : Yaoi Version!/
.
.
.
Naruto kini tertunduk dihadapan Sakura yang sedang menatapnya bak Singa yang menatap mangsanya, siap melahap Naruto kapan saja. Naruto hanya bisa terdiam, walaupun dalam hatinya Naruto sedang baca mantra.
"Ehem…" Sakura berdehem, membuat Naruto yang sedaritadi terdiam memucat seketika.
"Bisakah aku berbicara denganmu, Naruto-kun?" Tanya Sakura lembut, menambahkan embel-embel Kun dalam nama Naruto. Naruto hanya bisa pasrah saat Sakura menarik tangannya dengan sekuat tenaga. Naruto meringis ketika Sakura melepaskan genggamannya pada Tangan Naruto.
"Apa kau sudah gila, Baka?" Tanya Sakura dengan suara yang diusahakannya sekecil mungkin, namun masih membuat Naruto bisa mendengarnya.
"Namun bagaimana lagi, Sakura-chan! Dia sudah berjanji!" Seru Naruto, dalam nada yang agak berbisik.
"Mungkin Sasuke-kun akan menepati janjinya. Namun, dia akan melawan Itachi, yang adalah anggota Akatsuki! Akatsuki, Naruto! Sama saja kau akan membunuh dirimu sendiri!" Seru Sakura, sambil menatap Naruto penuh amarah.
"Jika itu satu-satunya cara yang bisa mengembalikan semuanya seperti semula, aku akan melakukannya." Ujar Naruto pelan. Air mata jatuh dari iris Emerald milik Sakura saat mendengar perkataan Naruto.
"Aku rela kehilangan segalanya, Naruto. Tapi aku mohon, itu bukan dirimu." Ucap Sakura, lalu memeluk Naruto. Naruto membalas pelukan Sakura, membiarkan Kunoichi berambut Pink itu terisak di dadanya. Tanpa mereka sadari, ada seorang pemuda dengan model rambut seperti pantat ayam sedang mengutuk Sakura dengan hawa membunuh tingkat dewa.
Yamato yang menyadari permasalahan Pemuda bermarga Uchiha disampingnyya, langsung mengambil inisiatif dan mendekat kearah Naruto dan Sakura yang sedang berpelukan ria.
"Ehem…" Yamato berdehem, membuat Naruto dan Sakura segera menghentikan aksi mereka. Sakura dengan segera menghapus air matanya, dan menatap Yamato.
"Lebih baik kita segera pergi ke Konoha dan menyelesaikan semua masalah kita disana, daripada kalian menghabiskan waktu disini. Bagaimana?" Usul Yamato, yang langsung dibalas anggukkan Sakura dan Naruto.
.
.
.
/Konoha/
.
.
.
Tsunade seperti biasa sedang mengerjakan lembar-lembar kerja yang berada di mejanya, ketika suara Asistennya, Shizune menyapa gendang telinganya.
"Tsunade-sama! Aku baru saja mendapat laporan dari Izumo dan Kotetsu bahwa Tim Yamato sudah kembali membawa Sasuke Uchiha dan tiga orang lainnya yang diduga rekan se-timnya!" Seru Shizune, membuat Tsunade membelalakan matanya.
'Kurang dari satu hari… Ada apa ini?' Batin Tsunade bingung. Tak lama dari itu, terdengar ketokan di pintu Tsunade.
"Masuk!" Seru Tsunade. Jujur, dirinya sedang tidak konsen dan sedang memikirkan alasan sang Uchiha mau dengan mudah kembali, tanpa menyadari Orang yang sedang dia pikirkan sudah berada di dalam ruangannya bersama Naruto, Yamato, Sakura, Shikamaru, Sai, dan Neji. Sementara Tiga orang Misterius yang menjadi rekan se-tim Sasuke menunggu di luar.
"Tsunade-sama, kami melapor untuk Misi." Ujar Yamato sopan, membuat Tsunade terangun dari pikirannya.
"Oh, ya. Yamato, Sakura, Shikamaru, Said an Neji, kalian boleh pergi. Sedangkan Naruto dan Sasuke, kalian perlu menjelaskan semuanya padaku." Perintah Tsunade yang langsung dilaksanakan para Shinobi Konoha itu, walaupun hanya Sakura yang melakukannya dengan berat hati. Setelah merasa semuanya sudah pergi, Tsunade lalu menghela nafas berat, lalu memandang kedua Shinobi muda di depannya.
