Hyu0050 chapter 1 . 9h ago

foll and fav.. ditunggu beneran lho thor. paling lambat 5hari up nya. maksa. hehe(Makasih sudah menunggu ini udah update)

zero chapter 1 . Nov 5

wiihh..

mantap thoorr...

semangatt...

thor kalo boleh sedikit saran untuk judul diganti aja jadi 'The son of wind'.

soalnya kalo saya liat 'the wind son' artinya malah angin anak.

jadi penyampaian makna isinya malah kacau..

thank you thorr...

tetap semangat up-nya thoorr..(Tombol Reviewnya di tekan dua kali ya?)

Name fans chapter 1 . Nov 4

lanjut gaan (Oke gan)

zero chapter 1 . Nov 3

wihh mantap thoorr...

semoga tetep up...

oh iya tho klo boleh ngasih masukan sedikit judulnya itu bisa diganti 'the son of wind'.

soalnya klo aku liat sendiri 'the wind son' itu artinya malah 'angin anak'

sama mungkin typo-nya agak diperhatikan lagi..

thank you thorr..

tetap semangat berkarya thor...(untuk Typo bisa tolong tunjukin yang mana? Soalnya ceknya kan panjang ya jadi maybe ada yang saya lewatkan)

Uzumaki chapter 1 . Nov 3

mantap(makasih gan)

pain overture chapter 1 . Nov 3

next thor...semoga lekas update nya ya...(Ini udah update makasih dah review)

Uciha Shisui chapter 1 . Nov 5

Hmm.. Itu Uchiha yg hidup OC kah? Jika iyya, pasti dia memiliki Mangekyou sharingan, karna dlm sejarah, hanya beberapa orang yg mampu membangkitkan sharingan mangekyou.(Dia belum membangkitkannya, Tapi pasti nanti akan punya)

lucifer-kun13 chapter 1 . Nov 4

awal yg bagus..

lanjut..(Yang ini pendek bgt tapi gak papalah, Makasih dah review)

Ryu Uzumaki chapter 1 . Nov 3

Wahh baguslah awal chapnya yg penting ceritanya tetap berlanjut. Alur jangan terlalu cepat thor dan tetap terus nulis, Ganbatte.(Makasih, untuk alurnya kadang saya cepetin karena gak penting tapi kadang saya lambatin juga)

DarkShintaro chapter 1 . Nov 3

next senpai

dan apakah disini naruto akan mempunyai jurusnya sendiri (Iya, Naruto akan punya)

Chapter 2

Di sebuah gang, terlihat seorang bocah berusia 11 tahunan, ia memiliki rambut pirang yang acak-acakan. Ia terlihat memakai celana panjang berwarna hitam dengan kaos tanpa lengan berwarna oranye dengan jaket putih yang melapisinya. Tujuannya kali ini bukan tempat latihan yang biasa ia kunjungi, akan tetapi Mansion Hyuuga yang terkenal.

Sebenarnya, ini pertama kalinya Naruto di undang ke Mansion Hyuuga. Naruto juga tak banyak mengetahui tentang Hyuuga selain fakta bahwa mereka memiliki Doujutsu yang hebat.

Naruto terus melangkah melewati orang-orang dengan santai. Tak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Naruto sampai di depan gerbang Mansion Hyuuga. Ia mengetuk pintu gerbangnya.

"Permisi, Aku di undang Hanabi-Ojousama kemari, bisa tolong bukakan pintunya?" Ucap Naruto agak keras. Beberapa saat kemudian Pintu gerbang terbuka, Naruto melihat sosok perempuan yang berpakaian layaknya seorang pelayan, Perempuan itu berkata pada Naruto,"Silahkan masuk Uzumaki-san."

Naruto melangkahkan kakinya masuk ke dalam.I-Ini sangat besar dan juga ... Sangat tradisional, sekarang aku tahu kenapa Hanabi selalu canggung apabila teman-teman membicarakan soal teknologi. Tak butuh waktu yang lama untuk Naruto menyadari betapa asri dan tradisionalnya lingkungan Hyuuga ini. Disaat jaman sudah berubah dimana gedung dan perumahan sudah memakai semen dan beton, Klan Hyuuga masih mempertahankan model perumahan tradisional.

"Tolong ikuti saya," kata perempuan tadi, ia berjalan di depan Naruto dengan anggun. Sementara itu Naruto berusaha untuk mengikutinya sambil melihat-lihat Pekarangan Klan Hyuuga.

"Ah, Kita sudah sampai Uzumaki-san, disanalah ruang pelatihan Hanabi-Ojousama," ucapnya sambil menunjuk pada sebuah ruangan tertutup, ia membungkuk pada Naruto lalu nelangkah pergi meninggalkannya.