"Jadi, bisakah kalian menjelaskan semua ini padaku?" Tanya Tsunade. Naruto hanya bisa terdiam seribu bahasa, sedangkan Sasuke mengangguk kecil.
"Seperti yang kau tahu, Orochimaru akan mengambil alih tubuhku. Namun, karena aku tidak mau mengikuti maunya, aku membunuhnya." Ujar Sasuke, Tsunade mengangguk pelan, mempersilahkan Sasuke untuk melanjutkan penjelasannya.
"Aku berencana untuk kembali ke Konoha, namun atas satu syarat." Ujar Sasuke lagi, memuat Tsunade mengerutkan keningnya.
"Aku menginginkan Naruto masuk kedalam tim-ku dan membantuku membalaskan dendamku kepada Itachi. Setelah semuanya selesai, aku berjanji akan kembali." Jelas Sasuke.
"Bukannya aku tidak mengizinkannya, Uchiha. Namun, aku tak sebodoh itu membiarkan Naruto masuk kedalam sarang Akatsuki." Ucap Tsunade. Sasuke hanya mengangguk.
"Aku berjanji tak akan membiarkan mereka menangkap Naruto." Kata Sasuke. Tsunade tersenyum.
"Baiklah… Tapi, Sasuke apa kau bisa mewujudkan satu keinginanku?" Tanya Tsunade manis, semanis madu kadaluarsa. Sasuke menyeringai keji saat menyadari apa maksud Tsunade, lalu menatap Naruto seperti Singa kelaparan. Naruto pucat pasi ketika melihat Sasuke yang perlahan mendekatinya sambil erujar sesuatu.
"Fan Service, eh? Dengan senang hati." Tsunade tentu saja tak menia-nyiakan hiburan gratis didepannya begitu saja. Dengan segera, ia mengambil kamera yang diberikan tangan misterius yang tiba-tiba muncul disampingnya.
'Jepret… Jepret…' Suara jepretan Kamera milik Tsunade terdengar jelas, membuat Naruto langsung malu tingkat Dewa.
"KYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
.
.
.
Naruto kini sedang berada di Apartemennya. Wajahnya masih saja memerah kibat kejadian di Kantor Hokage.
Di dalam hatinya, ia mengutuk, namun juga agak berterima kasih pada Tsunade yang meminta Fan Service pada Sasuke yang tentu saja langsung diladeninya.
Namun, alasan Naruto berteriak karena ia tidak tahu entah apa yang harus ia lakukan. Namun walaupun begitu, dia begitu menikmati kejadian itu, sampai-sampai ia membalas Ciuman Sasuke yang langsung dibalas perkataan Sasuke yang langsung membuatnnya merinding.
#FlashBack : Tsunade's Office#
Sasuke sedang mencium Naruto ketika Tsunade sedang asik-asiknya memotret adegan Yaoi gratis didepannya.
Sasuke terus mencium Naruto yang hanya berdiri tegak, tak merespon apa yang dilakukan Sasuke.
Baru saja Sasuke akan melepaskan Ciuman mereka, aksinya terhenti saat Naruto dengan cepat melingkarkan kedua tangannya dileher Sasuke, dan menahannya, sambil membalas ciuman Sasuke.
Sasuke menyeringai, lalu kembali melanjutkan aksinya dengan Naruto. Kali ini, terjadi peperangan lidah antara kedua Shinobi muda ini, diiringi teriakan khas Fujoshi milik Tsunade.
Mereka melepaskan ciumannya lalu tertawa pelan, lalu kembali melanjutkan aksinya.
Merasa bosan hanya berciuman, tangan Sasuke dengan nakal menyusup dibalik kaus hitam yang dipakai Naruto. Jaket oranye yang biasanya menempel ditubuh Naruto, telah lama hilang pada saat kejadian Sasuke 'menculik' Naruto yang baru saja selesai berendam di Tempat pemandian air panas.
Tangan Sasuke meraba-raba puting Naruto, sambil terus melanjutkan aksinya.
Sasuke melepaskan ciumannya, lalu beralih mencium leher Naruto. Aksi Sasuke membuat Naruto mendesah.
Naruto yang sedari tadi menutup matanya, akhirnya membuka Iris biru Sapphire miliknya dan menatap Sasuke yang sedang menjalankan permainannya. Naruto cengok, seolah baru menyadari apa yang sedang terjadi.
"KYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Teriakan Naruto, sukses memuat ukiran wajah Hokage pertama, Kedua, Ketiga dan Keempat menutup telinga mereka. Sedangkan ukiran wajah Hokage kelima a.k.a Tsunade hanya tertawa terbahak-bahak.
"Kita lanjutkan nanti, Dobe…" Bisik Sasuke dengan suara yang Sexy. Naruto menelan ludahnya, berdoa pada Kami-sama atas keselamatannya.
.
#End of FlashBack#
Naruto menggeleng keras, mencoa menghilangkan kejadian-kejadian tadi dari kepalanya. Namun sayang, kejadian tadi seperti virus yang tidak memiliki penawarnya.
Naruto mengambil segala sesuatu yang dianggapnya penting, dan menaruhnya didalam tas miliknya.
Naruto menyelesaikan pekerjaannya, lalu berbaring di tempat tidurnya. Pikirannya melayang-layang memikirkan seputar permintaan Sasuke.
'Apakah aku cukup kuat untuk membatunya?' Tanya Naruto dalam hati. Naruto mengangkat tangannya di depan matanya, dan menelitinya, seolah-olah kedua tangannya itu adalah sebuah senjata yang diragukan ketajamannya. Naruto hanya menghela nafas berat.
'Jika dipikir-pikir, aku harus membalasnya.' Batin Naruto tak jelas, sambil tersenyum iblis.
"Ckckckck…" Naruto cekikikan sambil bangun dari tempat tidurnya. Ia sibuk membayangkan wajah Sasuke yang menahan malu saat terjebak dalam 'Perangkap'nya, tanpa menyadari jendela kamarnya perlahan terbuka.
.
.
.
Sasuke kini sedang menyaksikan Naruto dari jendela kamar Naruto yang tertutup. Dirinya menyeringai setan saat melihat Naruto yang sedang cekikikan sendiri.
'Hm… Jadi dia menyukai permainanku, huh? Saatnya melanjutkannya, Dobe…' Batinnya. Aura hitam jadi-jadian(?) muncul disekitar tubuhnya. Orang-orang yang sedari tadi heran melihat sang Uchiha yang seharusnya menjadi missing nin, kini berada di Konoha, dan sedang mengintip Apartemen milik Naruto, langsung Sweat Drop ketika menyadari Aura jadi-jadian milik Sasuke.
'Dasar Hentai…' Batin mereka semua kompak.
Sasuke masih saja menyaksikan Naruto, akirnya mulai bergerak saat melihat Naruto yang sudah bangun dari posisi tidurnya. Tangan putih porselennya perlahan tapi pasti membuka jendela Naruto. Naruto masih terus saja cekikikan, membuat Sasuke dengan lancar melakukan aksinya.
Sasuke langsung masuk dan mengendap-endap di belakang Naruto yang kini telah cekikikan tingkat dewa(?). Dengan manja, Sasuke langsung memeluk tubuh Naruto dari belakang. Tentu saja sang pemuda yang sedari tadi cekikikan akhirnya berhenti menyadari siapa orang yang sudah berani memeluknya.
Otak 'salah arah' Naruto langsung bekerja cepat mengingat rencananya. Naruto memegang kedua tangan Sasuke yang melingkar di lehernya lalu menciumnya pelan. Sasuke agak terkejut dengan aksi Naruto yang tiba-tiba ini, namun itu tak menghentikan ide 'Paradise'nya.
Sasuke mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto dan menggigitnya pelan dan menjilatnya dengan penuh godaan.
"Bagaimana kalau kita lanjutkan sekarang, Naru-chan?" Tanya Sasuke manja. Nafas hangatnya menyapu tengkuk dan leher Naruto yang hanya bisa menyeringai.
"Mari kita lihat, sudah sampai dimana dirimu." Ujar Naruto, lalu membalik posisinya menghadap Sasuke. Naruto mengambil inisiatif dengan mencium bibir Sasuke terlebih dulu, berpikiran bahwa Sasuke akan terperangkap oleh jebakannya. Oh, poor you, Naruto.
Sasuke tanpa membuang waktu, tak menyia-nyiakan kesempatan emas didepan matanya. Dengan Gentle Sasuke membalas ciuman Naruto. Sasuke menjilat bibir bawah Naruto, meminta izin agar Naruto membukakan mulutnya. Naruto langsung memuka mulutnya, membuarkan lidah Sasuke masuk dan bermain-main didalam rongga mulutnya.