Dia meninggalkanku pergi begitu saja, huh. Apa aku harus masuk sekarang? Naruto melangkah mendekati pintu dan membukanya, ia lalu membungkuk sambil mengucapkan salam. Di dalam ruang itu Naruto melihat Hanabi yang tengah duduk dengan sopan dan meminum teh. "Akhirnya kau datang juga, Kau membuatku menunggu selama setengah jam Uzumaki-san... "Setelah mengucapkan itu pipinya langsung tersipu, "bu-bukan berarti aku begitu bersemangat menunggumu kau tahu!"

Naruto tersenyum sambil berjalan mendekatinya, "Gomen ne, Aku tersesat tadi... Aku lupa dimana Mansion Hyuuga itu ahahaha."

Sambil memalingkan mukanya Hanabi berseru, "Huh lain kali jangan sampai telat! Baiklah ayo kita mulai." Hanabi lantas berdiri dan menyingkirkan meja serta teh yang ia minum tadi kepinggiran. Ia berjalan ke tengah ruang pelatihan dan menunjuk Naruto, "Baiklah Uzumaki-san! Ayo kita bertarung sepuasnya!"

Sementara Itu Naruto melepas jaket putihnya memperlihatkan kaos oranye tanpa lengan dengan celana training warna hitam. Otot lengannya memang tidak terlihat akan tetapi lengan Naruto terlihat ramping dan keras.

Hanabi berlari ke arah Naruto sambil mengayunkan tangan kanannya. Pukulan itu berhasil ditahan Naruto dengan tangan kirinya. Hanabi lantas memukulkan tangan kirinya dan menarik tangan kanan yang gagal menyerang, akan tetapi serangan itupun berhasil di tahan.

Hanabi lalu berjongkok dan menggunakan kaki kanannya untuk menyapu kedua kaki Naruto, dan lagi-lagi Naruto berhasil menghindari hal itu dengan melompat ke belakang.

Kini giliran Naruto yang menyerang, ia berputar 360° dengan kaki kanan yang melayang, ia mengarahkan kaki kanan tersebut pada Hanabi, akan tetapi Hanabi berhasil menghindarinya dengan melompat.

Menggunakan kaki kirinya, ia mengirimkan tendangan kuat kearah Hanabi, Hanabi yang melihat serangan itu menahan tentangan kaki kiri Naruto dengan kedua tangan, tetapi tendangan Naruto sangat kuat sehingga tangannyapun terpental. Naruto langsung menggunakan kaki kanannya untuk menendang Hanabi, dan serangan itupun berhasil Hanabi terjatuh karena tendangan Naruto.

Serangannya kuat! Dia juga mengatur tempo bertarungnya dengan hebat. Aku harus menghindari setiap serangannya agar bisa menang. Hanabi bangkit kembali, kobaran tekad tercermin dari matanya.

"Byakugan!" urat-urat disamping matanya muncul, penglihatan Hanabi semakin tajam, ia bahkan bisa melihat aliran chakra Naruto. Ia lalu memposisikan dirinya dengan benar.

"Tunggu, kenapa kau memaka-" sebelum Naruto menyelesaikan ucapannya, ia diserang Hanabi dengan cepat, Naruto terpaksa menggunakan tangannya untuk menahan serangan itu.

Akan tetapi, Hanabi terus menyerang menggunakan telapak tangannya bergantian dan juga kakinya terus menerus tanpa jeda, hingga Naruto terpaksa terus bertahan.

Karena terus menerus diserang, akhirnya Naruto lengah dan Hanabi memanfaatkan itu dengan memukulkan tangan kirinya pada perut Naruto.

Naruto terpaksa mundur beberapa langkah, Jika aku terus diserang seperti ini, aku akan kalah.. Aku harus menyerang balik dan menyelesaikannnya dengan cepat. Kata Naruto dalam hatinya.

Naruto mengayunkan kaki kirinya dengan keras, akan tetapi Hanabi berhasil menahannya dengan sempurna. Setelah itu Naruto melanjutkan serangannya dengan kaki kiri yang juga berhasil ditahan dengan sempurna. Kaki kiri dan kanan Naruto bergantian menendang, Hingga akhirnya pertahanan Hanabi hancur, tangannya sudah tak kuat lagi menahan serangan kaki Naruto. Naruto berjongkok dan melompat lalu menendang dagu Hanabi dengan keras untuk mengakhiri pertarungan ini.

XxxxxX

Di tempeli dengan beberapa plester, Naruto berdiri di depan gerbang Mansion Hyuuga, dihadapannya terlihat si perempuan pelayan dan Hanabi-Ojousama.

"Terima kasih telah datang kemari Uzumaki-san, aku akan terus berlatih dan mengalahkanmu suatu saat nanti," ucap Hanabi sambil sedikit tersenyum.

Naruto menyeringai dan membalas, "Aku tunggu saat itu tiba, Hanabi-Ojousama."