Tidak mau kalah, Naruto menghadang lidah Sasuke, lalu mendorong lidah Sasuke agar kembali keasalnya. Kini, lidah Naruto yang mendominasi ciuman mereka. Sasuke menyeringai disela-sela ciumannya, lalu membalas perlakuan Naruto.
Kini keduanya sedang mengalami perang lidah. Mereka tetap melakukannya, sampai akhirnya keduanya melepaskan ciumannya, mencoba mencari udara terlebih dahulu.
Sasuke dan Naruto tersenyum, lalu kembali melanjutkan aksi mereka. Setelah puas dengan ciuman, Naruto pun langsung bergerak menuju leher Sasuke. Naruto mencium, Menjilat, bahkan menggigit kecil titik sensitive Sasuke, membuatnya mendesah kecil.
Sasuke yang tidak mau menjadi Uke, mencoba mempertahankan reputasinya sebagai seorang Seme sejati dengan balas menyerang leher Naruto, membuat Naruto terhenti dari aksinya.
Sasuke tentu saja tidak membiarkan tangannya tak bekerja. Dengan cepat, tangan kanan Sasuke langsung menyelundup dibalik kaus hitam yang Naruto kenakan, lalu mengelus titik sensitive Naruto yang sudah daritadi mengeras.
Setelah puas dengan leher Naruto, Sasuke beralih meninggalkan leher Naruto yang penuh dengan bercak-bercak merah. Sasuke melepaskan kaus hitam milik Naruto, dan membuangnya secara asal-asalan. Sasuke menciumi titik sensitive di dada Naruto, sambil mencoba menuntunnya menuju tempat tidur Naruto.
Sasuke langsung mendorong tubuh ramping Naruto keatas ranjang milik Naruto. Sasuke masih tetap melakukan aksinya, membuat Naruto mendesah nikmat. Disela-sela ciumannya, Sasuke menyusupkan tangan kanannya kedalam celana Oranye Naruto, memanjakan 'adik' Naruto dibawah sana. Sasuke lalu mencoba melepaskan Celana Naruto.
Setelah selesai dengan celana Naruto, kini giliran Boxer Naruto. Kini, Tubuh ramping Naruto sukses terekspos didepan Sasuke, membuat Sasuke yang menatapnya tergoda imannya untuk melakukan hal yang lebih jauh.
Dengan sigap, Sasuke mencium Kejantanan Naruto dan memanjakannya. Sasuke mencium, mengulum, dan menggit kecil kepunyaan Naruto itu, hingga membuatnya mengeras sempurna. Naruto mendesah nikmat, ketika Sasuke mulai melakukan aksinya di bawah sana.
"S-Sasuke… I-I'm coming!" Seru Naruto, saat ia merasakan cairan miliknya akan keluar. Tanpa mengindahkan perkataan Naruto, Sasuke memasukkan 'Adik' Naruto di dalam mulutnya, membiarkan semua cairan Naruto menuruni tenggorokannya.
"Sekarang giliranmu, Dobe." Ujar Sasuke manja. Naruto yang mengerti apa maksudnya, langsung membalik posisinya dengan Sasuke, menjadi ia yang diatas, dan Sasuke yang dibawah. Naruto langsung menjalankan aksinya, dan mencium bibir Sasuke, lalu membiarkan Lidah Sasuke mendominasi rongga mulutnya. Naruto dapat merasakan rasa aneh dari dalam mulut Sasuke.
"Rasaku aneh…" Ucap Naruto, membuat Sasuke tertawa pelan.
Naruto kini turun dan menciumi putting Sasuke dan menanjakannya di sana. Naruto menggigitnya pelan, menjilatnya, bahkan menghisapnya. Setelah puas melihat wajah Sasuke yang sedang mendesah, Naruto memutuskan utuk melanjutkan aksinya, demi kepuasannya melihat wajah Sasuke. Naruto bahkan tidak berpikir, dirinyalah yang sedang masuk perangkap Sasuke.
Naruto turun kebawah, dan mulai mencium perut Sasuke. Tangan Naruto sibuk memanjakan Sasuke disana. Setelah selesai, Naruto langsung memasukkan kejantanan Sasuke kedalam mulutnya, lalu menghisap dan mengulum kejantanan Sasuke, sambil sesekali mengigitinya. Naruto memaju-mundurkan kepalanya, membuat Sasuke mendesah nikmat akibat perbuatan Naruto.
Kini, giliran Sasuke yang mencapai klimaks, namun Naruto melakukan hal yang sama seperti yang Sasuke lakukan : Membiarkan cairan Sasuke memasuki tenggorokannya. Setelah merasa puas, Sasuke langsung mengambil inisiatif dan mencium bibir Naruto, lalu mereka mengalami perang lidah.