"Jangan panggil seperti itu!" ucap Hanabi dengan anada cemberut.

Sambil berjalan pergi Naruto hanya tertawa menanggapi hal itu. Ia melambaikan tangannya tanda perpisahan. Bertarung dengan Hanabi-Ojousama tak buruk sama sekali ne.

Hari hari Naruto kembali seperti biasanya, ia masuk ke akademi pagi hari dan berlatih pada sore hari. Sesekali Hanabi juga mengajaknya berlatih bersama.

Pada minggu berikutnya Naruto berhasil menguasai berjalan diatas air, ia saat itu merasa bahagia dan senang sekali, akan tetapi kesenangan itu tak bertahan lama ketika ia mengetahui bahwa ia masih tak bisa menguasai Bunshin sederhana.

Duduk diatas pohon, Naruto melipat tangannya dan merenung diam. Seharusnya setelah berlatih kontrol chakra sejauh ini aku bisa melakukan bunshin, akan tetapi itu masih gagal. Ada dua kemungkinan tentang itu, pertama Chakraku terlalu banyak, kedua Aku memiliki gangguan pada tubuhku yang membuatnya tak bisa membagi chakra dalam jumlah yang terlalu kecil. Dari kedua teori itu, aku cenderung percaya pada nomor pertama. Itu artinya aku harus melakukan pelatihan kontrol chakra selanjutnya, tapi... Bagaimana cara melakukannya?

"Kurasa lebih baik aku menanyakannya pada Hokage-jiji," ungkap Naruto, ia melompat dari batang pohon tersebut dan bersiap untuk menemui sang kage.

XxxxxX

Hiruzen Sarutobi, Hokage dengan masa jabatan terlama, Di juluki The Professor dan Kami Shinobi karena pengetahuannya yang luas dan kekuatannya yang konon bisa mengalahkan seekor biju. Begitulah pandangan positif tentang beliau.

Akan tetapi, Ia adalah orang yang bertanggung jawab atas munculnya penjahat kelas S yang telah membuat kekacauan dimana-mana yaitu Orochimaru. Ia juga bertanggung jawab atas dibantainya klan Uchiha. Dua hal itu merupakan bagian dari catatan hitam tentang Hokage ketiga Hiruzen Sarutobi.

Saat ini beliau sedang duduk manis di kursi Hokage sambil menatap jendela yang menampilkan perumahan yang sudah maju dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Science Society Association adalah sekelompok orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, dan berniat mengubah kebiasaan serta peradaban yang saat ini menjadi lebih maju. Pada awalnya Kelompok ini adalah kelompok kecil yang bahkan tidak diakui oleh dunia. Mereka mulai menarik perhatian dunia ketika mengubah sebuah desa kumuh kecil menjadi kota indah dengan berbagai teknologi yang mewah, akhirnya SSA mengadakan perjanjian dengan Beberapa Daimyo termasuk Daimyo Negeri Api untuk mengubah kota kota di Negara mereka menjadi lebih baik.

Konohagakure salah satu yang terkena dampak dari perubahan zaman ini. Sekarang hampir semua rumah terbuat dari semen dan beton. Dan juga teknologi telepon rumah yang memungkinkan untuk orang-orang konoha saling menghubungi satu sama lain. Ada juga pembangunan Mall besar di pusat desa yang menampung berbagai barang mulai dari barang sehari-hari hingga alat-alat ninja.

Hiruzen sangat tahu bagaimana dampaknya pada kehidupan konoha ini, tapi tentu ada juga yang dia khawatirkan dari perubahan yang mencolok ini juga.

Knock! Knock!

"Ah silahkan masuk!" ucap Hiruzen dengan agak keras. Akhirnya pintu ruang Hokage terbuka, Naruto terlihat berjalan masuk ke dalam pintu dengan tenang.

"Ada apa Naruto-kun? Bagaimana pelatihanmu?" tanya Hiruzen sambil menatap sosok yang sudah dianggapnya sebagai cucu sendiri.

"Sebenarnya aku sudah menguasai berjalan diatas air, tetapi aku masih tidak bisa melakukan bunshin, apa kau tahu latihan kontrol Chakra lanjutan? Atau setidaknya kau punya saran, Hokage-jiji?"

"Ah Naruto-kun, berjalan diatas air adalah latihan kontrol chakra yang sangat bagus dan cukup bagi shinobi normal untuk meningkatkan kontrolnya hingga 80%. Karena itu aku tak tahu apa yang harus dilakukan untuk latihan kontrol chakra selanjutnya, tapi konon katanya Tsunade sang sannin berhasil meningkatkan Kontrolnya hingga 100%. Ngomong-ngomong tentang Bunshin, Aku akan mengajarimu bunshin yang lain sebagai pengganti bunshin yang kau tidak bisa pelajari itu. Bagaimana?" ucap Hiruzen sambil tersenyum. Dia melihat Naruto sedikit kaget ketika tahu bahwa Tsunade memiliki kontrol chakra yang sempurna.

"Kalau begitu tolong ajari aku Hokage-jiji!" katanya sambil membungkukkan badannya. Hokage lantas berdiri dari kursinya, "Ini disebut Kage Bunshin, jutsu ini membutuhkan setengah chakra penggunanya. Hokage kedua menciptakan bunshin ini untuk tujuan memata-matai itu karena ingatan bunshin akan kembali pada pemiliknya. Jutsu ini dikategorikan kelas S karena menghabiskan chakra dalam jumlah besar, bila kau terlalu banyak membuat bunshin kau akan mati," Naruto mendengarkan dengan seksama setiap kalimat dari Sang kage. Hiruzen membuat tanda salib dengan kedua tangannya, "Kage Bunshin No Jutsu."

Poff!

Sebuah salinan sempurna dari Hokage muncul, sekilas tak ada perbedaan diantara keduanya. Hebat! Bunshin ini lebih baik dari bunshin yang diajarkan di akademi! Yohoooo! Aku belajar jutsu yang hebat! Ucap Naruto dalam hati. "Baiklah Jiji! Sekarang giliranku, Kagebunshin No jutsu!"

Poff!

Naruto melihat ke arah kiri, disana terdapat sebuah bunshin yang juga menatapnya. Naruto membuat seringai bahagia dan iapun berteriak, "YATTAAAA!" Hokage hanya tersenyum melihat Naruto yang sangat senang.

XxxxxX

Setelah pulang ke rumahnya dari Kantor Hokage Naruto duduk diatas kasurnya sambil merenung kembali, "Sekarang aku sudah memiliki bunshin jadi bisa dipastikan aku akan lulus, akan tetapi... "

"Aku tetap ingin melanjutkan latihan kontrolku. Tapi bagaimana caranya? bila dipikir-pikir latihan berjalan di pohon itu objek latihannya adalah benda padat padat. Sedangkan latihan berjalan diatas air objeknya itu benda cair artinya.. " Naruto melebarkan matanya, ia langsung melompat dari kasurnya dan berdiri lalu menjentikan jarinya, "Itu dia! Berjalan diatas udara! Itu adalah latihan kontrol yang selanjutnya!" tapi kegembiraan yang dimiliki Naruto hilang dalam sekejap

"Bagaimana cara melakukannya?"

Jika berjalan diatas air menggunakan teori mengapung dan berjalan di pohon menggunakan teori menempel, bagaimana teori kerja berjalan diatas udara? Teori apa itu! ucap Naruto dalam hatinya.

"Haaah, kurasa aku akan memikirkannya nanti saja, sekarang sudah malam. Waktunya tidur." Naruto membaringkan badannya di atas kasur dan memejamkan matanya memasuki alam mimpi.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya merupakan pagi yang cerah, matahari dapat berjaya di langit tanpa terganggu sang awan. Bunga-bunga memancarkan aroma harum, pepohonan yang hijau disisi jalanan konoha membuat para pejalan kaki bersemangat.

Di apartemennya, Naruto terlihat sedang menyantap ramen. Suap demi suap ia masukan ke dalam mulutnya. Asap dari ramen yang masih hangat itu melayang di udara. Aroma ramen begitu terasa di ruangan itu. Begitu nikmatnya ramen itu hingga Naruto tanpa sadar sudah menghabiskan ramennya.

"Enaknyaaa, haaah sayang sekali ramen itu makanan yang tidak sehat, aku hanya bisa memakannya sekali dalam seminggu saja. Ahh ngomong-ngomong tentang makanan kurasa stok sayuranku sudah habis, aku harus segera membelinya lagi, " ucap Naruto sambil mengelus perutnya. Kemudian ia bangkit dari kursi tersebut dan memutuskan untuk berangkat ke akademi.

Pakaian yang dipakai Naruto kali ini cukup simpel. Ia memakai kaos lengan panjang berwarna putih dengan lambang pusaran di belakangnya. Untuk celananya ia memakai celana training warna hitam dengan garis merah vertikal di sisi celananya.

Seperti biasanya ketika Naruto berjalan melewati para penduduk, para penduduk masih menatapnya tajam tapi untungnya sekarang jumlah mereka mulai berkurang, mungkin karena sekarang Naruto jarang melakukan lelucon-lelucon lagi. Walaupun begitu ada juga yang tersenyum ke arah Naruto, mereka adalah tetangga-tetangga Naruto yang pernah ia bantu, mayoritasnya adalah orang yang sudah tua.

Jarak akademi dengan rumah Naruto tak begitu jauh, jadi tak memutuhkan waktu yang lama bagi Naruto untuk sampai ke akademi.