Sasuke disela-sela ciumannya, langsung membalikkan posisinya seperti seharusnya, Naruto di bawahnya dan ia di atas Naruto. Sasuke mendekatkan mulutnya ditelinga Naruto.
"Apa kau siap?" Tanya Sasuke pelan. Naruto mengangguk, membuat Sasuke menyeringai puas. Sasuke tidak ingin mengecewakan 'Mangsanya', langsung menambil tindakan cepat. Sasuke perlahan memasukkan satu jari kedalam Lubang Naruto, membuat Naruto merintih, menahan sakit.
"Ternyata kau cukup sempit." Ucap Sasuke, membuat Naruto memberikan Death Glare terbaikna pada Sasuke, yang hanya ditanggapi seperti angin lewat oleh Sasuke.
Sasuke langsung memasukkan tiga Jarinya, membuat Naruto berteriak kecil. Sasuke langsung mencium bibir Naruto, berusaha menghilangkan rasa sakit Naruto.
Sasuke lalu memasukkan kejantannya kedalam lubang Naruto, dan menarik ketiga jarinya dari dalam Naruto. Setelah kejantanan Sasuke masuk, ia langsung memaju-mundurkan pinggulnya mengikuti irama. Sasuke lalu melepaskan ciumannya, lalu fokus menatap Naruto.
"Lakukan." Ujar Naruto, membuat Sasuke kembali melanjutkan aksinya. Sasuke lalu mempercepat tempo permainannya, membuat Naruto mendesah. Naruto meremas punggung Sasuke, mencoba menahan rasa sakit, yang perlahan mulai digantikkan rasa Sakit.
"Teme, aku rasa aku mulai mencapai batasnya…" Kata Naruto, yang diikuti anggukan Sasuke, yang sudah mulai merasa seperti Naruto. Tak lama kemudian, keduanya berhenti, dan meneriakkan nama masing-masing. Sasuke membiarkan semua cairannya masuk kedalam tubuh Naruto.
Sasuke perlahan mengeluarkan 'Adik'nya dari dalam tubuh Naruto, lalu berbaring disamping Naruto yang kelelahan.
"Kau sangat hebat, Suke." Ujar Naruto, yang masih mencoba mengatur nafasnya. Sasuke menyeringai kejam.
"Darimana kau mempelajari semua ini?" Tanya Sasuke. Naruto memandang wajah Sasuke lalu tertawa pelan.
"Well, aku pernah beberapa kali membaca Icha Icha Paradise milik Ero-Sennin." Jelas Naruto. Dalam hati, Sasuke berterima kasih kepada si petapa genit itu.
.
.
.
Tanpa mereka berdua sadari, aksi mereka oleh dua orang yang tak lain dan tak bukan adalah Tsunade dan Jiraiya. Tsunade menutup mulutnya, mencoba menahan teriakan A la Fangirl miliknya, sementara Jiraiya hanya bisa tertawa genit.
"Kau berhutang padaku, Jiraiya." Kata Tsunade yang dibalas senyuman lima jari milik Jiraiya.
"Icha-Icha Paradise : Yaoi Version akan segera dirilis!" Serunya. Kali ini, Tsunade tak memarahi Jiraiya yang secara gamblang mengatakan ternatng buku 'Hentai' milik Jiraiya.
"Tenang saja, Tsunade! Kau adalah orang pertama yang akan aku kirimi buku itu!" Seru Jiraiya, sambil tertawa a la Superhero. Tsunade menyeringai.
.
.
.
/Part Two : The Born of Konoha's Team Fujoshi! Seme's Smirks/
.
.
.
Sasuke dan Naruto kini telah berada di gerbang Konoha. Tsunade, Jiraiya, Kakashi, Yamato, Sakura, Sai, Team Kurenai, Ino-Shika-Cho, Team Guy, dan Iruka kini sedang berdiri didepan mereka berdua. Team Taka yang beranggotakan Karin, Suigetsu dan Juugo kini berada jauh dibelakang Sasuke dan Naruto.
"Semoga kalian beruntung." Ujar Tsunade, memecahkan kesunyian yang sedari tadi menyesakkan. Sasuke mengangguk, dan Naruto tersenyum lebar.
"Serahkan pada kami, Dattebayo!" Seru Naruto senang. Sakura berjalan maju, mendekat kearah Naruto.