Naruto melangkahkan kakinya masuk ke dalam akademi. Ia melihat cukup banyak orang yang sedang berjalan di lorong. Mereka saling bertegur sapa dan mengucapkan salam. Sepertinya tak ada yang menyapaku lagi ya?

"Ohayo gozaimasu!" Kurasa cuma salah dengar, mana mungkin ada yang menyapaku. Kata Naruto dalam hati, ia pun memilih mengabaikan salam tadi.

"Uzumaki-san, kau tahu? Membalas salam seseorang adalah bagian dari kesopanan," perkataan ini membuat Naruto menolehkan kepalanya ke belakang, ia melihat sosok Hanabi yang cemberut sambil menyilangkan tangannya.

"Hehehe maaf kukira kau menyapa orang lain tadi, kalau begitu boleh ku jawab sekarang? Ohayo gozaimasu Hanabi-Ojousama," kata Naruto sambil tertawa, seperti biasanya tangan kanan Naruto mengusap bagian belakang kepalanya.

"Huh, dasar! La-lain kali kau harus membalas salamku dengan benar ya!" kata Hanabi yang entah kenapa pipinya agak memerah. Naruto tersenyum seperti biasanya dan menganggukan kepalanya.

"Kalau begitu ayo masuk kelas, Hanabi-Ojousama," ucap Naruto sambil kembali berjalan.

"Um! (Menganggukan kepala) ehh tunggu! Bukankah sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu baka!" kata Hanabi sambil mengejar Naruto yang sudah berada di depan.

Naruto akhirnya sampai di depan pintu kelas, ia membuka pintunya, dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Naruto melihat sebagian besar kursi masih kosong. Yang sudah hadir di kelas hanya Sasuke yang sedang merenung. Sakura yang sedang berdebat dengan Ino. Hinata yang selalu terlihat malu-malu. Aburame shino yang tak melakukan apa-apa. Dan terakhir Sai murid akademi baru, Sai baru bergabung dengan kelas ini selama 1 tahun. Yang Naruto tahu tentang Sai adalah ia sangat jago menggambar.

Naruto berjalan ke arah tempat duduknya. Sasuke terlihat meliriknya sebentar sebelum kembali merenung. Sementara itu Sai tersenyum ke arah Naruto, "Ohayo Uzumaki-san." ucap Sai dengan ramah. Naruto membalas senyumnya,"Ohayo Sai-san."

Naruto duduk di tempatnya sambil menunggu Iruka-sensei datang. Satu persatu murid akademi datang. Tak lama kemudian semua murid sudah hadir.

Iruka-sensei akhirnya datang ke kelas, tapi ia terlihat membawa seorang gadis seusia Naruto dan yang lainnya. Gadis tersebut berambut hitam dengan mata yang hitam pula. Ia memakai baju yang mirip dengan Sasuke hanya saja warnanya hitam. Ia juga memakai sarung tangan. Sementara itu untuk bagian bawahnya gadis itu memakai rok merah pendek yang terbelah dibagian sisinya dengan celana hitam sepaha sebagai dalaman rok tersebut. Selain itu ia juga membawa katana di punggungnya.

"Ohayo gozamasu, minna-san. Hari ini kita kedatangan murid baru lagi, sebenarnya dia sosok yang mengejutkan. Dia adalah Uchiha Kirina, sebenarnya dia hanya setengah Uchiha dan selamat dari kejadian tragis itu karena sedang berada di rumah neneknya. Silahkan memperkenalkan dirimu Kirina-san," ucap Iruka dengan tegas diakhiri senyum pada Kirina. Sementara itu mendengar perkataan Iruka, murid-murid akademi langsung ricuh. Mereka antusias menyambut kedatangan Kirina. Di lain pihak Sasuke terlihat menatap Kirina dengan pandangan yang aneh, tapi dia juga menampakan raut terkejut mendengarnya.

"Whoaa, dia membawa katana!(guk! guk!)"

"Dia terlihat cantik dan juga ramah dattebayo,"

"(Kriuk) Aphakah(kriuk) dhia bisha memakai(kriuk) kwathananya (kriuk) itu?"

"Hoaaamm.."

Brak! Suara tangan yang meninju meja terdengar cukup keras, Sasuke sang pelaku berdiri dengan mata kosong, "kenapa, KENAPA TAK ADA YANG MEMBERITAHUKU AKU MASIH PUNYA SAUDARA!" teriak Sasuke dengan marah. "SASUKE!" bentak iruka yang membuat Sasuke duduk kembali dengan enggan. Iruka menghela nafas dalam-dalam, "Kau bisa menanyakan soal itu pada hokage."

"Sumimasen, apakah saya bisa memperkenalkan diri sekarang?"

"Ehh, ah ya kau bisa memperkenalkan diri sekarang kirina-san," ucap Iruka dengan canggung.

"Perkenalkan Nama saya Uchiha Kirina, yoroshiku onegai shimasu minna-san," ucapnya sambil membungkuk.

"Baiklah, Kirina-san kau bisa duduk disebelah Naruto. Naruto angkat tanganmu!" kata Iruka seraya tersenyum ke arah Kirina.

Naruto mengangkat tangannya lalu melambaikan tangannya pelan. Kirina yang melihat itu akhirnya berjalan ke arah Naruto dan duduk di sebelahnya. Akhirnya pelajaran iruka dimulai.

Naruto menoleh ke arah Kirina dan berbisik, "Namaku Naruto Uzumaki salam kenal!" Kirina yang melihatnya juga tersenyum balik. "Salam kenal,Uzumaki-san."

"Kau boleh memanggilku Naruto, sebenarnya aku tak suka terlalu formal."

"Baiklah kalau begitu Naruto-san, kau juga bisa memanggilku Kirina."

"Ngomong-ngomong, kau bisa memakai katanamu itukan? Kalau ada waktu kau mau berduel denganku?"

"Ah tentu saja! Aku akan menunjukan keahlianku dalam menggunakan katana-chanku!"

"Sensei! Uzumaki-san dan Uchiha-san terus mengobrol" ucap Hanabi agak keras sehingga mengintrupsi percakapan Naruto. Ia terlihat cemberut sambil melotot ke arah Kirina.

"NARUTO!"

"Gomen Iruka Sensei!"

XxxxxX

Sebenarnya, Naruto berniat untuk berduel dengan Kirina akan tetapi, Sasuke secara tiba-tiba menarik tangan Kirina dan membawanya pergi. Selain itu Naruto entah mengapa merasakan tatapan marah Hanabi sejak ia mengajak Kirina makan bersama. Karena hal itu Naruto memutuskan untuk berlatih sendiri.

Di bawah sinar matahari, Naruto duduk seraya melipat kakinya. Ia memejamkan matanya, Kedua telapak tangannya disatukan, suara nafasnya terdengar jelas.

Tak pernah ada yang berpikir untuk berjalan di atas udara, apa yang mereka pikirkan adalah 'terbang' di udara. Apakah mungkin untuk berjalan di udara? Berkali-kali Naruto telah memikirkan itu hingga akhirnya ia meyakini bahwa manusia bisa berjalan di udara. Bagaimana caranya? Untuk berjalan di udara kau harus menapakan kakimu pada sesuatu yang keras di udara itu, tapi apakah udara itu keras? Tentu saja tidak! Jadi bagaimana kalau begitu? Udara tidaklah keras bahkan tidak bisa di cengkram tapi dengan sebuah wadah udara itu bisa mengeras dan disentu, contohnya balon, balon itu memang bukan udara tapi balon itu berisi udara bukan?.

Begitulah cara berjalan di udara menurut Naruto, ia akan membuat balon dari chakra dan mengisinya dengan udara yang sangat banyak hingga membuatnya sangat keras dan bisa digunakan sebagai pijakan.

Lalu bagaimana cara berlatihnya? Proses berlatihnya disamakan dengan proses bernafas. Yang pertama yaitu menghirup udara, pada proses ini Naruto akan menggunakan chakranya untuk menarik udara dan mengumpulkannya diantara kedua tangannya. Proses yang kedua yaitu menahan, setelah mengumpulkan udara ditangannya Naruto akan melapisi udara itu dengan chakra dan menahannya selama mungkin. Yang ketiga adalah proses melepas, Naruto akan menyedot kembali chakra yang ia gunakan untuk melapisi udara tersebut.

Selama berjam-jam Naruto berlatih melakukan tahap pertama. Akan tetapi udara yang berhasil Naruto kumpulkan hanyalah udara yang kecil dan tidak padat. Namun Naruto tak berniat untuk menyerah ia terus melakukannya hingga sore berlalu.

One Month Later

Akhirnya Naruto berhasil menguasai tahap pertama dengan sempurna karena rajin berlatih setiap hari, akan tetapi akibat dari berlatih setiap hari itu membuat Naruto tak sempat melakukan duel dengan Kirina ataupun Hanabi. Walaupun begitu hubungan Naruto dengan keduanya baik-baik saja, Naruto berhasil berbaikan kembali dengan Hanabi dengan memberi Hanabi sebatang coklat, sebaliknya sekarang Hanabi semakin dekat dengan Naruto bahkan Naruto sesekali menjemputnya untuk berangkat bersama ke Akademi.

Hari ini Naruto telah sepakat untuk berduel dengan Kirina dan Sasuke. Awalnya Naruto hanya mengajak Kirina akan tetapi Kirina yang sekarang tinggal di Klan Uchiha bersama Sasuke(Note : bukan berarti mereka serumah) jadi secara terpaksa Naruto juga mengajak Sasuke. Mereka sepakat mengadakan duel ini di Mansion Uchiha.