"Jangan bertindak bodoh, Naruto!" Seru Sakura, dengan mata yang berkaca-kaca. Sakura memeluk Naruto, tak kuasa menahan tangisnya. Naruto hanya mengelus rambut halus milik Sakura lalu tersenyum kecil.
"Aku akan kembali, Sakura-chan." Ujar Naruto, memcoba menenangkan Sakura. Sakura melepaskan pelukannya, lalu menghapus air matanya.
"Baka!" Seru Sakura senang, sambil menonjok perut Naruto pelan, lalu tertawa.
"Naruto-kun…" Hinata kali ini maju mendekati Naruto. Naruto tersenyum kecil, membuat Hinata tersipu.
"I-ini, jika k-kau terluka, k-kau b-bisa menggunakan i-ini…" Ujar Hinata malu-malu, sambil memberikan sebuah botol kecil berisikan sesuatu seperti balsem.
"Mendokusai na, Naruto." Ujar Shikamaru malas, namun mendekat kearah Naruto lalu menepuk pundak sahabat baiknya itu. Naruto tersenyum senang.
"Ossu!" Serunyya. Kini, giliran Chouji yang mendekat kearahnya.
"Jika kau kembali kemari, kau harus mentraktirku di Ichiraku Ramen!" Seru Chouji sambil terus memakan kripik kentangnya. Kini, Kiba maju dan menepuk punggung Naruto.
"Ingatlah, Naruto. Jangan menghalangi Sasuke!" Seru Kiba jahil. Tiga siku-siku muncul di dahi Naruto.
"Yosh, Tetap langgeng, Naruto, Sasuke!" Seu Jiraiya, yang membuat Naruto dan semuanya(kecuali Tsunade dan Sasuke yang hanya meneringai) cengok.
"Pasti." Jawab Sasuke, yang semakin membuat cengok semuanya(Kecuali Tsunade, Jiraiya, Sasuke dan Naruto), dan membuat Naruto blushing tingkat dewa. Tsunade tertawa melihat ekspresi cengok para Shinobi Konoha yang berada di situ.
"Sasuke, Jelaskan." Perintah Tsunade. Sasuke mengangguk, sambil memasang wajah Singa yang kelaparan. Naruto menelan ludahnya, dan memucat seketika.
Sasuke langsung memeluk pinggang ramping milik Naruto, lalu mencium bibir merah Naruto ganas. Para Shinobi Konoha langsung memerah menyaksikan adegan Yaoi didepannya, sedangkan Jiraiya tertawa terbahak-bahak, dan Tsunade yang asik memotret Fan Service didepannya.
Shikamaru dan Kakashi yang melihat ini langsung menyeringai kejam, lalu langsung menggandeng pasangan masing-masing. Kiba dan Iruka. Oh, Poor you guys!
"Ah, kukira cuman aku saja 'aneh' disini…" Kata Kakasi, lalu mencium pipi Iruka yang memerah. Shikamaru yang memperhatikan mereka berdua langsung mengeratkan pelukannya pada Kiba dan mencium pipi Kiba.
"Mendokusai na~"
Yup! Dengan kejadian itu, Tsunade langsung memberikan Kamera gratis pada para Kunoichi yang berada disitu. Bunyi jepretan Kamera terdengar jelas saat aksi para Seme mulai mengganas.
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Dan dengan itu, terbentuklah Team Fujoshi, yang beranggotakan Tsunade, Shizune, Sakura, Ino, Hinata, TenTen, dan Kurenai.
.
.
.
/End Of Chapter 2/
.
.
.
Miko : Gimana-Gimana, Minna? Jujur, pas ngetik adegan Lemonan, saya berhari-hari muntah! Saya harus dengan sabar nulis adegan itu #nangis darah
Ryo : Tapi walaupun begitu, Miko hebat lho!
Miko : Benarkah? #masang wajah bangga
Ryo : He-em… Tapi, apa pendapat Minna? Saya gak berani nulis Lemon, gara-gara takut buat Miko ntar mati #kabur
Miko : ei, ei! Huh! Awas kau yah! Oh, ia, Minna-san, kalau mau ngasih saran tentang Lemon, Miko haraaaappp kontak Miko atau Ryo di FB :
www facebook com/Miko Setrezed
Atau :
www facebook com/Marryo Oliver (ganti spasi dengan titik)
OR! PM kami! Yosh, sampai ketemu di Chapter 3! #Lari kejar Ryo