Bicara tentang Kirina, ada satu fakta yang mengejutkan tentang dia. Ternyata ia sangat kikuk dengan teknologi. Ia bahkan terkejut ketika melihat televisi karena mengira orang-orang mengecil dan melakukan pertunjukan di dalamnya. Ternyata Neneknya Kirina tinggal di pinggiran desa ia juga sangat miskin karena itu Kirina tak pernah melihat hal-hal seperti itu.

Tak seperti biasanya, kali ini Naruto sebuah jaket tanpa tudung yang menutupi lehernya, jaket itu berwarna hitam dengan garis-garis oranye. Untuk bagian bawahnya ia memakai celana panjang berwarna oranye dan sepatu merah hitam.

Naruto berjalan santai menuju Mansion Uchiha. Walaupun mansion ini bisa di bilang angker, tetapi masih ada orang-orang yang tinggal di dekatnya. Karena jarak yang tak terlalu jauh, hanya butuh setengah jam bagi Naruto untuk sampai ke mansion itu dengan berjalan kaki.

Di luar pintu gerbang terlihat Sasuke yang sedang melipat tangannya sambil memejamkan mata di samping Sasuke, Kirina tersenyum ke arah Naruto. Tak seperti Naruto yang memiliki beragam jenis pakaian, sepertinya Kirina dan Sasuke hanya memiliki beberapa pakaian sejenis.

"Kau lama sekali Naruto, cih!" ucap Sasuke yang terlihat marah karena menunggu lama Naruto. Berbeda dengan Sasuke, Kirina malah berjalan mendekati Naruto dan memasang sebuah senyum kecil di pipinya. "Selamat datang di Mansion Uchiha Naruto-san," ucapnya.

"Ah terima kasih Kirina-san, kau setidaknya tahu cara menyambut tamu dibanding Uchiha yang lain!" ucap Naruto seraya mengeraskan kata 'Uchiha'. Sasuke, orang yang dimaksud Naruto menggeram marah tapi ia berhasil di tenangkan oleh Kirina. Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam Mansion Klan Uchiha.

Setelah sampai di sebuah lapangan yang sering dijadikan tempat latihan para Uchiha sebelumnya, Naruto dan yang lainnya memutuskan siapa yang akan berduel pertama kali, hasilnya adalah Sasuke melawan Kirina setelah itu, Naruto melawan Kirina dan terakhir Sasuke melawan Naruto.

Naruto duduk di pinggir lapangan. Sambil menatap tajam pada Kirina dan Sasuke yang sedang berhadap-hadapan.

Secara tiba-tiba mereka berdua melompat ke belakang dua langkah secara bersamaan. Kirina dengan cepat menarik katana dari punggungnya sedangkan Sasuke mengeluarkan kunai lalu menggenggamnya.

Kirina melakukan serangan pertamanya. Ia melompat dan mengayunkan katananya. Sayangnya kunai Sasuke berhasil menahan serangan itu. Gesekan katana dan kunai itu membuat percikan api.

Sasuke melakukan serangan balasan. Dengan kuat, Sasuke mendorong kunainya ke depan. Kirina yang terdorong mundur dua langkah. Memanfaatkan itu Sasuke melempar kunainya.

Sebuah lompatan Kirina lakukan ketika kunai Sasuke mengarah padanya. Saat di udara Kirina menggerakan tangannya membuat Handseal. Kirina menghirup udara yang banyak hingga mulut dan perutnya agak kembung, "Katon : Gokakyo no Jutsu." Semburan api berbentuk bola mengarah pada Sasuke dengan cepat. Kirina tersenyum melihat Sasuke tak menghindar sama sekali.

Api itu menerpa Sasuke beberapa Saat hingga akhirnya menghilang. Saat api itu menghilang terlihat sebuah balok kayu yang terbakar.

Jika Sasuke tak menghindar itu artinya ia memakai Kawarimi. Pikir Naruto seraya tersenyum karena tebakannya benar.

Kirina yang masih dalam kondisi siaga tiba-tiba diserang dengan rentetan kunai dan Shuriken. Tapi serangan itu dengan mudahnya Kirina hentikan dengan cara menebaskan katananya. Setelah itu Sasuke muncul dari pepohonan, "Sudah kuduga kau bisa menahannya," ucap Sasuke dengan senyum kemenangan. Sasuke menarik tangan kanannya, kilatan kawat terlihat dari tangan kanannya yang mengikat Katana Kirina. Alhasil katananya terlempar. Sasuke berlari dengan kencang, menggunakan kaki kanannya ia menendang Kirina.

Sial! Aku tak menyadarinya! Kunai tadi itu memiliki kawat yang menyatu dengannya. Sasuke memang hebat. Pikir Kirina sesaat sebelum Sasuke menendang tubuhnya.

Dengan begitu pertandingan berakhir, pemenangnya Sasuke Uchiha.

"Baiklah! Sekarang giliranku," kata Naruto agak keras seraya berjalan ke arah mereka berdua.

"Jangan sampai kalah, Naruto." ucap Sasuke sambil berjalan ke arah pinggir lapangan.

Sementara itu, Kirina tak berbicara sama sekali ia hanya berjalan mengambil pedangnya sebelum berdiri di hadapan Naruto.

"Ne Kirina, Kau belum mengeluarkan semuanya kan? Kuharap kau tak menahan diri kali ini," sambil tersenyum Naruto menatap Kirina yang memiliki ekspresi serius di mukanya. Kirina menganggukan kepalanya, "Kali ini, aku tak akan kalah."

Trank!

Secara bersamaan Kirina dan Naruto melemparkan kunainya. Setelah itu Kirina menggenggam pedangnya lalu menyalurkan chakra pada pedangnya. Naruto dan Sasuke yang melihat itu melebarkan matanya.

Ia tak melakukan hal itu tadi! Ucap mereka berdua dalam hati. "Katanaku ini termasuk logam yang mudah teraliri chakra. Ketika dialiri chakra katana ini akan semakin tajam dan... "

Dengan kecepatan tinggi Kirina menusukan pedangnya ke arah kepala Naruto. Naruto melebarkan matanya melihat kecepatan serangan itu, Sial! Ini sangat cepat. Lalu Naruto memiringkan kepalanya sehingga katana itu tak mengenai dirinya akan tetapi aliran chakra dalam pedang itu menggores pipinya.

"...Cepat," Kirina menarik kembali katananya sebelum menusukannya ke arah perut Naruto. Dengan sigap Naruto melompat kembali ke belakang, tapi Kirina mengejarnya lalu menebaskan pedangnya lagi dan lagi sementara itu Naruto terus menerus menghindar dari serangan itu.

Selama beberapa menit Kirina terus menyerang tanpa jeda. Pakaian Naruto yang robek-rebok bisa menjadi bukti keganasan serangan Kirina.

Aku harus segera memikirkan cara menghentikan serangannya! Jari-jari Naruto lalu membuat tanda salib, "Kagebunshin no Jutsu." Sebuah salinan sempurna muncul di samping Naruto. Naruto dan sang bunshin lalu berlari ke arah yang berlawanan. Kirina yang melihat itu menggeram kesal. Ekspresinya jelas terlihat dari raut wajahnya. Ia lalu mengejar Naruto yang berlari ke kanan. Ia menambah kecepatannya agar bisa mengejar Naruto.

'Naruto' yang dikejar pun berbalik dan melempar rentetan kunai dan shuriken pada Kirina. Dengan tebasan yang kuat Kirina memotong kunai dan shuriken yang diarahkan kepadanya. Setelah itu Kirina melirik ke arah 'Naruto' berada, tapiia terkejut tak menemukan siapapun disana. Ia memutar badannya dan Naruto tak terlihat dimanapun walau begitu Kirina tetap bersiaga. Sebuah kunai melesat ke arahnya, Kirina bersiap untuk menebasnya namun ternyata kunai itu meleset dan hanya melewati Kirina.

Tepat ketika Kirina ingin menghembuskan nafas lega, kunai yang tadi terlempar tiba-tiba mengeluarkan asap dan berubah jadi Naruto. Sebuah tinju melayang dengan keras menuju pipi Kirina. Kirina terlempar hingga terbaring di atas tanah, dengan begitu berakhirlah duel antara Kirina dan Naruto.

.

.

.

.

Ketika Naruto mendekati Kirina dan berusaha membangunkannya ia melihat bahwa Kirina pingsan, karena itu Naruto memutuskan untuk mengakhiri duel ini, hal itu Sasuke setujui karena melihat kondisi Kirina.

Dengan gendongan ala tuan putri Naruto mengantarkan Kirina ke rumahnya, yang bersebelahan dengan rumah Sasuke.

Ia masuk ke kamarnya lalu membaringkan Kirina. Tanpa sadar Naruto tersenyum ketika melihat wajah polos Kirina sebelum keluar dari kamarnya.

Tbc

Huuuh Akhirnya selesai, maaf ya gak sesuai janji ini cuma 4K, btw Science Society Asociation (SSA) adalah kelompok yang penting di Fic ini. Selanjutnya tentang Oc saya yaitu Kirina Uchiha! Dia pengguna pedang yeee.. Btw langkah pertama Naruto untuk menjadi anak angin mulai terlihat! Berjalan di udara! Yeee. Oh iya jangan lupa Review ya karena Review membuat Author Semangat nulisnya bye bye!